p-Index From 2021 - 2026
8.309
P-Index
This Author published in this journals
All Journal J-Sil (Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan) Vegetalika Cakrawala Pendidikan Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Katalogis AGRIKA Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Jurnal Theologia Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Rekayasa Mesin JURNAL VARIASI Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Fakultas Pertanian Teras Jurnal Jurnal Akta Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan JURNAL SINEKTIK al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Pertanian Agros Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat YUME : Journal of Management BUANA SAINS Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran Quantum Teknika Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil Community Empowerment Jurnal Ekonomi Idea Pengabdian Masyarakat Jurnal PKM Manajemen Bisnis Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Jurnal Pustaka Mitra : Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat Journal Of Sustainability Perspectives JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM AGRIEKSTENSIA Journal of International Conference Proceedings ASERSI : Jurnal Akuntansi Terapan dan Bisnis Borobudur Engineering Review Journal of Sustainability Perspectives Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Multidisiplin Sahombu Indonesian Journal of Islamic Elementary Education Jagur: Jurnal Agroteknologi Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan Journal of Innovation and Teacher Professionalism Life Science and Biotechnology Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Jurnal Greenation Ilmu Teknik Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian J-Sil (Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan) SNTE
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Fakultas Pertanian

POTENSI LANSKAPKAWASAN PERKAMPUNGAN TLOGOMAS KOTA MALANG Kota, Wilhelmina Medho; Sutoyo, Sutoyo; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.32 KB)

Abstract

Green open spaceis dominated by plants which are producers of oxygen (O2) and the ecology cycle stabilizer. Green open space function sustain ecology as balance to city ecosystem.Developmentof the city with uncontrolled population growth tends to change the natural landscape thereby reducing the area of green open space. Green open space is reduced to reduce environmental qualities city residents. Therefore, it takes the role of goverment and increase comfortable and aesthetic area. The study aims ; 1) to knowthe type and amount of vegetation, 2) to know the layout of vegetation,3) to createcool environment and free by air pollution in Tlogomas. The method used was a survey. Results showed Tlogomas Village Lowokwaru Malang City has the potential to support the creation of green open space. The type of vegetation totaling 55 types of vegetation are trees and shrubs. The dominant vegetation types is Bougenvil especlobilisi, Araceae, Orcidaceae, Aglaonema sp, Ceysaltheheum sp, Acaliphamicriphila, Euphorbia, rosa sp, Jasminum sp, Bonsai, and Araceae. The structureof landscape plants that served the aesthetic function of mass, continue, and linier along the way by using a variation of canopy shape, color, and texture of the leaves. The structuring plants grown horizontally along the way and the continuous linear shape. While plant height varied vertically to create an atmosphere of diversity
PENGGUNAAN TANAMAN KELADI (Caladium sp) SEBAGAI FITOEKSTRAKSI MERKURI (Hg) DENGAN PENAMBAHAN NATRIUM SIANIDA (NaCN) PADA TAILING TAMBANG EMAS Kamdiono, Matheus; Hamzah, Amir; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.051 KB)

Abstract

Pertambangan emas skala kecil (PESK) sebenarnya memberi dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, namun pengelolaannya jika tidak sesuai akan memberi dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu dampak yang paling besar adalah adanya akumulasi logam berat larutan Hg pada tailing. Sektor pertambangan emas di Indonesia terdiri atas penambangan emas skala besar, penambangan emas skala sedang, serta penambangan emas skala kecil (PESK). Cara untuk penanggulangan bekas tambang ini adalah dengan penggunaan tanaman fitoremediator. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi fitoesktraksi tanaman Keladi (Caladium sp) dalam fitoremediasi serta pengaruh penambahan NaCN (Natrium Sianida) terhadap pelarutan Hg dalam tanah yang tercemar. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Juni 2014 di rumah kaca universitas tribhuwana tunggadewi malang. Di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang. Rancangan percobaan dalam penelitian ini diatur menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial. Faktor I adalah jenis Tailing yang terdiri dari T1 : Tailing Amalgamasi; T2 : Tailing Sianidasi, sedangkan Faktor II adalah Dosis ligan yang terdiri dari L0 : 0 gram (control) ; L1: 4 gram ; L2 : 8 gram, dengan 6 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, bobot basah dan bobot kering tanaman, kandungan Hg tanah, tajuk dan akar. Hasil penelitian menunjukan ada interaksi antara jenis tailing dan level ligan terhadap kandungan Hg tanah sebesar 42,39 ppm, tajuk 150,07 ppm dan akar 140,44 ppm
RESPON TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L) TERHADAP APLIKASI BIOCHAR DAN PUPUK SUSULAN N DAN K PADA TANAH TERDEGRADASI Sumei, Theresia; Widowati, Widowati; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.051 KB)

Abstract

Jagung merupakan komoditas penting setelah padi/beras.Tanah yang sedang mengalami penurunan produktifitasnya merupakan tanah yang sedang mengalami degradasi.Biochar merupakan bahan pembenah tanah.Untuk mengkaji pengaruh pupuk susulan N dan K pada pertumbuhan dan hasil tanaman, untuk mengkaji kombinasi jenis biochar dan pupuk susulan N dan K pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan dari Januari hingga Mei 2015, di Desa Bawang Kecamatan Tunggulwulung Kota Malang, Penelitian diatur dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor 1: Jenis Biochar terdiri dari 3 macam biochar yaitu:1. Sekam (S) 2. Tempurung kelapa muda (Tm) 3. Kayu (K) Faktor 2: Pupuk Susulan N dan K, terdiri dari 2 perlakuan yaitu:1. Dengan susulan (D)2. Tanpa susulan (T), Aplikasi biochar tempurung kelapa muda menghasilkan tinggi tanaman yang tertinggi baik pada perlakuan tanpa pupuk maupun dengan pupuk susulan.Hasil terendah diperoleh pada perlakuan biochar kayu baik pada perlakuan tanpa pupuk maupun dengan pupuk susulan
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH SAYURAN PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI PAKCOY (Brasicca Rapa L.) DAN SAWI HIJAU (Brasicca Juncea L.) Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo; Kleor, Fransesko Rudianto
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out the interaction between the dose of liquid organic fertilizer given to the growth and production of mustard pakcoy and mustard greens. The study was conducted at the Green House Integrated Field Laboratory of Tribhuwana Tunggadewi University, Malang City for 3 months. The study used a Completely Randomized Design with 12 combinations of treatments and 3 replications consisting of two factors, namely: Factor I consisted of 2 varieties namely mustard pakcoy and mustard green and Factor II namely the dosage of Liquid Organic Fertilizer consisting of: 0 ml / L water / plant, 150 ml / L water / plant, 300 ml / L water / plant, 450 ml / L water / plant, 600 ml / L water / plant and 750 ml / L water / plant. Observation variables of plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight per plant, fresh weight per ha. The results of the study concluded that there was no interaction between the mustard plant type and the POC dose of vegetable waste which is given. POC dosage of vegetable waste up to 750 ml / L of water does not affect the growth and yield of mustard plants. Growth and yield of mustard greens plants are higher than that of mustard pakcoy with a yield of mustard green plants 41.35 t.ha-1 and mustard pakcoy 33.83 t.ha-1 ¬. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk organik cair yang diberikan pada pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy dan sawi hijau. Penelitian dilaksanakan di Green House Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Kota Malang selama 3 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor I terdiri dari 2 varietas yaitu Sawi Pakcoy dan Sawi Hijau dan Faktor II yaitu dosis Pupuk Organik Cair yang terdiri dari : 0 ml/L air/tanaman, 150 ml/L air/tanaman, 300 ml/L air/tanaman, 450 ml/L air/tanaman, 600 ml/L air/tanaman dan 750 ml/L air/tanaman. Variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar per tanaman, bobot segar per ha. Hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara jenis tanaman sawi dan dosis POC limbah sayuran yang diberikan. Dosis POC limbah sayuran sampai dengan 750 ml/L air tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau lebih tinggi dibandingkan sawi pakcoy dengan hasil tanaman sawi hijau 41,35 t.ha-1 dan sawi pakcoy 33,83 t.ha-1¬.
PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PETROGANIK TERHADAP HASIL SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA SISTEM VERTIKULTUR Jehani, Hironimus; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Verticultural systems can provide a more economic growth environment especially in land use and maintenance stages. The study aimed to determine the best combination between the addition of husk charcoal and petroganic fertilizer application to the growth and yield of pakchoy mustard plants. The study used a factorial randomized block design consisting of two factors, namely: Factor I is the composition of rice husk charcoal (A) consisting of: A0 = Soil 15 kg + 15 kg bokashi + 0 kg husk charcoal (control), A1 = 13 kg soil + 13 kg bokashi + 4 kg husk charcoal and A2 = Land 11 kg + bokashi 11 kg + 8 kg husk charcoal. Factor II is the dose of petroganic fertilizer (P) which consists of: P1 = 1 g.tan-1 and P2 = 2 g.tan-1. Variables observed included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), fresh weight of plants (g) and dry weight of plants (g). The results of the data were analyzed statistically using the F test, to compare the two treatment averages carried out further tests with the Smallest Significant Difference test (LSD) level of 5%. there was no interaction between husk charcoal and petroganic doses on the growth and production of mustard pakchoy. Separately the amount of husk charcoal affects the growth of plant height, leaf area and crop production, while the petroganic dose affects the growth of height and number of leaves, but does not affect the production of pakchoy mustard. The best growth and production of Pakchoy mustard is found in 8 kg / paralon husk charcoal planting media with a leaf area of 44.89 cm age 6 MST and not different from 4 kg / paralon, while the best fresh weight production is 344.61 g / plant. The best growth of Pakchoy mustard was obtained on 2 g / plant petroganic fertilization on the number of leaves aged 6 MST as many as 9.63 strands, while not affecting plant production. Sistem vertikultur dapat memberikan suatu lingkungan pertumbuhan yang lebih ekonomis terutama dalam penggunaan lahan dan tahap pemeliharaanya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kombinasi yang terbaik antara penambahan arang sekam dan pemupukan pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakchoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor I adalah komposisi arang sekam padi (A) terdiri dari : A0 = Tanah 15 kg + bokashi 15 kg + arang sekam 0 kg (kontrol), A1 = Tanah 13 kg + bokashi 13 kg + arang sekam 4 kg dan A2 = Tanah 11 kg + bokashi 11 kg + arang sekam 8 kg. Faktor II adalah dosis pupuk petroganik (P) yang terdiri dari : P1 = 1 g.tan-1 dan P2 = 2 g.tan-1. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Data hasil dianalisis secara statistik menggunakan uji F, untuk membandingkan dua rata-rata perlakuan dilakukan uji lanjutan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Tidak terdapat interaksi antara arang sekam dan dosis petroganik terhadap pertumbuhan dan produksi sawi pakchoy. Secara terpisah takaran arang sekam berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, luas daun dan produksi tanaman, sedangkan dosis petroganik berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah daun, namun tidak berpengaruh terhadap produksi sawi pakchoy. Pertumbuhan dan produksi sawi pakchoy terbaik terdapat pada media tanam arang sekam 8 kg/paralon dengan luas daun 44,89 cm umur 6 MST dan tidak berbeda dengan 4 kg/paralon, sedangkan produksi berat segar terbaik sebesar 344,61 g/tanaman. Pertumbuhan sawi pakchoy terbaik diperoleh pada pemupukan petroganik 2 g/tanaman terhadap jumlah daun umur 6 MST sebanyak 9,63 helai, sedangkan tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman.
