Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan, Cara Penyimpanan dan Penggunaan APD dengan Kejadian Keracunan Pestisida Golongan Organofosfat pada Petani Penyemprot Hama Tanaman di Kecamatan Sungai Kakap Kalimantan Barat Triana Srisantyorini; Suherman Suherman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN - EXTEND
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.12.1.63-71

Abstract

Pestisida, yang digunakan untuk mengendalikan populasi hama, penyakit, dan gulma dengan cepat, memiliki sifat racun. Oleh karena itu, pestisida bisa menjadi sahabat sekaligus musuh bagi petani. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Agustus 2015 di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, dengan sampel penelitian terdiri dari 60 petani. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara cara penyimpanan pestisida (P-value = 0,001) dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (P-value = 0,000) dengan keracunan pestisida golongan Organofosfat pada petani yang melakukan penyemprotan hama tanaman di Kecamatan Sungai Kakap, Kalimantan Barat.--Pesticides are poisons. Their purpose is to quickly and conveniently suppress or reduce the population of target pests (such as insects, diseases, and weeds), making pesticides both allies and adversaries for farmers. This research is a descriptive-analytical study with a cross-sectional design, conducted in August 2015 in Sungai Kakap Subdistrict, Kubu Raya Regency, Pontianak. Data was collected using questionnaires and interviews, with a sample of 60 farmers. The data were analyzed through univariate and bivariate analysis with a chi-square test. The results of the study indicated a significant correlation between pesticide storage practices (P-value = 0.001) and the use of Personal Protective Equipment (PPE) (P-value = 0.000) with Organophosphate pesticide poisoning among farmers engaged in plant pest spraying in Sungai Kakap Subdistrict, West Kalimantan.
Kajian Pelaksanaan Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Unit Farmasi Rumah Sakit di Pertamina Jaya Tahun 2007 Triana Srisantyorini; Hadijah Tuasikal
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2010): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.6.2.163-182

Abstract

Pengelolaan perbekalan farmasi menurut Departemen Kesehatan secara keseluruhan mencakup pemilihan/seleksi, perencanaan, pengadaan, produksi, penerimaan dan penyimpanan sampai distribusi serta pengendalian dan penghapusan obat itu memerlukan penanganan manajemen yang profesional untuk mencapai layanan yang prima. Tujuan penelitian ini diperolehnya gambaran umum tentang proses pelaksanaan Pengelolaan perbekalan farmasi di Unit Farmasi Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSP.J) tahun 2007. Kerangka konsep menggunakan metode Input, Proses dan Output. Variabel masukan/input yaitu SDM, sarana, metode, dan perbekalan farmasi. Prosesnya yaitu proses pelaksanaan pengelolaan perbekalan farmasi yang dimulai dari proses pemilihan/seleksi sampai dengan proses penghapusan dan keluaran/output yaitu ketersediaan perbekalan farmasi di RSPJ. Penelitian dilakukan di unit farmasi RSPJ pada bulan Juli-Agustus 2007. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi dan penelusuran dokumen. Informan penelitian sebanyak 7 orang yang dipilh berdasarkan kesesuaian dan kecukupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perbekalan farmasi yang selama ini dilakukan Sudah cukup baik. SDM yang ada sudah mencukupi, namun tenaga gudang farmasi masih kurang. Latar belakang pendidikan sudah sesuai dengan tugasnya masing-masing, tetapi perlu adanya peningkatan jenjang pendidikan. Kedisiplinan juga cukup baik dan telah bekerja dengan optimal. Ketersediaan sarana dan metode dalam proses pengelolaan perbekalan farmasi juga sudah cukup baik. Proses pengelolaan perbekalan farmasi yang dimulai dari tahap pemilihan/seleksi sampai dengan penghapusan tidak mengalami kendala. Keluaran/ output dalam proses pengelolaan perbekalan farmasi ini yaitu belum tersedianya perbekalan farmasi sesuai dengan kebutuhan dan adanya penolakan resep karena kekosongan obat. - The overall management of pharmaceutical supplies according to the Department of Health encompasses the selection, planning, procurement, production, receipt, storage, distribution, and control and disposal of drugs, requiring professional management for the achievement of excellent services. The purpose of this study was to obtain an overview of the implementation process of Pharmaceutical Supply Management at Pertamina Jaya Hospital Pharmacy Unit (RSP.J) in 2007. The conceptual framework used the Input, Process, and Output method. Input variables consist of human resources, facilities, methods, and pharmaceutical supplies. The process involves the implementation of pharmaceutical supply management from the selection process to disposal, and the output is the availability of pharmaceutical supplies at RSPJ. The research was conducted at the RSPJ pharmacy unit in July-August 2007. The research used a descriptive approach with a qualitative approach. Data collection was obtained through in-depth interviews, observations, and document review. There were 7 informants selected based on suitability and sufficiency. The results of the research showed that the management of pharmaceutical supplies that had been carried out was already quite good. The available human resources were sufficient, but the pharmaceutical warehouse staff was lacking. Educational backgrounds were suitable for their respective tasks, but there was a need for educational advancement. Discipline was also quite good, and the staff worked optimally. The availability of facilities and methods in the pharmaceutical supply management process was also quite good. The pharmaceutical supply management process from the selection process to disposal did not encounter any obstacles. The output in this pharmaceutical supply management process was the unavailability of pharmaceutical supplies according to the needs and the rejection of prescriptions due to drug shortages.
Hubungan Sikap dan perilaku Tenaga Kesehatan dengan Pemakaian Kontrasepsi Suntik pada Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Jombang Kecamatan Ciputat Tahun 2014 Triana Srisantyorini; Andriyani Andriyani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN - EXTEND
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.34-39

