p-Index From 2021 - 2026
9.036
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vegetalika Jurnal Ilmu Pertanian Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi Jurnal Penelitian Saintek Autotech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences MOTION : Jurnal Riset Physical Education SOROT: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Agrotek Ekonomikawan : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Jurnal Penelitian Hutan Tanaman JURNAL PEMULIAAN TANAMAN HUTAN Jurnal AgroBiogen Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Perikanan dan Kelautan JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora) Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) agriTECH Indonesian Journal of Biotechnology Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Forum Geografi REFLEKSI EDUKATIKA Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Jurnal Tekun Daya Saing : Jurnal Ilmu Manajemen Livestock and Animal Research Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Riset Akuakultur Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Warta Penelitian Perhubungan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science) Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Surakarta Law and Society Journal JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications (MECHTA) Journal of Social and Policy Issues Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis International Journal for Disaster and Development Interface Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia West Science Journal Economic and Entrepreneurship Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities IIJSE Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Advances In Social Humanities Research Journal of Innovative and Creativity Jurnal Pengabdian Masyarakat ISEI Journal of Fisheries & Marine (Journal of Environmental Sustainability Management) Warta Penelitian Perhubungan
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Hasil dan Komponen Hasil Wijen (Sesamum indicum L.) pada Generasi F1 dan F2 Persilangan Sbr2, Sbr3, dan Dt36 Sri Adikadarsih; Siska Permata; . Taryono; . Suyadi; Panjisakti Basunanda
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bultas.v7n1.2015.45-51

Abstract

Dalam program pemuliaan tanaman wijen, informasi keragaman genetik dan hubungan antarsifat sangat penting untuk menentukan keberhasilan seleksi. Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari keragaman genetik dan hubungan antara komponen hasil dan hasil wijen pada generasi F1 dan F2 persilangan Sbr 2, Sbr 3, dan Dt 36 telah dilaksanakan dari bulan November 2012 sampai dengan Februari 2013 di Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Bahan tanam yang digunakan adalah benih tetua, F1, dan F2 hasil persilangan antara Sbr 3 x Sbr 2, Sbr 3 x Dt 36, Sbr 2 x Dt 36, dan resiproknya. Benih bulk hasil persilangan ditanam secara rapat dalam baris pada petak-petak yang berukuran 4 x 1 m. Pengamatan dilakukan pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, berat polong, berat biji, jumlah ruas, panjang ruas, umur berbunga, umur panen, dan berat 1.000 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen hasil yang memiliki keragaman genetik besar adalah berat biji per tanaman (68,437%), berat polong (40,532%), jumlah cabang (33,251%), jumlah polong (30,269%), dan tinggi tanaman (21,256%). Nilai heritabilitas yang tinggi terdapat pada tinggi tanaman (65,52%) dan umur panen (55%). Komponen hasil yang memiliki korelasi nyata terhadap hasiladalah jumlah cabang, jumlah polong, berat polong, dan umur berbunga, sedangkan yang berpengaruh langsung terhadap hasil wijen adalah jumlah cabang dan berat polong. In sesame breeding program, information about genetic variations and relationships ammongs characters is very important to determine the success of line selection. Studies about correlation between yield and yieldcomponents of F1 and F2 from crosses of Sbr 2, Sbr 3, and Dt 36 was conducted on November 2012 to February 2013 in Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. The treatments were arranged in completerandom design (CRD) with three replications. Planting materials used were the seed of parents, F1, and F2 from crossing between Sbr 3 x Sbr 2, Sbr 3 x Dt 36, Sbr 2 x Dt 36, and their reciprocals. Bulk breeding seeds planted in rows in high density to reach maximum populations as the genetic resource in the plots according to its genotypes. The observation was made on plant height, number of branches, number of pods, weight of pods, number of nodes, nodes length, day of flowering, plant maturing age, and 1,000seed weight. The results showed that, components which showed high genetic variation were weight of seeds per plant (68.437%), weight of pods (40.532%), the number of branches (33.251%), number of pods(30.269%), and plant height (21.256%). High heritability values was shown in parameters of plant height (65.52%) and plant maturing age (55%). Yield components which have significant correlation with the yield were number of branches, number of pods, pod weight, and days to flowering, while those have a direct effect on the yield of sesame are the number of branches and pods weight.
Yield Components of Some Sesame Mutant Populations Induced by Gamma Irradiation Vina Eka Aristya; Taryono Taryono; Rani Agustina Wulandari
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 10, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/btsm.v10n2.2018.64-71

