Claim Missing Document
Check
Articles

POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BAYI (6-24) BULAN DI PUSKESMAS BABIRIK Muti’ah; Istiqamah, Istiqamah; Darsono, Putri Vidiasari; Istiqamah
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 12 No 2 (2023): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v12i2.2495

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi yang terjadi sebagai akibat dari kekurangan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurut WHO Child Grwoth Standart Stunting dasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score)kurang dari 2-SD.Pola asuh pemberian makan merupakan kemampuan orangtua dan keluarga untuk menyediakan waktu perhatian dan dukungan dalam memberikan makanan kepada anaknya. Tujuan: Mengetahui pola asuh  pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita  06 – 24 bulan di   wilayah kerja UPT Puskesmas Babirik. Metode: analisis kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja UPT Puskesmas Babirik. Dengan populasi ibu yang memiliki balita stunting dan sampel diambil dengan menggunakan metode purvosive sampling.Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita stunting. sebanyak 30 orang. Data dianalisis menggunakan uji fisher extact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada bayi/balita usia 6-24 bulan (p=0,007).
Penetepan Kadar Flavonoid Ekstrak Daun Sungkai (Peronema cannescens Jack) Berdasarkan Variasi Cara Pengeringan dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS: Determination of Flavonoid Content of Sungkai Leaf Extract (Peronema canescens Jack) Based on Variations of Drying Method with UV-Vis Spectrophotometry Method Mahmudah, Mahmudah; Darsono, Putri Vidiasari; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7233

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisonal, salah satunya adalah daun sungkai (Peronema canescens Jack). Daun sungkai adalah tanaman yang paling banyak ditemukan di Kalimantan dan Sumatra. Secara empiris digunakan masyarakat untuk penurun panas atau demam. Salah satu senyawa yang terkandung dalam daun sungkai yaitu flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa fenol terbesar yang ditemukan pada tanaman dan flavonoid memiliki banyak aktivitas farmakologi salah satunya sebagai antipiretik. Kadar flavonoid dari suatu tanaman dapat di pengaruhi oleh metode pengeringan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kadar flavonoid daun sungkai (Peronema canescens Jack) dengan menggunakan metode pengeringan berbeda. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif observasional dengan melihat hasil dari data kualitatif yaitu dengan uji reaksi warna dan data kuantitatif yaitu dengan spektrofotometri UV-Vis untuk melihat kadar flavonoid dengan pengeringan matahari dan oven. Hasil analisis kualitatif senyawa flavonoid dengan reaksi warna hijau kehitaman menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada ekstrak daun sungkai dengan metode pengeringan sinar matahari didapatkan sebesar 2,727 mg QE/g dan pada pengeringan oven didapatkan hasil sebesar 3,636 mg QE/g. Dapat disimpulkan bahwa daun sungkai menggunakan pengeringan dengan suhu oven mengasilkan kadar flavonoid yang lebih besar dibandingankan dengan pengeringan sinar matahari.
Aktivitas Antibakteri Fraksi Metanol dan Etil Asetat Daun Benalu (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) Terhadap Bakteri Streptococcus Pyogenes dan Eschrichia Coli: Antibacterial Activity of Metanol and Etil Acetat Fractions of Mistletoe (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) on Streptococcus Pyogenes and Eschrichia Coli Putri, Trias Sofia; Nastiti, Kunti; Melviani, Melviani; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7723

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memanfaatkan tanaman obat tradisional untuk membantu kesehatan masyarakat. Daun benalu mengandung senyawa aktif yang dapat menjadi antibakteri. Pemakaian daun benalu secara empiris dimasyarakat mantewe kabupaten tanah bumbu Kalimantan selatan biasa digunakan untuk mengobati amandel atau tonsillitis. Salah satu daun benalu yang digunakan masyarakat adalah daun benalu yang menempel pada tanaman jeruk nipis. Untuk mengetahui aktivitas fraksi metanol dan etil asetat sebagai antibakteri terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes dan Escherichia Coli. jenis penelitian ini menggunakan true experimental dalam pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi dan metode uji aktivitas antibakteri digunakan metode papper disk dan ditentukan konsentrasi 25%,50%,100%. Hasil diameter rata-rata zona hambat menunjukkan bahwa fraksi yang diperoleh menggunakan pelarut etil asetat terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes pada konsentrasi 25%,50%,100% masing-masing sebesar 10,286mm, 12,235mm, 13,966mm. dan pada pelarut metanol pada konsentrasi 25%, 50%, 100% masing-masing sebesar 9,606mm, 10,486mm, 10,736mm. sedangkan pada fraksi yang diperoleh menggunakan pelarut etil asetat terhadap bakteri Escherichia Coli pada konsentrasi 25%,50%,100% masing-masing sebesar 8,356mm, 12,665mm, 13,436mm. dan pada pelarut metanol pada konsentrasi 25%, 50%, 100% masing-masing sebesar 7,456mm, 8,525mm, 12,858mm. sedangkan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif kloramfenikol pada bakteri Streptococcus Pyogenes yaitu 26,178mm, dan diameter rata-rata zona hambat pada control positif pada bakteri Escherichia Coli yaitu 28,5 mm. fraksi metanol dan etil asetat daun benalu jeruk nipis (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) resisten terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes dan Escherichia Coli.
Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Sungkai (Peronema canesces Jack) Terhadap Bakteri Escherichia coli: Antibacterial Activity of Sungkai Leaf Infusion (Peronema canescens Jack) Against Escherichia coli Bacteria Aisyiyah, Siti; D, Putri Vidiasari; Noval, Noval; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7728

