p-Index From 2021 - 2026
11.884
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENDIDIKAN DASAR TARBIYA : Journal Education in Muslim Society Journal of Islamic Studies and Humanities JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal on Education COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah (JURMIA) Journal Of Human And Education (JAHE) Journal Research in Islamic Education Journal Evidence Of Law PEDAGOGI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Pendidikan Transformatif Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Madako Elementary School Al-Irsyad: Journal of Education Science Indonesian Research Journal on Education Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Journal of Progressive Law and Legal Studies Journal of Education Method and Learning Strategy Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Enigma in Education Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Journal of Innovative and Creativity kawanad Journal of Elementary School EDUTREND: Journal of Emerging Issues and Trends in Education EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
Claim Missing Document
Check
Articles

TANTANGAN DAN SOLUSI GURU PAI DALAM MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Rosfiani, Okta; Sukmana, Bayu; Andri, Eldrida; Sukma, Dewi; Saidah, Marwatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6464

Abstract

The digital era has brought significant changes to education, particularly affecting Islamic Religious Education (PAI) teachers who must balance technological advancement with character formation. This research explores the real challenges faced by PAI teachers when integrating character values into digital-based learning environments. Through qualitative interviews and classroom observations involving ten PAI teachers across different educational levels, we discovered three main challenge categories: technological limitations (including insufficient digital skills and infrastructure gaps), pedagogical difficulties (struggles in developing character-focused technology strategies), and socio-cultural barriers (community resistance and student digital distractions). Our findings reveal practical solutions including systematic digital training programs, blended learning approaches, and enhanced parent-school communication strategies. The study emphasizes the critical need for institutional support and collaborative efforts to create effective PAI learning environments that honor Islamic character values while embracing digital transformation. ABSTRAKEra digital telah menghadirkan perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, terutama bagi para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter siswa. Penelitian ini mengeksplorasi tantangan nyata yang dihadapi guru PAI ketika harus mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam lingkungan pembelajaran berbasis digital. Melalui wawancara kualitatif dan observasi kelas yang melibatkan guru PAI, ditemukan tiga kategori tantangan utama: keterbatasan teknologi (termasuk kurangnya keterampilan digital dan kesenjangan infrastruktur), kesulitan pedagogis (perjuangan dalam mengembangkan strategi teknologi yang berfokus pada karakter), dan hambatan sosial-budaya (resistensi masyarakat dan gangguan digital siswa). Temuan kami mengungkapkan solusi praktis termasuk program pelatihan digital sistematis, pendekatan pembelajaran campuran, dan strategi komunikasi orang tua-sekolah yang ditingkatkan. Studi ini menekankan kebutuhan kritis akan dukungan institusional dan upaya kolaboratif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran PAI yang efektif yang menghormati nilai-nilai karakter Islam sambil merangkul transformasi digital.
Inovasi Penilaian Pembelajaran Pelatihan Penilaian Diagnosis, Otentik, dan Akhir Unit Terdiferensiasi Rosfiani, Okta; Hermawan, Cecep Maman; Abdullah, Syamsudin
Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 5 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jrespro.v5i2.6270

Abstract

The educators' inadequate grasp of conducting thorough and meaningful assessments has harmed the quality of learning in partner schools. The goal of this community service program is to enhance the competency of educators by offering instruction in differentiated assessments that are authentic, diagnostic, and end-of-unit. Three main techniques for implementation are on-going mentoring, hands-on training, and theoretical instruction. The program's outcomes show that teachers' abilities to create and administer tests that are more pertinent to students' needs and flexible have significantly increased. The program's results include assessment modules, educator-produced assessment products, and an increase in positive student responses to learning. These findings are critical for promoting higher-quality education and more productive learning in affiliated schools.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V MELALUI METODE RESITASI : PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI MI AL – HIDAYAH Rosfiani, Okta; Prawira, Azka Putra; Ananda, Rizky Mulya; Maulana, Azkiya; Jakarta, Universitas Muhammadiyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa di MI Al-Hidayah. Penelitian ini mengharapkan guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika mereka. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model Mills yang dilakukan dalam dua siklus yaitu pengumpulan data kuantitatif (tes hasil belajar) dan kualitatif (observasi). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode resitasi mampu meningkatkan secara signifikan prestasi belajar siswa kelas V MI Al-Hidayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan sebesar 20%, hal tersebut menunjukan bahwa metode resitasi memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
ASESMEN ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN PAI: SEBUAH ASESMEN UNTUK MENEMUKAN POTENSI SISWA Rosfiani, Okta; Aulia, Vina; Fathurrahman, Helmi; Azkiya, Silvy Nada; Azis, Muhamad Faisal King Abdul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i3.6419

