Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Metode Cerucuk Matras Beton (Cermaton) pada Untreated Zone Oprit Jembatan; Studi Kasus Jembatan Kelat Ruas Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung Rizal Ayodya Hapsoro; Dikpride Despa; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.377

Abstract

Tanah adalah pendukung pondasi bangunan, kondisi tanah yang kuat diperlukan untuk menahan dan meratakan beban. Tanah dengan daya dukung rendah tidak menguntungkan secara teknis apabila dibangun suatu konstruksi sehingga perlu dilakukan perbaikan sesuai kriteria konstruksi. Tanah pada proyek Tol Kayu Agung - Palembang - Betung pada umumnya berupa tanah kohesif lunak dengan tebal yang cukup dalam, memiliki daya dukung yang rendah, kurang stabil sehingga berisiko menimbulkan keruntuhan atau deformasi yang besar terhadap struktur / bangunan. Metode pelaksanaan yang simultan menyebabkan metode PVD vacuum tidak bisa berdekatan langsung dengan abutment struktur sehingga diperlukan penanganan khusus terhadap untreated zone atau daerah transisi. Area transisi perlu didesain agar penurunan area jembatan dan area transisi dapat terjadi sekecil mungkin agar kenyamanan berkendara masih bisa terpenuhi. Oleh karena itu metode alternatif untuk menghilangkan potensi penurunan jembatan sangat dibutuhkan. Metode perkuatan dengan pemasangan sistem cerucuk mini pile dan penggunaan matras beton di atasnya dipilih dengan pertimbangan biaya pekerjaan yang relatif lebih murah dengan hasil yang optimal. Berdasarkan perhitungan, hasil dari pemakaian cerucuk matras beton pada area oprit jembatan menghasilkan penurunan tanah sebesar 3 cm (batas ambang distorsi 3,2 cm) pada 10 tahun pembebanan lalu lintas.
Analisis Hasil Pengujian Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Menggunakan Standar Euro 2 dan Euro 4: Studi Kasus ada Pengujian Tipe/Type Approval di Indonesia Mohammad Syafrizal; Dikpride Despa; Ratna Widyawati; Awaludin Yoga
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.378

Abstract

Pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor di dunia saat ini mengacu pada beberapa standar dunia. Indonesia dan negara-negara di ASEAN sudah bersepakat untuk menggunakan standar regulasi pengujian emisi gas buang yang mengacu pada UN Regulation. Pemberlakuan standar emisi gas buang Euro 4 telah disiapkan. Sampai dengan tahun 2022 Indonesia masih menerapkan standar Euro 2 (untuk mesin diesel), namun regulasi untuk standar Euro 4 yang lebih ketat sudah disiapkan dalam Peraturan Menteri LHK No. P.20 tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N dan O. Beberapa permintaan dari kalangan industrikendaraan bermotor untuk pengujian emisi gas buang kendaran bermotor standar Euro 4 sudah mulai dilakukan. Pada artikel ini akan membandingkan pengujian emisi standar Euro 2 dan Euro 4 beserta analisisnya. Metodologi menggunakan eksperimental dengan pengujian kendaraan di atas chassis dynamometer dengan siklus eropa (ECE R 83). Hasilnya adalah secara umum data pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor standar Euro 4 relatif lebih rendah dari Euro 2, kecuali di beberapa hasil uji. Antara lain data HC+NOx data keempat, standar Euro 4 adalah 0,253 gr/km dan Euro 2 adalah 0,129 gr/km. Kemudian pada data PM data keempat, standar Euro 4 adalah 0,027 gr/km danEuro 2 adalah 0,001 gr/km.
Analisa Perubahan Metode Soil Improvement dari Pile Slab Menjadi Vacuum System Ahmad Sahara; Dikpride Despa; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan akan akses jalan yang nyaman dan cepat di Indonesia, maka pemerintah terus melakukan upaya-upaya perbaikan dan pembangunan sarana & prasarana infrastruktur demi memenuhi kebutuhan dan peningkatan kualitas infrastruktur yang ada di Sumatera. Salah satu diantaranya adalah pekerjaan Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung (KAPB). Dengan dibangunnya jaringan jalan tol trans sumatera ini, diharapkan akan mampu menambah kualitas dalam menjalankan roda perekonomian di Sumatera. Untuk percepatan pembangunan jalan tol Jalan Tol Kayu Agung – Palembang - Betung (KAPB) paket 1 seksi 1, maka dilakukan pengurangan volume pekerjaan pile slab dari panjang 1.45 km menjadi 675 m dan menggantinya dengan pekerjaan vacuum sebagai perbaikan konstruksi tanah. Pengurangan pekerjaan struktur pile slab ini dilakukan karena terjadinya permasalahan di lapangan seperti kesulitan dalam mendapatkan material spun pile, kerusakan alat pancang di area rawa serta meminimalisir kerugian akibat banyaknya material tiang pancang yang terbuang (waste). Hal itu yang menjadi bahan makalah penulis untuk mengetahui pemilihan metode pekerjaan perbaikan tanah yang paling baik dari segi waktu maupun biaya pelaksanaan.
Peran Implementasi Building Information Modelling (BIM) Terhadap Kinerja Proyek Jalan Tol Kayuagung – Palembang – Betung Tahap II STA 67+400 – 75+000 Fauzi Antoni Antoni; Dikpride Despa; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.403

