Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan pengetahuan petani padi terhadap pemupukan berimbang di kabupaten Klungkung, Bali Wandansari, Niken Rani; Sylviana, Desy; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.02

Abstract

Pemupukan berimbang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara dalam tanah guna meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, dengan dilandasi ketepatan dalan jenis, dosis, waktu, dan cara pemupukan. Penetapan dosis pupuk hendaknya berdasarkan pada tingkat kesuburan tanah serta kebutuhan hara tanaman. Namun demikian sebagian besar petani masih menerapkan pemupukan secara berlebihan, terutama penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya padi sawah. Petani berasumsi bahwa semakin banyak pupuk (urea) yang diberikan, semakin hijau tanamanannya dan semakin tinggi produksi gabah yang dihasilkan. Ketergantungan terhadap pupuk anorganik dialami petani di kecamatan Klungkung, kabupaten Klungkung, Bali. Kebiasaan tersebut berdampak negatif pada kesuburan tanah dan keberlanjutan pertanian, serta peningkatan biaya produksi. Dengan demikian perlu dilakukan penyuluhan untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani dan perubahannya mengenai pemupukan berimbang pada budidaya padi sawah. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani padi dilakukan dengan uji-t dan penyebaran kuisioner kepada 25 petani. Skala pengukuran yang digunakan yaitu skala guttman. Berdasarkan hasil kuisioner dan uji-t diketahui bahwa tingkat pengetahuan awal petani tentang pemupukan berimbang sebesar 45%, sedangkan peningkatan pengetahuan petani setelah dilakukan penyuluhan sebesar 32%.
Cadangan Karbon di Kebun Kopi Rakyat di Wilayah Wonosari, Kabupaten Malang Andreansyah, Bagas; Fitria, Lailatul; Al Jauhari, Muhammad Rifqi; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.03

Abstract

Perkebunan kopi rakyat menempati areal yang sangat luas dan kondisi vegetasi permanennya sangat beragam, hal ini mengindikasikan adanya cadangan karbon yang besar pada perkebunan kopi rakyat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menaksir cadangan karbon pada perkebunan kopi rakyat jenis Robusta, dan beberapa karakteristik vegetasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-destruktif dengan menggunakan model allometrik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa total cadangan karbon pada perkebunan kopi rakyat di lokasi penelitian sebesar 93,27 ton.ha-1, yang terdiri dari kategori AGB (di atas permukaan tanah) sebesar 49% dan kategori BGB (di bawah permukaan tanah) sebesar 51%. Tanaman kopi yang digunakan adalah jenis Liberica, dan Robusta, sedangkan pohon peneduhnya adalah Gliricidia sp., Leuceana sp., Musa sp., dan Albizia sp.. Empat tipe struktur vegetasi pada lokasi pengamatan adalah: (1) C. liberica dengan Gliricidia sp., (2) C. canephora dengan Gliricidia sp., (3) C. canephora dengan Leucaena sp., dan (4) C. canephora dengan Musa sp. 
