p-Index From 2021 - 2026
16.892
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Nurse Media Journal of Nursing Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kesehatan Reproduksi BULETIN PENELITIAN SISTEM KESEHATAN e-Journal Pustaka Kesehatan Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal NERS JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Sawwa: Jurnal Studi Gender JKG (Jurnal Keperawatan Global) UNEJ e-Proceeding Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Inklusi Journal of Disability Studies Jurnal Keperawatan Padjadjaran JURNAL CITRA KEPERAWATAN Journal Of Nursing Practice Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Warta Pengabdian Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Media Keperawatan Indonesia JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) NERS Jurnal Keperawatan Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Jurnal Keperawatan (JKEP) NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Journal of Community Empowerment for Health The Indonesian Journal of Health Science Jurnal Ners Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Peduli Masyarakat Babali Nursing Research Didaktika: Jurnal Pemikiran Pendidikan Jurnal Promotif Preventif MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Health Community Service Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) An Idea Health Journal Madago Nursing Journal Nursing Information Journal Jurnal Keperawatan Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan JEUMPA Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Dedikasi Saintek Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK) Jurnal Pengabdian Masyarakat Svasta Harena Journal of Rural Community Nursing Practice Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Lucerna : Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Jurnal Svasta Harena Rafflesia Jurnal Sahabat Keperawatan Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Holistik Jurnal Kesehatan Kelimutu Nursing Journal Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Journal of Rural Community Nursing Practice DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat NERS Jurnal Keperawatan Jurnal Info Kesehatan Madago Community Empowerment for Health Journal JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Determinan Gejala Gangguan Pernafasan pada Pekerja Gergaji Meubel Kayu Fatah, Roiful; Caesarina Novi Marchianti, Ancah; Susanto, Tantut
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 7 No. 1 (2023): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v7i1.669

Abstract

Abstrak Pekerja industri meubel kayu khususnya dibagian gergaji kayu sangat rentan mengalami gangguan pernafasan, karena debu sisa gergaji kayu yang terhirup dan terdeposit di hidung, kerongkongan dan paru-paru. Dalam  pelaksanaan pengendalian resiko, hierarki pengendalian resiko merupakan prioritas dalam pemilihan dan pelaksanaan pengendalian yang berhubungan dengan bahaya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor determinan gangguan pernafasan pada pekerja gergaji meubel kayu dengan pendekatan hierarki pengendalian risiko. Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan populasi dan sampel sebanyak 84 responden dengan teknik total sampling. Observasi hirarki pengendalian resiko, meliputi: eliminasi, subsitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif dan penggunaan alat pelindung diri. Analisis multivariat menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi faktor determinan gangguan pernafasan pada pekerja gergaji meubel kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian risiko eliminasi, rekayasa teknik, dan risiko alat pelindung diri memiliki pengaruh terhadap kejadian gejala gangguan pernafasan (p<0,05),  pengendalian risiko substitusi dan pengendalian administrasi tidak memiliki pengaruh terhadap kejadian gejala gangguan pernafasan (p>0,05). Observasi hirarki pengendalian resiko berkontibusi sebesar 22,9%. Diharapkan keikutsertaan petugas kesehatan dalam memberi pengetahuan dan sosialisasi tentang pentingnya kesehatan bagi para pekerja gergaji kayu. Kata kunci: gejala gangguan pernafasan, gergaji kayu, hierarki kontrol Abstract Workers in the wood furniture industry, especially in the wood sawing section, are very susceptible to respiratory problems because the dust left over from the wood saws is inhaled and deposited in the nose, throat and lungs. In implementing risk control, the risk control hierarchy is a priority in selecting and implementing controls related to hazards. This study uses a risk control hierarchical approach to analyze the determinants of respiratory disorders in wood furniture saw workers. Observational analytic research design with a cross-sectional approach with a population and sample of 84 respondents with a total sampling technique. Data collection using a questionnaire. Observation of the risk control hierarchy, including: elimination, substitution, technical control, administrative control, and use of personal protective equipment. Multivariate analysis used multiple linear regression to identify the determinants of respiratory problems in wood furniture saw workers. The results showed that elimination risk control, technical engineering, and personal protective equipment risk affected the incidence of respiratory symptoms (p<0.05), and substitution risk control did not affect the incidence of respiratory symptoms (p>0.05). Observation of the risk control hierarchy contributes 22.9%. It is expected that the participation of health workers in providing knowledge and socialization about the importance of health for wood saw workers. Keywords: respiratory disorders, wood saws, hierarchy of control
The Association Between Self-Reflection and Self-Control among Elderly in Nursing Homes Ati, Niken Asih laras; Susanto, Tantut; Rasni, Hanny; Susumaningrum, Latifa Aini; Kurdi, Fahruddin; Hardika, Beva Pramasty; Salsabila, Kirana Putri
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 7 No. 2 (2024): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v7i2.724

