Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Merajan Kawitan Arya Kepakisan Dauh Bale Agung, Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem,Bali Wibawa, I Gede Sastra; Budiadi, I Made; Suasira, I Wayan; Sutapa, I Ketut
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5478

Abstract

Masyarakat Desa Talibeng ,  Kecamatan Sidemen , memiliki beberapa pura yang menjadi tempat persembahyangan. Salah satau  Pura  tersebut adalah Pura Merajan Kawitan Arya Kepakisan Dauh Bale Agung.  Meningkatnya kesadaran umat dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai masyarakat yg senantiasa menjaga warisan leluhurnya. Permasalahan yang terjadi adalah kurangnya rasa kenyamanan dan keamanan dalam melakukan persembahyangan pada hari hari tertentu seperti hari piodalan Tujuan kegiatan pengabdian adalah menciptakan rasa kenyamanan dalam  melakukan persembahyangan, khususnya  di Pura  Kawitan Desa Talibeng. Metode yang dialksanakan dengan penataan lingkungan Pura . Karena area pura tidak begitu luas, maka diperlukan perencanaan dalam perluasan ini dengan  perencanaan yang matang. Hasil kegiatan pengabdian adalah gambar pemetaan lingkungan pura, pemberian nama pada setiap pelinggih, dan melakukan inventarisasi terhadap duwe pura. Untuk itu panitia bendesa adat pembangunan   pura meminta Tim Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali untuk merencanakan pemetaan Pura.
KEGIATAN PENGUKURAN, PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK DAN AIR BERSIH DI SANGGAH DADYA KELOD KAUH, DESA BENGKALA, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG, SINGARAJA Yasada, Gede; Sutapa, I Ketut; Moi, Fransiska; Sudiarta, I Komang
Jurnal Vokasi Vol 7, No 3 (2023): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i3.4156

Abstract

Sanggah dadia Tangkas Kori agung yang berlokasi di Banjar Kelod Kauh, Desa Bengkala, Kecamatan Kota Kubutambahan, Singaraja. Sanggah dadya ini  merupakan sanggah yang cukup tua dan unik karena berdekatan dengan pinggir sungai, dan kawasan perumahan penduduk. Meningkatnya kesadaran umat hindu, khususnya masyarakat dadia Banjar Kelod Kauh, Desa Bengkala untuk melakukan persembahyangan, sehingga jumlah memedek juga meningkat terutama pada saat piodalan.   Peningkatan ini menyebabkan kenyamanan pada saat persembahyangan berkurang karena kurangnya instalasi listrik dan instalasi air. Hal ini sudah lama menjadi pemikiran pengempon sanggah dadia.  Dalam rangka kondisi tersebut, maka dilakukan kegiatan pengukuran untuk mengetahui kondisi topograpi di kawasan sanggah. Dalam proses perbaikan, diharapkan akan dibantu oleh Jurusan Teknik Sipil – Politeknik Negeri Bali mulai dari tahap pengukuran/pemetaan topografi sampai terwujudnya rencana penataan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tahapan yaitu: peninjauan  lokasi, dilakukan terhadap jumlah bahan dan jenis bahan yang diperlukan, sebagai solusi perbaikan instalasi listrik dan air bersih secara keseluruhan. Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini akan dilakukan beberapa tahap kegiatan sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi yaitu  pengukuran area pura, penggambaran hasil ukur, perbaikan instalasi listrik dan instalasi air bersih  di kawasan sanggah.   Pemahaman dan kemampuan melaksanakan perbaikan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan  dalam melakukan persembahyangan di sanggah Dadia Tangkas Kori Agung, Banjar Kelod Kauh, Desa Bengkala
Pelatihan Software BIM Bagi Karyawan di Mitra Industri CV. Amira Eka Dana Wiraga, I Wayan; Moi, Fransiska; Sutapa, I Ketut
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5476

