Claim Missing Document
Check
Articles

PENCIPTAAN KARYA TARI "TANOH LADO" Yoga, Ni Made Galuh Citra; Sutapa, I Ketut; Suminto, Suminto
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 4 No 1 (2024): Jurnal IGEL Vol 4 No 1 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v4i1.3241

Abstract

TANOH LADO merupakan karya seni tari kontemporer yang bersumber dari keresahan terhadap kemunduran pertanian tanaman lada di Lampung Pulau Sumatera, menggambarkan pembawaan tentang kehidupan petani lada. Ide karya ini dilatarbelakangi dengan fenomena sosial yaitu hubungan pertanian. Proses atau tahapan penciptaan yang dilalui meliputi: (1) Ngawirasa (inspirasi), (2) Ngawacak (eksplorasi), (3) Ngarencana (konsepsi) (4) Ngawangun (eksekusi), (5) Ngebah (produksi). Karya ini diwujudkan dalam bentuk tari kontemporer yang terdiri dari lima orang penari putri dengan menggambarkan karakter masing-masing yaitu petani dan hama. Struktur karya ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu awal, isi, dan akhir. Iringan tari yang digunakan pada karya ini menggunakan instrument media aplikasi MIDI (Musical Insturment Digital Interface)dengan menggabungkan musik kontemporer dan tambahan musik–musik ciri khas Lampung sebagai pembawa suasana tempat. Tari “TANOH LADO” ini menggunakan tata rias minimalis untuk karakter petani menciptakan kesan sederhana dan alami, sesuai dengan kehidupan sehari-hari petani lada di Lampung dan menggunakantata busana yang sederhana yaitu atasan kemben dengan motif Tapis Lampung, penggunaan kain Tapis Lampung pada atasan kemben menunjukkan upaya untuk menonjolkan ciri khas budaya Lampung dalam kostum tari. Hasil dari proses penciptaan tari “TANOH LADO” dipentaskan di Gedung Natya Mandala Institut SeniIndonesia Denpasar.
ANALISIS KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN UMUM BUS TRANS METRO DEWATA KORIDOR 1 Kusumayana, I Made Alam; Hermawati, Putu; Sutapa, I Ketut
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 1 No. 3 (2023): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/berkalafstpt.v1i3.628

Abstract

The purpose of this study was to determine service performance based on travel time, speed, intervening time, circulation time, load factor, and also to determine passenger characteristics and consumer assessment of service quality in operational Corridor 1 Trans Metro Dewata Bus. The method used in this research is quantitative and descriptive qualitative. This research was conducted on Corridor 1 with the route Central Parking Kuta - Pesiapan Terminal. Based on data obtained from observations in the field, distributing questionnaires, and dynamic surveys on the analysis of the performance of Trans Metro Dewata Public Transport Services, then the data is analyzed in the format provided. The results of the study show that the operation of the Trans Metro Dewata Bus shows that of the 5 analysis indicators used, only 3 indicators comply with the minimum service standards of the Technical Guidelines for the implementation of public passenger transportation in urban areas of the Department of Land Transportation, namely speed, travel time, and time between. The results of the consumer assessment of Trans Metro Dewata users show that the assessment of service quality with an average value of 3.93 is in the good category. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja pelayanan berdasarkan waktu tempuh, kecepatan, waktu antara, waktu sirkulasi, faktor muatan, dan mengetahui karakteristik penumpang dan penilaian konsumen terhadap kualitas pelayanan pada operasional koridor 1 Bus Trans Metro Dewata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada Kkridor 1 dengan rute Central Parkir Kuta - Terminal Pesiapan. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan, penyebaran kuesioner, dan survei dinamis pada analisis Kinerja Pelayanan Angkutan Umum Trans Metro Dewata, kemudian data tersebut dianalisis dalam format yang telah disediakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa operasional Bus Trans Metro Dewata menunjukan bahwa dari 5 analisis indikator yang digunakan, hanya 3 indikator yang sesuai dengan standar pelayanan minimal dari Pedoman Teknis penyelenggaraan angkutan penumpang umum di wilayah perkotaan Departemen Perhubungan Darat, yaitu kecepatan, waktu tempuh, dan waktu antara. Hasil penilaian konsumen pengguna Trans Metro Dewata bahwa penilaian kualitas pelayanan dengan nilai rata-rata 3,93 pada kategori baik
TARI KREASI BARU LABAONG LABUNTAR KOMPYANG AYU, NI GUSTI AYU MADE AMBAR; Sutapa, I Ketut; Suminto, Suminto
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 4 No 2 (2024): Jurnal IGEL Vol 4 No 2 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v4i2.3237