Aplikasi Kapur Pertanian melalui Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Berpasir Masam Zona Perakaran di Kebun Kopi Rakyat Safira, Nabila; Alfathin, Syifa Chairani; Soemarno, Soemarno; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Aulia, Sitti Salma; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.08

Abstract

Tanaman kopi (Coffea sp.) memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat pedesaan. Kebun kopi rakyat menempati areal yang sangat luas, kondisinya sangat beragam dan produktivitasnya masih rendah. Kondisi tanah berpasir masam yang miskin unsur hara diduga menjadi  kendala utama rendahnya produktivitas kopi rakyat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh aplikasi kapur dalam lubang resapan biopori (LRB 40 cm) terhadap karakteristik tanah topsoil dan subsoil di kebun kopi rakyat di wilayah Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian lapangan melibatkan tujuh perlakuan, yaitu P0(Kontrol tanpa LRB), BK(LRB Kosong), KP1(LRB + AgLime dosis 1 ton ha-1), KP2 LRB + AgLime dosis 2 ton ha-1), KP3 LRB + AgLime dosis 3 ton ha-1), KP4 (LRB + AgLime dosis 4 ton ha-1), KP5 (LRB + AgLime dosis 5 ton ha-1). Setiap perlakuan diulang empat kali dalam rancangan acak kelompok. Petak perlakuan berukuran 12m x 12 m berisi 25 tanaman kopi dengan jarak tanam 3m x 3m, tiga tanaman kopi sampel berada di tengah petak , pada setiap tanaman sampel ini dipasang empat LRB. Pengamatan dilakukan 5 bulan setelah aplikasi (BSA) meliputi pH tanah, C-organik, N-total dan P-tersedia, Kadar P-daun, N-daun, klorofil daun dan produksi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kapur pertanian di lubang resapan biopori (LRB) dapat memperbaiki kualitas tanah dengan indikator peningkatan relatif kandungan C-organik sebesar 25.80 %, N-total sebesar 33.33 % dan P-Bray1 sebesar 34.51 % pada kedalaman tanah 0-60 cm dibandingkan kontrol.  Aplikasi kapur pertanian di LRB juga meningkatkan produksi kopi sebesar 40-45% dibandingkan kontrol.  Produksi tanaman kopi (Y) berhubungan erat dengan kandungan P-tersedia (0 – 20 cm) (X1), C-organik (20 – 40 cm) (X2), P-tersedia (40 – 60 cm) (X3), P-daun (X4) dan kandungan klorofil (X5) dengan urutan kontribusi pengaruh terhadap produksi kopi :  X1 > X3 > X4 > X2 > X5. 
Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Palawija Di Wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Yulianti, Novi Dwi; Maghfiroh, Zeny Larasati Dyah; Tafakresnanto, Chendy; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk lahan mencerminkan karakteristik bahan induk, kemiringan lereng, dan karakteristik tanah, sehingga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi lahan untuk menentukan kesesuaian lahan bagi produksi tanaman pangan. Kelas kesesuaian lahan ditentukan oleh faktor pembatas (constraint), sehingga tingkat kesesuaian lahan juga menunjukkan produktivitas lahan. Produktivitas lahan pertanian biasanya didefinisikan dalam jangka waktu satu tahun, sehingga melibatkan pola rotasi tanaman dalam setahun. Evaluasi dan analisis terhadap integrasi bentuk lahan, penggunaan lahan, kesesuaian lahan, dan produktivitas lahan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan penggunaan lahan yang direkomendasikan dan estimasi produktivitas lahan pada berbagai bentuk lahan. Evaluasi dilakukan di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas lahan yang tinggi terdapat pada bentuk lahan Aluvial dan Vulkanik dengan kelas kesesuaian lahan untuk palawija yaitu S1 dan S2. Bentuk lahan Aluvial dan Vulkanik dapat digunakan untuk pengembangan jagung, bawang merah, dan tembakau; sedangkan bentuk lahan Marin untuk pengembangan tambak ikan.
Evaluasi Lahan Di Wilayah Kecamatan Sukowono Untuk Tanaman Tembakau (Nicotina tabacum) Maghfiroh, Zeny Larasati Diyah; Husada, Aldo Jetco; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tembakau merupakan salah satu komoditas utama yang dibudidayakan di Kabupaten Sukowono. Sebagian besar penduduk di Kabupaten Sukowono merupakan petani tembakau. Evaluasi telah dilakukan hingga saat ini sebagai upaya peningkatan produktivitas dan mutu tembakau. Peningkatan produktivitas dan mutu tembakau sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim dan karakteristik lahan. Dalam pengembangan lokasi penanaman, perlu diperhatikan kesesuaian karakteristik lahan pada areal penanaman dengan persyaratan tumbuh tanaman tembakau. Dalam menentukan lahan yang berpotensi untuk dijadikan lahan tembakau, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) karena dapat mempermudah dalam mengetahui informasi mengenai suatu sumber daya lahan. Kegiatan evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui potensi lahan di wilayah Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember untuk tanaman tembakau. Sebaran spasial curah hujan di wilayah ini dilakukan dengan cara interpolasi data curah hujan tahunan rerata dari 3 stasiun pengukur hujan di lokasi. Kesesuaian curah hujan untuk pengembangan tanaman tembakau di wilayah ini berada pada kelas kesesuaian sangat sesuai (S1) atau faktor curah hujan di daerah penelitian bukan merupakan faktor pembatas bagi tanaman tembakau. Bulan kering di lokasi penelitian adalah 3 bulan, sehingga diperoleh kelas kesesuaian lahan aktual S1. Kelas kesesuaian iklim di lokasi penelitian jika dilihat dari aspek suhu diperoleh kelas kesesuaian iklim S1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lahan pertanian di Kecamatan Sukowono sangat sesuai untuk budidaya tanaman tembakau.
