Claim Missing Document
Check
Articles

Jerami Jagung untuk Memperbaiki Distribusi Pori Tanah Berpasir dari Kebun Kopi Rakyat di Desa Bambang Kecamatan Wajak, Malang Salma, Siti; Latifah, Hanif; Rahmanda, Muhammad; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.03

Abstract

Tanah berpasir biasanya dikenal memiliki karakteristik yang kurang baik seperti tekstur kasar, berat jenis tinggi, struktur gembur, porositas tinggi, daya menahan air rendah dan miskin bahan organik. Desa Bambang yang terletak di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah dengan karakteristik tanah bertekstur berpasir. Tekstur berpasir dan porositasnya yang didominasi oleh pori-pori makro mengakibatkan tanah ini memiliki daya menahan air yang rendah. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pemberian bahan organik pada tanah berpasir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis jerami jangu terhadap berat jenis tanah, porositas total tanah dan sebaran pori tanah. Penelitian inkubasi tanah di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan sebagai berikut: (1) Tanah lapisan atas 0-30 cm tanpa jerami jagung, (2) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 5 Mg.ha-1, (3) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 10 Mg.ha-1, (4) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 15 Mg.ha-1, dan (5) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 20 Mg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jerami jagung dosis 20 Mg.ha-1 pada tanah berpasir asal Desa Bambang Kecamatan Wajak dapat memperbaiki sifat fisik tanah berpasir yaitu menurunkan berat jenis tanah, meningkatkan porositas total tanah, serta meningkatkan pori meso, pori mikro dan mengurangi pori makro tanah.
Kompos Kulit Buah Kopi untuk Memperbaiki Subsoil Inceptisol di Kebun Kopi Desa Bangelan, Wonosari , Kabupaten Malang Risdawati, Nadya; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Safira, Nabilla; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.02

Abstract

Penelitian inkubasi tanah dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompos sekam kopi terhadap kadar SOC dan P-tersedia pada lapisan tanah bawah inceptisol kebun kopi Desa Bangelan Malang. Penelitian inkubasi tanah dilakukan dengan menggunakan sampel lapisan tanah bawah yang diberi kompos sekam kopi, dan diinkubasi selama kurang lebih 16 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH Hâ‚‚O, pH KCl, C-organik tanah, P-Total dan P-Tersedia pada tanah yang telah diinkubasi selama 16 minggu dipengaruhi oleh takaran kompos sekam kopi. Pemberian kompos sekam kopi berpengaruh nyata terhadap kadar pH, C-Organik, dan P-Tersedia pada sampel tanah yang diambil pada kedalaman 30-60 cm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian kompos sekam kopi sebaiknya diberikan pada tanah perkebunan kopi pada kedalaman tertentu antara 0-60 cm.
Teknologi Lubang Resapan Biopori Berbahan Organik (LRBO) Memperbaiki Kualitas Tanah Kebun Jeruk , di BPSI Jestro, Tlekung, Batu Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Hanuf, Atiqah Aulia; Soemarno, Soemarno; Meidina, Adella Anggi; Cahyani, Erika Putri Ika
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.02

Abstract

Inceptisol memiliki karakteristik khusus, yaitu rendahnya bahan organik. Masalah kimia lain dari inceptisol meliputi pH asam, kadar liat tinggi, dan pencucian unsur hara di lapisan permukaan tanah. Aplikasi kompos organik ke dalam tanah dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi lubang resapan biopori (BIH) dengan kompos organik pada berbagai dosis terhadap KTK tanah, C organik, N total, rasio C/N dan pH tanah tanah Inceptisol di Kebun Jeruk Lemon BPSI Jestro, Batu. Perlakuan yang diuji adalah P0 (kontrol, tanpa BIH, tanpa kompos), P1 (BIH kosong), P2 (BIH dengan dosis kompos 5 Mg.ha-1), P3 (BIH dengan dosis kompos 10 Mg.ha-1), P4 (BIH dengan dosis kompos 15 Mg.ha-1), P5 (BIH dengan dosis kompos 20 Mg.ha-1). Keenam perlakuan disusun dalam rancangan kelompok acak lengkap dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos pada BIH dapat meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, kandungan C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah lapisan atas dan bawah. Pemberian kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 merupakan perlakuan terbaik dan mampu meningkatkan KTK, C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah pada pengamatan 5 kedalaman TBS yaitu 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Perlakuan kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 dapat meningkatkan kandungan klorofil daun jeruk sebesar 789,23 μmol.m-2 atau meningkat sebesar 20,06% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Terdapat hubungan yang signifikan antara kandungan klorofil daun jeruk dengan KTK tanah, kandungan N-total, C-organik, dan pH H2O. 
Teknologi Pengelolaan Tanaman Budidaya Di ATP (Agro Techno Park) Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kabupaten Malang Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.04