Abstract

Abstrak Perilaku kesehatan lansia berkaitan dengan kemampuan individu merefleksikan serta mengontrol perilaku mereka. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan refleksi diri dengan pengendalian diri pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW). Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 113 lansia yang diseleksi dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Brief Self-Control Scale (BSCS) dan The Self-Rection and Insight Scale (SRIS) digunakan untuk mengukur pengendalian diri dan refleksi diri pada lansia. Uji Somers’d dan Spearman-Rank digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar lansia memiliki refleksi diri dan pengendalian diri dalam tingkat sedang yaitu 59.3% dan 66.4%. Jenis kelamin berhubungan signifikan dengan self-reflection (p-value 0.033, r=-0.201), dan riwayat penyakit pada lansia berhubungan signifikan dengan pengendalian diri (p-value 0.015, r=-0.211). Uji Spearman-Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara refleksi diri dengan pengendalian diri pada lansia (p-value 0.000, r=0.687). Semakin tinggi refleksi diri pada lansia semakin tinggi pula pengendalian diri mereka. Refleksi diri dan pengendalian diri berkaitan dengan perilaku lansia termasuk bagaimana lansia menyadari perilaku mereka, belajar dari pengalaman, serta mengatur perilaku agar sesuai dengan tujuan kesehatan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan refleksi diri dan pengendalian diri pada lansia khususnya di lansia di PSTW.  Kata kunci: refleksi diri, pengendalian diri, lansia, Panti Sosial Tresna Werdha   Abstract Health behavior among elderly is related to an individual's ability to reflect on and control their behavior. This research aimed to identify the correlation between elderly self-reflection and self-control in nursing homes. This cross-sectional study involved 113 elderly selected using Simple Random Sampling. The Brief Self-Control Scale (BSCS) and The Self-Rection and Insight Scale (SRIS) were used to measure self-control and self-reflection. Somers'd and Spearman-Rank were used to analyze the association between variables. This study showed that most older people had moderate levels of self-reflection and self-control, 59.3% and 66.4%, respectively. Gender was significantly correlated to self-reflection (p-value 0.033, r=-0.201), and a self-reported past medical history was significantly related to self-control with a weak relationship strength (p-value 0.015, r=-0.211). The Spearman-Rank Analysis indicated a strong and significant correlation between self-reflection and self-control (p-value 0.000, r=0.687). The higher the self-reflection in the elderly, the higher their self-control. Self-reflection and self-control are related to elderly behavior, including how elderly know their behavior, learn from experience, and regulate behavior to suit the health goals they want to achieve. Therefore, there is a need to increase self-reflection and self-control in the elderly, especially in the elderly at nursing homes. Keywords: self-relection, self-control, elderly, nursing homes
Validity and Reliability of the Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) Questionnaire in Relation to Stunting Incidence in Bondowoso Regency Siswatiningsih; Susanto, Tantut; Yusi Ratnawati, Leersia
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.882

