p-Index From 2021 - 2026
8.644
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology International Journal of Artificial Intelligence Research NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial TESLA: Jurnal Teknik Elektro CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Jurnal Telkommil Jurnal Elkasista International Journal of Science and Society (IJSOC) CITIZEN: Jurnal Ilmiah Mulitidisiplin Indonesia Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Sosial dan Sains International Journal of Economics and Management Research Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Jurnal Indonesia Sosial Sains Jurnal Mahatvavirya International Journal of Management Research and Economics Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Aspirasi : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Indonesian Journal of Environment and Disaster Aksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] Journal Journal of Geographical Sciences and Education Advances In Social Humanities Research Proceedings Series of Educational Studies International Journal of Technology and Education Research International Journal of Education, Vocational and Social Science Jurnal Cendekia Ilmiah CITACONOMIA : Economic and Business Studies Brilliant International Journal of Management and Tourism International Journal of Economics and Management Research Energy: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Teknik Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Konflik Sosial Akibat Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Pesisir Indonesia Rahmadani, Dinda; Kurniadi, Anwar; Prakoso, Lukman Yudho; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12518

Abstract

Perubahan iklim membawa dampak signifikan bagi wilayah pesisir Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Kenaikan muka air laut, banjir rob, intrusi air asin, degradasi mangrove, dan pemutihan terumbu karang memperparah kerentanan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada perikanan, pertanian pesisir, dan aktivitas ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi konflik sosial yang timbul akibat dampak perubahan iklim di kawasan pesisir Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan Teori Kelangkaan Lingkungan dan Konflik Kekerasan Homer-Dixon serta perspektif Ekologi Politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa degradasi lingkungan memicu tiga bentuk kelangkaan, yaitu kelangkaan pasokan, kelangkaan permintaan, dan kelangkaan struktural, yang berpotensi menimbulkan ketegangan sosial hingga konflik terbuka. Di sisi lain, ekologi politik menyoroti peran ketimpangan akses, relasi kuasa, dan kebijakan pembangunan yang seringkali meminggirkan masyarakat pesisir. Kedua perspektif ini menunjukkan bahwa perubahan iklim bukan hanya isu ekologis, melainkan juga persoalan sosial-politik dan keamanan. Dengan demikian, solusi adaptasi harus bersifat inklusif, adil, dan berbasis masyarakat agar dapat meminimalkan risiko konflik serta memperkuat ketahanan sosial-ekologis pesisir Indonesia.
Membangun Perdamaian Melalui Kampanye Digital Warga Jaga Warga Berbasis Digital peacebuilding dan Nilai Non-Kekerasan Mahatma Gandhi Setyorini, Islamia Dewi; Risma Saragih, Herlina Juni; Malik, Ichsan; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12629

Abstract

Kampanye Warga Jaga Warga merupakan inisiatif digital di Indonesia yang bertujuan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban sosial melalui media sosial dan aktivitas luring. Berbeda dengan gerakan formal, kampanye ini berfungsi sebagai gerakan kesadaran kolektif yang mendorong warga untuk tetap waspada dan bersatu menghadapi potensi gangguan atau provokasi, terutama pada masa ketegangan sosial. Kampanye ini berhasil memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan pesan perdamaian, solidaritas, dan perlindungan antarwarga, dengan dukungan dari berbagai pihak seperti komunitas lokal, aparat keamanan, LSM, dan influencer. Implementasinya tampak melalui aksi nyata seperti patroli lingkungan, diskusi komunitas untuk mencegah hoaks dan provokasi, serta kegiatan gotong royong membersihkan ruang publik. Tagar viral #WargaJagaWarga menjadi simbol pemersatu yang mengingatkan masyarakat untuk saling melindungi, menjaga kelompok rentan, dan menegakkan harmoni sosial. Pendekatan inklusif ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama serta menghidupkan kembali nilai budaya gotong royong dan keamanan bersama, termasuk melalui bentuk tradisional seperti siskamling. Secara keseluruhan, kampanye Warga Jaga Warga menunjukkan bagaimana sinergi antara teknologi digital dan partisipasi akar rumput dapat memperkuat kohesi sosial serta membangun budaya anti-kekerasan di era digital, menjadikannya model penting bagi pembangunan perdamaian dalam lanskap sosial-politik Indonesia yang kompleks.
Biaya dan Resiko Modernisasi Alutsista dan Ketahanan Nasional Indonesia di Tengah Dinamika Geopolitik Indo-Pasifik Chalizta, Ismaya Kenza; Setiawibawa, Rachmat; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12634

