p-Index From 2021 - 2026
13.036
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknoin Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) LaGeografiA PREMISE: Journal of English Education and Applied Linguistics Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Anglo-Saxon : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Edukasi: Jurnal Pendidikan Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Edulingua: Jurnal Linguistiks Terapan dan Pendidikan Bahasa Inggris Jurnal Keperawatan Abdurrab JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu ENGLISH EDUCATION: JOURNAL OF ENGLISH TEACHING AND RESEARCH JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI) PROJECT (Professional Journal of English Education) Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Elsya : Journal of English Language Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Journal of English Language Teaching and Learning (JETLE) Language and Education Journal JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Journal of English Education Program (JEEP) Lingua Susastra Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Journal of English Language and Education DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Journal of Education Research Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) UC Journal: ELT, Linguistics and Literature Journal Jurnal Riset Teknik Industri Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of English Teaching Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Jurnal Basicedu Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Tamaddun Journal of Scientific Research, Education, and Technology Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia TELL - US JOURNAL Surya Informatika IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Nusantara Journal of Multidisciplinary Science International Journal of Educational Best Practices At-Thufail : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini International Journal of Education, Vocational and Social Science International Journal of Economic Entrepreneurship and Business Management English Education: English Journal for Teaching and Learning Argopuro : Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Journey: Journal of English Language and Pedagogy Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science

Perancangan Fasilitas Kerja Ergonomis pada Stasiun Kerja pada Quality Control dan Packaging di CV. New Bandung Mulia Konveksi Muh Edvans Edvans; Yanti Sri Rejeki; Selamat
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.592 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i2.3406

Abstract

Abstract. Technological advances in the current era of globalization, require companies to innovate and improve the quality and quantity of their products in order to achieve customer satisfaction and profits. In order to achieve these goals, companies need to pay attention to the values and aspects of the environment and work attitude. CV. New Bandung Mulia Konveksi is a company that produces clothing in the form of t-shirts, shirts and jackets, the nature of the company's production is make to order. The company is currently experiencing a decline in sales of shirts, t-shirts and jackets. Decreased sales due to damaged and defective products, caused by worker errors. The operator's activities and work facilities are not ergonomic, making the operator easily tired and often complains of pain. As a result of fatigue and pain at work, it can reduce work performance, decrease physical strength/endurance and decrease concentration, resulting in errors in work that have an impact on the quality and quantity of the finished product. the Baseline Risk Identification of Ergonomic Factor (BRIEF) Survey method to determine the level of work risk, and anthropometry to design work facilities required by the packaging station operator and quality control. The design of the packaging and quality control work station table facility by making the main table for checking and folding clothes and baskets in front of the folding table, added to both sides of the reject clothes basket storage area and after the process of folding clothes, to make it easier when storing and taking clothes for checking after folded and put in plastic. Then the addition of chair work facilities that are made comfortable by adding backrests and sitting mats equipped with soft foam and seat heights that can be adjusted according to user comfort Abstrak. Kemajuan teknologi pada era globalisasi sekarang, menuntut perusahaan harus melakukan inovasi serta perbaikan kualitas dan kuantitas pada produknya guna mencapai kepuasan pelanggan serta keuntungan. Agar tercapainya tujuan tersebut, perusahaan perlu memperhatikan nilai-nilai dan aspek pada lingkungan serta sikap kerja. CV. New Bandung Mulia Konveksi adalah perusahaan yang memproduksi pakaian berupa kaos, kemeja dan jaket, sifat produksi perusahaan adaIah make to order. Perusahaan saat ini menggalami penurunan penjualan pada jenis pakaian kemeja, kaos dan jaket. Penurunan penjualan karena produk rusak dan cacat, yang disebabkan oleh kesalahan-kesalahan pekerja. Aktivitas dan fasilitas kerja operator yang tidak ergonomis, membuat operator mudah lelah dan sering mengeluhkan rasa sakit/nyeri. Akibat dari kelelahan dan rasa sakit dalam bekerja ini, dapat menurunkan performa kerja, berkurangnya kekuatan/ketahan fisik dan menurunnya konsentrasi, sehingga terjadi kesalaan-kesalaha dalam bekerja yang berdampak pada kualitas dan kuantitas produk jadi. metode Baseline Risk Identification of Ergonomic Factor (BRIEF) Survey untuk mengetahui tingkat resiko kerja, serta antropometri untuk merancang fasilitas kerja yang dibutuhkan oleh operator stasiun packaging dan quality control. Perancangan fasilitas meja stasiun kerja packaging dan quality control dengan membuat meja utama untuk pengecekan dan melipat baju dan keranjang didepan meja lipatan, ditambahkan di kedua sisi kanan kiri tempat penyimpanan keranjang baju reject dan sesudah proses melipat pakaian, agar lebih memudahkan pada saat menyimpan dan mengambil baju untuk pengecekan sesudah dilipat dan dimasukan dalam plastik. Kemudian penambahan fasilitas kerja kursi yang dibuat nyaman dengan menambahkan sandaran dan alas duduk yang dilengkapi busa empuk dan ketinggian kursi yang dapat diatur sesuai kenyamanan pengguna
Pengukuran Risiko Kerja Menggunakan Rapid Office Strain Assesment (ROSA) pada Fasilitas Meja Komputer Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Islam Bandung Alifatunisya Putri Rahayuningtias; Nur Rahman As'ad; Yanti Sri Rejeki
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.6542

