p-Index From 2021 - 2026
9.036
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vegetalika Jurnal Ilmu Pertanian Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi Jurnal Penelitian Saintek Autotech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences MOTION : Jurnal Riset Physical Education SOROT: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Agrotek Ekonomikawan : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Jurnal Penelitian Hutan Tanaman JURNAL PEMULIAAN TANAMAN HUTAN Jurnal AgroBiogen Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Perikanan dan Kelautan JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora) Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) agriTECH Indonesian Journal of Biotechnology Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Forum Geografi REFLEKSI EDUKATIKA Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Jurnal Tekun Daya Saing : Jurnal Ilmu Manajemen Livestock and Animal Research Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Riset Akuakultur Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Warta Penelitian Perhubungan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science) Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Surakarta Law and Society Journal JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications (MECHTA) Journal of Social and Policy Issues Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis International Journal for Disaster and Development Interface Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia West Science Journal Economic and Entrepreneurship Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities IIJSE Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Advances In Social Humanities Research Journal of Innovative and Creativity Jurnal Pengabdian Masyarakat ISEI Journal of Fisheries & Marine (Journal of Environmental Sustainability Management) Warta Penelitian Perhubungan
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN HASIL DAN HASIL WIJEN (Sesamum Indicum L.) Siska Permata; Taryono Taryono; Suyadi Mitrowihardjo
Vegetalika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.878 KB) | DOI: 10.22146/veg.9281

Abstract

Dalam rangkaian program pemuliaan tanaman untuk meningkatkan produktivitas wijen, informasi keragaman dan hubungan antar sifat sangat penting untuk menentukan keberhasilan seleksi. Oleh karena itu, penelitian untuk mengetahui besarnya keragaman genetik pada komponen hasil dan hasil wijen, serta mengetahui komponen hasil yang berpengaruh langsung terhadap hasil wijen merupakan kajian yang sangat penting. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012 di Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan bahan tanam adalah benih tetua SBR3, SBR2, Turki DT36, F1 dan F2 hasil persilangan antara SBR3 x SBR2, SBR3 x Turki DT36, SBR2 x Turki DT36 dan resiproknya. Benih ditanam secara rapat pada petak-petak sesuai dengan galurnya. Hasil penelitian menunjukkan komponen yang memiliki keragaman besar secara berturut-turut yaitu berat biji per tanaman (68,43%), berat polong (40,532%), jumlah cabang (33,251%), jumlah polong (30,269%), tinggi tanaman (21,256%), dan jumlah ruas (15,511%). Nilai heritabilitas tinggi terdapat pada tinggi tanaman (65,52%) dan umur panen (55,00%). Nilai heritabilitas sedang terdapat pada jumlah ruas (21,91%), umur berbunga (44,68%), berat biji per tanaman (27,05%). Komponen hasil yang berkorelasi positif nyata terhadap hasil adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, berat polong, jumlah ruas, dan umur berbunga. Komponen hasil yang memiliki pengaruh langsung terhadap hasil adalah tinggi tanaman, jumlah polong, berat polong, umur berbunga, dan berat 1000 biji. Kelima komponen hasil tersebut dapat dijadikan indek seleksi terhadap hasil.
PENGARUH BAHAN MEDIA SIMPAN TERHADAP KUALITAS BIBIT TIGA KLON TEBU (Saccharum officinarum L.) MATA TUNAS TUNGGAL Epraim Theopilus Sitepu; Taryono Taryono; Djoko Prajitno
Vegetalika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.722 KB) | DOI: 10.22146/veg.10477

Abstract

Bibit tebu mata tunas tunggal memiliki umur simpan yang relatif pendek. Apabila tanpa perlakuan, daya kecambah mata tunas tunggal sudah menurun pada umur  simpan  2  hari.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bahan  media simpan dan bahan klon tebu terbaik untuk mempertahankan kualitas bibit tebu mata tunas tunggal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan perlakuan  faktorial  3  ×  3  dalam  rancangan  lingkungan  acak  lengkap  (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah media simpan yang terdiri dari media simpan arang kayu, serbuk gergaji, dan sekam padi. Faktor kedua adalah klon tebu yang terdiri dari klon Bululawang, klon Kidang Kencana, dan klon VMC. Pengamatan dilakukan pada umur simpan 0, 4, 8, 12, dan 16 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media simpan dan klon yang digunakan pada jumlah bibit yang berjamur selama penyimpanan, jumlah bibit yang mati selama penyimpanan, gaya berkecambah (GB), dan indeks vigor (IV) bibit mata tunas tebu. Media simpan arang kayu mampu menyimpan mata tunas tunggal terbaik yakni sampai dengan umur simpan 12 hari. Klon Kidang Kencana memiki kualitas bibit yang baik sampai dengan umur simpan 12 hari pada media simpan arang kayu.
Keragaan Empat Kultivar Wijen (Sesamum indicum L.) di Tanah Pasir Pantai yang diperkaya dengan Dolomit dan Ammonium Sulfat Alfi Ma'rifah; Taryono Taryono; Nasih Widya Yuwono
Vegetalika Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.607 KB) | DOI: 10.22146/veg.18836

