p-Index From 2021 - 2026
9.036
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vegetalika Jurnal Ilmu Pertanian Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi Jurnal Penelitian Saintek Autotech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences MOTION : Jurnal Riset Physical Education SOROT: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Agrotek Ekonomikawan : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Jurnal Penelitian Hutan Tanaman JURNAL PEMULIAAN TANAMAN HUTAN Jurnal AgroBiogen Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Perikanan dan Kelautan JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora) Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) agriTECH Indonesian Journal of Biotechnology Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Forum Geografi REFLEKSI EDUKATIKA Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Jurnal Tekun Daya Saing : Jurnal Ilmu Manajemen Livestock and Animal Research Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Riset Akuakultur Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Warta Penelitian Perhubungan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science) Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Surakarta Law and Society Journal JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications (MECHTA) Journal of Social and Policy Issues Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis International Journal for Disaster and Development Interface Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia West Science Journal Economic and Entrepreneurship Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities IIJSE Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Advances In Social Humanities Research Journal of Innovative and Creativity Jurnal Pengabdian Masyarakat ISEI Journal of Fisheries & Marine (Journal of Environmental Sustainability Management) Warta Penelitian Perhubungan
Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaan Pertumbuhan Bibit Tiga Klon Teh (Camellia sinensis L.) pada Dua Media Pembibitan Ari Murti Ahmadi; Rani Agustina Wulandari; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.062 KB) | DOI: 10.22146/veg.37172

Abstract

Teh (Camellia sinensis L.) merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai peran besar dalam peningkatan devisa negara. Pembibitan teh merupakan hal yang penting diperhatikan karena akan menentukan pertumbuhan dan kualitasnya. Media pembibitan menjadi satu hal yang menjadi perhatian karena darisanalah bibit mendapat suplai unsur hara yang diperlukan yang akan mempengaruhi pertumbuhan. Arang sekam dan limbah baglog merupakan limbah yang sangat potensial untuk digunakan sebagai media pembibitan teh karena kandungan unsur haranya yang tinggi, ringan dan masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keragaan pertumbuhan bibit teh pada media yang ditambahkan dengan arang sekam dan limbah media jamur (baglog) dan dibandingkan dengan media kontrol yang selama ini digunakan. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap dua faktor (klon x media pembibitan) dengan empat ulangan. Faktor pertama berupa macam klon yaitu: TRI 2025, PS 1 dan TPS 93 dan faktor kedua berupa macam media tanam yaitu: tanah + arang sekam (1:2), tanah + limbah baglog (1:2) dan kontrol. Kontrol terdiri dari top soil dan sub soil dengan perbandingan 1:3. Data yang diperoleh diuji beda nyata perlakuannya dengan menggunakan sidik ragam (anova). Apabila pada sidik ragam perlakuan menunjukkan pengaruh nyata pada taraf 5%, maka untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan perlu dianalisis lagi dengan uji beda nyata jujur Tukey dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bibit pada tanah + arang sekam lebih baik dibandingkan pada media tanah + limbah baglog. Media tanah + arang sekam dapat dijadikan media pembibitan alternatif, adapun media tanah + limbah baglog cenderung menurunkan kualitas bibit teh.
Seleksi Pohon Induk Kakao Berdaya Hasil Tinggi Menggunakan Analisis Komponen Utama Imam Hidayat; taryono taryono
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.722 KB) | DOI: 10.22146/veg.38135

Abstract

Peningkatan produktivitas kakao perlu didukung oleh ketersedian bahan tanam unggul, yakni bahan tanam yang memiliki daya hasil dan mutu hasil tinggi, serta memiliki ketahanan terhadap penyakit utama. Hal ini dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan mulai dari pemanfaatan plasma nutfah hingga pengujian hasil silangan antar klon dalam suatu populasi. PT Pagilaran Unit Segayung Utara memiliki total luas areal pertanaman kakao asal biji sebesar 280,35 hektar. Dari populasi tersebut dapat dilakukan kegiatan eksplorasi dan seleksi untuk mendapatkan individu pohon yang memiliki daya hasil tinggi serta mutu biji baik. Penelitian di lapangan dilakukan dengan mengamati karakter buah 185 pohon kakao asal biji dengan membandingkan terhadap klon RCC 70, RCC 71 dan KKM 4 sebagai pembanding. Karakter buah yang diamati adalah panjang buah, diameter buah, berat segar buah, jumlah biji per buah, berat segar biji per buah, berat kering biji per buah, tebal kulit buah, berat segar kulit buah, kekerasan kulit buah dan berat kering per biji. Hasil seleksi melalui analisis komponen utama, dengan menggunakan karakter jumlah biji per buah, berat segar biji per buah dan berat kering perbiji sebagai kriteria seleksi menunjukkan bahwa pohon 149, 182 dan 233 berpotensi untuk dikembangkan sebagai pohon induk.
Pengembangan Metode Penyaringan Klon Tebu Tahan Kering Menggunakan Metode Pengendalian Kadar Lengas Yasinta Pinilih; Taryono Taryono; Rani Agustina Wulandari
Vegetalika Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.263 KB) | DOI: 10.22146/veg.38433