Abstract

Abstract. Work facilities are one of the supporting factors of the physical work environment that can affect the performance of a worker as a means of facilitating carrying out an activity. The Laboratory of Work Design Analysis and Ergonomics (Lab.APK&E) at the Islamic University of Bandung organizes several practica on the same schedule. The practical implementation of engineering drawing and ergonomics requires a writing desk and a computer desk at the same time. Space limitations do not allow the laboratory to add tables, so a multifunctional table was designed by Haris Nurakhman in 2018. The results of this design have been used to date, but there are still deficiencies that cause unnatural postures. Unnatural postures can cause discomfort to the wearer. This study aims to identify the level of risk accepted by users of computer desk facilities. The risk level assessment method used is the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) method. Based on the results of measuring the risk level of 11 respondents, it shows that the current table is still included in group 3 (overall dangerous). The highest level of risk is obtained from the non-ideal position of the arms and shoulders when using the keyboard and mouse, the position of the monitor that cannot be adjusted, and the seat facilities that are not suitable. A high level of risk can cause disease due to the wrong posture and attitude at work. Therefore, it is necessary to take action to improve work desk facilities in accordance with ergonomic standards and conduct counseling regarding good posture or work attitude. Keywords: Work Facilities, Computer Desk, Rapid Office Strain Assesment (ROSA) Abstrak. Fasilitas kerja merupakan salah satu faktor pendukung dari lingkungan fisik kerja yang dapat mempengaruhi kinerja dari seorang pekerja sebagai sarana memudahkan dalam melakukan suatu aktivitas. Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi (Lab.APK&E) Universitas Islam Bandung menyelenggarakan beberapa praktikum dengan jadwal yang bersamaan. Pelaksanaan praktikum Gambar Teknik dan Ergonomi yang membutuhkan meja tulis dan meja komputer dalam waktu yang bersamaan. Keterbatasan ruangan tidak memungkinkan laboratorium untuk menambah meja, sehingga dilakukan perancangan meja multifungsi oleh Haris Nurakhman pada tahun 2018. Hasil rancangan tersebut sudah digunakan hingga saat ini, akan tetapi masih terdapat kekurangan yang menyebabkan adanya postur yang tidak alamiah. Postur yang tidak alamiah dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan terhadap penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi level risiko yang diterima oleh pengguna fasilitas meja komputer. Metode penilaian level risiko yang digunakan adalah metode Rapid Office Strain Assesment (ROSA). Berdasarkan hasil dari pengukuran level risiko dari 11 responden, menunjukan bahwa meja yang ada saat ini masih termasuk kedalam golongan 3 (berbahaya secara menyeluruh). Tingkat risiko tertinggi didapat dari posisi lengan dan bahu yang tidak ideal ketika menggunakan keyboard dan mouse, posisi monitor yang tidak dapat disesuaikan dan ketidaksesuaian fasilitas kursi yang tersedia. Tingkat resiko yang tinggi dapat menyebabkan penyakit akibat postur dan sikap kerja yang salah. Maka dari itu perlu dilakukan tindakan perbaikan fasilitas meja kerja sesuai dengan standar ergonomi serta melakukan penyuluhan mengenai postur atau sikap kerja yang baik. Kata Kunci: Fasilitas Kerja, Meja Komputer, Rapid Office Strain Assesment (ROSA)
Pengukuran Risiko Kerja Menggunakan Metode Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) Winie Hannifah; Yanti Sri Rejeki
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.6582

