p-Index From 2021 - 2026
8.331
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-'Adalah YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Al-Ahkam An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum EDUCATIO : Journal of Education EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Jurnal Edukasi AUD Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Jurnal Profetik Justisia Ekonomika AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Potret Pemikiran Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Journal of Islamic Law El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Kawanua International Journal of Multicultural Studies Journal of Islamic and Law Studies (JILS) Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Sighat : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Journal of Shariah Economic Law Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Jurnal Ekonomi Syariah International Journal of Multidisciplinary Reseach Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Makkah: Journal Of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemahaman Fikih Masyarakat Banjar Tentang Hukum Penggunaan AI (Artificial Intelligence) Untuk Ceramah Dan Dakwah Online Ulfah, Rizqa Qiftia; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1555

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemahaman masyarakat Banjar di Banjarmasin terhadap hukum penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam ceramah dan dakwah online. Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan AI oleh sebagian pendakwah dalam penyusunan materi dan produksi konten dakwah. Namun, muncul perbedaan pandangan terkait keabsahan dan etika penggunaannya dalam perspektif fikih Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dengan tokoh agama, pendakwah, dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dapat diterima selama tidak melanggar prinsip kejujuran, tidak menipu jamaah, dan tetap menjaga niat dakwah. Sebaliknya, penggunaan AI yang meniru suara atau wajah pendakwah dinilai berpotensi menimbulkan fitnah dan mengurangi keaslian dakwah. Penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam dakwah online dapat dibolehkan menurut fikih Islam apabila memenuhi prinsip kejelasan, kemaslahatan, dan tidak menimbulkan mudarat.
Hukum Pembayaran Zakat Secara Digital Melalui Qris Sukarni, Sukarni; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1556

Abstract

Penelitian ini membahas praktik dan perspektif hukum pembayaran zakat secara digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS berfungsi sebagai sarana pembayaran non-tunai yang memudahkan muzakki menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga amil zakat resmi, sekaligus tetap memenuhi rukun dan syarat zakat dalam syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara tokoh masyarakat dan kajian pustaka untuk menganalisis praktik dan perspektif fikih terhadap pembayaran zakat digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembayaran zakat melalui QRIS sah dan diperbolehkan dalam Islam, selama muzakki berniat menunaikan zakat dan dana zakat disalurkan kepada mustahik yang berhak. Praktik ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan, tanpa mengurangi ketentuan pokok ibadah zakat.
Hukum “Jual Seadanya” Pada Penjualan Baju Bekas (Trhift) Di Banjarmasin Jannah, Raudatul; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1561

Abstract

Penelitian ini membahas praktik jual beli baju bekas dengan sistem “jual seadanya” yang berkembang di Kota Banjarmasin ditinjau dari perspektif fikih muamalah. Praktik tersebut menimbulkan persoalan hukum Islam karena adanya potensi gharar (ketidakjelasan) kualitas barang (gharar) yang dapat merugikan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batasan gharar dan dasar hukum dalam praktik jual beli baju bekas sistem “jual seadanya”, menganalisis praktik tersebut ditinjau dari prinsip perlindungan konsumen serta aspek maslahah dan mudharat, serta merumuskan mekanisme transaksi alternatif yang sesuai dengan syariat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan sosiologi Islam melalui wawancara dengan tokoh ulama dan pengamatan terhadap praktik jual beli baju bekas di Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jual beli baju bekas pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam berdasarkan kaidah al-aslu fil mu‘amalati al-ibahah, namun menjadi tidak sah apabila mengandung gharar fahish yang signifikan. Praktik “jual seadanya” tanpa transparansi kondisi barang tidak sejalan dengan prinsip perlindungan konsumen dalam Islam. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme transaksi yang transparan, penerapan hak khiyar, serta pemberian jaminan kualitas barang agar praktik jual beli baju bekas dapat berlangsung sesuai dengan prinsip keadilan dan syariat Islam.
Pandangan Tokoh Agama Kota Banjarmasin Mengenai Istri Yang Mempercantik Diri Untuk Suami Dengan Menyuntikan Zat Hewani Normadina, Najwa; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1563