Abstract

Berdasarkan data dari PKM Jombang Kecamatan Ciputat, metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh akseptor KB adalah suntik. Belum ada penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong akseptor KB memilih kontrasepsi suntik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi suntik. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional di wilayah kerja PKM Jombang Kecamatan Ciputat pada bulan Juni-Juli 2014, dengan data primer dan sampel sebanyak 152 responden. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa usia dan sikap berhubungan signifikan dengan pemakaian kontrasepsi suntik. Variabel lain seperti pendidikan, jumlah anak hidup, pengetahuan, biaya pelayanan, perilaku nakes, dan ketersediaan media tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Puskesmas Jombang perlu meningkatkan sosialisasi, edukasi, dan konseling mengenai berbagai metode kontrasepsi, terutama kontrasepsi suntik, kepada calon akseptor baru dan pasangan mereka.---Based on data from the PKM Jombang in the Ciputat Subdistrict, the most widely used contraceptive method by family planning acceptors is injection. There hasn't been any previous research identifying the factors that drive family planning acceptors to choose injectable contraceptives. Therefore, this study aims to explore the factors related to the use of injectable contraceptives. The research was conducted using a cross-sectional design in the working area of PKM Jombang, Ciputat Subdistrict, in June-July 2014, with primary data and a sample of 152 respondents. The results of statistical analysis show that age and attitude are significantly associated with the use of injectable contraceptives. Other variables, such as education, the number of living children, knowledge, service costs, healthcare worker behavior, and media availability, do not show a significant relationship. PKM Jombang needs to enhance socialization, education, and counseling regarding various contraceptive methods, especially injectable contraceptives, for potential new acceptors and their partners.
Hubungan Ketersediaan APD dengan Perilakuk Penggunaan APD dalam Menangani Kasus Gawat Darurat pada Pelayanan Pra RS di Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta Rusman Efendi; Triana Srisantyorini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN - EXTEND
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.70-74

