p-Index From 2021 - 2026
8.744
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Attoriolong Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Jaffray QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal Abdiraja DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial BIOCHEPHY: Journal of Science Education Indo-MathEdu Intellectuals Journal Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Waniambey: Journal of Islamic Education Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Journal of Educational Sciences Jambura Journal Civic Education QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Hukum Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Inisiatif: Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM: MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF Azis, Nurafifahtul Khasanah; Kamaruddin, Syamsu A; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41546

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur atau kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber data dari buku dan artikel jurnal yang sesuai dan relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara strategi pengembangan kurikulum dalam mewujudkan pembelajaran efektif terletak pada keselarasan antara kebutuhan siswa, metode pembelajaran yang variatif, dan konteks pembelajaran yang relevan. Kurikulum yang dikembangkan dengan strategi yang tepat akan memberikan dasar yang kuat bagi terciptanya pembelajaran yang efektif di mana siswa tidak hanya mempelajari materi secara teoritis namun siswa juga harus mampu menginternalisasi nilai-nilai yang dipelajari, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan relevan bagi kehidupan siswa.
KURIKULUM IPS YANG RESPONSIF : ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Hasana , Fauziatul; Kamaruddin, Syamsu A; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41722

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kebutuhan pendidikan dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di era globalisasi, sebuah periode yang ditandai dengan perkembangan teknologi, interkoneksi global, dan perubahan sosial yang cepat. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, artikel ini mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber terpercaya, termasuk publikasi akademik, laporan kebijakan pendidikan, serta studi kasus yang relevan dengan pengembangan kurikulum IPS. Hasil analisis menunjukkan bahwa di era globalisasi, kebutuhan kurikulum IPS menjadi semakin kompleks, mencerminkan tantangan dan peluang yang dihadapi masyarakat global saat ini. Kurikulum tidak hanya harus mencakup isu-isu lokal, tetapi juga perlu mengintegrasikan isu-isu global kontemporer, seperti perubahan iklim, migrasi, kesetaraan sosial, keberagaman budaya, dan keberlanjutan ekonomi. Selain itu, penggunaan teknologi pendidikan yang inovatif sangat diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya pengalaman belajar, dan memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan.Guru memiliki peran kunci dalam mendukung implementasi kurikulum IPS yang adaptif. Mereka harus mampu mengajar secara profesional dengan menerapkan metode pembelajaran abad ke-21 yang interaktif, berbasis proyek, dan berpusat pada siswa. Hal ini mencakup kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital, mengembangkan materi pembelajaran yang relevan, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Lebih jauh, pengembangan alat penilaian yang efektif menjadi salah satu elemen penting. Alat penilaian tersebut harus mampu mengukur secara holistik berbagai kompetensi yang dibutuhkan siswa, termasuk pemahaman konseptual, keterampilan analitis, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Selain itu, akses terhadap teknologi pendidikan yang merata juga menjadi tantangan utama, terutama bagi siswa di wilayah terpencil atau dengan keterbatasan sumber daya. Artikel ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, pembuat kebijakan, dan komunitas masyarakat dalam merancang dan menerapkan kurikulum IPS yang adaptif, relevan, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini harus didasarkan pada penelitian mendalam, pertimbangan kebutuhan lokal dan global, serta komitmen untuk membangun generasi yang mampu menghadapi tantangan era globalisasi dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang tepat. Dengan pendekatan ini, diharapkan kurikulum IPS dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi warga dunia yang bertanggung jawab dan berdaya saing.
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA DINI DITINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM PADA ANAK KELAS B RA PERWANIDA XIV NUNGGI Kurniawati, Endang; Ahmadin, Ahmadin; Sadat, Anwar
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pendidikan karakter bagi Anak Usia Dini dari perspektif Islam di kelas B RA Perwanida XIV Nunggi. Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan pribadi anak yang bermoral dan berakhlak mulia. Islam sebagai agama yang komprehensif memberikan pedoman yang jelas tentang nilai-nilai moral dan etika yang harus ditanamkan sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, orang tua, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di RA Perwanida XIV Nunggi telah berjalan dengan baik melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan kasih sayang. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam penerapan pendidikan karakter, seperti keterbatasan waktu dan sumber daya, serta perbedaan pemahaman dan penerapan nilai-nilai karakter antara lingkungan sekolah dan rumah. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar sangat diperlukan untuk menciptakan keselarasan dalam pendidikan karakter anak. Kesimpulannya, pendidikan karakter berbasis Islam di RA Perwanida XIV Nunggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Penguatan kerjasama antara sekolah dan keluarga serta pengembangan metode pembelajaran yang inovatif menjadi kunci sukses dalam penerapan pendidikan karakter bagi Anak Usia Dini.
Public Space and Economic Behavior: Study of Social Activities in the Car Free Day Boulevard Area, Makasar City Misbawati, Misbawati; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 3 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.76077

