Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN SENGGANI (Melastoma candidum D.Don) DENGAN VARIASI EKSTRAKSI MASERASI DAN MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION TERHADAP S. aureus DAN E. coli Hasibuan, Supia Indah; Nasution, Muhammad Amin; Ridwanto; Nasution, Haris Munandar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33460

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering terjadi.  Jenis infeksi bisa dipicu oleh bakteri gram postif maupun gram negatif. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol daun Senggani (Melastoma candidum D.Don) dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jenis penelitian yang dilakuakan adalah penelitian eksperimental. Sampel tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun senggani (Melastoma candidum D.Don) yang diperoleh dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Metode pengambilan sampel dengan metode purposive yaitu tanpa membandingkan tumbuhan serupa didaderah lain. Data yang diperoleh dengan pengukuran diameter zona hambat ekstrak etanol daun senggani (Melastoma candidum D.Don) dengan metode ekstraksi maserasi dan microwave assisted extraction dari masing-masing konsentrasi dengan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalsis dengan menggunakan uji Oneway Annova. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji skrining fitokimia, metode ekstraksi maserasi dan microwave assisted extraction dan uji antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Senggani yang diperoleh melalui metode maserasi mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Ekstrak dari metode MAE juga mengandung senyawa-senyawa tersebut, serta glikosida tambahan. Aktivitas antibakteri ekstrak daun Senggani terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menunjukkan bahwa ekstrak dari metode MAE memberikan zona hambat yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak dari metode maserasi, menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dalam aktivitas antibakteri.
Aktifitas Anti Bakteri Sediaan Foot Spray Ekstrak Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon(L.)) dan Daun Teh (Camelia sinensis L(L.)) terhadap Staphylococcus epidermidis Zahara, Fitria Siti; Nasution, Muhammad Amin; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3508

Abstract

Indonesia adalah salah satu Negara ber-iklim tropis yang memiliki 2 cuaca yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Pada saat musim kemarau suhu melonjak derastis sehingga produksi keringat cenderung meningkat. Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang banya mengeluarkan keringat, karena pada kaki sering ditutupi dengan penggunaan kaus kaki dan sepatu yang mengakibatkan bau kaki. Bau kaki menjadi permasalahan yang banyak dialami oleh masyarakat dimana bau kaki mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri dan dapat mengganggu kenyamanan orang lain. Bau kaki sendiri disebabkan oleh adanya penumpukan keringat yang dipicu oleh bakteri pada permukaan kulit, salah satunya bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini dilakukan degan metode eksperimental. Dimana kombinasi kulit jeruk lemon dan daun teh diformulasikan menjadi sediaan foot spray dengan beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 0.5%, 1% dan 1,5%. Kemudian sediaan foot spray melewati uji evalusai sediaan dan uji aktifitas anti bakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.Hasil akhir penelitian menunjukkan sediaan footspray ekstrak jeruk lemon dan dauun teh telah melewati pengujian cycling test baik secara organoleptis yang meliputi bentuk, warna, aroma dan pH sediaan telah memenuhi persyaratan. Sedangkan untuk hedonic test formulasi yang paling diminati oleh sukarelawan adalah formula I dengan konsentrasi 0,5% dan dilakukan uji iritasi kepada sukarelawan, menunjukkan ketiga formulasi tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Dalam pengujian aktivitas antibakteri dari ketiga formulasi, formula 1 dengan konsentrasi 0,5% menunjukkan aktifitas antibakteri termasuk kategori sedang, sedangkan pada formulasi 2 dan 3 dengan konsentrasi masing masing 1% dan 1,5% menunjukkan aktifitas antibakteri kuat dengan diameter zona hambat berturut-turut formula 1 dengan konsentrasi 0,5% 7,93mm, formula 2 dengan konsentrasi 1% 11,4mm, dan formula 3 dengan konsentrasi 1,5% 13,96mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.
The Antibacterial Activity Test Of Leaf Extract Nanoparticles Of Senggani (Melastoma Candidum D.Don) Against Cutibacterium Acnes And Staphylococcus Epidermidis Bacteria Tia Nazilla; Muhammad Amin Nasution; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to explore and delve deeper into the reasons families request passive euthanasia, the illnesses and conditions that lead individuals to consider such actions, and how the principle of patient autonomy is applied in euthanasia practices at KH. Daud Arif Regional General Hospital, Kuala Tungkal. The research employs a qualitative approach through literature review studies. Data were collected from journals, books, and previous studies, focusing on the withdrawal of life-support measures and the ethical principle of autonomy. The collected information was analyzed to support the research. Based on the findings, decisions regarding euthanasia, particularly passive euthanasia, should ideally be made by patients when they are mentally capable. However, in critical conditions where the patient is incapacitated, the responsibility is transferred to the patient's family, who can make decisions on their behalf, including opting for passive euthanasia. While active euthanasia remains illegal in Indonesia, passive euthanasia, such as the cessation of life-support interventions, is permitted under certain legal frameworks, such as Ministry of Health Regulation No. 37 of 2014. This regulation also emphasizes the importance of therapeutic contracts between patients and healthcare providers. The reasons families or patients choose passive euthanasia at KH. Daud Arif Regional General Hospital, Kuala Tungkal, include prolonged physical suffering and a significant decline in quality of life. The illnesses or conditions considered for passive euthanasia include chronic, incurable diseases that cause ongoing suffering, such as heart disease, kidney failure, or illnesses with poor prognoses.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KUPU-KUPU (BAUHINIA PURPUREA L.) Nasution, Muhammad Amin; Asparyzha, Rhyzha; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Daulay, Anny Sartika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32256