Abstract

Implementasi BIM di Indonesia telah diterapkan di berbagai bidang, termasuk pada industri konstruksi mulai dari fase perencanaan desain, selama masa konstruksi, sampai dengan fase pemeliharaan pasca konstruksi untuk manajemen fasilitas dan asset. Proyek Jalan Tol Kayuagung – Palembang – Betung Tahap II STA. 67+400 – 75+000 merupakan salah satu proyek strategis nasional yang turut menerapkan BIM selama proses konstruksi yang bertujuan mempermudah bagi setiap pemegang kepentingan di proyek dalam mengambil keputusan. Penerapan BIM yang dilaksanakan pada proyek konstruksi mengacu terhadap permintaan fitur BIM oleh pemilik pekerjaan yang dicantumkan dalam dokumen Project Information Requirement (PIR). Proses BIM yang dilaksanakan mencakup proses pembuatan model 3D berdasarkan desain yang direncanakan, integerasi model tiga dimensi dengan waktu pelaksanaan, melakukan proses estimasi quantitas pekerjaan berdasarkan model tiga dimensi, serta proses koordinasi dan kolaborasi antara setiap pemegang kepentingan di lingkungan proyek dalam platform Common Data Environment (CDE). Distribusi dokumen dan informasi dalam format model 3D dapat dilakukan pada cloud sehingga proses distribusi secara paper based dapat bergeser ke arah distribusi secara digital. Selanjutnya informasi yang terkandung dalam BIM lengkap dapat digunakan pemilik pekerjaan untuk manajemen fasilitas seperti perawatan dan operasional. Dengan adanya penerapan BIM di lingkungan proyek diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi setiap pemegang kepentingan dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan sehingga keputusan yang dihasilkan dapat lebih efektif dan efisien dalam setiap pelaksanaan pekerjaan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan kerja.
Matriks Pemilihan Jenis Metode Erection Pada Konstruksi Jalan Tol (Studi Kasus :Pemilihan Metode Erection Girder Menggunakan Metode Lauching Gantry Atau Metode Clawer Crane) Rizal Ardiana; Ratna Widyawati; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.407