Abstract

Luas area pertanaman wijen di Indonesia setiap tahun mengalami penurunan yang disebabkan pengalihan fungsi lahan untuk budidaya tanaman pangan. Keberadaan lahan marginal yang luas namun belum termanfaatkan untuk area pertanaman dapat menjadi alternatif budidaya wijen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dolomit dan ammonium sulfat terhadap hasil serta kualitas benih wijen yang dibudidayakan menggunakan pasir pantai Samas, Bantul, Yogyakarta. Perlakuan yang terdiri dari faktor wijen dan pupuk dicobakan dalam Rancangan Acak Lengkap Berkelompok (RALB) dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor wijen terdiri dari empat kultivar dan faktor pupuk tersusun oleh empat kombinasi pupuk dolomit dan ZA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dolomit dan ZA berbeda-beda antar kultivar wijen. Pada kultivar SBR 1, penambahan 36,92 kg/ha dolomit + 41,67 kg/ha ZA  mampu menghasilkan volume akar dan berat basah brangkasan terbesar. Selain itu pada SBR 3, penambahan 36,92 kg/ha dolomit + 41,67 kg/ha ZA  juga mampu menghasilkan berat biji per tanaman tertinggi.
Pengaruh Lama Penyimpanan Bagal terhadap Kualitas dan Perkecambahan Mata Tunas Tunggal Tebu (Saccharum officinarum L.) Fitrah Annisa; Taryono Taryono; Prapto Yudono
Vegetalika Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.481 KB) | DOI: 10.22146/veg.23950

Abstract

Penundaan tanam dan proses pengiriman bibit tebu merupakan salah satu permasalahan yang kerap terjadi dalam budidaya tebu. Daya kecambah bibit tergantung pada kadar air yang terdapat di sekitar mata buku ruas batang. Bahan tanam tebu dalam bentuk bagal panjang memiliki keunggulan dalam hal daya tahan bibit selama penyimpanan karena menyimpan air cukup banyak dibandingkan bibit mata tunas tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter dan lama penyimpanan bibit bagal terhadap kualitas dan perkecambahan bibit mata tunas tunggalnya. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah lama penyimpanan (L) bibit tebu bagal yang terdiri dari lima aras yaitu L0 (tidak disimpan), L5 (lama penyimpanan 5 hari), L2 (lama penyimpanan 10 hari, L15 (lama penyimpanan 15 hari), dan L20 (lama penyimpanan 20 hari). Faktor kedua adalah ukuran diameter batang klon (U) yang terdiri dari dua aras yaitu U1 (klon Bululawang yang memiliki diameter batang sedang) dan U2 (klon PS 862 yang memiliki diameter batang besar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan perkecambahan bibit mata tunas tunggal tebu cenderung menurun seiring dengan lamanya masa penyimpanan. Tidak terdapat interaksi antara jenis klon dan lama penyimpanan pada penyusutan berat bibit, daya tumbuh, indeks vigor, tinggi tanaman umur 8 mst, jumlah daun umur 8 mst, jumlah anakan, diameter batang, volume akar, panjang akar, berat segar dan kering tajuk, serta berat segar dan kering akar. Jenis klon yang berkualitas setelah dilakukan penyimpanan yaitu klon PS 862. Lama penyimpanan bagal tidak berpengaruh pada kualitas bibit mata tunas tunggal.
Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Awal Lima Klon Tebu (Saccharum oficinarum L.) Asal Bibit Mata Tunas Tunggal di Lahan Kering Alfisol Latiful Muttaqin; Taryono Taryono; Dody Kastono; Wawan Sulistyono
Vegetalika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.073 KB) | DOI: 10.22146/veg.25019

