p-Index From 2021 - 2026
7.981
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography Cakrawala Pendidikan Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesian Journal of Applied Sciences Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan REKA KARSA Interaksi Online Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Jurnal Sains Dasar Kompak : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi Corak : Jurnal Seni Kriya PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology AKSES: Jurnal Ekonomi dan Bisnis JKG (Jurnal Keperawatan Global) Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni BIOMA Jurnal Mirai Management Paediatrica Indonesiana Analitika : Jurnal Magister Psikologi UMA Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia Jurnal Akuntansi BISE: Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Media Gizi Pangan Prosiding Seminar Nasional Pakar SEIKO : Journal of Management & Business Pelataran Seni : Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT International Journal of Supply Chain Management Abdi Seni YUME : Journal of Management Journal of Primary Education Prologia Koneksi Academy of Education Journal Sangia : Jurnal Penelitian Arkeologi (Journal of Archaeology Research) Jurnal Teknik Mesin dan Mekatronika (Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics) Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Journal of Islamic Accounting and Tax (JIATAX) Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences The Journal of Hospital Accreditation (JHA) Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Tunas Nusantara Proceeding Biology Education Conference Progresif : Media Publikasi Ilmiah BULETIN BISNIS & MANAJEMEN (BBM) Buletin Abdi Masyarakat (BAM) Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Jurnal Hukum dan Peradilan Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) AGRIEKSTENSIA Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Bulletin of Indonesian Islamic Studies Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Ekosains Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Buletin SWIMP Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Farmers: Journal of Community Services Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Mengabdi: Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Ardhi: Jurnal Pengabdian dalam Negri Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Elemen Kimia Jurnal Riset Pembelajaran Kimia Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik Jurnal Padamu Negeri Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Parlementer : Jurnal Studi Hukum Dan Administrasi Publik Desentralisasi: Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan Konstitusi: Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Reflection: Islamic Education Journal Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian Dan Kesejahteraan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

OBJEKTIVIKASI PEREMPUAN DALAM MAJALAH PRIA DEWASA (Analisis Semoiotika Foto pada Majalah For Him Magazine Indonesia) Annisa Arum Putri; Sunarto Sunarto; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.491 KB)

