Claim Missing Document
Check
Articles

F Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Essence Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Sebagai Anti Jerawat: Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Essence Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Sebagai Anti Jerawat Dewi, Sinta; Malahayati, Siti; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.425

Abstract

Background: Piper betel leaf extract has antibacterial activity against P.acnes because it contains tannins, flavonoids, alkaloids, and terpenoid compounds. Objective: The purpose of this study is to formulate piper betel leaf extract in the form  of essence that meets the requirements of physical quality and has antibacterial activity against P.acnes. Methods:  This study uses true experimental method  and well diffusion method for antibacterial test. The essence preparation was  made with 3 different extract concentrations (concentrations of 5%, 10%, and 20%), then a physical evaluation was carried out and then the formulation was tested for antibacterial activity against P.acnes. The data obtained were statistically analyzed ANOVA with a significance value of 0.05. Results: The results showed that  the essence preparation  had a yellowish-brown to dark brown color, liquid form and characteristic smell of betel leaves with a pH of 5.4-5.5, homogeneous preparation, viscosity 324-463, dispersion power 9.74 mm-11.62mm, and in antibacterial activity tests showed the ability to inhibit the growth of P.acnes bacteria  by having inhibitory power that was categorized as strong. Conclusion: The results of the physical evaluation and the results of the antibacterial activity test for essence preparations had a significant effect on variations in extract concentrations because the p-value was <0.05. Based on the evaluation results, all formulas met the specifications, and the most optimal was formula II
F Formulasi Dan Evaluasi Fast Disintegrating Tablet (FDT) Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Dengan Variasi Konsentrasi AC-DI-SOL Sebagai Superdisintegran Kamalia, Hasna; Noval, Noval; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.483

Abstract

Background: One of the risk factors that can cause an increase in the incidence of morbidity and mortality in patients with hypertension is patient non-adherence in taking antihypertensive drugs. As we get older, there is a decrease in the function of the tongue in achieving muscle pressure to make effective movements, which can cause difficulty swallowing drugs in solid dosage forms. This can be overcome with FDT preparations which can be disintegrated in the mouth without having to use water. Objectives: To compare the evaluation results of fast disengtengrating papaya leaf tablet formulation (Carica papaya L.) and to determine the effect of Ac-Di-sol concentration from fast desingtengriting tablet (Carica papaya L.) preparation Method: The method used is a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design by comparing the results of the intervention with a control group from the formulation evaluation. Results: The tablet hardness test (hardness tester) obtained a significance result of 0.17 <0.05, which means that there is a difference in tablet hardness in all formulas. In the friability tester, the significance results were obtained for formula I, namely in formula III with a significance value (sig) of 0.000 <0.05, which means that the fragility data did not spread normally in all formulas. At the time of disintegration, a significant result of 0.027 < 0.05 was obtained, which means that there was a difference in the disintegration time of the tablets in each formulation. In the disintegration time test, a significance result of 0.139 <0.05 was obtained, which means that there is a difference in each disintegration result in all formulas. In the wetting time test, the significance result was 1.7 < 0.05, namely the wetting test aimed to determine the time required for the tablet to be wetted by water. So it can be said that there are significant differences in each formulation. Conclusion: Based on the results of the organoleptic test, all of the tablet formulations produced had a brown color, with a bitter taste, smelled of mint and papaya extract and were round in shape. The combination of the concentration ratio of Ac-Di-Sol and Mannitol has the effect of evaluating friability, hardness, disintegration time and wetting time on Fast Disintegrating Tablets Papaya leaf extract (Carica papaya L.) Formulation III with 5 mg Ac-Di-Sol is the most effective formulation. optimal for Fast Disintegrating Tablets Papaya leaf extract (Carica papaya L.).  
Studi Farmakognostik Daun Pepaya (Carica papaya L) Asal Banjarmasin Ngongo, Marselina; Hakim, Ali Rakhman; Mustaqimah, Mustaqimah; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.654