Abstract

When social and cultural changes move so quickly due to the influence of scientific and technological developments, public spaces appear in various forms. One form of public space is the Car Free Day area which is often found in cities throughout the world, including in Indonesia. This article examines one of the Car Free Day areas in Makassar City, South Sulawesi Province, which is located on Jalan Boulevard with an economic behavior analysis unit. The research results show that behind the community activities that use this area as a means of sports, a place to relax and for social interaction, there is also economic behavior that is interesting to study. This area is certainly not the only place that can be used as a place for interpersonal interaction and is not the only place that offers various kinds of products for sale, but it can also be found in many places.
Memahami Teori dan Model Kompetensi Lintas Budaya: Studi Tinjauan Literatur Musfira, Nurul; Ahmadin, Ahmadin; Ibrahim, Ibrahim
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 8 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i8.4661

Abstract

Intercultural communication is the process of conveying messages between individuals or groups with different cultural backgrounds, involving not only linguistic aspects but also values, norms, and attitudes that constitute cultural identity. This study aims to explain the theories and models of intercultural communication through a literature review, including Milton Bennett's Developmental Model of Intercultural Sensitivity (DMIS), Deardorff's model of intercultural competence, and the concept of cultural intelligence introduced by Earley and Ang in 2003. The results of the study show that DMIS helps to understand how individuals respond to cultural differences, while the intercultural competence model emphasises the ability to establish positive relationships in a pluralistic society. Meanwhile, the concept of cultural intelligence explains how individuals can develop adaptive skills in dealing with cultural diversity. Overall, intercultural competence encompasses aspects of attitude, knowledge, skills, and awareness that form the foundation for harmonious interactions between individuals in a diverse cultural context.
Pembinaan Kehidupan Sosial Keagamaan dalam Membangun Kehidupan Keluarga dan Masyarakat Harmoni Ashari, Ashari; Ahmadin, Ahmadin; Darmayanti, Dyan Paramitha; Najamuddin, Najamuddin; Rahman, Abd
Humanis Vol 24, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i2.77180

Abstract

Komunitas Tandara Kaili di Desa Kaili, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, merupakan komunitas multietnik yang menghadapi tantangan sosial yang kompleks, termasuk ketimpangan penguasaan lahan, penetrasi nilai sekular, konflik relasi kerja, dan krisis keimanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan sosial keagamaan yang muncul serta mengevaluasi efektivitas pola pembinaan berbasis ceramah keagamaan aplikatif dan interaktif. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah melalui observasi lapangan dan dialog terarah, diikuti dengan penyampaian materi keagamaan yang menekankan etika interaksi sosial, penghargaan antaretnik, dan tanggung jawab moral. Hasil bimbingan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keharmonisan sosial, kesadaran akan dampak negatif konflik sosial, penguatan praktik pengendalian diri dan penyelesaian masalah secara damai, serta penguatan orientasi hidup berbasis nilai keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan need-based yang memadukan keteladanan sosial dan ceramah interaktif, dianggap efektif dalam memperkuat nilai moral, meningkatkan kohesi sosial, dan mendukung terciptanya kehidupan komunitas yang stabil, inklusif, dan berkelanjutan. Abstract: The Tandara Kaili Community in Kaili Village, Luwu Regency, South Sulawesi, is a multi-ethnic community facing complex social challenges, including land tenure inequality, the penetration of secular values, labor relations conflicts, and a crisis of faith. This study aims to analyze emerging socio-religious issues and evaluate the effectiveness of a guidance pattern based on applicable and interactive religious lectures. The methods used include problem identification through field observation and directed dialogue, followed by the delivery of religious materials that emphasize the ethics of social interaction, inter-ethnic respect, and moral responsibility. The guidance results indicate an increase in community understanding of the importance of social harmony, awareness of the negative impacts of social conflict, strengthening self-control practices and peaceful problem solving, and strengthening a life orientation based on religious values. These findings confirm that a needs-based approach that combines social role models and interactive lectures is considered effective in strengthening moral values, increasing social cohesion, and supporting the creation of a stable, inclusive, and sustainable community life.curricula, transforming students into agents of prehistoric heritage preservation.
Psikologi Lintas Budaya dalam Belajar dan Pengembangan Nur, Ahmad; Ahmadin, Ahmadin; Ibrahim, Ibrahim
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 8 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i8.4678

