p-Index From 2021 - 2026
5.405
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Character Education for Elementary School Students: A Process of Internalizing Religious Values through Nadoman in Sumedang Regency Supriyadi, Tedi; Hakam, Kama Abdul; Nurdin, Encep Syarief; Kosasih, Aceng; Rukmana, Anin; Saptani, Entan
Mimbar Sekolah Dasar Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v10i3.63399

Abstract

This study delves into the nadoman tradition prevalent among the Sundanese people of Sumedang district, focusing on how religiosity is transmitted among elementary school children through nadoman as a medium for character education rooted in local wisdom. Sumedang district was chosen due to its declaration as the center of Sundanese culture under the “Sumedang as the Sundanese Cultural Center” government program. Utilizing an ethnographic design, the study involved 3 teachers and 30 elementary school students in the North Sumedang sub-district, Sumedang Regency-West Java.  The study identified five significant themes: nadoman as an expression of appreciation for government policies, nadoman as an educational tradition for Sundanese Muslim children, nadoman as local wisdom, nadoman as a means for internalizing values, and the embodiment of students’ religious character through the nadoman tradition. Ultimately, the study concludes that the nadoman tradition plays a vital role in fostering and fortifying the religious character of children involved, contributing to the development of a character education program rooted in local wisdom within formal education institutions.
Local wisdom-based PAI learning: exploring integrated models in building student national character Firmansyah, Mokh. Iman; Nurdin, Encep Syarief; Hakam, Kama Abdul; Kosasih, Aceng
TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Vol 10, No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v10i1.57477

Abstract

This article explores character valuesin the local wisdom of Sundanese culture and the “Bandung Masagi” policy as teaching materials in an integrated model of PAI learning in tertiary institutions to build students’ national character. This study chose a qualitative approach with an exploratory study design. The study’s results found that the values’ meaningin local wisdom is closely related to national character. The four values in Sundanese philosophy (silih asah, silih asih, silih asuh, and silih wawangi) are closely related to interpersonal relations (moral character), while the valuesin “Bandung Masagi” (love religion, protect culture, defend the country, and love the environment) closely related to self-mastery (performance character). The entire value of this local wisdom is an indicator of national character, which is very much needed. Through an integrative model, these local wisdom valuescan become teaching materials in PAI learning in tertiary institutions through the internalization stage, namely the provision of reliable information, so that students are confident in this information and become an attitude and displayed in the form of the character of the national love.Artikel ini mengupas nilai-nilai karakter dalam kearifan lokal budaya Sunda dan kebijakan “Bandung Masagi” sebagai bahan ajar dalam model pembelajaran PAI terpadu di perguruan tinggi untuk membangun karakter bangsa mahasiswa. Penelitian ini memilih pendekatan kualitatif dengan desain penelitian eksploratif. Hasil penelitian menemukan bahwa makna nilai-nilai kearifan lokal erat kaitannya dengan karakter bangsa. Keempat nilai dalam filsafat Sunda (silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wawangi) erat kaitannya dengan hubungan interpersonal (berakhlak mulia), sedangkan nilai-nilai dalam “Bandung Masagi” (cinta agama, menjaga budaya, bela negara, dan cinta lingkungan) erat kaitannya dengan penguasaan diri (kinerja karakter). Keseluruhan nilai kearifan lokal ini merupakan salah satu indikator karakter bangsa yang sangat dibutuhkan. Melalui model integratif, nilai-nilai kearifan lokal tersebut dapat menjadi bahan ajar dalam pembelajaran PAI di perguruan tinggi melalui tahap internalisasi yaitu pemberian informasi yang terpercaya, sehingga mahasiswa yakin akan informasi tersebut dan menjadi sikap serta ditampilkan dalam bentuk karakter tentang cinta nasional.
Cultivating Spiritual Intelligence: A Holistic Approach to Character Education for Prospective Nuns in RSCJ Community Diwu, Yolanda Alina; Nurdin, Encep Syarief; Ganeswara, Ganjar Muhammad
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7030