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan langkah terakhir dalam pengendalian risiko, meskipun manfaatnya akan optimal jika dikombinasikan dengan upaya pengendalian lain, seperti eliminasi, substitusi, rekayasa, dan pengaturan administratif. Penggunaan APD dalam lingkungan kerja memiliki dampak besar dalam mencegah kecelakaan kerja. Sayangnya, masih banyak pekerja yang belum menerapkan APD saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku paramedik dalam menggunakan APD. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan kuantitatif, dengan metode studi cross-sectional. Populasi yang diteliti sebanyak 100 orang, dan sampel yang diambil melibatkan 60 orang karyawan operasional di Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ketersediaan APD dan penggunaan APD (nilai p = 0,000). Disarankan agar Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 memberikan pelatihan dan informasi yang tepat mengenai penggunaan APD kepada paramedik.--The use of Personal Protective Equipment (PPE) is the final step in hazard control. Although the use of PPE can be most effective when combined with other control measures such as elimination, substitution, engineering, and administrative controls, the benefits of using PPE in the workplace are significant in preventing occupational accidents. However, in reality, many workers still do not use PPE while working. The purpose of this research is to identify the factors related to paramedics' behavior in using PPE. This study employed an analytical design with a quantitative approach, using a cross-sectional study method. The study population consisted of 100 individuals, and a sample of 60 operational employees from Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 was selected. The research results showed a significant relationship between the availability of PPE and its usage (p-value = 0.000). It is recommended that Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 provide training and accurate information on the proper use of PPE to paramedics.
Analisis Pelatihan Dan Budaya Kerja Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Perawat Rumah Sakit X Hardiman SG; Munaya Fauziah; Triana Srisantyorini; Erlina Pudyastuti; Frida Kusumawati
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 1 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.1.66-74

Abstract

Perilaku patuh atau tidak patuh di tempat kerja adalah contoh tindakan berisiko yang dilakukan oleh seseorang. Penerapan dan pelaksanaan alat pelindung diri pada perawat dinilai masih kurang yaitu kurangnya kesadaran dan kedisiplinan menjadi penyebabnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi crosssectional dan menggunakan metode Total sampling. Jumlah responden 59 perawat. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistic univariat dan bivariat (chi-square) pada perangkat lunak Statistical Program for Social Science. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pelatihan (P Value : 0,000) dan budaya kerja (P Value : 0,003) dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri. Pemahaman dalam penggunaan alat pelindung diri dapat diterapkan dengan baik, apabila perawat mengikuti pelatihan serta budaya kerja yang sudah dibangun terstruktur, hal ini dapat meningkatan pelayanan yang baik di Rumah Sakit.
Pengetahuan Dan Perilaku Makanan Jajanan Terhadap Kejadian Diare Pada Siswa Sd Negeri Setu Kota Tangerang Selatan Nurmalia Lusida; Andriyani Andriyani; Triana Srisantyorini; Ernyasih Ernyasih; Miftah Hasana Lubis
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 1 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.1.84-90

Abstract

Diare merupakan penyakit menular dan ditandai dengan gejala berupa perubahan bentuk dan konsistensi feses menjadi lunak hingga cair dengan frekuensi 3 kali atau lebih buang air besar disertai muntah. Berdasarkan data UNICEF (2013) jika dilihat secara global kejadian diare ini merupakan penyakit dengan derajat kesakitan dan kematiannya tinggi terutama di negara berkembang, diare juga salah satu dari 3 penyebab utama kematian anak secara mendunia. Di Tangerang Selatan dalam data Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) jumlah penderita diare pada tahun 2020 mencapai 22.539 kasus dengan peringkat 5 besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku konsumsi makanan jajanan dengan kejadian diare di SDN Setu Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 72 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0,848) dan perilaku (p-value = 0,164) dengan kejadian diare. Disarankan kepada sekolah untuk mengadakan edukasi terkait diare, dan cuci tangan pakai sabun dengan 7 langkah, serta pembuatan kantin di dalam sekolah atau kantin sehat.---Diarrhea is an infectious disease and is characterized by symptoms in the form of changes in the shape and consistency of the feces from soft to liquid with a frequency of 3 or more bowel movements accompanied by vomiting. Based on data from UNICEF (2013), if you look at it globally, diarrhea is a disease with a high degree of death and death, especially in developing countries. Diarrhea is also one of the 3 main causes of child death globally. In South Tangerang, according to Government Agency Performance Report (LKIP) data, the number of diarrhea sufferers in 2020 reached 22,539 cases with a ranking in the top 5. This study aims to determine the relationship between knowledge and behavior of consuming snacks and the incidence of diarrhea at SDN Setu, South Tangerang City. This research is a quantitative research with a cross-sectional approach. The total research sample was 72 respondents. The results of this study show that there is no significant relationship between knowledge (p-value = 0.848) and behavior (p-value = 0.164) and the incidence of diarrhea. It is recommended that schools provide education regarding diarrhea, and wash hands with soap using 7 steps, as well as create a canteen within the school or a healthy canteen.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI HIPERTENSI MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DI POSBINDU DUKUH KELURAHAN PONDOK RANJI KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2023 Triana Srisantyorini; Alfira Aulia Sinta; Ega Puspitasari; Nabila Oktaviani; Winona Rahmawati; Masfur Muzakki; Muiz Al Bashir; Septi Wulandari; Aisya Alawiya
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.4.2.31-40

