Claim Missing Document
Check
Articles

Mosquito Nest Eradication Behavior (PSN) in Communities in Rawabuntu Region South Tangerang Triana Srisantyorini; PRITHA ERIKA FIHARSHI; Nur Romdhona; Ernyasih Ernyasih
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 1 No. 1 (2021): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - F
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.512 KB) | DOI: 10.53947/miphmp.v1i1.171

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that always increases and spreads widely. South Tangerang City is the highest city with several 417 cases in 2019. The role of the community is needed to break the chain of transmission using vector control through Mosquito Nest Eradication (PSN) activities. Activities such as eradicating mosquito eggs and larvae using 3M plus. This study was conducted to determine the factors related to the behavior of Mosquito Nest Eradication (PSN) in the Community in the Rawabuntu. The method of research is quantitative analytic with a cross-sectional design, univariate and bivariate analysis, primary data collection by filling out questionnaires using the PPS technique, and then by purposive sampling with an amount of 150 respondents. The result of the chi-square research shows that there is no correlation between knowledge and PSN behavior with a p-value (0,132), there is no correlation between attitudes and PSN behavior with a p-value (0,757), there is a correlation between information availability and PSN behavior with a p-value ( 0,001), there is a correlation between the role of health workers with PSN behavior with p-value (0,011). The result of this study there is no correlation between knowledge and attitudes with PSN behavior, but there is a correlation between the availability of information and the role of health workers with behavior (PSN). It is expected that health workers will provide information and monitor community activities to carry out PSN activities and for the community to make efforts to increase knowledge and attitude regarding PSN by conducting 3M plus regularly to prevent dengue fever.
Gambaran Pengelolaan Linen Unit Laundry di Rumah Sakit Umum X Tahun 2022 Septia Harzani; Nurfadhilah Nurfadhilah; Ernyasih Ernyasih; Triana Srisantyorini
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 1 (2022): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.1.55-66

Abstract

Pengelolaan linen yang buruk dapat menyebabkan penularan penyakit. Hasil pengamatan bahwa, penggunaan APD masih kurang lengkap dan pengelolaan linen belum sesuai PMK No. 7/2019. Tujuan penelitian diketahui gambaran pengelolaan linen unit laundry di RSU X Tahun 2022. Penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sarana tidak terdapat ruang kebersihan, eye dan body washer, ruang transit petugas, flat ironer, 10 orang petugas unit laundry selalu menggunakan APD masker, seluruh petugas sering menggunakan handscoon serta apron, sepatu boot dan penutup kepala hanya sebagian yang menggunakan, didapatkan linen kotor infeksius dengan plastik hitam, dilakukan penyikatan linen kotor infeksius, menggunakan setrika listrik, stok linen 3 bagian, terdapat POS ruangan mengambil linen bersih dan tidak dibungkus plastik, troli kotor tidak dicuci setelah dipakai. Temuan selain PMK No. 7/2019, teguran lisan dan penulisan kelalaian belum optimal, APD perawat mengganti linen kurang lengkap, tidak ada pelatihan dan kurangnya petugas, beberapa linen tidak terlipat rapi serta penggunaan APD perlu diperbaiki. Sarana belum sesuai. Peralatan, Penggunaan APD dan Tahap (Penerimaan, Pencucian, Penyetrikaan) belum sesuai. Penyimpanan, Distribusi dan Pengangkutan ada yang sesuai dan belum sesuai PMK No. 7/2019. Teguran lisan dan penulisan kelalaian belum optimal, APD perawat masih kurang lengkap, pelatihan dan SDM masih kurang, beberapa linen tidak terlipat rapi dan penggunaan APD perlu diperbaiki. Perlu dilakukan pengawasan lebih ketat terutama proses pencucian agar petugas tidak terkena virus atau bakteri serta penambahan sarana, SDM dan pemberian pelatihan kepada petugas unit laundry.---Poor management of linen can lead to disease transmission. The observation that, the use of PPE is still incomplete, and the management of linen is not appropriate PMK No. 7/2019. The purpose of this study is to know the description of the linen management of the laundry unit at RSU X in 2022. Qualitative research with descriptive approach. Facilities there is no hygiene room, eye and body washer, transit room officers, flat ironer, 10 laundry unit officers always use PPE masks, all officers often use handscoons and aprons, boots and headgear only partially use, infectious dirty linen with black plastic is obtained, infectious dirty linen is brushed, using an electric iron, linen stock 3 parts, there is a room post taking clean linen and not wrapped in plastic, dirty trolleys are not washed after use. Findings other than PMK No. 7/2019, oral and written reprimands negligence have not been optimal, PPE nurses change linen incomplete, there is no training and lack of officers, some linen is not folded neatly, and the use of PPE needs to be corrected. The means are not yet suitable. The equipment, the use of PPE and the stages (reception, washing, ironing) are not yet suitable. Storage, distribution, and transportation are appropriate and not in accordance with PMK No. 7/2019. Verbal reprimands and writing negligence is not optimal, PPE nurses are still incomplete, training, and human resources are still lacking, some linen is not folded neatly, and the use of PPE needs to be corrected. It is necessary to supervise more closely, especially the washing process so that officers are not exposed to viruses or bacteria as well as the addition of facilities, human resources, and training to laundry unit officers.
Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis Berdasarkan Lingkungan Fisik Shasa Yunita; Nurfadhilah Nurfadhilah; Triana Srisantyorini; Dadang Herdiansyah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 1 (2022): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.1.1-10

