Articles
Sustainable tourism from the perspective of tourists in Nganjuk Indonesia
Supheni, Indrian;
Ivada, Elvia;
Novianti, Grevita Elma;
Wiwin, Wiwin
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 5 No. 1 (2023): September
Publisher : Goodwood Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35912/joste.v4i2.1642
Purpose: This study aims to analyze tourists' perspectives regarding the sustainability of four tourism destinations, namely Sedudo Waterfall, Roro Kuning, TRAL, and Margo Tresno Cave in Nganjuk East Java, Indonesia. Moreover, this study attempts to reveal tourists' sustainability awareness based on the triplebottom-line concept and which dimensions are considered the most important for tourists. Research Methodology: Data were obtained from a survey of visitors (16 years old and over) to the four tourist objects in Nganjuk. Furthermore, this study utilized Principal Component Analysis (PCA) and ANOVA tests to evaluate the differences between types of tourists and their views on sustainability. Results: The number of types of tourists found in the Nganjuk tourist destination was change, amusement, rupture, interest, and dedication. The ANOVA test results show a different tourist perception of sustainability issues from the five types of tourists in Nganjuk. Limitations: This study involved only young respondents who did not consider tourists beyond a young age. In addition, this study focused only on one regency in Indonesia. Contributions: To create a tourism industry that can last and protect the environment, the vital role of tourists cannot be ignored. This research makes a theoretical contribution by expanding the theory to explain aspects that have never been studied before regarding tourists' understanding of the sustainability issue in the tourism sector. Novelty: This study is one of the first to discuss tourists' perceptions of sustainability issues in the Indonesian context.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Bagi Hasil Muzara’ah Pada Masyarakat Petani Penggarap dan Pemilik Lahan Pertanian
Wiwin, Wiwin
Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/justeko.v3i1.2926
Dalam Tinjauan Hukum Islam akad Muzara’ah idealnya menguntungkan bagi kedua belah pihak, namun yang terjadi di Desa Doho justru sebaliknya, yaitu merugikan salah satu pihak. Penduduk Desa Doho sebagian besar berprofesi sebagai petani, yaitu Penggarap dan Pemilik Lahan dan mempunyai hubungan kerjasama bagi hasil (paroan) atau Muzara’ah. Rumusan Masalah dari Penelitian Tesis ini adalah : Pertama, Bagaimana Pelaksanaan Sistem Muzara’ah di Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Kedua, Bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap pelaksanaan Sistem Muzara’ah di Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode qualitative karena data yang dikumpulkan adalah data realitas sebagaimana adanya. Jenis penelitian ini adalah developmental research, yakni studi deskriptif analisis dengan ragam penelitian kasuistik. Adapun hasil penelitian yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah penelitian tentang perjanjian Muzara’ah, khususnya antara penggarap dengan pemilik lahan. Obyek penelitian ini adalah petani penggarap dan pemilik lahan di Desa Doho yang melakukan akad Muzara’ah. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa sistem Muzara’ah yang diterapkan oleh petani di Desa Doho telah sesuai dengan hukum Islam karena pelaksanaan sistem Muzara’ah sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pihak yang membuat perjanjian. Muzara’ah lahan pertanian di Desa Doho tidak menimbulkan gurur karena dengan pembagian 30% penggarap dan 70% pemilik lahan menganggap hal tersebut cukup adil sebab besar hak dan kewajiban masing-masing juga berbeda jauh. Jika terjadi permasalahan antara keduanya dalam menyelesaikannya menggunakan musyawarah mufakat.  Kata Kunci: Hukum Islam, Muzara’ah, Penggarap dan Pemilik Lahan.
