Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Kandungan Antioksidan Polifenol Pada Buah Tin (Ficus Carica) Dan Buah Anggur Merah (Vitis Vinifera) Dengan Metode 2,2-Diphenyl-1- Picrylhydrazyl (DPPH): Analysis of Antioxidant Content of Polyphenols in Figs (Ficus Carica) and Red Grapes (Vitis Vinifera) Using the 2,2-Diphenyl-1- Picrylhydrazyl (DPPH) Method Syamsu, Rachmat Faisal; Listin, Nurhalisa; Putra, Fadil Mula; Muchsin, Achmad Harun; Mulyadi, Farah Ekawati
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v5i1.159

Abstract

Antioxidants play an important role in counteracting free radicals that can damage body cells. Indonesia has a wide variety of natural antioxidant sources, including fig fruit (Ficus carica) and red grapes (Vitis vinifera), which are rich in polyphenol and flavonoid compounds. To determine the antioxidant activity of these fruits, the DPPH method is used because it is simple, rapid, and accurate in measuring the ability of compounds to scavenge free radicals. This study aimed to determine the extraction method for fig fruit (Ficus carica) and red grapes (Vitis vinifera), as well as to analyze the polyphenol antioxidant content of both fruits using the DPPH method. This research was an experimental laboratory study. The results showed that the extraction of fig fruit (Ficus carica) and red grapes (Vitis vinifera) was carried out using the maceration method. This method was chosen because it is simple, easy to perform, requires readily available equipment, and is effective in maintaining the stability of heat-sensitive active compounds, making it suitable for extracting polyphenol compounds. Based on the results of the antioxidant activity test using the DPPH method, the fig fruit extract of the Iraqi variety showed an IC₅₀ value classified as very strong antioxidant activity, while the red grape extract of the Red Globe variety showed an IC₅₀ value classified as strong according to the Blois classification. These results indicate that both fruits contain polyphenol compounds with antioxidant potential, with higher antioxidant activity observed in fig fruit compared to red grapes.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAMANGAPA Syamsu, Rachmat Faisal; Dahliah, Dahliah; Palloge, Salahuddin Andi; Nasruddin, Hermiaty; Indarwati, Rezky Putri; Makmun, Armanto; Bahar, Burhanuddin; Nurdin, Abbas Zavery; Fatimah, Fatimah; Nurfadhilah, Nadiyah; Zahiyah, Azzah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54271

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko penting penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi adalah status gizi, yang umumnya dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kelebihan berat badan dan obesitas dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui mekanisme resistensi insulin, aktivasi sistem saraf simpatis, dan retensi natrium. Di Indonesia, perubahan pola makan dan gaya hidup menyebabkan meningkatnya jumlah pasien hipertensi dengan status gizi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang tercatat di Puskesmas Tamangapa tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 25 pasien hipertensi yang diambil menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian adalah status gizi pasien hipertensi yang diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Alat pengumpulan data berupa data sekunder yang meliputi berat badan dan tinggi badan pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi berdasarkan kategori IMT menurut kriteria WHO Asia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi memiliki status gizi normal sebanyak 16 orang (64%), diikuti kategori overweight sebanyak 8 orang (32%), dan obesitas kelas I sebanyak 1 orang (4%). Kesimpulan penelitian ini mayoritas pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa memiliki status gizi normal hingga overweight. Pemantauan dan pengendalian status gizi tetap diperlukan sebagai bagian penting dalam upaya pengelolaan dan pencegahan komplikasi hipertensi.
Gambaran perilaku pencegahan penyakit tidak menular pada masyarakat di Indonesia: Literature review Putri, Fadila Ananda; Nasruddin, Hermiaty; Hawaidah, Hawaidah; Syamsu, Rachmat Faisal; Susanto, Ham Fransiskus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2094

Abstract

Background: Non-communicable diseases (NCDs), such as hypertension, diabetes mellitus, cardiovascular disease, and cancer, remain the leading causes of illness and death in Indonesia. Purpose: To describe how Indonesians perceive and practice NCD prevention and to identify key factors influencing their preventive behavior. Method: A narrative literature review was conducted using articles published between 2019 and 2024 from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. Studies focusing on lifestyle modification, health screening, or health promotion were analyzed descriptively. Results: Most studies indicate that preventive behavior remains inconsistent and is strongly influenced by education level, socioeconomic status, and health literacy. Urban populations generally demonstrate higher awareness and participation than rural populations. Digital and community-based health programs have been effective in increasing knowledge and promoting healthier lifestyles, although disparities remain in areas with limited resources. Conclusion: Strengthening community participation, integrating culturally appropriate education, and promoting digital-based health literacy are crucial for improving NCD preventive behavior in Indonesia. Sustainable health promotion and multisectoral collaboration are needed to build a sustainable culture of prevention.   Keywords: Health Literacy; Health Promotion; Indonesia; Non-Communicable Diseases; Preventive Behavior.   Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, dan kanker, masih menjadi penyebab utama penyakit dan kematian di Indonesia. Tujuan: Untuk menggambarkan bagaimana masyarakat Indonesia memandang dan mempraktikkan pencegahan PTM dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi perilaku pencegahan mereka. Metode: Penelitian narrative literature review dengan menggunakan artikel yang diterbitkan antara tahun 2019-2024 dari data PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. Studi yang berfokus pada modifikasi gaya hidup, skrining kesehatan, atau promosi kesehatan yang dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan bahwa perilaku preventif masih belum konsisten dan sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, dan literasi kesehatan. Penduduk perkotaan umumnya menunjukkan kesadaran dan partisipasi yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat pedesaan. Program kesehatan digital dan berbasis masyarakat telah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong gaya hidup yang lebih sehat, meskipun masih terdapat kesenjangan di daerah dengan sumber daya yang terbatas. Simpulan: Penguatan partisipasi masyarakat, integrasi pendidikan yang sesuai budaya, dan promosi literasi kesehatan berbasis digital sangat penting untuk meningkatkan perilaku preventif PTM di Indonesia. Promosi kesehatan berkelanjutan dan kolaborasi multisektoral diperlukan untuk membangun budaya pencegahan yang berkelanjutan.   Kata Kunci: Indonesia; Literasi Kesehatan; Penyakit Tidak Menular; Perilaku Preventif; Promosi Kesehatan.
Gambaran status gizi pada diabetes melitus Syamsu, Rachmat Faisal; Amrin, Alisa Febriana; Saad, Lucky Amelia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2186