Abstract

Abstrak Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas individu. Kabupaten Bondowoso memiliki prevalensi stunting yang tinggi, salah satunya disebabkan oleh rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas kuesioner PHBS tatanan rumah tangga dalam menganalisis keterkaitannya dengan kejadian stunting. Penelitian dilakukan di Desa Sumber Jeruk, Kabupaten Bondowoso, dengan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 75 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dengan metode simple random sampling. Data dianalisis dengan uji validitas pearson dan reliabilitas cronbach’s alpha menggunakan SPSS 23.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua data dinyatakan valid karena nilai uji Pearson lebih dari 0,2272. Kuesioner ini memiliki reliabilitas yang baik dengan nilai cronbach’s alpha pada pengetahuan responden terhadap PHBS tatanan rumah tangga sebesar 0,849, sikap responden 0,832, keterpaparan informasi 0,853, dukungan tenaga kesehatan 0,805, sarana dan prasarana 0,709, kebijakan terhadap PHBS 0,711, dan dukungan tokoh masyarakat 0,717. Dengan demikian, kuesioner ini dapat digunakan sebagai alat ukur yang valid dan reliabel dalam mengevaluasi serta meningkatkan penerapan PHBS tatanan rumah tangga guna mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kata kunci: Stunting, PHBS, Validitas, Reliabilitas   Abstract Stunting remains a major public health problem affecting physical growth, cognitive development, and individual productivity. Bondowoso Regency has a high prevalence of stunting, partly due to the low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) in households. This study aimed to develop and test the validity and reliability of a household-level CHLB questionnaire in analyzing its correlation with stunting incidence. Conducted in Sumber Jeruk Village, Bondowoso Regency, the research used a descriptive quantitative design with 75 respondents selected through simple random sampling based on Slovin’s formula. Data were analyzed using Pearson’s validity test and Cronbach’s alpha reliability test with SPSS 23.0. The analysis results showed that all data were valid, as the Pearson test values were greater than 0.2272. The questionnaire demonstrated good reliability with Cronbach’s alpha values of 0.849 for respondents' knowledge of household-level CHLB, 0.832 for respondents' attitudes, 0.853 for exposure to information, 0.805 for health worker support, 0.709 for facilities and infrastructure, 0.711 for policy towards CHLB, and 0.717 for community leader support. Thus, the questionnaire could be used as a valid and reliable tool to evaluate and improve the implementation of household-level CHLB to support stunting prevention efforts in the community. Keywords: Stunting, CHLB, Validity, Reliability, Behavioral
“ VITAMINE “: Aplikasi Virtual Tanaman Obat dan Pengingat Terapi Hipertensi : “VITAMINE”: A Virtual Herbal Medicine and Hypertension Therapy Reminder Application Novianty, Aluh Eka; Artha; Wahyuningsih, Evan; Undariningsih, Sutriani; Farida, Supiah; Sanaah; Susanto, Tantut
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di tengah perkembangan teknologi, aplikasi digital menjadi solusi potensial untuk mengatasi keterbatasan dalam pengelolaan hipertensi, baik melalui pengingat konsumsi obat maupun penyediaan informasi edukatif terkait pengobatan. Program proyek agronursing ini tentang sebuah aplikasi “Virtual Tanaman Obat dan Pengingat Hipertensi “VITAMINE". Nama ini mencerminkan fokus utama program, yaitu pengembangan aplikasi berbasis teknologi yang mengintegrasikan pengingat pengobatan dan informasi edukatif tentang tanaman obat untuk mendukung pengelolaan hipertensi secara holistik. Proyek ini direncanakan berlangsung selama 6 bulan, yang terdiri dari: 2 bulan persiapan dan pengembangan teknologi, 1 bulan uji coba awal, 3 bulan implementasi dan pemantauan secara penuh. Modul yang digunakan mencakup panduan teknis penggunaan aplikasi, materi edukasi tentang hipertensi dan tanaman obat, serta manual bagi tenaga kesehatan untuk mendukung pasien dalam menggunakan aplikasi ini secara efektif. Berdasarkan temuan hasil wawancara dan perbandingannya dengan riset dan teori yang ada, aplikasi virtual yang mengintegrasikan pengingat obat dengan informasi tentang tanaman obat memiliki potensi yang besar untuk membantu pasien hipertensi dalam mengelola kondisi mereka. Aplikasi ini harus dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan, penyediaan informasi yang berbasis bukti, dan fokus pada pengingat pengobatan medis yang efektif, sementara juga mendidik pasien tentang manfaat tanaman obat sebagai terapi pelengkap yang aman.   Abstract: Amidst technological developments, digital applications are a potential solution to overcome limitations in hypertension management, both through medication reminders and the provision of educational information related to treatment. This agronursing project program is about an application "Virtual Medicinal Plants and Hypertension Reminder "VITAMINE". This name reflects the main focus of the program, namely the development of a technology-based application that integrates medication reminders and educational information about medicinal plants to support holistic hypertension management. This project is planned to last for 6 months, consisting of: 2 months of preparation and technology development, 1 month of initial testing, 3 months of full implementation and monitoring. The modules used include technical guidelines for using the application, educational materials about hypertension and medicinal plants, and a manual for health workers to support patients in using this application effectively. Based on the findings of the interview results and their comparison with existing research and theories, a virtual application that integrates medication reminders with information about medicinal plants has great potential to help hypertension patients manage their condition. This application should be designed with ease of use in mind, the provision of evidence-based information, and a focus on effective medical treatment reminders, while also educating patients about the benefits of medicinal plants as a safe complementary therapy.
Cognitive behavioral Therapy Based on Local Wisdom Culture to Increase Happiness and Slow Degradation of Cognitive Function in the Elderly Post-Stroke Aristawati, Evy; Huda, Nurul; Dwi Cahyono, Bagus; Susanto, Tantut
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i2.663