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia dan sangat berkaitan dengan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran kejadian Tuberkulosis berdasarkan lingkungan fisik di salah satu Puskesmas yang berada di Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 71. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS). Adapun pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi Quantum GIS 2.8.1 sedangkan analisis deskriptif menggunakan aplikasi pengolah data statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki 43 orang (60.6%), tingkat pendidikan tamat SD/Sederajat 38 orang (53.5%), sebagian besar responden berusia lebih dari 50 tahun yaitu sebanyak 22 orang (31.0%), sedangkan jenis pekerjaan tertinggi IRT yaitu sebanyak 25 orang (35.2%) dan buruh tani sebanyak 24 orang (33.8%). Berdasarkan lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat yaitu: suhu sebanyak 54 rumah (76.1%), kelembaban 69 rumah (97.2%), dan pencahayaan 68 rumah (95.8%). Perlu adanya penyebarluasan informasi dan edukasi sehingga masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta selalu membuka jendela setiap hari agar sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan sehingga sirkulasi udara dapat berjalan dengan lancar.---Tuberculosis is one of the top 10 causes of death in the world and is very dependent on environmental quality. This study aims to map the distribution of Tuberculosis events based on the physical environment in one of the Puskesmas in Karawang. This research is an observational study with a sampling technique using a total sampling of 71. This study uses a Geographic Information System (GIS). The data processing was carried out using the Quantum GIS 2.8.1 application while the descriptive analysis used a statistical data processing application. The results showed that most of the respondents were male 43 people (60.6%), education level graduated from primary schools 38 people (53.5%), most of the respondents were over 50 years old, as many as 22 people (31.0%), while the highest type of work is housewife as many as 25 people (35.2%) and farmers as many as 24 people (33.8%). Based on the physical environment of the house that did not meet the requirements, namely: temperature of 54 houses (76.1%), humidity of 69 houses (97.2%), and lighting of 68 houses (95.8%). It is necessary to disseminate information and education so that people can apply a clean and healthy lifestyle and always open windows every day so that sunlight can enter the room so that air circulation can run smoothly.
Studi Literature Hubungan Variasi Iklim (Curah Hujan, Suhu Udara Dan Kelembaban Udara) Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Indonesia Tahun 2007 – 2020 Ernyasih Ernyasih; Mar’atu Shalihat; Triana Srisantyorini; Munaya Fauziah; Andriyani Andriyani
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 2, No 1 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.2.1.35-48