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki kekayaan alam berupa tanaman yang dapat memberikan manfaat bagi manusia dalam hal pengobatan dan kesehatan, salah satunya adalah daun pepaya. Tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti sebagai sumber nutrisi, antioksidan, membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengelola diabetes, membantu meredakan peradangan, dan membantu kesehatan kulit. Pada daun pepaya telah diindentifikasi adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Studi farmakognostik adalah suatu proses sistematis untuk menyelidiki, mempelajari, dan menganalisis suatu topik, masalah, atau fenomena dengan menggunakan metode-metode ilmiah atau pendekatan yang terstruktur.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk memahami sifat-sifat fisik, kimia, dan farmakologis dari simplisia daun pepaya.Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pada pengujian daun pepaya dibuat ekstrak dengan metode maserasi.Hasil: Berdasarkan penelitian hasil analisis menunjukkan bahwa susut pengeringan sampel daun pepaya sebesar -63,04%, sesuai dengan standar farmakope herbal yang mengharuskan susut pengeringan ≤ 10%. Sementara itu, uji kadar ekstrak larut air menghasilkan nilai sebesar 21,976%, sementara uji kadar ekstrak larut etanol menunjukkan nilai sebesar 21,872%. Hasil uji parameter non-spesifik menunjukkan bahwa kadar abu total daun pepaya adalah sebesar 11,025%, sedangkan kadar abu tidak larut asamnya adalah sebesar 0,82%.Simpulan: Metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96% terbukti efektif dalam mengekstraksi senyawa-senyawa tersebut dari daun pepaya
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Fast Disintegratig Tablet Dengan Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia L.) Sebagai Anti Diabetes Melitus Gumarus, Ellora Griselda; Budi, Setia; Darsono, Putri Vidiasari; Audina, Mia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.700

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masuk ke dalam kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik atau gejala gula darah yang melebihi nilai normal bisa juga disebut dengan hiperglikemia. Buah pare mengandung senyawa saponin dan senyawa kompleks lainnya yang berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah. Explotab diformulasikan dengan ekstrak buah pare menjadi sediaan FDT. Tujuan: Mengetahui efek explotab sebagai penghancur serta perbedaan karakteristik pada sifat fisik tablet yang dihasilkan dalam formulasi fast disintegrating tablet ekstrak buah pare. Metode: Penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan one-group posttest only. Dibuatnya 3 formulasi dengan variasi jumlah explotab berbeda menggunakan metode kempa langsung kemudian dilakukan evaluasi uji waktu alir granul, uji kelembaban granul, uji organoleptis, uji keseragaman bobot, uji kekerasan, uji kerapuhan, uji waktu terdisintegrasi, dan uji waktu hancur. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan statistic menggunakan uji perbandingan One Way ANOVA. Hasil: Hasil evaluasi sediaan fast disintegrating tablet ekstrak buah pare dengan variasi explotab memenuhi syarat uji evaluasi sediaan FDT. Simpulan: Dari hasil evaluasi fisikokimia sediaan FDT ekstrak buah pare yang telah dilakukan, semua formulasi memenuhi syarat pengujian FDT
Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus Littoralis Hassk) Pada Escherichia Coli Fatimah, Siti; Nastiti, Kunti; Hastika, Febby Yulia; Darsono, Putri Vidiasari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4233