Abstract

Tebu merupakan salah satu tanaman pengahasil gula yang digunakan di Indonesia. Luas areal tebu di lahan sawah beririgasi di Jawa semakin berkurang. Kini areal tebu di lahan sawah tinggal sekitar 40 %, selebihnya telah beralih ke lahan kering. Pada fase perkecambahan,  kebutuhan air tanaman rendah, kemudian mulai meningkat pada fase pertunasan dan mencapai puncaknya pada fase pemanjangan batang. Tujuan penelitian ini, akan dilihat ketahanan bibit tebu terhadap cekaman saat fase perkecambahan dan proses beradaptasinya kembali tebu saat fase pertumbuhan tunas dari kondisi tercekam. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga September 2016 di Kebun Percobaan Banguntapan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Rancangan Percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu kadar lengas yang terdiri dari 4 aras yaitu 100%, 80%, 60%, dan 40%. Faktor kedua adalah klon tebu yaitu klon PS 862, PS 864, Kidang Kencana (KK), Bululawang (BL), dan VMC 76-16. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan pengaturan kadar lengas mampu mempengaruhi pertumbuhan tebu dengan menurunnya angka pertumbuhan beberapa klon ketikakadar lengas diturunkan hingga 40%. Klon KK menjadi klon yang memiliki hasil terendah dan kurang tahan terhadap perlakuan cekaman kekeringan
Keragaan Empat Kultivar Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Hasil Enkapsulasi Benih yang diperkaya dengan Mikoriza Dinda Tria Handayani; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.759 KB) | DOI: 10.22146/veg.41166

Abstract

Mikoriza merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kurangnya kesuburan di lahan marjinal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mikoriza pada masa pembibitan, pertumbuhan, dan perkembangan kacang hijau serta merekomendasikan cara enkapsulasi yang tepat untuk pemberian mikoriza pada benih kacang hijau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2017 di Rumah Vegetalika, Ruang Mallika dan Ruang Mendel Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Variabel yang diamati meliputi mutu benih, infeksi mikoriza, sifat komponen bibit, pertumbuhan tanaman, dan komponen hasil.  Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varian sesuai Rancangan Acak Lengkap dan dilakukan pembandingan dengan Scott-Knott pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa enkapsulasi montmorillonite pada kultivar Murai dan Sriti memberikan hasil yang terbaik. Interaksi antara faktor enkapsulasi dan kultivar ditemukan pada hasil indeks vigor, indeks vigor hipotetik, bobot segar bibit, tinggi tanaman 60 hst, tinggi tanaman panen, jumlah daun panen, dan waktu berbunga.
Pendugaan Parameter Genetik beberapa Komponen Hasil Calon Galur Teh Keturunan Kedua Hasil Perbanyakan Vegetatif Andrew Budiherlando; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.157 KB) | DOI: 10.22146/veg.42027

