Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUATION OF PROJECT IMPLEMENTATION PERFORMANCE WITH EARNED VALUE METHODS Made Sudiarsa; I Gede Sastra Wibawa; I Ketut Sutapa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 2 (2018): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.675 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i2.978

Abstract

Planning and controlling the execution of a project is part of the overall construction project management. In addition to assessment in terms of quality, achievement of a project can be assessed in terms of cost and time. Earned value method is the integrated cost control and project schedule. This method provides project performance status information in terms of cost and time in the project reporting period. In evaluating the performance of the development project of Villa Shimamoto Ryosaku, the performance of the cost aspect shows the savings from the plan, This is shown from the value Cost Performance Index (CPI) > 1 On monthly reporting3 = 1.39, the monthly 6 = 1.97, and the monthly 11 = 1.73 While the performance of the schedule aspect shows the delay of the plan, this is shown from the value Schedule Performance Index (SPI) < 1 on monthly reporting 3= 0.79,the monthly 6 = 0.93, and the monthly 11 = 0.94. Estimate Temporary Cost (ETC) is Rp 480,175,422.16, and Estimation At Completion (EAS) is Rp2,026,445,457.16, while Budgeted At Completion (BAC) is Rp3,502,000,000.00 so get Variance at Compeltioan (VAC) is Rp1,409,621,615.49 and Estimation Temporary Schedule (ETS) is 3.2 month, and Estimation At Schedul (EAS) is 14.2 Month while the time specified in the contract during 14 month, So the project is delayed during 0.2 month (1 week).
PENERAPAN ISTIRAHAT PENDEK MENURUNKAN BEBAN KERJA DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PETUGAS PARKIR DI HARDY’S SESETAN DENPASAR I Ketut Sutapa; I Made Sudiarsa; I Nengah Darma Susila
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 1 (2017): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.371 KB)

Abstract

Hardy’S Sesetan adalah salah satu pusat perbelanjaan yang mempergunakan petugas parkir dalam mengatur operasional pengguna parkir. Sistem kerja petugas parkir di pos jaga pintu masuk dan pintu keluar banyak melibatkan aktivitas fisik, sehingga perlu sistem kerja yang ergonomi untuk dapat meningkatkan produktivitas. Hasil observasi pendahuluan, menunjukkan bahwa sistem kerja yang diterapkan masih ada kekurangannya seperti organisasi kerjanya sehingga perlu diprioritaskan untuk diperbaiki supaya menjadi lebih sehat, aman, nyaman, serta lebih produktif. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan sistem kerja pada petugas parkir di Hardy’S Sesetan Denpasar dengan pendekatan ergonomi total. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan sama subjek dengan jumlah sampel 8 orang. Penelitian difokuskan pada penerapan istirahat pendek, dengan indikator beban kerja dan keluluhan muskulokeletal sebelum dan setelah penerapan istirahat pendek pada petugas parkir. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat dibuat simpulan sebagai berikut. Dengan penerapan istirahat pendek, menurunkan beban kerja perajin petugas parkir sebesar 18,15 % dari katagori beban kerja sedang menjadi ringan, dan menurunkkan keluhan muskulokeletal sebesar 32.75%
AGE AND COMPRESSIVE STRENGTH OF CONCRETE FROM VARIOUS BRANDS OF PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC) I Wayan Intara; I Ketut Sutapa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 2 (2018): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.903 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i2.974

Abstract

. Recently it is provided in the construction market several types of cement such as OPC (Ordinary Portland Cement), White Cement and most recently is PCC (Portland Composite Cement). The composition of PCC cement’s raw materials is Clinker, gypsum and additive materials. Additive materials used are limestone, fly ash and Trass. Unlike OPC type which does not use Fly Ash and Trass additives, in PCC it is used additives like Fly Ash and Trass where there is SiO2 compound that can increase the compressive strength. The research was carried out at the Laboratory of Civil Engineering Department of the Bali State Polytechnic using a cylindrical test object with size 15x30 cm of 20 pieces for each concrete age with a compressive strength of 25 MPa plan, tested at the age of 3, 7, 14, 21, 28, 56, and 90 days following PBI'71. The concrete strength of the concrete characteristics of the plan was achieved at the age of 56 days, with the value of the compressive characteristic of the plan reached at age 56 days with consecutive values ​​of 25.82, 27.67, 26.80, 31.20 MPa and 28.81 MPa for Tonasa, Holcim, Bosowa, Merah Putih, and Tiga Roda cements. This value is greater than the value of compressive strength targeted based on the calculation of job mix design, in which it is 25 MPa. Conversion of Age and Compressive Strength Characteristics for the 5 (five) brands of PCC cement.
DESAIN ALAT KEDUDUKAN PELAT PADA ANGKAT DAN ANGKUT PELAT ESER UNTUK MENURUNKAN BEBAN KERJA, KELUHAN OTOT SKELETAL DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA I Nyoman Sutarna; I Nengah Darma Susila; I Ketut Sutapa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 1 (2018): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.753 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i1.790