Abstract

This article examines the role of cross-cultural psychology in education through a literature review using a qualitative descriptive method. Data sources were obtained from various national scientific journals and academic books discussing cross-cultural psychology, multicultural education, and educational psychology. The analysis was conducted through stages of data reduction, synthesis of findings, and interpretation of conceptual meanings to construct an integrative framework. The findings reveal that cultural adaptation, intercultural communication, and multicultural education are key components that influence the quality of learning in diverse environments. Cultural adaptation enables students to adjust to differences in values and ways of thinking, while cross-cultural communication helps foster more empathetic interactions and reduces potential conflict. Additionally, strengthening multicultural character through the cultivation of tolerance, cooperation, and appreciation for diversity supports students in navigating life within a pluralistic society. Overall, cross-cultural psychology serves not only as a theoretical foundation but also as a practical guide for creating learning environments that are inclusive, adaptive, and sensitive to cultural diversity. This approach contributes to shaping learners who are open-minded, multicultural, and prepared to live harmoniously amid global change.
A Critical Study on Educational Management Practices in Supporting the Independent Curriculum at the Junior High School Level in Luwuk District, Banggai Regency Ilham, M. Jayadin; Ahmadin, Ahmadin; Sahi, Yayan; Noprianto, Noprianto
Jambura Journal Civic Education Vol 5, No 2 (2025): Vol.5 No.2 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v6i2.33732

Abstract

This study aims to critically examine educational management practices in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum (Independent Curriculum) at the junior high school level in Luwuk District, Banggai Regency. 21st-century education demands a fundamental transformation in school governance, where educational management must be not only administrative but also transformative. Using a qualitative approach and survey method, this study collected data through open questionnaires, field observations, and in-depth interviews with purposively selected school principals, teachers, and education personnel. The findings reveal that the success of the Merdeka Curriculum implementation is strongly influenced by three key dimensions: visionary and adaptive school leadership, teacher involvement in lesson planning and evaluation, and active community participation in school activities. However, the study also identifies several major challenges, including inadequate teacher training, high administrative burdens, limited digital literacy, lack of learning infrastructure, and weak external partnerships. Overall, this research affirms that the effectiveness of the Merdeka Curriculum is largely determined by the readiness of human resources and the quality of school management. The results of this study are expected to serve as a foundation for formulating contextual, sustainable, and learner-centered management strategies.
Pengembangan Pendidikan Lintas Budaya dalam Konteks Indonesia Hariani, Farida; Ahmadin, Ahmadin; Ibrahim, Ibrahim
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 8 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i8.4838

Abstract

The development of cross-cultural education is a strategic necessity for Indonesia as a country with a high level of ethnic, religious, linguistic and cultural diversity. This study aims to analyse the concept, urgency and direction of cross-cultural education development in the context of Indonesian national education. The method used is a literature study by examining various scientific sources in the form of books, journal articles, and policy documents relevant to cross-cultural education and multicultural education. The data were analysed descriptively and qualitatively to identify the principles, forms of implementation, and challenges faced in its application. The results of the study show that cross-cultural education plays an important role in fostering tolerance, empathy, mutual respect, and the ability to interact harmoniously in a pluralistic society. The integration of cross-cultural values in the curriculum, contextual learning, and collaboration between schools, families, and communities have been proven to support the character building of students and the prevention of social conflict.
The Massali Tradition in Bugis Society: Ritual Meaning, Cultural Health Beliefs, and Social Change in Bompo, Bone Regency Ruhushandy, Ichwan Erlangga; Bahri, Bahri; Ahmadin, Ahmadin; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v7i1.9532