Abstract

Perluasan area penanaman tebu saat ini dilakukan di lahan kering akibat persaingan dengan komoditi lain di lahan sawah. Pemilihan klon tebu yang sesuai ditanam pada lahan kering tertentu sangat penting, mengingat adanya perbedaan sifat genetik klon tebu. Selain itu, penggunaan bibit mata tunas tunggal sebagai bahan tanam juga mulai dikembangkan karena kemampuannya dalam pertumbuhan tunas, pembentukan anakan yang serempak dan seragam, serta kemudahan dalam pengaturan jarak tanam di lapangan yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas tebu. Informasi pengaturan jarak tanam dan pemilihan klon tebu sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tebu supaya lebih optimal khususnya di lahan kering alfisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tanam optimal dan klon terbaik pada sistem pindah tanam bibit tebu di lahan kering alfisol. Penelitian menggunakan empat jarak tanam (30, 40, 60 dan 75 cm) dan lima klon tebu (PS881, PS864, VMC, Kidang Kencana dan Bululawang). Penelitian dilaksanakan di desa Bendungan, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung Kidul, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat blok sebagai ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varian dengan uji lanjutan Uji Jarak Berganda Duncan pada α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman tebu cenderung lebih baik pada jarak tanam lebar dibandingkan jarak tanam rapat. Jarak tanam dalam baris 60 cm merupakan jarak yang paling optimal, sedangkan klon PS864 dinilai paling baik untuk ditanam di lahan kering alfisol.
Pengendalian Mutu Benih Tebu (Saccharum officinarum L.) Mata Tunas Tunggal Menggunakan Pengaturan Kadar Lengas Media Serbuk Abu Sekam Padi Henricus Tegar Panuntun; Taryono Taryono; Rani Agustina Wulandari
Vegetalika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.921 KB) | DOI: 10.22146/veg.25985

Abstract

Bibit tebu mata tunas tunggal memiliki umur simpan yang relatif pendek. Apabila tanpa perlakuan, daya kecambah mata tunas tunggal sudah menurun pada umur simpan 2 hari. Oleh karena itu, dibutuhkan metode penyimpanan yang tepat untuk memperpanjang umur simpan, sehingga kualitasnya masih baik saat akan ditanam di lahan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar lengas media simpan dan umur simpan tebu terbaik untuk mempertahankan mutu bibit tebu mata tunas tunggal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan perlakuan faktorial 3 × 4 + 1 dalam rancangan lingkungan acak lengkap (RAL). Faktor pertama adalah media simpan yang terdiri dari media simpan serbuk abu sekam padi dengan penambahan kadar lengas media 0, 20, 40 dan 60 %. Faktor kedua adalah klon tebu yang terdiri dari klon Kidang Kencana, klon Bululawang, dan klon VMC. Pengamatan dilakukan pada umur simpan 0, 4, 8, 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media simpan dan klon yang digunakan pada  jumlah mata tunas mati, jumlah mata tunas tumbuh, indeks vigor (IV), tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang sedangkan pada pengamatan lainnya, media simpan dan klon tebu tidak memberikan pengaruh yang nyata.  Penyimpanan menggunakan media dengan kadar lengas 20% secara umum sedikit menurunkan kualitas benih. Klon VMC menunjukkan perkecambahan benih paling baik dilihat dari gaya berkecambah dan indeks vigornya. Dari pengamatan mutu benih diketahui penambahan kadar lengas mampu memperpanjang masa simpan hingga umur simpan 12 hari , sedangkan pada mutu bibit penambahan kadar lengas mampu memperpanjang masa simpan hingga 8 hari.
Pengaruh Jarak Tanam Bibit Asal Mata Tunas Tunggal terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lima Klon Tebu (Saccharum Officinarum L.) pada Vertisol Lahan Kering Imam Nur Huda; Tohari Tohari; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.08 KB) | DOI: 10.22146/veg.28013