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi. Diare disebabkan oleh Escherichia coli. Penemuan obat alternatif antibakteri untuk diare salah satunya dengan terapi non farmakologi yaitu infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) terhadap bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Skrinning aktivitas antibakteri infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi sumuran dan metode dilusi kemudian dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann Whitney Test. Hasil Infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan diameter zona hambat 14,46 mm dan nilai KHM pada konsentrasi 75%. Hasil analisis statistic menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,003 pada Kruskal-Wallis Test dan pada Mann Whitney Test menunjukkan p value 0,025. Infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) tidak memiliki kemampuan daya bunuh terhadap Escherichia coli. Dapat disimpulkan bahwa Infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum sebesar 75%.
Toksisitas Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT): Toxocity Test of Sungkai Leaf Extract (Peronema canescens Jack) Against Artemia salina Leach Larvae Using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method Vidi, Gabriella Cantika; Darsono, Putri Vidiasari; Rahmadani, Rahmadani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7734

Abstract

Uji toksisitas merupakan suatu pengujian yang bertujuan untuk mendeteksi adanya aktivitas antikanker dari suatu senyawa dengan menggunakan serangkaian konsentrasi yang diterima dalam periode 24 jam. Kanker merupakan penyakit sel yang mengalami kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi dan fungsi homeostatis lainnya pada organisme multiseluler. Tanaman daun sungkai (Peronema canescens Jack) merupakan tanaman yang banyak terdapat di wilayah Puruk Cahu, provinsi Kalimantan Tengah, dimana tanaman ini adalah tanaman obat yang dipakai oleh masyarakat sebagai obat penurun demam, flu, batuk, dan mengatasi kanker. Dimana senyawa bioaktif pada tanaman ini berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC50 dari pengujian toksisitas ekstrak daun sungkai terhadap larva Artemia salina Leach menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Simplisia daun sungkai (Peronema canescens Jack) diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% selama 3x24 jam menggunakan metode maserasi, kemudian filtrat disaring dan dikentalkan menggunakan mesin Rotary Evaporator. Ekstrak yang didapat dilakukan uji toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan analisis data menggunakan Analisis Probit dengan Ms. Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) bersifat toksik terhadap larva Artemia salina Leach yang ditandai dengan nilai LC50 < 1000 μg/ml dengan hasil yaitu 291,743 μg/ml. Sehingga, ekstrak etanol daun sungkai (Peronema canescens Jack) memiliki kemampuan toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach sehingga berpotensi sebagai antikanker.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pulutan (Urena lobata L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus: Antibacterial Activity Test of Pulutan Leaf Extract (Urea lobata L) Againt Staphylococcus aureus Fitriani, Dyah; Rohama, Rohama; Darsono, Putri Vidiasari; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9006

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena virus, bakteri, protozoa ataupun jamur. Penggunaan antibiotik dalam pengobatan infeksi dapat menimbulkan efek samping dan resistensi. Daun pulutan secara empiris digunakan sebagai penurun panas, rematik, luka, bisul, dan sebagai antiseptik. Daun pulutan mengandung metabolit sekunder alkaloid, saponin, dan flavonoid yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun pulutan (Urena lobata L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak daun pulutan (Urena lobata L) Terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah true experimental. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dan dilusi cair. Kemudian data dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil ekstrak daun pulutan memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 100% zona hambat 14,09 mm dan konsentrasi 80% zona hambat 11,09 mm. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 80% dan tidak memiliki nilai KBM. Hasil uji statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna p value 0,004 pada Kruskall Wallis dan pada Mann Whitney menunjukan p value 0,025. Dapat disimpulkan Daun Pulutan (Urena lobata L) memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 80% dan tidak memiliki nilai KBM terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) Terhadap Pertumbuhan Salmonella typhi: Antibacterial Activity Test Of Maritam Leaf Ethyl Acetate Extract (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) Against Salmonella typhi Bacteria Rachman, Muhammad Rezki; Darsono, Putri Vidiasari; Malahayati, Siti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9015