Abstract

Labaong Labuntar is a new creation of dance art originating from the folklore of Sumbawa, West Nusa Tenggara, depicting the character of two princess characters named Lala Balong and Lala Buntar from the Samawa Kingdom. The idea for this work is motivated by a social phenomenon, namely friendship relationships. The process or stages of creation that are followed include: (1) Ngawirasa (inspiration), (2) Ngawacak (exploration), (3) Ngeplan (conception), (4) Ngawangun (execution), (5) Ngebah (production). This work is realized in the form of a new dance creation consisting of two female dancers depicting their respective characters, namely Lala Balong and Lala Buntar. The structure of this work is divided into three parts, namely beginning, content and end. The dance accompaniment used in this work is Gong Genang with the addition of several instruments such as satong srek, gendang, pelompong, and serune. The "LABAONG LABUNTAR" dance uses minimalist make-up which depicts a princess and the fashion uses traditional Sumbawa costumes which have been modified by the stylist, without reducing the beauty and comfort of the user. The results of the dance creation process "LABAONG LABUNTAR" were performed at the Natya Mandala Building, Indonesian Arts Institute, Denpasar.
PEMETAAN PURA DESA LAN PUSEH , DESA ADAT TEGALLALANG KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR , BALI Wibawa, I Gede Sastra; Budiadi, i Made; Suasira, I Wayan; Sutapa, I Ketut
Jurnal Vokasi Vol 7, No 3 (2023): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i3.4158

Abstract

Meningkatnya kesadaran umat hindu, khususnya masyarakat desa Tegallalang untuk melakukan persembahyangan di pura- pura, sehingga jumlah memedek juga meningkat terutama pada saat piodalan, hal ini juga terjadi di Pura Desa Lan Puseh Desa Tegallalang . Peningkatan ini menyebabkan kenyamanan pada saat persembahyangan berkurang karena halaman /area mandala utama tidak begitu luas. Hal ini sudah lama menjadi pemikiran panitia pembangunan Pura Desa Lan Puseh Tegallalang . Oleh sebab itu, untuk menciptakan rasa kenyamanan dan keamanan dalam melakukan persembahyangan pada hari hari tertentu seperti hari piodalan, perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan rasa kenyamanan dalam melakukan persembahyangan, khususnya di Pura Desa Lan Puseh kecamatanTegallalang, kabupaten Gianyar, Bali . Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kenyamanan pemendek maka dilakukan penataan lingkungan pura., bahan proposal dalam mengajukan bantuan kepada pihak yang terkait dengan pembangunan pura. Metode kegaiatan pengabdian melalui kegiatan pengukuran, inventirasisasi terhadap prasarana pura dan duwe pura, membuat rencana anggaran biaya. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah gambar hasil pengukuran, pemberian nama pada setiap pelinggih, dan melakukan inventarisasi terhadap duwe pura. Untuk itu panitia bendesa adat pembangunan pura meminta Tim Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali untuk merencanakan pemetaan Pura
Pemetaan Merajan Kawitan Arya Kepakisan Dauh Bale Agung, Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem,Bali Wibawa, I Gede Sastra; Budiadi, I Made; Suasira, I Wayan; Sutapa, I Ketut
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5478

Abstract

Masyarakat Desa Talibeng ,  Kecamatan Sidemen , memiliki beberapa pura yang menjadi tempat persembahyangan. Salah satau  Pura  tersebut adalah Pura Merajan Kawitan Arya Kepakisan Dauh Bale Agung.  Meningkatnya kesadaran umat dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai masyarakat yg senantiasa menjaga warisan leluhurnya. Permasalahan yang terjadi adalah kurangnya rasa kenyamanan dan keamanan dalam melakukan persembahyangan pada hari hari tertentu seperti hari piodalan Tujuan kegiatan pengabdian adalah menciptakan rasa kenyamanan dalam  melakukan persembahyangan, khususnya  di Pura  Kawitan Desa Talibeng. Metode yang dialksanakan dengan penataan lingkungan Pura . Karena area pura tidak begitu luas, maka diperlukan perencanaan dalam perluasan ini dengan  perencanaan yang matang. Hasil kegiatan pengabdian adalah gambar pemetaan lingkungan pura, pemberian nama pada setiap pelinggih, dan melakukan inventarisasi terhadap duwe pura. Untuk itu panitia bendesa adat pembangunan   pura meminta Tim Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali untuk merencanakan pemetaan Pura.
KEGIATAN PENGUKURAN, PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK DAN AIR BERSIH DI SANGGAH DADYA KELOD KAUH, DESA BENGKALA, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG, SINGARAJA Yasada, Gede; Sutapa, I Ketut; Moi, Fransiska; Sudiarta, I Komang
Jurnal Vokasi Vol 7, No 3 (2023): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i3.4156