Abstract

Budidaya tebu pada vertisol lahan kering merupakan upaya untuk meningkatkanproduksi tebu sebagai bahan baku gula pasir. Budidaya tebu lahan kering memerlukancara khusus dengan sistem pindah tanam menggunakan bibit asal mata tunas tunggalserta pengaturan jarak tanam. Jarak tanam mempengaruhi persaingan antar tanamanpada penggunaan unsur hara, air, penyerapan cahaya matahari, dan ruang tumbuh.Faktor lain yang perlu diperhatikan pada budidaya tebu lahan kering yaitu pemilihanklon yang ditanam. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui jarak tanam terbaiksuatu klon pada sistem pindah tanam bibit tebu asalmata tunas tunggal pada vertisollahan kering. Percobaan dilakukan di Desa Dengok Kecamatan Playen KabupatenGunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan November 2014 sampaiSeptember 2015.Perlakuan tersusun oleh 2 faktor yaitu jarak tanam dan klon. Faktorjarak tanam terdiri dari empat aras: (1) 30 cm x 100 cm; (2) 45 cm x 100 cm; (3) 60 cmx 100 cm; dan (4) 75 cm x 100 cm . Faktor klon tebu terdiri dari lima aras: (1)Bululawang, (2)Kidang Kencana, (3) PS 864, (4)PS 881, dan (5)VMC. Perlakuandisusun dengan rancangan acak kelompok lengkap. Data pengamatan dianalisismenggunakan sidik ragam, apabila terdapat beda nyata dilakukan uji lanjut Scott-Knottdengan α 5%.Tidak terjadi interaksi antara klon dengan jarak tanam yang digunakanpada budidaya tebu dengan bibit asal mata tunas tunggal pada vertisol lahan kering.Budidaya tebu pada vertisol lahan kering dengan bibit asal mata tunas tunggal palingbaik menggunakan klon PS 881 dan jarak tanam 30 cm x 100 cm.
Pengaruh Pemeraman Eksplan Daun dengan Kolkisina Secara In Vitro terhadap Keberhasilan Pembentukan Terung Tetraploid Fathin Nabihaty; Taryono Taryono; Rani Agustina Wulandari
Vegetalika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.085 KB) | DOI: 10.22146/veg.33555

Abstract

Perbaikan tanaman untuk meningkatkan daya tawar terung dapat dilakukan melalui poliploidisasi. Pemberian kolkisina secara in vitro berpeluang meningkatkan efisiensi poliploidisasi. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemeraman eksplan daun dengan kolkisina secara in vitro terhadap keberhasilan poliploidisasi dan pembentukan terung tetraploid (4x), serta mendapatkan tetraploid berdasarkan ciri morfologi planlet dan jumlah kromosom. Tiga aras periode peram dengan 2,5 mM kolkisina (24, 48, dan 72 jam) dan satu perlakuan pemeraman tanpa kolkisina sebagai pembanding, diujicobakan pada lima jenis terung (Rimbang, Lokal Bantul, Pipit, Hijau Malang, dan Limao) menggunakan rancangan acak lengkap. Tahap utama yang dilalui eksplan yaitu pra-pemeraman, pemeraman dengan kolkisina, regenerasi, penggantian media tanam 1-6 kali, pengakaran, dan regenerasi ulang hingga 2 kali. Tata cara ini berhasil membentuk Terung Rimbang poliploid yang terdiri dari 2x+3x dan 3x+4x. Jumlah individu poliploid diperkirakan sebanyak 59%, sisanya 41% merupakan diploid. Planlet yang memiliki sel tetraploid sekaligus ploidinya tertinggi diperoleh dari pemeraman kolkisina selama 72 jam.
Keragaan Hasil Perdu Teh (Camellia sinensis L.) Hasil Perbanyakan Vegetatif Pertama Maryam Muharroron; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.449 KB) | DOI: 10.22146/veg.36515

Abstract

Teh merupakan tanaman tahunan dan penyegar. Kondisi pertanaman teh di Indonesia didominasi oleh tanaman tua dan berasal dari biji. Guna meningkatkan produktivitas teh dalam waktu relatif singkat diperlukan percepatan perakitan klon unggul teh dengan metode pemuliaan vegetatif teh. Penelitian ini bertujuan untuk menduga keragaan hasil perdu teh hasil perbanyakan vegetatif pertama (V1) dan menduga potensi daya hasil kering teh V1 klon teh PGL-09, PGL-10, PGL-11, PGL-12, dan PGL-15. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perdu F1 terpilih sebagai induk tiap klon digunakan sebagai tetua atau induk perbanyakan V1, serta rumpun V1 pada tiap klon dipilih 5 perdu sebagai contoh. Daya hasil kering teh didapat dari komponen bobot kering pucuk peko, bobot kering pucuk burung, bobot kering daun muda, dan bobot kering tangkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon PGL-10, PGL-11, dan PGL-12 memiliki keragaan daya hasil kering teh yang sama antara F1 dengan V1, serta ketiga klon PGL tersebut memiliki potensi daya hasil kering teh yang tinggi, berkisar antara 3.200 hingga 3.400 kg/ha/th.
Keragaan Komponen Hasil Perdu Teh (Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze) Hasil Perbanyakan Vegetatif Turunan Kedua Vanska Nozelle Hermanto; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.194 KB) | DOI: 10.22146/veg.36527