Abstract

Aktivitas mengangkat dan mengangkut pelat eser bila dilakukan dengan posisi badan tidak ergonomis akan mengakibatkan keluhan pada otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan beban kerja, keluhan otot skeletal dan peningkatan produktivitas kerja. Metode yang digunakan rancangan sama subjek (treatment by subjects design) jumlah sampel 16 0rang. Keluhan otot skeletal di ukur dengan kuesioner nordic body map, beban kerja diprediksi dengan cara mengukur denyut nadi kerja dengan metode 10 denyut, dan produktivitas di hitung dengan selisih rerata produktivitas antar perlakuan per waktu kerja. Data dianalisis dengan uji t – paired dengan taraf signifikan p<0,005.Hasil analisis setelah dilakukan intervensi ergonomic yaitu membuat alat kedudukan pelat terjadi perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara sebelun dan setelah perlakuan yaitu: (1) penurunan keluhan otot skeletal dari rerata skor 80,1 menjadi 70,0, (2) penurunan beban kerja mahasiswa dari 104,4 denyut permenit menjadi 93,5 denyut permenit, dan (3) peningkatan produktivitas kerja dari 5 kali per jam menjadi 12 kali per jam , terjadi peningkatan sebesar 58,3%. Disimpulkan bahwa mendesain alat kedudukan pelat pada aktivitas angkat dan angkut pelat dapat menurunan beban kerja, keluhan otot skeletal, dan meningkatkan produktivitas kerja. Disarankan kepada para pengambil kebijakan di pendidikan vokasional agar memperhatikan kondisi alat dan fasilitas kerja yang ergonomis.
Analysis of OHS Costs in the Road Construction Project of Singaraja City – Mengwi (Short Cut Bedugul Point 5 - 6) I Ketut Sutapa; I Nyoman Sutapa; I Wayan Darya Suparta; I Nyoman Ramia; Denin Lintang Tuhujati
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 21 No 2 (2021): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v21i2.2545

Abstract

Short Cut Bedugul is a short road construction project on the Singaraja-Denpasar route. The short cut development includes the implementation of an occupational health and safety management system (SMK3). The 5-6 point short cut project includes the grade of a large project and places great importance on work safety. Field conditions with high rainfall make the area prone to landslides that can endanger workers, as well as environmental temperatures that reach 20oC which can affect work productivity. The objectives of this study are: To analyze the implementation of occupational safety and health (K3) on the Short Cut project point 5-6 Bedugul. To find out the amount of costs incurred in implementing K3 on the Short Cut point 5-6 Bedugul project. To analyze the percentage of safety and health costs (K3) to the short cut project value point 5-6 Bedugul. The type of research used in this research is descriptive research. and a quantitative descriptive of the construction of the Singaraja City Boundary Road - Mengwi (Short Cut Bedugul point 5–6) the use of K3 such as the use of safety helmets, light vests, masks, gloves, and safety belts is in accordance with the law and is very disciplined and obedient to existing regulations. set. The percentage of K3 costs to the project value refers to the CIRCULAR OF THE MINISTER NO. 66 / SE / M / 2015 Regarding the Cost of Implementing an Occupational Safety and Health Management System (SMK3) Construction in the Public Works Sector is 0.7%.
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR DI MALL ROBINSON DENPASAR I Ketut Sutapa; I Ketut Gede Bendesa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.49 KB)