Abstract

OBJEKTIVIKASI PEREMPUAN DALAM MAJALAH PRIA DEWASA (Analisis Semoiotika Foto pada Majalah For Him Magazine Indonesia)Annisa Arum Putri1ABSTRAKSIMajalah merupakan media massa yang kini hadir sesuai dengan segmentasi pembacanya. Salah satunya adalah ‘For Him Magazine’ (FHM) Indonesia, yang merupakan majalah dengan segmentasi pembaca pria dewasa. FHM Indonesia pada setiap edisinya menampilkan foto-foto perempuan dengan menonjolkan sisi sensualitasnya. Jika dicermati secara kritis, perempuan dalam majalah ini dijadikan objek. Lantas bagaimana bentuk-bentuk objektivikasi perempuan dalam majalah ini dan apa ideologi yang tersembunyi yang melatarbelakanginya?Penelitian ini bertujuan untuk melihat posisi perempuan sebagai objek dalam majalah FHM Indonesia melalui foto-foto perempuan yang terdapat di dalamnya dan menjelaskan ideologi dominan yang melatarbelakanginya. Teori yang digunakan adalah teori standpoint dan teori feminis radikal kultural. Metode yang digunakaan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika Roland Barthes, yaitu dengan analisis leksia dan lima kode pembacaan.Temuan dalam penelitian ini adalah pada majalah FHM Indonesia terdapat dualitas objektivikasi seksual perempuan. Pertama, perempuan dijadikan “objek santapan” atau komodifikasi seksual yakni perempuan dan nilai seksualitasnya dijadikan komoditas yang dijual pada pembaca majalah ini. Kedua, perempuan dijadikan “objek tatapan“ atau objek hasrat seksual laki-laki pembaca majalah ini. Objektivikasi perempuan dalam majalah ini dilatarbelakangi oleh ideologi patriarki, dimana laki-laki memiliki posisi yang lebih berkuasa sehingga dapat melakukan kontrol seksualitas pada perempuan. Praktik objektivikasi perempuan agaknya disadari oleh masyarakat, namun praktik ini masih dianggap alami dan seolah dibiarkan saja.Kata kunci : majalah pria dewasa, objektivikasi, perempuan,1 Penulis merupakan mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoroannisaarumputri@gmail.comOBJECTIFICATION OF WOMEN IN MEN'S MAGAZINES (Semiotic Analysis Photos on the For Him Magazine Indonesia)Annisa Arum PutriABSTRACTMagazine was one of the mass media that present in accordance with the intended audience segmentation. One of them was For Him Magazine (FHM) Indonesia, which was the magazine with the adult male readership segmentation. FHM Indonesia, on each publication, features pictures of women with accentuated their sensuality side. In critically observed, women in this magazine became an object. Hence, what were the manifestations of women objectification in this magazine and what were the hidden dominant ideology that exist in this situation?The purpose of this study was to see the position of women as objects in FHM Indonesia through photographs of women contained in it and explain the background ideology of it. This study used standpoint theory and radical cultural feminist theory. The method in this study was semiotic analysis by Roland Barthes, include the lexias analysis and five major codes.The results of this research was there was duality of sexual objectification of women on FHM magazine Indonesia. First, commodification of women and their sensuality. The women became commodity which was sold on readers. Second, the women became object of sexual desire male readers of this magazine. Objectification of women in the FHM Indonesia distributed by patriarchal ideology, where men had a more powerful position, so they can control women including their sexuality. The practice of objectification of women presumably realized by the public, but the practice was still considered to be natural and seemed to be left alone.Key words: men’s magazine, objectification, women1. PendahuluanKonten majalah hadir mengikuti segmentasi pembacanya. Demikian pula dengan majalah For Him Magazine (FHM) Indonesia yang menjadi fokus bahasan penelitian ini. Konten majalah ini mengikuti segmentasi pembaca pria dewasa, yakni seputar gadget, gaya hidup, pengetahuan, karier, seks, dan perempuan. Namun, di dalamnya, FHM Indonesia menampilkan foto-foto perempuan berbusana minim dan artikel-artikel yang menngarah pada sensualitas dari perempuan.Perempuan dalam majalah ini adalah komoditas yang disajikan bagi pembacanya yang merupakan laki-laki dewasa berusia 21 tahun ke atas. Foto-foto perempuan berbusana minim merupakan bagian dari objektivikasi perempuan. Objektivikasi terjadi ketika seseorang melalui sarana-sarana sosial direndahkan derajatnya, dijadikan benda atau komoditas, dibeli atau dijual (Syarifah, 2006: 153).Laki-laki menonton perempuan dan perempuan disajikan sedemikian rupa untuk kesenangan laki-laki. Hal ini mengindikasikan bahwa wanita adalah pihak inferioritas sedangkan pria ada di posisi superior. Kondisi ini berbenturan dengan apa yang tertuang dalam pasal 5 (a) UU Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita disebutkan: “Negara-negara peserta wajib melakukan langkah-tindak yang tepat untuk mengubah pola tingkah laku sosial budaya pria dan wanita dengan maksud untuk mencapai penghapusan-penghapusan prasangka dan kebiasaan dan segala praktek lainnya yang berdasarkan atas inferioritas atau superioritas salah satu jenis kelamin atau berdasar peranan stereotip bagi pria dan wanita”. Secara garis besar, penelitian ini bertujuanuntuk melihat posisi perempuan sebagai objek dalam majalah ini dan menjelaskan ideologi dominan yang melatarbelakanginya.2. MetodaTipe penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta menggunakan metode analisis semiotika milik Roland Barthes, yakni analisis sintagmatik melalui analisis leksia dan analisis paradigmatik melalui lima kode pembacaan. Lima kode pembacaan tersebut adalah kode hermeneutika, kode proairetik, kode simbolik, kode kultural, dan kode semik. Unit analisis dalam penelitian ini adalah: FHM Indonesia Mei 2011 halaman 44 dan 46, FHM Indonesia April 2011 halaman 46 dan 42, dan foto dengan subjek bernama Sitha Destya pada FHM Indonesia Januari 2012.3. Hasil Penelitian3.1 Analisis SintagmatikBerdasarkan analisis yang telah dilakukan, semua unit analisis menggunakan konsep