Abstract

Sesame is an producing seed whose oil is commercially needed. Breeding attempts to improve the productivity of sesame and yield components are induction of gamma ray irradiation mutations (Co-60). This study was aimed to identify effects of induced mutation by gamma rays irradiation in quantitative characteristics and yield of sesame in M4 generation originated from local cultivars. Two types of sesame (black and white) are irradiated with eight doses (100-800 Gy) of Co-60. The result showed a high variation in almost all morphological characters and modified the character of stem height from base to first branch, number of capsules per plant, biomass yield per plant, and seed yield per plant. Sesame irradiated with 600 Gy Co-60 doses has a beneficial effect on the number of capsules (black:120.23; white: 255.23, respectively) and the weight of 1000 seeds (black:3.63 g; white: 4.55 g, respectively). Genotypic Coefficient of Variation in M4 generation were recorded for high value for characters number of primary branches (30.16%), stem height from base to the first branch (30.96%), stem height from base to first capsule (14.82%), number of secondary branches (53.64%), number of nodes to first flower (72.66%), number of capsules/plant (44.90%), biomass yield/plant (28.37%), and seed yield/plant (36.68%). Genetic variability of plant population is very important for plant breeding program and to sustain level of high productivity.Komponen Hasil Beberapa Populasi Mutan Wijen yang Diinduksi oleh Iradiasi GammaWijen adalah tanaman penghasil biji yang minyaknya dibutuhkan secara komersial. Upaya pemuliaan untuk meningkatkan produktivitas wijen dan komponen hasil adalah dengan induksi mutasi iradiasi sinar gamma (Co-60). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh induksi mutasi iradiasi sinar gamma pada karakter kuantitatif dan hasil pada generasi M4 wijen yang berasal dari kultivar lokal. Dua jenis wijen (hitam dan putih) diiradiasi dengan delapan dosis (100-800 Gy) Co-60. Sejumlah pengaruh mutasi wijen berhasil menunjukkan variasi yang tinggi pada hampir semua ciri morfologi dan memodifikasi karakter tinggi batang dari pangkal ke cabang pertama, jumlah kapsul/tanaman, hasil biomassa/tanaman dan hasil biji/tanaman. Wijen yang diiradiasi dengan dosis 600 Gy Co-60 memiliki efek menguntungkan pada jumlah kapsul (hitam:120,23; putih: 255,23) dan berat karakter 1000 biji (hitam:3,63 g; putih: 4,55 g). Koefisien Keragaman Genotipik pada generasi M4 dicatat nilai tertinggi pada karakter jumlah cabang primer (30,16%), tinggi batang dari pangkal ke cabang pertama (30,96%), tinggi batang ke kapsul pertama (14,82%), jumlah cabang sekunder (53,64%), jumlah ruas ke bunga pertama (72,66%), jumlah kapsul/tanaman (44,90%), hasil biomassa/tanaman (28,37%), dan hasil biji/tanaman (36,68%). Keragaman genetik dari populasi tanaman sangat penting untuk program pemuliaan tanaman dan mempertahankan produktivitas yang tinggi.
Penggunaan Teknik Analisis AMMI Biplot Untuk Mengenali Aksesi Wijen Tahan Salin Firmansyah Firmansyah; Sri Adi Kadarsih; Taryono Taryono
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol 12, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/btsm.v12n2.2020.86-93