Abstract

Di Mall Robinson Denpasar, parkir kendaraan merupakan hal yang perlu mendapat perhatian bagiseluruh komponen yang terdapat di dalamnya, seperti pengunjung, staf karyawan. Jika masalah ini tidaksegera diatasi maka akan terjadi masalah yang lebih kompleks. Masalah yang timbul di antaranya tidakdipergunakannya fasilitas parkir yang ada dan tempat parkir sepeda motor yang melebihi kapasitas.Berdasarkan kenyataan tersebut bahwa karakteristik parkir di Mall Robinson Denpasar pada waktu studimempunyai karakteristik yang berbeda, dengan tingkat puncaknya terjadi pada hari Senin, 28 Juli 2014 danhari Selasa, 29Juli 2014 karena pada hari tersebut adalah hari yang banyak kegiatan kunjungan di pusatperbelanjaan. Di samping itu, masalah parkir di Mall Robinson Denpasar, yaitu penggunaan tempat parkiryang tidak berdasarkan stall yang ada, dan tempat parkir yang ada tidak dipergunakan sebagaimanamestinya. Jadi, untuk parkir sepeda motor, kebutuhan parkirnya melebihi daya tampung yang ada,sedangkan untuk parkir mobil, kebutuhan pakirnya masih kurang dari daya tampung yang ada.
PENERAPAN PISAU BAJAK ERGONOMIS DI DAERAH LAHAN KERING I Ketut Widana; I Ketut Sutapa; Ni Wayan Sadiyani
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.149 KB)

Abstract

Program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) bagi kelompok tani di Desa Batunya Baturiti Tabanan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tanah olahan sehingga didapatkan produktivitas yang setinggi-tingginya. Kualitas tanah olahan dikatakan baik bilamana agregat atau butir-butir tanah terdiri dari butiran kecil yang memungkinkan terjadinya sirkulasi oksigen ketika tanah ditanami, sedangkan kuantitas tanah olahan adalah jumlah tanah dalam meter persegi yang mampu diolah tiap satuan waktu. Dengan kualitas tanah olahan yang baik petani akan mampu menanam bibit lebih banyak jika dibantingkan jika tanah olahan terdiri dari bongkahan-bongkahan kasar tidak merata. Pisau bajak atau yang lebih umum disebut singkal memegang peranan penting ketika proses pengolahan tanah akan dilakukan. Pisau bajak yang selama ini dipakai oleh warga kelompok tani adalah pisau bajak existing yang memiliki kelemahan pada bentuk mata pisau yang tidak bisa dibelokkan atau dibuat membentuk sudut, sehingga tidak mampu menjangkau tanah yang berada di pinggir pematang. Kira-kira 1 meter di sepanjang pematang tanah garapan tidak bisa dikerjakan karena alasan teknis, yaitu terhalang oleh roda traktor. Tanah-tanah tersebut, ditambah tanah di setiap sudut petak ladang terpaksa harus dikerjakan dengan tenaga tani upahan yang tentunya memerlukan biaya tambahan. Dengan mempertimbangkan adanya kemungkinan untuk upaya perbaikan, anggota kelompok tani Kembang Sari Batunya Bedugul sepakat berkolaborasi dengan para akademisi Politeknik Negeri Bali untuk mendapatkan solusi. Ada tiga desain yang ditawarkan kepada kelompok tani Kembang Sari, Desa Batunya Kecamatan Baturiti Tabanan Bali. Pertama, pisau bajak dengan empat mata pisau. Desain ini mengadopsi model pisau bajak yang dipakai oleh petani di Negara Inggris. Kinerja pisau bajak empat mata cukup baik, namun kurang disukai oleh petani karena agak berat dan tidak mampu menghalau sampah. Pisau bajak bermata dua juga memberi harapan cerah karena mampu meningkatkan produktivitas hampir 12%, namun sebagaimana juga pisau bajak bermata empat, pisau bajak ini memiliki kelemahan pada desain yang kurang fleksibel serta relatif berat. Mempertimbangkan kelemahan kedua desain di atas, pilihan kemudian jatuh pada desain yang ketiga, yaitu sebuah pisau bajak multi fungsi yang ergonomis. Multi fungsi karena posisi pisau dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Ergonomis karena ukurannya memakai antropometri petani. Produktivitas kerja meningkat cukup signifikan saat pisau bajak jenis ini diaplikasikan pada tanah lahan kering.
APLIKASI PENATAAN PARKIR BASEMENT MOBIL DENGAN POLA PETAK PARKIR 900 MENINGKATKAN KEPUASAN PENGGUNA PARKIR MALL RAMAYANA DENPASAR I Ketut Sutapa; I Made Sudiarsa; I Nengah Darma Susila
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 7 No 1 (2017): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.139 KB) | DOI: 10.31940/matrix.v7i1.515