Abstract

Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) merupakan bagian krusial dari strategi pertahanan Indonesia dalam merespons dinamika ancaman kawasan dan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan risiko strategis dari kebijakan modernisasi alutsista Indonesia dalam kerangka program Minimum Essential Force (MEF). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini mengkaji berbagai sumber literatur, laporan institusi strategis, dan artikel ilmiah untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pertahanan nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun modernisasi telah meningkatkan kapabilitas tempur, proses ini menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan anggaran, ketergantungan teknologi asing, lemahnya koordinasi antarlembaga, serta belum berkembangnya industri pertahanan dalam negeri. Biaya pengadaan yang tinggi menimbulkan tekanan fiskal jangka panjang, sedangkan risiko strategis mencakup ketidaksesuaian doktrin, keterbatasan sumber daya manusia, dan kerentanan operasional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi tata kelola pengadaan alutsista, penguatan ekosistem industri pertahanan nasional, diversifikasi mitra strategis, serta pembentukan masterplan pertahanan jangka panjang yang berkelanjutan. Upaya tersebut penting untuk menjamin efektivitas pertahanan Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional.
Internalisasi Nilai Multikultural Kampung Toleransi Paledang Sebagai Model Pembangunan Perdamaian Dan Benteng Radikalisme Anggraeni, Bethari Ayu; Malik, Ichsan; Arbiansyah, Tri Panca Titis; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12635

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan besar dalam menjaga harmoni sosial di tengah meningkatnya potensi intoleransi dan radikalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai multikultural di Kampung Toleransi Paledang, Kota Bandung, serta mengkaji perannya sebagai model pembangunan perdamaian dan benteng terhadap radikalisme. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka Developmental Model of Intercultural Sensitivity (DMIS) dari Bennett (1986) untuk memetakan kesadaran keberagaman masyarakat, serta teori peacebuilding (Galtung, 1996; Lederach, 1997) dan social resilience (Adger, 2000) untuk memahami dimensi struktural ketahanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga Kampung Paledang telah mencapai tahap adaptation menuju integration dalam kerangka DMIS, yang tercermin melalui praktik sosial lintas agama seperti kerja bakti bersama, perayaan hari besar keagamaan secara inklusif, dan dialog antarumat. Proses ini memperkuat kohesi sosial dan membangun struktur perdamaian berbasis komunitas. Dengan demikian, internalisasi nilai multikultural terbukti berkontribusi dalam membangun ketahanan sosial yang efektif sebagai benteng terhadap penyebaran ideologi radikal di tingkat lokal.
Dynamics of ASEAN as Regional Organization in Resolving Human Security Issues in Southeast Asia Hakim, Siti; Yusnaldi; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2630

Abstract

This study examines the dynamics of ASEAN as a regional organization in the context of the shifting security paradigm from traditional state-centric security to non-traditional human security, with a specific focus on natural disaster management. Southeast Asia is highly vulnerable to massive, cross-border natural disasters that often overwhelm national capacities. However, the prevailing "ASEAN Way," which emphasizes the principles of absolute state sovereignty and non-intervention, creates significant obstacles to effective humanitarian response, particularly when member states are unable or unwilling to accept aid due to internal conflict or lack of capacity. Using normative legal research methods based on secondary legal materials, this article argues that the principle of state sovereignty must be reinterpreted as a responsibility to protect human rights rather than a barrier to international aid. The study concludes that to resolve human security issues effectively, ASEAN must strengthen the principle of international cooperation and ASEAN centrality. This includes empowering the ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre) and the ASEAN Secretary-General to play a more active, independent role in decision-making during humanitarian emergencies.
Poros Maritim Dunia: Mewujudkan Kedaulatan Indonesia Melalui Teknologi Cerdas Setiawibawa, Rachmat; Risahdi, Muhammad; Prakoso, Lukman Yudho; Yusnaldy, Yusnaldy; Lestari , Amin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi cerdas dalam mewujudkan kedaulatan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan wilayah perairan strategis, Indonesia menghadapi berbagai ancaman tradisional dan non-tradisional seperti perompakan, illegal fishing, pelanggaran wilayah, dan ancaman siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara mendalam dengan pejabat TNI AL, Bakamla, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta observasi lapangan di wilayah rawan seperti Laut Natuna Utara dan Selat Malaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI), drone, dan satelit secara signifikan meningkatkan efektivitas patroli laut, dengan kemampuan deteksi ancaman mencapai akurasi 92% dan perluasan cakupan patroli hingga 35%. Selain itu, teknologi ini memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap insiden keamanan, memperkuat koordinasi antar-lembaga melalui sistem komando terpadu, serta mendukung diplomasi maritim dengan menyediakan data intelijen yang akurat. Meskipun demikian, implementasi teknologi cerdas masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur di wilayah timur Indonesia, kesenjangan kompetensi SDM, dan kendala anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi cerdas, didukung oleh pengembangan kapasitas personel dan kebijakan koordinatif yang tepat, merupakan kunci strategis dalam memperkuat kedaulatan maritim Indonesia serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Contested Maritime Spaces in the Middle East: Geopolitical Dynamics, Non-State Actors, and Security Challenges in the Red Sea and the Strait of Hormuz Munawir Masly Pandoe, Ridha; Setiawibawa, Rachmat; Dolli Hutabarat, Harri; Eko Saputro, Guntur; Yudho Prakoso, Lukman
Advances In Social Humanities Research Vol. 4 No. 1 (2026): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v4i1.538