Abstract

Responding to the Church's invitation and the increasingly rapid development of the times, this has greatly influenced the development of today's children, resulting in formation changes in the way of formation in each congregation. The aim of this research is: To know and identify a description of the character education model that brings spiritual values to life in the formation of RSCJ nuns. This research is a qualitative research. This research was conducted at the Congregation of the Sacred Heart of Jesus (RSCJ) in Bandung, West Java and Jakarta. The results of the research carried out are increased self-awareness and spiritual understanding. Intrapersonal intelligence-based character education at RSCJ develops deeper self-awareness in prospective nuns, facilitating a process of introspection that allows them to understand internal emotions, desires, strengths and weaknesses. This increase brings significant spiritual growth, creating a strong foundation for the development of a richer and more meaningful relationship with God. The conclusion of the research carried out is the Development of Spiritual Values with a focus on developing spiritual values such as love, honesty and empathy. This research contribution provides recommendations for prospective nuns to be taught to use introspection and self-awareness as tools to integrate these values into their behavior and decisions, forming a character that is in accordance with spiritual principles.
Telaah Revisi Teori Domain Kognitif Taksonomi Bloom dan Keterkaitannya dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam Kartini, N. Euis; Nurdin, Encep Syarief; Hakam, Kama Abdul; Syihabuddin, Syihabuddin
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3478

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan alasan revisi teori Taksonomi Bloom domain kognitif dan keterkaitannya dengan pendidikan di Indonesia khususnya pada pemanfaatan teori bagi kurikulum Pendidikan Agama Islam pada jenjang Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode library reseach, yaitu metode penelitian yang bersumber dari perpustakaan. Hasil analisis mendeskripsikan bahwa keterkaitan dengan kurikulum Pendidikan Agama Islam di Tingkat Sekolah Menengah Atas bahwa dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam memiliki dasar yang sama yaitu meliputi: Hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungan alam sekitar. Dalam kurikulum Pendidikan Agama, paling tidak terdapat memuat pokok bahasan tentang: Sejarah Kebudayaan Islam, Aqidah Akhlak, Fiqh dan Alquran-Hadis yang memiliki koherensi dengan domain kognitif taksonomi Bloom. Hal ini menunjukan bahwa dalam sudut pandang Islam, teori Taksonomi Bloom dapat dikolaborasian dalam merancang pendidikan di Indonesia secara khusus.
INTERNALISASI NILAI PANCASILA DALAM PRAKTIK DISKRESI BAGI PENGAMBILAN KEBIJAKAN Surahno, Surahno; Ruyadi, Yadi; Nurdin, Encep Syarief
Masalah-Masalah Hukum Vol 53, No 3 (2024): MASALAH-MASALAH HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mmh.53.3.2024.316-325