Abstract

Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cenderung semakin luas dan meningkat penyebarannya di seluruh dunia dan negara Indonesia dilaporkan sebagai negara tertinggi ke-2 diantara 30 negara wilayah endemis lainnya. Jumlah kasus kejadian demam berdarah dengue di Indonesia bersifat fluktuatif pada setiap tahunnya. Pada tahun 2016 angka kesakitan kasus kejadian demam berdarah dengue tercatat sebanyak 202.314 kasus dengan angka kematian sebanyak 1.593 orang. Pada tahun 2017 angka kesakitan kasus kejadian demam berdarah dengue terdapat sebanyak 17.877 kasus dengan angka kematian 115 orang. Berdasarkan data pada tahun 2018 tercatat bahwa jumlah angka kesakitan kasus kejadian demam berdarah dengue sebanyak 65.602 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 467 orang. Tujuan penelitian ini mengetahui dan menggambarkan hubungan variasi iklim (curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara) dengan kejadian demam berdarah dengue. Desain penelitian ini menggunakan metode studi literatur review yang diperoleh melalui  pencarian jurnal-jurnal PLOS ONE, Pubmed, Google Search dan Google Scholar. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa faktor iklim memiliki hubungan dengan kejadian demam berdarah dengue.---Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is disease that still a major public health problem  tends to be more widespread and increasing its spread throughout the world and Indonesia is reported as the 2nd highest country among 30 other endemic regions. For this study is to know and describe the relationship of climate variations (Rainfall, Air Temperature and Humidity) with the incidence of dengue hemorrhagic fever. The design of this study uses the literature review study method obtained through searching PLOS ONE journals, Pubmed, Google Search and Google Scholar. The results of this study indicate that climatic factors have a relationship with the incidence of dengue hemorrhagic fever. so that there is a need for continuous monitoring of climate variation factors and collaboration between sectors, and the incidence of cases of dengue hemorrhagic fever can be detected and prevented quickly and precisely
Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Pekerja Pada Masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Sentosa Bogor Tahun 2022 Dihartawan Dihartawan; Alvira Rizka Utami; Triana Srisantyorini; Dadang Herdiansyah; Nur Romdhona
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 1 (2022): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.1.67-74

Abstract

Masa pandemic menjadikan para pekerja dibidang kesehatan mengalami kesulitan serta mengakibatkan ruang lingkup dalam bekerja menjadi sangat terbatas, oleh karena itu beban kerja para pekerja kesehatan ini semakin berat sehingga mengakibatkan pekerja mengalami kelelahan. Hal ini terlihat dari kurangnya motivasi kerja yang berdampak pada kinerja pekerja yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kinerja pekerja pada masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Sentosa Bogor Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain study cross sectional. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate, pengumpulan data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner melalui angket sebanyak 165 orang dengan teknik simple random sampling. Ada hubungan motivasi kerja variabel gaji/upah (p=0,014), kondisi lingkungan kerja (p=0,014), kepuasan kerja (p=0,025) dan keselamatan kerja (p=0,030) terhadap kinerja pekerja. Pada penelitian ini didapatkan ada hubungan antara variabel gaji/upah, kondisi lingkungan kerja, kepuasan kerja, dan keselamatan kerja terhadap kinerja pekerja. Kepada Rumah Sakit diharapkan mampu meningkatkan rasa tanggung jawab pekerja yang meliputi tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan untuk memberikan kepercayaan, keamanan serta kenyaman bagi pasien maupun pengunjung di Rumah Sakit Sentosa Bogor.---The pandemic period makes health workers experience difficulties and causes the scope of work to be very limited, therefore the workload of these health workers is getting heavier, resulting in workers experiencing fatigue. This can be seen from the lack of work motivation which has an impact on the poor performance of workers. This study aims to determine the relationship between work motivation and worker performance during the Covid-19 Pandemic at Sentosa Hospital, Bogor in 2022. This study is a quantitative study using a cross sectional study design. The data analysis method used is univariate and bivariate analysis, the research data collection was obtained by using a questionnaire through a questionnaire of 165 people with simple random sampling technique. There is a correlation between work motivation variable salary/wages (p=0.014), working environment conditions (p=0.014), job satisfaction (p=0.025) and work safety (p=0.030) on worker performance. In this study, it was found that there was a relationship between the variables of salary/wages, working environment conditions, job satisfaction, and work safety on worker performance. Hospitals are expected to be able to increase the sense of responsibility of workers which includes responsibility in doing work to provide trust, security and comfort for patients and visitors at Sentosa Hospital Bogor.
Gambaran Pelayanan Klinik Sanitasi pada Penyakit ISPA dan Tuberkulosis di Masa Pandemi Fany Ramayanti; Nurfadhilah Nurfadhilah; Triana Srisantyorini; Ernyasih Ernyasih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 1 (2022): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.1.11-20

