This Author published in this journals
All Journal IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Nurse Media Journal of Nursing Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ekologi Kesehatan Spirakel Jurnal Vektor Penyakit ASPIRATOR Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Althea Medical Journal Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Jurnal Berkala Epidemiologi JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Tourism & Hospitality Essentials Journal Medical Laboratory Technology Journal UNM Geographic Journal JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Indonesia Berdaya Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) International Journal of Law, Environment, and Natural Resources Social Landscape Journal Abdimas Indonesian Journal Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sinteza Linguistika Kultura: Jurnal Linguistik Sastra Berdimensi Cultural Studies Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya Health Dynamics Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara Jurnal Medika: Medika AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam Sosial : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Jurnal Riseta Soshum Mesada: Journal of Innovative Research PESHUM Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Aslama: Jurnal Pendidikan Islam AQILA : Acceleration, Quantum, Information Technology and Algorithm Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kebijakan Eliminasi Filariasis di Kabupaten Kotawaringin Barat Dian Eka Setyaningtyas; Juhairiyah Juhairiyah; Muhammad Rasyid Ridha; Liestiana Indriyati
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.074 KB) | DOI: 10.22146/jkki.55082

Abstract

Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah yang berhasil mendapatkan Piagam Eliminasi Filariasis atau penyakit kaki gajah oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat implementasi kebijakan eliminasi filariasis di Kabupaten Kotawaringin Barat yang dapat mendukung atau menghambat pencapaian eliminasi tersebut. Penelitian ini merupakan studi kualitatif. Analisa data dilakukan dengan, peningkatan validitas data dilakukan dengan triangulasi pada sumber dan metode pengumpulan data yang berbeda. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa implementasi pelaksanaan pengobatan massal pencegahan filariasis kurang berjalan dengan baik, ditemukan beberapa kendala yaitu kurangnya sosialisasi kepada petugas kesehatan dan kepada masyarakat, kerjasama lintas sektor belum terbina, biaya operasional pelaksanaan pengobatan massal sangat terbatas, kualitas sumber daya manusia yang belum memadai, fasilitas pendukung pelaksanaan pengobatan massal kurang lengkap, struktur organisasi yang belum terbentuk dan petunjuk pelaksanaan tugas yang tidak jelas. Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat diharapkan meningkatkan sosialisasi kepada petugas kesehatan dan masyarakat, membina kerjasama lintas sektor, meningkatkan advokasi kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan anggaran bagi program eliminasi filariasis, meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia, melengkapi fasilitas pendukung pelaksanaan pengobatan massal, membentuk struktur organisasi dan membuat petunjuk pelaksanaan tugas yang jelas.
EFEKTIFITAS CAMPURAN RENDAMAN JERAMI (ORYZA SATIVA L) DAN TEMEFOS SEBAGAI ATRAKTAN TERHADAP LETHAL OVITRAP AEDES AEGYPTI L Muhammad Rasyid Ridha; Budi Hairani; Gusti meliyanie; Wulan Rasna Giri Sembiring; Abdullah Fadilly; Akhmad Rosanji
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 2 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 2 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i2.3060