Abstract

Senyawa fenolik diketahui memiliki efek biologis seperti antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) diketahui mengandung fenolik, dimana senyawa golongan fenolik juga diketahui sangat berperan terhadap aktivitas antioksidan, karena semakin besar kandungan senyawa golongan fenoliknya maka semakin besar aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dari daun kupu-kupu terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pada penelitian ini dilakukan uji karakterisasi terhadap serbuk simplisia dan daun kupu-kupu dimaserasi dengan etanol 96%. Selanjutnya ekstrak etanol ditetapkan kadar fenolik total menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 744 nm. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu  dengan standar asam galat. Kadar fenolik total dinyatakan dalam mg equivalent asam galat (GAE)/g simplisia. Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakter terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi agar.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar fenolik total ekstrak etanol daun kupu-kupu sebesar 209,56 ± 0,5398 mg GAE/g. Data hasil uji antibakteri dianalisa statistika menggunakan uji One Way Anova menunjukkan adanya pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan bakteri uji dilihat dari nilai P<0,005. Hasil Penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kupu-kupu mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi pada konsentrasi 100% terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat kategori kuat yaitu 19,12 mm sedangkan pada Escherichia coli termasuk kategori kuat dengan diameter zona hambat yaitu 13,57 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK ASETON DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) Yadi, Hervi; Pertiwi, Nia Novranda; Lubis, Minda Sari; Nasution, Muhammad Amin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32480

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang dapat mencegah atau memperlambat sel mengalami kerusakan akibat radikal bebas dengan cara melengkapi kekurangan elektron dari radikal bebas. Antioksidan dapat menyerap atau menetralkan radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenis, dan penyakit lainnya. Karena antioksidan dapat mendonorkan elektronnya untuk menghentikan reaksi berantai radikal bebas yang dapat merusak tubuh. Tanaman yang memiliki khasiat sebagai antioksidan yang telah diuji salah adalah alpukat. Selain itu alpukat juga dikenal berkhasiat sebagai antibakteri karena kandungan senyawa antibakteri seperti, alkaloid, dan flavonoid pada buah, biji dan daunnya. Selain itu daunnya juga mengandung polifenol, dan buahnya mengandung tanin Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang telah banyak berkontribusi sebagai obat tradisional. Daun alpukat mengandung beberapa senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan. Senyawa kimia yang terkandung pada tanaman alpukat diantaranya seperti saponin, alkaloid, flavonoid, dan tanin. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan bahan tumbuhan, pembuatan ekstrak etanol, pemeriksaan karakterisasi, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa kimia metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan pada daun alpukat (Persea americana Mill.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksperimental. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil analisis aktivitas antioksidan pada daun alpukat dengan menggunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl memiliki nilai IC50 49,659 ppm dan nilai IC50 vitamin C sebesar 3,8445 ppm. Dengan kategori sangat kuat.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL, FRAKSI ETIL ASETAT DAN N HEKSAN DAUN KUPU-KUPU (BAUHINIA PURPUREA L.) TERHADAP MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN Siregar, Rina Paramitha; Nasution, Muhammad Amin; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35864