Abstract

Dalam menggambar bangunan diperlukannya sebuah metode yang dapat membantu mengurangi masalah yang sering terjadi saat menggunakan metode konvensional (perhitungan manual). Salah satu metode yang digunakan yaitu dengan Building Information Modeling (BIM). Pemodelan menggunakan BIM adalah salah satu cara yang paling efektif untuk saat ini. BIM membantu memodelkan bentuk dari bangunan yang akan dibangun mulai dari bentuk 2D seperti tampak, potongan, dan denah hingga pemodelan dengan bentuk tiga dimensi (3D) dari bangunan tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan software BIM yang dimiliki karyawan mitra industri guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan dalam bekerja dan mengajarkan mahasiswa D2 Fondasi, Benton dan Pengaspalan Jalan dalam melakukan Magang industri. Adaptasi dan komunikasi di lingkungan kerja sangat dibutuhkan, karena merupakan dasar untuk bisa diterima di lingkungan atau komunitas yang baru. Hal tersebut yang harus dikembangkan karyawan dalam bekerja. Tim pengabdian masyarakat yakin bahwa semua karyawan pasti bisa melakukan software BIM. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, adalah dapat mentransfer ilmu berupa memberikan pelatihan pada karyawan tentang Building Information Modeling yang selanjutnya akan menstransfer ilmu tersebut kepada karyawan.
Desain Fasilitas Parkir Di Pura Pakendungan di Desa Beraban, Tabanan Sudiarta, I Komang; Yasada, Gede; Sutapa, I Ketut
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5975

Abstract

Pura Pakendungan di Desa Beraban, Tabanan  memiliki  areal  tempat parkir  dan  dari  tahun  ke  tahun  mengalami peningkatan kebutuhan parkir.  Meningkatnya  jumlah masyarakat menggunakan kendaraan dalam persembahyangan, sehingga membuat kebutuhan parkir meningkat diikuti juga peningkatan kebutuhan  parkir.  Oleh  karena  itu,    perlu  dilakukan pengukuran terhadap lokasi tempat parkir yang ada  di Pura Pakendungan di Desa Beraban, Tabanan. Hasil pengamatan pada lokasi menunjukkan bahwa lahan parkir yang tersedia belum dimanfaatkan dengan baik serta fasilitas parkir yang sangat tidak memadai. Untuk itu ketua pengempon pura menggandeng pihak akademis untuk ikut merencanakan idenya tersebut. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat memuat uraian singkat mengenai masalah mitra dan tujuan pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah survey lapangan, pengolahan data dan laporan. Disamping itu pengabdian ini mengetahui  desain  parkir  kendaraan  di  Pura Pakendungan di Desa Beraban, Tabanan. Hasil akhir adalah saran atau rekomendasi terkait yang diberikan adalah Bentuk pola parkir kendaraan bermotor roda empat dipilih yang bersudut 60֯ karena dapat menampung lebih banyak kendaraan dan pengendara lebih mudah bermanuver, sedangkan bagi kendaraan roda dua dipilih bentuk parkir 90֯ untuk menampung lebih banyak motor
PROGRAM HOLISTIK PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN DESA (PHP2D) OPTIMALISASI BALAI BANJAR SEBAGAI RUMAH BELAJAR PADA MASA COVID 19 DI DESA CEPAKA TABANAN Ni Luh Putu Agustini Karta; I Ketut Sutapa; Rani Kusumo Wardani; Erna Wiles
Synergy and Society Service Vol. 1 No. 1 (2021): Synergy and Society Service
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.355 KB) | DOI: 10.51713/save.v1i1.42