Abstract

Abstract. Musculoskeletal Disorders (MSDs) affect tissues throughout the body including the nerves and tendon sheaths, and sometimes involve the arms and back. Repetitive motion and vigorous exertion are risk factors for upper extreme disorders such as heavy lifting, bending and twisting. CV HER-5 Engineering Manufacturing is engaged in the automotive industry, with the products produced namely motor body spare parts. The spare part product currently being worked on by the company is the swing arm. The results of initial observations, obtained information about production costs increasing because there are many defective products. This is because defective products must be reprocessed. The most defects are in the wrong hole size. The hole size is not correct because the position of the component to be processed does not match the position of the drill bit. During the work, there is an unnatural operator working position. This is because the operator sits on a round bench with a diameter of 35 cm, a bench height of 15 cm and a diameter of 27 cm. In addition, operator space is limited because there is no place to store components. Based on the existing problems, this study aims to identify work risks. The Workplace Ergonomics Risk Assessment (WERA) measurement method is used for work risk assessment. The final risk assessment score shows a value between 34 – 42. The final score is in the range of medium or moderate risk levels. This indicates that the work requires further investigation and requires improvement. The work facilities designed are a Drilling Machine table with a table length of 156 cm, width 58 cm, height 116 cm. Keywords: Musculoskeletal Disorders (MSDs), Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA), Anthropometri. Abstrak. Muskuloskeletal Disorders (MSDs) berpengaruh terhadap jaringan bagian tubuh termasuk saraf dan selubung tendon, dan terkadang melibatkan lengan maupun punggung. Gerakan berulang dan pengerahan tenaga yang kuat merupakan faktor risiko yang untuk gangguan ekstrim seperti angkat berat, membungkuk, serta memutar. CV HER-5 Engineering Manufacturing bergerak di bidang industri otomotif, dengan produk yang dihasilkan yaitu spare part body motor. Produk spare part yang saat ini sedang dikerjakan oleh perusahaan adalah swing arm. Hasil pengamatan awal, diperoleh informasi mengenai biaya produksi semakin meningkat karena banyak produk cacat. Hal ini dikarenakan produk cacat harus diproses ulang. Cacat terbanyak terdapat pada ukuran lubang tidak tepat. Ukuran lubang tidak tepat dikarenakan posisi komponen yang akan di proses tidak sesuai dengan posisi mata bor. Selama melakukan pekerjaannya, terdapat posisi kerja operator tidak alamiah. Hal ini disebabkan operator duduk di bangku bulat berukuran diameter alas bangku 35 cm, tinggi bangku 15 cm dan diameter alas duduk 27 cm. Selain itu, ruang gerak operator terbatas karena tidak ada tempat penyimpanan komponen. Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk identifikasi risiko kerja. Metode pengukuran Workplace Ergonomi Risk Assesment (WERA) digunakan untuk penilaian risiko kerja. Skor akhir penilaian risiko menunjukkan nilai antara 34 – 42. Skor akhir tersebut terdapat pada rentang level risiko medium atau sedang. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, perbaikan yang akan dilakukan dengan merancang fasilitas kerja. Fasilitas kerja yang dirancang yaitu meja Mesin Bor dengan ukuran panjang meja 156 cm, lebar 58 cm, tinggi 116 cm. Kata Kunci: Musculoskeletal Disorders (MSDs), Workplace Ergonomic Risk Assesment (WERA), Antropometri.
Identifikasi Bahaya pada Aktivitas Perusahaan Peleburan Logam Alumunium Menggunakan Metode HIRARC Jihan Idzni Hanifah; Muhammad Dzikron; Yanti Sri Rejeki
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.6889

Abstract

Abstract. Implementation and occupational health (K3) have been under pressure so far. Manufacturing, transportation, construction, industry, energy, mining, agriculture and other industries often suffer from occupational accidents. In Indonesia, in 2020, the manufacturing industry construction has a high proportion of occupational accidents, 63,6%. According to data from the Employment Social Security Administration Agency (BPJS), from 2019 to 2020 there were 114,000 cases to 117,000 work accident cases. CV. BJA is a small industrial that processes metal waste into aluminum ingot products in Banten area. CV. BJA produce in the traditional way, without personal protective equipment and with limited technical capabilities. The production process produces smoke, dust, chemical contamination and hot room temperatures due to the smelting process, and engine noise. This illustrates that the condition of the company has a high potential for hazard if control is’nt carried out. The research aims to determine the potential hazard, the level of risk of harm and efforts to control it using the HIRARC method. Research’s an observational research, interviews and analyzed descriptively. The results showed that 17 hazards were identified which caused 22 hazards, the highest were in the smelting process with 1 low level hazard, 9 medium level hazards, 10 high level hazards and 3 very high level hazards. As for hazard control that needs to do by companies is procuring complete PPE according to working conditions, procuring complete first aid, fire extinguishers, ladders, hand pallets, mini excavators, dust collectors, installing safety signs, and modifying chimneys, ergonomic enclosures for machine components, ash disposal and printing areas. Abstrak. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sampai saat ini terus mengkhawatirkan. Bidang manufaktur, transportasi, konstruksi, industri, energi, pertambangan, pertanian dan industri lainnya sering kali mengalami kecelakaan kerja. Di Indonesia pada tahun 2020, industri manufaktur berkontribusi tinggi dalam kecelakaan kerja bersamaan dengan konstruksi sebesar 63,6%. Menurut data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada tahun 2019 hingga 2020 didapatkan 114.000 kasus hingga 117.000 kasus kecelakan kerja. CV. BJA merupakan industri kecil yang mengolah limbah logam menjadi produk alumunium batangan di provinsi Banten. CV. BJA melakukan peleburan secara tradisional, tanpa alat pelindung diri (APD) dan dengan kemampuan teknis peleburan yang terbatas. Proses produksi menghasilkan asap dan debu pembakaran kayu, kontaminasi unsur kimia dan suhu ruangan panas akibat proses peleburan, serta suara bising mesin. Hal tersebut menggambarkan kondisi perusahaan berpotensi bahaya tinggi apabila tidak dilakukan pengendalian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya, tingkat risiko bahaya serta upaya pengendaliannya menggunakan metode HIRARC. Penelitian merupakan penelitian observatif, wawancara dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa teridentifikasi 17 bahaya yang menyebabkan 22 risiko, bahaya terbanyak terdapat pada proses peleburan dengan 1 bahaya level low, 9 bahaya level medium, 10 bahaya level high dan 3 bahaya level very high. Adapun pengendalian bahaya yang perlu dilakukan perusahaan, yaitu mengadakan APD lengkap sesuai kondisi kerja, pengadaan P3K lengkap, APAR, tangga, hand pallet, mini escavator, dust collector, pemasangan tanda peringatan keselamatan, serta memodifikasi cerobong asap, penutup komponen mesin, serta tempat penampungan limbah abu dan area pencetakan yang ergonomis.
Pengukuran Level Resiko pada Stasiun Kerja Pengukuran Menggunakan Kuesioner Nordic Body Map (NBM), dan Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) (Studi Kasus: CV X)Pen Muhammad Rizqi Ramadhan; Eri Achiraeniwati; Yanti Sri Rejeki
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.7037