Abstract

Jamur endofit yang diisolasi dari tanaman inangnya diketahui mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang memiliki kesamaan struktur maupun fungsi dengan senyawa yang diproduksi oleh tanaman tersebut. Keunggulan ini membuat jamur endofit menjadi sumber alternatif yang sangat potensial dalam penyediaan senyawa bioaktif tanpa harus melakukan ekstraksi langsung dari tanaman. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi eksploitasi tanaman obat, seperti bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), tetapi juga mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang semakin terancam oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku herbal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan aktivitas antibakteri jamur endofit dalam menghambat dan membunuh bakteri Escherichia coli serta mengidentifikasi jenis jamur endofit berdasarkan karakteristik makroskopis dan mikroskopisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah True Experimental, meliputi uji zona hambat menggunakan cakram untuk melihat kemampuan penghambatan, serta uji KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan uji KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) untuk menentukan efektivitas konsentrasi ekstrak jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolat jamur endofit memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat. Isolat JEB 1 yang berwarna hitam menunjukkan hasil paling signifikan dengan zona hambat sebesar 16,20 mm. Nilai KHM isolat tersebut berada pada konsentrasi 4 × 10⁵ ppm, sedangkan nilai KBM berada pada konsentrasi yang sama dengan jumlah koloni <300. Kondisi ini menegaskan bahwa isolat JEB 1 bersifat bakteriostatik sekaligus bakterisidal terhadap E. coli. Dengan demikian, jamur endofit batang bajakah, terutama isolat JEB 1, berpotensi besar dikembangkan sebagai agen antibakteri alami yang efektif dan berkelanjutan
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa bunge) Pada Bakteri Propionibacterium Acnes Saputri, Nur Arida; Darsono, Putri Vidiasari; Mahdiyah, Dede; Audina, Mia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.734

Abstract

Background: Acne or acne vulgaris is an inflammatory disease that often occurs in the facial area. Usually characterized by the appearance of small reddish or yellow lumps (because they contain pus). The main organism that causes acne is Propionibacterium acnes. The growth of Propionibacterium acne bacteria can be controlled with antibacterials and plants that contain secondary metabolite compounds including flavonoids, alkaloids, saponins, steroids and tannins. One of the plants that contains secondary metabolites is calamansi orange peel. Objective: This study aims to determine the antibacterial activity of calamansi orange peel extract (Citrofortunella microcarpa Bunge) against Propionibacterium acnes bacteria through MIC and KBM testing. Method: This type of research is a true experimental method with post test only with control group design. Results: Antibacterial testing using the disc diffusion method on calamansi orange peel extract (Citrofortunella microcarpa Bunge) resulted in an inhibition zone of 22.02 mm, while MIC testing with concentrations of 5%, 7,5% and 10% resulted in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes bacteria. while KBM did not produce results. The results of the Kruskal Wallis statistical test of 0.007 and Mann Whitney of 0.025 showed a p value <0.05, indicating that there was a significant difference between the extract concentration groups and there was a difference in the increase in the results of the bacterial activity test that received the extract treatment. Conclusion: Calamansi orange peel extract (Citrofortunella microcarpa Bunge) against Propionibacterium acnes bacteria has inhibitory power at concentrations of 50%, 75% and 100% but does not have killing power.  
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terhadap Bakteri Escherichia coli Azzahra, Fatimah; Darsono, Putri Vidiasari; Hidayah, Nur; Mahdiyah, Dede
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 10 No 1 (2026): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v10i1.557

Abstract

Infectious diseases are health problems that can spread from one individual to another and are dangerous if not treated. One of the bacteria that causes disease is Escherichia coli. The high rate of irrational use of antibiotics is the cause of cases of antibiotic resistance. As an alternative option, use traditional medicine from plants, namely water hyacinth (Eichhornia crassipes) which has secondary metabolite compounds that function as antibacterials. To determine the antibacterial effectiveness of water hyacinth (Eichhornia crassipes) extract in inhibiting the growth of Escherichia coli. Antibacterial activity used the well diffusion method and determination of the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Kill Concentration using the liquid dilution method which was analyzed statistically by the non-parametric Kruskal-Wallis Test and Mann Whitney Test. Water hyacinth extract (Eichhornia crassipes) contains secondary metabolite compounds of flavonoids, alkaloids, tannins and terpenoids showing antibacterial activity against Escherichia coli with an inhibitory zone diameter of 12.34 mm, MIC value at a concentration of 25% and does not have MBC. The results of statistical analysis show that there is a significant difference with a p value of 0.004 in Kruskal-Wallis and in Mann-Whitney it shows a p value of 0.025. Water hyacinth extract (Eichhornia crassipes) has an effect on Escherichia coli.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASUTRI TENTANG KESIAPAN PERNIKAHAN TERHADAP TINGKAT STRES PASCA BERUMAH TANGGA Karina Karina; Paul Joae Brett Nito; Putri Vidiasari Darsono; Subhannur Rahman
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.20-32