Abstract

Sanggah dadia Tangkas Kori agung yang berlokasi di Banjar Kelod Kauh, Desa Bengkala, Kecamatan Kota Kubutambahan, Singaraja. Sanggah dadya ini  merupakan sanggah yang cukup tua dan unik karena berdekatan dengan pinggir sungai, dan kawasan perumahan penduduk. Meningkatnya kesadaran umat hindu, khususnya masyarakat dadia Banjar Kelod Kauh, Desa Bengkala untuk melakukan persembahyangan, sehingga jumlah memedek juga meningkat terutama pada saat piodalan.   Peningkatan ini menyebabkan kenyamanan pada saat persembahyangan berkurang karena kurangnya instalasi listrik dan instalasi air. Hal ini sudah lama menjadi pemikiran pengempon sanggah dadia.  Dalam rangka kondisi tersebut, maka dilakukan kegiatan pengukuran untuk mengetahui kondisi topograpi di kawasan sanggah. Dalam proses perbaikan, diharapkan akan dibantu oleh Jurusan Teknik Sipil – Politeknik Negeri Bali mulai dari tahap pengukuran/pemetaan topografi sampai terwujudnya rencana penataan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tahapan yaitu: peninjauan  lokasi, dilakukan terhadap jumlah bahan dan jenis bahan yang diperlukan, sebagai solusi perbaikan instalasi listrik dan air bersih secara keseluruhan. Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini akan dilakukan beberapa tahap kegiatan sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi yaitu  pengukuran area pura, penggambaran hasil ukur, perbaikan instalasi listrik dan instalasi air bersih  di kawasan sanggah.   Pemahaman dan kemampuan melaksanakan perbaikan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan  dalam melakukan persembahyangan di sanggah Dadia Tangkas Kori Agung, Banjar Kelod Kauh, Desa Bengkala
Pelatihan Software BIM Bagi Karyawan di Mitra Industri CV. Amira Eka Dana Wiraga, I Wayan; Moi, Fransiska; Sutapa, I Ketut
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5476

Abstract

Dalam menggambar bangunan diperlukannya sebuah metode yang dapat membantu mengurangi masalah yang sering terjadi saat menggunakan metode konvensional (perhitungan manual). Salah satu metode yang digunakan yaitu dengan Building Information Modeling (BIM). Pemodelan menggunakan BIM adalah salah satu cara yang paling efektif untuk saat ini. BIM membantu memodelkan bentuk dari bangunan yang akan dibangun mulai dari bentuk 2D seperti tampak, potongan, dan denah hingga pemodelan dengan bentuk tiga dimensi (3D) dari bangunan tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan software BIM yang dimiliki karyawan mitra industri guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan dalam bekerja dan mengajarkan mahasiswa D2 Fondasi, Benton dan Pengaspalan Jalan dalam melakukan Magang industri. Adaptasi dan komunikasi di lingkungan kerja sangat dibutuhkan, karena merupakan dasar untuk bisa diterima di lingkungan atau komunitas yang baru. Hal tersebut yang harus dikembangkan karyawan dalam bekerja. Tim pengabdian masyarakat yakin bahwa semua karyawan pasti bisa melakukan software BIM. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, adalah dapat mentransfer ilmu berupa memberikan pelatihan pada karyawan tentang Building Information Modeling yang selanjutnya akan menstransfer ilmu tersebut kepada karyawan.
Desain Fasilitas Parkir Di Pura Pakendungan di Desa Beraban, Tabanan Sudiarta, I Komang; Yasada, Gede; Sutapa, I Ketut
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5975