SELEKSI KLON-KLON UBIJALAR DENGAN KANDUNGAN BETAKAROTEN DAN KANDUNGAN PATI TINGGI Nasdeko, Gandha; Lestari, Sri Umi; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to evaluate the beta-carotene content, starch content and % of dried tuber ingredients in several new sweet potato clones. The clones consisted of five new clones and compared to three control cultivars. A randomized block design with three replications was used in this study, carried out in an experimental unit measuring 3 m x 0.6 m in single row. Each experimental unit was planted with 25 cm long cassava cuttings, spacing in 25 cm in a row. Phonska fertilizer with a dose of 300 kg/ha is given twice, first at 7 days after planting (dap) as many as 1/3 parts and the rest given at plant age 45 days. Plants were harvested at 4 months of growh duration and were observed based on component parameters of yield, Harvest Index, total carotene and starch content. The results showed that the performance of total carotene in the five clones evaluated ranged from 0.50 - 75.26 µg/g, the starch content ranged from 9.66 - 18.52% based on fresh weight, and the dry matter content of the storage root ranged from 23.17% - 34.06%. Two new sweet potato clones (Beta 2-♀-12 and Beta 2-♂-22) had total carotene levels exceeding their control cultivars, respectively 52.83 and 75.26 µg/g; the starch content is 18.30% and 10.57% based on the wet weight of the tuber. The starch content was positively correlated (r = 0.875) with the dry matter of tuber (% dry matter); on the contrary the level of total carotene to starch content and % dry matter in all the clones had a negative correlation of -0.614 and -0565 respectively. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kandungan betakaroten, kadar pati dan % bahan kering umbi pada beberapa klon ubijalar baru. Klon yang dievaluasi terdiri lima klon baru dan dibandingkan dengan tiga kultivar kontrol. Rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan digunakan dalam penelitian ini, dikerjakan pada unit percobaan berukuran 3 m x 0.6 m secara single row. Setiap unit percobaan ditanami stek ubijalar berukuran panjang + 25 cm, jarak tanam dalam baris 25 cm. Pupuk dasar Phonska dengan dosis pupuk 300 kg/ha diberikan dua kali, pertama pada umur 7 hari setelah tanam (hst) sebanyak 1/3 bagian dan sisanya diberikan pada umur tanaman 45 hst. Tanaman dipanen pada umur 4 bulan dan diamati berdasarkan parameter komponen hasil, Indeks Panen, kadar total karoten dan kadar pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan kadar total karoten pada lima klon yang dievaluasi berkisar antara 0.50 – 75.26 µg/g, kadar patinya berkisar antara 9.66 – 18.52 % berdasar bobot basah umbi, dan kadar bahan kering umbinya berkisar antara 23.17 % – 34.06 %. Dua klon ubijalar baru (Beta 2-♀-12 dan Beta 2-♂-22) memiliki kadar total karoten melebihi kultivar kontrolnya, masing-masing sebesar 52.83 dan 75.26 µg/g; kadar patinya sebesar 18.30 % dan 10.57 % berdasar bobot basah umbinya. Kadar pati berkorelasi positif dengan kadar bahan kering umbi (% BK umbi) dengan nilai korelasi r = 0.875; sebaliknya kadar kadar total karoten terhadap kadar pati dan % BK umbi pada semua klon yang dievaluasi memiliki korelasi negatif masing-masing sebesar ─ 0.614 dan ─ 0565.