Abstract

Kendala dalam produksi wijen di lahan salin yaitu salinitas yang mengakibatkan perubahan kondisi morfologi, fisiologi, biokimia dan molekuler pada tanaman. Analisis AMMI (Additive Main Effect and Multiplicative Interaction) adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan tanggapan genotipe terhadap keragaman lingkungan, mencari model yang tepat, menjelaskan interaksi antara genotipe dengan lokasi, meningkatkan keakuratan dugaan tanggapan interaksi antara genotipe dengan lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap bobot biji per tanaman pada enam aksesi wijen dan menentukan aksesi wijen yang stabil pada lingkungan salin dengan menggunakan analisis AMMI Biplot. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM  mulai bulan Maret hingga Juli 2012. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial dua faktor yang terdiri dari tiga ulangan. Faktor pertama enam aksesi wijen dan  faktor kedua 6 konsentrasi NaCl (0 g/L, 2 g/L, 4 g/L, 6 g/L, 8 g/L dan 10 g/L). Sifat yang diamati adalah bobot biji per tanaman. Data dianalisis menggunakan metode AMMI Biplot. Hasil menunjukkan bahwa genotipe III det 36 (G2) dan Sbr 3 (G3) adalah genotipe yang stabil di lingkungan salin dengan bobot biji per tanaman di atas rerata umum sehingga berpotensi dikembangkan dilahan salin, sedangkan genotipe Lokal Hitam (G5) tergolong stabil di lingkungan salin namun dengan bobot biji per tanaman lebih rendah dari rerata umum. AMMI biplot dapat digunakan untuk mengenali aksesi wijen tahan salin.ABSTRACTConstraints to production of sesame in saline fields are salinity which causes changes in morphological, physiological, biochemical and molecular conditions in plants. AMMI (Additive Main Effect and Multiplicative Interaction) analysis is a method that can be used to explain and interpret genotypic responses to environmental diversity, find the right model, explain the interaction between genotype and location, increase the accuracy of the predicted interaction responses between genotype and location. The aim of the study was to determine the effect of salinity on seed/plant weight in six sesame accessions and determining sesame accessions that are stable in the saline environment using the AMMI Biplot. This research was conducted at Faculty of Agricultural Greenhouse, UGM from March to July 2012. The method used was a two-factor factorial completely randomized design consisting of three replications. The first factor was 6 sesame accessions and the second factor was 6 concentrations of NaCl (0 g/L, 2 g/L, 4 g/L, 6 g/L, 8 g/L and 10 g/L). The trait observed was seed weight per plant. Data were analyzed using the AMMI Biplot method. The results showed that the genotypes III det 36 (G2) and Sbr 3 (G3) were stable in the saline environment with seed/plant weights above the general average so that it has the potential genotypes to be developed in saline soil while the local black genotypes (G5) were classified as stable in the saline environment but with seed/plant weight lower than the general average. The AMMI biplot can be used to recognize saline resistant sesame accessions
Keragaman Mutan Wijen (Sesamum indicum L.) Berdasarkan Karakter Kualitatif Vina Eka Aristya; Rani Agustina Wulandari; Taryono Taryono
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol.13 No. 1 (2021) April 2021
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/btsm.v13n1.2021.1-13