Abstract

Islam memandang upaya mempercantik diri dalam hubungan rumah tangga sebagai bagian dari pemenuhan hak dan kewajiban antara suami dan istri serta dianjurkan untuk menjaga keharmonisan keluarga. Berhias bagi pasangan tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memiliki dimensi moral dan sosial. Perkembangan teknologi medis dan industri kecantikan melahirkan berbagai metode perawatan modern yang memunculkan persoalan hukum Islam, salah satunya praktik penyuntikan zat hewani untuk tujuan estetika. Praktik ini menimbulkan perdebatan karena berkaitan dengan status kehalalan bahan, potensi risiko kesehatan, serta batasan syariat terhadap perubahan ciptaan Allah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan tokoh agama Kota Banjarmasin mengenai praktik penyuntikan zat hewani yang dilakukan oleh istri untuk mempercantik diri bagi suami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan karakter normatif-empiris hukum. Data diperoleh melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mempercantik diri pada dasarnya diperbolehkan selama memenuhi prinsip kehalalan, tidak membahayakan kesehatan, dan tidak mengubah ciptaan Allah secara permanen.
Pandangan Tokoh Agama Mengenai Praktik Menandai Kuburan Dengan Kain Kuning Dalam Fikih (Studi Kasus Desa Mataraman) Istiqomah, Istiqomah; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1566

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang praktik penandaan kain kuning di kuburan, yang mana ini merupakan fenomena sosial-keagamaan yang hidup dalam tradisi masyarakat Banjar Kalimantan Selatan khususnya di Desa Mataraman. Kain kuning sendiri dianggap sebagai simbol sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh agama dan ulama yang memiliki peran dan jasa dalam pembinaan umat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik penandaan kain kuning di kuburan ditinjau dari perspektif hukum Islam melalui pendekatan fikih dan kaidah ushul fikih, dengan mendasarkan kajian pada hasil wawancara terhadap dua narasumber, yakni MR dan RS. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris, yaitu mengkaji pandangan hukum Islam serta realitas praktik adat yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara hukum asal, penandaan kain kuning di kuburan termasuk perbuatan mubah karena merupakan bagian dari adat ('urf) yang tidak bertentangan dengan syariat Islam maupun hukum negara, selama niatnya sebatas penghormatan. Namun, praktik tersebut menjadi terlarang apabila disertai keyakinan adanya kekuatan gaib pada benda atau dilakukan secara mubazir, terutama pada kuburan orang biasa. Dengan demikian, hukum penandaan kain kuning di kuburan sangat bergantung pada niat, objek, dan tujuan praktik tersebut.
Praktik Penggantian Nama Karena Alasan Keberatan Dalam Masyarakat Banjar Shabrina, Fauzia Nur; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1567

Abstract

Nama merupakan identitas personal yang memiliki makna filosofis, sosial, dan keagamaan. Dalam tradisi Islam dan budaya masyarakat Banjar, nama tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas, tetapi juga dipahami sebagai doa, harapan, dan simbol kebaikan bagi pemiliknya. Namun, dalam praktik sosial masyarakat Banjar terdapat fenomena penggantian nama karena alasan keberatan, yaitu keyakinan bahwa anak sering sakit atau mengalami kesulitan hidup karena dianggap tidak cocok dengan nama yang disandangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik penggantian nama karena alasan keberatan dalam masyarakat Banjar, pandangan tokoh agama terhadap praktik tersebut, serta meninjaunya dari perspektif fikih Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan dan kepustakaan, melalui wawancara dengan tokoh agama dan masyarakat, serta kajian terhadap kitab-kitab fikih dan literatur hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penggantian nama dalam masyarakat Banjar dipengaruhi oleh faktor budaya, kepercayaan, dan religiusitas masyarakat, serta berfungsi sebagai ikhtiar batin dan sarana sosial untuk memperoleh ketenangan dan harapan. Dari perspektif fikih Islam, penggantian nama dibenarkan bahkan dianjurkan apabila bertujuan memperbaiki makna nama yang tidak sesuai dengan syariat. Namun, penggantian nama yang didasari keyakinan bahwa nama dapat menentukan kesehatan, nasib, atau takdir seseorang tidak memiliki dasar syar‘i dan perlu diluruskan sesuai ajaran Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih proporsional mengenai praktik penggantian nama dalam masyarakat Banjar dengan memperhatikan keseimbangan antara tradisi budaya dan prinsip-prinsip fikih Islam.
Hukum Sholat Di Atas Tanah Yang Besengketa Menurut Perspektif Tokoh Agama Barabai Muhammadie, Muhammad Fakhril; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1568