Abstract

Salah satu sebab rendahnya produktivitas teh nasional adalah umur perdu yang sudah tua sehingga perlu pengembangan varietas baru yang dapat dibudidayakan secara nasional. Teh unggul yang diperbanyak secara vegetatif, harus memiliki daya waris tinggi terhadap sifat yang dimilikinya. Penelitian bertujuan mengetahui nilai duga parameter genetik hasil perbanyakan vegetatif kedua (V2) beberapa klon teh pada beberapa lokasi penanaman. Penelitian dilaksanakan dibulan Juli-Desember 2017 di PT Pagilaran afdeling Sanderan, Kayulandak, dan Andongsili. Klon yang digunakan yaitu PGL10, PGL11, PGL12, dan PGL15. Penelitian menggunakan Splitplot dengan dua faktor yaitu  klon teh dan lokasi penanaman. Hasil pengamatan berupa komponen hasil 4 kali pemetikan dianalisis dengan ANOVA serta uji lanjut Scottnott dan AMMI. Hasil penelitian menunjukkan Panjang  dan Lebar Daun, Potensi Daya Hasil, Panjang Tangkai, Berat Kering Daun, Peko dan Tangkai, Berat Segar Peko, dan Jumlah Peko memiliki nilai genetik tinggi. Berat Segar Daun dan Berat Segar Tangkai memiliki nilai genetik rendah. Panjang Daun, Potensi Daya Hasil, Berat Kering Daun dan Peko cenderung memiliki pertumbuhan yang dipengaruhi lingkungan. Lebar Daun, Panjang Tangkai, Berat Kering Tangkai, Berat Segar Peko dan Jumlah Peko memiliki pertumbuhan yang tidak dipengaruhi lingkungan. Parameter genetik pada komponen hasil klon yang berinteraksi dengan lingkungan memiliki pertumbuhan paling baik pada Klon PGL10, 11 dan 12. Parameter genetik pada komponen hasil klon yang tidak berinteraksi dengan lingkungan memiliki pertumbuhan paling baik pada klon 10 dan 12. PGL11, 12, dan 10 tumbuh optimal di Kayulandak sementara PGL15, 12 dan 10 tumbuh optimal di Andongsili dan Sanderan.
Evaluasi Galur Harapan Padi Hitam (Oryza sativa L.) Berdaya Hasil Tinggi dan Berumur Genjah Sholeh Udin Al Ghifari; Supriyanta supriyanta; Kristamtini Kristamtini; Panjisakti Basunanda; Taufan Alam; Muhammad Habib Widyawan; Taryono taryono
Vegetalika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.45011

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan penting dunia. Salah satu jenis padi adalah padi hitam yang saat ini belum banyak direkayasa, sehingga daya hasilnya rendah dengan umur yang panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter agronomi galur harapan padi hitam berdaya hasil tinggi dan berumur genjah. Percobaan dilaksanakan di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada di Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Maret-Agustus 2018. Bahan penelitian yang digunakan adalah 17 galur harapan padi dan 1 kultivar unggul lokal. Rancangan percobaan lapangan yang digunakan adalah Kisi Sederhana (Simple Lattice Design) dengan 3 ulangan. Setiap galur harapan ditanam pada plot berukuran 5x1,2 m dengan jarak tanam 20×30 cm, secara inling (1 bibit perlubang tanam) dengan umur pindah tanam 21 hari. Variabel pengamatan berupa komponen agronomi, komponen hasil dan karakter fisik gabah dan beras. Analisis varians dilakukan untuk variabel kuantitatif dengan taraf nyata α = 5%. dilanjutkan dengan uji Scott Knott. Hasil penelitian menunjukan karakter agronomi galur harapan padi hitam secara umum serupa dengan karakter agronomi galur harapan padi putih dan padi merah terkait dengan variabel tinggi tanaman sedang (lebih dari 110 cm), anakan produktif sedang (10-20 buah), umur panen sedang (125-150 HSS), panjang malai (20-30 cm), jumlah gabah per malai kurang dari 250 biji. Daya hasil galur harapan padi hitam P2 (4,10±0.27 ton/hektare) dan XI (3,95±0.45 ton/hektare) lebih tinggi dari varietas unggul lokal Sleman Merah (3,84±0.50 ton/hektare. Galur harapan padi hitam W (116±0.33 HSS) memiliki kategori umur panen genjah. 
Pengaruh Takaran Mikoriza terhadap Pertumbuhan Bibit Teh (Camellia sinensis) Klon Gambung 7 di Afdeling Pagilaran, Andongsili dan Kayulandak Mohammad Yanuar Setya Wibowo; Taryono Taryono; Dody Kastono
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.101 KB) | DOI: 10.22146/veg.45909