Abstract

Background: Stroke in the elderly often leads to physical, psychological, and quality of life deterioration, which can hinder post stroke rehabilitation. Although Cognitive Behavioural Therapy (CBT) has been widely applied, the use of Cognitive Behavioural Therapy (CBT) integrated with local wisdom remains limited, particularly among elderly stroke survivors. Purpose: This study aimed to explore the lived experiences of elderly individuals after stroke who received local wisdom based Cognitive Behavioural Therapy (CBT) using sulthon prayer as a therapeutic medium. Methods: This study employed a qualitative phenomenological design. A total of 25 elderly post stroke participants were selected through purposive sampling and participated in in depth interviews. Data were analysed using thematic analysis following Braun and Clarke’s approach. Results: The findings revealed three main themes, namely biological experiences, psychosocial experiences, and spiritual experiences, reflecting participants’ perceptions of physical comfort, emotional regulation, and enhanced spiritual meaning during the recovery process. In conclusion, local wisdom based Cognitive Behavioural Therapy (CBT) using sulthon prayer provides meaningful biological, psychosocial, and spiritual support for elderly individuals after stroke. Conclusions: These findings imply that integrating culturally and spiritually sensitive Cognitive Behavioural Therapy (CBT) interventions may enhance holistic nursing care and rehabilitation outcomes for elderly stroke survivors.
Parenting Stress and Physical Abuse against Children with Disabilities Nur Aini, Rizqi; Susanto, Tantut; Rasni, Hanny
INKLUSI Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.186 KB) | DOI: 10.14421/ijds.070107

Abstract

Children with disabilities often experience physical violence committed by caregivers. This study aims to identify the relationship between stress in caring for physical violence committed against children with disabilities. The study used a cross-sectional design to examine 76 parents with children with disabilities selected by convenience sampling techniques. Of the 76 participants, 35 (46.1%) parents physically abused children with disabilities. The most common type of violence is hitting (74.3%). Parenting stress may be felt by parents because there is a relationship between caregiving stress with physical violence (Z= -2.85; p-value= 0.004). Lack of access to information related to adaptive care makes parents in Indonesia still consider physical violence, such as hitting children, is a natural thing. The research concludes that there is a relationship between parental stress and physical violence against children with disabilities. Health workers are expected to be able to teach parents how to improve coping mechanisms to reduce parenting stress so that parenting behavior becomes adaptive.[Anak difabel sering mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh pengasuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara stres dalam pengasuhan dengan kekerasan fisik yang dilakukan terhadap anakdifabel. Penelitian menggunakan desain cross-sectional untuk meneliti 76 orang tua dengan anak difabel yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Dari 76 partisipan, 35 (46,1%) orang tua melakukan kekerasan fisik terhadap anak difabel. Jenis kekerasan yang paling banyak dilakukan adalah memukul (74,3%). Stres pengasuhan mungkin dirasakan oleh orang tua karena terdapat hubungan antara stres pengasuhan dengan kekerasan fisik (Z=-2,85; p-value = 0.004). Kurangnya akses informasi terkait pengasuhan yang adaptif menyebabkan orang tua di Indonesia masih menganggap kekerasan fisik seperti memukul anak merupakan hal yang wajar. Penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stres pengasuhan dengan kekerasan fisik terhadap anak difabel. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mengajarkan orang tua dalam meningkatkan mekanisme koping untuk menurunkan stres pengasuhan sehingga perilaku pengasuhan menjadi adaptif.]
Optimalisasi Perencanaan, Pengorganisasian, dan Pelaksanaan Dokumentasi Implementasi Asuhan Keperawatan Melalui Sistem CARE TAG di RS X Kabupaten Jember Ulfah, Choiria Firdatul; Wisnugati, Ardho Yuwono; Susanto, Tantut; Iriawandani, Debie Saktyana
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/hj2nqr25