Abstract

Abstract. CV X is a manufacturing company that produces water heaters, temperature controllers and control panels. Musculoskeletal disorders are disorders of the limbs that cause discomfort. The operator takes measurements on the floor during work. This causes the operator's working position with the back bent, legs folded and neck bent. The research method used is a quantitative method. The level of worker complaints is known by distributing the nordic body map (NBM) questionnaire, while to determine work risk the Ovako working posture analysis system (OWAS) method is used with the help of ergofellow software. The purpose of this study was to identify operator discomfort and work risk measurement at the measurement work station. The results of the questionnaire showed that the total pain assessment obtained at the work station measurement obtained the highest score. Based on the risk assessment using the OWAS method, measurement workers are at risk levels 3 and 4. This risk level indicates that the work posture of measurement workers needs to be corrected immediately because the work being done is too risky. The simulation results after designing work facilities, the results of the risk assessment get a score of 1, which means that the activities carried out by the operator when using the measurement table do not require corrective action. Keywords: Nordic Body Map (NBM), Ovako Working Analysis System (OWAS), Anthropometry. Abstrak. CV X adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi pemanas air, pengatur suhu, dan panel kontrol. Musculoskeletal disorders merupakan gangguan pada anggota tubuh yang menyebabkan ketidaknyamanan. Operator melakukan pengukuran diatas lantai selama bekerja. Hal ini menyebabkan posisi kerja operator dengan punggung membungkuk, kaki melipat dan leher menekuk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Tingkat keluhan pekerja diketahui dengan menyebarkan kuesioner nordic body map (NBM), sedangkan untuk menentukan risiko kerja digunakan metode ovako working posture analysis system (OWAS) dengan bantuan software ergofellow. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi ketidaknyamanan operator dan pengukuran risiko kerja di stasiun kerja pengukuran Hasil kuisioner menunjukkan bahwa penilaian nyeri total didapatkan pengukuran stasiun kerja memperoleh nilai tertinggi. Berdasarkan penilaian risiko dengan metode OWAS, pekerja pengukuran berada pada tingkat risiko 3 dan 4. Level risiko ini menunjukan bahwa postur kerja pada pekerja pengukuran perlu dilakukan perbaikan segera karena pekerjaan yang dilakukan terlalu berisiko. Hasil simulasi setelah dilakukan perancangan fasilitas kerja, hasil penilaian risiko mendapatkan skor 1 yang artinya kegiatan yang dilakukan oleh operator pada saat menggunakan tabel pengukuran tidak diperlukan tindakan perbaikan. Kata Kunci: Nordic Body Map (NBM), Ovako Working Analysis System (OWAS), Antropometri.
Perancangan Fasilitas Kerja Ergonomis untuk Operator Stasiun Kerja Packing pada CV Tasifa Jaya Menggunakan Metode Antropometri Tasya Kalista Alsadila Putri; Eri Achiraeniwati; Yanti Sri Rejeki
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.7038