Abstract

In recent years, these routes have been exposed to multifaceted and hybrid security threats—including missile and drone attacks, deployment of unmanned maritime systems, cyber intrusions, the rise of piracy, and proxy wars waged by non-state actors backed by regional powers. Such developments significantly increase the vulnerability of maritime traffic and pose serious risks to international economic stability and energy security. The study examines how contemporary geopolitical dynamics are shaping maritime security challenges in the Middle East by analyzing recent security incidents, regional power competitions, and the evolving role of international navies operating in the region. Using a qualitative geopolitical security approach, the study draws on policy documents, security reports, and incident analyses to identify the key drivers of maritime insecurity. These findings suggest that maritime instability in the Middle East is driven by the convergence of unresolved regional conflicts, the adoption of asymmetric warfare strategies, and the increasing involvement of external forces seeking to protect strategic interests. This combination has complicated traditional maritime security frameworks and weakened unilateral security measures. Therefore, the study underscores the urgent need for coordinated multilateral maritime governance, enhanced information sharing, and collective security mechanisms to ensure the protection of critical sea lanes and the long-term stability of the regional and global maritime domains.
Perebutan Pengaruh Politik di Daerah Khusus Jakarta: Analisis Konflik Kepentingan Antara Elit Nasional dan Lokal Dalam Pemilihan Gubernur Tahun 2024 Hamdi, Abdul Aziz; Widodo, Pujo; Samudro, Eko G; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7320

Abstract

The 2024 Jakarta gubernatorial election highlights the ongoing power struggle between national and local elites, reflecting broader political dynamics in Indonesia. As the capital city, Jakarta holds strategic importance, making its leadership contest not only a regional but also a national concern. The conflict between these two elite groups arises from differences in political interests, where national elites prioritize political stability and party dominance, while local elites focus on policies directly impacting Jakarta residents. This study aims to analyze the key factors that intensify this conflict and examine its impact on the electoral process and policy-making. Using a qualitative research approach with a literature review method, this study identifies four major drivers of conflict: divergent political agendas, national political interventions, identity politics, and communication gaps between elites. The findings indicate that these conflicts significantly affect candidate selection, campaign strategies, and governance after the election. Additionally, political polarization fueled by identity-based narratives has led to declining voter participation, increased invalid ballots, and eroding public trust in democracy. The study suggests that electoral reforms, increased transparency in political processes, and better coordination between national and local authorities are essential to mitigating elite conflicts and fostering a more democratic and representative electoral system in Jakarta.
Strategies For Building Peace in Multicultural Society in The Digital Era: New Challenges and Inclusive Approaches Situmorang, May Laura Thecci; Sagala, Parluhutan; Triadi, Irwan; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2716

Abstract

The digital era has changed the dynamics of social interaction, including in multicultural societies, by expanding communication spaces while simultaneously presenting new challenges in the form of polarization, the spread of hoaxes, and cultural stereotypes. This article aims to analyze peacebuilding strategies in multicultural societies in the digital era through an inclusive approach that emphasizes digital literacy, legal awareness, and ethical online interactions. The research method used is qualitative, with a desk study approach and normative analysis of academic literature, regulations, and best practices in maintaining social harmony. The analysis results indicate that an effective strategy requires a combination of formal and non-formal education to improve digital literacy, ongoing public campaigns to build social and legal awareness, and multi-stakeholder collaboration between the government, educational institutions, civil society organizations, and technology platforms. This inclusive approach is expected to not only strengthen individuals' capacity to respond to the dynamics of cyberspace but also create a safe, harmonious digital space that supports the strengthening of humanitarian values ​​and social cohesion in multicultural societies. These findings contribute to academic thinking on digital-based peacebuilding and adaptive strategies in the context of cultural plurality.
Bridging Theory and Risk Reality: Gap Analysis of Disaster Mitigation Competencies in Indonesian Civil Engineering Education Curriculum Budiana, Ida Bagus Putra; Kurniadi, Anwar; Prihantoro, Mitro; Setiawibawa, Rachmat
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2751