Abstract

Tulisan ini mengajak pembaca untuk menganalisis keberadaan diskresi dengan tidak terbatas pada hukum positif yang biasa dipergunakan oleh pendekatan hukum administrasi negara, melainkan dari sudut pandang hukum kodrat yang secara filosofis diisi oleh nilai-nilai ideologis seperti Pancasila sebagai sebuah recht ide negara yang bersifat lebih luas serta mendasari substansi aturan yang terkandung dalam hukum positif tersebut. Dengan mempergunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan teoretis-konseptual, tulisan ini mengklaim bahwa untuk mengatasi persoalan diskresi, diperlukan dua langkah terobosan, yakni menempatkan diskresi dalam kerangka hukum kodrat yang berbasis pada Pancasila dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila bukan lagi kepada muatan atau isi diskresi, tetapi kepada pejabat pemerintah sebagai pengguna diskresi itu sendiri. Selain itu, tulisan ini juga menyarankan agar pemerintah lebih memerhatikan Indikator Nilai Pancasila sebagai pedoman dalam pengambilan diskresi.
Pengembangan Model Pembelajaran Inkuiri dalam Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk Menguatkan Kewargaan Digital Sartika, Rika; Maftuh, Bunyamin; Nurdin, Encep Syarief; Budimansyah, Dasim
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi model pembelajaran inkuiri dalam menguatkan keterampilan kewargaan digital yang dimiliki mahasiswa. Keterampilan ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi era digital dimana ruang kehidupan tak terbatas dan pola interaksi yang bervariasi, agar tetap beretika. Melalui model pembelajaran inkuiri dalam Pendidikan Kewarganegaraan, diharapkan mahasiswa bukan hanya memiliki pengetahuan digital; namun juga memiliki tanggungjawab digital.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif; dengan pengumpulan data melalui observasi; wawancara; dan kajian literatur. Lokasi penelitian di dua perguruan tinggi yaitu Universitas Pendidikan Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Informan penelitian yang dituju yaitu dosen dan mahasiswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data; pengujian data; dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan model pembelajaran inkuiri yang ideal untuk menguatkan keterampilan kewargaan digital adalah yang dikolaborasikan dengan blended learning;  Kendala yang dihadapi dalam penerapan model yaitu keterampilan dosen dalam menguasai teknologi dan motivasi mahasiswa menggunakan sumber digital yang terpercaya. Mahasiswa memiliki keterampilan kewargaan digital setelah menggunakan model inkuiri. Implikasi penelitian ini yaitu model hipotetik inkuiri yang sesuai dengan era digital saat ini dan dapat diterapkan di perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan.
Peningkatan Aktualisasi Nilai - Nilai Pancasila pada Generasi Muda Melalui Proyek Dialektika Pancasila Prihatin, Endang; Nurdin, Encep Syarief; Ruyadi, Yadi; Suhartati, Tri; Thabrani, An Nisaa Atila
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3287

Abstract

Generasi muda sebagai pilar masa depan suatu bangsa menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang mempengaruhi perkembangan karakter mereka di era global dan digital. Generasi muda saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pendidikan, lingkungan sosial, teknologi, dan pengaruh orang tua dalam membentuk motivasi dan niat mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran. Penelitian yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu atau serangkaian penelitian dikenal dengan metode campuran. Uji coba yang dilakukan di Kota Tangerang menunjukkan bahwa model ini dapat diimplementasikan secara efektif, dengan beberapa perbaikan dan penyesuaian yang terus dilakukan untuk memastikan tercapainya tujuan pembelajaran. Kesimpulannya, model proyek Dialektika Pancasila memiliki potensi yang besar dalam membentuk karakter generasi muda yang dibangun di atas prinsip-prinsip Pancasila.
Strategi Pembentukan Karakter Disiplin Anak Usia Dini di Banjarmasin Faqihatuddiniyah; Nurdin, Encep Syarief; Mariani, Naniek; Kosasih, Aceng
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3900