Abstract

ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever is a global health problem and can be transmitted through vectors, namely Aedes aegypti. One of the controls can be through lethal ovitrap combined with attractant. This study aims to compare the percentage of trapped eggs, the number of eggs hatched, and larval mortality in the lethal ovitrap that were given two additional types of attractants. The insecticides used were temephos, while the attractants used were 20% straw soaking water, and water that Ae. aegypti have used to lay eggs. The type of research is an experiment with a completely randomized design. The sample used was female mosquito of Ae. aegypti that is full of blood from laboratory colonization. The results showed that straw soaking water was more influential attractant than the former Ae. aegypti colonization water in attracting Ae. aegypti mosquitoes to lay eggs. The highest larval mortality was found in a combination of lethal ovitrap with straw soaking water. Statistically there is an influence of the type of attractant on hatchability and the development of Ae. aegypti into adult mosquitoes. The combination of lethal ovitrap and attractant of straw soaking water can be an alternative control strategy for DHF program managers to reduce the density of Ae. aegypti mosquitoes and minimize transmission of dengue hemorrhagic fever in an area. Keywords: Aedes aegypti, attractant, lethal ovitrap, straw soaking water ABSTRAK Demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan global dan dapat ditularkan melalui vektor yaitu Aedes aegypti. Salah satu pengendaliannya dapat melalui lethal ovitrap yang dipadukan dengan atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan persentase jumlah telur terperangkap, jumlah telur menetas, dan mortalitas larva pada lethal ovitrap yang diberi tambahan dua jenis atraktan. Insektisida yang digunakan adalah temefos, sedangkan atraktan yang digunakan adalah air rendaman jerami dengan konsentrasi 20%, dan air bekas kolonisasi/telur larva Ae. aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap. Sampel yang digunakan adalah nyamuk Ae. aegypti betina yang kenyang darah hasil kolonisasi di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air rendaman jerami merupakan atraktan yang lebih berpengaruh dibandingkan air bekas kolonisasi Ae. aegypti dalam menarik nyamuk Ae. aegypti untuk bertelur. Mortalitas larva tertinggi terdapat pada kombinasi lethal ovitrap dengan air rendaman jerami. Secara statistik ada pengaruh jenis atraktan terhadap daya tetas dan perkembangan Ae. aegypti menjadi nyamuk dewasa. Kombinasi lethal ovitrap dengan atraktan air rendaman jerami dapat menjadi strategi pengendalian alternatif bagi pengelola program DBD untuk mengurangi kepadatan nyamuk Ae. aegypti dan meminimalisasi transmisi penyakit demam berdarah dengue di suatu wilayah. Kata kunci: Aedes aegypti, atraktan, lethal ovitrap, rendaman jerami
PENGARUH IKLIM TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA TERNATE M. Rasyid Ridha; Liestiana Indriyati; Amalan Tomia; Juhairiyah Juhairiyah
SPIRAKEL Vol 11 No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.926 KB) | DOI: 10.22435/spirakel.v11i2.1984

Abstract

Perubahan iklim dapat berpengaruh terhadap peningkatan risiko penularan khususnya penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kajian mengenai perubahan iklim khususnya suhu, kelembaban, dan curah hujan diperlukan guna kewaspadaan dini peningkatan kasus DBD. Sumber data menggunakan data penelitian “Kejadian DBD berdasarkan faktor iklim di Kota Ternate”. Analisis menggunaan analisis jalur untuk menjelaskan mekanisme hubungan kausal antara curah hujan, kelembaban udara, suhu udara terhadap kejadian penyakit DBD. Kasus DBD di Kota Ternate ditemukan relatif lebih tinggi pada bulan basah yaitu kisaran curah hujan > 200-412 mm, suhu 23-27oC dan kelembaban 67-82 mmHg. Suhu dan kelembaban dinyatakan berpengaruh secara signifikan pada kasus DBD di Kota Ternate (p value<0,005). Curah hujan meskipun tidak terbukti berpengaruh pada kasus DBD, akan tetapi berdasarkan diagram jalur, curah hujan berpengaruh positif terhadap kejadian penyakit DBD sebesar 8,4% yang berarti bahwa tinggi rendahnya kejadian DBD dipengaruhi oleh curah hujan sebesar 84%. Hal ini disebabkan karena curah hujan berpengaruh langsung terhadap keberadaan tempat perkembangbiakan nyamuk vektor DBD. Diperlukan kerjasama antara instansi kesehatan dengan BMKG guna sistem kewaspadaan dini peningkatan kasus DBD dengan memperhatikan tren fluktuasis suhu, kelembaban, dan curah hujan.
Aplikasi IJEN (Infeksi Jamur Entomopatogen pada Nyamuk) : Jamur Metarhizium anisopliae pada Nyamuk Aedes aegypti Liestiana Indriyati; Salamiah Salamiah; Lutfhi Fatah; Eko Suhartono; Muhammad Rasyid Ridha; Abdullah Fadily; Paisal Paisal; Dicky Andiarsa
Jurnal Vektor Penyakit Vol 13 No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.914 KB) | DOI: 10.22435/vektorp.v13i1.893

