Articles
Pengelolaan Aset Jaringan Irigasi di Daerah Irigasi Baturaja Bungin Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Menggunakan Aplikasi E-Paksi
Firmansyah Novandaya;
Aleksander Purba;
Ratna Widyawati
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.05 KB)
|
DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.62
Peningkatan kinerja air melalui operasi dan pemeliharaan irigasi yang benar merupakan salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan dan energi. Diperlukan upaya pelaksanaan operasi dan pemeliharaan irigasi baik secara teknis maupun dalam hal kelembagaannya sehingga terbangun pelaksanaan operasi dan pemeliharaan yang baik. Peningkatan kinerja air melalui operasi dan pemeliharaan irigasi yang benar merupakan salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan dan energi. Diperlukan upaya pelaksanaan operasi dan pemeliharaan irigasi baik secara teknis maupun dalam hal kelembagaannya sehingga terbangun pelaksanaan operasi dan pemeliharaan yang baik. Pengelolaan Aset Jaringan Irigasi merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam pengelolaan irigasi modern yang baik, yang mana pelaksanaannya di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur salah satunya dilaksanakan oleh Kegiatan Operasional dan Pemeliharaan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kab. Ogan Komering Ulu Timur. Pembinaan monitoring aset jaringan irigasi ini sangat terkait dengan pemeliharaan jaringan irigasi berkala yang bertujuan untuk meningkatkan layanan jaringan irigasi akibat laju pertumbuhan kebutuhan pangan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan pada umum dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur pada khususnya.. Pada umumnya Pengelolaan Aset Jaringan irigasi yang dilaksanakan berupa pelaksanaan pengelolaan aset irigasi dan penilaian indeks kinerja sistem irigasi. Penelitian ini mengambil studi kasus Pengelolaan Aset pada Jaringan Irigasi Baturaja Bungin. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk Menginventarisasikan asset asset irigasi pada aplikasi E-Paksi.
Analisis Penentuan Desain Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kabupaten OKU Timur
Firmansyah;
Aleksander Purba;
Ratna Widyawati
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.211 KB)
|
DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.64
Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) merupakan sistem pengolahan air limbah domestik di lokasi sumber menggunakan unit pengolahan setempat yang selanjutnya lumpur hasil olahan diangkut dengan sarana pengangkut ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Pengelolaan air limbah domestik melalui SPALD-S merupakan system yang umumnya diterapkan di Kabupaten/Kota di Indonesia. Berdasarkan data Riskerdas 2014 cakupan pelayanan air limbah domestik mencapai 61,04% dimana 59,04% telah dilayani melalui SPALD-S. Sesuai Kebijakan dan Strategi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015-2019, untuk mencapai 100% pelayanan air limbah domestic ditargetkan pembangunan IPLT sebanyak 222 unit di Indonesia. Pembangunan IPLT tersebut membutuhkan perencanaan yang baik dan terstruktur untuk menjamin keandalan dan keberlanjutan infrastruktur terbangun. Dalam rangka mendukung program pemerintah akan pentingnya pembangunan IPLT di kabupaten OKU timur yang didasari Perencanaan Teknik Terinci IPLT, sebagai pelaksanaan dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Perencanaan DED Penataan Pembangunan di Kabupaten OKU Timur
Lanosin;
Dikpride Despa;
Ratna Widyawati
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.209 KB)
|
DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.66
Salah satu unsur yang memerlukan perhatian dalam proses rekayasa lalu lintas di daerah perkotaan adalah ketersediaan fasilitas pejalan kaki (available of pedestrian facility). Umumnya di daerah permukiman (urban area) dan di kawasan pusat bisnis dan perdagangan (central of business district), jalur pejalan kaki (pedestrian lane) mewakili bagian yang sering mengalami konflik dengan arus lalu lintas kendaraan, maka berakibat pada hal penundaan arus lalu lintas dan tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Kota Martapura merupakan pusat pemerintahan, perkantoran, perdagangan, dan industri. Semakin berkembangnya pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang semakin bertambah dapat mengakibatkan banyaknya aktivitas dan keragaman kegiatan yang dilakukan, terutama di kota Martapura. Sehingga penggunaan lahan untuk kegiatan perdagangan dan fasilitas umum di jalan tersebut membuat tingkat pergerakan manusia menjadi tinggi dan meningkat untuk menuju kawasan tersebut. Untuk pelayanan pedestrian sangatlah diperlukan agar pejalan kaki merasa nyaman. Oleh karena itulah untuk mewujudkan kawasan pusat kota menjadi kawasan yang lebih nyaman bagi pejalan kakinya Karena semakin banyaknya orang yang melakukan aktivitas sehari – hari di kawasan tersebut maka dapat membawa pengaruh terhadap kelancaran lalu lintas. Hal tersebut disebabkan oleh adanya interaksi sosial antar pejalan kaki dan tempat pemberhentian kendaraan umum. Oleh karena itu perlu adanya rencana kebutuhan jalur trotoar pedestrian di jalan Kota Martapura. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membentuk suatu dokumen pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil yang sebaik-baiknya sesuai dengan rencana semula, dengan acuan jadwal yang telah ditetapkan dan dengan biaya yang telah diperhitungkan.