Abstract

Pura Pakendungan di Desa Beraban, Tabanan  memiliki  areal  tempat parkir  dan  dari  tahun  ke  tahun  mengalami peningkatan kebutuhan parkir.  Meningkatnya  jumlah masyarakat menggunakan kendaraan dalam persembahyangan, sehingga membuat kebutuhan parkir meningkat diikuti juga peningkatan kebutuhan  parkir.  Oleh  karena  itu,    perlu  dilakukan pengukuran terhadap lokasi tempat parkir yang ada  di Pura Pakendungan di Desa Beraban, Tabanan. Hasil pengamatan pada lokasi menunjukkan bahwa lahan parkir yang tersedia belum dimanfaatkan dengan baik serta fasilitas parkir yang sangat tidak memadai. Untuk itu ketua pengempon pura menggandeng pihak akademis untuk ikut merencanakan idenya tersebut. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat memuat uraian singkat mengenai masalah mitra dan tujuan pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah survey lapangan, pengolahan data dan laporan. Disamping itu pengabdian ini mengetahui  desain  parkir  kendaraan  di  Pura Pakendungan di Desa Beraban, Tabanan. Hasil akhir adalah saran atau rekomendasi terkait yang diberikan adalah Bentuk pola parkir kendaraan bermotor roda empat dipilih yang bersudut 60֯ karena dapat menampung lebih banyak kendaraan dan pengendara lebih mudah bermanuver, sedangkan bagi kendaraan roda dua dipilih bentuk parkir 90֯ untuk menampung lebih banyak motor
PROGRAM HOLISTIK PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN DESA (PHP2D) OPTIMALISASI BALAI BANJAR SEBAGAI RUMAH BELAJAR PADA MASA COVID 19 DI DESA CEPAKA TABANAN Ni Luh Putu Agustini Karta; I Ketut Sutapa; Rani Kusumo Wardani; Erna Wiles
Synergy and Society Service Vol. 1 No. 1 (2021): Synergy and Society Service
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.355 KB) | DOI: 10.51713/save.v1i1.42

Abstract

The Covid 19 pandemic has weakened the economy of the world community. The resulting impact is felt by all levels of rural and urban society; among parents, adults and children. Amid the economic downturn, people must survive. Various alternative efforts were made so that people could still eat and receive education. Especially school children who are very risky if their education is stopped for a relatively long time. This condition motivates the HIMA Accounting and Management of Triatma Mulya University to implement the PHP2D program through the optimization of the Banjar Hall as a Learning Center in the Covid 19 Pandemic Era in Cepaka Village, Tabanan, Bali. used as an arena for monthly meetings. Through this PHP2D program, the Banjar Hall is now equipped with internet facilities, work desks and bookshelves for libraries. Every day at 15-18 wita the children in each banjar; come to study with the help of students and lecturers. The availability of free internet and the presence of 5 students as teachers / mentors in each banjar make a positive contribution to the community and children in Cepaka village. After four months of this activity, a very harmonious relationship was formed between students and school children ranging from elementary and junior high schools. School children, totaling nearly 150 children, are trained in their learning, academic, soft skills and hard skills in order to grow into a superior generation. This activity received a warm welcome from the community, even the Head of Kediri Sub-district was very grateful and made Cepaka Village the first project pilot village to provide a learning house with free wi-fi. It is hoped that in the next period other villages can also be developed, students help children in learning so that they can achieve their goals.
IDENTIFIKASI POTENSI WISATA DESA TANGKUP KARANGASEM MENUJU DESA WISATA RINTISAN Ni Wayan Mekarini; Putu Agus Prayogi; I Ketut Sutapa
Synergy and Society Service Vol. 1 No. 2 (2021): Synergy and Society Service
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.169 KB) | DOI: 10.51713/save.v1i2.50