Analisis Kemantapan Agregat Tanah Lapisan Bawah (Subsoil) Di Kebun Kopi Robusta, Desa Bangelan, Kabupaten Malang Lutfi, M. Wasilul; Yumma, Alifia; Soemarno, Soemarno; Riyanto, Saniya Reizta
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tanah dasar merupakan salah satu indikator keberhasilan pertumbuhan dan produksi tanaman kopi. Salah satu faktor pendukung kualitas tanah adalah sifat fisik tanah, terutama pada stabilitas agregat tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat stabilitas agregat tanah dan hubungan antara stabilitas agregat tanah dengan sifat fisik tanah dasar lainnya serta terhadap produktivitas tanaman kopi. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan metode purposive soil sampling. Analisis stabilitas agregat tanah menggunakan metode wet sieving. Parameter dalam penelitian ini adalah stabilitas agregat tanah, porositas tanah, berat jenis, berat jenis, dan tekstur tanah berupa fraksi pasir, lanau dan liat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas agregat tanah pada beberapa kelas umur tanam kopi dan kedalaman tanah yang berbeda memiliki nilai stabilitas agregat tanah yang berbeda, tetapi semuanya tergolong "Sangat stabil". Stabilitas agregat tanah memiliki hubungan yang signifikan dengan beberapa sifat fisik tanah lainnya seperti bulk density, porositas, fraksi liat dan fraksi lanau. Selain itu, stabilitas agregat tanah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tanaman kopi.
Pertanian Vertikal sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Sempit di Kota Mojokerto Yulianti, Novi Dwi; Fitria, Lailatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekitar 67% penduduk Kota Mojokerto telah menerapkan teknologi vertical garden pada lahan sempit di wilayah kota, baik lahan milik pribadi (seperti pekarangan rumah) maupun lahan milik publik (lahan milik pemerintah dan instansi swasta).Beberapa vertical garden yang terdapat di Kota Mojokerto antara lain: (1). Vertical garden di pekarangan rumah atau pekarangan rumah (area permukiman); (2). Vertical garden di halaman kantor pemerintah dan swasta; (3). Vertical garden di lahan (ruang) sepanjang jalan raya kota; (4). Vertical garden di ruang terbuka hijau publik; (5). Vertical garden di lahan pertanian perkotaan.Jenis tanaman yang ditanam pada vertical garden antara lain tanaman hias, tanaman obat, tanaman pangan (sayur dan buah), dan lain-lain. Dari vertical garden ini masyarakat dan rumah tangga memperoleh manfaat langsung maupun tidak langsung untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Secara umum masyarakat telah memiliki pengetahuan mengenai teknologi pengelolaan vertical garden dan telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Deskripsi Morfologi Tanah di Kebun Percobaan Balittas Karangploso, Kabupaten Malang Suarmaprasetya, Radifta Adika; Yunita, Norma; Ramadhan, Muhammad Haniif; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi morfologi tanah merupakan kegiatan pengumpulan data berupa tanah yang akan digunakan dalam pengelolaan stasiun percobaan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS). Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melakukan survei pada lahan yang akan diolah secara cermat. Tujuan utama survei tanah adalah untuk memberikan informasi atau keterangan mengenai berbagai jenis tanah, sebarannya dan dapat menjadi bahan evaluasi lahan potensial untuk suatu penggunaan tertentu. Dengan karakteristik tanah yang berbeda-beda, hal ini menjadikan jenis tanah dan morfologi tanah sebagai acuan yang nantinya akan digunakan untuk menentukan pengelolaan tanah yang baik. Di stasiun percobaan BALITTAS terdapat kesamaan iklim, kemiringan lereng, bentuk lahan dan bahan induk, namun yang membedakan adalah dari penggunaan lahan berupa sawah dan lahan kering. Penutupan lahan berupa tebu, padi, agave, rami dan jati. Dengan menggunakan metode free grid, hal ini ditentukan melalui key area dengan membuat profil dan minipit tanah. Deskripsi dan evaluasi dilakukan untuk mengklasifikasikan morfologi tanah yang ada. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: (1). Titik pengamatan dilakukan pada lima lokasi penutup lahan yaitu tebu, padi, agave, rami dan jati putih. (2). Ordo tanah pada lokasi pengamatan tergolong Inceptisols. Ditemukan dua jenis tanah pada lokasi tersebut dan tergolong Oxyaquic Humudept; dan Typic Humudepts. (3). Penutup lahan dengan berbagai pengelolaan lahan mempengaruhi karakteristik kestabilan agregat tanah dan kesuburan tanah lapisan atas. (4). Pada lokasi lahan kering yang digunakan untuk persawahan ditemukan kondisi akuik, dengan karakteristik berupa redoks deplesi pada kedalaman 22-45 cm yang mengakibatkan nilai kroma rendah yaitu 2,0.