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan usia dini masih menjadi isu signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah Banjarmasin Selatan. Minimnya kesiapan fisik, emosional, dan sosial sering kali berdampak pada peningkatan tingkat stres pasca menikah. Pengetahuan tentang kesiapan pernikahan menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas kehidupan pernikahan, terutama pada pasangan muda.Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasutri tentang kesiapan pernikahan terhadap tingkat stres pasca berumah tangga di Wilayah Banjarmasin Selatan.Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari pasangan suami istri yang menikah di bawah usia 19 tahun. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan tingkat stres pasca menikah, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho.Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan sedang (61,4%), namun belum memiliki kesiapan emosional yang memadai. Tingkat stres pasca menikah mayoritas berada pada kategori sedang (62,9%) dan berat (35,7%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan korelasi positif sedang yang signifikan (r = 0,272; p = 0,022), yang berarti semakin tinggi pengetahuan, semakin tinggi pula kecenderungan stres, menunjukkan adanya beban psikologis akibat ketidakseimbangan antara pengetahuan dan kesiapan emosional.Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kesiapan pernikahan dan tingkat stres pasca menikah. Pengetahuan tanpa kesiapan emosional dapat menjadi faktor stres tersendiri bagi pasangan menikah usia dini.
Analisis Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasein Gagal Jantung Marisa Marisa; M Sobirin; Putri Vidiasari Darsono; Dede Mahdiyah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.184

Abstract

Kelebihan cairan pada pasien gagal jantung dapat menyebabkan sesak, kebengkakan pada kaki, lutut dan perut, cairan yang terlalu banyak dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan lebih sulit di pompa, sehingga dianjurkan untuk membatasi asupan cairan. Kepatuhan pasien sangat penting dalam pembatasan cairan ini. Maka dari itu diperlukan dukungan keluarga yang merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan program pengobatan pasien gagal jantung. Tujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal jantung di RSUD Sultan Suriansyah. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain korelasional dengan pendekatan crossectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 24 pasien gagal jantung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Dukungan Keluarga dan kuesioner Kepatuhan Pembatasan Cairan yang sudah teruji valid dan reliabel. Analisis data menggunakan Corelasi Rank Spearman. (1) Dukungan keluarga pada pasein gagal jantung pada dukungan keluarga cukup sebesar 41,7%. (2) Kepatuhan pembatasan cairan pada gagal jantung pada tingkatan patuh sebesar 58,3%. (3) Hasil uji statistik rank  Spearman pada tingkat kepercayaan 95% dengan  = 0,05 diperoleh rho () sebesar 0,664 dan  probabilitas (P) sebesar 0,000, artinya dukungan keluarga dan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal jantung memiliki hubungan positif. Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal jantung.
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Kandangan Zulfa Putri Salsabila; Rahmadani Rahmadani; Putri Vidiasari Darsono; Melviani Melviani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1049