Abstract

The Covid 19 pandemic has weakened the economy of the world community. The resulting impact is felt by all levels of rural and urban society; among parents, adults and children. Amid the economic downturn, people must survive. Various alternative efforts were made so that people could still eat and receive education. Especially school children who are very risky if their education is stopped for a relatively long time. This condition motivates the HIMA Accounting and Management of Triatma Mulya University to implement the PHP2D program through the optimization of the Banjar Hall as a Learning Center in the Covid 19 Pandemic Era in Cepaka Village, Tabanan, Bali. used as an arena for monthly meetings. Through this PHP2D program, the Banjar Hall is now equipped with internet facilities, work desks and bookshelves for libraries. Every day at 15-18 wita the children in each banjar; come to study with the help of students and lecturers. The availability of free internet and the presence of 5 students as teachers / mentors in each banjar make a positive contribution to the community and children in Cepaka village. After four months of this activity, a very harmonious relationship was formed between students and school children ranging from elementary and junior high schools. School children, totaling nearly 150 children, are trained in their learning, academic, soft skills and hard skills in order to grow into a superior generation. This activity received a warm welcome from the community, even the Head of Kediri Sub-district was very grateful and made Cepaka Village the first project pilot village to provide a learning house with free wi-fi. It is hoped that in the next period other villages can also be developed, students help children in learning so that they can achieve their goals.
IDENTIFIKASI POTENSI WISATA DESA TANGKUP KARANGASEM MENUJU DESA WISATA RINTISAN Ni Wayan Mekarini; Putu Agus Prayogi; I Ketut Sutapa
Synergy and Society Service Vol. 1 No. 2 (2021): Synergy and Society Service
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.169 KB) | DOI: 10.51713/save.v1i2.50

Abstract

Tangkup Village has an area of 2,667 Km2, most of which is in the form of rice fields. The natural tourism potential of Tangkup Village is a rice field area located in Tangkup Anyar, a watershed located in Tangkup Desa area, and green hills that surround the village. Cultural potential in the form of cagcag woven cloth which is a typical product of Tangkup, traditional snacks called jaje tulud, tipat pesor and sangait. In other places, sangait is made from sweet potatoes, Sangait in Tangkup village is made from cassava which is widely grown by local people. However, in the process of developing this snack product, it encountered obstacles related to the dough that did not support the process of design tulud cakes with coconut shells. Even though the community wants to develop jaja tulud, the tools used should not be replaced. Because of these difficulties, not many residents survive to make jaja tulud which is usually used for ceremonial needs. Regarding its function as a typical snack, students want to develop this snack so that it can be of economic value and accepted by tourists through a more elegant presentation. Students are actively involved in the preparation for the formation of Pokdarwis so that the direction of village development is towards a managed and directed tourism village. So far, the potential management of Tangkup Village is still being handled independently by utilizing the land owned, especially those located near watersheds, in the form of cafes, rafting, Asta Gangga Park attractions and bamboo houses that are being built as tourist facilities on the hill. The village hopes that students will help generate the tourism potential of Tangkup Village, so that it is widely known and visitors enjoy the beauty of this beautiful fertile village through the preparation of local human resources to welcome Tangkup village which will soon become a tourist village.
Proses Kreatif Penciptaan Tari Baris Bebek Bingar Bengkala (Bebila) di Desa Bengkala Buleleng Ni Ketut Ayu Pratini Wulandari; Ida Ayu Trisnawati; I Ketut Sutapa
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 5 No 1 (2025): Jurnal IGEL Vol 5 No 1 2025
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v5i1.5655

Abstract

This article is the result of research related to the creative process of creating the Baris Bebek BingarBengkala (Bebila) dance in Bengkala Buleleng Village, which was created by Ida Ayu Trisnawati in 2016 as atraditional Balinese dance in the form of a line specifically created for the deaf-mute or kolok community in thevillage Bengkala. This dance work indirectly breaks the stigma of society that looks down on people with disabilitiesbecause it has managed to get quite good appreciation. Interestingly, the kolok dancers in their performances are notgiven any code or instructions from anyone at all. They danced like normal dancers usually on stage. It is thedrummers who follow every motion accent that comes out of the dancer's body. The method applied in this study is aqualitative method with reference to the Theory of Creativity and The 4P Theory. The research results obtained show thatthe process of creating the Baris Bebila dance work is a process of the body's journey to find specialties in eachindividual regardless of the shortcomings they have. The process of creating the Baris Bebila dance showsthat dance isa universal language for expression and communication. Dance allows people who cannot speak or hear tocommunicate through movement.Keywords: Baris Bebila Dance, Creative Process, Deaf-Mute/ Kolok
Pengabdian Kepada Masyarakat Pemetaan Zona Kawasan Pura Taman Pancaka Tirta, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung,Bali Wibawa, I Gede Sastra; Mahardika, I Ketut; Suasira, I Wayan; Sutapa, I Ketut
Jurnal Vokasi Vol 9, No 2 (2025): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i2.7343