Abstract

Teh merupakan salah satu komoditas utama perkebunan Indonesia. Salah satu sebab rendahnya produktivitas teh nasional adalah umur perdu yang sudah tua, sehingga perlu diremajakan melalui pengembangan varietas baru yang dapat dibudidayakan secara nasional. Teh biasanya diperbanyak secara vegetatif, namun sifat keturunannya belum tentu identik dengan induknya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keragaan perdu vegetatif turunan pertama (V1) dan vegetatif turunan kedua (V2) yang berasal dari perdu F1 yang sama, serta menduga nilai parameter genetik komponen hasil perdu V1 dan V2. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli– Desember 2017 di blok Sanderan dan Binorong, PT Pagilaran. Klon yang digunakan yaitu PGL 09, PGL 10, PGL 11, PGL 12, dan PGL 15. Penelitian menggunakan metode survei dengan 5 perdu sebagai ulangan. Data komponen hasil diamati selama 4 kali pemetikan dianalisis dengan pendekatan anova rancangan acak lengkap faktorial dengan uji lanjut scott knott. Pendugaan parameter genetik digunakan E(MS) dari anova tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara klon dengan tahap vegetatif pada lebar daun, panjang daun, panjang tangkai, jumlah peko, berat segar peko, dan berat kering peko, sehingga berdasarkan sifat tersebut dapat dikatakan bahwa klon klon yang diuji tidak stabil, sebaliknya mendasarkan sifat berat segar daun, berat kering daun, berat segar tangkai, berat kering tangkai, dan daya hasil kering bersifat cukup stabil. Sifat yang memiliki nilai heritabilitas tinggi adalah lebar daun dan bobot kering, sedangkan nilai koefisien keragaman genetik dan koefisien keragaman fenotip tinggi terdapat pada sifat berat segar peko dan berat kering peko.
Co-Authors . Suyadi . Suyadi Adia Pratama Dewi Afriana, Wendra Afriza, Yunika Nuuru Aguslan Aguslan Ahmad Muhtadi Ahmad Muhtadi Rangkuti Ajeng Retno Setiawati Alfaiz, Ghufron Alfi Ma'rifah Ali Mashar Aliyin, Sri Nur Amelia Agustina Putri Amellia Amellia Aminatun Munawarti Aminatun Munawarti, Aminatun Ana Melani Andreas Setiawan Andrew Budiherlando Annisa, Permata Humaira Anthoni Mayes Anto Rimbawanto Anto Rimbawanto Anto Rimbawanto Anton Rimbawanto Aprillina Aprillina Ari Murti Ahmadi Arif Satria Aris Eddy Sarwana Ash Raffi, Muhammad Fadlurrohman Athiyyah, Syakirah Atrio Andika Aulia, Nurfitri Awibbi Permana Meidil Putra AYPBC Widyatmoko AYPBC Widyatmoko Ayub, Made R.S.S.N Budhi H. Iskandar Cicilia Widiarini P.U. Dadang Mashur Danu Santoso Darmawan, Imam Defaro, Dafa Deny Setiawan Despiandra, Aulia Desweni, Selly Prima Deva Deva Dewi Ratna Nurhayati Dewi Ratna Nurhayati Dewi Ratna Nurhayati Dhemas Adi Purwa Dhian Herdhiansyah Didik Indradewa Didik Purwadi Didin S. Damanhuri Dinda Tria Handayani Djoko Prajitno Dody Kastono dwi aini Dwi Hartati Efendi, Suryono Eka Budiarto, Eka Eko Hanudin Eko Hanudin Ekwarso Hendro Elisa Anggraeni, Elisa Endang Semiarti Endang Sulistyaningsih Epraim Theopilus Sitepu Eriyati, Eriyati Erlina Ambarwati Ernayunita Ernayunita Fahmi Zuriyadi Fathin Nabihaty Fatwa, Esa Buana Fauzi, Rahmat Dwi Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitrah Annisa Hafidh Izzudin Hairil Adzulyatno Hadini Handoko Handoko Harapan Tua R. F. S Hasanudin Hasanudin Haviah ilmiah Hefni Effendi Hendro Ekwarso Hendro, Ekwarso