Respon Kailaan (Brassica oleraceae L.) Terhadap Media Tanam Dan POC Nasa Pada Sistem Vertikultur Dhone, Emiliyani Meo; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts that can be mode to increase the production of crops on narrow land by using chaff charcoal and POC Nasa composition. The objective of this research is to know the effect of charcoal charcoal on growth media and application of NASA liquid organic fertilizer to the production of kailaan plants. This research uses factorial RAK consisting of 3 replications. Factor I is the dose of charcoal husk (A) that is: A0 = 0 kg, A1 = 0.5 kg of charcoal husk and A2 = 1 kg of husk charcoal. Factor II is a dosage of POC Nasa (N) consisting of 3 levels, namely : N0 = 0 ml/l water, N1 = 5 ml/l water and N2 = 10 ml/l water. The analysis was analyzed statistically using F test, if the result of the variance were significantly different (F arithmetic> F table), then to compare the two treatment treatments was done by the advanced test with the BNT's Smallest Differential Test of 5% level. The result of this research can be concluded that there is interaction between husk husk and POC Nasa dose to leaf area at age 2 and 6 weeks. The best growth of kuta was obtained on the treatment of 0.5 kg/paralon husk husk and the dosage of POC Nasa 10 ml/L water showed the highest yield of leaf at 6 weeks at 684,00cm2. The best kailaan result was obtained from 0.5 kg/paralon husk husk (44.37 g/plant) and Nasa 5-10 ml/L water dose (41,22-42,63 g/plant). The best kailaan result was obtained from 0.5 kg/paralon husk husk (44.37 g/plant) and Nasa 5-10 ml/L water dose (41,22-42,63 g/plant). Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman pada lahan sempit dengan menggunakna komposisi arang sekam dan POC nasa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan arang sekam pada media pertumbuhan dan aplikasi pupuk organik cair NASA terhadap produksi tanaman kailaan. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial yang terdiri atas 3 ulangan. Faktor I adalah takaran arang sekam (A) yaitu : A0 = 0 kg, A1 = 0,5 kg arang sekam dan A2 = 1 kg arang sekam. Faktor II adalah dosis POC Nasa (N) terdiri dari 3 taraf, yaitu : N0 = 0 ml/l air, N1 = 5 ml/l air dan N2 = 10 ml/l air. Analisis dianalisis secara statistik menggunakan uji F, apabila hasil ragam berbeda nyata (F hitung > F tabel), maka untuk membandingkan dua rata-rata perlakuan dilakukan uji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil BNT taraf 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara arang sekam dan dosis Nasa terhadap luas daun umur 2 dan 6 minggu. Pertumbuhan kailaan terbaik diperoleh pada arang sekam 0,5 kg/paralon sebesar 343,72 cm2 ditindai pada luas daun dan diawali hasil interaksi serta dosis Nasa 10 ml/L air terhadap luas daun umur 6 minggu dengan luas daun sebesar 264,86 cm2. Hasil tanaman kailaan terbaik diperoleh pada penambahan arang sekam 0,5 kg/paralon (44,37 g/tanaman) dan dosis Nasa 5-10 ml/L air (41,22-42,63 g/tanaman).
RESPON TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) TERHADAP PUPUK KOMPOS DAN PUPUK UREA Duka, Ngailu Beko; Hamzah, Amir; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mustard green (Brassica juncea L.) is one of the leafy vegetable horticulture commodities that are favored by the community because it tastes good (Pardosi et al., 2014). The area of harvest of mustard plant production in 2011 was 376 ha with a yield of 3,410 tons with an average yield of 9.07 tons of ha-1 for 2012, while the average is still very low when compared to the national production scale that is between 9.44 Ton ha-1 (Pardosi at al., 2014). One important factor in the cultivation that supports the success of the production of mustard plants is fertilization. The efficiency of N fertilization in mustard plants is low, ranging from 30-40%. This study aims to determine the response of green mustard plants to the application of compost fertilizer from municipal waste and urea fertilizer to the growth and yield of green mustard plants. The tool used for this research is hoe, arit, gembor, meter, scales, bucket, camera, stationery, paper label, sieve, polybag with volume 10 kg, calculator and handsprayer. The materials used in this research are green mustard seed, compost fertilizer and urea fertilizer. The study used Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of two factors. The first factor is the dosage of compost fertilizer from municipal wastes with 5 levels ie (1) No Compost, (2) Compost 20 ton / ha, (3) Compost 40 ton / ha, (4) Compost 60 ton / ha, (5) Compost 80 tons / ha. The second factor was the dose of urea fertilizer (N) with 5 levels: (1) without Urea, (2) 100 Urea kg / ha, (3) 150 Urea kg / ha, (4) 200 Urea kg / ha and (5 ) 250 Urea kg / ha. Both factors yielded 25 treatment combinations, each repeated 3 times. Observation variables consist of plant height, Number of leaves, Leaf Area, Wet Weight and Fresh Weight of Plant. The data obtained were analyzed using variance (ANOVA). Conclusion of research (1) There is interaction between compost fertilizer and urea fertilizer on observation of leaf number and leaf area, (2) Compost fertilizer giving effect to the height of mustard plant, leaf area, leaf number and wet weight of plant, (3) Of plant height, number of leaves, leaf area and wet weight of the plant. Sawi (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura sayuran daun yang banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya enak, mudah didapat serta proses budidayanya tidak terlalu sulit Salah satu faktor penting dalam budidaya yang menunjang keberhasilan produksi tanaman sawi adalah pemupukan. Efisiensi pemupukan N pada tanaman sawi tergolong rendah, berkisar antara 30-40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui respon tanaman sawi hijau terhadap pemberian pupuk kompos dari limbah kota dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Alat yang digunakan untuk penelitian ini adalah cangkul, arit, gembor, meteran, timbangan, ember, kamera, alat tulis, kertas label, ayakan, polybag dengan volume 10 kg, kalkulator dan handsprayer. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih sawi hijau, pupuk kompos dan pupuk urea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pemberian pupuk kompos dari limbah kota dengan 5 taraf yaitu (1) Tanpa Kompos, (2) Kompos 20 ton/ha, (3) Kompos 40 ton/ha, (4) Kompos 60 ton/ha, (5) Kompos 80 ton/ha. Faktor kedua dosis pemberian pupuk urea (N) dengan 5 taraf yang yaitu : (1) Tanpa Urea, (2) 100 Urea kg/ha, (3) 150 Urea kg/ha, (4) 200 Urea kg/ha dan (5) 250 Urea kg/ha. Kedua faktor menghasilkan 25 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang 3 kali. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, Jumlah daun, Luas Daun, Bobot basah tanaman dan Bobot Segar Tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Kesimpulan penelitian yaitu (1) Terjadi interaksi antara pupuk kompos dengan pupuk urea pada pengamatan jumlah daun dan luas daun, (2) Pemberian pupuk kompos berpengaruh terhadap tinggi tanaman sawi, luas daun, jumlah daun dan berat basah tanaman, (3) Pemberian pupuk urea berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat basah tanaman.