Tantangan Mengembangkan Stasiun Berbasis Transit Oriented Development (TOD)
Aleksander Purba;
Suharno;
Ratna Widyawati;
Siti N
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.087 KB)
|
DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.86
Ibu kota negara, Jakarta, yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa sedang berupaya mengatasi sejumlah eksternalitas yang disebabkan oleh penggunaan mobil pribadi yang berlebihan. Beberapa di antara solusi yang dilakukan adalah adanya pembangunan dan pengembangan jalur bus khusus, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit, penggunaan nomor ganjil dan genap di beberapa ruas jalan pada jam sibuk pada pagi dan sore hari, dan berbagai langkah lainnya. Salah satu inisiatif yang dilakukan Pemerintahan provinsi DKI Jakarta adalah Transit Oriented Development (TOD). Temuan dari eksplorasi dan observasi di dekat stasiun transit Harmoni menunjukkan nilai capaian 55 poin, termasuk dalam kategori TOD standar bronze. Penyelidikan lebih lanjut, menggunakan proses hierarki analitis yang melibatkan hingga enam pemangku kepentingan utama, mengungkapkan bahwa variabel transit, berjalan kaki, dan campuran adalah tiga variabel yang memerlukan perhatian paling mendesak.
PENERAPAN METODE EFEKTIF DALAM PENGAWASAN PEMBANGUNAN JEMBATAN (STUDI KASUS: JEMBATAN AIR MANDALA, PROVINSI SUMATERA SELATAN)
ARI DAMAN HARIS;
RATNA WIDYAWATI;
HENI FITRIANI
Journal of Infrastructural in Civil Engineering Vol 4, No 02 (2023): Volume 04, Issue 02, July 2023
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33365/jice.v4i02.2708
Jembatan merupakan prasarana infrastruktur dasar (penghubung darat) yang penting bagi manusia dan mempunyai peranan besar dalam bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan. Perbaikan jalan dan jembatan perlu dilakukan pada lokasi-lokasi struktur jembatan yang mengalami kerusakan dan kondisi yang mengkhawatirkan. Pemerintah daerah Palembang, Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menunjuk kontraktor pelaksana dan konsultan (perencana dan pengawas) dalam hal perbaikan Jembatan Air Mandala pada tahun 2019. Agar perbaikan jembatan dapat berjalan sesuai rencana, konsultan pengawas mengambil bagian terpenting dalam pengawasan mutu pekerjaan kontraktor pelaksana. Metode pengawasan yang digunakan menjadi perhatian utama bagi kesuksesan pembangunan atau perbaikan jembatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan membahas metode yang telah digunakan oleh konsultan pengawas pada pengawasan pekerjaan perbaikan Jembatan Air Mandala, Palembang. Metode pengawasan yang telah diterapkan, kemudian dipaparkan secara jelas pada penelitian ini agar dapat dijadikan referensi bagi konsultan pengawas lainnya. Setelah proyek selesai dilaksanakan, didapati bahwa metode yang telah digunakan cukup efektif, sehingga informasi pada penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pengawas proyek jembatan di seluruh Indonesia.