Henricus Tegar Panuntun Hermana, Indra Setiadi Hermanto, Koko Hernawan Y Rahmadi Hidayat Hidayati, Nafisah Arina Hidayati, Sri Wahyu Hutasoit, Anastasya I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Ikhsan, Masrul Ilmiah, Haviah Hafidhotul Imam Hidayat Imam Nur Huda Iman, Topan Rahmatul Iman Indra, Sukiadi Irmayani, Festi Irmayani, Festi Istiana Prihatini Isyandi Isyandi Jovanka, Asri Dwi Junaedi Abdillah, Junaedi K. Kristamtini Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewradi Khonsa, Hana Dallilah Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini, Kristamtini Kristamtini, Kristamtini Kurniasih, Budiastuti Kurniasih, Cut Endang Lapeti Sari Latiful Muttaqin Lilik Sutiarso Lukita Uli Hotma M. Zulfan Arrodli M.Gunawan Machfud Machfud Manurung, Afriandi Mardika R, Richa Marimin , Marimin Marimin Marsyakila, Klara Maryam Muharroron Mayes Anthony Mei Edi Prayitno Metananda, Arya Arismaya Milla, Milla Achliza Putri Mimin Sundari Nasution Misdawita Misdawita Moch. Agus Choiron Mohammad Mukhlis Kamal Mohammad Yanuar Setya Wibowo Muhammad Arsyad Syahputra Muhammad Habib Widyawan Muhammad Rifa’I Muhartini Muhartini Mukarromah, Aminah Murti, Rudi Hari Mustaqim, Imam Musyaffa, Dzikri Amali Nababan Warni Lincu Nandita Oktaviana Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah, Nasrullah Nofa, Tasya Nolianush Hogejau Noviantori Ramadhan, Melani Novita Sari, Della Nurman, Muhamad Nurseptiani, Sifa Nurul Irdina Pangestuti, Triana Panjisakti Basunanda Paramita Cahyaningrum Permatacita, Fitriah Prapto Yudono Prapto Yudono Prapto Yudono Priska Dian Cristina Pusparini, Intan Putri, Fevi Rahma Dwi Putri, Vivian Putro Sukirno Tri Raditya, Masayu Adara Rahmad, Ali Nur Ramadani, Oktavia Nada Rani Agustina Wulandari Rani Agustina Wulandari Ratna Dewi Eskundari Rendy Alfaid Retno Sunarminingsih Sudibyo Ridho, Muhammad Habib Rifka Safira Rilus Kinseng Rita Yani Iyan Ritayani Iyan Rizki Diah Afritanti Roza Auliya Rosana MZ Rudi H. Murti Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Sam'un, Mohamad Saparudin, Egi Sarkasih, Muhammad Reza Septa Ridhoni, Naila Septiani Rahayu Sholeh Udin Al Ghifari Sholehudin, Muhammad Irfan Siahaan, Mutiara Lasnita Sigid Hariyadi sigit hariyadi, sigit Siregar, Bonza Gurti Zahza Siska Permata Siska Permata Siska Permata, Siska Sismindari . Sismindari Sismindari Siti Nurbayti Sri Adi Kadarsih Sri Adikadarsih Sri Adikadarsih, Sri SRI RAHAYU Sri Ratna Ningsih Ginting Sri Wening Sugiharto Budi Santoso Sugiharto Budi Santoso, Sugiharto Budi Sukiadi Indra Supriyanta Supriyanta Surjanto, Didiek Suyadi Mitrowihardjo Suyadi Suyadi Syapsan, Syapsan Tabita, Putri Tamamala, Ananda Farhan Tanika D. Sofianti Taufan Alam Tohari Tohari Trisnawati, Eva Dwi Nur Ufira Isbah Usman, Agus Utama, Darma Vanska Nozelle Hermanto Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Wadani, Nabila Cantika Wahyu Hamidi Wawan Sulistyono Wibowo, Raden Bagus Tri Joko Widiastuti, Paramita Widiastuti, Paramita Wulandari, Rani Agustina Y. Prapto, Y. Yandi Jefri Yasinta Pinilih Yasir, Hilmi Naufal Yasmin, Nazwa Azura Yekti Asih Purwestri Yelly Zamaya Yessy Maharani Yudy Surya Irawan Yuli Priyana Yuni Rahmawati Simangunsong Yurna Yenni Yusiana, Ekalia Yuwono, Nasih Widya Zainalarifin, Jauhar Zulkarnaini Zulkarnaini Zuriyadi, Fahmi