glamour photography, yang menurut Pegram (2008: 90-93) adalah konsep fotografi yang memfokuskan pada keindahan tubuh subjek. Sehingga dapat disimpulkan bahwa foto-foto yang terdapat pada majalah FHM Indonesia di berbagai edisi memiliki fokus untuk menonjolkan keindahan tubuh subjek semata.3.2 Analisis Paradigmatik: Adanya Objektivikasi Perempuan dalam Majalah FHM Indonesia3.2.1 Kode HermeneutikaKode hermeneutika pertama dari teknik pengambilan gambar. Berdasarkan teknik pengambilan gambar yang digunakan dapat memperlihatkan detail subjek sepertilekukan tubuh subjek, detail kostum subjek, ekspresi subjek, dan setting foto.Kode hermeneutika kedua yang muncul selanjutnya adalah pose subjek. Gestur-gestur yang ditampilkan oleh subjek dalam majalah ini banyak diantaranya yang tergolong dalam isyarat-isyarat yang menggoda laki-laki. Kemudian dari aspek kostum, subjek pada kelima unit analisis dalam penelitian ini semuanya diarahkan untuk menggunakan kostum tertentu oleh majalah ini. Hal ini terlihat dari keterangan foto yang menyebutkan bahwa terdapat pengarah kostum dalam foto ini. Selanjutnya, kostum yang banyak digunakan adalah bra. Kemudian asesoris yang sering ditemukan adalah sepatu hak tinggi.Menurut Danesi (2012: 216), dalam representasi seksual pakaian memainkan peranan sentral dalam menekankan seksualitas. Sehingga disini bra dan celana dalam yang dikenakan subjek dapat dipahami sebagai penegasan seksualitas perempuan yang dapat merangsang laki-laki secara visual. Secara keseluruhan, perempuan pada unit-unit analisis di atas digambarkan sebagai sosok yang sensual dan berusaha mengundang gairah pembaca.3.2.2 Kode ProairetikHasil dari analisis kode proairetik menyebutkan bahwa pada foto-foto kelima unit analisis penelitian ini, terdapat 3 jenis implikasi yang tidak berpihak pada perempuan yang berada di dalamnyaImplikasi pertama yang muncul adalah eksploitasi bagian tubuh subjek dan kualitas fisik subjek. Kemudian implikasi kedua dari tindakan-tindakan pada kelima unit analisis ini adalah merupakan lanjutan dari implikasi pertama, dimana eksploitasi tubuh subjek dapat berlanjut pada memunculkan fantasi erotis bagi laki-laki ataumemberikan rangsangan secara visual bagi laki-laki.Implikasi ketiga yang kemudian berkaitan dengan perempuan dalam foto ini adalah ia dapat dipersepsikan sebagai perempuan “tidak baik”. Menunjukkan hasrat seksual atau bahkan pengalaman seksual ini berarti menjebloskan diri perempuan itu sendiri ke dalam kategori “perempuan jalang”. (Prabasmoro, 2006:53).3.2.3 Kode SimbolikKesimpulan dari kode simbolik yang ditelaah dalam kelima unit analisis di atas adalah terdapat simbol-simbol yang menyatakan bahwa perempuan adalah objek seksual bagi pembaca laki-laki majalah FHM Indonesia.Pada akhirnya, simbol-simbol perempuan yang ada merujuk kepada suatu simbol dominan yaitu simbol dominasi laki-laki. Perempuan ini diarahkan oleh majalah ini untuk menarik di mata laki-laki dan merangsang secara visual bagi laki-laki. Kostum seksi yang digunakan, pose yang merangsang hasrat seksual, kemudian bagian-bagian tubuh subjek yang ditonjolkan, kesemuanya itu diarahkan mengikuti selera atau kesukaan laki-laki.3.2.4 Kode KulturalSetelah menganalisis kode kultural dari masing-masing unit analisis dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa lima foto yang diambil dalam majalah FHM Indonesia tidak mencerminkan kultur Indonesia. Kesimpulan ini didasarkan pada dua aspek yang dianggap mampu mengarahkan peneliti pada kode kultural tersembunyi, yakni kostum subjek dan pose subjek.Kostum subjek secara eksplisit dapat dikatakan terbuka atau memamerkan bagian-bagian tubuh tertentu dan menonjolkan keindahannya. Keadaan ini tentu tidaksesuai dengan kultur masyarakat Indonesia dimana dijelaskan Hidayana (2013: 60) dalam Jurnal Perempuan No.77 bahwa perempuan yang berpakaian mengumbar aurat, terbuka, dan seksi dapat diberi label perempuan ‘tidak baik’. Dengan begitu, subjek sebagai perempuan Indonesia yang tampak mengenakan pakaian yang ‘terbuka’ dapat dianggap sebagai ‘perempuan tidak baik’.Tidak hanya itu, perempuan dalam kelima unit analisis ini terlihat mengekspresikan seksualitasnya melalui beberapa bentuk gestur dan ekspresi yang diterjemahkan menjadi isyarat-isyarat merangsang laki-laki. Keadaan ini bertolak belakang dengan kultur masyarakat Indonesia. Perempuan dituntut untuk membendung dan mengontrol hasrat seksualnya. Setiap gerak tubuh perempuan seperti kerling mata, senyuman, cara duduk, dan lainnya selalu diawasi dengan ketat (Hidayana, 2013: 61).Perempuan yang menjadi subjek foto memang perempuan Indonesia, namun bagaimana majalah ini merepresentasikannya jelas bukan menggunakan kultur Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perempuan Indonesia pada majalah waralaba asal Britania Raya ini dikontruksi menggunakan kultur barat.3.2.5 Kode SemikSetelah melakukan analisis pada kelima foto yang menjadi unit analisis penelitian ini, penulis melihat bahwa perempuan yang menjadi subjek foto dalam majalah FHM Indonesia digambarkan sebagai objek seksual bagi pembacanya yang merupakan laki-laki. Dengan begitu FHM Indonesia turut melanggengkan mitos bahwa perempuan adalah objek seksual bagi laki-laki.Pada saat pembaca laki-laki melihat foto-foto ini maka terjadi sebuah alur yakni: memandang foto secara keseluruhan, mengidentifikasi aspek-aspek yang ada dalam foto, memandang bagian-bagian tubuh subjek sekaligus nilai-nilai sensualitasnya (berupa kualitas fisik, pose, dan lainnya), kemudian terjadi stimulasi seksual. Dengan begitu, terciptalah suatu konsep dimana perempuan dalam majalah ini adalah objek ‘tatapan’ laki-laki dan laki-laki adalah subjek atau pelaku ‘tatapan’. Konsep ini meminjam konsep Laura Mulvey, bahwa perempuan dipajang sebagai objek seksual yang berfungsi secara simultan bagi khalayak laki-laki yang dapat memperoleh kepuasan scopophilis dari kehadiran mereka.4. PembahasanGambaran perempuan dalam foto-foto yang ada pada majalah FHM Indonesia ini merupakan perwujudan dari objektivikasi perempuan. Terkait dengan objektivikasi, Star menguraikannya