Abstract

Amidst the increasing intensity of natural disasters in Indonesia, the role of civil engineers has evolved from merely designing physical structures to becoming crucial agents in disaster resilience. However, there is a clear discrepancy between the technical-static nature of civil engineering higher education curricula and the dynamic and multidisciplinary needs of disaster mitigation in the field. This study aims to diagnose this competency gap through a Systematic Literature Review (SLR) method using the PRISMA 2020 protocol. Data were collected from the Dimensions, Scopus, and Web of Science databases, resulting in 10 selected articles that were analyzed thematically. The results revealed that the main gap lies not in structural calculation abilities (hard engineering), but in deficits in “soft” competencies such as risk communication, policy advocacy, and post-disaster management. This study also identified that conventional (didactic) teaching methods are ineffective and recommended the adoption of new pedagogical strategies such as Forensic Engineering and humanitarian project-based learning. This research offers a curriculum mapping framework as a strategic solution to integrate disaster management competencies without overburdening the existing curriculum, in order to produce civil engineers who are resilient and responsive to risks.
Co-Authors Ade Setiawan Adi, Ardiansyah Afithasari, Devi Agus Wibowo Al-Anshori, Muhammad Hasan Syaifurrizal Alexandra, Halomoan FS FS Alfian, Muhammad Afif ali, yusuf Anang Puji Utama Anggitadewi, Kananita Saras Anggraeni, Bethari Ayu Anwar Kurniadi Arbiansyah, Tri Panca Titis Arif Fikri Fauzan Arifuddin Uksan Asep Supriatna, Asep Augustine, Helin Candra Baidlowi, Ahmad Bambang Purwanto Bambang Wahyudi Bayu Dwi Welasasih Bayu Setiawan Budiana, Ida Bagus Putra Cahyati, Fajar Chalizta, Ismaya Kenza Darojat, Amira Jasmine Salsabila Dekki Widiatmoko Dekki Widiatmoko Dewi Setyorini, Islamia Diana Rahmawati Dolli Hutabarat, Harri Dwi Nugraheni Eko G. Samudro Eriski Prawira Esa Majid, Wiro Fahmi, Syawal Ferdiand Suhelatua, Martinus G. Samudro, Eko Giri, Joseph Robert Guntur Eko Saputro Hakim, Siti Hakim, Siti Rabbani Hamdi, Abdul Aziz Heri setiawan Heridadi Herlina Juni Risma Saragih Heru Suryanto Huda, Maariful Hutabarat, Harri Dolli I Dewa Ketut Kerta Widana Ida Bagus Putra Budiana Ilham Fakih Mullah Indah , Sulvi Ismaya Kenza Chalizta Jundan Restu Alam Junio, Malvin Junior Ternama Siahaan Kananita Saras Anggitadewi Saras Kurniadi, Anwar Kusuma Kusuma, Kusuma Lestari , Amin M Faisal, Pebi Wahyudin M. Adnan Madjid Maariful Huda Madjid, M. Adnan Malik, Ichsan Mitro Prohantoro Moh Ikhwan Syahtaria Mohammad Rivaldy Mokhammad Syafaat Muhammad, Ikhlas Nur Mullah, Ilham Fakih Munawir Masly Pandoe, Ridha Muryanto Muryanto Neger S, Wello Nur Rohman, Mohammad Izhandi Ifan Pandoe, Ridha Munawir Masly Parluhutan Sagala Poetra, Auliya Wildana Prakoso, Lukman Yudho Prihantoro, Mitro Prihartoro, Mitro Pujo Widodo, Pujo Rabbani Hakim, Siti Rafi Maulana Al-farizi Rahmadani, Dinda Risahdi, Muhammad Risma Saragih, Herlina Juni Riza Alfita Robertus Anugerah Purwoko Putro ROSIDA VIVIN NAHARI Samudro, Eko G Samudro, Eko G. Santoso, Rahmad Saragih, Herlina Juni Risma Sarpono Sarpono Septiani, Kartika Sermadatar Gabriel Marahuku Sermadatar Gabriel Marahuku Sermadatar Nugrahan Hutabarat Sermadatar Nugrahan Hutabarat Setyorini, Islamia Dewi Siahaan, Junior Ternama Sirod, Muhammad Situmorang, May Laura Thecci Sobar Sutisna Sopiin Sopiin Subagia, Dina Subiyanto, Adi Sudarno, Kurnia Agung Sukri, Hanifudin Sulvi Indah Sutanto Suwarno, Panji Syahtaria, Moh Ikhwan Syamsunasir Tadore Alauddin, Nur Afiyin Theresia Dwi Siwi Timur, Fauzia Gustarina Cempaka Titiek Herawati Triadi, Irwan Uksan, Arifuddin Uksan, Ariifuddin Utama, Anang Puji Wibi, Bagas Ardytyan Yusnaldi Yusnaldi Yusnaldi Yusnaldy, Yusnaldy Yusril Ihza Putra Supardi