Abstract

ABSTRACT This qualitative study explores the implementation of alternative assessments in Islamic Religious Education (PAI) and their role in holistically identifying students' multidimensional potential. Using a case study approach through classroom observations, in-depth interviews with PAI teachers, and document analysis (lesson plans, student portfolios, and project assessments), this study found that alternative assessment methods such as spiritual portfolios, values-based projects, and systematic observation were effective in uncovering students' hidden potential beyond cognitive achievement. Five key potentials identified include: (1) religious leadership (qiy?dah d?niyyah), (2) interpersonal skills in Islamic da'wah (futuwwah), (3) creative expression of Islamic values (ibd?'iyyah), (4) practical worship skills (mah?rah 'amaliyyah), and (5) spiritual reflection (muh?sabah nafsiyyah). These findings align with the maq??id al-shar?'ah framework, particularly in nurturing students' spiritual (hifzh al-nafs), intellectual (hifzh al-'aql), and social (hifzh al-nasl) development. However, this study identified challenges such as teachers' difficulties in designing multidimensional rubrics, subjectivity in affective-spiritual evaluation, and time constraints for personal feedback. To address this, this study proposes an integrative assessment model that combines Sufi triangulation (teacher insight, self-reflection, and peer feedback) and a digital portfolio platform to enhance objectivity and sustainability. This study's contribution to Islamic education discourse lies in recontextualizing assessment as a tool for talent mapping and value internalization, while also offering practical recommendations for teacher training and Islamic Religious Education curriculum development. ABSTRAK Studi kualitatif ini mengeksplorasi implementasi asesmen alternatif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dan perannya dalam mengidentifikasi potensi multidimensional siswa secara holistik. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru PAI, dan analisis dokumen (rencana pembelajaran, portofolio siswa, dan penilaian proyek), penelitian ini menemukan bahwa metode asesmen alternatif seperti portofolio spiritual, proyek berbasis nilai, dan observasi sistematis, efektif dalam mengungkap potensi tersembunyi siswa di luar pencapaian kognitif. Lima potensi kunci yang teridentifikasi meliputi: (1) kepemimpinan religius (qiy?dah d?niyyah), (2) keterampilan interpersonal dalam dakwah Islam (futuwwah), (3) ekspresi kreatif nilai-nilai Islam (ibd?'iyyah), (4) kemahiran ibadah praktis (mah?rah 'amaliyyah), dan (5) refleksi spiritual (muh?sabah nafsiyyah). Temuan ini selaras dengan kerangka maq??id al-shar?'ah, khususnya dalam memelihara perkembangan spiritual (hifzh al-nafs), intelektual (hifzh al-'aql), dan sosial (hifzh al-nasl) siswa. Meskipun demikian, studi ini mengidentifikasi tantangan seperti kesulitan guru dalam merancang rubrik multidimensional, subjektivitas dalam evaluasi afektif-spiritual, dan kendala waktu untuk umpan balik personal. Untuk mengatasi ini, penelitian ini mengusulkan model asesmen integratif yang menggabungkan triangulasi sufistik (wawasan guru, refleksi diri, dan umpan balik teman sebaya) dan platform portofolio digital guna meningkatkan objektivitas dan keberlanjutan. Kontribusi studi ini pada diskursus pendidikan Islam terletak pada rekontekstualisasi asesmen sebagai alat pemetaan bakat dan internalisasi nilai, sekaligus menawarkan rekomendasi praktis untuk pelatihan guru dan pengembangan kurikulum PAI.
Pengaruh Manajemen Kelas Make Every Minute Count Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Taufiqurrahman 2 Kukusan Hermawan, Cecep Maman Hermawan; Siti Nur Elizah; Rosfiani, Okta
Tarunateach: Journal of Elementary School Vol. 2 No. 1 (2024): March
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/tarunateach.v2i1.164