sebagai berikut:Objektivikasi adalah analisis yang digunakan untuk menjelaskan perlakuan-perlakuan terhadap perempuan (seringkali citra perempuan) yang mereduksi kaum perempuan menjadi pasif dan objek gender (hasrat, eksploitasi, siksaan) daripada menampilkan perempuan sebagai subjek manusia seutuhnya. Gagasan yang berhubungan dengan objektivikasi antara lain: tatapan (gaze), stereotip, komodifikasi, tontonan (spectatorship), dan pembelajaran peran-peran gender (Sunarto, 2009:163).Pada lima foto yang dianalisis terdapat indikasi adanya dualitas objektivikasi perempuan, dimana perempuan dijadikan “santapan“ dan “tatapan“ pada majalah FHM Indonesia. “Santapan“ disini merujuk pada posisi perempuan sebagai objek komodifikasi yang dijual oleh FHM Indonesia kepada pembaca laki-laki. Kemudian “tatapan“ yang merujuk pada posisi perempuan sebagai objek seksual bagi pembaca laki-laki.Pada tahapan pertama, perempuan dalam majalah ini dijadikan sebagai “objek santapan“, dimana perempuan dijadikan komoditas yang dijual kepada para pembaca. Hal ini merupakan perwujudan dari gagasan dalam objektivikasi yang diutarakan diatas, yakni komodifikasi perempuan. Majalah FHM Indonesia adalah majalah dengan segmentasi pembaca utama laki-laki dewasa atau berusia 21 ke atas, atau yang dikenal sebagai ‘majalah pria dewasa‘.Kemudian berbicara mengenai motif media dengan tema seperti ini. Hal ini pernah dideskripsikan Yasraf Amir Pilliang bahwa penggunaan unsur seks dan sensualitas di dalam berbagai media akibat diterapkannya prinsip ‘Libidinal Economy‘ atau merangsang hasrat setiap konsumen melalui strategi sensual komoditas (Syarifah, 2006: 7). Perempuan merupakan hal yang disukai laki-laki, majalah pria dewasa kemudian mengusung tema sensualitas untuk meraup lebih banyak keuntungan dari pembaca laki-laki yang menghasrati perempuan sensual.Kedua, perempuan dalam majalah ini dijadikan sebagai “objek tatapan“ yang merujuk pada posisi perempuan sebagai objek hasrat seksual bagi pembaca laki-laki. Subjek pada foto-foto ini dikonstruksi sedemikian rupa agar sesuai dengan kesenangan pandang laki-laki, kemudian ia diharapkan dapat memberikan kepuasan seksual bagi laki-laki dengan cara melambungkan fantasi-fantasi erotis setelah melihat foto-foto ini. Dengan begitu hal ini sesuai dengan gagasan objektivikasi yakni: tatapan (gaze). dimana perempuan adalah objek ‘tatapan’ laki-laki dan laki-laki adalah subjek atau pelaku ‘tatapan’.Namun terdapat temuan yang menarik disini. perempuan dalam kelima foto ini juga terlihat secara aktif mengekspresikan seksualitasnya dalam berpose. Penulismenyimpulkan bahwa perempuan dalam foto ini merupakan objek seksual aktif, yang berarti suatu kondisi dimana perempuan dalam majalah ini dikonstruksi sedemikian rupa agar sesuai dengan male gaze, kemudian ia diharapkan dapat memberikan kepuasan seksual bagi laki-laki dengan cara melambungkan fantasi-fantasi erotis setelah melihat foto-foto ini. Namun ia sendiri tidak bersifat pasif, melainkan memiliki keterlibatan aktif dimana ia terlihat secara sadar melakukan pose-pose yang kerap disebut “pose syur”.Terdapat suatu pola dimana semua berpusat pada pembaca laki-laki, termasuk pendefinisian seksualitas perempuan yang ada dalam majalah ini. Prabasmoro (2006: 293) menyebutnya dengan pemusatan seksualitas pada seksualitas laki-laki menyebabkan seksualitas perempua dimaknai dan ditandai sebagai sesuatu untuk seksualitas laki-laki .Laki-laki terkesan superior dan perempuan sebagai pihak dibawahnya. Hal ini yang kemudian sejalan dengan konsep penting teori standpoint, bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang bergantung pada konteks dan keadaan tertentu dimana perbedaan lokasi dalam kedudukan sosial akan menghasilkan standpoint yang berbeda, tergantung dari pengalaman masing-masing.Melalui posisi superior, laki-laki dapat melanggengkan kekuasaannya atas seksualitas perempuan. Salah satu bentuk kontrol laki-laki dalam seksualitas perempuan adalah objektivikasi seksual, yaitu perlakuan-perlakuan yang mereduksi kaum perempuan menjadi pasif dan objek gender (hasrat, eksploitasi, siksaan) daripada menampilkan perempuan sebagai subjek manusia seutuhnya (Sunarto, 2009:163). Namun perempuan yang berada di posisi marjinal hanya bisa mengikutisudut pandang bentukan laki-laki bahkan terlibat aktif agar biasa diterima di lingkungan sosial. Feminis radikal kultural memandang bahwa objektivikasi seksual dimana laki-laki sebagai subjek dan perempuan sebagai objek merupakan suatu bentuk opresi seksualitas.Objektivikasi perempuan dalam majalah FHM Indonesia terjadi karena adanya ideologi besar yang tersembunyi di dalamnya, yakni patriarki yang dianut oleh majalah ini dan masyarakat pada umumnya. Sistem patriarki yang ada dalam masyarakat menentukan nilai-nilai terhadap perempuan.Patriarkisme menurut Bhasin (dalam Sunarto, 2009: 38), merupakan suatu pandangan yang menempatkan kaum laki-laki lebih berkuasa dibanding kaum perempuan. Pada penerapannya, seperti yang dijelaskan Soemandoyo (1999: 63) posisi laki-laki yang lebih dominan, lebih menentukan. Sedangkan posisi perempuan yang sub-ordinat, dalam beberapa hal, ditentukan dan dikuasai oleh laki-laki. Sistem patriarki yang ada dalam masyarakat menentukan nilai-nilai terhadap perempuan. Keberadaan perempuan dalam masyarakat dilihat dari perspektif laki-laki.5. Penutup5.1 SimpulanPada majalah FHM Indonesia terdapat dualitas objektivikasi perempuan. Objektivikasi perempuan yang terjadi dalam majalah FHM Indonesia terdiri dari 2 poin. Pada tahapan pertama, perempuan dalam majalah ini dijadikan “objek santapan“ atau komoditas yang dijual kepada para pembaca. Ini merupakan perwujudan dari salah satu gagasan dalam objektivikasi, yakni komodifikasi seksual perempuan. Majalah ini mengusung tema sensualitas perempuan untuk meraup keuntungan daripembaca laki-laki. Kedua, perempuan dalam majalah ini dijadikan “objek tatapan“ atau objek hasrat seksual bagi pembaca laki-laki. Perempuan pada foto-foto ini dikonstruksi sedemikian rupa agar sesuai dengan kesenangan pandang laki-laki, kemudian ia diharapkan dapat