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan indikator penting mutu pelayanan rumah sakit, namun masih sering mengalami ketidaklengkapan dan inkonsistensi. Audit internal di RS X Kabupaten Jember menunjukkan rendahnya kepatuhan dokumentasi, khususnya pada komponen SBAR, edukasi pasien, verifikasi oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP), dan instruksi profesional pemberi asuhan (PPA). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan sistem CARE-TAG (Clinical Assessment & Recording Evaluation – Training & Guidance) dalam meningkatkan kepatuhan dokumentasi keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain pre–post intervention tanpa kelompok kontrol dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian melibatkan 17 perawat di Ruang Catleya RS X yang dipilih melalui total sampling. Intervensi CARE-TAG dilakukan melalui in house training, penggunaan checklist monitoring harian, supervisi langsung, self-assessment, serta umpan balik real-time. Evaluasi dilakukan selama empat hari terhadap kelengkapan dokumentasi SBAR, instruksi PPA, edukasi pasien, discharge planning, dan verifikasi DPJP. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kepatuhan dokumentasi, dengan kelengkapan SBAR meningkat dari 61,54% menjadi 100% dan instruksi PPA mencapai kepatuhan penuh sejak hari ketiga. Dokumentasi edukasi pasien dan discharge planning mencapai 84,6%, sementara verifikasi DPJP masih rendah. CARE-TAG efektif meningkatkan kepatuhan dokumentasi keperawatan dalam jangka pendek dan memerlukan dukungan kolaborasi interprofesional serta integrasi teknologi untuk keberlanjutan.   Nursing care documentation is a key indicator of hospital service quality; however, it often remains incomplete and inconsistent. An internal audit at Hospital X in Jember Regency revealed low compliance in nursing documentation, particularly in SBAR components, patient education, verification by attending physicians, and professional caregiver instructions. This study aimed to analyze the effectiveness of the CARE-TAG (Clinical Assessment & Recording Evaluation – Training & Guidance) system in improving nursing documentation compliance. This study employed a pre–post intervention design without a control group using a descriptive approach. The participants were 17 nurses working in the Catleya Ward of Hospital X, recruited through total sampling. The CARE-TAG intervention included in-house training, daily monitoring checklists, direct supervision, self-assessment, and real-time feedback. Documentation compliance was evaluated over four consecutive days, focusing on SBAR documentation, professional caregiver instructions, patient education, discharge planning, and physician verification. The findings showed improved documentation compliance, with SBAR completeness increasing from 61.54% to 100% and professional caregiver instructions achieving full compliance by the third day. Documentation of patient education and discharge planning reached 84.6%, whereas physician verification remained low. CARE-TAG was effective in improving short-term nursing documentation compliance and requires strengthened interprofessional collaboration and health information technology integration to ensure sustainability
The Relationship Of Parenting Patterns To Stunting Incidents : Literature Review Inayah Riski Wulandari; Tantut Susanto; Iis Rahmawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43618

Abstract

Stunting adalah kondisi kronis akibat kegagalan pertumbuhan pada anak, yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dari standar usianya. Pola asuh memiliki peran penting dalam kejadian stunting karena memengaruhi asupan nutrisi, praktik pemberian makan, dan perawatan anak secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan tinjauan pustaka melalui pencarian database elektronik seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Proses pencarian mengikuti protokol PICOS dengan penyusunan kata kunci menggunakan teknik Boolean Operator. Studi yang dipilih memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan PICOS untuk memastikan relevansi dengan topik penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor pola asuh, termasuk praktik pemberian makan, pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), praktik kebersihan dan sanitasi, serta akses terhadap layanan kesehatan, memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Pola asuh yang tidak memadai, terutama kurangnya pengetahuan gizi dan pemberian makan yang tidak tepat, meningkatkan risiko stunting. Selain itu, status sosial ekonomi, pendidikan ibu, dan dukungan keluarga turut memengaruhi variasi kualitas pola asuh, yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Intervensi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan praktik pola asuh sebagai langkah pencegahan stunting. Penguatan edukasi bagi orang tua, promosi ASI eksklusif dan pemberian MPASI yang tepat, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, serta perbaikan praktik kebersihan merupakan strategi penting dalam mengurangi kejadian stunting dan mendukung pertumbuhan anak yang optimal. Kata Kunci: stunting, pola asuh, anak, nutrisi
Disaster Literacy Among Nurses in the Risk of Disaster Areas: A Literature Review Muhamad Hasan Basri; Muhamad Zulfatul A’la; Tantut Susanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43619