Abstract

This study aims to find out: (1) Population variance of the two groups is the same or homogeneous, (2) Differences in average student learning outcomes, (3) The influence of class management Make Every Minute Count on student learning activity. This research is quantitative research using experimental methods and quasi-experimental design. The research population is the entire student at MI Taufiqurrahman 2 Kukusan which totaled 457 students. The sample technique used is purposive sampling. Research sample of 42 students consisting of class IV A 21 students (experimental) and IV B 21 students (kontrol). The data collection technique uses the lift as the primary instrument. From the test results the instrument obtained a Table R of 0.396 and Cronbach's Alpha of 0.836. The results analysis technique uses the t-test, which compares the two groups' mean. The research findings indicate that: (1) Based on the information available, the significance level (Sig.) is less than 0.198 > 0.05, indicating a similar or homogenous population variation. (2) Based on results showing that the average learning time for the Afterwards Experiment (Make Every Minute Count) was 86,00 and the average deviation was 5,167, as well as the Average Learning Time for the Afterwards Control (Classroom Meeting) was 82,29 and the average deviation was 6,133. It may be observed that there are differences in student learning activity between the "Make Every Minute Count" and "Classroom Meeting" lesson plans. (3) Based on the Uji Wilcoxon results, Asymp.Sig. (2-Tailed) 0,000 < 0,05 or Ha is found. Thus, it is shown that there is a difference in the Make Every Minute Count staff's learning activity among fourth-grade students.
YOUTUBE SEBAGAI MEDIA BELAJAR BERBASIS PLATFORM DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN PAI Rosfiani, Okta; Sumanior, Saumi; Saidah, Alimah Zaini; Cahyani, Diah Gita; Al Islami, M Ridwan
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i1.27798

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran YouTube sebagai media pembelajaran dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis konten video pembelajaran PAI di YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube dapat merangsang diskusi, analisis, dan evaluasi kritis siswa berkat konten yang variatif dan relevan. Namun, pemanfaatan optimalnya memerlukan pemilihan materi yang cermat, pendampingan guru, serta kemampuan siswa dalam menilai kualitas informasi. Studi ini menyimpulkan bahwa YouTube berpotensi menjadi alat pembelajaran PAI yang efektif jika digunakan secara tepat untuk melatih daya kritis siswa. Implikasinya meliputi pelatihan guru dalam memilih konten digital dan penyusunan panduan penggunaan YouTube dalam pembelajaran. Penelitian ini juga menyoroti kesenjangan literasi digital dalam konteks pendidikan Islam serta kurangnya pemanfaatan sistematis media daring dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara pendekatan critical thinking framework dan prinsip ARCS motivation model dalam konteks pembelajaran PAI di Indonesia. Secara empiris, penelitian ini menemukan bahwa strategi kurasi konten yang disertai pendampingan guru berpengaruh langsung terhadap kemampuan analitis siswa, terutama dalam menilai keautentikan informasi keagamaan di ruang digital. Dengan demikian, studi ini memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan literasi digital Islam dan kontribusi praktis pada desain pembelajaran PAI berbasis platform video.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Fiqih Ibadah Kelas XI di sekolah MA Bait Qurany Rosfiani, Okta; Ismiati, Mely; Sukma, Dewi; Syafa, Naila; Zulfa, Aqila; Saidah, Marwatu; Saputra, Galang Rafly Yus; Avisena, Dimas Lutfi; Fawaz, Ataya Thalita; Islami, Muhammad Randy; Razaq, Sahid Muhammad
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i4.1297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Fiqih Muamalah siswa melalui penerapan modul pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw di kelas XI MA Bait Qurany. Metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru menyebabkan rendahnya partisipasi siswa dan terbatasnya pemahaman konsep Fiqih Muamalah yang kompleks. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kurt Lewin, yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam satu siklus tindakan. Subjek penelitian adalah delapan siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui pre test dan post-test, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan setelah penerapan model Jigsaw. Siswa menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan bertanggung jawab melalui kegiatan kelompok ahli dan rumah, serta bimbingan sejawat dan pembelajaran berbasis kasus. Seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar pada post-test, melebihi kriteria keberhasilan yang telah ditentukan. Temuan ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif meningkatkan aspek kognitif, sosial, dan aktivitas belajar dalam pembelajaran Fiqih Muamalah tingkat madrasah. This study aims to improve students’ learning outcomes in Muamalah Fiqh through the implementation of a Jigsaw-type cooperative learning module in class XI of MA Bait Qurany. Conventional, teacher-centered learning methods have led to low student participation and limited understanding of complex Muamalah Fiqh concepts. This research employed Classroom Action Research (CAR) based on Kurt Lewin’s model, consisting of planning, action, observation, and reflection in a single action cycle. The subjects were eight class XI students. Data were collected through pre-tests and post-tests, observations, and documentation. The results showed a significant improvement in students’ learning outcomes after the application of the Jigsaw model. Students became more active, collaborative, and responsible through expert and home group activities, as well as peer tutoring and case-based learning. All students achieved learning mastery in the post-test, exceeding the predetermined success criteria. These findings indicate that the Jigsaw-type cooperative learning module is effective in improving cognitive, social, and learning activity aspects in Muamalah Fiqh learning at the madrasah level.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP NILA-NILAI MODERASI BERAGAMA DARI DAKWAH MEDIA SOSIAL TIKTOK Rosfiani, Okta; Aulia, Vina; Fadhillah, Muhammad Rizky; A'zizah, Hikmatussalmah Nur; Maulana, Rijal; Islami, Muhammad Ridwan Al; Zamany, Alfia Zahra
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8861