Abstract

Salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di dunia adalah Diabetes Melitus (DM) yaitu berada di posisi ke-6 diantara penyakit lain, Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita DM di dunia posisi ke-6. Salah satu alternatif terapi yang memiliki efek samping lebih sedikit dan aman ialah pengobatan dengan bahan alam Tanaman yang diduga mempunyai khasiat sebagai penurun glukosa darah ialah tanaman kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) karena mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan glikosida yang dapat berfungsi sebagai antidiabetes. Penelitian ini meliputi karakterisasi simplisia, skrining fitokimia dan uji aktivitas antidiabetes. Aktivitas antidiabetes ekstrak etanol, fraksi n-heksan dan etil asetat daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) pada mencit putih jantan dilakukan dengan menggunakan metode uji induksi aloksan secara intraperitonial. Kelompok Na-CMC 0,5%, kelompok glibenklamid 0,01%. Ekstrak etanol, fraksi n-heksan dan etil asetat  yang diberikan secara oral dengan dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Data hasil penelitian di analisis secara ANOVA (Analysis of Variance) menggunakan uji Duncan. Hasil karakteristik simplisia daun bakung diperoleh kadar air 9,88%, kadar sari larut dalam air 17,02%, kadar sari larut dalam etanol 6,78%, kadar abu total 13,09%, dan kadar abu tidak larut asam 0,34%. Hasil skrining fitokimia simplisia dan ekstrak etanol daun bakung menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid. Uji efek antidiabetes menggunakan mencit putih yang dibagi dalam 8 kelompok. Dari uji yang telah dilakukan kelompok fraksi etil asetat dengan dosis 400 mg/kg BB yang memberikan efek yang lebih baik dibanding kontrol positif (Glibenklamid) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit. 
Edukasi Penggunaan Antibiotik yang Benar dalam Mencegah Resistensi Antibiotik Rinda Sari, Sylvi; Yunus, Muhammad; Fauzi, Ziza Putri Aisyia; Rani, Zulmai; Nasution, Muhammad Amin; Pertiwi, Nia Novranda; Syahputri, Hindri
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i1.55

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak benar memunculkan problematika kesehatan dalam masyarakat.  Alih-alih menjadi obat dalam mengatasi infeksi oleh bakteri, penggunaan antibiotik yang salah dapat menyebabkan resistensi dimana antibiotik tidak dapat membunuh bakteri di dalam tubuh dan akan kebal terhadap infeksi bakteri yang sama. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi penggunaan antibiotik yang benar kepada masyarakat sekitar Apotek Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan, untuk menghindari resistensi antibiotik. Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Penilaian terhadap keberhasilan kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil kuisioner menunjukkan ketertarikan peserta akan kegiatan sebesar 95,25%, memahami informasi obat sebesar 87,52%, dan pengetahuan peserta terhadap penggunaan antibiotik yang benar sebesar 90,74%. Edukasi ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mitra tentang penggunaan antibiotik yang benar dalam mencegah resistensi antibiotik.
Pemberdayaan Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Lamglumpang dalam Produksi Sabun Antibakteri Berbahan Ampas Kopi dan Minyak Nilam Fajar Fakri; Didi Nurhadi Illian; Cut Nella Asyifa; Mirdha Iryana; Muhammad Amin Nasution
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9295

Abstract

Coffee is one of Indonesia's leading commodities, making it the world's largest coffee producer. In Aceh, the culture of drinking coffee has become part of people's daily traditions, especially in Ulee Kareng Sub-district, which is known as one of the centers of coffee bean powder processing. Large amounts of coffee grounds are produced during the coffee processing process, but they are typically not utilized optimally and often end up as waste. We have the potential to process coffee grounds into value-added products like antibacterial soap. Furthermore, patchouli oil from patchouli plants growing in Aceh has strong antibacterial properties, making it an ideal ingredient for combining with coffee grounds in making antibacterial soap. This community service activity aims to empower the beneficiaries of the Family Welfare Program (PKH) in Lamglumpang Village by improving their skills in making antibacterial soap formulated from coffee grounds and patchouli oil. The training provided is in the form of making dish soap products, as well as understanding the economic potential of these ingredients. The activity stages include socialization, technical training, application of simple technology in production, as well as mentoring and evaluation of product results. Results showed high enthusiasm from participants, with active involvement in the training and a desire to continue soap production independently. We expect this program to create new economic opportunities, enhance the economic independence of the Lamglumpang Village community, and lessen their reliance on social assistance. This antibacterial soap innovation also supports waste reduction and sustainable utilization of local resources.
HUBUNGAN PEMBERIAN VITAMIN A, IMUNISASI DAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI UPTD PUSKESMAS BANDA RAYA Zhafirah, Rana; Sari, Syilvi Rinda; Yuniarti, Rafita; Nasution, Muhammad Amin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.35862