Abstract

Abstract Dengue hemorrhagic fever is one of the main problems in Indonesia, its handling on chemical insecticides with insecticide resistance constraints that can inhibit vector control efforts. Entomopathogenic fungi especially Metarhizium anisopliae is one of bioinsecticides that has been widely used in agriculture for controlling insect attacks, effective in killing mosquitoes, safe for vertebrates, humans and the environment and has a small risk of resistance. Appropriate methods of formulation and application for M. anisopliae infection to mosquitoes suitable for mosquito bionomic and fungus characteristics are required. Experimental research with complete randomized design was conducted to test the efficacy of. M.anisopliae solution mixed olive oil and honey formula applied to ovitrap, plant trap and black cotton trap in infecting adult female Ae. aegypti. The death of Ae.a egypti and fungal growth on kadaver was observed everyday. 100% Ae. aegypti death was obtained in the ovitrap method with mixed formulation of M.anisopliae and olive oil. This method was also capable of infecting Ae.aegypti in various phases of both adults, eggs and larvae so that in this study ovitrap olive oil method was the most effective method for infecting M.anisopliae on Ae.aegypti. Abstrak Demam berdarah dengue merupakan salah satu masalah utama di Indoneisa. Penggunaan insektisida kimia sebagai upaya pengendalian DBD saat ini memiliki kendala resistensi insektisida yang dapat menghambat upaya pengendalian vektor. Jamur entomopatogen khususnya Metarhizium anisopliae adalah salah satu bioinsektisida yang telah digunakan secara luas di bidang pertanian untuk pengendalian serangan serangga efektif membunuh nyamuk, aman bagi vertebrata, manusia dan lingkungan serta memiliki risiko resistensi yang kecil. Diperlukan metode yang tepat baik dari formulasi maupun cara aplikasi untuk penginfeksian M.anisopliae kepada nyamuk yang sesuai dengan bionomik nyamuk dan karakteristik jamur. Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap dilakukan untuk menguji efektivitas formula M.anisopliae. Larutan M.anisopliae dicampur minyak zaitun dan madu yang diaplikasikan pada ovitrap, plant trap dan black cotton trap dalam menginfeksi Ae.aegypti betina dewasa. Pengamatan dilakukan pada kematian Ae.aegypti dan pertumbuhan jamur pada kadaver setiap hari. Kematian Ae.aegypti 100% didapatkan pada metode ovitrap dengan formulasi campuran M.anisopliae dan minyak zaitun. Metode ini juga mampu menginfeksi Ae.aegypti pada berbagai fase baik dewasa, telur maupun larva sehingga pada penelitian ini metode zaitun ovitrap dinyatakan metode yang paling efektif untuk penginfeksian M.anisopliae pada Ae.aegypti.
Perilaku Menghisap Darah dan Perkiraan Umur Populasi di Alam Nyamuk Potensial Vektor Filariasis di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Muhammad Rasyid Ridha; Wulan Rasna Giri Sembiring
Jurnal Vektor Penyakit Vol 13 No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.394 KB) | DOI: 10.22435/vektorp.v13i2.1008