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari budidaya tanaman melon dan tomat di rumah kaca ATP Jatikerto dengan media tanam dalam polybag atau pot plastik. Dua jenis tanaman yang dibudidayakan di lahan ATP Jatikerto adalah melon emas dan tomat cherry, kedua jenis tanaman tersebut ditanam pada media tanam dalam polybag atau pot hingga buah dipanen. Teknologi budidaya tanaman meliputi tahapan penyemaian, pembibitan, penanaman bibit, pemeliharaan tanaman dalam polybag atau pot di rumah kaca yaitu tanaman melon dan tanaman tomat. Teknologi budidaya tanaman tomat-cherry meliputi penyiapan media tanam, penyemaian benih, pemindahan bibit ke polybag, pemasangan ajir, penyiraman, pemupukan, pemotongan tunas air, dan penyiangan.
Kompos dalam Lubang Resapan Biopori (LRB) memperbaiki Ketahanan Penetrasi Tanah subsoil di Kebun Jeruk Lemon (Citrus limon) BSIP Jestro Desa Tlekung, Kota Batu Albert, Dethan Johanson; Hanuf, Atiqah Aulia; Soemarno, Soemarno; Fanshuri, Buyung Al
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.01.03

Abstract

Jeruk lemon (Citrus limon) merupakan tanaman hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi. Produksi jeruk lemon (Citrus limon) di Kota Malang, Jawa Timur mengalami penurunan (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2022). Penurunan produksi jeruk lemon disebabkan oleh budidaya yang tidak tepat, degradasi media tanam tanah tempat tanaman jeruk lemon tumbuh. Tingkat pemadatan tanah dipengaruhi oleh tingkat tahanan penetrasi tanah karena tahanan penetrasi merupakan indikasi kemampuan penetrasi akar ke dalam tanah. Sehingga diperlukan upaya penyediaan bahan organik seperti pemberian kompos organik pada lubang resapan biopori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lubang resapan biopori (kedalaman 40 cm) dengan kompos organik terhadap sifat fisik tanah (berat jenis, porositas tanah, kadar air dan tahanan penetrasi) dan sifat kimia tanah (kadar c-organik) dalam upaya menurunkan tahanan penetrasi tanah. Kegiatan penelitian dilaksanakan di kebun jeruk lemon produktif. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 6 perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuannya adalah: P0 (kontrol), P1 (lubang resapan biopori kosong), P2 (lubang resapan biopori + 5 ton.ha-1 kompos), P3 (biopori + 10 ton.ha-1 kompos), P4 (lubang resapan biopori + 15 ton.ha-1 kompos), P5 (lubang resapan biopori + 20 ton.ha-1 kompos). Parameter yang diamati pada 1 dan 6 bulan setelah aplikasi perlakuan meliputi berat jenis tanah, porositas tanah, kadar air tanah, daya tahan penetrasi tanah dan kandungan C-organik tanah. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Varians (ANOVA) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). taraf 5% dengan aplikasi SPSS. Dilanjutkan dengan korelasi kemudian regresi linier sederhana dan berganda. Aplikasi kompos dengan dosis 20 ton.ha-1 pada lubang resapan biopori (P5) sebagai perlakuan terbaik dalam menurunkan daya tahan penetrasi tanah lapisan tanah bawah (kedalaman 30-60 cm).
Kemantapan Agregat Tanah Lapisan Bawah (Subsoil) Pada Kebun Kopi Rakyat Di Lereng Gunung Kawi Bagian Selatan Sholikah, Dinna Hadi; Habiby, Ahmad Nur; Baghaswara, Aditya; Kurniawan, Bagus; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.01.04

Abstract

Kebun kopi rakyat jenis Robusta menempati areal yang luas di lereng selatan gunung Kawi dengan rata-rata produktivitasnya masih rendah. Pada musim kemarau Panjang tanaman kopi menunjukkan gejala cekaman air seperti daun menguning dan gugur daun, serta perkembangan buah dna biji kopi yang tidak sempurna. Hal ini diduga ada kaitannya dengan karakteristik tanah subsoil yang tidak mampu mensuplai air bagi akar tanaman kopi.Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kemantapan agregat tanah subsoil dan karakteristik fisika tanah yang terkait dnegan pertumbuhan dan produksi kopi .Survei lapangan dilakukan di 10 lokasi kebun kopi rakyat jenis Robusta dengan umur tanaman yang berbeda-beda. Petak pengamatan berukuran 10 m x 10 m kebun kopi rakyat produktif, sampel tanah diambil pada kedalamaan tanah 30 – 60 cm  di bawah lingkaran tajuk pohon kopi. Parameter pengamatan meliputi karakteristik fisika tanah, karakteristik pohon kopi dan rata-rata produksi pohon kopi sampel di setiap petak pengamatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemantapan agregat tanah pada kedalaman 30-60 cm tergolong pada kelas ” Sangat-Stabil”. Kemantapan agregat tanah ini memiliki hubungan yang erat dengan porositas tanah, kapasitas lapang dan  kandungan fraksi liat. Kemantapan agregat tanah pada kedalaman 30-60 cm berkorelasi signifikan dengan produktivitas tanaman kopi.
Serasah Kebun Untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah Berpasir Di Kebun Kopi Rakyat Tadah Hujan Ifadah, Nisfi Fariatul; Faradilla, Santi; Soemarno, Soemarno; Safira, Nabila; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.01.02

Abstract

Tanah berpasir di perkebunan kopi rakyat memiliki kendala tanah utama berupa rendahnya kandungan C-organik dan rendahnya kapasitas tukar kation (KTK). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian serasah kebun pada tanah berpasir perkebunan kopi rakyat terhadap kandungan C organik dan KTK tanah.Penelitian inkubasi tanah menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan delapan perlakuan dan empat kali ulangan. Faktor pertama adalah sampel tanah (Topsoil dan Subsoil), faktor kedua adalah dosis serasah (0, 5, 10, 20 ton.ha-1). Penelitian dilakukan di rumah kaca selama 16 minggu, pengamatan tanah meliputi pH tanah, kandungan C-organik, KTK tanah, kandungan N total, P tersedia dan K tersedia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serasah kebun (dosis serasah setara dengan 20 ton.ha-1) pada tanah lempung berpasir dari perkebunan kopi rakyat dapat meningkatkan nilai KTK dan kandungan bahan organik tanah topsoil dan subsoil.
Pemanfaatan Pupuk Kandang Sapi Untuk Meningkatkan Kemampuan Tanah Berpasir Menyimpan Air Di Kebun Kopi Rakyat Septiani, Deva Eka; Aulia, Siti Salma; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.01

Abstract

Tanah berpasir di kebun kopi rakyat mempunyai kemampuan sangat rendah untuk menyimpan air, sehingga sering terjadi cekaman air pada tanaman kopi di musim kemarau dengan dampak serius pada produktivitas tanaman.  Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahgui efek pupuk kandang sapi terhadap peningkatan kapasitas air tersedia (KAT) tanah berpasir (topsoil dan subsoil) yang diambil dari kebun kopi rakyat di Desa Bambang, Wajak.  Penelitian inkubasi tanah selama 16 minggu di rumahkaca Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan delapan perlakuan kombinasi, yaitu tanah berpasir dengan dua kedalaman (K1: 0-30 cm, K2: 30-60 cm), dikombinasikan dnegan tiga dosis pupuk kandang sapi (D0: 0 ton.ha-1; D1: 10 ton.ha-1, D2: 20 ton.ha-1, D3: 30 ton.ha-1), setiap perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kandang sapi hingga dosis setara 30 ton.ha-1 ke tanah berpasir (topsoil dan subsoil) dapat menurunkan bobot isi (BI) tanah, meningkatkan porositas tanah, meningkatkan kadar air pF 2,5, pF 4,2 dan kapasitas air tersedia (KAT). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan pupuk kandang sapi dapat meningkatkan nilai KAT (atau pF 2.5 – pF 4.2) tanah berpasir yang diambil dari lapisan atas (topsoil) dan lapisan bawah (subsoil) di kebun kopi rakyat.
Bahan Organik Dalam Lubang Resapan Biopori (Lrb) Untuk Meningkatkan Ketersediaan Kalium Subsoil Di Kebun Kopi Mutiasari, Faizah; Santi, Faradila; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.03