Abstract

Mall Ramayana Denpasar sebagai pusat perbelanjaan memiliki fasilitas parkir baik di dalam maupun di luar gedung. Untuk meningkatkan kepuasan pengguna parkir, maka dilakukan pemberlakuan pola petak parkir mobil dengan sudut 900 melalui penerapan teknologi tepat guna dengan pendekatan sistemik, holistik, interdisipliner dan partisipatori. Pengukuran kondisi lingkungan (suhu, kelembaban, kebisingan, intensitas cahaya) dilakukan menggunakan alat environment meter dan anemometer (kecepatan angin). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk dan uji beda dengan One Way Anova, sedangkan yang tidak berdistribusi normal menggunakan uji Wilcoxon pada tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap perbaikan basement parkir mobil menunjukkan terjadinya peningkatan terhadap kepuasan ditinjau dari penurunan beban kerja sebesar 17,57%, penurunan penggunaan energi otot sebesar 29,96%, peningkatan kemudahan parkir sebesar 35,79%, peningkatan kenyamanan parkir sebesar 54,63%, dan peningkatan produktivitas parkir sebesar 29,50%.
KARAKTERISTIK PARKIR SEPEDA MOTOR PADA PUSAT PERBELANJAAN HARDY’S SESETAN I Ketut Sutapa; I Wayan Darta Suparta; I Nengah Darma Susila
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 7 No 1 (2017): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.587 KB) | DOI: 10.31940/matrix.v7i1.522

Abstract

Sebagai salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota Denpasar, area parkir sepeda motor di Hardy’s Sesetan memerlukan perhatian pihak manajemen. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: tidak digunakannya fasilitas parkir yang ada; serta tempat parkir sepeda motor yang melebihi kapasitas. Jika masalah parkir tidak segera diatasi, maka akan terjadi masalah parkir di Hardy’s Sesetan, Denpasar. Hal ini didasarkan dari hasil penelitian karakteristik parkir di lokasi tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda dengan puncak terjadi pada hari Sabtu, 31 Desember 2016 dengan rata-rata lama parkir sebesar 6,496 jam dan indeks parkir sebesar 5,1 serta terjadi pada hari Minggu, 1 Januari 2017 dengan rata-rata lama parkir sebesar 5,397 jam dan indeks parkir sebesar 6,45. Hal ini disebabkan karena pada hari tersebut adalah hari yang banyak kegiatan dan kunjungan di pusat perbelanjaan ini. Dengan demikian, kebutuhan parkir sepeda motor di Hardy’s Sesetan melebihi daya tampung yang ada.
The analysis of work improvement of short ergonomics break on the rice weeding farmers in Kebon Bantiran, Bajera, Tabanan I Nengah Darma Susila; I Ketut Sutapa; I Nyoman Sutarna
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 11 No 1 (2021): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/matrix.v11i1.2347