Abstract

Abstract Transmission assessment survey for filariasis was conducted in 2013 at Kapuas and found 17 positive in children which indicates transmission still occurs. This study aimed to determine the behavior and longevity of mosquitoes in nature have potential as filariasis vectors in Dadahup Village, Kapuas District. Mosquitoes were collected by human landing collection and dissecting. The results showed that the density of fluctuations Ma.annulata sucking blood peak at 18.00-19.00 and resting at 19.00-20.00 at outdoor, Ma. uniformist peak at 19.00-20.00 and resting at 22.00-23.00 at indoor, while An.barbirostris peak at 9:00 a.m. to 10:00 p.m. and resting at 3:00 a.m. to 4:00 p.m. at outdoor. Bloodsucking behavior and rest of Ma.annulata and An.barbirostris are exophilic and exophagic whereas Ma. uniforms is endophilic and endophagic. The estimated age of the population was 22.99 days for Ma.annulata, 16.58 days for Ma.uniformis, and 9.82 days for An.barbirostris. The estimated age showed that the mosquitoes could potentially become filariasis vector. The types of habitat sites found are ponds, puddles, ditches, and rice fields. Abstrak Survei evaluasi transmisi filariasis telah dilakukan tahun 2013 di Kabupaten Kapuas dan ditemukan 17 anak positif, hal ini mengindikasikan masih terjadi transmisi penularan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku dan peluang umur nyamuk di alam yang berpotensi sebagai vektor filariasis di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas. Nyamuk dikumpulkan dengan metode umpan orang kemudian dilakukan pembedahan. Hasil penelitian menunjukkan puncak kepadatan Ma.annulata menghisap darah pada jam 18.00–19.00 dan istirahat pada jam 19.00-20.00 di luar rumah, Ma. uniformis pada jam 19.00-20.00 dan istirahat pada jam 22.00-23.00 di dalam rumah, sedangkan An.barbirostris pada jam 21.00-22.00 dan istirahat pada jam 03.00-04.00 di luar rumah. Perilaku menghisap darah dan istirahat Ma.annulata dan An.barbirostris bersifat eksofilik dan eksofagik, sedangkan Ma.uniformis endofilik dan endofagik. Perkiraan umur populasi nyamuk Ma. annulata 22,99 hari, Ma.uniformis 16,58 hari dan An.barbirostris 9,82 hari. Nyamuk Cx. bitaeniorhynchus, Cx. tritaeniorhynchus Cx. quinquefasciatus, Ma. annulata, Ma. uniformis bersifat eksofagik, sedangkan Ae. aegypti, Ae. albopictus, dan An. barbirostris lebih bersifat endofagik. Perkiraan umur populasi Cx. bitaeniorhynchus adalah 26,33 hari, Cx. tritaeniorhynchus 30,96 hari dan Cx quinquefasciatus 28,82 hari, sehingga berpotensi sebagai vektor filariasis. Desa Dadahup terdapat jenis nyamuk dengan tipe habitat yang berpotensi sebagai vektor filariasis memungkinkan terjadinya transmisi filariasis.
Penggunaan Insektisida Program dan Rumah Tangga dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Aedes aegypti di Kalimantan Utara Muhammad Rasyid Ridha; Liestiana Indriati; Juhairiyah Juhairiyah
Jurnal Vektor Penyakit Vol 14 No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/vektorp.v14i2.2781

Abstract

Abstract Dengue control with the chemical method is still used in North Kalimantan, both in the Health Program and the community. The purpose of this study was to describe the use of control programs and household insecticides in dengue-endemic areas in North Kalimantan. The study was conducted by a cross-sectional design in the area of North Kalimantan Province, namely in Nunukan, Tarakan, and Bulungan Regency. The activities were interviews and secondary data collection to the DHF Program Manager. The study was conducted during May 2015 in 100 houses chosen randomly in each area. Data were analyzed descriptively to illustrate the use of insecticides, types of formulations, types of active ingredients, frequency, and time of use. The results showed that the insecticide from synthetic pyrethroid and organophosphate groups were mainly used with thermal fogging applications. As many as 790 (87.78%) of respondents stated using household insecticide for the last 3 years. Most people chose to use fuel and aerosol formulations. The most dominant active ingredients used are D-allethrin, Dimeflethrin, and transfluthrin. The frequency of household insecticide used by the community in the study area ranged from 7-14 times per week. The majority of insecticide was used at night. Abstrak Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menggunakan metode kimia di Kalimantan Utara, baik di program kesehatan maupun masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran penggunaan insektisida program dan rumah tangga di daerah endemis DBD di Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara dengan desain observasi dan cross sectional . Kegiatan yang dilakukan yaitu wawancara dan pengumpulan data sekunder ke Pengelola Program DBD. Pada masyarakat diambil 3 RW dengan endemisitas tertinggi 3 tahun terakhir. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Mei 2015 pada 100 rumah yang dipilih secara acak pada masing-masing RW. Data hasil wawancara dianalisa secara deskriptif untuk menggambarkan penggunaan insektisida, jenis formulasi, jenis bahan aktif, frekuensi dan waktu penggunaan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan insektisida umumnya dari golongan Synthetic peritroid dan organosfosfat dengan aplikasi thermal fogging. Berdasarkan hasil wawancara terhadap 790 responden (87.78%) menyatakan sebagaian besar rumah tangga menggunakan insektisida rumah tangga selama tiga tahun terakhir. Sebagian besar masyarakat memilih menggunakan jenis formulasi bakar dan aerosol dengan bahan aktif yang paling dominan digunakan adalah D-Alethrin dan Dimeflethrin dan transfluthrin. Frekuensi penggunaan insektisida rumah tangga oleh masyarakat di wilayah penelitian berkisar antara 7-14 kali per minggu. Penggunaan insektisida mayoritas dipakai pada malam hari.
Efektivitas Atraktan terhadap Daya Tetas dan Jumlah Telur Nyamuk Aedes albopictus di Laboratorium Muhammad Rasyid Ridha; Abdullah Fadilly; Budi Hairani; Wulan RSG Sembiring; Gusti Meliyanie
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Aspirator Volume 11 Nomor 2 2019
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.98 KB) | DOI: 10.22435/asp.v11i2.1164