Abstract

Pembangunan infrastruktur seperti konstruksi jalan tol merupakan salah satu tujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dimana tujuan dan manfaat dalam penyelenggaraan pembangunan jalan tol merupakan salah satu wujud untuk menciptakan perkembangan pertumbuhan ekonomi dan sosial. Jalan Tol Trans Sumatera adalah jaringan Jalan Tol sepanjang 2.818 Km yang merupakan terpanjang di Indonesia untuk saat ini. Pembangunan Jalan Tol yang menghubungkan kota-kota mulai dari Lampung hingga Aceh. Kehadiran Pembangunan Ruas Jalan Tol Kuala Tanjung – Inderapura sepanjang 18,05 Km yang terletak di Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara, merupakan koneksi menghubungkan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung dan Industrial Estate, sehingga akses pendistribusian logistik dari Kota Medan ke kawasan industri sekitarnya hingga ke pelabuhan menjadi semakin lebih mudah dan cepat. Dalam konstruksi pembangunan Jalan Tol di Kuala Tanjung – Inderapura memiliki tipikal desain yang hampir sama dengan konstruksi Jalan Tol lainnya, seperti perkerasan jalan menggunakan Rigid Pavement, Bangunan Struktur Jembatan, Struktur Overpass dan Bangunan Crossing Air (Box Culvert). Setelah perijinan konstruksi didapatkan dari BBWS Sumatera Utara, tim pelaksanaan konstruksi melakukan pengecekkan bersama oleh 3 (tiga) pihak yaitu Owner, Konsultan Supervisi dan Kontraktor Pelaksana, terdapat Aliran Sungai Sei Sipare-pare beserta Tanggul Buatan dan Tanggul Alami yang melintasi Trase Jalan Tol yang akan dibangun. Pada saat pengecekan bersama ini, terdapat debit air atau muka air banjir yang cukup tinggi dan datang secara tiba-tiba. Dari hasil tinjauan tersebut ada 2 alternatif metode konstruksi yang dapat dikerjakan yaitu pertama menggunakan metode erection launching gantry tetapi harus menyelesaikan pekerjaan pile slab dahulu baru dapat dilakukan erection yang cukup memakan waktu sekitar 160 hari dan metode kedua menggunakan erection girder dengan crawler crane (3 Crane) erection girder dapat berjalan beriringan dengan pekerjaan pile slab tetapi dengan resiko erection yang cukup tinggi dengan waktu 50 hari sehingga perlu dilakukan review ulang secara waktu dan biaya konstruksi dengan metode matriks pemilihan metode yang cepat dan tetap aman proses konstruksi.
Perencanaan DED Jalan SMI Ruas BK. 1 Suka Agung Kabupaten OKU Timur Melwi Melwi; Ratna Widyawati; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.410

Abstract

Penyusunan Detail Enginering Desain (DED) merupakan tahapan perencanaan dari suatu pekerjaan kontruksi yang merupakan upaya menyediakan acuan dalam pelaksanaan pekerjaan. Detail Enginering Desain (DED) yang disusun dipergunakan untuk menetukan Harga Perhitungan Sendiri (HPS), gambar desain teknis serta Rencana Kerja dan Syarat (RKS) yang diperlukan pada saat persiapan pengadaan barang dan jasa. Penyusunan Detail Enginering Desain (DED) pekerjaan peningkatan jalan SMI Ruas BK. 1 Suka Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur meliputi perencanaan pembentukan badan jalan, perencanaan perkerasan dan sistim penghamparan, perencanaan beton dan perencanaan drainase. Pelaksanaan Penyusunan Detail Engineering Desain (DED) ini sangat penting untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan pada saat proses kontruksi memiliki acuan dan dasar pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Metode pelaksanaan yang dipergunakan dalam pelaksanaan Penyusunan Detail Engineering Desain (DED) adalah meliputi studi literatur, survey lapangan dan analisis. Studi literatur dilaksanakan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen seperti terkait tata cara dan mekanisme penyusunan Detail Engineering Desain (DED), perhitungan serta spesifikasi teknis yang disyaratkan oleh masing-masing item pekerjaan. Survey lapangan dilaksanakan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemilihan jenis dan tata cara penanganan serta kemungkinan kendala kendala yang nanti akan dihadapi. Hasil penyusunan Detail Engineering Desain (DED) Jalan SMI BK. 1 Suka Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur ini telah dipergunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan fisik pekerjaan pada Tahun Anggaran 2019 yang lalu dan pada saat pelaksanaan tidak ada kendala yang berarti karena selelu mengacu pada Detail Engineering Desain (DED) yang telah disusun.
Kajian Produksi Kontrol sebagai Pengendalian dengan Sistem Swakelola dan Harga Distribusi (Studi Kasus: Pengadaan Material Aggregat di Proyek Preservasi Sp. Blusuh – Batas Kalteng, Kalimantan Timur ) Fachrial Ikram Ayusar; Ratna Widyawati; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.412

Abstract

Preservasi infrastruktur pekerjaan umum seperti preservasi jalan nasional yang menghubungi provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah menjadi prioritas untuk menghubungkan transportasi dan penunjang alur distribusi kedua provinsi. Salah satu rute yang menjadi jalur penting yaitu jalur Sp. Blusuh – Batas Kalteng yang berada di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, sepanjang 89.44 kilometer. Proyek Preservasi ini diadakan dengan prioritas untuk pelaksanaan pekerjaan pavement dan struktur beton yang memerlukan material batu aggregat 89.600 m3. Material aggregat umumnya di proyek Kalimantan Timur disupplai dari Palu, Sulawesi Tengah melalu jalur laut dan sungai dengan pontoon, tetapi, ada quarry material terdekat dari proyek (± 380 km) yang dapat menyuplai material aggregat dengan cost transportasi yang tinggi. Sehingga rantai pasok adalah salah satu masalah yang sangat penting dalam pengadaan material aggregat ini. Maka, Tim proyek membuat alternatif pengdaan swakelola dengan quarry material aggregat disekitar proyek mengakibatkan seluruh proses produksi dilakukan tim proyek. Alternatif ini dapat mengurangi biaya konstruksi yang dikeluarkan dan menjadi solusi dari rantai pasok pengadaan agregat. Pengadaan dengan swakelola juga memiliki risiko-risiko yang harus dimitigasi untuk menjadi peluang di kemudian hari dengan pengadaan aggregat ini
Strategi Manajemen Pemeliharaan Rumah Susun pada Masa Pemanfaatan dan Pengelolaan Sementara ZUBAIDI ZUBAIDI1; Ratna Widyawati; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.422