Abstract

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar minum kopi. Salah satu permasalahan pada perkebunan kopi rakyat adalah tingginya laju erosi tanah dan limpasan permukaan yang mengakibatkan hilangnya unsur hara dan bahan organik tanah. Rendahnya kandungan bahan organik dan unsur hara tanah berdampak pada rendahnya produktivitas perkebunan kopi rakyat. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian bahan organik pada lubang resapan biopori (BIH-30 cm) pada zona perakaran kopi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan ketersediaan unsur hara pada lapisan tanah bawah.Penelitian lapangan pada perkebunan kopi Robusta (umur 7-10 tahun) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah: P0 (Kontrol); BK (BIH Kosong); PKK1 (BIH + Pupuk Kandang Kambing 10 Mg.ha-1); PKK2 (BIH + Pupuk Kandang Kambing 20 Mg.ha-1; PK1 (BIH + Kompos 10 Mg.ha-1); PK2 (BIH + Kompos 20 Mg.ha-1). Pengamatan karakteristik tanah (K, Na, Ca, Mg, KTK, C-Organik) dan tanaman kopi (tinggi tanaman, jumlah daun, dan kandungan klorofil daun) dilakukan pada 1 dan 6 bulan setelah aplikasi perlakuan (MAA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang kambing 20 Mg.ha-1 pada BIH30 cm menghasilkan karakteristik tanah (lapisan tanah 30-60 cm) dan pertumbuhan tanaman kopi yang lebih baik dibandingkan dengan semua perlakuan lainnya. Kandungan bahan organik tanah berkorelasi positif dengan kandungan K-exch dan KTK tanah pada kedalaman 30-60 cm.
Indeks Lengas Tanah (Ilt) dan Indeks Kerapatan Vegetasi (Ndvi) Sebagai Penduga Produksi Kopi Di Kebun Kopi Bangelan, Kabupaten Malang, Jawa Timur Riezta, Saniya; Almira, Almira; Ayu, Febri; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno; Bushron, Raushanfikr
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.01.05