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang hukum sholat di atas tanah yang bersengketa di Barabai dari perspektif tokoh ulama di Barabai dan hukum Islam, Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis pandangan tokoh agama di wilayah Barabai mengenai hukum pelaksanaan sholat di atas tanah bersengketa. Secara normatif, Islam menekankan kesucian dan keabsahan tempat ibadah sebagai syarat kesempurnaan atau keabsahan sholat. Namun, dalam realitas sosial di Barabai, seringkali terjadi pergesekan antara aspek teologis dan sengketa kepemilikan tanah secara hukum formal. Situasi ini menghadirkan kompleks ketika ruang pelaksanaan ibadah tidak hanya dimaknai sebagai area yang suci dan sakral secara spiritual religius, tetapi juga sebagai objek yang bersinggungan dengan isu hak kepemilikan, otoritas penggunaan lahan, legitimasi hukum, dampak sosial komunal, sensitivitas masyarakat, potensi konflik horizontal, serta implikasi sosiologis di tingkat akar rumput. Dengan demikian, penelitian ini hadir sebagai upaya untuk menjembatani, mensintesiskan, dan mendialogkan kesenjangan antara norma ideal hukum Islam dan kondisi empirik-faktual di Barabai, sekaligus memperkaya khazanah keilmuan dalam diskursus fikih ibadah yang berkelindan dengan problematika muamalah kontemporer, khususnya yang berkaitan dengan isu sengketa tanah dan pemanfaatan lahan untuk kepentingan ritual keagamaan.
Praktik Distribusi Zakat Padi Melalui Mekanisme Talang Dalam Perspektif Fikih Zakat (Studi Di Desa Ilung Pasar Lama) Fauzati, Naila; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1569

Abstract

Praktik zakat pertanian di masyarakat sering mengalami penyesuaian dengan kondisi sosial setempat, salah satunya adalah distribusi zakat padi melalui mekanisme talang yang berkembang di Desa Ilung Pasar Lama. Praktik ini dilakukan dengan menyerahkan zakat padi kepada mustahik, kemudian zakat padi tersebut dikembalikan kepada muzakki atas dasar kesepakatan untuk dijual dan hasilnya dibagikan dalam bentuk uang, sementara sebagian uang diberikan terlebih dahulu sebagai talangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik zakat padi dengan mekanisme talang, mengetahui pandangan tokoh agama desa, serta menganalisisnya berdasarkan perspektif fikih zakat, khususnya terkait prinsip tamlik sebagai syarat sah zakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap tokoh agama dan masyarakat yang terlibat langsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pendapat di kalangan tokoh agama, di mana sebagian menilai praktik tersebut tidak sah karena dianggap mengandung ketidakjelasan, sementara pendapat lain menyatakan zakat tetap sah selama akad dan serah terima zakat dilakukan dengan benar serta kepemilikan harta zakat telah berpindah secara sempurna kepada mustahik. Analisis fikih menunjukkan bahwa mekanisme talang berada di luar akad zakat dan keabsahan praktik ini sangat bergantung pada terpenuhinya prinsip tamlik dan kejelasan akad.
Fikih Dakwah Dalam Menghadiri Acara Pernikahan (Studi Di Kota Banjarbaru) Azzahra, Nelia; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1570

Abstract

Artikel ini membahas praktik penyelenggaraan acara pernikahan yang menyediakan fasilitas karaoke dan musik yang semakin umum di kalangan masyarakat Muslim. Praktik ini dipandang sebagai bagian dari adat dan sarana memeriahkan walimatul ‘ursy, namun menimbulkan persoalan hukum Islam apabila mengandung unsur yang bertentangan dengan prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan mengkaji dakwah Islam terhadap hukum kehadiran dalam acara pernikahan yang disertai karaoke dan musik, dengan menyoroti pandangan tokoh agama mengenai batasan kehadiran serta sikap yang seharusnya diambil oleh umat Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap tokoh agama dan da’i yang memiliki otoritas keilmuan di bidang fikih dan dakwah. Data dianalisis untuk mengungkap argumentasi hukum dan pendekatan dakwah dalam menyikapi fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum kehadiran dalam acara pernikahan dengan fasilitas karaoke dan musik bersifat kontekstual, bergantung pada jenis hiburan, substansi acara, dan adanya unsur maksiat. Para tokoh agama menekankan pentingnya dakwah yang persuasif dan edukatif agar masyarakat mampu membedakan hiburan yang dibolehkan dan yang dilarang, sehingga tradisi pernikahan tetap selaras dengan nilai-nilai syariat Islam.
Pemahaman Ulama Fikih Daerah Sampit Tentang Kondisi Darurat Yang Membolehkan Tidak Berpuasa Di Bulan Ramadhan Rifandi, Ahmad; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1571