memberikan kepuasan seksual bagi laki-laki dengan cara melambungkan fantasi-fantasi erotis setelah melihat foto-foto ini. Dengan begitu hal ini sesuai dengan gagasan objektivikasi yakni: tatapan (gaze).Objektivikasi perempuan berkaitan dengan struktur yang tanpa disadari telah lama tertanam di masyarakat yakni dominasi laki-laki. Sistem patriarki yang ada dalam masyarakat menentukan nilai-nilai terhadap perempuan. Keberadaan perempuan dalam masyarakat dilihat dari perspektif laki-laki.5.2 RekomendasiSecara teoritis, penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan atau refrensi bagi peneliti-peneliti lainnya untuk dilakukannya penelitian yang lebih lanjut, detail dan komprehensif tentang objektivikasi perempuan. Secara praktis, penelitian ini diharapkan memberi pemahaman bagi para praktisi industri media massa, mengenai ketimpangan relasi gender yang terjadi melalui penggambaran perempuan dalam media massa khususnya majalah. Para praktisi diharapkan dapat memperhatikan kepentingan kaum perempuan agar dapat melakukan pemberitaan atau penggambaran yang layak dan berimbang mengenai perempuan. Dengan demikian, tidak semakin mengecilkan posisi perempuan dalam struktur masyarakat.Secara sosial, penelitian ini berusaha mengungkap objektivikasi yang dialami perempuan dalam masyarakat sebagai implikasi dari ideologi dominan patriarki. Khalayak diharapkan dapat berpikir kritis dan terus mempertanyakan ketimpanganyang terjadi pada perempuan, sebagai berbagai bentuk diskriminasi yang dialami perempuan dalam masyarakat. Sehingga terwujudnya masyarakat yang berkeadilan gender.6. Daftar RujukanSumber Buku:Barthes, Roland. (2010). Imaji, Musik, dan Teks. Yogyakarta: Jalasutra.Brooks, Ann. (2011). Posfeminisme & Cultural Studies: Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta: JalasutraBudiman, Kris. (2011). Semiotika Visual: Konsep, Isi, dan Problem Ikonitas. Yogyakarta: Jalasutra.Danesi, Marcel. (2012). Pesan, Tanda, dan Makna: Buku Teks Dasar Mengenai Semiotika dan Teori Komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra.Ibrahim, Idi Subandy, (2011), Kritik Budaya Komunikasi, Yogyakarta: Jalasutra.Kurniawan, Heru. (2009). Sastra Anak: dalam Kajian Strukturalisme, Sosiologi, Semiotika, hingga Penulisan Kreatif. Yogyakarta: Graha IlmuPegram, Billy. (2008). Posing Techniques: For Photographing Model Portfolios. New York: Amherst Media.Prabasmoro, Aquarini Priyatna. (2006). Kajian Budaya Feminis: Tubuh, Sastra dan Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.Soemandoyo, Priyo. (1999). Wacana Gender dan Layar Televisi: Studi Perempuan dalam Pemberitaan Televisi Swasta, Jakarta, Yayasan Galang.Sunarto. (2009). Televisi, Kekerasan dan Perempuan. Jakarta: KompasSyarifah. (2006). Kebertubuhan Perempuan dalam Pornografi. Jakarta: Yayasan Kota Kita.Sumber JurnalApsari, Diani. (2010). “Visualisasi Wanita Indonesia dalam Majalah Pria Dewasa”. Wimba Jurnal Komunikasi Visual dan Multimedia Vol. 2 No. 1: hal 65-79.Hidayana, Irwan. M. (2013, Mei). “Budaya Seksual dan Dominasi Laki-Laki dalam Perikehidupan Seksual Perempuan”. Jurnal Perempuan Edisi 77 Vol.18. No.2: hal 57-67.Muhammad, Husein. (2013, Mei). “Bukan Soal Tubuh tetapi Ruh”. Jurnal Perempuan Edisi 77 Vol.18. No.2: hal 103-115.
Utilization of Fermented Cacao Rind Flour (Theobroma cacao) Used Cattle’s Rumen Fluid in Artificial Feed to The Growth of Tilapia Fingerlings (Oreochromisniloticus) Sunarto Sunarto; Indra Suharman; Adelina Adelina
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research has been implemented in April-May 2019 at Fish Nutrition Laboratory, Fisheries and Marine science Faculty, the University of Riau. The purpose of this research was to determine the best percentage fermented cacao rind flour (FCRF) in artificial feed to increase the growth of tilapia fingerlings. The research method use in this study was an experimented method and completely randomized design with five treatments and three replication. The treatment study were P0 (FCRF 0% + Soy Flour (SF) 100%), P1 (FCRF 30% + SF 70%), P2 (FCRF 40% + SF 60%), P3 (FCRF 50% + SF 50%), P4 (FCRF 60% + SF 40%). The best results were treatment of fermented cacao rind flour with a percentage of 50% at P3 with a absolute weight growth of 14,21 g, specific growth rate of 7,30%, 95% survival rate and feed efficiency with a value of 96,87%. The range of quality of the water at all of temperature treatmentrange between 28-31oC, pH 5-6, and oxygen concentration 5-5,9 mg/L.  Keywords:Fermented, cacao rind flour, cattle’s rumen fluid, Oreochromisniloticus.
Utilization of Fermented Cacao Rind Flour (Theobroma cacao) Used Cattle’s Rumen Fluid in Artificial Feed to The Growth of Tilapia Fingerlings (Oreochromisniloticus) Sunarto Sunarto; Indra Suharman; Adelina Adelina
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research has been implemented in April-May 2019 at Fish Nutrition Laboratory, Fisheries and Marine science Faculty, the University of Riau. The purpose of this research was to determine the best percentage fermented cacao rind flour (FCRF) in artificial feed to increase the growth of tilapia fingerlings. The research method use in this study was an experimented method and completely randomized design with five treatments and three replication. The treatment study were P0 (FCRF 0% + Soy Flour (SF) 100%), P1 (FCRF 30% + SF 70%), P2 (FCRF 40% + SF 60%), P3 (FCRF 50% + SF 50%), P4 (FCRF 60% + SF 40%). The best results were treatment of fermented cacao rind flour with a percentage of 50% at P3 with a absolute weight growth of 14,21 g, specific growth rate of 7,30%, 95% survival rate and feed efficiency with a value of 96,87%. The range of quality of the water at all of temperature treatmentrange between 28-31oC, pH 5-6, and oxygen concentration 5-5,9 mg/L.  Keywords:Fermented, cacao rind flour, cattle’s rumen fluid, Oreochromisniloticus.
RHIZOPHORACEAE DI EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN PURWOREJO PROVINSI JAWA TENGAH Slamet Mardiyanto Rahayu; Sunarto Sunarto
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7063