Abstract

Abstract. CV Tasifa Jaya is a meatball production food company with a total of 15 workers. Delays in the production process cause overtime, and a buildup of work in the packing and finishing process. The accumulation of work occurs because workers often stop to relieve fatigue or soreness. This happens because the work facilities used in the form of storage tanks, chairs measuring 23x15x15 cm, and storage racks require workers to bend and bend down to adjust their working position to the available facilities. Therefore, this study aims to identify complaints and assess the risk of packing and finishing work. The type of research method used uses quantitative methods. The measurement method used is the Loading on The Upper Body Assesment (LUBA) method to assess occupational risks. Occupational risk assessment using the Loading on The Upper Body Assesment (LUBA) method is used based on complaints on the upper limbs in accordance with the LUBA assessment used to assess upper body risk. The work risk assessment of packing and finishing workers occupies action categories 3 and 4, indicating the need for improvement in work movements, work positions, and overall including improvements to the design of work facilities. Keywords: Ergonomics, Nordic Body Map (NBM) Questionnaire, Loading on the Upper Body Assesment (LUBA), Anthropometry. Abstrak. CV Tasifa Jaya merupakan perusahaan makanan produksi bakso dengan total pekerja 15 orang. Keterlambatan proses produksi menyebabkan overtime, dan penumpukan pekerjaan pada proses packing dan finishing. Penumpukan pekerjaan terjadi karena pekerja sering berhenti untuk melepas lelah atau pegal. Hal ini terjadi karena fasilitas kerja yang digunakan berupa bak penampungan/penyimpanan, kursi berukuran 23x15x15 cm, dan rak penyimpanan mengharuskan pekerja membungkuk dan menunduk untuk menyesuaikan posisi kerja dengan fasilitas yang tersedia. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan dan menilai risiko dari pekerjaan packing dan finishing. Jenis metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kuantitatif. Adapun metode pengukuran yang digunakan yaitu metode Loading on The Upper Body Assesment (LUBA) untuk menilai risiko pekerjaan. Penilaian risiko kerja menggunakan metode Loading on The Upper Body Assesment (LUBA) digunakan berdasarkan pada keluhan pada anggota tubuh bagian atas sesuai dengan penilaian LUBA yang digunakan untuk menilai risiko tubuh bagian atas. Penilaian risiko kerja pekerja packing dan finishing menempati kategori tindakan 3 dan 4, menunjukan perlu perbaikan pada gerakan kerja, posisi kerja, maupun keseluruhan termasuk perbaikan desain fasilitas kerja. Kata Kunci: Ergonomi, Kuesioner Nordic Body Map (NBM), Loading on The Upper Body Assesment (LUBA), Antropometri.
Identifikasi Bahaya pada Aktivitas Perusahaan Peleburan Logam Alumunium Menggunakan Metode HIRARC Jihan Idzni Hanifah; Muhammad Dzikron; Yanti Sri Rejeki
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.7154

Abstract

Abstact. Implementation of Occupational Safety and Health (OSH) is still not going well. The ILO reports that at least 2.2 million people worldwide die from work-related accidents and diseases. According to data from the Employment Social Security Administration Agency from 2019 to 2020, there were 114 thousand to 117 thousand work accident cases, occupying 5.32% of all work accident cases worldwide. Indonesian manufacturing industry with construction in 2020, is the highest industry experiencing work accidents of 63.6%. BJA is a small industry that processes metal waste into aluminum ingot products in Banten province. Smelting is done traditionally, without personal protective equipment (PPE) and with limited smelting technical capabilities. The production process produces smoke and dust from burning wood, chemical contamination and hot room temperatures due to the smelting process, as well as engine noise. This illustrates that the condition of the company has a high potential for hazard if control is’nt carried out. The research aims to determine the potential hazard, the level of risk of harm and efforts to control it using the HIRARC method. The research used an observational research, with interviews and analyzed descriptively. The results showed that 17 hazards were identified wich caused 22 risks, the highest were in the smelting process with 1 low level hazard, 9 medium level hazards, 10 high level hazards and 3 very high level hazards. As for hazard control that needs to do are procuring complete PPE according to working conditions, complete first aid kits, fire extinguishers, ladders, hand pallets, mini excavators, dust collectors, safety warning signs, modifying chimneys, machine component covers, ash disposal and ergonomic printing area. Abstrak. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sampai saat ini masih belum berjalan dengan baik. ILO melaporkan setidaknya 2,2 juta orang didunia meninggal karena kecelakaan dan penyakit terkait pekerjaan. Menurut data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tahun 2019 hingga 2020 didapatkan 114 ribu hingga 117 ribu kasus kecelakan kerja, menempati 5,32% dari seluruh kasus kecelakaan kerja diseluruh dunia. Industri manufaktur Indonesia pada tahun 2020 bersamaan dengan konstruksi menjadi industri tertinggi mengalami kecelakaan kerja sebesar 63,6%. BJA merupakan industri kecil pengelola limbah logam menjadi produk alumunium batangan di provinsi Banten. Peleburan dilakukan secara tradisional, tanpa alat pelindung diri (APD) dan dengan kemampuan teknis peleburan yang terbatas. Proses produksi menghasilkan asap dan debu pembakaran kayu, kontaminasi unsur kimia dan suhu ruangan panas akibat proses peleburan, serta suara bising mesin. Hal tersebut menggambarkan kondisi perusahaan berpotensi bahaya tinggi apabila tidak dilakukan pengendalian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya, tingkat risiko bahaya serta upaya pengendaliannya menggunakan metode HIRARC. Penelitian merupakan penelitian observatif, wawancara dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa teridentifikasi 17 bahaya yang menyebabkan 22 risiko, bahaya terbanyak terdapat pada proses peleburan dengan 1 bahaya level low, 9 bahaya level medium, 10 bahaya level high dan 3 bahaya level very high. Adapun pengendalian bahaya yang perlu dilakukan perusahaan, yaitu mengadakan APD lengkap sesuai kondisi kerja, pengadaan P3K lengkap, APAR, tangga, hand pallet, mini escavator, dust collector, tanda peringatan keselamatan, serta memodifikasi cerobong asap, penutup komponen mesin, tempat penampungan limbah abu dan area pencetakan yang ergonomis.
Pengukuran Risiko Kerja pada Aktivitas Pengangkatan dan Pemindahan Bahan Baku Menggunakan Metode KIM LHC dan KIM ABP Nur Fadlilah Aisya Kesuma, Tasya; Aviasti; Sri Rejeki, Yanti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8792