Abstract

Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, memiliki beberapa pura yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Salah satu pura tersebut adalah Pura Taman Pancaka Tirta, yang memiliki nilai spiritual dan ekologis tinggi. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan leluhur, diperlukan upaya penataan kawasan pura agar lebih nyaman dan tertata dengan baik. Namun, pengelolaan lahan pelaba pura masih menghadapi kendala dalam pemetaan dan perencanaan fasilitas penunjang. Untuk itu pengempon pura meminta Tim Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali untuk merencanakan pemetaan Pura. Kegiatan ini bertujuan menyediakan data spasial yang akurat sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan infrastruktur berbasis kearifan lokal. Metode yang dialaksanakan dengan pengukuran lingkungan Pura Hasil pengukuran dalam berupa pemetaan ini akan membantu dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan kawasan pura secara berkelanjutan. Melalui program ini, diharapkan kawasan pura menjadi lebih tertata, mendukung wisata spiritual, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dalam pelestarian budaya dan lingkungan.
Performance Analysis and Traffic Flow Simulation of Tukad Pakerisan Road Segments Using VISSIM in South Denpasar Tapa, I Gede Fery Surya; Yuliadewi, Ni Putu Ary; Candrawengi, Ni Luh Putu Ika; Prakasa, I Made Panji Tirta; Zainordin, Nadzirah; Sutapa, I Ketut
TIERS Information Technology Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/tiers.v6i1.6546

Abstract

The increasing ownership of motor vehicles has significantly contributed to heightened levels of traffic congestion. This study was conducted on Tukad Pakerisan Road in Denpasar City and aims to evaluate the current performance of the road segment by employing traffic modeling through Vissim software. The research adopts the Indonesian Highway Capacity Guidelines (PKJI) as the methodological framework. Data collection was carried out via a 12-hour on-site survey across two road segments of Tukad Pakerisan. The analysis revealed that the traffic flow volume reached 2025.45 Passenger Car Station/hour on Segment A and 1865.65 Passenger Car Station/hour on Segment B. The respective road capacities were 1877.669 Passenger Car Station/hour and 1671.583 Passenger Car Station/hour. The degree of saturation was found to be 1.08 on Segment A and 1.12 on Segment B, indicating Level of Service (LOS) F—characterized by severe traffic congestion. The simulation indicates significant future congestion, with projected saturation levels exceeding 1.5, underscoring the need for integrated mitigation strategies such as adaptive signal control and vehicle restriction policies. A five-year performance projection further suggests a continual increase in the degree of saturation, surpassing the acceptable limit of 0.85 as stipulated in PKJI 2023. These findings underscore the urgent need for capacity enhancement on Tukad Pakerisan Road. The study recommends the installation of additional traffic signage and the implementation of traffic engineering strategies to mitigate congestion along this critical corridor in South Denpasar.
Digital Video Virtual Tours as a Potential Factor Considered by Tourists Visiting Bali Bendesa, I Wayan Pariasta; Sutapa, I Ketut; Isyoratullatifah; Ardani, Ni Nyoman
Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research Vol. 2 No. 2 (2025): Synergies for Sustainable Tourism Resilience in Challenging Times @ Bali Journa
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16712773