Abstract

Klinik sanitasi atau yang disebut dengan Breaksit Reborn (Brantas penyakit bersama klinik sanitasi) didirikan tahun 2017 di Puskesmas Kecaatan Kebon Jeruk. Namun kejadian ISPA dan tuberkulosis masih tergolong tinggi dari tahun ke tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022 menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang yaitu Kepala Puskesmas,  2 petugas sanitarian, dokter ISPA dan dokter TB. Hasil Penelitian: Pelayanan klinik sanitasi pada penyakit ISPA tidak berjalan di masa pandemi. Kunjungan pasien Tuberkulosis yang melakukan konseling di pelayanan klinik sanitasi lebih banyak dibandingkan pasien ISPA. Gejala yang dikeluhkan pada penyakit ISPA demam, batuk, flu dan sesak nafas, sedangkan gejala pasien TB batuk menahun, berat badan turun, keringat malam, batuk darah, menggigil, dan nafsu makan berkurang. Pelayanan klinik sanitasi sudah tersedia sejak tahun 2017 dan fasilitas klinik sanitasi di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk sudah memadai. Kesimpulan: Pelayanan klinik sanitasi perlu ditingkatkan mengingat gejala penyakit berbasis lingkungan memiliki kemiripan, baik ISPA, TB, maupun Covid-19. Puskesmas diharapkan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan klinik sanitasi, dan melakukan kerja sama dengan dokter ISPA dan TB baik dalam pelayanan dalam maupun luar ruangan.---A sanitation clinic or what is known as Breaksit Reborn (disease fighting together with a sanitation clinic) was established in 2017 at the Kebon Jeruk District Health Center. However, the incidence of ARI and tuberculosis is still relatively high from year to year. The research was conducted in April 2022 using a qualitative approach with in-depth interview data collection techniques, observation, and document review. The informants in this study consisted of 5 people, namely the Head of the Puskesmas, 2 sanitarian officers, an ARI doctor and a TB doctor. Research Results: Sanitation clinic services for ARI disease do not run during the pandemic. Tuberculosis patients who do counseling in sanitation clinic services are more than ARI patients. Symptoms complained of in ARI are fever, cough, flu and shortness of breath, while the symptoms of TB patients are chronic cough, weight loss, night sweats, coughing up blood, chills, and decreased appetite. Sanitation clinic services have been available since 2017 and sanitation clinic facilities at the Kebon Jeruk District Health Center are adequate. Conclusion: Sanitation clinic services need to be improved considering the symptoms of environmental-based diseases have similarities, both ARI, TB, and Covid-19. Puskesmas are expected to further optimize sanitation clinic services, and cooperate with ARI and TB doctors both in indoor and outdoor services.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Keselamatan Berkendara Pada Pengendara Ojek Online Di Kabupaten Bogor Tahun 2020 Boby Firstya Rupman; Suherman Suherman; Triana Srisantyorini; Nurfadhilah Nurfadhilah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 2, No 1 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.2.1.1-10