Abstract

Permasalahan utama yang sering terjadi pada saat pembibitan teh dengan setek adalah lambatnya pembentukan akar yang dapat menyebabkan kematian bibit. Salah satu cara dalam membantu merangsang pembentukan akar dan kalus serta proses penyerapan hara bagi tanaman adalah dengan pemberian agensia hayati Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza terhadap pertumbuhan bibit teh Gambung 7 dan takaran mikoriza yang tepat pada ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan Split-Plot dengan ketinggian sebagai plot utama terdiri dari 3 aras yaitu afdeling Pagilaran (P) dengan ketinggian 980 m dpl, afdeling Andongsili (A) dengan ketinggian 1100 m dpl, dan afdeling Kayulandak (K) dengan Ketinggian 1200 m dpl. Kemudian takaran mikoriza menempati anak petak terdiri dari 4 faktor yaitu dosis 0, 3, 6, 9 gram/polibag. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara takaran mikoriza dengan ketinggian pada variabel berat kering akar. Nilai berat kering akar tertinggi terdapat pada Afdeling Pagilaran perlakuan kontrol sebesar 1,16 gram, sedangkan hasil paling rendah terdapat pada Afdeling Andongsili perlakuan 9 gram/polibag sebesar 1,02 gram. Tinggi tempat berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit Gambung 7 dengan persentase setek hidup tertinggi pada afdeling Kayulandak sebesar 95 %, selanjutnya pada afdeling Pagilaran sebesar 79,75 %, dan afdeling Andongsili sebesar 70,50 %.
Kadar Lemak Total Biji Kakao Kebun Induk Pagilaran Samigaluh Kulon Progo Dhemas Adi Purwa; Taryono Taryono; Suyadi Suyadi
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.854 KB) | DOI: 10.22146/veg.45947

Abstract

Mutu biji kakao merupakan hal yang sangat penting dalam produksi kakao dan olahannya. Pengamatan mutu biji kakao sangat penting dilakukan untuk mengetahui sifat unggul kakao, termasuk di dalamnya varietas atau klon-klon baru hasil pemuliaan tanaman. Salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan kakao adalah dukungan ketersediaan bahan tanam unggul dan bermutu. Analisis mutu biji khususnya kadar lemak dilakukan untuk menentukan nomor-nomor aksesi yang mempunyai potensi keunggulan dan dapat digunakan sebagai sumber bahan tanam dengan sifat kadar lemak >50%. Selain kadar lemak total, sifat komponen buah yang diamati meliputi bobot buah segar, panjang buah, lebar buah, tebal kulit buah, jumlah biji perbuah, bobot basah biji per buah, dan bobot kering biji per buah. Pengamatan dilakukan terhadap 19 nomor pohon di kebun induk PT. Pagilaran Unit Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar lemak total tidak berbeda nyata, keragaman genetik kadar lemak total sangat rendah. Sifat komponen buah yang mempunyai pengaruh terhadap kadar lemak total adalah bobot basah biji per buah.
Penggunaan Bantuan Penyerbukan dalam Upaya Peningkatan Hasil Benih Beberapa Aksesi Mentimun (Cucumis sativus L.) Sri Ratna Ningsih Ginting; Taryono taryono
Vegetalika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.54781

Abstract

Penggunaan benih untuk budidaya akan menentukan hasil panen. Untuk meningkatkan hasil panen maka diperlukan adanya peningkatan mutu benih, dan tingginya hasil benih bernas mentimun dapat diperoleh melalui penyerbukan buatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyerbukan buatan dalam upaya meningkatkan hasil benih bernas mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), Kalitirto, Berbah, Sleman, yang terletak pada ketinggian 130 mdpl. Penelitian berlangsung pada bulan Maret hingga Agustus 2019. Penelitian ini mengggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 2 faktor yaitu penyerbukan buatan dan aksesi mentimun. Data pengamatan di ambil dari hasil berat biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat 100 biji, dan jumlah buah per tanaman. Analisis data menggunakan uji ANOVA, dengan uji lanjut Scott-Knott tingkat kepercayaan 5%. Seluruh analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak R versi 3.5.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerbukan buatan pada mentimun memberikan perbedaan nyata pada jumlah biji per tanaman, sedangkan untuk pengamatan jumlah buah, berat biji per tanaman ataupun berat 100 biji tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata.
Tanggapan Aksesi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) terhadap Mikoriza di Lahan Sawah Bekas Padi Hafidh Izzudin; Taryono Taryono; Muhammad Habib Widyawan
Vegetalika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.63569