Abstract

Permasalahan perumahan yang terkait dengan Masyarakat Berpenghasil Rendah (MBR) seperti backlog, rumah tidak layak huni dan permukiman kumuh merupakan tanggung jawab Pemerintah sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011. Salah satu penyediaan perumahan yang diberikan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah bantuan pembangunan rumah susun yang meliputi Rumah Susun Umum, Rumah Susun Khusus dan Rumah Susun Negara. Namun dalam pasca terbangunnya, Rumah Susun yang dibangun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) masih memiliki permasalahan pada sistem manajemen pemeliharaan rumah susun. Ditambah dengan belum selesainya proses serah terima aset untuk dihibahkan/dialih-statuskan ke Pengusul mengakibatkan perawatan kerusakan tersebut masih dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Penelitian ini mengidentifikasi aspek-aspek dalam manajemen pemeliharaan rumah susun melalui 17 rumah susun yang sedang dilakukan perawatan di Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau di aplikasi SUAPOR. Dari lima aspek dengan 22 faktor yang diidentifikasi, didapatkan tidak seluruh faktor dilaksanakan. Atas hasil analisis disimpulkan untuk meminimalisir jumlah perawatan rumah susun, perlu diimplementasikan strategi manajemen pemeliharaan rumah susun berdasarkan klasifikasi pengusul.
PENYUSUNAN MASTERPLAN AGROWISATA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Aryan Saruhian; Sri Waluyo; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.436

Abstract

Agrowisata merupakan salah satu bentuk ekonomi kreatif di sektor pertanian yang dapat memberikan nilai tambah bagi usaha agribisnis dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani. Beberapa dampak positif pengembangan agrowisata antara lain meningkatkan nilai jual komoditi pertanian yang dihasilkan dan berkembangnya sumber sumber pendapatan lainnya yang dapat dinikmati oleh masyarakat setempat seperti penyewaan homestay dan lain lain. Pembuatan Agrowisata Kalianda pada tahun 2020 ini dimulai dengan pembuatan masterplan Agrowisata Kalianda. Rencana Induk (Masterplan) Agrowisata kalianda disusun dalam rangka pengembangan terhadap kegiatan pembuatan Agrowisata Kalianda. Oleh karena itu, kegiatan penyusunan Masterplan Agrowisata Kalianda Kabupaten Lampung Selatan ini menjadi langkah awal terwujudnya Agrowisata Kalianda. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan penyusunan Masterplan Agrowisata Kalianda di Kabupaten Lampung Selatan sebagai langkah awal pembuatan Agrowisata Kalianda. Masterplan Agrowisata ini meliputi sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan yang diimplementasikan ke dalam 5 zona yakni Zona A (Entrance), Zona B (Pertanian), Zona C (Taman Bunga), Zona D (Embung), dan Zona E (Perikanan dan Kolam Renang). Zona A (Entrance) mencerminkan ciri khas Lampung Selatan. Zona B (Pertanian) mencakup beberapa tanaman seperti durian, kelengkeng, jambu air, dan kelapa puan. Zona C (Taman Bunga) terdiri dari aneka bunga dan dilengkapi dengan menara pandang setinggi 16 m yang mampu menjangkau seluruh kawasan perencanaan. Zona D (Embung) terdapat embung permanen seluas 500 m2 dengan kedalaman 3 m. Zona terakhir yakni Zona E (Perikanan dan Kolam Renang). Di zona ini terdapat beraneka macam kolam ikan serta kolam renang baik untuk dewasa maupun anak-anak. Secara teknis masterplan agrowisata dapat dilaksanakan.
Pekerjaan Kurang Volume Dan Tidak Sesuai Spesifikasi Kontrak Pada Belanja Modal Jalan di Kabupaten MS dan Kabupaten PS di Provinsi LM Apriansyah KM; Dikpride Despa; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.437