Abstract

Literasi bencana memegang peran penting dalam fase kesiapsiagaan, respons dan fase pemulihan bencana, terutama bagi perawat yang bekerja di daerah rawan bencana. Perawat memiliki peran yang sangat krusial dalam menangani situasi darurat bencana, sehingga diperlukan peningkatan literasi kebencanaan melalui pendidikan, pelatihan, dan dukungan sosial yang sitematis guna meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah dengan risiko tinggi bencana. Studi literatur ini dilakukan untuk meninjau berbagai penelitian yang membahas tentang literasi bencana pada perawat di daerah rawan bencana. Sumber data diperoleh dari berbagai database pencarian seperti PubMed, Scopus, Google Scholar, ScienceDirect, dengan artikel penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2025. Kata kunci yang digunakan mencakup "Disaster Literacy", "Nursing Education", "Disaster Preparedness", dan "Emergency Nurses", “Disaster Prone Areas”. Literasi bencana pada perawat mencakup dimensi dan strategi kebencanaan. Dimensi utama kebencanaan meliputi pengetahuan teknis, keterampilan psikososial, kepemimpinan, dan kesiapan fisik serta mental. Sementara itu, strategi utama yang efektif dalam meningkatkan literasi kebencanaan pada perawat meliputi pendidikan bencana dalam kurikulum keperawatan, pelatihan berbasis simulasi, dan dukungan sosial yang berfokus pada peningkatan ketahanan psikologis dan efikasi diri. Namun tingkat kesiapsiagaan bencana pada perawat di daerah rawan bencana masih tergolong sedang. Lebih lanjut pelatihan yang memadai serta pengalaman langsung dalam merespon bencana terbukti mampu meningkatkan kompetensi perawat secara signifikan dalam menghadapi situasi kebencanaan. Pendekatan multidimensi dalam meningkatkan literasi bencana pada perawat di daerah rawan bencana sangat diperlukan. Pendidikan formal, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan sosial harus menjadi bagian dari kebijakan dan praktik keperawatan bencana. Dengan literasi bencana yang lebih baik, perawat dapat memberikan respons yang lebih cepat dan efektif dalam situasi darurat, baik dalam skala lokal maupun internasional.
Climate change, migration, and refugee as triggers risk of leprosy spread Hisyam, Badrul Nurul; Susanto, Tantut
Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Vol. 10 No. 2 (2026): Volume 10 Number 2 February 2026
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/icon.v10i2.48535