Abstract

Abstract. Manual material handling is an activity that is mostly carried out by humans, in which there are activities such as lifting, pushing, and other material handling that are carried out without tools. Work that is done manually with a heavy workload, wrong work postures, and high repetition of work without adequate tools can increase the risk of musculoskeletal disorders. PT. Gradient is a company engaged in the manufacture of plastic products. The problem that occurs is that the moving and lifting activities are carried out manually by the operator, with the weight of the load being lifted up to 30 kg. The moving and lifting activities should be carried out 10–12 times per day. At the time of observation, it can only be done 8–9 times; this is because the operator takes a break during working hours. Based on interviews with operators, rest is used to unwind and reduce soreness. Therefore, this study aims to identify and measure work risks using the Key Indicator Method with Respect to manual Lifting, Holding, and carrying of Loads and the Key Indicator Method for Awkward Body Postures. Occupational risk assessment using the KIM LHC method shows a score in the range of 55–79; this score is in the classification of increasing substantially. The results of KIM ABP's work risk measurement showed a score of 41 with a slightly increased classification. Abstrak. Manual material handling merupakan aktivitas yang banyak dilakukan oleh manusia, didalamnya terdapat aktivitas seperti mengangkat, mendorong, dan penanganan material lainnya yang dilakukan tanpa alat bantu. Pekerjaan yang dilakukan secara manual dengan beban kerja yang berat berat, postur kerja salah dan pengulangan pekerjaan yang tinggi tanpa alat bantu yang memadai dapat menyebabkan terjadinya risiko musculoskeletal disorder. PT. Gradient adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan produk plastik. Permasalahan yang terjadi terdapat aktivitas pemindahan dan pengangkatan yang dilakukan secara manual oleh operator dengan berat beban yang diangkat mencapai 30 kg, aktivitas pemindahan dan pengangkatan seharusnya dapat dilakukan 10-12 kali per hari. Pada saat pengamatan hanya dapat dilakukan 8 – 9 kali, hal ini dikarenakan operator melakukan istirahat pada jam kerja. Berdasarkan wawancara dengan operator, istirahat digunakan untuk melepas lelah dan mengurangi rasa pegal. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur risiko kerja menggunakan Key Indicator Method with Respect to manual Lifting, Holding, Carrying of Loads dan Key Indicator Method – Awkward Body Postures. Penilaian risiko kerja menggunakan metode KIM LHC menunjukan skor pada rentang 55 – 79, skor tersebut berada pada klasifikasi meningkat secara substansial. Hasil pengukuran risiko kerja KIM ABP menunjukan skor 41 dengan klasifikasi sedikit meningkat.
Pengukuran Risiko Kerja Menggunakan Metode Quick Exposure Checklist (QEC) di Penggilingan Padi H. Ondo Ciwaruga Febrianti, Delia; Achiraeniwati, Eri; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8837

Abstract

Abstract. . Work facilities that do not pay attention to ergonomic principles will cause wrong work postures and result in the risk of musculoskeletal disorders (MSDs). Musculoskeletal disorders (MSDs) can be minimized with an ergonomic application. Difficulties at the rice mill H. Ondo workers perform awkward movements such as lifting, closing and standing with sacks. For 8 hours, the frequency of lifting is 22 times/day. These conditions will pose a risk of musculoskeletal disorders (MSDs). The aim of the research is to identify workers' complaints, find out work risks and design work facilities to minimize work risks. The research method used is quantitative method. Quick Exposure Checklist (QEC) method for assessing work risk. The results of the work risk assessment using the Quick Exposure Checklist (QEC) method on the work element lifting sacks filled with rice to the milling area resulted in an exposure score of 42.5% and the work element putting rice into the hopper was 47% with a classification that needed further research, while for the work element lifting sacks filled with rice to the hopper with an exposure score of 52.1% with calculations needing further research and changes to be made. Efforts to reduce work risk are improving the operator's work posture by providing suggestions for assistive device designs. Abstrak. Fasilitas kerja yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi akan menyebabkan postur kerja yang salah dan mengakibatkan risiko muskuloskeletal disorders (MSDs). Muskuloskeletal disorders (MSDs) dapat diminimalisasi dengan adanya aplikasi ergonomi. Permasalahan di penggilingan padi H. Ondo pekerja melakukan gerakan yang janggal seperti gerakan mengangkat, membungkuk dan berdiri dengan membawa karung Selama 8 jam, frekuensi pengangkatan 22 kali/hari. Kondisi tersebut akan mengakibatkan risiko muskuloskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi keluhan pekerja, mengetahui risiko kerja dan merancangan fasilitas kerja untuk meminimasi risiko kerja. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Metode Quick Exposure Checklist (QEC) untuk menilai risiko kerja. Hasil penilaian risiko kerja menggunakan metode Quick Exposure Checklist (QEC) pada elemen kerja mengangkat karung berisi padi ke area penggilingan menghasilkan exposure score 42,5% dan elemen kerja memasukkan padi ke dalam hopper adalah 47% dengan klasifikasi perlu penelitian lebih lanjut, sedangkan untuk elemen kerja mengangkat karung berisi padi ke atas hopper dengan nilai exposure score sebesar 52,1% dengan klasifikasi perlu penelitian lebih lanjut dan dilakukan perubahan. Upaya mengurangi risiko kerja yaitu memperbaiki postur kerja operator dengan memberikan usulan rancangan alat bantu.
Usulan Pola Shift Kerja Berdasarkan Pengukuran Beban Kerja Fisik dengan Menggunakan Metode 10 Denyut Irawan, Melia Fitri; Achiraeniwati, Eri; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8922