Abstract

Pemerintah Daerah (Pemda) menganggarkan pembangunan jalan pada Belanja Modal Jalan Irigasi dan Jaringan setiap tahunnya. Belanja modal merupakan salah satu porsi terbesar dalam APBD suatu daerah. BPK selaku Lembaga tinggi yang bertindak sebagai auditor eksternal pemerintah bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan atas belanja modal jalan. Pemeriksaan belanja modal jalan pada Kabupaten MS dan PS dilakukan pada 12 paket pekerjaan jalan dengan total belanja sebesar Rp39.963.570.500,00. Pemeriksaan dilakukan pada item pekerjaan Laston AC-WC, Laston AC-BC, Lapis Pondasi Agregat A (LPA A), dan Pasangan Batu Talud. Pemeriksaan dilakukan dengan menguji volume dan spesifikasi item pekerjaan berdasarkan kontrak. Hasil pengujian item pekerjaan Laston AC-WC dan AC-BC pada 12 paket pekerjaan menunjukkan pekerjaan ketebalan Laston AC-WC berkisar antara 1,45 - 4,00cm dengan kepadatan 85% - 101,75% dan ketebalan Laston AC-BC berkisar antara 2,86 – 5,56 cm dengan kepadatan 88,65% - 102,17%. Hasil tersebut menunjukkan hanya 21,05% ketebalan Laston AC-WC dan 5,26% kepadatan dari total benda uji Laston AC-WC yang tercapai atau sesuai kontrak, sedangkan untuk Laston AC-BC semua benda uji tidak memenuhi ketebalan kontrak dan hanya 5,41% kepadatan yang sesuai kontrak. Hasil pengujian volume LPA A pada 4 paket pekerjaan menunjukkan Volume yang terpasang di lapangan hanya 54,92% - 80,96% dari volume kontrak. Hasil pengujian pasangan batu talud pada 4 paket pekerjaan menunjukkan volume yang terpasang hanya 71,25% - 87,55% dari volume kontrak ataupun volume yang dibayarkan. Selain itu terdapat permasalahan kerusakan jalan yang baru diserahterimakan seperti keretakan, amblas, bergelombang, dan berlubang Lemahnya tingkat pengawasan yang dilakukan oleh PPK, Pengawas Lapangan, dan Tim PHO menyebabkan permasalahan kurang volume sering terjadi, Selain itu permasalahan ini terjadi karena ketidak jujuran dari penyedia jasa yang hanya mengejar keuntungan tanpa bertanggungjawab atas pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Permasalahan tersebut menyebabkan kelebihan pembayaran kepada penyedia jasa konstruksi sebesar Rp6.141.076.413,70 dan berkurangnya masa manfaat jalan yang disebabkan oleh kekurangan volume dan ketidak sesuaian spesifikasi pembangunan jalan.
Co-Authors Abdul Latief Gunawan Abdullah, Habib Ilham Achmad Dinan Agustian Achmad Samudra Ade Suprizal Adi , Amir Kerisna Ahmad Farid Effendy Ahmad Sahara Aini , N Aleksander Purba Alexander Purba Alexander Purba Amilia, Rahma Aminudin, Aminudin Aminudin, KM Andi Hermawan Andi Kusnadi Andika Wiratama Suparto Andini Frananda Andri Yulianto Anissa Putri Ambarwati Apriansyah KM Apritya, Desty Ardiansyah Ardiansyah Ardini Yuliastri Putri ARI DAMAN HARIS Arief, Eldowan Ariesanthy, Yenni Aritonang, Erfan Andrianto Arlinsyah Arlinsyah Aryan Saruhian Awaludin Yoga Aziz, Sholhan Bayzoni Bayzoni Bele, Alexander Joharry Leto Budhi Dharma Budi Ribowo, Anggarani Cheria Ayu Aditya Choiriyyah, Nova Dayanti, Ika Ayu Anita Dedi Pria Armada Deni Danial Diego, Diego Maradona Maharduta Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Diky