Abstract

Puasa Ramadhan merupakan kewajiban ibadah bagi setiap muslim yang memiliki tujuan utama membentuk ketakwaan. Namun, syariat Islam juga memberikan keringanan (rukhsah) bagi individu yang berada dalam kondisi darurat atau uzur syar’i, seperti sakit, safar, kehamilan, menyusui, dan kondisi lain yang berpotensi menimbulkan mudarat. Perkembangan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat menuntut pemahaman fikih yang lebih komprehensif terkait batasan darurat yang membolehkan seseorang tidak berpuasa serta konsekuensi hukum berupa qadha dan fidyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, batasan, dan penerapan kondisi darurat dalam puasa Ramadhan berdasarkan perspektif ulama fikih. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris hukum Islam. Pendekatan normatif dilakukan melalui kajian Al-Qur’an, Hadis, dan literatur fikih, sedangkan pendekatan empiris dilakukan melalui wawancara dengan tokoh agama di Sampit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep darurat dalam puasa bersifat kondisional dan harus ditentukan berdasarkan ukuran bahaya dan kemampuan mukallaf, dengan tetap berlandaskan dalil dan kaidah fikih. Kesimpulannya, rukhsah dalam puasa bertujuan menjaga kemaslahatan jiwa tanpa menghilangkan tanggung jawab ibadah melalui kewajiban qadha atau fidyah sesuai ketentuan syariat Islam.
Co-Authors A, Enny Ratnawati Afif, Muhammad Wildan Ahmad Rifandi Ahmadi Hasan Ainorridho’e, Muhammad Akhmad Faisal Al Adawiyah DND, Pp Rabiah al-Amruzi, M. Fahmi al-Amruzi, Muhammad Fahmi Ali, Mohd Hatta Mohamed Anshari, Mukhlis ARIE SULISTYOKO Aryani, Sophia Aseri, Akh Fauzi Astutik, Trining Puji Aziza, Muthia Nur Azizah, Laila Azzahra, Nelia Badrian Bagus Pambudi Bahran Bahran Benjammour, Mounir Diana Rahmi Dr. H. Hamdan Mahmud, M.Ag fatimah Fatimah Fatya, Alvian Ikhsanul Fauzati, Naila Fithriana Syarqawie Fiyona, Putri Gunawan, Prananda Satria Gusti Muzainah Hafizah, Nurul Haitami, Iqbal Halimatus Sakdiah, Halimatus Hamdi, Fahmi Hamidi Ilhami, Hamidi Hayati, Fauziah Hayati, Zaida Hayatun Na`Imah Hayatunnisa, Eka Hayatunnisa, Eka Hisanah Alpasa, Khairatun Indradewa, Rhian Indraswati, Dyah Irwanda Fikri istiqomah istiqomah Ixsir Eliya Jainie, Inawati Mohammad Jarajap, Inawati Mohammad Jainie Jayawarsa, A.A. Ketut Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Korniienko, Maksym Ladraa, Kamel Layli Nor Syifa LESTARI, BUNGA Lutfi Lutfi Luthfi, FuaD M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Hanafiah Magfur, Achmad Mahmud Yusuf Makmun Makmun Maulida, Noor Sipa Mohamed Ali, Mohd Hatta Mohd. Hani, Mohd Hatta Mohlis, Mohlis Monawarah, Monawarah Muhammad Fadhil Muhammad Fajri Muhammad Ilham Nadhir Muhammad Ramli Muhammadie, Muhammad Fakhril Muhdi Muhdi Musaddiq, M Azhar Musaddiq, M. Azhar Musthafa, Alwi Nadiyah Nadiyah Nahdia Nazmi Naimah Naimah Najla Amaly, Najla Nasrullah Nasrullah Nor Ipansyah Normadina, Najwa Normalasari, Normalasari Nur Afidah, Rohmatun Nurdin Nurdin Prasetya, Debby Eka Putri, Hadisa Putri, Hadisa Putri, Sabrina Ardani Rabiatul Adawiah Rahma, Nur Paidha Rahman Helmi Rahmat Sholihin Rahmatika, Nadila Rahmawati, Helda Raihan, Ahmad Ramadhan, Syahrin raudatul jannah Riah, Juai Riani, Khafifah Anjar Rizali, Muhammad RUSDIYAH RUSDIYAH Sa'adah, Sa'adah Salma, Siti Saputra, Agus Aditya Arisandi Sari, Yumeida Riyana Sarmadi, Ahmad Sukris Sauri, Supian Seff, Nadiyah Sembiring, Rinawati Shabrina, Fauzia Nur Shofa, Lailatus Siregar, Fitri Ariani Siti Hajar Sudarmanto, Budi Agung Sugesti, Panji Sukarni Sukarni Syafrida Hafni Sahir syawaliana, anisa Ulfah, Rizqa Qiftia Veithzal Rivai Zainal Whulansari, Sisca Wicaksono, Ardian Trio Yunin, Oleksandr Yusna Zaidah Zahra, Pati Matu Zulpa Makiah