PUPUK BAYFOLAN DAN PENGARUHNYA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF SELADA HIJAU Handari, Linda Wahyu; Sutoyo, Sutoyo; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green lettuce (Lactuca sativa L.) is one of the vegetables of high economic value, one an increase in production with fertilizer applications bayfolan. Research conducted in the villages Lowokwaru (+ 450 m asl) Lowokwaru District Malang using a completely randomized design with a dosage of bayfolan consists of 3 levels of dosage and one control treatment (p0 = control, p1 = 0.5 ml, p2 = 1.0 ml and p3 = 1.5 ml), where each treatment was replicated four times and green lettuce grown hydroponically. Results showed bayfolan fertilizer dosing 1.5 ml deliver increased growth of plant height and leaf area better than without fertilizer bayfolan although not significantly different from the other dose treatment. While the dose of fertilizer bayfolan not significant effect on the number of leaves. Penelitian ini dilaksanakan didesa Kabupaten Malang Jawa Timur dengan ketinggian + 450 meter dpl. Waktu penelitian ini dilakukan selama 32 hari yaitu dimulai tanggal 4 September ? 4 Oktober 2015 dengan tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan pertumbuhan vegetatif ( tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun ) terhadap tanaman Selada (Lactuca sativa L) dengan pemberian pupuk cair Bayfolan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), diulang 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 2 sampel. Adapun perlakuannya sebagai berikut : P0= Kontrol, P1 = Pupuk 0,5 ml , P2 = Pupuk 1 ml dan P3 = Pupuk 1,5 ml. Variabel ? variabel yang diamati pada penelitian ini sebagai berikut : Tinggi Tanaman, Jumlah Daun dan Luas Daun. Data hasil pengamatan dianalisis dengan ( uji F ) dengan taraf nyata 5%. Jika pada anlisis ragam terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan yang dicoba. Pemberian berbagai dosis pupuk bayfolan pada tanaman selada Lettuce (Lactuca sativa L.) cenderung mempercepat semua variabel pengamatan. Namun tidak berbeda nyata secara uji statistik Uji Anova taraf 5%.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI DAN SAPI TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BROKOLI (BrassicA oleraceae L.) Maulana, Eko; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brokoli merupakan tanaman sayur yang memiliki gizi dan nilai ekonomis tinggi sedangkan produktivitas brokoli Indonesia belum maksimal. Penelitian betujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk organik cair pada produktivitas brokoli. Penelitian dilaksanakan di lahan SMP Arjuno di desa Wonorejo kec. Bumiaji, kota Batu, bulan September - November 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu Faktor 1 : Jenis pupuk organik cair, yaitu : P1 Pupuk organik cair urine kelinci, P2 Pupuk organik cair urine sapi, Faktor 2 adalah dosis pupuk organik cair, terdiri dari 5 level yang sebagai berikut: D0 = 0 ml/l air, D1 = 75 ml/l air, D2 = 150 ml/l air, D3 = 225 ml/l air, D4 =300 ml/l air. Sehingga kedua faktor tersebut diperoleh 10 kombinasi perlakuan, yang diulang sebanyak 3 kali masing-masing terdiri 3 unit percobaan sehingga keseluruhan percobaan ada 90 polybag. parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, saat muncul bunga, waktu panen, berat buah, diameter buah dan berat buah per ha. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara jenis dan dosis pupuk organik cair terhadap tinggi tanaman umur 28, 35 dan 42 hari, Jumlah daun pada umur 28, 35, 42 hari, Luas daun pada umur 42 hari, Diameter batang pada umur 28, 42 hari, secara terpisah jenis pupuk organik cair berpengaruh pada diameter buah. Pertumbuhan (luas daun) umur 42 hst pada perlakuan urine kelinci dengan dosis 75 ml/liter air yaitu 202.78 cm2 namun tidak berbeda dengan Urine kelinci (kontrol). Produktivitas brokoli pada pupuk organik cair urine sapi 225 ml/l air menghasilkan 253.33 g/tanaman atau 14.88 t/ha namun tidak berbeda dengan perlakuan lain dan hasil terendah perlakuan urine sapi (kontrol)