Abstract

Data  Korlantas  Polri  tercatat  107.500  peristiwa  kecelakaan  lalu  lintas  pada  tahun  2019  di Indonesia, angka kecelakaan ini meningkat dari tahun 2018 sebesar 103.672 kecelakaan lalu lintas. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada 2019 berjumlah 23.530 orang. Jawa Barat menempati urutan ketiga dengan jumlah kejadian dan korban kecelakaan tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 1.835 jumlah kejadian dan 2.949 korban kecelakaan. Bogor merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki jumlah kecelakaan cukup tinggi, yaitu sebanyak 357 kejadian dengan kontribusi tertingginya adalah pengguna sepeda motor, mencapai 94,3% (331 kendaraan). Tujuannya untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengendara ojek online di kabupaten bogor tahun 2020. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain studi cross-sectional, pengambilan data primer menggunakan kuesioner, dengan minimal sampel 97 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Hasil nilai p (sig) = 0,366 ≥ a = 0,05, disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antar tingkat pengetahuan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengendara ojek online di kabupaten bogor tahun 2020. Pengendara ojek online di Kabupaten Bogor memiliki tingkat pengetahuan keselamatan berkendara yang baik, yaitu sebanyak 66 pengendara (68%) dari 97 pengendara dan memiliki perilaku keselamatan berkendara yang baik, yaitu sebanyak 61 pengendara (62,9%) dari 97 pengendara.---Data from the Korlantas Polri recorded 107,500 traffic accidents in 2019 in Indonesia, this accident number increased from 2018 which was 103,672 traffic accidents. The number of victims who died due to traffic accidents in 2019 was 23,530 people. West Java ranks third with the highest number of accident incidents and victims in Indonesia, namely 1,835 incidents and 2,949 accident victims. Bogor is one of the regencies in West Java Province which has a fairly high number of accidents, namely 357 incidents with the highest contribution being motorcycle users, reaching 94.3% (331 vehicles). The aim is to determine the relationship between knowledge level and safety driving behavior of online motorcycle taxi drivers in Bogor district in 2020. The research method uses an analytical observational approach with a cross-sectional study design, primary data collection using a  questionnaire,  with  a  minimum  sample  of  97  people  taken  using  the  accidental  sampling technique. . The results of the p value (sig) = 0.366 a = 0.05, it is concluded that there is no relationship between the level of knowledge and driving safety behavior of online motorcycle taxi drivers in Bogor Regency in 2020. Online motorcycle taxi drivers in Bogor Regency have a good level of driving safety knowledge , namely as many as 66 riders (68%) of 97 drivers and have good driving safety behavior, namely as many as 61 riders (62.9%) of 97 drivers.
Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2017-2019 Triana Srisantyorini; Putri Nabilla; Dadang Herdiansyah; Dihartawan Dihartawan; Fini Fajrini; Suherman Suherman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.131-138

Abstract

Bakteri (Mycobacterium Tuberculosis) merupakan bakteri penyebab tuberkulosis (TB) yang paling sering menyerang pada bagian paru-paru. Jumlah kasus TB Paru di Indonesia sebanyak 156.723 pada tahun 2016, 420.994 kasus pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 terdapat 19.971 kasus pada laki-laki dan 15.802 kasus pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial dan uji statistik kejadian TB paru berdasarkan faktor risiko kependudukan di wilayah DKI Jakarta tahun 2017-2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi dengan pendekatan analisis spasial menggunakan data sekunder yang akan diolah dengan menggunakan uji korelasi dan software Quantum GIS. Hasil uji analysis spasial menunjukkan terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi kuat antara kepadatan penduduk (p value = 0.001 dan r = 0.700) dengan kasus baru TB paru, namun tidak terdapat hubungan antara kelembaban udara dengan kasus baru TB paru (p value = 0,145). Adapun gambaran analisis spasial kepadatan penduduk cenderung diikuti oleh jumlah kasus baru TB. Perlu adanya komitmen dan kerjasama untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kepadatan penduduk serta peningkatan peran masyarakat dalam pendidikan dan penyuluhan tuberculosis guna mengurangi risiko kasus TB paru di Indonesia.
Gambaran dan Cara Pengendalian Paparan Timbal (Pb) yang dialami Petugas Penjaga Pintu Tol Serang Timur Banten Elliza Fitri; Triana Srisantyorini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.21-31