Abstract

Perkebunan kopi tadah hujan mengandalkan suplai air hujan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman kopi, sehingga ketersediaan air dalam tanah sangat penting. Sementara itu, pengukuran dan pemantauan ketersediaan air dalam tanah memerlukan waktu dan biaya yang mahal, sehingga diperlukan metode yang murah, cepat dan akurat untuk memantau status ketersediaan air tanah pada perkebunan kopi. Soil Moisture Index (SMI) merupakan metode yang dapat digunakan untuk menaksir status kelembaban tanah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk menaksir nilai NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan LST (land surface temperature). Indeks NDVI dan LST digunakan untuk menaksir SMI pada suatu lokasi tertentu, seperti perkebunan kopi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) SMI (soil moisture index), LST, dan NDVI, (2) hubungan antara SMI (Remote sensing) dan SMI (Field survey), dan (3) hubungan antara SMI, NDVI dan produksi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) indeks kelembaban tanah (IMT) perkebunan kopi Bangelan pada fase pematangan buah kopi tergolong “Sedang” hingga “Tinggi”. (2) indeks kerapatan vegetasi (NDVI) perkebunan kopi Bangelan pada fase pematangan buah kopi tergolong “Sedang” hingga “Tinggi”. (3) Metode SMI-Remote dapat digunakan untuk menduga kelembaban tanah perkebunan kopi, menggantikan metode SMI-Field. (4) SMI-Remote dan NDVI pada fase pematangan buah kopi merupakan prediktor yang baik untuk menduga produksi kopi pada saat panen. Persamaan regresinya adalah: Prod = 19857,69 +16049,00 IMTremote + 4096,26 NDVI (R^2 = 0,8173; Sig F = 0,0000005).
Co-Authors Abdul Wahid Hasyim Achmad Wicaksono Agus Suryanto Agustina, Rohmatin Ahadi, Muhammad Yanuar AHS Salendu, AHS Al Fanshuri, Buyung Al Jauhari, Muhammad Rifqi Albert, Dethan Johanson Alfathin, Syifa Chairani Ali Sulaiman Alista, Febri Ayu Alivianisha Putri, Rr. Audry Almira, Almira Amin Leksono Amin Setyo Leksono Andreansyah, Bagas Andri Sanityoso Aniek Masrevaniah Anisa Zairina Anthon Efani Apriliani , Adini Ardhila Ayu Prasetyowati Arief Rachmansyah Ariessandi, Aldhi Lucky Asihing Kustanti Atikah Atikah Atikawati, Dini Aulia Hanuf, Atiqah Aulia, Siti Salma Aulia, Sitti Salma Ayu, Febri B Polii, B Baghaswara, Aditya Bagus Kurniawan, Bagus Bagyo Yanuwiadi Bambang Rahadi Bayyinatul Muchtaromah Bintang Arfani, Deva Fatira BS, Sumitro Burhamtoro Burhamtoro, Burhamtoro Bushron, Raushanfikr Cahyani, Erika Putri Ika Cahyo Prayogo, Cahyo Chatarina Umbul Wahyuni Chosa Zahro Fatiha Debora, Defrina Amanda Diana Arfiati Dimas Prabowo Harliando Dinna Hadi Sholikah Dwi Budi Santoso Edrial Evi Veronica Fanshuri, Buyung Al Faradilla, Santi Fitria, Lailatul FX Pridady Gamaruddin, Gamaruddin H. M. Sjaifoellah Noer Habiby, Ahmad Nur Hadi, Deby Wahyuning Halim, Lusiani Ferelia Hanuf, Atiqah Aulia Husada, Aldo Jetco Ieke Wulan Ayu Ifadah, Nisfi Fariatul Ifadah, Nisfi Faridatul Irenasari, Irenasari Irene Lestari Irsan Hasan Jasmita, Adellia Latifah, Hanif Laurentius Lesmana Lestari, Nina Dwi Lily Agustina Luchman Hakim Lutfi, M Wasilul Lutfi, M. Wasilul M. Bisri MA, Widodo Magfoedin, Moefid Maghfiroh, Zeny Larasati Diyah Maghfiroh, Zeny Larasati Dyah Mahdiyyah, Refi Erika Marsoedi Marsoedi Maryunani Maryunani, Maryunani Maulana Iksan, Ridho Meidina, Adella Anggi Mimit Primyastanto Mochammad Fattah, Mochammad Mohammad Mahmudi Mukhlisin, Ajral Muklisin, Ajral Mustofa, Haidar Jundi Mutiasari, Faizah Naufal, Raihan Nopriani, Leny Sri Novi Arfarita Novianty, Puput Cindy Nuddin Harahab Nugroho, Gabryna Auliya Nurin, Yusuf Mahadika Nurlita Indah Wahyuni, Nurlita Indah Nurul Akbar Pramesti, Gitri Ardia Pudji Purwanti Purwanti, Nelsa Kumala Dewi Putri, Rr. Audry Alivianisha Rahmanda, Muhammad Ramadhan, Muhammad Haniif Ramadhani, Muhammad Hibatullah Regina R. Butarbutar Retno Astuti Retno Suntari Riezta, Saniya Rino Alvani Gani Risdawati, Nadya Riyanto, Saniya Reizta Rony Irawanto Safira, Nabila Safira, Nabilla Sahri Muhammad Salma, Siti Sandra Dhesitta Putri, Sandra Dhesitta Sanita Suriani Santi, Faradila Saphira, Halyta Mega Saputra, Iwan Septiani, Deva Eka Sigit Wicaksono, Kurniawan Siti Mechram Sjaifoellah Noer Sri Sudaryanti, Sri Suarmaprasetya, Radifta Adika Sudiarso Sudiarso Sugeng Prijono Sugeng Priyono Suharjono Sukmajati, Muhammad Ramanda Sukmajati, Rahmanda Muhammad Sumedi Sumarsono Sutiman B. Sumitro Syarof, Zahrotun Naylis Syarof Sylviana, Desy Tafakresnanto, Chendy Tri Pamungkas, Rigel Ramadhan Unggul B. Husodo Usman Usman Wandansari, Niken Rani Wike Agustin Prima Dania Yanuhar, Uun Yogi Sugito Yulianti, Novi Dwi Yulma, Yulma Yumma, Alifia Yumna, Alifa Yuni Agung Nugroho Yunita, Norma Yuswono Hadi Zaenal Kusuma