Abstract

Abstract. Aedes albopictus can act as a primary or secondary vector of dengue hemorrhagic fever andchikungunya. Its population needs to be controlled. One of the environmentally-friendly control methods isthe use of ovitrap. Ovitrap will be more optimal if it added by attractant substances from easily obtainedingredients in the surrounding environment. This study aims to determine the effectiveness of attractants inthe form of water-soaked paddy (Oryza sativa), cogongrass (Imperata cylindrica) and Indian goosegrass(Eleusine indica). An experimental study with a completely randomized design (CRD) was carried out at theEntomology Laboratory of Balai Litbangkes Tanah Bumbu in January - April 2018. The population of thisstudy is the 10th filial of Ae. albopictus laboratory colonization and gravid female mosquito as samples.Material combination in the study was paddy straw soaking water (ARJP), Indian goosegrass immersionwater, cogongrass soaking water, Ae albopictus used eggs laying water (ABT), and distilled water as control(K). Repetition was done five times. Effectiveness of attractants analyzed by ANOVA and LSD tests. Datanormality tested by Kolmogorov-Smirnov test, if it was not fulfilled, the Kruskal Wallis test was used. Theresults showed that the use of attractants of water-soaked paddy, Indian goosegrass and cogongrass provedto have a different effect on the number of Aedes albopictus mosquito eggs compared to aquades and eggslaying water, but there was no influence between the three types of attractants.
Malaria Situation in The South Kalimantan Province, 2010–2018 M Rasyid Ridha; Kasman Kasman; Evi Liani; Liestiana Indriati
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V9I22021.140-147

Abstract

Background: Malaria has caused high morbidity and mortality rates and has decreased the productivity of human resources and national development. Malaria is endemic in several districts in South Kalimantan. Purpose: This study aims to describe the malaria situation in South Kalimantan by examining the malaria cases, Case Fatality Rate (CFR), Annual Parasite Incidence (API), and Slide Parasite Rate (SPR) in the South Kalimantan Province during the period of 2010–2018. Method: This research was a descriptive study with the South Kalimantan population, who were at risk of getting malaria. This study adopted a total participation technique and included all the cases of malaria recorded in the electronic- Surveillance Information System of Malaria (e-SISMAL) data of South Kalimantan province in the period 2010–2018. The study used secondary data from the South Kalimantan Provincial Health Office during 2010–2018. The data included the number of malaria cases, morbidity, and the mortality rate of malaria. The data collected was analyzed using CFR, API, and the SPR formulae. Results: The number of malaria cases in South Kalimantan from 2010 to 2018 fluctuated. The highest number of malaria cases occurred in 2011, while a decreasing trend was observed up to 2018. At the same time, the number of deaths during 2012–2018 increased. The death rate from 2010–2018 decreased in South Kalimantan. Conclusion: The number of cases as well as deaths caused due to malaria in South Kalimantan continues to decrease. By 2025, all districts in South Kalimantan could be free from malaria.
Bionomik Mansonia uniformis dan Mansonia dives sebagai Vektor Filariasis pada Beberapa Wilayah di Kalimantan Muhammad Rasyid Ridha
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 14 Nomor 1 Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.274 KB) | DOI: 10.22435/blb.v14i1.295