Abstract

Mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella tyhpi.Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Skrining aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) terhadap Salmonella typhi menggunakan metode difusi sumuran dan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum menggunakan metode dilusi kemudian dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann Whitney Test. Ekstrak etil asetat daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) menunjukan adanya aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dengan diameter zona hambat sebesar 15,21 mm kategori Intermediate dan nilai KHM pada konsentrasi 75%. Hasil analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,004 pada Kruskal-Wallis Test dan pada Man Whitney Test menunjukan p value 0,025. Ekstrak daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) tidak memiliki kemampuan daya bunuh terhadap Salmonella typhi.
Karakterisasi Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dengan Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO): Characterization of Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Water Hyacinth Leaf Extract (Eichhornia Crassipes) with Variation of Virgin Coconut Oil (VCO) Concentrations Ramadhani, Rizki Adhie; Noval, Noval; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9034

Abstract

Salah satu jenis tanaman obat yang dapat digunakan untuk terapi adalah eceng gondok (Eichhornia crassipes). Ekstrak daun eceng gondok (Eichhornia crassipes) pada uji fitokimia mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes. Bahan alam memiliki beberapa kelemahan seperti bioavabilitasnya yang rendah, salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut adalah membuat sediaan Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS adalah sediaan yang terdiri dari minyak, surfaktan, dan ko-surfaktan dengan komposisi yang sesuai sehingga mampu menciptakan campuran isotropik yang stabil. Metode ini digunakan untuk menambah kelarutan, laju disolusi dan absorpsi zat aktif di dalam tubuh. Metode peneltian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain penelitian yaitu post test only with control group design. Pembuatan SNEDDS ekstrak daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan variasi konsentrasi VCO. Karakterisasi SNEDDS meliputi penetapan ukuran droplet, zeta potensial, dan efisiensi penjerapan. Dihasilkan pada uji ukuran droplet F1 ukuran droplet sebesar (746,6 nm), F2 (286,2 nm), dan F3 (2.336 nm). Uji zeta potensial F1 (-8,2 mV), F2 (-32,3 mV), dan F3 (-34,3 mV). Uji efisiensi penjerapan >99%. Variasi konsentrasi VCO memiliki pengaruh terhadap karakteristik SNEDDS yang dihasilkan.
A Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes: Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Rahmah, Aulia; Nastiti, Kunti; Mahdiyah, Dede; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.417

Abstract

Background: Acne is a skin disease due to chronic inflammation with complex pathogenesis, excessive bacterial colonization, and inflammation. One of the causes of acne is due to excessive sebum gland activity and is exacerbated by bacterial infection, one of the bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes. Coffee leaves are used by the community, especially in Babayau Village, Balangan Regency, South Kalimantan, to treat acne naturally and traditionally by mixing the cleaned coffee leaves with wet powder and then rubbing it evenly all over the face.         Objective: Knowing the effectiveness of coffee leaf extract (Coffea canephora) in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes bacteria, and knowing the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration against Propionibacterium acnes bacteria.                                              Methods: The type of research to test the antibacterial activity of aranio coffee leaf extract against Propionibacterium acnes bacteria was true expertimental with a post test only control group design, control group 100%, 75%, 50% and 25%, negative control using DMSO, positive control with clindamycin. Screening for antibacterial activity of aranio coffee leaf extract using the disc diffusion method and determining the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration using the dilution method.                                                                Results: Coffee leaf extract (Coffea canphora) contains secondary metabolites, namely flavonoids, tannins, and saponins which have antibacterial activity. The antibacterial activity test of coffee leaf extract (Coffea canphora) in the disc diffusion method had an inhibition zone of 27.86 ± 2.14 while in the dilution method the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was at a concentration of 75% and did not have a Minimum Bactericidal Concentration (MBC).                                                Conclusion: Coffee leaf extract (Coffea canphora) can inhibit Propionibacterium acnes at a concentration of 75%, and cannot kill Propionibacterium acnes.                                               
U Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pulutan (Urena lobata L) Terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes Pusvita, Shela; Rohama, Rohama; Yuwindry, Iwan; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.420