Abstract

Abstract. Shift workers often experience complaints such as back pain, muscle aches, neck pain, fever, colds, drowsiness and often lose focus in doing their jobs. CV. Kezka Diastama is a company that produces headscarves by implementing a 6-6-6 work pattern (6 working days in the morning shift, 6 working days in the afternoon shift and 6 working days at night shift). Companies experience 6.22% of defective products, while company standards set 1%–2% defects. The highest defects occurred at the laser cut work station by 4.12%, during the night shift by 2.9%. The night shift can reduce the ability to work because working at night is very easy to get tired because the rest time is used for work. Another cause, the job demands that require operators to pursue product targets to finish on time. This condition causes complaints conveyed by operators such as back pain, muscle and neck pain, fever, colds, drowsiness and loss of focus. The aim of the study is to propose improvements to work patterns at laser cut workstations. The research method used is the quantitative method using the 10 pulse method. The results of the measurements are used to calculate energy consumption and %.Cardiovascular (CVL). The results of energy consumption measurements in the morning shift and evening shift show the operator's workload in the moderate category and for the night shift in the heavy category. The percentage of %CVL operators is in the range of 30-60% which states that all operators need improvement. Proposed improvements change the 6-6-6 work pattern to a 2-2-2 work pattern. This change in work shift patterns is expected to reduce the number of product defects produced. Abstrak. Pekerja shift sering mengalami keluhan seperti, sakit punggung, nyeri otot, nyeri leher, demam, masuk angin, mengantuk dan sering kehilangan fokus dalam melakukan pekerjaannya. CV. Kezka Diastama perusahaan yang memproduksi kerudung dengan memberlakukan pola kerja 6-6-6 (6 hari kerja shift pagi, 6 hari kerja shift sore dan 6 hari kerja shift malam). Perusahaan mengalami produk cacat sebanyak 6,22%, sedangkan standar perusahaan menetapkan kecacatan 1%–2%. Kecacatan tertinggi terjadi pada stasiun kerja laser cut Sebesar 4,12%, pada shift malam sebesar 2,9%. Shift malam dapat menurunkan kemampuan bekerja karena bekerja pada malam hari sangat mudah lelah karena waktu istirahat digunakan untuk bekerja. Penyebab lain, tuntutan pekerjaan yang mengharuskan operator mengejar target produk selesai tepat waktu. Kondisi ini menyebabkan keluhan yang disampaikan oleh operator seperti, sakit punggung, nyeri otot dan leher, demam, masuk angin, mengantuk dan kehilangan focus. Tujuan penelitian memberikan usulan perbaikan pola kerja pada stasiun kerja laser cut. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif mengggunakan metode 10 denyut. Hasil dari pengukuran digunakan untuk menghitung konsumsi energi dan %.Cardiovaskular (CVL). Hasil pengukuran konsumsi energi pada shift pagi dan shift sore menunjukkan beban kerja operator pada katagori sedang dan untuk shift malam pada katagori berat. Persentase %CVL operator berada dalam rentang 30-60% yang menyatakan bahwa seluruh operator memerlukan perbaikan, Usulan perbaikan merubah pola kerja 6-6-6 menjadi pola kerja 2-2-2. Perubahan pola shift kerja ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kecacatan produk yang dihasilkan.