Abstract

Produksi kacang hijau nasional menurun selama kurun waktu tahun 2016 – 2018. Salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas tanaman secara ramah lingkungan adalah menambahkan agen hayati-mikoriza, karena pemberian mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan serta komponen hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan beberapa aksesi kacang hijau terhadap inokulasi mikoriza serta memilih aksesi yang tanggap terhadap inokulasi mikoriza sebagai bahan kajian genetika dan fisiologi ketergantungan kacang hijau terhadap mikoriza. Penelitian dilaksanakan di lahan Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada (PIAT-UGM) Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) petak terbagi yang terdiri atas dua faktor. Faktor utama yaitu perlakuan inokulasi dan anak faktor berupa 20 aksesi kacang hijau. Pengamatan meliputi infeksi mikoriza, sifat komponen hasil, dan  hasil. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis varian sesuai rancangan acak lengkap, uji lanjut Scott Knott, dan analisis korelasi. Pada penelitian ini masing-masing nomor aksesi kacang hijau memiliki tanggapan yang beragam terhadap inokulasi mikoriza. Persentase infeksi mikoriza  lebih tinggi pada perlakuan inokulasi. Inokulasi mikoriza mampu meningkatkan jumlah polong per tanaman, biji per polong, dan bobot biji per tanaman, namun tidak dengan bobot 100 biji tanaman. Persentase infeksi mikoriza pada umur 20 hari setelh tanam nyata berhubungan dengan hasil biji. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa nomor aksesi 788, 797, 798, 805, 807, 810, 812, 826, 829, dan 832 berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan kajian genetika dan fisiologi ketergantungan kacang hijau terhadap mikoriza.
Co-Authors . Suyadi . Suyadi Adia Pratama Dewi Afriana, Wendra Afriza, Yunika Nuuru Aguslan Aguslan Ahmad Muhtadi Ahmad Muhtadi Rangkuti Ajeng Retno Setiawati Alfaiz, Ghufron Alfi Ma'rifah Ali Mashar Aliyin, Sri Nur Amelia Agustina Putri Amellia Amellia Aminatun Munawarti Aminatun Munawarti, Aminatun Ana Melani Andreas Setiawan Andrew Budiherlando Annisa, Permata Humaira Anthoni Mayes Anto Rimbawanto Anto Rimbawanto Anto Rimbawanto Anton Rimbawanto Aprillina Aprillina Ari Murti Ahmadi Arif Satria Aris Eddy Sarwana Ash Raffi, Muhammad Fadlurrohman Athiyyah, Syakirah Atrio Andika Aulia, Nurfitri Awibbi Permana Meidil Putra AYPBC Widyatmoko AYPBC Widyatmoko Ayub, Made R.S.S.N Budhi H. Iskandar Cicilia Widiarini P.U. Dadang Mashur Danu Santoso Darmawan, Imam Defaro, Dafa Deny Setiawan Despiandra, Aulia Desweni, Selly Prima Deva Deva Dewi Ratna Nurhayati Dewi Ratna Nurhayati Dewi Ratna Nurhayati Dhemas Adi Purwa Dhian Herdhiansyah Didik Indradewa Didik Purwadi Didin S. Damanhuri Dinda Tria Handayani Djoko Prajitno Dody Kastono dwi aini Dwi Hartati Efendi, Suryono Eka Budiarto, Eka Eko Hanudin Eko Hanudin Ekwarso Hendro Elisa Anggraeni, Elisa Endang Semiarti Endang Sulistyaningsih Epraim Theopilus Sitepu Eriyati, Eriyati Erlina Ambarwati Ernayunita Ernayunita Fahmi Zuriyadi Fathin Nabihaty Fatwa, Esa Buana Fauzi, Rahmat Dwi Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitrah Annisa Hafidh Izzudin Hairil Adzulyatno Hadini Handoko Handoko Harapan Tua R. F. S Hasanudin Hasanudin Haviah ilmiah Hefni Effendi Hendro Ekwarso