Abstract

Ekosistem pesisir memiliki tumbuhan tingkat tinggi seperti mangrove dan lamun. Purworejo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan mangrove familia Rhizophoraceae di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi di ekosistem mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap hasil identifikasi jenis dan kerapatan individu per hektar tumbuhan mangrove Familia Rhizophoraceae. Berdasarkan penelitian diperoleh dua (2) jenis tumbuhan mangrove familia Rhizophoraceae di ekosistem mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yaitu Rhizophora mucronata dan R.stylosa. Status kondisi mangrove Familia Rhizophoraceae pada fase semai termasuk baik. Adapun status kondisi mangrove Familia Rhizophoraceae fase pohon termasuk rusak. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui stategi rehabilitasi mangrove yang perlu dilakukan. Kata kunci: Mangrove, Purworejo, Rhizophoraceae 
OPTIMIZING THE UTILIZATION OF NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus Linn.) AS GROWTH AND SURVIVAL RATE BIOCATALYST PRAWNS (Macrobrachium rosenbergii de Man) Armeina Nur Rachmawati; Sunarto Sunarto; Agung Budi Raharjo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Prawns (Macrobrachium rosenbergii de Man) is one of fishery commodities of high economic value. Maintenance monoculture can cause ecosystem balance problems because almost all shrimp collected in the bottom of the pool so that the biological processes that take place in the pool water is not controlled. This situation can encourage the onset of blooming of plankton that causes a decrease in dissolved oxygen content so that the prawns experience stress and can inhibit the growth of giant prawns and decreased production. This study aims to examine the use of Nile Tilapia as growth and survival rate biocatalyst of prawns. The research was conducted from February to June 2011 in the village of Jimus, Karanglo, Klaten and Sub Lab Biology, Laboratory of Mathematics and Science Center UNS. This research used Completely Randomized Design polyculture system 2 treatment and control with 20 head of  stocking juvenile shrimp (PL 21) per m2 on the pool measures 8 x 2 x 1 m3. After 21 days of stocking juvenile shrimp followed by stocking nile tilapia. Parameters measured include growth (weight and length) prawns, survival rate, and water quality of the cultivation. The results showed that survival rates of prawns are high achieved with maintenance treatment with dense stocking tilapia 5 nile tilapia ie 85.11%. The range of water quality during the study between temperature 25-310C, dissolved oxygen content from 4,06 to 9,78 mg / L, the degree of acidity of water from 6.40 to 8.10, 0 ppt salinity, ammonia (NH3) from 0.003 to 0.014 mg / L, nitrite (N02) from 0.003 to 0.201 mg / L, nitrate (N03) from 0.307 to 4.05 mg / L, phosphate (P04) from 0.364 to 1.09 mg / L. Thus, maintenance treatment of tilapia provide a good influence on the stability of the prawns media resulting in the maintenance of survival (survival rate) is quite good.   Kata kunci: Macrobrachium rosenbergii de Man, biocatalyst, Oreochromis niloticus Linn.
Translocation ETS leukemia-acute myeloid leukemia 1 (TEL-AML1) gene fusion in childhood acute lymphoblastic leukemia Sri Mulatsih; Yeow Liang; Allen Yeoh; Sutaryo Sutaryo; Sunarto Sunarto
Paediatrica Indonesiana Vol 49 No 5 (2009): September 2009
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.364 KB) | DOI: 10.14238/pi49.5.2009.270-5

Abstract

Background Acute lymphoblastic leukemia (ALL) in childrenis a heterogeneous disease with different subtypes based on their cellular and molecular characteristics. This condition wouldinfluence the treatment outcome and subsequent risk for relapse. Accurate assignment of individual patients to risk groups is a critical issue for better outcome. TEL-AML1 gene fusion is themost frequent in childhood ALL.Objective The aim of this study was to investigate the incidenceofTEL-AML1 children with ALL in Sardjito Hospital.Methods This was a cross sectional study. In this preliminarystudy, we used nested reverse-transcriptase polymerase chainreaction (RT-PCR) to analyze the present of TEL-AML1 genefusion in bone marrow sample of childhood ALL patients.Results We analyzed 41 samples. Out of these, 30 (73%) wereamplified. Twenry three out of 30 ALL patients with good medicalrecord were analyzed for this gene fusion. Out of 30 patients, there were five patients (17%) with TEL-AML1-positive gene fusion and 25 (83%) were TEL-AML1-negative. Among five patients with TEL-AML1-positive gene fusion, four patients (80%) were one year to less than 10 year old. All of the patients (100%) were with leukocyte < 50x109/L.Conclusions TEL-AML1 gene fusion was found in 17 % ofsamples. This gene fusion was more frequent in standard risk group (based on age and leukocyte). These data must be clarified with more samples. RT-PCR must be apply in all center as one part of improving diagnostic quality, especially in managing leukemia patients.
Variable Severity of B-Thalassemia/Hemoglobin E Disease - the Genetic Factors Sunarto Sunarto
Paediatrica Indonesiana Vol 37 No 1-2 (1997): January - February 1997
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi37.1-2.1997.6-12

Abstract

Hemoglobin E (Hb E) is prevalent in Southeast Asia. Heterozygotes give no manifestation, even homozygotes show no manifestation or only slight anemia. However, compound heterozygote with 6-thalassemia gives anemia with variable severity. The severely affected individuals show anemia similar to homozygous 6-thalassemia. Many factors play a role in determining the severity. SThnl/6E patients have increased superoxide dismutase (SOD) and glutathione peroxidase (GSH-Px) activities. The increased GSH-Px is thought to be needed for the elimination of hydrogen peroxide produced by SOD decomposition of peroxide. The content of antioxidants vitamine E and C is reduced, whereas MDA, the final product of lipid peroxidation increases significantly. The genotype of the Xmn 1 polymorphism, -158 bases upstream from the transcription site of the n-globin and the level of Hb F are associated with clinical severity, but the extent of the S' -globin mRNA cryptic splicing is more associated with the severity of tire manifestation than does the pattern of the Xmn I polymorphism.
Education Level, Energy Intake and Protein With Nutritional Status Of Pregnant Women In Bungoro Health Center Work Area Khaeriya Megauleng; Mustamin Mustamin; Sunarto Sunarto
Media Gizi Pangan Vol 25, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.321 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v25i2.429