Abstract

ABSTRACT The social media platform TikTok has become a significant medium for Islamic  preaching (dakwah), particularly among Generation Z. This quantitative study aims to analyze Generation Z's perceptions of religious moderation values conveyed through dakwah content on TikTok. Religious moderation in this study is understood as an attitude emphasizing balance, tolerance, non-violence, and harmony in religious life. The research uses a descriptive quantitative approach with a survey method. Data was collected through an online questionnaire distributed to 100 Generation Z respondents (born 1997-2012) who actively use TikTok and have been exposed to dakwah content on the platform. The results show that, in general, Generation Z's perceptions of the religious moderation values conveyed through TikTok dakwah tend to be positive. Most respondents view that the dakwah content they encounter emphasizes values of compassion, interfaith tolerance, and the rejection of radicalism. However, the findings also reveal variations in perception. On one hand, dakwah content presented creatively and in an accessible manner is considered effective in conveying messages of moderation. On the other hand, some respondents expressed skepticism regarding the depth of the material and concerns about the potential for oversimplified delivery or even the existence of dakwah content with exclusive nuances. The implication of this research is the importance for digital religious communicators to pay more attention to source credibility, depth of substance, and communication strategies that are creative yet comprehensive in spreading religious moderation values, so that the messages conveyed are not only viral but also foster a complete and balanced understanding for Generation Z. ABSTRAK Media sosial TikTok telah menjadi platform dakwah yang signifikan, terutama di kalangan Generasi Z. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis persepsi Generasi Z terhadap nilai-nilai moderasi beragama yang disampaikan melalui konten dakwah di TikTok. Moderasi beragama dalam studi ini dipahami sebagai sikap yang menekankan keseimbangan, toleransi, anti-kekerasan, dan keselarasan dalam kehidupan beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 100 responden Generasi Z (kelahiran 1997-2012) yang aktif menggunakan TikTok dan pernah terpapar konten dakwah di platform tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, persepsi Generasi Z terhadap nilai moderasi beragama dari dakwah TikTok cenderung positif. Sebagian besar responden memandang bahwa konten dakwah yang mereka temui lebih banyak menekankan pada nilai-nilai kerahmatan, toleransi antarumat beragama, dan penolakan terhadap radikalisme. Namun, temuan juga mengungkap adanya variasi persepsi. Di satu sisi, konten dakwah yang disajikan secara kreatif dan ringan dinilai efektif dalam menyampaikan pesan moderasi. Di sisi lain, sebagian responden menyatakan skeptisisme terhadap kedalaman materi dan kekhawatiran terhadap potensi penyampaian yang terlalu simplistik atau bahkan adanya konten dakwah yang justru bernuansa eksklusif. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya para pendakwah digital untuk lebih memperhatikan kredibilitas sumber, kedalaman substansi, dan strategi komunikasi yang kreatif namun tetap menyeluruh dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama.
Implementasi kurikulum Merdeka melalui Profil Pelajar Pancasila dalam menguatkan karakter siswa SMPN 178 JAKARTA Okta Rosfiani; Nisrina Maisun; Fatimah Azzahra; Ariansyah Ariansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1666