Abstract

Background: Pharyngitis or sore throat has a fairly high prevalence rate in Indonesia caused by Streptococcus pyogenes bacteria. Pulutan has experience as a medicine for sore throat, rheumatic fever, antipyretic, fracture, antifertility, and vaginal discharge. Based on research on ethanol extract that was done previously, pulutan leaf extract has antibacterial activity. Objective: To determine the antibacterial activity of pulutan leaf extract (Urena lobata L) which has the potential as an antibacterial against the growth of Streptococcus pyogenes and to determine the minimum inhibitory concentration and minimum killing concentration. Methods: This type of true experimental research design, namely research methods that look for causal relationships between independent and dependent variables. Antibacterial testing using disc diffusion and dilution methods. With concentrations of 100%, 75%, 50%, 25%, positive control amoxicillin and DMSO negative control. Results: The results of the disc diffusion test were able to inhibit the growth of the Streptococcus pyogenes bacteria which was indicated by the presence of a clear zone around the disc paper. The results of the dilution test obtained the MIC value at a concentration of 50% indicated by the media tube which looks clear. There was no KBM value at all the concentrations of the extracts tested, indicated by the growth of bacteria in the test medium. Conclusion: Pulutan leaf extract (Urena lobata L) has antibacterial activity which is indicated by the presence of an inhibition/clear zone around the disc paper. MIC results found at a concentration of 50%, KBM results on pulutan leaf extract (Urena lobata L) did not have killing power at all concentrations. Keywords: Antibacterial, Pulutan Leaf Extract (Urena lobata L), Streptococcus pyogenes.
Co-Authors Achmad Jaelani Achmad Jaelani Adriana Palimbo Akik, Try Rahayu Al Kahfi, Rina Alghafiqy Harya Evan Maulana Ali Rakhman Hakim Anggrita Sari Anita Herawati, Anita Arbayanti Arbayanti Aryzki, Saftia Astuti Rizki Perdana Aulia Rahmah Aulia Rahmah Triastanti Ayin, Anisa Putri Ayu M. Barliyani, Dianti Bayu Hari Mukti Bayu Hari Mukti Dang Meka, Aderia Darini Kurniawati Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah, Dede Dewi Iswandari, Novita Dewi Pusparani Sinambela Dewi Pusparani Sinambela Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Dyan Fitri Nugraha EKA RIA SAFITRI EKA RIA SAFITRI Elvine Ivana Kabuhung Estyqomah, Estyqomah F. Talang, Jessica Fahrianti Fahrianti Fahrianti Fahrianti, Fahrianti Fajriannor.TM, M. Fatimah Azzahra Fauzi Nurdin Fitri Yuliana Fitri Yuliana, Fitri Fitriani, Dyah Frani Mariana Friskila Friskila Gita Nurahmi Gumarus, Ellora Griselda Hairiana Kusvitasari Hairiana Kusvitasari, Hairiana Hamidah Rasyida Hastika, Febby Yulia Hesty Wulandari I Ketut Purnama Putra Ika Friscila Ilhamiyah Intan Intan Istiqamah Istiqamah Istiqamah Istiqamah, Istiqamah Istiqomah Istiqomah Izzatul Afifah Januriah Januriah Jayanti, Tri Dewi Kamalia, Hasna Karina Karina Kunti Nastiti L. Lisnawati Latifah Latifah Lestari, Yayuk Puji Lisda Handayani M Sobirin Mahdalena Mahdalena Mahmudah Mahmudah Malahayati, Siti Mariana, Frani Mariatul Janah Mariatul Janah, Mariatul Marisa Marisa Marselino, Doni Irawan Prancisco Maryati Meldawati Meldawati Meldawati Melviani Melviani Melviani Melviani Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Mohamad Rafi Munawarah Fuaddah Mustaqimah Mustaqimah Muti’ah Nastiti, Kunti Neni Widaningsih Ngongo, Marselina Ningrum, Novalia Widiya Nita Hestiyana Noor Hasanah Noval Noval Noval Noval Noval Novalia Widiya Ningrum Novita Novita Nur Azizah Nur Hidayah Nur Syifa Nurdin, Nur Aini Paul Joae Brett Nito Pertiwi, Pransiska Cahaya Pusvita, Shela Putri Yuliantie Putri, Trias Sofia Rachman, Muhammad Rezki Rahimah, Asri Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadhalena, Ade Rahmah, Elfa Olivia Ramadhani, Rizki Adhie Reni Puspita Ratu Rina Al Kahfi Rina Saputri Risky Amelia Risyda Komaliya Rohama Rohama Rohama Rohama Rohama Rohama, Rohama Saftia Aryzki Saftia Aryzki Saputri, Nur Arida Satria, Romi Setia Budi Sinambela, Dewi Pusparani Sinta Dewi Sismeri Dona Sismeri Dona Sismeri Dona, Sismeri Siti Aisyiyah, Siti Siti Fatimah Siti Malahayati Siti Rahmawati Siti Sarah, Siti Sri Wahyu Vita Subhannur Rahman Subhannur Rahman, Subhannur Susanti Suhartati Suwarni Suwarni Suwarni Suwarni Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Vidi, Gabriella Cantika virgianti, risa Yayuk Puji Lestari Yayuk Puji Lestari Yulia Puteri Rahmida Yulianingsih, Devi Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zulfa Putri Salsabila