Abstract

Gaya hidup merupakan faktor risiko yang signifikan untuk terjadinya hipertensi pada individu tidak hanya di masa dewasa muda tetapi juga lansia. Di Indonesia sendiri, konsumsi garam atau banyaknya kandungan natrium dalam makanan yang di konsumsi oleh masyarakat merupakan salah satu penyebab tingginya angka hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi melalui kegiatan penyuluhan di Posbindu Dukuh Kelurahan Pondok Ranji Kota Tangerang Selatan Tahun 2023. Analisis situasi menggunakan metode observasi melalui pengamatan secara langsung dan wawancara dengan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pondok Ranji serta pengkajian data-data dari Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan didapatkan nilai 0,005 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab efektif dan efisien didalam meningkatkan pengetahuan ibu. Adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam penyuluhan hipertensi dengan metode ceramah. Nilai rata rata peserta yang sebelum dilakukan penyuluhan adalah 7,7 lalu menjadi 9,1 setelah dilakukannya penyuluhan.
The Effective peer educators and counselors in adolescent efforts to quit smoking Dais, Exsos Grend; Sutini, Titin; Purwati, Nyimas Heni; Srisantyorini, Triana
Jurnal Keperawatan Vol. 15 No. 02 (2024): July
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v15i02.33013

Abstract

Introduction: Adolescents face significant challenges in smoking cessation due to a lack of knowledge and low motivation in accessing information, methods, and management of quitting smoking. In this context, the role of peer educators and counselors, who are part of the adolescents' immediate environment, is crucial as it greatly influences their knowledge and attitudes toward quitting smoking. Objectives: This study aims to determine the effect of peer educators and counselors on adolescents' knowledge and attitudes towards smoking cessation. Methods: A quantitative pre-experimental design was employed using a one-group pre-test post-test approach. The research was conducted at a boarding school in Jambi, with a total sampling technique involving 89 male adolescent smokers aged 15-18 years. Bivariate analysis was performed using the non-parametric Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of 5% (0.05), and multivariate analysis was conducted using ordinal regression to assess the influence of confounding factors (age, economic status, psychological state, peers, and family) on adolescents' knowledge and attitudes towards smoking cessation. Results: The results indicated significant differences in adolescents' knowledge and attitudes towards smoking cessation before and after the intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The confounding factors of age, economic status, and family had the most significant influence on adolescents' knowledge, while age, economic status, and peers had the most significant influence on adolescents' attitudes towards smoking cessation. Conclusions: Peer educators and counselors are effective in supporting adolescent efforts to quit smoking. As role models and health advocates, they help adolescents shift their focus away from smoking and increase their curiosity about smoking cessation through continuous counseling and the Upaya Berhenti Merokok (UBM) program, utilizing information media to enhance adolescent knowledge.
Perilaku Merokok Mahasiswi Universitas Muhammadiyah jakarta dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya Tahun 2004 Srisantyorini, Triana; Sumartin, Fori Yumita
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2005): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.1.2.195-207