Abstract

Weeding rice in paddy fields is mostly done by female farmers, as it is done by farmers in Kebon Bantiran village, Bajera, Tabanan. The body position of the female farmers when weeding the rice in the paddy field is bent and both feet are buried in the mud. The purpose of this study was to find out and describe the workload of female farmers when weeding rice plants in the rice fields. The sample for this study is 10 female farmers. The method of this research is the measurement of pulse with the 10 pulse-method. Data collection is done twice, after-work and after a short break. The data obtained are analysed by a t-paired test. The calculation results obtained the mean after-work pulse rate of 115.25 pulse per minute, while the resting pulse rate was 95.50 pulse per minute, decreased pulse rate was 19.75 pulse per minute or decreased by 20.68 percent. In the statistical test, the t-paired test decreased significantly (p is less than 0.05). The workload of female farmers to weed rice is a mild category. The percentage of cardiovascular load (CVL) for female farmers when weeding rice was 19.99 percent which indicates the category required for work improvement. The percentage of CVL value is calculated from the level of workload classification based on the increase of work pulse compared to the Vanwonteghem maximum pulse and categorized it into the classification of light or moderate workloads, so this need improvement by taking a short break.
Co-Authors Adi Prawito Agung Rai Antara, I Made Amrina, Amrina Arcana, Kadek Artha, Kadek Karunia Aryawan, I G M Oka Aslam Aslam, Aslam Bendesa, I Wayan Pariasta Budiadi, I Made Candrawengi, Ni Luh Putu Ika Dahlan Abdullah Decky Cipta Indrashwara Denin Lintang Tuhujati Desak Made Purnama Dewi Deta Cahya Ramadhani Dewa Nyoman Sumardiana, Durrotun N, Ronny Durrotun, Ronny Erna Wiles Fransika Moi Gede Yasada Gusti Ayu Oka Cahya Dewi Hanung, Yuliana Devila Hartana, I Nyoman Kharisma Aditya I G M Oka Aryawan I Gede Fery Surya Tapa I Gede Sastra Wibawa I Gede Sastra Wibawa I Gede Sastra Wibawa I Kadek Andita Putra I Ketut Gede Bendesa I Ketut Mahardika I Ketut Suarta I Ketut Widana I Ketut Widana I Ketut Widana I Ketut Widana I Komang Sudiarta I Komang Suta Wijaya I Made Agus Mertha Dana I Made Anom Santiana I Made Anom Santiana I Made Bayu Wisnawa I Made Gede Darma Susila I Made Gita Ariadi I Made Jaya I Made Suardana Kader I Made Sudiarsa I Made Tapa Yasa I Nengah Darma Susila I Nengah Darma Susila I Nengah Darma Susila, I Nengah Darma I Nyoman Ardika I Nyoman Indra Kumara I Nyoman Ramia I Nyoman Suardika I Nyoman Sutapa I Nyoman Sutapa I Nyoman Sutarna I P. Alit Suthanaya I Putu Agus Krisnadinata I Putu Arya Setya Dharma I Wayan Budiarsa I Wayan Darya Suparta I Wayan Intara I Wayan Kartimin I Wayan Suasira I Wayan Suasira I Wayan Sudiasa I Wayan Suparta I Wayan Suweda Ida Ayu Karina Putri Ida Ayu Trisnawati, Ida Ayu Ida Ayu Wimba Ruspawati, Ida Ayu Ida Bagus Wirahaji Ida Bagus Yodhie Harischandra Irwansyah, Defi Islam, Khoirul Ismawati Ismawati Isyoratullatifah Kadek Adi Suryawan Karyana, I Made Dendi Dwi Koespiadi KOMPYANG AYU, NI GUSTI AYU MADE AMBAR Kurniawansyah, Kurniawansyah Kusumayana, I Made Alam Made Sudiarsa Made Sudiarsa Made Sudiarsa Moi, Fransiska Ni Kadek Indah Rohani Ni Ketut Ayu Pratini Wulandari Ni Luh Putu Agustini Karta Ni Made Eka Sanisca Dewi Ni Nyoman Ardani Ni Wayan Mekarini Ni Wayan Sadiyani Ni Wayan Suartini Ni Wayan Sumetri Ni Wayan Sumetri Nugraha, I Wayan Nur Alfionita, Firda Bunga Prakasa, I Made Panji Tirta Putu Agus Prayogi Putu Agus Prayogi Putu Doddy Heka Ardana Putu Gde Sukarata Putu Hermawati Raditya, Rizky Putra Ramadhani, Deta Cahya Rani Kusumo Wardani Rizal Bahaswan Ronny Durrotun Nasihien, Ronny Durrotun Rudi Setiawan Santiana, I Made Anom Setiawan, Muhammad Ikhsan Suasira, I Wayan Sudiarsa, Made Sudiarta, I Komang Sudiasa, Wayan Sudiyani, Gusti Ayu Fera Dewi Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sumetri, Ni Wayan Suminto Suminto Tapayasa, I Made Wayan Sudiasa Wibawa, I Gede Sastra Wiraga, I Wayan Wulandari, Pande Putu Yasa, I Made Tapa Yasada, Gede Yoga, Ni Made Galuh Citra Yuliadewi, Ni Putu Ary Yuliana Sukarmawati Zainordin, Nadzirah