Abstract

Tingkat pencemaran udara di Indonesia semakin memprihatinkan Dari semua penyebab polusi udara yang ada, emisi transportasi terbukti sebagai penyumbang pencemaran udara tertinggi di Indonesia, yakni sekitar 85%.Timbal secara umum dikenal dengan sebutan timah hitam, biasa digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin.Timbal bersama bensin dibakar dalam mesin dan sisanya ± 70% keluar bersama emisi gas buang hasil pembakaran.Jalan tol merupakan jalan alternatif lintas jalan umum yang telah ada dan dilalui berbagai jenis golongan kendaraan roda empat. Emisi gas buang dari kendaraan yang melewati jalan tol akan terhirup oleh petugas penjaga pintu tol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan cara pengendalian paparan timbal yang dialami oleh petugas penjaga pintu tol. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Desain studi ini digunakan untuk menggaali informasi lebih dalam tentangcara pengendalian paparan timbal (Pb) yang dialami petugas penjaga pintu tol Serang Timur Banten tahun 2013. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013.Jumlah informan 9 orang dengankriteria masa kerja> 1 tahun di pintu tol Serang Timur.Hasil penelitian pada bulan Juni 2013 kendaraan yang melintas gerbang tol Serang Timur sebanyak 662.244 unit kendaraan. Hasil pemeriksaan kadar timbal (Pb) dalam darah petugas penjaga pintu tol Serang Timur berkisar antara 0,0376 - 0,1322 mg/1, hasil pemeriksaan tersebut masih di bawah Indeks pemaparan biologis (300 jj.g/1 = 0,3 mg/1). Hasil pemeriksaan kadar timbal di udara gerbang tol Serang Timur adalah 0,09 pg/Nm3 dan melebihi NAB yaitu 0,05 mg/m3. Cara pengendalian paparan timbal dengan menggunakan masker dan suplemen makanan tabahan masih belum optimal.Saran bagi perusahaan untuk memberlakukan penggunaan masker bagi petugas pintu tol.
Determinants of Work Stress in Delivery Couriers in South Tangerang Area Triana Srisantyorini; Munaya Fauziah; Andriyani Andriyani; Tria Astika Endah Permatasari; Irna Hasanah; Nurmalia Lusida; Ernyasih Ernyasih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2002