Model Pendugaan Lengas Tanah di Kebun Kopi Rakyat dengan Metode SMI (Soil Moisture Index ) Mukhlisin, Ajral; Irenasari, Irenasari; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu faktor pembatas dalam pertumbuhan dan produksi tanaman kopi. Apabila tanaman kopi mengalami kekurangan air, maka dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan pada tingkat kritis dapat mengakibatkan stres kekeringan dan kerusakan tanaman. Ketersediaan kadar air tanah dapat diperkirakan dari tingkat indeks kelembaban tanah. Pemantauan status kelembaban tanah dapat digunakan dalam perbaikan pengelolaan perkebunan kopi. Indeks Kelembaban Tanah (IKL) merupakan metode yang dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat kelembaban tanah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan nilai NDVI dan LST. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status dan sebaran kelembaban tanah pada perkebunan kopi; menganalisis hubungan antara indeks vegetasi dengan kelembaban tanah; dan hubungan antara status kelembaban tanah dengan metode IKL dengan kadar air tanah pada perkebunan kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kelembaban tanah dari citra Landsat 8 OLI/TIRS (X) mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan tingkat kelembaban tanah pada lokasi penelitian (Y): (Y = 7,499 X – 3,479; R2 = 0,78**). Disarankan agar metode SMI dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat kelembaban tanah di perkebunan kopi RobustaV
Profil Lengas Tanah Di Kebun Percobaan Kemiri Sunan, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang Saphira, Halyta Mega; Santoso, Budi; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi lahan merupakan suatu proses atau kegiatan untuk mengevaluasi kenampakan lahan untuk keperluan khusus seperti penilaian kebun Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kondisi profil kelembaban tanah. Penelitian dilakukan pada blok-blok Reutealis trisperma di kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Kalipare. Kondisi aktual profil kelembaban tanah diperoleh melalui penentuan tekstur, pengamatan permeabilitas tanah, pengukuran pF 0; 2,5 dan 4,2, serta berat jenis pada setiap lapisan tanah yang diperoleh dengan pembuatan minipit tanah di tengah-tengah blok Reutealis trisperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kelembaban tanah pada kedua lokasi pengamatan tergolong “Rendah” hingga “Sangat Rendah”. Profil kelembaban tanah pada lokasi 1 lebih baik dibandingkan dengan lokasi 2. Lokasi 1 merupakan perkebunan kemiri umur 6 tahun dan tanahnya bertekstur lempung, permeabilitas lebih baik dan pori-pori air tersedia lebih banyak, dibandingkan dengan lokasi 2 yang merupakan perkebunan kemiri umur 4 tahun.