Abstract

Education influences a changes in knowledge, attitudes, and lifestyle patterns in the selection of the type and amount of food consumed. The health of a pregnant women affects the fetus in her womb. Nutrient content consumed by the mother will be absorbed by the fetus which is important for the growth of the fetus itself. This study aims to determine the relationship of education level, energy intake and protein nutritional status of pregnant women in the Bungoro Health Center Work Area of Bungoro District, Pangkep Regency. This research is an analytical study with cross-sectional design. Samples were pregnant women, amount to 40 people. The level of education is obtained through a questionnaire. Energy and protein intake was obtained through 2x24 hours recall and then processed using menu A software. To find out the relationship between variables of education level, energy and protein intake with nutritional status, Chi-Square was tested using the SPSS program. Data is presented in the form of tables and narratives. The results showed that 77.5% of the sample education level was high. Sample energy intake was classified as less than 82.5% and 17.5% classified as good. Sample protein intake of 95% classified as poor and 5% classified as good. Nutritional status of pregnant women is 70% experiencing KEK and 30% normal. Statistical test results show that there is no relationship between education level, energy and protein intake and nutritional status of pregnant women in the Bungoro Health Center Work Area, Bungoro District, Pangkep Regency.
METODE PERANCANGAN RANGKAIAN KASKAD UNTUK RANGKAIAN SEKUENSIAL ASINKRON Kuat Rahardjo TS; Sunarto Sunarto
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.4217

Abstract

Metode perancangan rangkaian kaskad banyak dipergunakan pada rangkaiandigital kombinasional dan rangkaian sekuensial-sinkron, khususnya untukrangkaian dengan jumlah input dan output yang banyak. Metode rangkaiankaskad pada kedua tipe rangkaian ini banyak diterapkan pada rangkaiankomplek seperti pada perancangan rangkaian di dalam mikroprosesor, yangmemiliki data dan addres bus, sedangkan pada Rangkaian-Sekuensial-Asinkron(RSA) biasanya memiliki jumlah input yang terbatas karena membutuhkanfeedback untuk menjaga nilai logika pada output sesuai dengan urutanperubahan nilai logika pada input. Penerapan rangkaian kaskad pada RSAmembutuhkan contoh kasus yang tidak dapat dilakukan dalam aplikasimikroprosesor yang bekerja berdasarkan pulsa clock, karena perubahan nilailogika pada input langsung berpengaruh pada output. Metode kaskad ini dapatditerapkan pada kasus kuis cepat-tepat dengan jumlah regu yang banyak,sehingga feedback dapat digabungkan untuk memberikan input pada setiaprangkaian yang di kaskad-kan. Dalam makalah ini dicontohkan untuk rangkaiancepat-tepat dengan jumlah 10 regu. Sistem kaskad ini diimplementasikanmenggunakan IC Generic-Array-Logic (GAL) tipe 16V8. Setiap IC dapat dipakaiuntuk 5-regu, sehingga untuk 10-regu hanya membutuhkan 2 buah IC. Untukjumlah regu yang lebih banyak, maka cukup menambahkan jumlah IC (nx5-regu) tanpa mengubah perancangan awal seperti halnya pada perancangan RSAsecara konvensional maupun pemrograman mikroprosesor.
IMPLEMENTASI SISTEM DIGITAL DALAM RANCANG BANGUN PENGGABUNGAN SISTEM KENDALI MANUAL DAN BERBASIS INTERNET-OF-THINGSUNTUK APLIKASI SMART HOME Kuat Rahardjo; Endang Djuana; Sunarto Sunarto; Ferrianto Gozali; Rosalia H Subrata
Prosiding Seminar Nasional Pakar PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAKAR 2020 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.6783