Pendampingan Kelompok Kategorial Dalam Pelaksanaan Weekend Pastoral Di Paroki St. Vincensius A Paulo Malang
Wiwin, Wiwin;
Jumilah, Bernadeta Sri
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 1 No. 1 April 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.134 KB)
|
DOI: 10.53544/jpp.v1i1.138
Pastoral Weekend is an activity of STP-IPI Malang students as a form of community service which is run from Saturday to Sunday. Students run Pastoral Weekend in the parish area of St. Vinsensius Malang by actively involving himself in categorical groups in the environment. In the neighborhoods, categorical groups based on age have been formed with different kinds of activities. The presence of students in categorical groups is expected to contribute to the development of faith for the people. This research is based on the basic community development theories which are used as the basis for the development of the ummah, how the shepherding of the people in basic communities is carried out. This study aims to explore categorical groups and their activities in which students are involved in activities in each of these groups. The involvement of students in this activity is expected to be a means of learning in applying material in lectures and coaching as prospective pastoral servants. The method used in this research is a qualitative method which tries to explore a process, namely the weekend pastoral of pastoral care study program students in basic communities (wards) specifically in St. Parish. Vincent de Paul. The results showed that the involvement of students in 9 environments made a positive contribution to the categorical groups, especially the Happy Week group.
Pemanfaatan Media Manipulatif “Mata Uanga” untuk Pembelajaran Siswa Di Sekolah Inklusi Karawang
Warmi, Attin;
Lestari, Karunia Eka;
Putri, Dela Amelia;
Kusumawardani, Melisa;
Wiwin, Wiwin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4841
ABSTRACTThis service takes the theme of currency introduction which is motivated by the importance of a student knowing money because money is a medium of exchange that is closely related to daily life. The media used in this activity are props / manipulative currency which consists of metal and paper money and displays from the smallest to the largest value. The purpose of this Abdimas activity is to introduce the types of money and practice their use. This Abdimas activity was carried out in one of the Inclusion schools in Karawang City. The methods used in this activity are in the form of discussions, lectures, mentoring and demonstrations of the use of money as a tool for buying and selling. The results obtained from this Abdimas activity are that students feel happy in learning money calculations using interesting props / manipulatives so that they are able to perform basic calculation operations using money. This media can attract students' attention, so that in its implementation it can run well and students quickly understand it. The school is happy with this activity and as a motivation for teachers to create interesting media for learning both mathematics and other subjects.Keywords: currency, manipulative moneyABSTRAKPengabdian ini mengambil tema pengenalan mata uang yang dilatarbelakangi oleh pentingnya seorang siswa mengenal uang karena uang merupakan alat tukar yang sanagt erat hubungannya dengan kehidupan sehari hari. Media yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu alat peraga/manipulatif mata uang yang mana terdiri dari berupa uang logam dan kertas serta menampilkan dari yang bernilai terkecil hingga besar. Tujuan dari kegiatan Abdimas ini adalah untuk memperkenalkan jenis-jenis uang dan praktek penggunaanya. Kegiatan Abdimas ini dilaksanakan di salah satu sekolah Inkliusi di Kota Karawang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa diskusi, penyuludan, pendampingan dan demonstrasi penggunaan uang sebagai alat untuk jual beli. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Abdimas ini yaitu siswa merasa senang dalam belajar perhitungan uang dengan menggunakan alat peraga/manipulatif yang menarik sehingga mereka mampu melakukan operasi perhitungan dasar dengan menggunakan uang. Media ini dapat menarik perrhatian siswa , sehingga dalam pelaksnaanya dapat berjalan dengan baik dan siswa cepat memahaminya. Sekolah merasa senang dengan adanya kegiatan ini dan sebagai motivasi untuk para guru untuk membuat media yang menarik untuk pembelajaran baik matematika maupun pelajaran lainnya.Keywords: Mata uang, alat peraga uang
Analisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII SMP pada materi SPLDV di kota karawang
Wiwin, Wiwin;
Warmi, Attin
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dpi.v13i1.7730
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP pada materi SPLDV. Subjek pada penelitian ini yaitu 20 siswa kelas IX SMP Negeri yang ada di Kabupaten karawang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mana tujuannya untuk mendeskripsikan atau menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam mengerjakan soal kemampuan berpikir kreatif pada materi SPLDV. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu instrumen tes kemampuan berpikir kreatif matematis, Proses pelaksanaannya terdiri dari tiga langkah, yakni persiapan, pelaksanaan, dan analisis data. Pada tahap pelaksanaan siswa diberi soal tes kemampuan berpikir kreatif matematis yang terdiri dari 4 soal dengan aspek kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan adalah Fluency, Flexibility, Elaborasi dan Originality. Hasil dari penelitian ini yaitu kemampuan berpikir kreatif matematis pada materi SPLDV siswa SMP di salah satu SMP yang tepatnya ada di Kabupaten Karawang berada dalam kategori sedang. Dengan jawaban siswa tidak mampu menghasilkan ide ide baru, dan siswa kurang mampu mengembangkan ide ide atau gagasan, kesimpulan dari penelitian ini dapat kita lihat dari indikator indikator kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kurang mampu berpikir originality dan berpikir elaboration.