Hendro, Ekwarso Henricus Tegar Panuntun Hermana, Indra Setiadi Hermanto, Koko Hernawan Y Rahmadi Hidayat Hidayati, Nafisah Arina Hidayati, Sri Wahyu Hutasoit, Anastasya I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Ikhsan, Masrul Ilmiah, Haviah Hafidhotul Imam Hidayat Imam Nur Huda Iman, Topan Rahmatul Iman Indra, Sukiadi Irmayani, Festi Irmayani, Festi Istiana Prihatini Isyandi Isyandi Jovanka, Asri Dwi Junaedi Abdillah, Junaedi K. Kristamtini Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewradi Khonsa, Hana Dallilah Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini, Kristamtini Kristamtini, Kristamtini Kurniasih, Budiastuti Kurniasih, Cut Endang Lapeti Sari Latiful Muttaqin Lilik Sutiarso Lukita Uli Hotma M. Zulfan Arrodli M.Gunawan Machfud Machfud Manurung, Afriandi Mardika R, Richa Marimin , Marimin Marimin Marsyakila, Klara Maryam Muharroron Mayes Anthony Mei Edi Prayitno Metananda, Arya Arismaya Milla, Milla Achliza Putri Mimin Sundari Nasution Misdawita Misdawita Moch. Agus Choiron Mohammad Mukhlis Kamal Mohammad Yanuar Setya Wibowo Muhammad Arsyad Syahputra Muhammad Habib Widyawan Muhammad Rifa’I Muhartini Muhartini Mukarromah, Aminah Murti, Rudi Hari Mustaqim, Imam Musyaffa, Dzikri Amali Nababan Warni Lincu Nandita Oktaviana Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah, Nasrullah Nofa, Tasya Nolianush Hogejau Noviantori Ramadhan, Melani Novita Sari, Della Nurman, Muhamad Nurseptiani, Sifa Nurul Irdina Pangestuti, Triana Panjisakti Basunanda Paramita Cahyaningrum Permatacita, Fitriah Prapto Yudono Prapto Yudono Prapto Yudono Priska Dian Cristina Pusparini, Intan Putri, Fevi Rahma Dwi Putri, Vivian Putro Sukirno Tri Raditya, Masayu Adara Rahmad, Ali Nur Ramadani, Oktavia Nada Rani Agustina Wulandari Rani Agustina Wulandari Ratna Dewi Eskundari Rendy Alfaid Retno Sunarminingsih Sudibyo Ridho, Muhammad Habib Rifka Safira Rilus Kinseng Rita Yani Iyan Ritayani Iyan Rizki Diah Afritanti Roza Auliya Rosana MZ Rudi H. Murti Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Sam'un, Mohamad Saparudin, Egi Sarkasih, Muhammad Reza Septa Ridhoni, Naila Septiani Rahayu Sholeh Udin Al Ghifari Sholehudin, Muhammad Irfan Siahaan, Mutiara Lasnita Sigid Hariyadi sigit hariyadi, sigit Siregar, Bonza Gurti Zahza Siska Permata Siska Permata Siska Permata, Siska Sismindari . Sismindari Sismindari Siti Nurbayti Sri Adi Kadarsih Sri Adikadarsih Sri Adikadarsih, Sri SRI RAHAYU Sri Ratna Ningsih Ginting Sri Wening Sugiharto Budi Santoso Sugiharto Budi Santoso, Sugiharto Budi Sukiadi Indra Supriyanta Supriyanta Surjanto, Didiek Suyadi Mitrowihardjo Suyadi Suyadi Syapsan, Syapsan Tabita, Putri Tamamala, Ananda Farhan Tanika D. Sofianti Taufan Alam Tohari Tohari Trisnawati, Eva Dwi Nur Ufira Isbah Usman, Agus Utama, Darma Vanska Nozelle Hermanto Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Wadani, Nabila Cantika Wahyu Hamidi Wawan Sulistyono Wibowo, Raden Bagus Tri Joko Widiastuti, Paramita Widiastuti, Paramita Wulandari, Rani Agustina Y. Prapto, Y. Yandi Jefri Yasinta Pinilih Yasir, Hilmi Naufal Yasmin, Nazwa Azura Yekti Asih Purwestri Yelly Zamaya Yessy Maharani Yudy Surya Irawan Yuli Priyana Yuni Rahmawati Simangunsong Yurna Yenni Yusiana, Ekalia Yuwono, Nasih Widya Zainalarifin, Jauhar Zulkarnaini Zulkarnaini Zuriyadi, Fahmi