Abstract

Mansonia mosquitoes spread across the globe and several species as a vector. Ma. uniformis were known a vectors of Rift Valley Fever (RVF) and filariasis, while Ma. dives is vector of filariasis. This research aims to behavior of Ma. uniformis and Ma. dives in the form habits of blood sucking activity, resting behaviour and fluctuations density in several areas of Borneo. Natural population of Ma. uniformis and Ma. dives were collected by human landing collection and resting collection from 18:00 to 06:00 outdoor and indoor. The results showed bite activities. Ma. uniformis and Ma. dives in all areas of research are exophagic, while the rest conduct Ma. uniformis in the village Dadahup, Pulau Ku’u and Bangkal Ulu is indoor resting, while in Mandomai is outdoor resting. Behavior breaks Ma. dives in the area a lot more research that is indoor resting namely Mandomai and Bangkal Ulu Village, while the Dadahup village is exophilic. Highest fluctuations activity suck blood and rest on Ma. Uniformis in and out the house generally at 19.00 - 22.00, while at Ma. dives at 23.00 - 01.00. The behavior of mosquitoes is a difference, so the controlling method is also different. ABSTRAK Nyamuk Mansonia tersebar di seluruh dunia dan beberapa spesies berperan sebagai vektor penyakit. Mansonia uniformis diketahui berperan sebagai vektor Rift Valley Fever (RVF) dan filariasis, sedangkan Ma. dives berperan sebagai vektor filariasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas menghisap darah, perilaku istirahat, dan kepadatan fluktuasi setiap jam Ma. uniformis dan Ma. dives. Penangkapan nyamuk dilakukan di dalam dan luar rumah dengan metode human landing collection dan resting collection dari pukul 18.00 sampai 06.00. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas menghisap darah Ma. uniformis dan Ma. dives di semua daerah penelitian bersifat eksofagik, sedangkan perilaku istirahat Ma. uniformis di Desa Dadahup, Pulau Ku’u dan Bangkal Ulu bersifat indoor resting, sedangkan di Kelurahan Mandomai bersifat outdoor resting. Perilaku istirahat Ma. dives di daerah penelitian lebih banyak yang bersifat indoor resting yaitu Kelurahan Mandomai dan Desa Bangkal Ulu, sedangkan Desa Dadahup bersifat outdoor resting. Fluktuasi puncak aktivitas menghisap darah dan istirahat pada Ma. uniformis di dalam dan luar rumah umumnya pada pukul 19.00-22.00, sedangkan pada Ma. dives pada pukul 23.00-01.00. Perilaku nyamuk pada suatu daerah berbeda, sehingga metode pengendalian juga berbeda.
Efektivitas Air Rendaman Jerami Alang-Alang (Imperata cylindrica) sebagai Atraktan terhadap Jumlah Telur Aedes aegypti Budi Hairani; Muhammad Rasyid Ridha; Abdullah Fadilly; Gusti Meliyanie; Akhmad Rosanji
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 16 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.799 KB) | DOI: 10.22435/blb.v16i1.2789