The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in Indonesia’s Constitutional System
Arfandy, Muh Farhan;
Ambarwati, Auliah;
Santoso, Amin Nugrah;
Wiwin, Wiwin
Amsir Law Journal Vol 7 No 1 (2025): Oktober
Publisher : Faculty of Law, Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36746/alj.v7i1.723
This study examines the evolution of the legislative power relationship between the House of Representatives (DPR) and the President within Indonesia's constitutional framework, particularly before and after the amendments to the 1945 Constitution. It aims to identify how constitutional reforms have reshaped the distribution of legislative authority and whether they have succeeded in achieving a substantive balance of power. Using a qualitative, normative juridical approach with historical and comparative analysis, the study explores relevant constitutional documents, laws, and Constitutional Court decisions. The findings reveal that although the constitutional amendments shifted the Indonesian system from presidential dominance to a formal balance of power, lawmaking practices remain heavily influenced by executive control. The president retains significant authority in legislative initiation and formulation, while the role of the DPR is often constrained by political and institutional constraints. Consequently, the principle of checks and balances in Indonesia's presidential system tends to be cooperative rather than competitive, with procedural balance lacking substantive equality. The study concludes that constitutional reforms must be complemented by institutional strengthening of the DPR through increased research capacity, professional legislative drafting, and increased public participation. This study contributes to the theoretical discourse on constitutionalism by proposing a cooperative checks and balances model suitable for presidential systems characterized by asymmetric power relations
Metode Bernyanyi Asyik Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bagi Anak Usia 5-6 Tahun di Tk Al Fairuz Cikarang
Tri Gayatri, Marini;
Wiwin, Wiwin;
Nurhasanah, Nurhasanah;
Watini, Sri
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v5i2.2704
Kemampuan berbicara anak usia dini berkembang secara bertahap. Pada usia 2-3 tahun, anak mulai belajar mengucapkan kata-kata pertama mereka. Pada usia 3-4 tahun, anak mulai belajar merangkai kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Metode Bernyanyi ASYIK (Aman, Senang, Yakin, Inovatif, Kreatif) dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada anak usia 5-6 tahun di TK Al Fairuz, Cikarang. Metode ini dirancang khusus untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan keterampilan berbicara melalui penggunaan lagu-lagu interaktif, kegiatan kreatif, dan interaksi aktif antara guru dan siswa. Penelitian ini melibatkan 30 anak usia 5-6 tahun sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mengalami peningkatan kemampuan berbicara dengan implementasi Metode Bernyani ASYIK. Hal ini terlihat dari peningkatan keterampilan berbicara, penggunaan kosakata, dan keberanian berkomunikasi. Metodenya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan empat tahap yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan dan Refleksi. Metode bernyanyi ASYIK ini membuat anak-anak dapat mengawali kegiatan pembelajaran dengan semangat dan pendidik dapat merangsang respon anak dengan cepat. Kesimpulan dari penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tiga siklus yaitu siklus I dikategorikan 30%, Siklus II 60% dan Siklus III 90%.