Abstract

Kebiasaan merokok perempuan, semula dianggap tabu, telah mengalami kemajuan signifikan. Mahasiswi, sebagai contoh perempuan yang semakin berani merokok di lingkungan kampus, menunjukkan tren tersebut. Data dari penelitian tahun 1995 mencatat prevalensi merokok perempuan sebesar 0,5%, meningkat menjadi 1,3% pada 2001. Studi LM-3 di 14 Provinsi di Indonesia mencatat bahwa 2,1% perempuan merokok setiap hari. Penelitian di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 1999 menemukan bahwa 5,5% mahasiswi merokok. Para ahli menyatakan bahwa perempuan yang merokok berisiko lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku merokok pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rancangan penelitian kualitatif yang fleksibel dan alamiah melibatkan 20 informan, terbagi menjadi 10 mahasiswi merokok dan 10 mahasiswi tidak merokok. Metode pengumpulan data mencakup pengamatan terlibat, wawancara mendalam, dan Diskusi Kelompok Terarah (FGD). Pengolahan dan analisis data dilakukan secara manual dengan tiga langkah: sorting data, clasifying data, dan analisis konten. Hasil analisis menunjukkan bahwa alasan mahasiswi merokok umumnya dipengaruhi oleh teman dan dimulai sebelum masuk kuliah. Semua informan merokok kretek dan beberapa mencoba minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Pengetahuan mereka tentang rokok bersifat umum, dan keyakinan bahwa rokok memberikan kenikmatan umumnya diakui oleh mahasiswi merokok. Sikap terhadap gerakan anti rokok dan peringatan bahaya rokok cenderung positif. Orang tua yang mengetahui perilaku merokok anaknya merespon biasa, sementara yang tidak mengetahui merespon negatif. Tanggapan teman dekat dan pacar terhadap perilaku merokok bervariasi. Disarankan kepada pimpinan Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk meningkatkan kesadaran mahasiswi tentang dampak rokok melalui program penyuluhan, seminar, pemasangan poster larangan merokok, dan pembuatan peraturan kawasan bebas asap rokok di kampus.
Hubungan Persepsi dan Pengetahuan dengan Keikutsertaan Program JKN Mandiri pada Masyarakat Milenial Tangerang Selatan Jaksa, Suherman; Murti, Setriratna Ari; Andriyani, Andriyani; Fajrini, Fini; Srisantyorini, Triana; Herdiansyah, Dadang; Dihartawan, Dihartawan
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.2.225-234

