Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella Asiatica(L.)Urban) terhadap Pseudomonas Aeruginosa dan Staphylococcus Epidermidis Marselino, Doni Irawan Prancisco; Mahdiyah, Dede; Redjeki, RR.Dwi Sogi Sri; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Farmasetis Vol 13 No 4 (2024): Jurnal Farmasetis: November 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v13i4.3528

Abstract

Permasalahan global yang sedang dihadapi adalah resistensi bakteri terhadap antibiotik baik pada negara berkembang maupun negara maju oleh karena itu dibutuhkan beberapa tindakan untuk mengurangi masalah ini untuk pengobatannya adalah back to nature atau artinya Kembali ke pengobatan tradisional yaitu melalui pengujian antibakteri. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagain tanaman obat adalah daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) mengandung senyawa antibakteri sehingga banyak digunakan sebagai tanaman obat. Dari penelitian sebelumnya Tanaman pegagan (C. asiatica) mengandung metabolit sekunder seperti saponin, triterpenoid, flavonoid, dan alkaloid dengan pereaksi uji fitokimia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun pegagan terhadapbakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian menggunakan 3 kelompok perlakuan terdiri dari kontrol positif (kloramfenikol), Kontrol negative (DMSO) dan ekstrak daun pegagan. Menggunakan metode difusi semuran dan metode dilusi untuk menentukan KHM dan KBM. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova, kruskall wallis Test dan dan Mann Whitney Test. Hasil penelitian etanol daun pegagan (Centella asiatica (L.)Urban) memiliki metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tannin dan steroid. Serta memiliki daya hambat dan memiliki kemampuan sebagai antibakteri namun tidak mampu membunuh. Simpulan dalam penelitian ini yaitu ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.)Urban) memiliki nilai konsentrasi hambat minimum sebesar 25% terhadap pseudomonas aeruginosa dan staphylococcus epidermidis.
U Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Kulit Batang Tanaman Kenanga (Cananga odorata) Terhadap Jamur Malassezia furfur Intan, Intan; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 1 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i1.647

Abstract

Background: One of the plants that is efficacious in the world of medicine is the ylang-ylang plant (Cananga odorata), namely the bark of the ylang-ylang plant which is used by the Kapuas people of Central Kalimantan to treat diseases such as tinea versicolor.Objective: To determine the identification of the antifungal activity test of the bark extract of the ylang-ylang plant (Cananga odorata) against the Malassezia furfur fungus and to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum kill concentration (KBM) of the bark extract of the ylang-ylang plant (Cananga odorata) against the fungus Malassezia furfurMethods: Research method Using experimental methods using the Malassezia furfur fungus. Ylang ylang bark extract (Cananga odorata) was screened for phytochemicals such as alkaloids, flavonoids, terpenoids/steroids, tannins and saponins. This study used 3 treatment groups consisting of positive control (ketoconazole 200 mg), negative control (DMSO) and ylang ylang (Cananga odorata) bark extract at concentrations of 25%, 50%, 75% and 100% with disc diffusion and dilution treatments.Results: The bark extract of the ylang-ylang plant (Cananga odorata) contains several secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, terpenoids, tannin saponins and has inhibitory activity using the disc diffusion method with an average diameter of 25.85 mm. Antifungal testing was carried out using the dilution method with a value of MIC is 25% and there is no KBM for the Malassezia furfur fungus.Conclusion: Bark extract of the ylang-ylang plant (Cananga odorata) has antifungal activity against the fungus Malassezia furfur
F Formulasi Dan Uji Stabilitas Sediaan Cleansingbalm Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea Americana Mill) Sarah, Siti; Budi, Setia; Darsono, Putri Vidiasari; Noval, Noval
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 1 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i1.649

Abstract

Background: Skin is a very important organ in the body that protects other organs and requires special care to keep skin healthy. Problems with facial skin can be caused by several factors, one of which is the use of makeup which leaves makeup residue combined with pollution and free radicals which can cause facial skin to become dry and lacking in nutrition. Cleansing balm is the latest facial cleanser known as biphasic cosmetic or a cosmetic product that has two phases. Cleansing balm with a combination of avocado seeds (parsea americana mill) is not only a facial cleanser but can also provide benefits as an antioxidant for the skin.Objective: To find out the optimal formulation of the Cleansing Balm preparation with avocado seed extract (Persea americana Mill) and the effect of variations of Span 60 and Tweent 80 on the stability test of the Cleansing Balm preparation formulation with avocado seed extract (Persea americana Mill).Methods: This research uses One Way Anova, a statistical test which aims to find out whether there are differences between more than 2 sample groups. One direction is meant here is that the source of diversity that will be analyzed only goes in one direction, namely the treatment between sample groups.Results: Based on the results of evaluation and data analysis from stability testing on the optimal and stable formulation of Cleansing Balm, avocado seed extract (Persea americana Mill), namely Formulation I because it meets the parameters of the evaluation test and stability test.Conclusion: Varying concentrations of Span 60 and Tweent 80 have an influence on before and after the stability test. Based on the stability test, the most optimal and stable formulation is formulation I.
Studi In Vitro Perbedaan Pelarut Pada Membran Selulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Terhadap Penurunan Kreatinin Jayanti, Tri Dewi; Hidayah, Nur; Darsono, Putri Vidiasari; Alawiyah, Tuti
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i1.668