Penggunaan Google Classroom pada Pembelajaran Daring dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Wiwin, Wiwin
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46306/jurinotep.v1i1.6
The purpose of this study was to determine the use of Google Classroom in Online Learning in Improving Mathematics Learning Outcomes. The research method used in this research is descriptive qualitative research, with reference to problem solving strategies. The reason for using this qualitative descriptive research is because the author wants to improve and improve the quality of learning. In addition, this research is an effort to improve the writer's performance. The research was conducted on the XII IPA grade students of SMAN 2 Singaparna, Tasikmalaya Regency. The research subjects were students of class XII IPA SMAN 2 Singaparna, Tasikmalaya Regency with a total of 36 students. Based on this article, the following conclusions can be drawn: 1) Learning mathematics using Google Classroom during the covid-19 pandemic in class XII IPA at SMAN 2 Singaparna is beneficial for students so that students can still carry out learning even with limitations. 2) The advantages of using Google Classroom, teachers and students become accustomed to using online learning. Barriers to the use of Google Classroom, teachers and students cannot meet face to face in learning. If the facilities are inadequate, it can hinder the implementation of online learning
Problematika Pengadaan Bilik Asmara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Parepare Demi Pemenuhan Hak Seksual Narapidana
Wiwin, Wiwin;
Muhammad Sabir Rahman;
Muhammad Aditya;
Muhammad Kemal Yunus;
Nurul Ramadhani Sangker
UNES Law Review Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31933/unesrev.v7i1.2312
A romance room is a special room or room provided by the state for inmates to channel their sexual desires. The provision of a romance room aims to provide a place for inmates to channel their sexual desires to their legal partners. In Indonesia, romance rooms are still limited and there are only three correctional institutions that have romance booths, namely Ciangir Class IIB Correctional Institution, Kendal Class IIB Open Correctional Institution, and Nusakambangan Class IIB Open Correctional Institution, while Parepare Class IIA Correctional Institution has not yet held a romance room. This study aims to find out the reality of inmates' sexual desire and the problems of procuring romance rooms in Class IIA Parepare Correctional Institution. This research is an empirical normative research that uses a statute appraoch, conceptual approach and social approach. The results of this study show that the reality of inmates' sexual desires in the Class IIA Parepare Correctional Institution requires a romance room as a legal mechanism to fulfill the inmates' sexual desires and to carry out the rights and obligations of the inmate's legal spouse in order to maintain marital harmony. Inmates of Class IIA Parepare Correctional Institution still have difficulty channeling their sexual desires because romance booths are not yet available, while CMK and extraordinary permits that are often used as a medium for channeling sexual desire require strict administrative requirements. The problems faced by the Parepare Class IIA Correctional Institution in the procurement of romance rooms are the absence of regulations that specifically regulate the requirements, implementation procedures, supervision, and technical matters related to the procurement of romance rooms. Another problem faced is the concern about the safety of the romance room and the impact caused if the inmate's wife or female inmate becomes pregnant and gives birth.
PERSEPSI DAN MAKNA PEMBAHARUAN JANJI PERKAWINAN TERHADAP KEUTUHAN PERKAWINAN OLEH PASUTRI KATOLIK: Perception and Meaning of Renewal of Marriage Promises towards the Integrity of Marriage by Catholic Couples
Selatang, Fabianus;
Wiwin, Wiwin;
Desa, Maria Vianti;
Risti, Maria Antonia Gracia Eka
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24156/jikk.2023.16.2.108
Situasi dan perkembangan zaman menggiring manusia pada nilai-nilai duniawi. Perkawinan Katolik dan keutuhan keluarga Katolik dihadapkan pada tantangan yang sama. Pembaharuan janji perkawinan adalah salah satu jalan untuk membendung tantangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi dan makna pembaharuan janji perkawinan oleh pasutri Katolik. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif. Desain penelitian yakni pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Paroki St. Maria dari Fatima Kesatrian Malang, Provinsi Jawa Timur. Waktu penelitian Juli sampai Desember 2022. Dalam penelitian ini, kami mengambil 15 pasutri sebagai sumber utama atau informan kunci dengan klasifikasi usia perkawinan 1-5 tahun, 6-20 tahun dan 20-an tahun ke atas. Prosedur pengumpulan data yakni wawancara dan bentuk wawancara yakni semi terstruktur. Teknik analisis data terdiri dari tiga tahap yakni membaca data, organisasi data dan menentukan tema. Kesimpulan, pembaharuan janji perkawinan lahir dari kesadaran pasangan suami istri akan makna terdalam dari Sakramen Perkawinan. Pembaharuan perkawinan sarana untuk memelihara dan merawat janji nikah dan komitmen satu sama lain dalam hidup perkawinan. Dengan demikian, makna pembaharuan janji perkawinan adalah agar semakin saling percaya, total dalam menjalankan hidup bersama, saling melengkapi dan bertanggung jawab terhadap pilihan dan setia pada janji nikah serta menghidupkan kembali cinta Kristus kepada gereja-Nya yang tercermin dalam hubungan suami dan istri.