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional. Tingkat kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas. Puskesmas Kandangan mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien serta penambahan tenaga kefarmasian, namun masih ditemukan keluhan terkait ketanggapan dan kecepatan pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menggambarkan tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kandangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 301 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis lima dimensi ServQual, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Hasil dari pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian Puskesmas Kandangan menunjukkan hasil bahwa dimensi tangible berada pada kategori sangat puas (90,29%), dimensi reliability berada pada kategori sangat puas (92,46%), dimensi responsiveness berada pada kategori sangat puas (91,49%), dimensi assurance berada pada kategori sangat puas (91,83%), dan dimensi emphaty berada pada kategori sangat puas (92,39%). Simpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pasien rawat jalan di Puskesmas Kandangan merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian.
Co-Authors Achmad Jaelani Achmad Jaelani Adriana Palimbo Akik, Try Rahayu Al Kahfi, Rina Alghafiqy Harya Evan Maulana Ali Rakhman Hakim Anggrita Sari Anita Herawati, Anita Arbayanti Arbayanti Aryzki, Saftia Astuti Rizki Perdana Aulia Rahmah Aulia Rahmah Triastanti Ayin, Anisa Putri Ayu M. Barliyani, Dianti Bayu Hari Mukti Bayu Hari Mukti Dang Meka, Aderia Darini Kurniawati Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah, Dede Dewi Iswandari, Novita Dewi Pusparani Sinambela Dewi Pusparani Sinambela Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Dyan Fitri Nugraha EKA RIA SAFITRI EKA RIA SAFITRI Elvine Ivana Kabuhung Estyqomah, Estyqomah F. Talang, Jessica Fahrianti Fahrianti Fahrianti Fahrianti, Fahrianti Fajriannor.TM, M. Fatimah Azzahra Fauzi Nurdin Fitri Yuliana Fitri Yuliana, Fitri Fitriani, Dyah Frani Mariana Friskila Friskila Gita Nurahmi Gumarus, Ellora Griselda Hairiana Kusvitasari Hairiana Kusvitasari, Hairiana Hamidah Rasyida Hastika, Febby Yulia Hesty Wulandari I Ketut Purnama Putra Ika Friscila Ilhamiyah Intan Intan Istiqamah Istiqamah Istiqamah Istiqamah, Istiqamah Istiqomah Istiqomah Izzatul Afifah Januriah Januriah Jayanti, Tri Dewi Kamalia, Hasna Karina Karina Kunti Nastiti L. Lisnawati Latifah Latifah Lestari, Yayuk Puji Lisda Handayani M Sobirin Mahdalena Mahdalena Mahmudah Mahmudah Malahayati, Siti Mariana, Frani Mariatul Janah Mariatul Janah, Mariatul Marisa Marisa Marselino, Doni Irawan Prancisco Maryati Meldawati Meldawati Meldawati Melviani Melviani Melviani Melviani Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Mohamad Rafi Munawarah Fuaddah Mustaqimah Mustaqimah Muti’ah Nastiti, Kunti Neni Widaningsih Ngongo, Marselina Ningrum, Novalia Widiya Nita Hestiyana Noor Hasanah Noval Noval Noval Noval Noval Novalia Widiya Ningrum Novita Novita Nur Azizah Nur Hidayah Nur Syifa Nurdin, Nur Aini Paul Joae Brett Nito Pertiwi, Pransiska Cahaya Pusvita, Shela Putri Yuliantie Putri, Trias Sofia Rachman, Muhammad Rezki Rahimah, Asri Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadhalena, Ade Rahmah, Elfa Olivia Ramadhani, Rizki Adhie Reni Puspita Ratu Rina Al Kahfi Rina Saputri Risky Amelia Risyda Komaliya Rohama Rohama Rohama Rohama Rohama Rohama, Rohama Saftia Aryzki Saftia Aryzki Saputri, Nur Arida Satria, Romi Setia Budi Sinambela, Dewi Pusparani Sinta Dewi Sismeri Dona Sismeri Dona Sismeri Dona, Sismeri Siti Aisyiyah, Siti Siti Fatimah Siti Malahayati Siti Rahmawati Siti Sarah, Siti Sri Wahyu Vita Subhannur Rahman Subhannur Rahman, Subhannur Susanti Suhartati Suwarni Suwarni Suwarni Suwarni Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Vidi, Gabriella Cantika virgianti, risa Yayuk Puji Lestari Yayuk Puji Lestari Yulia Puteri Rahmida Yulianingsih, Devi Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zulfa Putri Salsabila