Co-Authors Abdul Wahid Hasyim Achmad Wicaksono Agus Suryanto Agustina, Rohmatin Ahadi, Muhammad Yanuar AHS Salendu, AHS Al Fanshuri, Buyung Al Jauhari, Muhammad Rifqi Albert, Dethan Johanson Alfathin, Syifa Chairani Ali Sulaiman Alista, Febri Ayu Alivianisha Putri, Rr. Audry Almira, Almira Amin Leksono Amin Setyo Leksono Andreansyah, Bagas Andri Sanityoso Aniek Masrevaniah Anisa Zairina Anthon Efani Apriliani , Adini Ardhila Ayu Prasetyowati Arief Rachmansyah Ariessandi, Aldhi Lucky Asihing Kustanti Atikah Atikah Atikawati, Dini Aulia Hanuf, Atiqah Aulia, Siti Salma Aulia, Sitti Salma Ayu, Febri B Polii, B Baghaswara, Aditya Bagus Kurniawan, Bagus Bagyo Yanuwiadi Bambang Rahadi Bayyinatul Muchtaromah Bintang Arfani, Deva Fatira BS, Sumitro Burhamtoro Burhamtoro, Burhamtoro Bushron, Raushanfikr Cahyani, Erika Putri Ika Cahyo Prayogo, Cahyo Chatarina Umbul Wahyuni Chosa Zahro Fatiha Debora, Defrina Amanda Diana Arfiati Dimas Prabowo Harliando Dinna Hadi Sholikah Dwi Budi Santoso Edrial Evi Veronica Fanshuri, Buyung Al Faradilla, Santi Fitria, Lailatul FX Pridady Gamaruddin, Gamaruddin H. M. Sjaifoellah Noer Habiby, Ahmad Nur Hadi, Deby Wahyuning Halim, Lusiani Ferelia Hanuf, Atiqah Aulia Husada, Aldo Jetco Ieke Wulan Ayu Ifadah, Nisfi Fariatul Ifadah, Nisfi Faridatul Irenasari, Irenasari Irene Lestari Irsan Hasan Jasmita, Adellia Latifah, Hanif Laurentius Lesmana Lestari, Nina Dwi Lily Agustina Luchman Hakim Lutfi, M Wasilul Lutfi, M. Wasilul M. Bisri MA, Widodo Magfoedin, Moefid Maghfiroh, Zeny Larasati Diyah Maghfiroh, Zeny Larasati Dyah Mahdiyyah, Refi Erika Marsoedi Marsoedi Maryunani Maryunani, Maryunani Maulana Iksan, Ridho Meidina, Adella Anggi Mimit Primyastanto Mochammad Fattah, Mochammad Mohammad Mahmudi Mukhlisin, Ajral Muklisin, Ajral Mustofa, Haidar Jundi Mutiasari, Faizah Naufal, Raihan Nopriani, Leny Sri Novi Arfarita Novianty, Puput Cindy Nuddin Harahab Nugroho, Gabryna Auliya Nurin, Yusuf Mahadika Nurlita Indah Wahyuni, Nurlita Indah Nurul Akbar Pramesti, Gitri Ardia Pudji Purwanti Purwanti, Nelsa Kumala Dewi Putri, Rr. Audry Alivianisha Rahmanda, Muhammad Ramadhan, Muhammad Haniif Ramadhani, Muhammad Hibatullah Regina R. Butarbutar Retno Astuti Retno Suntari Riezta, Saniya Rino Alvani Gani Risdawati, Nadya Riyanto, Saniya Reizta Rony Irawanto Safira, Nabila Safira, Nabilla Sahri Muhammad Salma, Siti Sandra Dhesitta Putri, Sandra Dhesitta Sanita Suriani Santi, Faradila Saphira, Halyta Mega Saputra, Iwan Septiani, Deva Eka Sigit Wicaksono, Kurniawan Siti Mechram Sjaifoellah Noer Sri Sudaryanti, Sri Suarmaprasetya, Radifta Adika Sudiarso Sudiarso Sugeng Prijono Sugeng Priyono Suharjono Sukmajati, Muhammad Ramanda Sukmajati, Rahmanda Muhammad Sumedi Sumarsono Sutiman B. Sumitro Syarof, Zahrotun Naylis Syarof Sylviana, Desy Tafakresnanto, Chendy Tri Pamungkas, Rigel Ramadhan Unggul B. Husodo Usman Usman Wandansari, Niken Rani Wike Agustin Prima Dania Yanuhar, Uun Yogi Sugito Yulianti, Novi Dwi Yulma, Yulma Yumma, Alifia Yumna, Alifa Yuni Agung Nugroho Yunita, Norma Yuswono Hadi Zaenal Kusuma