Abstract

Stress is a condition or situation where physical and emotional responses will arise when the ability and needs of workers do not match the job requirements. Statistical data shows that there are 440,000 cases in the UK, with 1,380 cases experiencing work-related stress. In Indonesia, especially in the capital city of DKI Jakarta, it is estimated that around 1.33 million of the 9.5 million population of DKI Jakarta are estimated to experience stress due to work. According to the Indonesian Ministry of Health in 2021, the impact and consequences of work stress will have an impact in the short and long term. The approach in this study uses a cross-sectional approach. This research was conducted at several shipping companies in South Tangerang. This research was conducted in July 2022. Based on the results of the study, it was found that sleep quality had a significant relationship between work stress and sleep quality (p=0.026); social support, there is no significant relationship between work stress and social support (p=0.572); work fatigue, there is a significant relationship between work stress and work fatigue (p=0.000); workload on work stress, found a significant relationship between work stress and workload (p=0.038); the variable that has the most significant influence on determining work stress scores is the work fatigue variable.
Co-Authors Abdul Baktiansyah Abul A’la Al Maududi Aditya Jaka Laksana Aditya, Tiara Dewinta Agus Triyono Agus Triyono Agustianti, Erika Aisya Alawiya Alda Dwi Rizki Aulia Alfira Aulia Sinta Almira Chiara Putri Nusantara Alvira Rizka Utami Ana Melinda Alpiani Andriani Asmuni Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Asmuni Annisa Zahria Putri Handayani Aragar Putri Aragar Putri Asmuni, Andriyani Assyifa Azzahra Astri Ulistrianingsih Audina, Salwa Azara Ayunda Larasati Sekarputri Azizah Zen Baktiansyah, Abdul Boby Firstya Rupman Cintana Balkis Habibah Claudia fazriyanti Dadang Herdiansyah Dadang Herdiansyah Dadang Herdiansyah Dadang Herdiansyah Dais, Exsos Grend Devi Syafira Dewi Purnamawati Dewi Purnamawati Dihartawan Dihartawan Dihartawan Dihartawan Dihartawan Dihartawan, Dihartawan Dina Fadlilah Djauharoh, Siti Nur Aisyah Dwi Regita Cahyani Dwi Saleha Ega Puspitasari Elisabet Wednesday purba Elliza Fitri Elvina Triana Putri Endang Pertiwiwati Erika Agustianti Erlina Pudyastuti Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih, Ernyasih Ernyasih, Ernyasih Eti Karwati Fadila, Esti Nur Fadlilah, Dina Rahma Fajrini, Fini Fany Ramayanti Fatimah Az Zahra Fauziyah, Munaya Febriana Kusumaningtias Fidela Angelina Hafiz Fini Fajrini Fini Fajrini Fitrijaningsih, Fitrijaningsih Fitriyati, Fitriyati Frida Kusumawati Gherice E. Serumena Guntur Arie Wibowo Hadijah Tuasikal har Hardiman SG HARIYANTI Hasanah, Irna Hazima Nurhaziza Salsabia Herdiansyah, Dadang Hidayat, Tasya Fitria Irna Hasanah Irna Hasanah Ismed Ismed Isnie Nurajizah Wijayanti Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Jaksa, Suherman Januar Ariyanto Juhazty, Meti Brendha Khalisha, Rafida Khilda Khoirunnisa Laksmita Dwana Luqman Effendi Lusida, Nurmalia Lusty, junita Mahmudin Sudin Mamun Murod Mariyatul Qibtiyah Mar’atu Shalihat Masfur Muzakki Miftah Hasana Lubis MKKK, Dihartawan Muhammad Farid Hamzens Muhammad Farid Hamzens Muiz Al Bashir Munawir Munaya Fauziah Munaya Fauziyah Murti, Setriratna Ari mutiarahman, maudy Nabila Oktaviani Najwa Khairina Najwa Khairina Nazarwin Saputra Nita Fitria Cahyaningsih Noor Latifah Noor Latifah Noor Latifah Nujulla, Puspa Nur Romdhona Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nyimas Heny Purwati Octavia, Salwa Oktaviani, Nabila PRITHA ERIKA FIHARSHI Purwati, Nyimas Heni Putri Nabilla Rafa Zemy Amalia Ramadhan, Rifki Luthfiyan Rehan Aula Salsabila Rendy Andrianto Renjistian Viga Vidariatma Rida Rosamalinda Rika Nurfadhilah Rika Safitriana Rina Oktavia Risky Akaputra Rizkia Nabil, Secillia Rizky Wulandari Rohman, Fauzi Romdhona, Nur Ronaldi Muhamad Farhan Rusman Efendi Safitri, Nasywa Sahari Bulan Sari Riastiningsih Sari, Elsa Sylvania Sasmitha, Muhammad Adithya Sastika, Wenda Septi Wulandari Septia Harzani Shasa Yunita Siti Nur Aisyah Djauharoh Suherman Jaksa Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Sukriyadi, Sukriyadi Sulistiawati, Helda Sumartin, Fori Yumita Sutanto Priyo Hastono Syafana Afra Febriyana Syaiful Bahri Syamsiar S. Russeng Tata Hari Umara Tengku Siti Neza Azmarina Titin Sutini Titis Arumsari Tiwuk Herawati Tria Astika Endah Permatasari Tuasikal, Hadijah Winona Rahmawati Wulan Askiani