Ramadhan Dimas, Muhammad Seriz Djawa, Marselinus Ndilu Landu Doni Irawan Efransyah Eko Widiyanto Endang Wahyuni Fachrial Ikram Ayusar Fahmi Farhan Nurrohmat Fauzi Antoni Antoni Febriani, Sylvawiedya Meutia Fikri Alami Fikri Alami Fikri Alami Firdha, Risty Amelia Firmansyah Firmansyah Novandaya Firnawati Sakalena Fitra, Rifandy Fransiska, Reissa Yunia Ghalih Huriarto Girinandi, I Goentur Permata Hanafi Grady Suharyono, Ivander Gusrian Putra Habibi , Budi Muhammad Habibi, Budi M. Habibi, L Hadi, Ayatullah Hanaf Qowiyyul Adib Hanafi, Goentur Permata Hartopo, Popo Haryono Haryono Hasti Riakara Husni Hasti Riakara Husni HENI FITRIANI Herianto Herry Wardono Heru Purnomo Ibrahim , Eddy Ihwan Ika Kustiani IMAM SANTIKO RAHARJO Inayati Nurlaili Indra Alfandi Ramlie Ishak Iskandar Pani Isneini, M Isneini, Mohd Jaya, Eka Putra Junianto Wika Adi Pratama Karyatama , Coco Cesar Kasy, Ferrini Kekang, Yosefi Yuanita Kristanto Usman Kumar, Hetzy Mericuri Kurnia Pawestri Primastuti Kurniawan, M. Tito Laksmi Irianti Lanosin Lenggana, M. Kendy Leo Hari Wiryanto lexono x nadeak LOPULALAN, MARCELLO Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani M Sarkowi Mardhotillah, Nur Anisa MARDIANA Mardiana Mardiana Marsela Irnawati Nuwa Masdar Helmi Matemba, Esther Elly Mebro, Helson Meiza, Ricky Melwi Melwi Mohammad Syafrizal Mohd Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Muh Sarkowi Muh. Sarkowib Muhamad Hafiz Muhammad Habibie B. Muhammad Ridho Saputra Muhammad Sarkowi Muhammad Seriz Dimas Murdapa, Fauzan Murni Muslichah, Ajeng Dafiq N.S, Masri Nasution, Ali Napiah Niken, Chatarina Ningsih, Jeni Yunita Noor Rahman, Muhammad Noor Sulistiyono Notodarmojo , S NOVA CHOIRIYYAH Nur Dewisri Fatihawati Nur ‘Azah Nurrohmat, Farhan Nurul Hidayah Otten Rinaldi Parliansyah, Parliansyah Prigato, Teja Putra, Asyrofi Miranda Putra, M Darmawan Putra, Rivaldo Hartono Quinta Normalita Radiansyah, Rizki Rahmad Syah Putra Rahman, Muhammad Noor Rahmanisa, Laila Indah Ramadhan, Vernady Napatino Ratrianto, Ratrianto Ratu Chintami Ria Oktaviani Sinia Rifki Imanuddin Kunto Rio Trianto RIO, M. ROMA Rio, Roma Ristama, M Alvany Veschonanda Risty Amelia Firdha Riyan Rahmawan Rizal Ardiana Rizal Ayodya Hapsoro Rizal Hermansyah Rizqi Darmawan Sabila, Thifan Arel Sandewa, Ricky Santoso, Teguh Ilman Saputra, Fauzi Saputra, Muhammad Ridho Sarinurrohman Sarkowi Satria, Fungky Andi Sep, Trisya Setiawan, Riesal Sibuea, Lungguk Sidarto, K Adji Silvia Ruhma Dewi, Niky Siti N Sri Waluyo Stephanus Martua Turnip Sugianto Sugianto Suharno Suharno , Suharno Sultan , Masri Nur Surahman, R Surya Sebayang Surya Sebayang Surya Sebayang Susanti, Sevi Susanto, Rino Abi Susilo, Hendri Suyadi Suyadi Taufik Muhtarom Taufik Qurrahman Trisya Septiana Utami, Faradina Veithzal Rivai Zainal Vera Agustriana Noorhidana Vika Farida Wahyu Kurniawati Wahyudi, Ahmat Wardhani Lailia Dwi Kusuma Werena, Rosalia Dwi Widiastuti, Ari Widiatmoko , Laksi Widjatmoko, Eko Nugroho Wijaya, Aprilia Yanuar Aulia Kamal Yolanda, Sylvia Yoriska Indah Sari YUDHO JOKO PRESETYO Yulyah Agustina Yunani, Retina Zahra, Ainaya Maudia ZUBAIDI ZUBAIDI1 Zulfi, M. Ichfan