Abstract

One of the challenges in controlling leprosy is the displacement of people and refugees, which has the potential to accelerate the spread of the disease to areas that were previously free of it (Hooij & Geluk, 2021). Migration, especially that triggered by conflict, climate instability causing natural disasters, or economic pressures, often triggers mass displacement of people (World Health Organization, 2016). Refugees and migrants often must live in densely populated areas with poor sanitation conditions and very limited access to health services (Feizi et al., 2023). This situation creates an ideal environment for the spread of infectious diseases such as leprosy, where close and repeated interactions between sufferers and healthy individuals can increase the risk of transmission (Mahardita et al., 2019; Susanto, 2020). Overcrowding in refugee camps and limited health facilities make early detection and treatment of leprosy difficult, allowing the disease to spread undetected (Bulstra et al., 2021).
Co-Authors Abdul Kholis Abishta, Mareta Atha Niar Achmad Ali Basri Achmad Ali Basri Adhita Fitrina Andiani Adiba, Rayhana Adinata, Putra Afkarina, Dina Agus Kharmayana Rubaya Agustina, Dina Nurul Aini S, Latifa Aini Susumaningrum, Latifa Ainia Herminiati, Ainia Aji, Rizki Rama Alfid Tri Afandi Algozi, Bayu Alifia Nuriya Maulina Aliyyu, Erins Sephia Alvinda yuanita Ancah Caesarina Novi Marchianti Andiana Andiana Animas Debby Sugesti Andriani Anisa Kirnawati Anisah Ardiana Annisa Fitriana Annisah Dwi Intan Annisah Dwi Intan Firdausi Nuzula Anwari, Misbakhul Arifa, Yeni Zanuba Arizal Al Farisi Arizana, Windhy Dwi Surya Artha Asaluna, Magnis Asathinuz Zaman Aryakhiya Asih Larasati, Niken Asma Yudhi Efendi Astuti, Soekma Yeni Astutik, Novitasari Puji Atik Rohmawati Mulyaningsih Atika Mellenia Purvitasari Purvitasari Ayu Pricilia Fatimah Azhar, Chintya Dwi Bachtiar, Syahroni Badrul Hisyam Badrus Sholeh Bahtiar, Syahroni Bayu Tri Utami Bayu Tri Utami Berdida, Daniel Joseph E. Bhaskara, Ferdian Aji Bimantoro, Aditya Sindhu Langit Bondan Palestin, Bondan Cahyadi, Jihan Wildan Rahmah Candra Dewi Rahayu Damayanti, Trisya Aulia Darmawan, Muhammad Hafiz Alif Daviyana, Yuldani Adinda Dekcy Vrista Tri Anggoro Dennata, Maxzellent Fullevind Surya Dessy Arna, Yessy Dewi Marianthi Dewi Negeri Atika Dewi Rokhmah Dewi, Ira Kristina Dhea Cristina Diah Estingtias Diana Kholida Diana Kholida Diana Kholida Diana Kholida Dianita, Eka Mei Dimas Zaqy Firdausi Dinda Angelina Hariyono Djaya, Andi Muhammad Fiqri Muslih Dodi Wijaya Dwi Cahyono, Bagus Dwi Lianasari Dwi Linda Aprilia Aristi Dwi Wahyuni Dwi Yoga Edho Choyrul Huzzein Effendi, Raihan Adijun Ega Putri Nurwita Eka Afdi Septiyono Eka Aprilia Wulandari Emi Wuri Wuryaningsih Enggal Hadi Kurniyawan Ersanti, Septin Wahyu Erti Ikhtiarini Dewi Erwin Nur Rif&#039;ah Erwin Nur Rif'ah Evy Aristawati Fadhila, Amalia Mufid Fadilah, Shinta Nur Fahdany, Zahra Aulia Fahruddin Kurdi Fajar, Aulana Ikhsan Fakhiroh, Lia Farida, Supiah Fauziah, Wahyuni Febsyna, Yuyus Fifi Alviana Firdausiah, Laylatul Firmansyah, Ardian Safy Fithria Fitri, Lisca Nurmalika Fitriani, Neneng Kurnia Fitrio Deviantony Frandita Eldiansyah, Frandita Frandita Eldiyansyah Freanti, Putri Frihatin Al Isnaini Grysha Viofananda Agung Kharisma Ade Hadi Prayitno, Hadi Handoko, Dhimas Rizky Hanny Rasni Hany Rasni Hany Shofia Naela Hardika, Beva Pramasty Hariyono, Dinda Angelina Haryono Haryono Hasan, Hafifah Hasanah, Umi Nur Haudan, Muhammad Albar Henny Permatasari Hilmi, Idfiana Hisyam, Badrul Nurul Hokama, Naoki Husniyeh, Maviratul Iis Rahmawati Iis Safira Ariviana Ika Mardiyah Bratajaya Ika Purnamasari Inayah Riski Wulandari Indradewa, Rhian Indri Andriani Inna, Rizka Insyaf Prawita Sari Insyaf Prawita Sari Intan Rahmawati Intania, Tirsa Ira Rahmawati Ira Rahmawati Irawan Fajar Kusuma Irawan Fajar Kusuma Iriawandani, Debie Saktyana Istifada, Rizkiyani Iswari, Desy Isworo, Tirta Amerta Itsna Abidah Mardiyah Ivana, Novelia Nashrul Keliat , Budi Anna Khoidi, Mokhlas Khoiron Khoiron Khoirul Romadhan Khoirun Nasikhin Khoirunnisa’, Melta Bintang Aulia, Hamdiah Kholidi, Mokhlas Kurdi, Fahrudin Kusuma, Anas Pramesti Kusumaningtyas, Aprilia Latifa Aini Latifa Aini