Abstract

This study examines the Massali tradition in the Bugis community of Bompo Hamlet, Mattampa Bulu Village, Lamuru District, Bone Regency, Indonesia. Massali is a collective fasting tradition based on the restriction of animal-based foods and other customary prohibitions that continue to shape community life. The study aims to analyze the socio-cultural background of the tradition, explore the meanings attributed to the practice by community members, and examine the dynamics of its contemporary transformation. This research employed a qualitative design grounded in a sociological approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving fifteen informants, including customary leaders, religious figures, community leaders, health workers, and community members. The data were analyzed thematically through processes of data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation. The findings show that Massali originates from a long-standing customary tradition associated with ancestral authority and oral transmission within Bugis society. The tradition is understood by community members as a form of ritual discipline that expresses self-control, social responsibility, and bodily balance. It also reflects a locally grounded system of cultural health beliefs, especially through food restrictions, behavioral discipline, and ritual purification. The study further shows that Massali has undergone gradual reinterpretation in response to changing social and religious contexts, particularly through the incorporation of Islamic elements into the ritual process. These findings indicate that Massali continues to function as a cultural institution that connects ancestral heritage, social regulation, and contemporary religious life in the Bugis community of Bompo.
Co-Authors Abd Rahman Abdul Haris Abdul Rahman Abdul Syukur Abni, Ahmad Ade S. Anhar Agusta Fahlevie, Rinaldi Ahmad, Amal hidayat Akbar, Abyan Daffa Akhiruddin Akhiruddin Al Islami, Achmad Idrus Alfiniyah, Cicik Alvira, Evi Amirullah -, Amirullah Ananda, Sri Devi Andryani , Yani ARIF FAUZI Arlin Adam, Arlin Arsaf, Nur Fajar Arsyad, Ernawati Ashari Ashari Asiah Asiah Asmunandar, Asmunandar Ayubi, Adim Isral Azis, Nurafifahtul Khasanah Bahri bahri Baiq Sri Handayani Bakhtiar Bakhtiar Baso Intang Sappaile, Baso Intang Cahyati, Cucu Dahlia Pinem Dandi Bahtiar Darminto, Ardianto Raharjo Dedi Purwanto Desy Ningsih Komalasari Dewi Lestari Didit Haryadi Edy Wibowo Endang Kurniawati, Endang Fachry Abda El Rahman Farida Hariani Fatmawati, Fatmawati Fatwa, Magfirah Eka Firdaus, Muhammad Aryan Fitra Widya Wati Fitri, Novita Mariana Fitria Wulandari H, St Hasmawati Hajar, Nurfahmi Haryono, Haryana Hasana , Fauziatul Hidayat, Sugih Akbar Ibrahim Ibrahim Ichwan Erlangga Ruhushandy Iftitah, Iftitah Ihlas, Ihlas Ishak, Wahyudi Ita Musfirowati Hanika Jejen, Atep Jumadi Jumadi Junaeda, St. Junaedy Junaedy Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu A. karmila karmila Khaeruddin Khaeruddin La Ode Sidu Marafad, La Ode Sidu Lajiba, Saipul Bachri S. Liana, Lastri Lindawati Lindawati LUKMAN, LUKMAN M. Jayadin Ilham M. Rasyid Ridha Malihu, La Mansur, Sri Indarwati Migu, Didimus Misbawati, Misbawati Muh. Akhyar Al Haris All Muhammad Rasyid Ridha Musfira, Nurul Muslim Muslim Mustari, Ulul Azmi Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Natri, Siti Nazifa, Syuhada Noprianto, Noprianto Nur, Ahmad Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurnenongsih, Nurnenongsih Paramitha, Dyan Putri, Jovita Oktaviani Putri, Muspira Riana Radiatul, Radiatul Rahmat, Andika Ramadhan , Syahru Rasyid Ridha Rasyid Ridha, Rasyid Ridha Rifal, Rifal Rifal, Rifal Rostinah Rostinah, Rostinah Ruhushandy, Ichwan Erlangga S, Nurul Dwiayu Sahi, Yayan Sanur, Ilham Samudra SATRIYAS ILYAS Setiamin, Asnah SITI MASITHA DEWI - A01111079 Sofyan, Hady Sri Jamilah sriwahyuni Sriwahyuni Stephen Laoemuri, Jhon Suhartini Salingkat Sujana, Jana Sukma, Izza Melati Sulfiah, Sulfiah sumardin, sumardin Syachrir, Khumaerah Syahru Ramadhan Syamsiar, Syamsiar Syamsu A Kamaruddin Syarief, Syarifuddin Taherong, Rosmawati Tamrin, Sopian Tati, Andi Dewi Riang Wahyudin, Mokhammad Wardani, Happy Kusuma Wulandari, Satria Yulia Hastuti, Yulia Yunus, Muhammad Yusri Zulkarnain Zulkarnain Zulkifli Zulkifli