Abstract

ABSTRAKSesamum indicum L. adalah salah satu tanaman alternatif penghasil minyak nabati penting. Pendekatan pemuliaan melalui induksi mutasi berusaha untuk menghasilkan variabilitas baru populasi wijen, yang secara umum tersusun dari individu homozigot. Karakter morfologi berguna untuk mengidentifikasi galur dan memastikan hasil pemuliaan mutasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaman morfologi wijen hasil mutasi berdasarkan 26 karakter kualitatif. Penggalian informasi dengan metode analisis kelompok juga dikaji untuk menggambarkan variabilitas genetik pada 57 galur mutan wijen (jenis hitam dan putih) generasi M4 dan M5. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama terdiri 18 galur generasi M4, dievaluasi pada Maret-Agustus 2015; tahap kedua terdiri atas 39 galur M5, ditanam pada November 2015 hingga April 2016. Pemeriksaan penampilan kualitatif mengikuti panduan descriptor list untuk wijen. Secara umum, penilaian representatif dari sifat kualitatif pada galur mutan wijen generasi M4 akan diikuti oleh keturunan generasi M5. Dendrogram dibangun untuk membedakan galur menjadi kelompok berdasarkan matriks tingkat kemiripan. Struktur populasi utama dari 57 galur berdasarkan sifat kualitatif dikategorikan dalam dua kelompok besar. Materi genotipe kelompok I diklasifikasikan menjadi dua sub-kelompok, terdiri 17 dan 31 galur. Sub-kelompok ini menjadi bagian distribusi genotipe terbesar. Kelompok II tersusun oleh 9 galur, mayoritas dari M4. Nilai korelasi antar karakter bervariasi antara 0,7176 hingga 1,0. Keragaman morfologi antar galur wijen dipengaruhi oleh sifat genetik dibandingkan faktor lingkungan. Studi ini membantu seleksi galur terpilih berdasarkan kestabilan fenotipe. Evaluasi keragaman struktur populasi wijen mutan bermanfaat untuk program pemuliaan.ABSTRACTDiversity of Sesame Mutants (Sesamum indicum L.) Based on Qualitative CharactersSesamum indicum L. is one of the alternative crops that produces vegetative oil. The plant breeding approach through mutation induction could produce new genetic variability in sesame populations, which are generally composed of homozygous individuals. The study aims were to determine the diversity of sesame-mutant lines based on 26 qualitative characters. Cluster analysis method was carried out to describe the genetic variability of 57 sesame mutant lines (consist of black and white types) 4th (M4) and 5th generations (M5). The study was done in two phases, the first phases consisted of 18 M4 lines planted in March-August 2015; the second phase consisted 39 M5 lines planted in November 2015 to April 2016. Analyses of qualitative morphological characters followed the descriptors list for sesame. In general, a representative assessment of qualitative traits in M4 lines will be followed by the offspring of M5. Dendrogram showed that the 57 mutant lines categorized into two major clusters. Cluster I were composed of two sub-clusters, consisting 17 and 31 lines. This sub-cluster was the largest part of the genotype distribution. Cluster II composed of 9 lines, where M4 were the majority. The correlation value between characters ranged from 0.7176 up to 1.0. Morphological diversity among lines were largely influenced by genetic rather than environmental factors. This study supports the selection of lines based on phenotype stability. Evaluation of the structural diversity of mutant-sesame populations could be applied in sesame-breeding programs.
DISPUTE SETTLEMENT IN ANTROPOLOGI OF LAW PERSPECTIVE Taryono Taryono
Surakarta Law and Society Journal VOL. 1 NO. 1 AUGUST 2018
Publisher : Surakarta Law and Society Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.596 KB)

Abstract

In the perspective of anthropology of law, disputes are social phenomena that are inseparable from human life, especially in multicultural society. He cannot be avoided or neglected in common life. What must be done is how the conflict is managed, controlled, accommodated, and resolved peacefully and wisely so as not to cause social disintegration in people's lives. In anthropology of law, the dispute and its settlement are one of the points that get a lot of attention. This focus of attention is the focus of anthropology of law in relation to the perception that the law operating actually appears in the process of dispute, in the settlement process taken, and in matters that occur after the decision is handed down by mediators or by parties negotiating, or by neutral third party. In the perspective of anthropology of law, the settlement of disputes can be done in two ways, namely first, the settlement of disputes through non-legal institutions; and second, settlement of disputes through legal institutions. The selection of dispute resolution through legal institutions and non-legal institutions tends to be determined by the community itself. In a simple or traditional society whose legal system has not developed tends to resolve the dispute with non-legal institutions. Whereas for modern and advanced society whose legal system has developed and the problems faced increasingly complex tend to resolve the dispute to legal institutions. Keywords: Dispute resolution, anthropology of law, settlement of litigation disputes, non legal dispute resolution
Kriteria Kualitatif Penentuan Produk Unggulan Komoditas Perkebunan dengan Metode Delphi di Kabupaten Kolaka-Sulawesi Tenggara Dhian Herdhiansyah; Lilik Sutiarso; Didik Purwadi; Taryono Taryono
agriTECH Vol 33, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.475 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9568

Abstract

The determination of the main product of plantation commodity in kolaka has not been done. The purpose of this research were to composing an order of main product of plantation commodity in Kolaka. The object of this research were alternative 17 of plantation commodity. The determination of strategic indicators as the selection criteria of the main products were done by a panel of researchers that experts in different fields in plantation scope. In the effort to reach of the consensus, they were accordance with the Delphi Method. There are seven strategic indicators used as the criteria in determination of the main product of plantation commodity in Kolaka as followed: (1) based on the local resource potential, (2) enhancing to acces domestic and global market, (3) to produce high added value, (4) supported by technology and qualified human resources, (5) eco-friendly product by applying eco-friendly technology and have optimum agriculture waste as well as apply good waste management, (6) implement cooperation principle and business oriented, and (7) administratively and economically feasible for business development. The result of score calculation on the each indicator showed that the main product of plantation commodity were cacao on the first with score 4.6, clove and pepper on the second with score 4.3, and cashew, coconut, and coffee on the third with score 4.2.ABSTRAKPenentuan produk unggulan komoditas perkebunan di Kabupaten Kolaka selama ini belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memunculkan suatu urutan produk unggulan komoditas perkebunan di Kabupaten Kolaka. Objek penelitian ini adalah 17 alternatif komoditas perkebunan. Penetapan indikator strategis sebagai kriteria pemilihan produk unggulan komoditas perkebunan dilakukan oleh sekelompok panel peneliti yang memiliki latar belakang kebidangan berbeda dalam lingkup perkebunan.  Dalam upaya mencapai konsensus, maka dilakukan dengan Metode Delphi. Ada tujuh indikator strategis digunakan sebagai kriteria penetapan produk unggulan komoditas perkebunan: (1) berbasis kepada potensi sumber daya lokal, (2) memiliki kesempatan yang tinggi untuk akses pada pasar domestik dan dunia, (3) menghasilkan nilai tambah yang tinggi, (4) didukung oleh teknologi dan sumber daya manusia yang handal, (5) ramah lingkungan, dengan menerapkan teknologi yang ramah dan bersih terhadap lingkungan,  pemanfaatan limbah pertanian yang optimal, serta menerapkan manajemen limbah yang baik, (6) melaksanakan prinsip-prinsip kerjasama dengan orientasi bisnis, dan (7) secara administratif dan ekonomi layak bagi pengembangan bisnis. Hasil perhitungan skor setiap indikator menunjukkan bahwa sebagai produk unggulan komoditas perkebunan adalah kakao di urutan pertama skor 4,6, cengkeh dan lada di urutan ke dua skor 4,3, jambu mete, kelapa,dan kopi di urutan ke tiga skor 4,2.
High Resolution Microsatellite Marker Analysis of Some Rice Landraces Using Metaphor Agarose Gel Electrophoresis K. Kristamtini; T. Taryono; Panjisakti Basunanda; Rudi Hari Murti
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.507 KB) | DOI: 10.22146/ijbiotech.15269

Abstract

Microsatellite markers or simple sequences repeats are DNA - based molecular techniques that areused to see the different among accessions and inbred lines. There are three methods to analysis the results ofthe polymerase chain reaction of microsatellite markers namely polyacrylamide gel electrophoresis (PAGE),capillary electroforesis, and Metaphor Agarose Gel Electroforesis (MAGE), and the Use of MAGE assessedmore easily and economically the polymorphic pattern of DNA markers. This study aimed to obtain fast,effective and efficient in term of easy and cheap technique to identify microsatellite markers of some blackrice cultivars and F2 populations from crosses between black with white rice. The results showed that MAGEsuccessfully separated clearly SSRs alleles with different sizes of less than 25 bp .
Regression Analysis for the Identification of RAPD Markers Linked To Drought Tolerance in Sorghum Paramita Cahyaningrum; T. Taryono; Anto Rimbawanto
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.045 KB) | DOI: 10.22146/ijbiotech.15997

Abstract

Sorghum (Sorghum bicolor) can actually withstand in dry or drought condition better than other crops,therefore it can be grown at different agroclimatic conditions and its product can be used for different purposessuch as food, feed and industrial raw material. However at severe condition, the productivity will also dropdrastically. The aim of this research was to identify RAPD marker linked to the drought tolerance. In thisresearch, varieties of sorghum used as research materials were Durra, Zhengzu, the mutants of Durra andZhengzu (from 300 Gy gamma radiation) B-100 and Zh-30, and the F2 seeds from Zh-30 x B-100 and B-100 xZh-30. Drought screening was carried out using 0.3 % KI during sorghum vegetative stage. DNA extractionwas done using a modified CTAB method. PCR was carried out for RAPD analysis. PCR amplification productswere scored and analyzed using SAS program. The result showed that potassium iodide can be used fordrought screening during the vegetative stage and regression analysis using the logistic method can be usedto identify RAPD markers that is linked to drought tolerance in sorghum. The logistic analysis showed thatband A8-480 was linked to drought tolerance in sorghum.
Use of microsatellite markers to detect heterozygosity in an F2 generation of a black rice and white rice cross Kristamtini Kristamtini; Taryono Taryono; Panjisakti Basunanda; Rudi Hari Murti
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 23, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3062.037 KB) | DOI: 10.22146/ijbiotech.33111

Abstract

The aim of this research was to know the heterozygosity of F2  generation from black rice and white rice crossing using microsatellite marker.  The research material consisted of F2 Sx G plant population from black rice (S) and white rice Situbagendit (G) crosses, female parent of black rice (S), male parent of white rice (G), chemical and organic fertilizer, chemicals and tools for molecular activity and 3 microsatellite markers related to color properties  (RM 220, RM 224 and RM 252). All of plant populations (generation F2, parent female, parent male) were planted in fields up to harvest. Young leaves (30 days after planting) all of plant populations were molecularly analyzed using 3 microsatellite markers (RM 220, RM 224 and RM 252). Stages of this activity include DNA isolation, PCR reaction, and visualization of PCR results using Metaphore Agarose Gel Electrophoresis. The results showed that the percentage of the number of individual plants showing heterozygous pattern in F2 S × G plant generation was 50% (RM 220); 40% (RM 224) and 60% (RM 252), so the RM 252 microsatellite marker was effectively used as a DNA-assisted selection tool on the crossbreed of black rice with white rice.
PENGARUH TAKARAN PUPUK KANDANG SAPI DAN MAGNESIUM SULFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL WIJEN (Sesamum indicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI Danu Santoso; Taryono Taryono; Erlina Ambarwati
Vegetalika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.759 KB) | DOI: 10.22146/veg.9270

Abstract

Wijen (Sesamum indicum L.) merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi, namun produksi wijen dalam negeri masih rendah. Pengembangan budidaya wijen dapat dilakukan pada lahan-lahan kritis yang salah satunya adalah lahan pasir pantai. Sifat lahan pasir pantai yang miskin hara dapat diatasi dengan penambahan bahan organik dalam bentuk pupuk kandang sapi. Selain itu untuk mengawali pembentukan minyak pada biji wijen dibutuhkan kandungan sulfur yang cukup dan kebutuhan sulfur ini dapat dipenuhi dengan pemberian magnesium sulfat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh takaran pupuk kandang sapi dan magnesium sulfat (MgSO4.7H2O) terhadap pertumbuhan dan hasil wijen dan 2) mendapatkan takaran optimal kombinasi pupuk kandang sapi dan magnesium sulfat pada penanaman wijen di lahan pasir pantai. Percobaan dilakukan dengan memberikan dua perlakuan yaitu takaran pupuk kandang sapi (0; 10; 20; dan 30 ton/ha), dan takaran magnesium sulfat (0; 70; dan 140 kg/ha) yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial dengan tiga blok sebagai ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap beberapa variabel pertumbuhan dan daya hasil wijen. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa takaran pupuk kandang sapi berinteraksi dengan magnesium sulfat dan memberikan pengaruh positif terhadap bobot kering total, jumlah polong, serta daya hasil wijen di lahan pasir pantai. Kombinasi takaran optimum untuk penanaman wijen di lahan pasir pantai adalah 54 ton pupuk kandang sapi dan 70 kg magnesium sulfat pada setiap hektar lahan dengan hasil 755 kg/ha.
Co-Authors . Suyadi . Suyadi Adia Pratama Dewi Afriana, Wendra Afriza, Yunika Nuuru Aguslan Aguslan Ahmad Muhtadi Ahmad Muhtadi Rangkuti Ajeng Retno Setiawati Alfaiz, Ghufron Alfi Ma'rifah Ali Mashar Aliyin, Sri Nur Amelia Agustina Putri Amellia Amellia Aminatun Munawarti Aminatun Munawarti, Aminatun Ana Melani Andreas Setiawan Andrew Budiherlando Annisa, Permata Humaira Anthoni Mayes Anto Rimbawanto Anto Rimbawanto Anto Rimbawanto Anton Rimbawanto Aprillina Aprillina Ari Murti Ahmadi Arif Satria Aris Eddy Sarwana Ash Raffi, Muhammad Fadlurrohman Athiyyah, Syakirah Atrio Andika Aulia, Nurfitri Awibbi Permana Meidil Putra AYPBC Widyatmoko AYPBC Widyatmoko Ayub, Made R.S.S.N Budhi H. Iskandar Cicilia Widiarini P.U. Dadang Mashur Danu Santoso Darmawan, Imam Defaro, Dafa Deny Setiawan Despiandra, Aulia Desweni, Selly Prima Deva Deva Dewi Ratna Nurhayati Dewi Ratna Nurhayati Dewi Ratna Nurhayati Dhemas Adi Purwa Dhian Herdhiansyah Didik Indradewa Didik Purwadi Didin S. Damanhuri Dinda Tria Handayani Djoko Prajitno Dody Kastono dwi aini Dwi Hartati Efendi, Suryono Eka Budiarto, Eka Eko Hanudin Eko Hanudin Ekwarso Hendro Elisa Anggraeni, Elisa Endang Semiarti Endang Sulistyaningsih Epraim Theopilus Sitepu Eriyati, Eriyati Erlina Ambarwati Ernayunita Ernayunita Fahmi Zuriyadi Fathin Nabihaty Fatwa, Esa Buana Fauzi, Rahmat Dwi Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitrah Annisa Hafidh Izzudin Hairil Adzulyatno Hadini Handoko Handoko Harapan Tua R. F. S Hasanudin Hasanudin Haviah ilmiah Hefni Effendi Hendro Ekwarso Hendro, Ekwarso Henricus Tegar Panuntun Hermana, Indra Setiadi Hermanto, Koko Hernawan Y