Abstract

The use of ovitrap with attractants modification has been known as an alternative method in controlling DHF vectors. Attractant material will be better if it uses natural ingredients that are cheap and easy to obtain and easy to manufacture. Attractant material is recommended to use natural ingredients that are cheap and easy to obtain and are easy to make. Imperata plants can be easily obtained and easily processed as attractant material. This study aims to determine the effectiveness of attractants on a laboratory scale in the form of immersion water from the straw of the Imperata cylindrica plants in various concentration levels to Aedes aegypti eggs number. Research with an experimental design using a completely Randomized Design (CRD) was conducted at the Entomology Laboratory of the Tanah Bumbu Research and Development Center, in July 2019. Treatment concentrations consisted of 5%, 10%, 15%, and 20%, control using akuades. Samples for testing using Ae. aegypti gravid mosquitoes. Treatment with 5 repetitions, carried out for 7 days. Data analyzed by normality test, Anova test, and Least Significant Differences (LSD) test. The average number of eggs at concentrations of 5%, 10%, 15%, and 20% respectively was 45.00; 78.60; 129.40; and 174.00. Anova test showed Imperata cylindrica straw soaking attractant had a significant effect on oviposition of Ae. aegypti mosquitoes. LSD test results showed attractant 15% is the optimal concentration in increasing the number of eggs in the ovitrap.
Co-Authors Abdullah Fadilly Abdullah Fadilly Abdullah Fadilly Abdullah Fadilly Abdullah Fadilly, Abdullah Abdullah Fadily Ahmaddul Hadi, Ahmaddul Ahmadin Ahmadin Aisyah Aisyah Aisyah, St. Akbar, Nabila Hadiah Akhmad Rosanji Akhmad Rosanji Akhmad Rosanji Akmad Rosanji Alifka Alya Zhafirah Amalan Tomia Ambar Garjito, Triwibowo Andi Ima Kesuma Andi Triwenni Wulandari Annafi, Muhammad Rizki Annida Annida Asmunandar, Asmunandar Ayu Suriani Babucarr Jassey Besral . Budi Hairani Budi Hairani Budi Hairani Budi Hairani Budi Hairani Bustan Bustan, Bustan Cahyani, Indah Sinawang Chafsah, Anis Mahmuda Charli, Chintya Ones Daima, Atika Silma Darminto, Ardianto Raharjo Deni Fakhrizal Deni Fakhrizal DENI SETIAWAN Dian Eka Setyaningtyas Dian Rosadi, Dian Dicky Andiarsa Dicky Andiarsa Dwi Candra Arianti Eko Suhartono Erli Haryati Evi Liani Evi Liani Falihin, Dalilul Febiola, Wenisa Geby Ferry Kriswandana FIRMAN UMAR, FIRMAN Fitri Apriliany, Fitri Gusti Meliyanie Gusti Meliyanie Gusti Meliyanie Gusti meliyanie Hadian, Hafidz Izzulhaq Hamdani Hasni Hasni Hidayat, Muhammad Syarif Hur Hija, Akhmad Ibnu Hourunisa, Hourunisa Huda, Akhmad Khotib Fathul Hutamy, Ericha Tiara Ibrahim Ibrahim Ihya Hazairin Noor Ilham Samudra Sanur Imam Mahdi Indra Haryanto Ali Intan Permata Sari R Islamiyati Mustofa Ismail, Ashari ISNAWATI Isnawati Isnawati Jassey, Babucarr Juhairiyah Juhairiyah Juhairiyah Juhairiyah Juhairiyah Juhairiyah Juhairiyah Juhairiyah Juhairiyah Juliani Kabubu, Rusmala Dewi Kamriani, Nurul Kasman Kasman Kasman Kasman Khairatun Nisa Khasmadi, Daffa Khairy Khuliyah Candraning Diyanah Kusuma, Fatma Dwi Liestiana Indriati Liestiana Indriati Liestiana Indriyati Liestiana Indriyati Liestiana Indriyati Liestiana Indriyati Lukviana, Dwi Lestari Lutfhi Fatah M Azzubair M. Azzubair Maharani, Mutmainnah Manjang, Buba Melani, Fani Misna Tazkiah Muh. Firmansyah MUHAMMAD AKBAL, MUHAMMAD Muhammad Choirul Hidajat Muhammad Ir'fai Muhammad Pahruddin, Muhammad Musafaah Musafaah Musfirah Musfirah Mustari Mustari Nabila Nurul Insani Nasuhan, Najamuddin Nikma, Syarifah Noor Ahda Fadillah Noor Rahmah, Aulya Norjanah, Norjanah Norleyandi, Untung Normaidah, Normaidah Norsita Agustina, Norsita Nugroho, Muhammad Rivan Nur Afrida Rosvita Nur Fauziah Kasmin Nur Mahdi Nur Rezky Asman Nurma Nurul Hidayah Nurul Mardiati Nurul Mutmainnah Octaviana, Elsi Setiandari Lely Paisal Paisal Pratama, I Putu Eka Widya Pratiwi, Anne Puja Rima Yenti Putri, Lathifah Apriana Radika, Radika Rahmadewi, Yunda Maymanah Raihan, Nisywa Dwiza Randiawan Reny Indrayani Rezky Awalia Amanda M Rika Savitri Ririh Yudhastuti Rudi Fakhriadi Rusdi Rusdi Sakman, Sakman Salamiah . Samsul Hadi Sejati, Eka Nur Septia Putri Delima Sinaga, Christian Roi Tua Sintawati Sri Sulasmi Subair, Ahmad Sudarso, Aldaffa Farrel Mahardika Suhartini Suhartini Syafrijon, Syafrijon Syahrudin, Darma Jaya Syaltha, Puandira Caesha Naila Syamsiar, Syamsiar Syarif Hidayat Torro, Supriadi Tri Ramadhani Triwibowo Ambar Garjito Triwibowo Ambar Garjito Vivi Nila Sari Wahyu Pudji Nugraheni Wanti Wanti Wiliyani, Erni Wulan Rasna Giri Sembiring Wulan RSG Sembiring Wulan Sari Rasna Giri Sembiring Yeka Hendriyani Yunita Mahrany Yuyun, Yuyun Yusnida Lase Zaine, Siti Nur Azella Zulfadli, Muhammad Zulma Hendra