Co-Authors A. F., Elisabeth Abdur Rahim, Abdur Agi Ginanjar Agnes Putri Astuti Agustian Agustian Agustina Nurhayati Aimmann J, Revaldy Alexandrea Tasia Benita Widyasari Ama, Karolus Asan Boli Amir Hamzah Amrullah Amrullah Anak Agung Istri Sri Wahyuni Anang Priyanto Anita Trisiana, Anita Apriadi, Apriadi Aprilia, Miftah Aprizal Zainal Ardiansyah, Bagas Raka Arief Nugroho, Danang Arien Heryansyah Arimbi, Vina Aryanti, Windy D Astri Sumiati Astutik Astutik Astutik, Astuttik Aswat, Amarilla Athourrohman, Muhammad Auzar Syarif Ayuningtyas, Tantri Raras Azhar Azhar Azifah, Nur Bambang Siswanto Bambang Widiyatmoko Barus, Robertus Bilqist, Fitri W Cahyarani, Elvina Chusnul Arif Damayanti, Elok dedi irawan Demus, Niko Devara, Muhammad Ryan DEWI SARTIKA Dewi Yustiana Dewi, Amanda Kusuma Dhone, Emiliyani Meo Diah, Muhammad Dora Kusumastuti Duka, Ngailu Beko Dulloh, Zenda Junai Asad Dwi Hanto Edyson Indawan Effendy, Fauzan Ema Butsi Prihastari Ratna Widyaningrum, Ema Butsi Prihastari Erizal Erizal Esti Utarti Etti Swasti Fahrur Rozi Faiq, Muhammad F Farida Sari, Ama FARIDA, AMA Farij Ibadil Maula Fatimah Zuhra Faustina, Grace Safara Fazero Siregar, Mario Ferriawan Yudhanto, Ferriawan Firmansyah, Denny Ghudi, Enos Magho Gustian Gustian Haikal Akhmad, Fadel Haikal Muhammad, Arsya Halimah, Noer Handari, Linda Wahyu Hasdifa, Abu Rizal Hasmiandy Hamid Hasugian, Sereati Hayati, PK Dewi Hendiyani, Dina Hidayat, Cecep Taupik Hidayat, Febrian R Hidayati Karamina Hutapea, Jose T I Made Indra Agastya IBNUL QAYIM Indra Dwipa Indri Kusumaningrum, Fitria Irfan, Dhia Kamal Ishak, Yanuar Jalil, Muhamad Jamhari Jamhari Jehani, Hironimus Jelita, Marhama Jumadi Jumadi Kanangahu, Mercy M Khayyira, Avrill Kleor, Fransesko Rudianto Koen Irianto Uripan Kurniawan Kurniawan Kuswandi Kuswandi Lado, Oldiana Umbu Laksono Trisnantoro Lalo, Yakub Didimus Liong, Octafiandy Christian Listyo Yudha Irawan Lubis, Arul Anwar Lukmanul Hakim Manang, Aleksius Pongu Lima marwoto marwoto Maryanti, Siti Nur Matheus Kamdiono, Matheus Maulana Ibrahim Rau, Maulana Ibrahim Maulana, Eko Maulana, Rizkha Megawati, Rina Mentari, Sekar Miftah Tedy gautama, Miftah Tedy Gautama Mudjijana, Mudjijana Muhammad Nurdin Muhammad Sahal Mukhlis Mustofa Munawar, Muhammad A I Murdiono, Jatmiko Musliar Kasim Muzakki, M Harir Nalwida Rozen Nanda Putri Miefthawati Nanda Rossy Pratiwi Nasdeko, Gandha Ndjurumana, Erlon Nefa, Atikah Julia Nofiyanti, Fifi Nome, Erton Nora H. Pandjaitan Novita, Vivi Tria Nur Oktavia, Bella Nuriman Nuriman, Nuriman Nurul Aisyah Oktafiani, Pradyta Galuh Patimah, Siti Patimah Praditya, Meindika R Prakoso, Dwi Bangkit Prayoga , Adi Pribawanto, Achmad Yopi Suyitno Purwanto, M. Y. J. Putra, Heriansyah Putri Zafira, Aura Putri, Zenia Dwi Qintana, Muhammad Raka Rafi Aji, Prihandoko Rizqi Rahmawan, Rama Zaky Ramadan, Gibran Hadri Ramadhanis, Zainab Ricky Indri Hapsari Riduansyah, Muhammad Iqbal Rika Puspita Sari Rita Alfin Ritonga, Zuriani Rizal Ibrahim, Muhammad Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto S Siswanto Sadewo, Titon Safri, Hayanuddin Sagita, Wilda Nurfi Dera Saifudin Saifudin Saktioto Saktioto Salman, Salwa Nabila SANGAD, SANGAD Santika, Cut Santoso, Apri Saptomo, S. K. Sattya Arimurti Setiawan, Ariyono Sholikha, Devita Eka Zulfiatus Simanjorang, Bernando Agung Saputra Siti Supeni Slamet, Alim S Sobang, Adrianus Janga Son Maria, Putut Sri Astuti Sri Hidayati Sri Murniyanti Sri Umi Lestari Sugiaryo, Sugiaryo Suharyono Suharyono Sumiati, Astri Sumiati, Astri Susilo Ribut Anggarbeni Sutomo Sutomo Sutralinda, Dety Suyani, Ida Sugeng Syahbani, Toha Syahruddin Syahruddin Syamsiar, Syamsiar Teguh Budi Prasetyo Theresia Sumei, Theresia Titiek Islami Titis Adisarwanto, Titis Tri Satyaning Prabu, Dewanta Firdaus Tri Sudibyo Tridaryanto, Anto Uripan, Koen Irianto Utami, Anisa D Utami, Anisa Dwi Utomo, Tri Rizki Uyun, Nur Rohmatul Vincent Vincent, Vincent WAZIN WAZIN, WAZIN Widada, Heru Widi Ariyawan, Krisna Widowati Wilhelmina Medho Kota, Wilhelmina Medho Wisnujati, Andika Yastutik, Yastutik Zainuddin Iba Zuhrotun, Zuhrotun Zulfatri Aini