Susumaningrum Levi Nadya Nur Imamah Livia Dwi Ramadhani Ludviani, Tita Maharani Al Faruq, Aulia Azizah Maharani, Feno Aureola Maharani, Indri Althafah Mandasari, Diniati Kurnia Wahyu Manurung, Martha Mardiyah, Ika Mashila Refani Masrifah, Elly Maulana, Alzena Ahnaf Maulana, Muhammad Alfin Maulida, Firdina Maulidia, Riza Rohmatul Maulita, Firsilia Reza Ma’fuah, Siti Ma’fuah, Sofiatul Mega Fatimah Rosana Meilynda Ekanovvareta Merina, Nuning Dwi Miftahurroziqin, Moch Azzam Misbakhul Anwari Mokhlas Kholidi Muchtaruddin Mansyur Mufarrokha, Umairotul Muhamad Hasan Basri Muhamad Wahid Agus Prasetyo Muhamad Zulfatul A’la Muhammad Alfin Maulana Muhammad Athok Fitriyansyah Muhammad Cholilurrohman Hadi Muhammad Nur, Kholid Rosyidi Muqodimatul Masruro Muqodimatul Masruro Mustapa, Gesit Wira Mutia Nur Maulida Sandy Nadhea Alfionita Nahdah Khoirotul Ummah Naretta Khoirunisak Nasikhin, Khoirun Nazila Nugraheni Nazwa Ramadhani Nihayati, Hanik Endang Niken Asih Laras Ati Niken Wahyu Puspitarini Nila Uli Saadah Nindy Shara Meiyana Ningrum, Reza Setya Ningsih, Ayu Putrias Ninna Rohmawati Novi Anoegrajekti Novianty, Aluh Eka Nuning Dwi Merina Nur Aini, Rizqi Nur Amalia Nur Amalina, Talita Nur Azizah, Happy Salwa Nur Winingsih Nur, Kholid Rosyidi Muhammmad Nuraini, Muvida Putri Nurfika Asmaningrum Nurhaliza, Nova Febriani Nurhayati, Nurhayati Nurhidayah, Ririn NURUL AZIZAH Nurul Huda Obay, Aprilia Lisa Oktasari, Kingkin Nindi Onim, George Pagaksari, Faridatul Hikmah Pangestu, Yogi Wahyu Penulis Hanny Rasni Permatasari, Andina Yulia Dwi Permatasari, Chovivah Rohmah Permatasari, Resi Pham, Huong Thi Thu Pradhika Ghozi Syamsiar Pradila, Laila Lisa Pranata, Rikza Amalia Salsabila Prasetyo, Ananto Adi Prasetyono, Juli Dwi Prastica, Vinanda Maria Purnama, Vini Indah Putra Adinata Putra M, Rangga Bagustarama Putra, Andhika Satriya Putra, Ary Januar Pranata Putri, Cindy Destia Putri, Okky Oktaviyana Putriadi, Nadilla Qadriyah, Elok Lailatul Qudsyiyah, Roro Dewi R Endro Sulistyono Rabbani, Mohamad Iqbal Fahmi Rahmawati, Iis Rama Aji, Rizki Ramadani, Sinta Dwi Ramadhan, Ridho Ramadhani, Ayu Parahita Ramadhani, Jufa Aulya Refani, Mashila Resita Ovina Intiyaskanti Retno Purwandari Retno Wardani, Hamidah Reza Maulita, Firsilia Rhosani, Nur Oktavia Risha Putri Mahrdika Riski Hidayaturrohkim Rismawan Adi Yunanto Rista Dwi Pratiwi Rita Vidyawati Rizka Inna Rofiatul Nur Jannah Roiful Fatah Rondhianto Rondhianto Ropickhotus Salamah Roro Dewi Roro Dewi Qudsyiyah Rosyida, Imaniar RR Dian Tristiana Saito, Ruka Salamah, Ropickhotus Salim, Vigo Agustilano Salsabila, Kirana Putri Sanaah Saputra, Rizky Lukman Sari, Amelia Febriantika Sari, Annisa Tribekti Cantika Sari, Sinta Resti Nilam Sato, Mayumi Sayekti, Essy Sonontiko Shinta Nur Fadilah Sholeh, Mochammad Fikris Siagian, Yulidya Ardiva Br sigid sudaryanto, sigid Sigit Mulyono Sinta Kholifah Mar'ah Konitatillah Siswatiningsih SITI KHOLIFAH Siti Marina Wiastuti Siti Nur Kholifah Siti Nur Wahidah Siti Nurmalasari Siti Sholikah Slamet Siswoyo slamet Siswoyo Slamet Siswoyo Slamet Siswoyo Soekma Yeni Astuti Soko, Febry Lambang Killy Aji Sri Mulyani Sugimoto, Hiroshi Suhari Sulton Wariin Sulton Wariin Sulton Wariin Suminarwati, Atik Sri Suparman Suparman Susumaningrum, Latifa Sutrisno Sutrisno Suyani Indriastduti Suyani Indriastuti Syahroni Bahtiar Syahroni Bahtiar Syahrul Talapessy, Elsa Yolanda Trisnindasari, Aisyah Lely Try Nurhayati Ubaidillah Utsman Ulfah, Choiria Firdatul Undariningsih, Sutriani Vidyawati, Rita Vinda Prihatini Rahmatillah Vio Putri Andi Lestari Vivi Oktaviana Wulandari Wahyu Purnomo, Wahyu Wahyuningsih, Evan Wantiyah Wantiyah Wardana, Aditya Kusuma Wardana Wariin, Sulton Wiastuti, Siti Marina Wibowo, Aurellia Putri Vinta Widiyanti, Erwindyah Nur Widodo, Ramadhan Rifandy Widyarani, Destia Winarti, Linda Windarso, Sarjito Eko Windarwati , Heni Dwi Winingsih, Nur Wirda Hayati Wisnugati, Ardho Yuwono Wulandari, Eka Aprilia Wulandari, Emilia Fitri Wulandari, Selvia Yahtarita ulfia Adisiwi Yanuari, Karina Paramita Yoga, Dwi Yudhistira, Muhammad Arief Yulia Aisyah Nuribu Yunidar Dwi Puspitasari Yunus Nur Zakarya Yurin Ainur Azifa Yusi Ratnawati, Leersia Yusuf Afandi Yuzqi Rizqullah Zainudin, Harsah Bahtiar Zolkefli, Yusrita binti