Abstract

Tangkup Village has an area of 2,667 Km2, most of which is in the form of rice fields. The natural tourism potential of Tangkup Village is a rice field area located in Tangkup Anyar, a watershed located in Tangkup Desa area, and green hills that surround the village. Cultural potential in the form of cagcag woven cloth which is a typical product of Tangkup, traditional snacks called jaje tulud, tipat pesor and sangait. In other places, sangait is made from sweet potatoes, Sangait in Tangkup village is made from cassava which is widely grown by local people. However, in the process of developing this snack product, it encountered obstacles related to the dough that did not support the process of design tulud cakes with coconut shells. Even though the community wants to develop jaja tulud, the tools used should not be replaced. Because of these difficulties, not many residents survive to make jaja tulud which is usually used for ceremonial needs. Regarding its function as a typical snack, students want to develop this snack so that it can be of economic value and accepted by tourists through a more elegant presentation. Students are actively involved in the preparation for the formation of Pokdarwis so that the direction of village development is towards a managed and directed tourism village. So far, the potential management of Tangkup Village is still being handled independently by utilizing the land owned, especially those located near watersheds, in the form of cafes, rafting, Asta Gangga Park attractions and bamboo houses that are being built as tourist facilities on the hill. The village hopes that students will help generate the tourism potential of Tangkup Village, so that it is widely known and visitors enjoy the beauty of this beautiful fertile village through the preparation of local human resources to welcome Tangkup village which will soon become a tourist village.
Co-Authors Adi Prawito Agung Rai Antara, I Made Amrina, Amrina Arcana, Kadek Artha, Kadek Karunia Aryawan, I G M Oka Aslam Aslam, Aslam Bendesa, I Wayan Pariasta Budiadi, I Made Candrawengi, Ni Luh Putu Ika Dahlan Abdullah Decky Cipta Indrashwara Denin Lintang Tuhujati Desak Made Purnama Dewi Deta Cahya Ramadhani Dewa Nyoman Sumardiana, Durrotun N, Ronny Durrotun, Ronny Erna Wiles Fransika Moi Gede Yasada Gusti Ayu Oka Cahya Dewi Hanung, Yuliana Devila Hartana, I Nyoman Kharisma Aditya I G M Oka Aryawan I Gede Fery Surya Tapa I Gede Sastra Wibawa I Gede Sastra Wibawa I Gede Sastra Wibawa I Kadek Andita Putra I Ketut Gede Bendesa I Ketut Mahardika I Ketut Suarta I Ketut Widana I Ketut Widana I Ketut Widana I Ketut Widana I Komang Sudiarta I Komang Suta Wijaya I Made Agus Mertha Dana I Made Anom Santiana I Made Anom Santiana I Made Bayu Wisnawa I Made Gede Darma Susila I Made Gita Ariadi I Made Jaya I Made Suardana Kader I Made Sudiarsa I Made Tapa Yasa I Nengah Darma Susila I Nengah Darma Susila I Nengah Darma Susila, I Nengah Darma I Nyoman Ardika I Nyoman Indra Kumara I Nyoman Ramia I Nyoman Suardika I Nyoman Sutapa I Nyoman Sutapa I Nyoman Sutarna I P. Alit Suthanaya I Putu Agus Krisnadinata I Putu Arya Setya Dharma I Wayan Budiarsa I Wayan Darya Suparta I Wayan Intara I Wayan Kartimin I Wayan Suasira I Wayan Suasira I Wayan Sudiasa I Wayan Suparta I Wayan Suweda Ida Ayu Karina Putri Ida Ayu Trisnawati, Ida Ayu Ida Ayu Wimba Ruspawati, Ida Ayu Ida Bagus Wirahaji Ida Bagus Yodhie Harischandra Irwansyah, Defi Islam, Khoirul Ismawati Ismawati Isyoratullatifah Kadek Adi Suryawan Karyana, I Made Dendi Dwi Koespiadi KOMPYANG AYU, NI GUSTI AYU MADE AMBAR Kurniawansyah, Kurniawansyah Kusumayana, I Made Alam Made Sudiarsa Made Sudiarsa Made Sudiarsa Moi, Fransiska Ni Kadek Indah Rohani Ni Ketut Ayu Pratini Wulandari Ni Luh Putu Agustini Karta Ni Made Eka Sanisca Dewi Ni Nyoman Ardani Ni Wayan Mekarini Ni Wayan Sadiyani Ni Wayan Suartini Ni Wayan Sumetri Ni Wayan Sumetri Nugraha, I Wayan Nur Alfionita, Firda Bunga Prakasa, I Made Panji Tirta Putu Agus Prayogi Putu Agus Prayogi Putu Doddy Heka Ardana Putu Gde Sukarata Putu Hermawati Raditya, Rizky Putra Ramadhani, Deta Cahya Rani Kusumo Wardani Rizal Bahaswan Ronny Durrotun Nasihien, Ronny Durrotun Rudi Setiawan Santiana, I Made Anom Setiawan, Muhammad Ikhsan Suasira, I Wayan Sudiarsa, Made Sudiarta, I Komang Sudiasa, Wayan Sudiyani, Gusti Ayu Fera Dewi Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sumetri, Ni Wayan Suminto Suminto Tapayasa, I Made Wayan Sudiasa Wibawa, I Gede Sastra Wiraga, I Wayan Wulandari, Pande Putu Yasa, I Made Tapa Yasada, Gede Yoga, Ni Made Galuh Citra Yuliadewi, Ni Putu Ary Yuliana Sukarmawati Zainordin, Nadzirah Zalfie Ardian