Co-Authors 10070216099, Randi Meina 10070217056, Kafil Radhwa Hakim 10070217078, Insan Manggala Putra 10070217090, Sofa Alek Sulaeman 10070219063, Shofa Putri Reida A.M., M. Dzikron Aaf Saefurrohman Aaf Saefurrohman, Aaf Addiba'i, Sidiq Ahmad Ade Hilman Fajar Afandi Afandi Agung Hidayat, Agung Agustin, Deandra Shifayanti Ahmad Firman Alifatunisya Putri Rahayuningtias Amzana, Nurus Ana Andriani, Ana Angelica, Angelica Anggita, Windy Ayu Anggriani, Widia Anis Septiani Anis Septiani Annisa, Tiara Anugrah, Ridho Aprilia, Nurul Suci Apriska, Cyntia Arif Kurnia Fajar As'ad, Nur Rahman Asad, Nur Rahman Asvio, Nova Aulia Singa Zanki Aviasti Ayuda, Sri Azhar, Bayu Chandra Fauzi Chatarina Muryani Chaznin R.M Chaznin R.M, Chaznin Choiril Azmiyawati Clarry Sada Claudia Devi Monalisa Cornelia Cornelia Dara Ayu Nianty Dewi Novita Dewi Shofi M. Dewi Shofi M., Dewi Dewi Shofi Mulyati Dharmawan, Azhari Diad, Januardi Dila Fitri Diva Sabrina Aziezah Dwi Setyowati Eka Fajar Rahmani Ekadenti, Aulia Endang Prastyaningsih Endang Susilawati Endang Susilawati Eni Rosnija Eri Achiraeniwati Eusabinus Bunau Fajri, Adz Dzaa Riaat Faraditha, Uzla Aulia Febriani, Intan Wahyu Febrianti, Delia Febrianto, Muhammad Yusuf Fenilinas Adi Artanto Hadi, Azwar Hadiwinarto Hadiwinarto Hardiansyah Hardiansyah Hidayati Amila Soliha Hilda Syaidatul Ulfah Hilda Syaidatul Ulfah, Hilda Syaidatul Ida Nursanti Ikhsanudin Ikhsanudin Ikhsanudin Ikramunnisa, Erica Iksan, Muhammad Verill Imam Subiyanto Indah Octaviani Indahsari, Fernanda Ega Indrawari, Karliana Indriyasari, Indriyasari Irawan, Melia Fitri Istiara, Febriyantina Iyan Bachtiar Janitra, Atikah Ayu Jefri Khairunnas Jefri Khairunnas, Jefri Jihan Idzni Hanifah Jihan Idzni Hanifah Jihan Idzni Hanifah Khoirunnisak L, Intan Dian Lisa Apriliana Luwandi Suhartono M. Dzikron Madania, Pawitra Mahardika, Surya Mahdi, Imam Mahisa, Refka Darmayanthi Putri Maria Yunniosa Aska Putri mashari . Megista, Hilda Meilsa Santri Meldasari, Juwita Mohamad Satori Muh Edvans Edvans Muhammad Dzikron Muhammad Dzikron Muhammad Irvan Muhammad Reza Muhammad Rizqi Ramadhan Muhammad Zainuddin Munawaroh, Ayu Munawir, Ahmad Neneng Rika Nurmalasari Nina Resiana Novi Dyah Ayu Putri Novika Adi Wibowo Nugraha Nugraha Nugraha Nugraha Nugraha Nugraha, Bayu Dwiyanto Nugroho, Albertus Erico Jerry Krisna Nur Fadlilah Aisya Kesuma, Tasya Nur Hikmah Nur Rahman As'ad Nur Rahman As'ad Nur Rahman As'ad Nur Rahman As’ad Nurlita, Andini Tiara Nurrohman, Muhammad Farhan Nursikin OKTAVIANA, MIMBAR Pardede, Rita Sariana Pardoyo Pardoyo Purwandari, Elce Purwiyanti, Purwiyanti Putra, Andreas Dandy Putri, Fadhilah Nur Islami Melinia Putri, Syalwa Annisa Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu Apriliaswati Rahayu Apriliaswati Rahmadina, Cut Anandea Ramadhan, Tio Ramli, Nor Fazlin Mohd Razaq, Yusuf Regina Regina Restari, Trismayanti Endang Retno Mawarini Sukmariningsih Ricky Gunawan Riosepriyatna, Riosepriyatna Rita Anggraini Rulitawati, Rulitawati Saifudin Saifudin Salsabila, Dhea Arinda Samsiyah, Ike Fitri Selamat Setyani, Erin Dwi Sihombing, Erni Simanullang, Jhosua Enrico H. Situmorang, Benny HL Sriatun Sriatun Sudarsono Sudarsono Suhartana Suhartana Suhartina Suhartina, Suhartina Sujatmiko, Riyadi SUMARNI Sumarni Sumarni Supena, Agus Nana Surastina, Surastina Surmiyati Surmiyati Surmiyati Syarif Husin Tasya Kalista Alsadila Putri Taufik, Beatrice Ellen Tengku Riza Zarzani N Theresia Nova, Jesika Tirani Hikmah Nur Ulfah Tubagus Achmad Darodjat urai salam Wahyuni, Eka Putri Wardah Wardah Wardah Widi Pratama Winie Hannifah Yani, Fitri Hidayatul Yeki, Dominikus Yoga Pratama Suwandi Yohanes Gatot Sutapa Yuliana Yossy Putri Al Ghani Yulia Rachmawati Yuliana, Yohanes Gatot Sutapa Yunita, Ita Zuhri Zuhri, Zuhri Zulirfan, M