Abstract

Di Indonesia masalah gizi pada anak balita merupakan masalah yang menjadi topik utama yang membutuhkan perhatian besar dari berbagai pihak. Salah satu permasalahan gizi yang menjadi topik utama di Indonesia adalah stunting. Stunting menjadi salah satu permasalahan gizi yang serius bagi anak anak di Indonesia. Stunting ialah kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak pada usia yang sama, atau dengan kata lain tinggi badannya lebih rendah dari standar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian vitamin A dan imunisasi pada anak stunting, serta mengetahui upaya pencegahan kejadian stunting pada anak dan Untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap kejadian anak stunting. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini 201 anak usia 24-59 bulan di UPTD puskesmas Banda Raya, terdiri dari 74 anak dengan kelompok stunting dan 127 anak kelompok nonstunting. Pengambilan data secara retropektif, menggunakan data primer dan sekunder, dimana data primer data yang di peroleh dari kuesioner penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Data dianalisis menggunakan spss. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan terdapat adanya hubungan antara pemberian vitamin A, imunisasi dan Tingkat pengetahuan orang tua terhadap kejadian anak stunting. Dimana hasil dari uji chi square pada pemberian vitamin A imunisasi dan Tingkat pengetahuan orang tua didapatkan nilai p value = 0.001 (p < 0.05) yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian vitamin A dan imunisasi terhadap kejadian stunting pada balita di UPTD puskesmas Banda Raya.
Integrating Maqāṣid al-Sharī‘ah into the Legal Framework of Child Adoption in Indonesia Muhammad Alifza; Nasution, Muhammad Amin
Al-Risalah VOLUME 25 NO 2, NOPEMBER (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.vi.58136

Abstract

This study aims to analyze the alignment of child adoption regulations in the Child Protection Law and its implementing regulations with the principles of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in relation to ḥifẓ al-nafs (protection of life) and ḥifẓ al-naṣl (protection of lineage). The widespread practice of informal child adoption without court authorization—especially in rural areas—raises legal concerns regarding lineage, identity, and the rights of child protection from both positive legal and Islamic perspectives. This research employs a normative-juridical method with a statutory and Islamic jurisprudence approach, supported by secondary data obtained from a field study in Beji Village, Banyumas. The analysis uses al-Ghazālī’s maqāṣid al-sharī‘ah framework to assess the compatibility between existing regulations and Islamic values on child protection. The findings indicate that the national legal framework essentially accommodates the principles of safeguarding life and lineage; however, there remain implementation gaps due to limited legal literacy, the influence of local traditions, and economic factors. The study’s original contribution lies in its proposal of a “structured kafālah” model as an integrative approach combining positive law and Islamic law, along with a recommendation for Islamic-based legal training for village officials and communities. The implication is that strengthening regulations and education that integrate maqāṣid al-sharī‘ah into adoption practices is crucial to ensure lawful, just, and contextually relevant child protection in accordance with both legal and religious values.
Co-Authors Abadi, Hafizhatul Ade Shindy F Br Sembiring Ade Sumiardi Adek Chan Anggi, Reza Destri Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Apmarja, Sarah Utami Arfiani Arifin Aris Ma'ruf Aryunda, Divia Asparyzha, Rhyzha Asyrun Alkhairi Lubis Awanis, Safirah Cut Nella Asyifa Didi Nurhadi Illian Dwiyarina Margarisa Fahma Shufyani Faisal, Hendri Fajar Fakri Fira Safitri Firman Rezaldi Firman Rezaldi Firman Rezaldi Firman Rezaldi Firman Rezaldi Fithri Pulungan, Ainil Gabena Indrayani Dalimunthe Hari Hariadi Haris Munandar Nasution Hasibuan, Supia Indah Hendra Jaya Hendri Faisal Hendri Faisal Hendri Faisal Hindri Syahputri Ika Julianti Tambunan Ika Yeni Siahaan Indra Ginting Isti Dwi Pruschia Januri, Muhammad Rizal Jefri Naldi Khairani Fitri Khairani, Tetty Noverita Leni Halimatusyadiah Lestari, Seri Ligo, Azzura Lilik Septiana Lubis, Minda Sari Luthvia, Luthvia M. Fariz Fadillah M. Fariz Fadillah M. Pandapotan Nasution Mambang, D Elysa Putri Manik, Umi Chairani Mayang Sari Melia Sari Melia Sari Melia Sari, Melia Mirdha Iryana Muhammad Alifza Muhammad Andry Muhammad Yunus Muhammad Yunus Muhammad Yunus Mutia Muhardiyanti Nazirah, Nazirah Naziyah, Syifa Nia Novranda Pertiwi Nidia Rizka Niswa, Khairun Nurul Aulia Octania, Adelia Dwi Pradita, Diding Pricella Ginting Purba, Juvantri Fablo Putri , Adilla Rafita Yuniarti Rezaldi, Firman Rida Evalina Tarigan Ridwanto Ridwanto Rinda Sari, Sylvi Rudang, Singgar Ni Rumanti, Ruth Mayana Sahliah Sahliah, Sahliah Sari, Syilvi Rinda Selfia Lestary Shodikin, Marwan Ali Simanjuntak, Monica Nelly Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Rina Paramitha Siska Dwi Anggraeni Suseno Amien Syafira, Nona Tanjung, M. Fadli Tetty Noverita Khairani Tia Nazilla Tri Damaiyanti Vannissa Andriani Irawan Winata, Hanafis Sastra Yadi, Hervi Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yulia Nanda Putri Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yusep Ikrawan Zahara, Fitria Siti Zhafirah, Rana Zikra Maqfirah Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani