Claim Missing Document
Check
Articles

Biaya dan Resiko Modernisasi Alutsista dan Ketahanan Nasional Indonesia di Tengah Dinamika Geopolitik Indo-Pasifik Chalizta, Ismaya Kenza; Setiawibawa, Rachmat; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12634

Abstract

Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) merupakan bagian krusial dari strategi pertahanan Indonesia dalam merespons dinamika ancaman kawasan dan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan risiko strategis dari kebijakan modernisasi alutsista Indonesia dalam kerangka program Minimum Essential Force (MEF). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini mengkaji berbagai sumber literatur, laporan institusi strategis, dan artikel ilmiah untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pertahanan nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun modernisasi telah meningkatkan kapabilitas tempur, proses ini menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan anggaran, ketergantungan teknologi asing, lemahnya koordinasi antarlembaga, serta belum berkembangnya industri pertahanan dalam negeri. Biaya pengadaan yang tinggi menimbulkan tekanan fiskal jangka panjang, sedangkan risiko strategis mencakup ketidaksesuaian doktrin, keterbatasan sumber daya manusia, dan kerentanan operasional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi tata kelola pengadaan alutsista, penguatan ekosistem industri pertahanan nasional, diversifikasi mitra strategis, serta pembentukan masterplan pertahanan jangka panjang yang berkelanjutan. Upaya tersebut penting untuk menjamin efektivitas pertahanan Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional.
Internalisasi Nilai Multikultural Kampung Toleransi Paledang Sebagai Model Pembangunan Perdamaian Dan Benteng Radikalisme Anggraeni, Bethari Ayu; Malik, Ichsan; Arbiansyah, Tri Panca Titis; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12635

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan besar dalam menjaga harmoni sosial di tengah meningkatnya potensi intoleransi dan radikalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai multikultural di Kampung Toleransi Paledang, Kota Bandung, serta mengkaji perannya sebagai model pembangunan perdamaian dan benteng terhadap radikalisme. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka Developmental Model of Intercultural Sensitivity (DMIS) dari Bennett (1986) untuk memetakan kesadaran keberagaman masyarakat, serta teori peacebuilding (Galtung, 1996; Lederach, 1997) dan social resilience (Adger, 2000) untuk memahami dimensi struktural ketahanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga Kampung Paledang telah mencapai tahap adaptation menuju integration dalam kerangka DMIS, yang tercermin melalui praktik sosial lintas agama seperti kerja bakti bersama, perayaan hari besar keagamaan secara inklusif, dan dialog antarumat. Proses ini memperkuat kohesi sosial dan membangun struktur perdamaian berbasis komunitas. Dengan demikian, internalisasi nilai multikultural terbukti berkontribusi dalam membangun ketahanan sosial yang efektif sebagai benteng terhadap penyebaran ideologi radikal di tingkat lokal.
Dynamics of ASEAN as Regional Organization in Resolving Human Security Issues in Southeast Asia Hakim, Siti; Yusnaldi; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2630

Abstract

This study examines the dynamics of ASEAN as a regional organization in the context of the shifting security paradigm from traditional state-centric security to non-traditional human security, with a specific focus on natural disaster management. Southeast Asia is highly vulnerable to massive, cross-border natural disasters that often overwhelm national capacities. However, the prevailing "ASEAN Way," which emphasizes the principles of absolute state sovereignty and non-intervention, creates significant obstacles to effective humanitarian response, particularly when member states are unable or unwilling to accept aid due to internal conflict or lack of capacity. Using normative legal research methods based on secondary legal materials, this article argues that the principle of state sovereignty must be reinterpreted as a responsibility to protect human rights rather than a barrier to international aid. The study concludes that to resolve human security issues effectively, ASEAN must strengthen the principle of international cooperation and ASEAN centrality. This includes empowering the ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre) and the ASEAN Secretary-General to play a more active, independent role in decision-making during humanitarian emergencies.
Poros Maritim Dunia: Mewujudkan Kedaulatan Indonesia Melalui Teknologi Cerdas Setiawibawa, Rachmat; Risahdi, Muhammad; Prakoso, Lukman Yudho; Yusnaldy, Yusnaldy; Lestari , Amin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi cerdas dalam mewujudkan kedaulatan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan wilayah perairan strategis, Indonesia menghadapi berbagai ancaman tradisional dan non-tradisional seperti perompakan, illegal fishing, pelanggaran wilayah, dan ancaman siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara mendalam dengan pejabat TNI AL, Bakamla, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta observasi lapangan di wilayah rawan seperti Laut Natuna Utara dan Selat Malaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI), drone, dan satelit secara signifikan meningkatkan efektivitas patroli laut, dengan kemampuan deteksi ancaman mencapai akurasi 92% dan perluasan cakupan patroli hingga 35%. Selain itu, teknologi ini memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap insiden keamanan, memperkuat koordinasi antar-lembaga melalui sistem komando terpadu, serta mendukung diplomasi maritim dengan menyediakan data intelijen yang akurat. Meskipun demikian, implementasi teknologi cerdas masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur di wilayah timur Indonesia, kesenjangan kompetensi SDM, dan kendala anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi cerdas, didukung oleh pengembangan kapasitas personel dan kebijakan koordinatif yang tepat, merupakan kunci strategis dalam memperkuat kedaulatan maritim Indonesia serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Strategies For Building Peace in Multicultural Society in The Digital Era: New Challenges and Inclusive Approaches Situmorang, May Laura Thecci; Sagala, Parluhutan; Triadi, Irwan; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2716

Abstract

The digital era has changed the dynamics of social interaction, including in multicultural societies, by expanding communication spaces while simultaneously presenting new challenges in the form of polarization, the spread of hoaxes, and cultural stereotypes. This article aims to analyze peacebuilding strategies in multicultural societies in the digital era through an inclusive approach that emphasizes digital literacy, legal awareness, and ethical online interactions. The research method used is qualitative, with a desk study approach and normative analysis of academic literature, regulations, and best practices in maintaining social harmony. The analysis results indicate that an effective strategy requires a combination of formal and non-formal education to improve digital literacy, ongoing public campaigns to build social and legal awareness, and multi-stakeholder collaboration between the government, educational institutions, civil society organizations, and technology platforms. This inclusive approach is expected to not only strengthen individuals' capacity to respond to the dynamics of cyberspace but also create a safe, harmonious digital space that supports the strengthening of humanitarian values ​​and social cohesion in multicultural societies. These findings contribute to academic thinking on digital-based peacebuilding and adaptive strategies in the context of cultural plurality.
Bridging Theory and Risk Reality: Gap Analysis of Disaster Mitigation Competencies in Indonesian Civil Engineering Education Curriculum Budiana, Ida Bagus Putra; Kurniadi, Anwar; Prihantoro, Mitro; Setiawibawa, Rachmat
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2751

Abstract

Amidst the increasing intensity of natural disasters in Indonesia, the role of civil engineers has evolved from merely designing physical structures to becoming crucial agents in disaster resilience. However, there is a clear discrepancy between the technical-static nature of civil engineering higher education curricula and the dynamic and multidisciplinary needs of disaster mitigation in the field. This study aims to diagnose this competency gap through a Systematic Literature Review (SLR) method using the PRISMA 2020 protocol. Data were collected from the Dimensions, Scopus, and Web of Science databases, resulting in 10 selected articles that were analyzed thematically. The results revealed that the main gap lies not in structural calculation abilities (hard engineering), but in deficits in “soft” competencies such as risk communication, policy advocacy, and post-disaster management. This study also identified that conventional (didactic) teaching methods are ineffective and recommended the adoption of new pedagogical strategies such as Forensic Engineering and humanitarian project-based learning. This research offers a curriculum mapping framework as a strategic solution to integrate disaster management competencies without overburdening the existing curriculum, in order to produce civil engineers who are resilient and responsive to risks.
Strategi Resolusi Konflik Sipil-Militer Dalam Era Disinformasi: Klaim Ilegal Pasukan Garuda Hitam PMPP TNI Tadore Alauddin, Nur Afiyin; Rachmat Setiawibawa; Arifuddin Uksan; M. Adnan Madjid; Kusuma, Kusuma
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13257

Abstract

Era digital menghadirkan kompleksitas baru dalam hubungan sipil–militer, di mana disinformasi menjadi salah satu bentuk ancaman non-tradisional terhadap stabilitas nasional. Penelitian ini menganalisis strategi resolusi konflik sipil–militer di era disinformasi dengan studi kasus “Pasukan Garuda Hitam” yang mencatut nama Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami bagaimana narasi palsu terbentuk, menyebar, serta memengaruhi persepsi publik terhadap lembaga militer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disinformasi digital dapat menimbulkan konflik perseptual, mengikis kepercayaan publik, dan menciptakan ketegangan sipil–militer. Melalui integrasi teori hubungan sipil–militer (Huntington), kekerasan struktural (Galtung), transformasi konflik (Lederach), komunikasi krisis (Coombs), dan ketahanan informasi nasional, penelitian ini menemukan bahwa strategi resolusi yang efektif perlu berbasis kolaborasi multi-aktor, literasi digital, serta komunikasi strategis pertahanan. Selain itu, teori information warfare (Bennett, 2020), cognitive security, dan strategic communication (NATO StratCom, 2022) memperkuat pemahaman bahwa disinformasi merupakan instrumen geopolitik yang dapat dimitigasi melalui diplomasi militer dan pendekatan digital peacebuilding. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model resolusi konflik adaptif berbasis ketahanan informasi nasional.
Peran Strategis Pemerintah Kota Mojokerto dalam Pemberantasan Judi Online sebagai Upaya Mendukung Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Anggitadewi, Kananita Saras; Utama, Anang Puji; Saragih, Herlina Juni Risma; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13823

Abstract

Fenomena perjudian daring atau online gambling telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat di Indonesia. Perkembangan teknologi informasi yang semakin masif memungkinkan aktivitas judi online meluas tanpa batas ruang dan waktu, melibatkan berbagai kalangan masyarakat dari usia muda hingga dewasa. Kota Mojokerto, sebagai kota dengan pertumbuhan digital yang pesat, turut menghadapi tantangan ini. Artikel konseptual ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis Pemerintah Kota Mojokerto dalam pemberantasan judi online sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui pendekatan studi literatur, artikel ini menganalisis dinamika kebijakan pemerintah daerah, kolaborasi dengan lembaga penegak hukum, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto memiliki posisi penting dalam membangun tata kelola keamanan berbasis digital melalui sinergi antarinstansi, literasi digital masyarakat, serta optimalisasi kebijakan lokal yang berpihak pada keamanan siber. Namun, tantangan seperti keterbatasan kewenangan daerah dan kompleksitas jaringan kejahatan digital masih menjadi hambatan signifikan. Kajian ini merekomendasikan pendekatan integratif berbasis kolaborasi multipihak dan inovasi teknologi untuk membentuk ekosistem masyarakat digital yang aman dan beretika.
Integrasi Pentahelix Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menghadapi Ancaman Keamanan Non-Militer Di Kepulauan Riau Hakim, Siti Rabbani; Yusnaldi, Yusnaldi; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14767

Abstract

Wilayah Kepulauan Riau memiliki posisi geopolitik strategis sebagai beranda terdepan Indonesia, namun hal ini menciptakan kerentanan tinggi terhadap ancaman keamanan non-militer seperti illegal fishing, penyelundupan, dan perdagangan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi model Pentahelix dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Riau dalam menghadapi ancaman tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain analisis sistem Input-Process-Output (IPO), penelitian ini memetakan sinergi antara lima aktor utama: Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha, Masyarakat, dan Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman non-militer di wilayah perbatasan bersifat asimetris dan transnasional, sehingga menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan militeristik ke arah keamanan insani (human security). Integrasi Pentahelix berperan penting dalam menutup celah koordinasi dan ego sektoral antar-instansi. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur maritim, rendahnya literasi digital masyarakat pesisir, dan tumpang tindih kewenangan regulasi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan masyarakat sebagai "pagar hidup" negara melalui dukungan teknologi komunikasi, kemandirian ekonomi, dan revisi kerangka hukum kolaboratif sangat krusial untuk menciptakan ketahanan wilayah yang berkelanjutan serta menjaga kedaulatan nasional di perbatasan
Peran Korban Dalam Peacebuilding Dan Implikasinya Terhadap Keamanan Nasional Afithasari, Devi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.1040