Urgensi Pengendalian Untuk Penataan Ruang Berkualitas di Provinsi Lampung
Endang Wahyuni;
Ratna Widyawati;
Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.348
Penyelenggaraan penataan ruang di Provinsi Lampung berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Lampung Tahun 2009-2029. Perda tersebut mengatur Rencana Struktur dan Rencana Pola Ruang, Arahan Pemanfaatan Ruang, Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang serta Arahan Perizinan, Insentif dan Disinsentif. Berdasarkan analisis deskriptif dengan data sekunder berupa kondisi tutupan lahan eksisting lokasi yang diolah menggunakan citra satelit, batas administrasi dan rencana pola ruang, selanjutnya dilakukan analisis kesesuaian antara pemanfaatan ruang dengan rekomendasi pemberian izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan oleh Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Analisis spasial menggunakan Geographic Information System dengan teknik overlay peta. Hasil analisis menunjukkan dari 397 izin rekomendasi pemanfaatan ruang selama tahun 2020-2021, terdapat 20 kegiatan (5,23%) terindikasi melanggar ketentuan pola ruang dalam RTRW Provinsi Lampung, atau lokasi kegiatan berada di luar zona peruntukannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa Perda Provinsi Lampung Nomor 12 Tahun 2019 belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang. Kondisi ini terjadi karena belum adanya instrumen mekanisme pengendalian penataan ruang, sehingga dibutuhkan suatu instrumen mekanisme pengendalian penataan ruang yang terukur, berkualitas dan memiliki legalitas untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tahapan Value Engineering pada Proyek Jalan
Cheria Ayu Aditya;
Ratna Widyawati Widyawati;
Herry Wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.350
Aspek pembiayaan yang besar menjadi pusat perhatian untuk dilakukan analisa kembali dengan tujuan untuk mencari penghematan. Hal tersebut memunculkan banyak alternatif-alternatif yang dijadikan dasar untuk melakukan kajian yang sifatnya tidak mengoreksi kesalahan-kesalahan yang dibuat perencana maupun mengoreksi perhitungannya namun lebih mengarah kepenghematan biaya. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu Rekayasa Nilai (Value Engineering) agar biaya-biaya dan usaha-usaha yang tidak diperlukan dapat dihilangkan sehingga nilai atau biaya proyek tersebut dapat berkurang. Rekayasa Nilai (Value Engineering) adalah suatu cara pendekatan kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengefisienkan biaya-biaya yang tidak perlu. Rekayasa Nilai (Value Engineering) digunakan untuk mencari suatu alternatif-alternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk2 menghasilkan biaya yang lebih baik / lebih rendah dari harga yang direncanakan sebelumnya dengan batasan fungsional dan mutu pekerjaan.
Soil Improvement With Vacuum Preloading System Pada Proyek Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung
Hanaf Qowiyyul Adib;
Ratna Widyawati;
Dikpride Despa;
Dedi Pria Armada
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.360
Dewasa ini, pemerataan infrastruktur menjadi pusat perhatian bagi pemerintah. Pemerintah saat ini tengah gencar mensosialisasikan pembangunan infrastruktur Indonesia sentris. Pembangunan yang bersifat menyeluruh dan menyentuh setiap pelosok negeri. Pembangunan yang diharapkan dapat membuka potensi lokal menuju kemandirian daerah sekaligus turut mendukung kemajuan perekonomian nasional. Daerah Sumatera Selatan juga menjadi salah satu sasaran pembangunan infrastruktur. Jalan Tol Trans Sumatera adalah jaringan jalan tol sepanjang 2.818km di Indonesia yang direncanakan menghubungkan kota-kota di pulau Sumatera, dari Lampung hingga Aceh. Pembangunan jalan bebas hambatan kemudian berlanjut pada pembangunan proyek Jalan Tol Ruas Kayu Agung-Palembang Betung Paket I seksi 1A. Ruas Jalan Tol Ruas Kayu Agung-Palembang Betung Paket I seksi 1A memiliki panjang ±13,4km. Kondisi area proyek tol Kayu Agung – Palembang– Betung yang merupakan mayoritas adalah rawa yang menjadikan infrastruktur jalan dibangun pada tanah area lunak, sehingga masalah penurunan berlebihan menjadi faktor yang penting dan harus dicari solusinya. Pada lokasi tanah yang bersifat lunak, sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur umumnya perbaikan tanah harus dilakukan lebih dulu guna menjamin stabilitas jangka pendek maupun jangka panjangnya. Seperti halnya pada bangunan infrstruktur jalan area proyek tol Kayu Agung – Palembang– Betung untuk rentang penanganan awal antara Sta 5+000- 5+360. Di antara rentang tersebut, hasil sondir yang dilakukan terdapat tanah lunak dengan kedalaman yang bervariasi. Dengan adanya kedalaman tanah lunak tersebut, maka penurunan yang terjadi cukup besar. Untuk menangani penurunan yang terjadi tersebut, salah satu solusinya dengan mempercepat penurunan konsolidasi. Percepatan konsolidasi yang dimaksud adalah dengan menambahkan material Prefabricated Vertical Drain (PVD). Vertical drain ini sendiri dibedakan menjadi dua metode, yaitu metode PVD Preload dan metode PVD Vacuum. Penurunan yang terjadi terhadap tanah dasar akan menyebabkan pemampatan serta kuat geser akan meningkat, sehingga kapasitas daya dukung tanah dasar juga akan meningkat.