Abstract

Berdasarkan studi literatur didapatkan sebesar 52% penduduk usia produktif belum mengikuti JKN mandiri. Sekitar 54,6 juta kelompok generasi milenial mampu membayar tetapi belum berkeinginan untuk ikut serta. Menurut data Statistik Kota Tangerang Selatan 2021, masyarakat yang memanfaatkan program JKN untuk berobat belum 100%. Ketua DJSN menyatakan masyarakat milenial belum memahami manfaat dari program JKN sehingga muncul persepsi kurang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan persepsi dan pengetahuan dengan keikutsertaan program JKN mandiri pada masyarakat milenial di Tangerang Selatan. Penelitian ini secara kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi masyarakat milenial berdomisili di Tangerang Selatan. Total 150 responden yang terbagi menjadi bukan peserta dan peserta JKN mandiri dengan teknik purposive sampling. Analisis dengan chi square α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara persepsi kerentanan (p 0,000), persepsi keparahan (p 0,012), persepsi manfaat (p 0,003), isyarat bertindak (p 0,007), efikasi diri (p 0,002) serta pendapatan (p 0,024) dengan keikutsertaan program JKN mandiri pada masyarakat milenial di Tangerang Selatan. Saran memperbanyak media informasi tentang JKN agar isyarat bertindak masyarakat milenial untuk memiliki jaminan kesehatan dengan menjadi peserta JKN lebih tinggi.
Co-Authors Abdul Baktiansyah Abul A’la Al Maududi Aditya Jaka Laksana Aditya, Tiara Dewinta Agus Triyono Agus Triyono Agustianti, Erika Aisya Alawiya Alda Dwi Rizki Aulia Alfira Aulia Sinta Almira Chiara Putri Nusantara Alvira Rizka Utami Ana Melinda Alpiani Andriani Asmuni Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Asmuni Annisa Zahria Putri Handayani Aragar Putri Aragar Putri Asmuni, Andriyani Assyifa Azzahra Astri Ulistrianingsih Audina, Salwa Azara Ayunda Larasati Sekarputri Azizah Zen Baktiansyah, Abdul Boby Firstya Rupman Cintana Balkis Habibah Claudia fazriyanti Dadang Herdiansyah Dadang Herdiansyah Dadang Herdiansyah Dadang Herdiansyah Dais, Exsos Grend Devi Syafira Dewi Purnamawati Dewi Purnamawati Dihartawan Dihartawan Dihartawan Dihartawan Dihartawan Dihartawan, Dihartawan Dina Fadlilah Djauharoh, Siti Nur Aisyah Dwi Regita Cahyani Dwi Saleha Ega Puspitasari Elisabet Wednesday purba Elliza Fitri Elvina Triana Putri Endang Pertiwiwati Erika Agustianti Erlina Pudyastuti Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih, Ernyasih Ernyasih, Ernyasih Eti Karwati Fadila, Esti Nur Fadlilah, Dina Rahma Fajrini, Fini Fany Ramayanti Fatimah Az Zahra Fauziyah, Munaya Febriana Kusumaningtias Fidela Angelina Hafiz Fini Fajrini Fini Fajrini Fitrijaningsih, Fitrijaningsih Fitriyati, Fitriyati Frida Kusumawati Gherice E. Serumena Guntur Arie Wibowo Hadijah Tuasikal har Hardiman SG HARIYANTI Hasanah, Irna Hazima Nurhaziza Salsabia Herdiansyah, Dadang Hidayat, Tasya Fitria Irna Hasanah Irna Hasanah Ismed Ismed Isnie Nurajizah Wijayanti Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Jaksa, Suherman Januar Ariyanto Juhazty, Meti Brendha Khalisha, Rafida Khilda Khoirunnisa Laksmita Dwana Luqman Effendi Lusida, Nurmalia Lusty, junita Mahmudin Sudin Mamun Murod Mariyatul Qibtiyah Mar’atu Shalihat Masfur Muzakki Miftah Hasana Lubis MKKK, Dihartawan Muhammad Farid Hamzens Muhammad Farid Hamzens Muiz Al Bashir Munawir Munaya Fauziah Munaya Fauziyah Murti, Setriratna Ari mutiarahman, maudy Nabila Oktaviani Najwa Khairina Najwa Khairina Nazarwin Saputra Nita Fitria Cahyaningsih Noor Latifah Noor Latifah Noor Latifah Nujulla, Puspa Nur Romdhona Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nyimas Heny Purwati Octavia, Salwa Oktaviani, Nabila PRITHA ERIKA FIHARSHI Purwati, Nyimas Heni Putri Nabilla Rafa Zemy Amalia Ramadhan, Rifki Luthfiyan Rehan Aula Salsabila Rendy Andrianto Renjistian Viga Vidariatma Rida Rosamalinda Rika Nurfadhilah Rika Safitriana Rina Oktavia Risky Akaputra Rizkia Nabil, Secillia Rizky Wulandari Rohman, Fauzi Romdhona, Nur Ronaldi Muhamad Farhan Rusman Efendi Safitri, Nasywa Sahari Bulan Sari Riastiningsih Sari, Elsa Sylvania Sasmitha, Muhammad Adithya Sastika, Wenda Septi Wulandari Septia Harzani Shasa Yunita Siti Nur Aisyah Djauharoh Suherman Jaksa Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Sukriyadi, Sukriyadi Sulistiawati, Helda Sumartin, Fori Yumita Sutanto Priyo Hastono Syafana Afra Febriyana Syaiful Bahri Syamsiar S. Russeng Tata Hari Umara Tengku Siti Neza Azmarina Titin Sutini Titis Arumsari Tiwuk Herawati Tria Astika Endah Permatasari Tuasikal, Hadijah Winona Rahmawati Wulan Askiani