Abstract

Dalam berbagai aplikasi Internet-of-Things (IoT), dapat dilihat bahwa pengoperasian sistem dilakukan melalui smart-phone baik secara tunggal maupun banyak smart-phone. Dalam situasi darurat seringkali terjadi putusnya jaringan Internet baik secara lokal maupun global oleh sebab yang tidak diinginkan, yang menyebabkan pengguna sulit mengoperasikan perangkat dalam lingkup smart home-nya. Disamping itu, dalam banyak rumah tangga dengan penghuni yang heterogen masih terdapat penghuni yang tidak dapat mengoperasikan smart-phone untuk aplikasi smart home. Oleh karena itu perlu dilakukan penyempurnaan sistem agar dapat dioperasikan secara manual maupun berbasis IoT untuk setiap perangkat dalam smart homeyang ditetapkan beroperasi secara ganda.Pada perangkat yang dipilih beroperasi dengan sistem ganda, ditambahkan rangkaian digital sesuai dengan hasil perancangan menggunakan teori sistem digital sehingga dapat beroperasi dengan sistem manual maupun berbasis IoT. Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna smart-phone, setiap perangkat ditambahkan sensor yang menunjukkan status perangkat nyala / padam. Dalam penerapannya, pengoperasian sistem ganda ini memudahkan pengguna.
Co-Authors A A Musyaffa A.A Musyaffa Abdul Rachman Abdul Rozak Ali Maftuhin Achmad Asrori Addi Mardi Harnanto Adelina Adelina Adi Martono Adriyani Adam Afrilia Miratul Ulfa Aga Ardhianto Feryyanshah Aga Dwi Sintha Agung Budi Raharjo Agus Naryoso S.Sos, M.Si, Agus Naryoso Agus Rahmad Hidayat Agustianto, Wahyu Ainul Maftuchah Alamsyah Alamsyah Aldhila Gusta H. Yoga Alhadi Alhadi Allen Yeoh Alya Dinia Asyfiqi Masykur Alya Khoirun Nisa Andre Lukita Andrean Widiyantoro Angga Dwi Pratama Angga Widhi Saputro Anindya Ratna Pratiwi Anisatul Luthfia Annisa Arum Putri Anwar Anwar Ari Sugeng Arimby Palera Armeina Nur Rachmawati Asikin, Hijrah Asmawati Asmawati Asri Nugraheningtyas Ayi Yustiati Bagus Sembodo Bambang Subali Bambang Sudarmanto Bambang Wasito Adi Baskoro Adi Prayitno Bilqisti Bilqisti Binti Khoirur Rofiah Chairunnisa Chairunnisa Chandra Wijaya Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Dandi Wahyu Agung Darusman Darusman David David Dedy Sugianto Dendy Kurniawan Devi Ayu Kusuma Putri Dewi Hasanah Dilla Mardianty Dona Kristiawan Dowes Ardi Nugroho Dwi Safrudin Dwi Septiani Dwiky Erlangga Edhi Martono Eka Prasetyanta Endang D Endang Djuana Erlinda Erlinda Erni Murniarti, Erni Ervin Devi Pratiwi Esti Dyah Utami Evi Gravitiani Fahad Nuraini Farah Azizzah Faridah Laeli Syarifah Fatma Lestari Ferdiansyah Ferdiansyah Feri Setyowibowo Ferrianto G Ferrianto Gozali Fige Arief Kusumo Fitri Sagantha Florenchia Yohana Tellu Fredi Ganda Putra Fuad Abdul Fattah Furi styo Siskawati Hanif Nasiatul Baroroh Hari Wahyudi Harini Harini Harliyandri Iqbal Nugroho Harry Supriyono Heti Herawati I Made Sukanadi Igviro Yurki Lailina Iin Triyanti Ilham Futaki Ilyas Ilyas Imam Sufardi Inas Khairani Indra Suharman Intan Sonia Apriani Irfanda Rizki Harmono Sejati Iskandar Iskandar Iskandar Suhardi Isna Putri Indayani Iva Yuniasih Jennifer Jennifer Kandar Kandar Katisya Abrina Prastyanti Ketut Ima Ismara Khaeriya Megauleng Kristiani Kristiani Kuat Rahardjo Kuat Rahardjo T.S Kuat Rahardjo TS Kurnia Roossenda Langgeng Wahyu Santosa Latifatul Azizah Leidena Sekar Negari Leny Noviani Lia Faiqoh Luthfi Anis Muadzin M. Mudrik H. Rohman M. Ngainul Malawani M. Rudyansyah Ismail Marina Silalahi Mariska Diah Kusumasari Mega Laksmini Syamsudin Mega Nugraha Mintasih Indriayu Moch Adhitya Rifka Wibowo Mochamad Candra Wirawan Arief Muchamad Yulianto Muhammad Abduh Muhammad Andi Auliya Hakim MUHAMMAD INDRAWAN Muhammad Rizki Romadhon Muhammad Sabandi Mustamin Nanang Supriadi Naris Dyah Prasetyawati Neazar Astina Prabawani Niken Ambar Pratiwi Niko Sangaji Noor Sudiyati Nugroho Wahyu Sumartono Nur Amalia Choirani Nur Amalia Choironi Nur Dzaedzatul H Nur Faizin Nursetya Danusaputra Nurul Faizatus Sholikah Nuryanti Nuryanti Pandansari Kusumo Ponendi Hidayat Putri Oktaviana Rahmi Lubis Rani Rakhmaputri Wiranto Rapiko Rapiko Ratnapuri, Adisti Regina Tutik Padmaningrum Retno Dewi Kurniasari Ridhah Taqwa Rihadini Rihadini Rizkan Faif Fasani Robert Adriaan Philipus Rosalia H S Rosalia H Subrata S. Jazilah Sahora Dina Pangesty Salman Alfarisy Totalia Sandy Kristiara Sari Rosiati Nur Khasanah Sigid Sudaryanto Sisca Indriyani Sischa Wahyu Dwiningsih Siti Alliyah Siti Asiah Siti Kartika Sari Siti Marwati Siti Ubaidah Sitinjak, Rivaldi Slamet Haryono Slamet Mardiyanto Rahayu Sri Budi Lestari Sri Mulyani Sri Widowati Herieningsih Sri Woro Asih Sudarno Sudarno Sulton Sulton Sumardino Sumardino Suparmi Suparmi Supriyanto Supriyanto Suriani Rauf Sutaryo Sutaryo Syahrun Syahrun Syahrun, Syahrun Syahrun Syaiko Rosyidi Tandiyo Pradekso Testian Yushli Ana Tiara Handayani Titi Yuli Astuti Titik Kuntari Titin Nurfiatin Toto Tohir Totok Trisaputro Tri Melisa Selviani Trisnawiyana Trisnawiyana Triyono Lukmantoro Tuti Sri Suhesti Tutik Fitri Wijayanti Ubad Badrudin Umil Muhsinin Utami Utami Vania Reani Valmai Wahyu Lestari Wahyu Yudha Pranoto Wahyu Yun Santoso Wahyuningtyas, Riska Septia Widha Sunarno Wijayanti Puji Lestari Winda Saputri Wiryanto Wiryanto Wiwid Noor Rakhmad Yasarah Diswari Ditiya Yeow Liang Yoseph Santosa Yudi Prana Hikmat Yuli Andriani Yuliyati Yuliyati Yun Ismi Wulandari Yuyuk Liana Zahidah Hasan Zaky Mubarok, Zaky Zulfikar Zulfikar Zulfikri Suleman