Abstract

Despite its importance in developing students' character within the current educational environment, there is a scarcity of research on how the Merdeka Curriculum is applied in conjunction with the Profile of Pancasila Students in junior high schools.high schools, which is what inspired this study. In order to improve character education, the study intends to investigate how teachers and students internalize and put into practice the values found in the Pancasila Student Profile.A qualitative descriptive method was employed, involving teachers and students from chosen public junior high schools, selected through intentional sampling. Data were collected using observation, documentation, and in-depth interviews, and analyzed using thematic analysis. The discoveries uncover that the execution of the Merdeka Educational programs through the six measurements of Students' discipline, empathy, and responsibility are positively impacted by the Pancasila Understudy Profile's confidence and dedication, global diversity, shared involvement, autonomy, basic consideration, and inventiveness. Nonetheless, there are still issues with instructors' comprehension and support networks. The study comes to the conclusion that a comprehensive and consistent strategy is necessary for character education using this curriculum.Theoretically, this research contributes to the understanding of curriculum implementation From the viewpoint of character development, it offers suggestions for schools to enhance internal cooperation and improve teacher training. Further studies are suggested to investigate the lasting effects of this method in various educational settings
Efektivitas Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Snowball atas Kemampuan Keterampilan Berpikir Kritis terhadap Sekolah Menengah Pertama Rosfiani, Okta; Zamany, Alfia Zahra; Ismiati, Mely; Sofiyurrahman, Muhammad; Rojaq, Sahid Muhammad
TSAQOFAH Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i4.6296