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bamainan masyarakat Banjar melakukan penanaman karakter disiplin dengan menamakan pembentukan, hasil dari temuan penelitian tentang proses penanaman karakter disiplin anak usia dini melalui metode pembiasaan adalah: (1) guru membiasakan anak untuk datang tepat waktu; (2) guru membiasakan anak untuk mengembalikan barang ke tempat semula; (3) guru membiasakan anak untuk membereskan mainan setelah bermain di dalam kelas; (4) guru membiasakan anak untuk bersabar dan tertib dalam menunggu giliran mencuci tangan; dan (5) guru membiasakan anak untuk mengantri ketika ingin ke kamar mandi. Pembiasaan yang dilakukan  tidak hanya pembiasaan melalui ucapan atau kata motivasi saja, namun pembiasaan melalui perilaku juga dilakukan di masyarakat Banjar, perilaku yang ditunjukkan oleh anak setelah mendapatkan pembiasaan dari guru yaitu: (1) anak datang tepat waktu, akan tetapi ada beberapa anak yang belum bisa datang tepat waktu, hal ini mengacu pada jumlah anak yang terlambat setiap hari mengalami naik turun; (2) anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya, hal ini ditunjukkan dengan kesadaran anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya tanpa diminta oleh guru, baik itu mainan ataupun alat tulis; (3) tertib dalam menunggu giliran, hal ini di tunjukkan dengan kesadaran anak berbaris di belakang temanya ketika ingin mencuci tangan tanpa didampingi oleh guru. Faktor pendukung pembentukan karakter disiplin di masyarakat Banjar yaitu adanya contoh dari guru, dan konsistensi yang dilakukan guru. Faktor yang menghambat pembentukan karakter disiplin di masyarakat Banjar yaitu ada beberapa orang tua yang tidak peduli dengan perkembangan anaknya, dan tidak adanya kerja sama antara orang tua dan sekolah, dan kematangan usia anak juga mempengaruhi pembentukan karakter disiplin anak usia dini di masyarakat Banjar.
A META-ANALYSIS OF THE FILTER BUBBLES ON SOCIAL MEDIA: RESEARCH NOVELTY AND ITS IMPLICATIONS FOR UNDERSTANDING THE CHARACTER OF PANCASILA Achdyat, Achdyat; Budimansyah, Dasim; Nurdin, Encep Syarief; Hidayat, Mupid
International Journal of Education Vol 18, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Kantor Jurnal dan Publikasi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ije.v18i1.74340

Abstract

The phenomenon of filter bubbles on social media disrupts a comprehensive understanding of Pancasila and triggers opinion polarization that threatens national unity in Indonesia. This study aims to examine the development of research related to the filter bubble phenomenon by utilizing a meta-analysis literature study method. The data sources used are Google Scholar, with the application Publish or Perish to identify research trends. Further, novelty analysis of the research was conducted using the VOSviewer application. The search was conducted on international journal publications indexed by Google Scholar using the keywords "filter bubble, social media" from 2013 to 2023, and a total of 985 articles were found. Findings indicate that publications related to this topic have seen a relatively high increase from 2013 to 2023, suggesting a potential trend for increased research interest in the coming years. From the data obtained, results indicate that there are several interesting topics as research novelties, including filter bubbles on social media and their implications for the distortion of understanding Pancasila's character. The implications of the Filter Bubble phenomenon on the understanding of Pancasila's character create significant challenges in efforts to build strong national awareness and identity in Indonesia. Filter bubbles narrow access to information, potentially reducing a comprehensive understanding of Pancasila and triggering opinion polarization that threatens national unity. Further research is needed to examine the mechanisms of filter bubbles and mitigation strategies to strengthen understanding of Pancasila and build inclusive national solidarity. Additionally, this article is also important as a source of data for the development of research on the topic of filter bubbles.
Evaluation of Mutual Cooperation Characters in Kindergarten (TK) Students: A Preliminary Study: Evaluasi Karaker Gotong Royong Pada Siswa Taman Kanak-Kanak (TK): Sebuah Studi Awal Devina, Feri; Nurdin, Encep Syarief; Ruyadi, Yadi; Kosasih, Aceng
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14 No 1 Periode Desember - Februari
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v14i1.1280