Abstract

Background: Technology membrane the more develop be one application important in field biomedicine that is dialysis in the hemodialysis process. Instrument dialysis use membrane fiber hollow made of from polymer synthesis so that the price is expensive and in Indonesia the technology This Still left behind Far. Therefore That need alternative in availability membrane as material making membrane. One of them utilise cellulose from TKKS waste.Objective: To determine the effectiveness of solvent variations in TKKS cellulose membranes in reducing creatinine levels in vitro.Methods: Cross sectional analytical observation. Quantitative testing uses Uv-Vis Spectrophotometry.Results: Membranes with a variety of solvents can reduce creatinine levels, i.e membrane more DMAc solvent effective lower rate creatinine at each cycle with rate initial 3 mg/dL, time every cycle 3 minutes 55 seconds. DMAc membrane capable lower rate every cycle namely 0,509 mg/dL, 0,486 mg/dL, 0,476 mg/dL, and 0,463 mg/dL.Conclusion: Membrane TKKS uses cellulose more DMAc solvent effective in lower rate creatinine. So that need done study more carry on in its application in the health sector.  
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mahang (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg) Terhadap Propionibacterium acnes Yustian, Alifira Adhany; Darsono, Putri Vidiasari; Hakim, Ali Rakhman; Mahdiyah, Dede
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.617

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan bakteri anaerob yang sering ditemukan pada jerawat. Jerawat pada kulit wajah akan menimbulkan ketidaknyamanan karena dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang. Alternatif dalam mengatasi permasalahan jerawat, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alam. Daun mahang telah digunakan masyarakat sebagai pengobatan jerawat. Daun mahang mengandung fenol, tanin, alkaloid dan flavonoid serta memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi aktivitas antibakteri ekstrak daun mahang (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Hasil aktivitas antibakteri ekstrak daun mahang memiliki zona hambat dengan rata-rata 16,45 mm. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 75% dan tidak memiliki nilai KBM. Hasil analisis Kruskal wallis sebesar 0,007 dan Mann whitney sebesar 0,025 dengan nilai signifikan p<0,05 yang menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara variasi konsentrasi ekstrak daun mahang terhadap Propionibacterium acnes.
EKSTRAK DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) SEBAGAI ALTERNATIF ANTIBAKTERI ALAMI TERHADAP KARIES GIGI Rahimah, Asri; Darsono, Putri Vidiasari; Noval; Nastiti, Kunti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v10i1.2223

Abstract

Dental caries is a major problem of dental and oral health. One of the bacteria that causes dental caries is Streptococcus mutans. Water hyacinth leaves contain flavonoids, tannins, alkaloids, and terpenoids that can be used as antibacterials. Objective for identifying the antibacterial activity of water hyacinth leaf extract (Eichhornia crassipes) against Streptococcus mutans bacteria. Type of research used True Experimental with a Posttest-only Control Group. Antibacterial activity using well-diffusion method and determination of MIC and MBC using liquid dilution method analyzed non-parametric statistics Kruskal-Wallis and Mann Whitney. Results from this water hyacinth leaves contain secondary metabolites, namely flavonoids, tannins, alkaloids and terpenoids. The antibacterial activity test of water hyacinth leaf extract has an inhibition zone diameter of 15.41 mm. The MIC value at a concentration of 50% and does not have a MBC. Research results show that hyacinth extract is bacteriostatic against Streptococcus mutans bacteria that cause tooth decay.
Hubungan Motivasi Keluarga terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien ODGJ Akik, Try Rahayu; Rahman, Subhannur; Darsono, Putri Vidiasari; Latifah, Latifah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6068

Abstract

Gangguan jiwa sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang serius di dunia. ODGJ cenderung mengalami kekambuhan dikarenakan tidak teraturnya meminum obat. ODGJ membutuhkan dorongan atau motivasi yang kuat dari keluarga. Keluarga sangat diperlukan dalam membimbing serta mengarahkan supaya pasien ODGJ tersebut dapat meminum obat dengan benar dan tertata. Tujuan untuk mengetahui hubungan motivasi keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien ODGJ di wilayah kerja UPT Puskesmas Melati Kuala Kapuas. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel adalah keluarga pasien dan pasien ODGJ pada bulan September - Oktober 2024 berjumlah 60 orang, diambil dengan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hampir seluruh keluarga pasien ODGJ memberikan motivasi yang baik sebanyak 53 orang (88,3%) dengan kategori patuh sebanyak 35 orang (58,3%). Hubungan motivasi keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien ODGJ di wilayah kerja UPT Puskesmas Melati Kuala Kapuas (p-value 0,000<0,05). Terdapat hubungan motivasi keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien ODGJ di wilayah kerja UPT Puskesmas Melati Kuala Kapuas. Kepatuhan minum obat dari pasien ODGJ tidak lepas dari motivasi yang diberikan oleh keluarga.
Inovasi Pentol Ikan Patin Asap dengan Kelakai: Solusi Gizi Berbasis Lokal untuk Mengatasi Stunting Dede Mahdiyah; Putri Vidiasari Darsono; Fitri Yuliana; Dwi Sogi Sri Redjeki; Bayu Hari Mukti; Achmad Jaelani; Neni Widaningsih; Ilhamiyah Ilhamiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16936

Abstract

Ikan patin merupakan sumber protein tinggi yang berlimpah di Indonesia, namun konsumsi di kalangan anak-anak masih rendah karena minimnya variasi olahan menarik. Untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia, inovasi pentol ikan patin asap dengan daun kelakai (Stenochlaena palustris) diusulkan sebagai solusi gizi lokal. Tujuan dari program kosabangsa ini adalah meningkatkan akses pangan bergizi melalui produk inovatif yang disukai anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan identifikasi lokasi, pengumpulan data status gizi awal, penyusunan rencana kegiatan, pengembangan produk, serta pelatihan dan edukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan manfaat gizi produk. Produk dibuat dari ikan patin yang diasap dan dicampur dengan daun kelakai, yang dikenal kaya akan nutrisi dan serat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam mengonsumsi produk berbasis ikan ini. Edukasi dan pelatihan juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya protein hewani dan serat nabati untuk mencegah stunting. Kolaborasi lintas sektor memperkuat jaringan dukungan dan keberlanjutan program ini. Inovasi pentol ikan patin asap dengan kelakai efektif meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat, dan dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta edukasi masyarakat, produk ini berpotensi berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Skrining Hipotiroid Kongenital Di PMB WM Noor Hasanah; Nita Hestiyana; Lisda Handayani; Putri Vidiasari Darsono
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.353

Abstract

Latar Belakang : Hipotiroidisme kongenital (HK) merupakan penyebab paling umum keterbelakangan mental. dengan defisiensi hormon tiroid secara langsung berhubungan dengan fungsi intelektual, motorik dan perilaku. Insiden hipotiroid di Indonesia diperkirakan 1:1.500 kelahiran hidup. keseriusan pemerintah pada program ini tertuang dalam Permenkes nomor 78 tahun 2014 tentang Skrining Hipotyroid Kongenital yang mengatur tatalaksana kegiatan SHK. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil terhadap skrining hipotiroid kongenital di PMB WM juga diharapkan kepada yang membaca agar menambah pengetahuan serta informasi tentang penting nya skrining hipotiorid kongenital serta dapat disebarluaskan mengenai informasi pentingnya skrining ini pada bayi baru lahir. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif dengan jumlah sampel 30 orang ibu hamil. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil terhadap skrining hipotiroid kongenital dengan kriteria baik sebanyak 2 (6,7%), cukup 13 (43,3%) dan yang paling banyak yaitu kurang sebanyak 15 (50%) serta dari hasil penelitian bahwa pengetahuan responden mengenai pertanyaan kuesioner tentang  keuntungan shk sebanyak 20 (67%) dan pengetahuan responden yang paling rendah didapatkan tentang prosedur shk sebanyak 12 (40%). Kesimpulan:  Seluruh praktik mandiri bidan di Indonesia diharapkan melakukan skrining bayi baru lahir termasuk skrining hipotiroid kongenital sebagai prosedur tetap di praktik mandiri bidan dan petugas kesehatan khususnya bidan dapat memberikan konseling dan penyuluhan tentang manfaat skrining pada bayi baru lahir dimulai dari masa kehamilan.
Fomulasi dan Evaluasi Sediaan Lipgloss Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) sebagai Pewarna Alami Kosmetik Pertiwi, Pransiska Cahaya; Budi, Setia; Darsono, Putri Vidiasari; Audina, Mia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28683