Abstract

Modern education demands the development of critical thinking skills as an essential component of the learning process. This study aims to analyze the effectiveness of the Cooperative Learning model of the Snowball Throwing type in enhancing critical thinking skills among junior high school (SMP) students. Employing a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews, participatory observations, and document analysis involving teachers and students. The findings indicate that the Snowball Throwing model significantly improves students’ critical thinking abilities, particularly in problem analysis, constructing logical arguments, and objectively evaluating opinions. The activity of throwing questions and engaging in group discussions fosters a collaborative learning environment that encourages active student participation. Key findings include increased social interaction and depth of thinking, effective heterogeneous group division, and challenges such as classroom noise, low confidence among introverted students, and technical difficulties like illegible handwriting. Proposed solutions involve strengthening classroom management, utilizing digital media, and creating a more inclusive learning atmosphere. This study emphasizes the importance of teacher training in classroom management and critical questioning techniques, as well as the need for innovative learning media. The findings support Johnson and Johnson’s (2017) cooperative learning theory and previous research, recommending contextual application of this model alongside the development of mixed-methods approaches for broader generalization.
Co-Authors A'zizah, Hikmatussalmah Nur AA Sudharmawan, AA Abdullah, Ayatullah Said Abdultawab, Mohamed Metwaly Abidzar Algifari Abrar-ul-Hassan, Shahid Achie, Nisbun Achmad Abdur Rozaq Adlan Fauzi Lubis Aeni , Syafrina Zahratul Afandy Muharrom Agil, Pujoseno Agustin, Cahya Lestari Ahmad Fauzan Ahmad Harlan Fahrurozi Ahmad Miftahfarid Ain, Siti Qurrotul Aina Mardiyah Aini, Mutia Nur Aini, Zahratul Akbar, Ma’ruf Al Islami, M Ridwan Al-Fajry, Moh Faiz Al-Fikri, M. Abdu Al-Ghifari, Abizar Al-Iklatussolehah, Dwi Putri Al-Kafi, Muhammad Caesar Alamsyah, Najwa Aqiylah Putri Alfarisi, Usman Alfian, Nabil Alif, Muhammad Fikram Amelia Fitri Aminah, Nur Amiruddin, Nurannisa Rahmadani Amos Neolaka Amraini , Iqra Ananda, M. Rizqi Ananda, Rizky Mulya Andri, Eldrida Andriyansyah, Muhammad Angellika, Putri Anggreini, Novita Angkasa Putra Mandala Guna Anisa Anggraeni, Anisa Anjani, Lalita Shafa Aprilliano, M. Ravito Atmajaya Ardiyanti, Heni Ariansyah Ariansyah Ariel, Muhammad Aripin, Bustamil Assyifa Kamila Astri Sutisnawati Atmaja, Julia Vikri Dwi Aulia, Hasanah Aulia, Muhammad Hanif Aulia, Suci Syakila Aulia, Vina Avisena, Dimas Lutfi Azaly, Intan Azis, Muhamad Faisal King Abdul Azkiya, Silvy Nada Azzahra, Nesya Bakry, M. Haikal Basyarahil, Ammar Muhzim Cahya Lestari Agustin Cahyani, Diah Gita Cecep Rahman Hermawan Chaerani, Hana Chairil Raddin Cika Auliya Nurrohmah Daffa, Tajaufa Maulitaj Danisa Amalia Sidqi Dasyani , Anita Daulay, Raju Gusti Denia Agustina Putri Denis Ramadhan Devanita Novia Ardana Devansyah, Azriel Dewi Sukma Dzakira, Abidah Elfia Zahra Elfirza Elfirza, Elfirza Ernawan, Reyhan Fachrezy Fadhilah, Sahra Fadhillah, Muhammad Rizky Fadil, Labib Faizhikam Arham Fajar, Muhamad Fajriani, Nurul Fakhrurazi Fakhrurazi, Fakhrurazi Fardhan Zahid Musyaffa Farida, Zulpa Fashila, Shifa Annazwa Fatayaturrohmah, Naila Syafa Fatimah Azzahra Fatimah Azzahra Faturrahman, Radja Fauza Rizqiya Fauzi, Muhammad Akmal Fauziah, Iven Nabila Fawaz, Ataya Thalita Febriansyah, Malika Febriansyah, Vicky Feliana Pramesdita Amelia Fikriyah, Nur Firdaus, Kesha Irsyad Firliansyah, Farhan Fitrha Ramadhan Fuadah, Syifa Fitri Fuadah Furqon, Sayyid Ali Gani, Irfan Abdul Ghufron Syakaril Gula, Rajiv Nazry Faizullah Sina Gunawan Santoso Gunawan Santoso Gunawan Santoso Habib, Izzul Habibi, Ilyas Hafnida, Tri Widya Haidir, Narulita Kinandhani Hakim, Muhammad Roby Hanif, Farhan Nur Hasan, Nailah Najwa Hasbi Ramadhan Hawari, Sulthan Helmi Fathurrahman, Helmi Hendrayani, Dini Hermawan, Cecep Maman Hermawan, Cecep Maman Hermawan Hermawan, M Cecep Maman