Abstract

Penelitian ini membahas pergeseran paradigma peran korban dalam proses pembangunan perdamaian serta implikasinya terhadap keamanan nasional di Indonesia. Secara historis, korban sering diposisikan sebagai penerima pasif kebijakan negara, hanya dipandang sebagai objek perlindungan atau penerima bantuan kemanusiaan. Namun, melalui perspektif viktimologi aktif dan teori peacebuilding yang dikembangkan oleh Johan Galtung dan John Paul Lederach, penelitian ini menunjukkan bahwa korban dapat menjadi aktor strategis dalam proses rekonsiliasi dan rekonstruksi pascakonflik. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis data sekunder, studi ini menelaah berbagai kasus di Indonesia dan dunia, termasuk Ambon, Kolombia, dan Rwanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi korban berkontribusi terhadap transformasi konflik dalam tiga aspek utama: narasi (pergeseran wacana dari kebencian ke dialog), struktur (pembangunan ruang komunitas inklusif), dan relasi (pemulihan kepercayaan sosial). Partisipasi aktif korban memperkuat legitimasi negara, mencegah radikalisasi, dan memperluas dimensi keamanan manusia. Dengan demikian, pelibatan korban dalam peacebuilding bukan sekadar keharusan normatif, melainkan strategi keamanan nasional untuk menciptakan stabilitas yang inklusif dan tangguh.
Co-Authors Ade Setiawan Adi, Ardiansyah Afithasari, Devi Agus Wibowo Alexandra, Halomoan FS FS Alfian, Muhammad Afif ali, yusuf Anang Puji Utama Anggitadewi, Kananita Saras Anggraeni, Bethari Ayu Anwar Kurniadi Arbiansyah, Tri Panca Titis Arif Fikri Fauzan Arifuddin Uksan Augustine, Helin Candra Baidlowi, Ahmad Bambang Purwanto Bayu Dwi Welasasih Bayu Setiawan Budiana, Ida Bagus Putra Cahyati, Fajar Chalizta, Ismaya Kenza Dekki Widiatmoko Dekki Widiatmoko Dewi Setyorini, Islamia Diana Rahmawati Eko G. Samudro Eriski Prawira Esa Majid, Wiro Fahmi, Syawal Ferdiand Suhelatua, Martinus G. Samudro, Eko Giri, Joseph Robert Hakim, Siti Hakim, Siti Rabbani Hamdi, Abdul Aziz Heri setiawan Heridadi Herlina Juni Risma Saragih Heru Suryanto Huda, Maariful I Dewa Ketut Kerta Widana Ida Bagus Putra Budiana Ilham Fakih Mullah Indah , Sulvi Ismaya Kenza Chalizta Junio, Malvin Kananita Saras Anggitadewi Saras Kurniadi, Anwar Kusuma Kusuma Kusuma Kusuma, Kusuma Lestari , Amin M Faisal, Pebi Wahyudin M. Adnan Madjid Maariful Huda Madjid, M. Adnan Malik, Ichsan Mitro Prohantoro Mohammad Rivaldy Mokhammad Syafaat Muhammad, Ikhlas Nur Muryanto Muryanto Neger S, Wello Nur Afiyin Tadore Alauddin Nur Rohman, Mohammad Izhandi Ifan Parluhutan Sagala Poetra, Auliya Wildana Prakoso, Lukman Yudho Prihantoro, Mitro Prihartoro, Mitro Pujo Widodo, Pujo Rabbani Hakim, Siti Rafi Maulana Al-farizi Rahmadani, Dinda Risahdi, Muhammad Risma Saragih, Herlina Juni Riza Alfita Robertus Anugerah Purwoko Putro ROSIDA VIVIN NAHARI Samudro, Eko G. Santoso, Rahmad Saragih, Herlina Juni Risma Sarpono Sarpono Septiani, Kartika Sermadatar Gabriel Marahuku Sermadatar Gabriel Marahuku Sermadatar Nugrahan Hutabarat Sermadatar Nugrahan Hutabarat Setyorini, Islamia Dewi Siahaan, Junior Ternama Situmorang, May Laura Thecci Sobar Sutisna Sopiin Sopiin Subiyanto, Adi Sudarno, Kurnia Agung Sukri, Hanifudin Sulvi Indah Sutanto Syahtaria, Moh Ikhwan Syamsunasir, Syamsunasir Tadore Alauddin, Nur Afiyin Theresia Dwi Siwi Titiek Herawati Triadi, Irwan Uksan, Arifuddin Uksan, Ariifuddin Utama, Anang Puji Wibi, Bagas Ardytyan Yusnaldi Yusnaldi Yusnaldi Yusnaldy, Yusnaldy