Abstract

Rapid technological advancement has positioned digital video as a mainstream medium for experiencing the beauty of tourism destinations. For middle-class tourists, these videos serve as inspiration to visit in person, while for individuals with limited financial resources, they offer a virtual substitute for real travel experiences. This study aims to analyze the extent to which virtual tourism videos influence the perceived image of a destination. A total of 62 respondents participated in the research, comprising tourism practitioners, travel agency clients, and visitors to Bali. Using multiple linear regression analysis, the study explored three independent variables, video quality, features, and language, and their relationship to the dependent variable: the image of the tourism destination. The findings reveal that digital video quality and features have a positive and significant impact on a destination’s image, whereas the language used in the video does not exert any influence. The study's implications suggest that destination managers should prioritize the enhancement of digital video quality and feature richness when promoting tourism offerings. Additionally, the public should be well-informed about the advantages of digital video in making informed decisions when selecting travel destinations.
Co-Authors A. A. Ayu Asta Oktaviani Putri Adi Prawito Agung Rai Antara, I Made Arcana, Kadek Artha, Kadek Karunia Aryawan, I G M Oka Bendesa, I Wayan Pariasta Budiadi, I Made Candrawengi, Ni Luh Putu Ika Decky Cipta Indrashwara Denin Lintang Tuhujati Desak Made Purnama Dewi Deta Cahya Ramadhani Dewa Nyoman Sumardiana, Durrotun N, Ronny Erna Wiles Fransika Moi Gede Teguh Prasetya Muttiwijaya Gede Yasada Gusti Ayu Oka Cahya Dewi Hanung, Yuliana Devila Hartana, I Nyoman Kharisma Aditya I G M Oka Aryawan I Gede Fery Surya Tapa I Gede Sastra Wibawa I Gede Sastra Wibawa I Gede Sastra Wibawa I Kadek Andita Putra I Ketut Gede Bendesa I Ketut Mahardika I Ketut Parti I Ketut Suarta I Ketut Widana I Ketut Widana I Ketut Widana I Ketut Widana I Komang Sudiarta I Komang Suta Wijaya I Made Agus Mertha Dana I Made Anom Santiana I Made Anom Santiana I Made Bayu Wisnawa I Made Gede Darma Susila I Made Gita Ariadi I Made Jaya I Made Suardana Kader I Made Sudiarsa I Made Tapa Yasa I Nengah Darma Susila I Nyoman Ardika I Nyoman Indra Kumara I Nyoman Ramia I Nyoman Suardika I Nyoman Sutapa I Nyoman Sutapa I Nyoman Sutarna I P. Alit Suthanaya I Putu Agus Krisnadinata I Putu Arya Setya Dharma I Wayan Budiarsa I Wayan Darya Suparta I Wayan Intara I Wayan Kartimin I Wayan Pugra I Wayan Suasira I Wayan Suasira I Wayan Sudiasa I Wayan Suparta I Wayan Suweda Ida Ayu Karina Putri Ida Ayu Trisnawati Ida Ayu Wimba Ruspawati, Ida Ayu Ida Bagus Wirahaji Ismawati Ismawati Isyoratullatifah Kadek Adi Suryawan Karyana, I Made Dendi Dwi Koespiadi KOMPYANG AYU, NI GUSTI AYU MADE AMBAR Kusumayana, I Made Alam Made Sudiarsa Made Sudiarsa Made Sudiarsa Moi, Fransiska Nadzirah Hj. Zainordin Ni Kadek Indah Rohani Ni Ketut Ayu Pratini Wulandari Ni Luh Putu Agustini Karta Ni Made Eka Sanisca Dewi Ni Nyoman Ardani Ni Putu Ary Yuliadewi Ni Wayan Mekarini Ni Wayan Sadiyani Ni Wayan Suartini Ni Wayan Sumetri Ni Wayan Sumetri Nugraha, I Wayan Nur Alfionita, Firda Bunga Prakasa, I Made Panji Tirta Putu Agus Prayogi Putu Agus Prayogi Putu Gde Sukarata Putu Hermawati Ramadhani, Deta Cahya Rani Kusumo Wardani Santiana, I Made Anom Setiawan, Muhammad Ikhsan Suasira, I Wayan Sudiarsa, Made Sudiasa, Wayan Sudiyani, Gusti Ayu Fera Dewi Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sumetri, Ni Wayan Suminto Suminto Tapayasa, I Made Thung Wei Eng Wayan Sudiasa Wibawa, I Gede Sastra Wiraga, I Wayan Wulandari, Pande Putu Yasa, I Made Tapa Yasada, Gede Yoga, Ni Made Galuh Citra Yuliadewi, Ni Putu Ary Yuliana Sukarmawati Zainordin, Nadzirah