Heryana, Rafi Muzaki Heryawan, Zaidan Nur Hesti Hesti Hibrizi Adzin Hizrian Nugraha Husain, Fajar Nur Husni Mubarok Husnul Hanifah Kamawi Putri Ibnu Azie Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Farida Ikbal Story, Khairunisa Ikhwan, Rafi Ilham Asyam Fajariyanto Wisnu Intan Aprillia Iqbal, Ros Muhammad Irawan, Miko Dwi Irfan Abdul Gani Irma Saraswati Irma Srirantika Irmanika, Ananta Islami, Muhammad Randy Islami, Muhammad Ridwan Al Ismiati, Mely Itsnaini, Muhammad Fahmi Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jalalludin, Imam Kamil, Moh Nizham Kartika, Rini Fatma Kevin Dilly Junior Khaerani, Najwa Putri Khairunnisa, Hafidzah Khamdi Iskandar Khiyarannahari, David Kirana, Andi Ade Diandra Komala, Vivi Kuswiyanti, Tanti Sri Lalita Shafa Anjani Lestari, Lisa Puji Lestari, Selvia Lukman Effendy, Lukman Lutfiyanti, Azizah M. Abdul Halim M. Ardiansyah M. Ashar M. Azzami, Andi M. Fadhlurrahman M. Mu’thasim Billah Mahmudin Sudin Manal, Muhammad Sahlul Mandala Guna, Angkasa Putra Mansyuroh, Lailatul Mardiyah Mardiyah Marshinta, Adlia Marthazilla Febby Ahmad Maryatih, Maryatih Maulana, Azkiya Maulana, Rijal Ma’ruf Akbar Miftah Farid Miko Dwi Irawan Mohamed Metwaly Abdultawab Mubarak, M. Abdul Muchtar, Ahmad Dedi Muhammad Fachri Muhammad Farhan Muhammad Farhan Muhammad Iqbal Fahrezi Muhammad Randy Islami Muhammad Ridho Muhammad Ridwan Muhammad Rozaktana Muhayyar, Matlaul Mustofa, Miftakhul Ilmi Nabila, Putri Syifa Nabilla, Raysha Nadia Nadia Nadiah Rohadatul Aisy Shabri Nadillah, Lulu Nisa, Nur Azka Aulia Nisrina Maisun Ni’mah Fauziah Novi Roismiati Nur Elizah, Siti Nuraini, Aisyah Nuraini, Tri Nurcahyati, Ai Nurdianto, Wahyu Panduwardana, Syahputra Pohan, Fela Dewita Prasetya, Johan Ade Pratama, Ruchlan Putra Prawira, Azka Putra Purnama, Muhammad Anjas Lapiatul Putra, Putra Putri Ratu Bilqis El Amini Putri Ratu Bilqis El-Amini Putri, Alviana Putri, Husnul Hanifah Kamawi Putri, Nayaka Zahrani Rachman , Muhammad Rafly Nur Rachmawati, Anida Rahayu, Ade Ratna Putri Rahayu, Lisda Rahmah, Aqila Azizah Rahman, Putri Aulia Rahman, Ridwan Nur Rajab, Farazy Ramadhan, Agiel Ramadhan, M. Rizki Ramadhanti, Elsa Rani Sheilla Ray, M. Hapis Razaq, Fidi Razaq, Sahid Muhammad Rifaldi, Rafly Purnama Rifqi Garibaldi Khamaini Rihadatu Alifia Riki Rinaldi Riswandi, Fajar Rizky Ramadhan, Rizky Rizky, Marsyah Qoriatul Rizqiya, Fauza Robbi, Abdan Sabili Rojaq, Sahid Muhammad Romlah Roswati, Siti Sabila, Salsa Sabili, Kholil Ahmad Sabina Nur Ghofiya Saddam, Anargya Safitri, Dhea Safitri, Farah Sani Sahara, Allma Saidah, Alimah Zaini Saidah, Marwatu Saidah, Rafika Kauna Saiidah, Rihlah Salsabiila, Syifa Salsabila, Ratih Salsabila Salsabila, Rizka Putri Sani Syafitri, Farah Santoso, Nisrina Azizah Sapitri, Intan Saputra, Galang Rafly Yus Saputra, Levi Elo Saskia Rachman Satrio Anugrah, Satrio Sayyida nafisa Selfiani Selvita, Amanda Sendi, Rama Putra Arya Shafa Faizani Nurhaliza Shahid Abrar-ul-Hassan Shaputra, Rizki Sheilla, Rani Sidqi, Danisa Amalia Silvia Fitriani Sinta Bella Siti Nur Elizah Siti Roswati Sofiyah Sofiyah Sofiyurrahman, Muhammad Solly Aryza Sri Mulyani Maisaroh Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Story, Siti Asmarwah Abd Sudin, Mahmudin Sukmana, Bayu Sulthan Hawari Sumanior, Saumi Suparjo, Kemal Fauzan Syafa, Naila Syafi, Muhammad Syahputra, Muhammad Faizal Ilham Ryannico Syahro, Alfiansyah Syaikhoni, Muhammad Aril Syamsudin Syamsudin Syamsudin Abdullah Syamsudin Abdullah, Syamsudin Syarifah, Nanda Zakiyah Syifa Fitri Fuadah Fuadah Tajaufa Maulitaj Daffa Tanjung Essa Tanti Sri Kuswiyanti Tanti Sri Kuswiyanti Thoharroh, Ridho Nur Tu Zahroh, Siti Fatimah Turiskia, Fitra Ubaidillah, Muhammad Adhib Umaliah, Hiffatul Viallo, Wa Ode Adelia Citra Wafa, Nurul Wafi, Muhammad Zaim Wahyu Nurdianto Wardoyo, Verrel Attarik Wawan Setiawan Windu Syaeful Ridwan Wisnu, Ilham Asyam Fajariyanto Wulan, Dewi Yanti Oktaviani Yaqutah, Akmal Yelviani, Desya Asyifa Yoga, Aldian Yusup Zulfikar Zahraningtyas, Firda Zahraningtyas, Firdha Zahratul Aini Zahroh, Siti Fatimah Tu Zaky, Fauzan Zalsa Amalia Putri Zamany, Alfia Zahra Zaqyatul Fitri Zidni, Zahwa Zihni, Kayla Yusrina Zulfa, Aqila Zulfikar, Ahmad Farhan Zulfikar, Yusup ‘Azzah Amirah, Liza