Abstract

Abstract The main issue in this research is the lack of understanding and deep habituation of essential character values. The purpose of this study was to evaluate the character of mutual cooperation in kindergarten students in Bandung City, Indonesia. The methodology of this research uses quantitative methods and quasi-experimental techniques. The research design adopted is the non-equivalent pretest-posttest Post-test Control Group Design. Data were collected using a Likert scale questionnaire given to the students' parents. This questionnaire measures the components of mutual cooperation. A total of 26 respondents from School A and 18 respondents from School B participated in this study. The analysis results show that the character of mutual cooperation is already possessed by students in both schools. The average score for mutual cooperation is 1.77 (SD = 1.107) in School A and 1.50 (SD = 0.786) in School B. However, these values need to be improved. This research recommends the use of the traditional Papancakan game to strengthen the character of mutual cooperation. The integration of local cultural wisdom into the early childhood education curriculum is very important for the development of children's character. Keywords: Early Childhood Education; Kindergarten; Character Education; Mutual Cooperation Abstrak Permasalahan utama dalam penelitian ini tentang kurangnya pemahaman dan pembiasaan yang mendalam tentang nilai-nilai esensi karakter. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi karakter gotong royong pada siswa TK di Kota Bandung, Indonesia. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknik kuasi eksperimen. Desain penelitian yang diadopsi adalah Non-equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang diberikan kepada orang tua siswa.  Kuesioner ini mengukur komponen gotong royong. Sebanyak 26 responden dari Sekolah A dan 18 responden dari Sekolah B berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakter gotong royong sudah dimiliki oleh siswa di kedua sekolah. Skor rata-rata untuk gotong royong, skor rata-rata adalah 1.77 (SD = 1.107) di Sekolah A dan 1.50 (SD = 0.786) di Sekolah B. Namun, nilai-nilai tersebut perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan permainan tradisional Papancakan untuk memperkuat karakter gotong royong. Integrasi kearifan budaya lokal dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sangat penting untuk perkembangan karakter anak. Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini; Taman Kanak-Kanak; Pendidikan Karakter; Gotong Royong
Co-Authors Abdul Hakam Ace Suryadi Aceng Kosasih, Aceng Achdyat, Achdyat Adin Ariyanti Dewi Ahmad Syamsu Rizal, Ahmad Syamsu Andika, Alek Ariputra, I Putu Suyasa Asep Dahliyana Atmono, Dwi Azmy, M. Noor Bariboon, Gumpanat Bunyamin Maftuh Cahyaningsih, Ade Cecep Darmawan Chairil Faif Pasani Dahliayana, Asep Dahliayana, Asep Darisman, Dede Darsiharjo Dasiharjo Dasim Budimansyah Devina, Feri Dewantara, Jagad Aditya Diwu, Yolanda Alina Fajrin, Elis Amani Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah, Faqihatuddiniyah Fauziah, Fitri Nurul Fitri Nur Milah, Fitri Nur Ganeswara, Ganjar Muhammad Hambali, Deni Supardi Imas Kurniawaty Insan, Radix Khoerul Insan, Radix Khoerul Isya, Warlim Kadek Aria Prima Dewi PF, Kadek Kartini, N. Euis Khairani, Yenny Krishnawati, Naniek Lestari, Rianti Dwi Lestari, Rianti Dwi Mansyur Mansyur Mansyur Mariani, Naniek Mastur Mokh. Iman Firmansyah Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang Muhammad Sabri Mulyadi, Dian Muhammad Johan Johor Munawir, Ahmad Mupid Hidayat Mustolikh Mustolikh Najib, Agus Mohammad Nurihsan, Achmad Juntika Nurul Fauziah Prayoga Bestari Prihatin, Endang Puji Yanti Fauziah Purwati Purwati Putra, Agung Dwi Rahmat Rahmat Rahmat, Cece Rakhmat, Cece Ramdani, Ajang Ridha, Maftuhin Ridha, Maftuhin Rika Purnamasari Rika Sartika Rita Milyartini Rizal, Ahmad Symsu Rukmana, Anin Saptani, Entan Siti Nurbayani Sriharjo, Sadono Suabuana, Cik Subiakto, Bambang Subiyakto, Bambang Sudibja, Martina Suhartati, Tri Sulistijaningsih, Sri Supriyadi, Tedi Surahno, Surahno Syihabuddin Syihabuddin Tanshzil, Sri Wahyuni Thabrani, An Nisaa Atila Utama, Agus Hadi Vini Agustiani Hadian Wahyu Wahyu Wahyu Warlim Warlim Widiniani, Santy Wisnu Subroto Yadi Ruyadi Yuli Apriati