Analisis Operasi dan Pemeliharaan Pintu Bendung Gerak Jabung
Achmad Samudra;
Ratna Widyawati;
Sarkowi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.373
Bendung Gerak Jabung dibangun pada sudetan Way Sekampung di desa Marga Batin, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur. Semula konstruksi bendung Jabung adalah bendung karet dilengkapi dengan intake dan saluran pembawa sepanjang kurang lebih 100 m yang dibangun pada tahun 1999-2000. Bendung Karet ini belum pernah berfungsi, karena belum adanya saluran pembawa dan jaringan irigasinya, dan kondisinya rusak berat, karet sudah banyak yang robek, mesin pompa sudah hilang pada beberapa bagian, pintu intake sudah hilang. Bendung Gerak Jabung didesain sebagai bendung dengan 4 (empat) pintu banjir selebar 21 m dan 2 pintu scouring dengan lebar 9.50 m. Total lebar bendung adalah 115.5 m, terdiri dari 4 pintu banjir selebar 84 m, 2 pintu scouring 19.0 m dan 5 pier total selebar 16.5 m. Lebar ekisting sungai Way Sekampung pada lokasi ini kurang lebih 60 m. Desain bendung ini didasarkan perhitungan debit banjir untuk periode ulang 100 tahun dengan lebar bersih bendung 84 m. Dari hasil penelusuran dan pengamatan ke hulu bendung ini, didapatkan informasi adanya peninggian muka air sungai di hulu bendung dan menggenangi beberapa areal pertanian pada daerah dataran rendah yang menimbulkan adanya reaksi dari petani-petani di hulu bendung akibat penutupan pintu-pintu banjir untuk keperluan percobaan pengetesan pintu banjir. Pengoperasian pintu-pintu bendung gerak jabung menimbulkan dampak genangan akibat adanya peninggian muka air sungai di hulu bendung dan menggenangi beberapa areal pertanian pada daerah dataran rendah yang berpotensi menimbulkan masalah sosial dengan adanya reaksi dari petani-petani di hulu bendung, hal ini akan menggangu operasional bendung gerak jabung.
Studi Kelayakan Perencanaan Program Rekonstruksi Rehabilitasi di Jalan-jalan Utama Sektor Pertanian Kabupaten Lampung Timur
Indra Alfandi Ramlie;
Ratna Widyawati;
Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.375
Pesatnya pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan semakin berkembangnya industri, pemukiman serta pariwisata berkorelasi dengan kebutuhan infrastruktur jalan yang juga meningkat. Dan untuk mendukung keberhasilan perencanaan program jalan perlu diawali dengan dilakukan studi kelayakan. Lampung timur merupakan daerah yang memiliki daerah pertanian yang cukup luas sehingga jalan untuk sektor ini sangat diperlukan. Penelitian ini diperoleh kemantapan 27,63% hal ini membuktikan bahwa ruas prioritas pertanian masih rusak sedang - berat. Tinjauan aspek perencanaan sangat diperlukan guna meningkatkan kemantapan jalan sehingga lalu lintas dan mobilisasi hasil pertanian semakin optimal dan lancar serta mengurangi ongkos produksi. Perencanaan pada sektor pertanian beraneka ragam yakni terdapat rekonstruksi dengan dua lapis aspal, di segmen yang tidak memungkinkan dengan aspal dilakukan perencanaan dengan rigid beton serta terdapat perencanaan pelebaran jalan sehingga kapasitas dapat meningkat.Penanganan jalan di sektor prioritas pertanian mencapai Rp. 33.264.000,.