Abstract

Bibir memiliki sifat yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkunganserta berbagai produk perawatan kesehatan, kosmetik dan produk perawatan kulit lainnyayang dapat menyebabkan kerusakan kulit yaitu bibir menjadi kering, pecah-pecah, dan warna yang kusam. Dalam jenis sediaan kosmetik bibir, terdapat beberapa macam sediaankosmetik bibir seperti lipstik, lip gloss, lip balm, liquid lipstik dan lip liners. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Cera Alba terhadap evaluasi fisikokimia sediaan Lipgloss pewarna alami Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) yang optimal. Metode yang digunakan lipgloss dengan variasi konsentrasi cera alba sebagai basis yaitu pada formula 1 yaitu 3%, formula 2 yaitu 6%, dan formula 3 yaitu 9% dan akan dievaluasi dengan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji hedonik, dan uji iritasi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Formulasi lipgloss dengan pewarna alami dari ekstrak kulit buah naga menunjukkan hasil yang baik. Variasi konsentrasi Cera Alba berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fisik. Formulasi III (9% Cera Alba) paling disukai, menunjukkan potensi optimal dalam kosmetik bibir. Ekstrak kulit buah naga dapat menjadi pewarna alami untuk lipgloss. Variasi konsentrasi Cera Alba (3%, 6%, 9%) memengaruhi karakteristik fisik. Formulasi III (9%Cera Alba) paling disukai dalam pengujian hedonik, menunjukkan potensi optimal.
Co-Authors Achmad Jaelani Achmad Jaelani Adriana Palimbo Akik, Try Rahayu Al Kahfi, Rina Alghafiqy Harya Evan Maulana Ali Rakhman Hakim Anggrita Sari Anita Herawati, Anita Arbayanti Arbayanti Aryzki, Saftia Astuti Rizki Perdana Aulia Rahmah Aulia Rahmah Triastanti Ayin, Anisa Putri Ayu M. Barliyani, Dianti Bayu Hari Mukti Bayu Hari Mukti Dang Meka, Aderia Darini Kurniawati Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah, Dede Dewi Iswandari, Novita Dewi Pusparani Sinambela Dewi Pusparani Sinambela Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Dyan Fitri Nugraha EKA RIA SAFITRI EKA RIA SAFITRI Elvine Ivana Kabuhung Estyqomah, Estyqomah F. Talang, Jessica Fahrianti Fahrianti Fahrianti Fahrianti, Fahrianti Fajriannor.TM, M. Fatimah Azzahra Fauzi Nurdin Fitri Yuliana Fitri Yuliana, Fitri Fitriani, Dyah Frani Mariana Friskila Friskila Gita Nurahmi Gumarus, Ellora Griselda Hairiana Kusvitasari Hairiana Kusvitasari, Hairiana Hamidah Rasyida Hastika, Febby Yulia Hesty Wulandari I Ketut Purnama Putra Ika Friscila Ilhamiyah Intan Intan Istiqamah Istiqamah Istiqamah Istiqamah, Istiqamah Istiqomah Istiqomah Izzatul Afifah Januriah Januriah Jayanti, Tri Dewi Kamalia, Hasna Karina Karina Kunti Nastiti L. Lisnawati Latifah Latifah Lestari, Yayuk Puji Lisda Handayani M Sobirin Mahdalena Mahdalena Mahmudah Mahmudah Malahayati, Siti Mariana, Frani Mariatul Janah Mariatul Janah, Mariatul Marisa Marisa Marselino, Doni Irawan Prancisco Maryati Meldawati Meldawati Meldawati Melviani Melviani Melviani Melviani Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Mohamad Rafi Munawarah Fuaddah Mustaqimah Mustaqimah Muti’ah Nastiti, Kunti Neni Widaningsih Ngongo, Marselina Ningrum, Novalia Widiya Nita Hestiyana Noor Hasanah Noval Noval Noval Noval Noval Novalia Widiya Ningrum Novita Novita Nur Azizah Nur Hidayah Nur Syifa Nurdin, Nur Aini Paul Joae Brett Nito Pertiwi, Pransiska Cahaya Pusvita, Shela Putri Yuliantie Putri, Trias Sofia Rachman, Muhammad Rezki Rahimah, Asri Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadhalena, Ade Rahmah, Elfa Olivia Ramadhani, Rizki Adhie Reni Puspita Ratu Rina Al Kahfi Rina Saputri Risky Amelia Risyda Komaliya Rohama Rohama Rohama Rohama Rohama Rohama, Rohama Saftia Aryzki Saftia Aryzki Saputri, Nur Arida Satria, Romi Setia Budi Sinambela, Dewi Pusparani Sinta Dewi Sismeri Dona Sismeri Dona Sismeri Dona, Sismeri Siti Aisyiyah, Siti Siti Fatimah Siti Malahayati Siti Rahmawati Siti Sarah, Siti Sri Wahyu Vita Subhannur Rahman Subhannur Rahman, Subhannur Susanti Suhartati Suwarni Suwarni Suwarni Suwarni Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Vidi, Gabriella Cantika virgianti, risa Yayuk Puji Lestari Yayuk Puji Lestari Yulia Puteri Rahmida Yulianingsih, Devi Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zulfa Putri Salsabila