Rahmadi Hidayat Hidayati, Nafisah Arina Hidayati, Sri Wahyu Hutasoit, Anastasya I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Ikhsan, Masrul Ilmiah, Haviah Hafidhotul Imam Hidayat Imam Nur Huda Iman, Topan Rahmatul Iman Indra, Sukiadi Irmayani, Festi Irmayani, Festi Istiana Prihatini Isyandi Isyandi Jovanka, Asri Dwi Junaedi Abdillah, Junaedi K. Kristamtini Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewradi Khonsa, Hana Dallilah Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini Kristamtini, Kristamtini Kristamtini, Kristamtini Kurniasih, Budiastuti Kurniasih, Cut Endang Lapeti Sari Latiful Muttaqin Lilik Sutiarso Lukita Uli Hotma M. Zulfan Arrodli M.Gunawan Machfud Machfud Manurung, Afriandi Mardika R, Richa Marimin , Marimin Marimin Marsyakila, Klara Maryam Muharroron Mayes Anthony Mei Edi Prayitno Metananda, Arya Arismaya Milla, Milla Achliza Putri Mimin Sundari Nasution Misdawita Misdawita Moch. Agus Choiron Mohammad Mukhlis Kamal Mohammad Yanuar Setya Wibowo Muhammad Arsyad Syahputra Muhammad Habib Widyawan Muhammad Rifa’I Muhartini Muhartini Mukarromah, Aminah Murti, Rudi Hari Mustaqim, Imam Musyaffa, Dzikri Amali Nababan Warni Lincu Nandita Oktaviana Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah, Nasrullah Nofa, Tasya Nolianush Hogejau Noviantori Ramadhan, Melani Novita Sari, Della Nurman, Muhamad Nurseptiani, Sifa Nurul Irdina Pangestuti, Triana Panjisakti Basunanda Paramita Cahyaningrum Permatacita, Fitriah Prapto Yudono Prapto Yudono Prapto Yudono Priska Dian Cristina Pusparini, Intan Putri, Fevi Rahma Dwi Putri, Vivian Putro Sukirno Tri Raditya, Masayu Adara Rahmad, Ali Nur Ramadani, Oktavia Nada Rani Agustina Wulandari Rani Agustina Wulandari Ratna Dewi Eskundari Rendy Alfaid Retno Sunarminingsih Sudibyo Ridho, Muhammad Habib Rifka Safira Rilus Kinseng Rita Yani Iyan Ritayani Iyan Rizki Diah Afritanti Roza Auliya Rosana MZ Rudi H. Murti Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Sam'un, Mohamad Saparudin, Egi Sarkasih, Muhammad Reza Septa Ridhoni, Naila Septiani Rahayu Sholeh Udin Al Ghifari Sholehudin, Muhammad Irfan Siahaan, Mutiara Lasnita Sigid Hariyadi sigit hariyadi, sigit Siregar, Bonza Gurti Zahza Siska Permata Siska Permata Siska Permata, Siska Sismindari . Sismindari Sismindari Siti Nurbayti Sri Adi Kadarsih Sri Adikadarsih Sri Adikadarsih, Sri SRI RAHAYU Sri Ratna Ningsih Ginting Sri Wening Sugiharto Budi Santoso Sugiharto Budi Santoso, Sugiharto Budi Sukiadi Indra Supriyanta Supriyanta Surjanto, Didiek Suyadi Mitrowihardjo Suyadi Suyadi Syapsan, Syapsan Tabita, Putri Tamamala, Ananda Farhan Tanika D. Sofianti Taufan Alam Tohari Tohari Trisnawati, Eva Dwi Nur Ufira Isbah Usman, Agus Utama, Darma Vanska Nozelle Hermanto Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Vina Eka Aristya Wadani, Nabila Cantika Wahyu Hamidi Wawan Sulistyono Wibowo, Raden Bagus Tri Joko Widiastuti, Paramita Widiastuti, Paramita Wulandari, Rani Agustina Y. Prapto, Y. Yandi Jefri Yasinta Pinilih Yasir, Hilmi Naufal Yasmin, Nazwa Azura Yekti Asih Purwestri Yelly Zamaya Yessy Maharani Yudy Surya Irawan Yuli Priyana Yuni Rahmawati Simangunsong Yurna Yenni Yusiana, Ekalia Yuwono, Nasih Widya Zainalarifin, Jauhar Zulkarnaini Zulkarnaini Zuriyadi, Fahmi