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus is a public health problem with a steadily increasing prevalence and is closely related to nutritional status. Nutritional imbalances, both undernutrition and overnutrition, impact glycemic control and the risk of complications. Purpose: To determine the nutritional status of type 2 diabetes mellitus patients based on Body Mass Index (BMI). Method: This is a descriptive study using a secondary data approach. Samples were taken using a total sampling technique from all type 2 diabetes mellitus patients registered in the medical records of the Maccini Sawah Community Health Center during the period October–November 2025. Nutritional status data was determined based on BMI calculations and classified according to WHO criteria. Results: A total of 37 type 2 diabetes mellitus patients were studied, the majority of whom had normal nutritional status (35.14%). Overweight patients accounted for 27.03%, class I obesity for 24.32%, and class II obesity for 5.41%. Meanwhile, 8.11% of patients were underweight. Conclusion: The description of the nutritional status of type 2 diabetes mellitus patients shows that more than half of the patients are overweight and obese.   Keywords: Body Mass Index; Nutritional Status; Primary Health Care; Type 2 Diabetes Mellitus.   Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat dan sangat berkaitan dengan status gizi. Ketidakseimbangan status gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih, berpengaruh terhadap kontrol glikemik dan risiko komplikasi. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran status gizi pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan data sekunder. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling terhadap seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Maccini Sawah pada periode Oktober–November 2025. Data status gizi ditentukan berdasarkan perhitungan IMT dan diklasifikasikan menurut kriteria WHO.  Hasil: Sebanyak 37 pasien diabetes melitus tipe 2 yang diteliti, sebagian besar memiliki status gizi normal (35.14%). Pasien dengan status overweight ditemukan sebesar 27.03%, obesitas kelas I sebesar 24.32%, dan obesitas kelas II sebesar 5.41%. Sementara itu, 8.11% pasien berada dalam kategori underweight. Simpulan: Gambaran status gizi pasien diabetes melitus tipe 2 menunjukkan bahwa lebih dari separuh pasien mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.   Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Indeks Massa Tubuh; Puskesmas; Status Gizi.
“Antibacterial Activity of Olive Oil Against Salmonella Typhi.” Fauziyah, Nailatul; Syamsu, Rachmat Faisal; Sodiqah, Yani; Karim, Marzelina; Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10374

Abstract

Salmonella typhi merupakan penyebab utama demam tifoid yang sering memerlukan pengobatan antibiotik, namun masalah resistensi bakteri terhadap antibiotik menjadi tantangan besar dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antimikroba dari tiga jenis minyak zaitun: Extra Virgin Olive Oil (EVOO), Extra Light Olive Oil (ELOO), dan Olive Pomace Oil (OPO) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Metode yang digunakan adalah uji difusi cakram selama tiga hari di Laboratorium UP3M Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis minyak zaitun menunjukkan zona hambat terbatas antara 7,0 mm hingga 9,0 mm, yang semuanya dinilai “Resisten”, mengindikasikan efektivitasnya yang terbatas. Meskipun EVOO memiliki zona hambat rata-rata tertinggi (8,37 mm), tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga jenis minyak zaitun maupun dengan Ciprofloxacin (kontrol positif) yang menunjukkan zona hambat sebesar 33 mm. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan terapi alternatif berbasis alami untuk mengatasi infeksi bakteri seperti Salmonella typhi, namun juga menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami potensi penuh minyak zaitun dan cara untuk meningkatkan efektivitasnya, termasuk modifikasi kimia atau pengolahan lebih lanjut.
Systematic Review : Efek Resveratrol Terhadap Parameter Hipertensi Salmalia, Raisya Zahra; Syamsu, Rachmat Faisal; Ma’ruf, Dwi Pratiwi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22767

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a major global health issue with rising prevalence and significant morbidity and mortality. Despite available pharmacological therapies, blood pressure control often remains suboptimal, prompting investigation into natural adjunctive interventions. Resveratrol, a polyphenolic compound found predominantly in red grape skin, has demonstrated antioxidant, anti-inflammatory, and endothelial function-enhancing properties, suggesting potential antihypertensive effects. This systematic review aims to evaluate the impact of resveratrol on hypertension-related parameters in experimental animal models. A comprehensive literature search was conducted across PubMed, Scopus, Sinta, and Google Scholar for studies published between 2020 and 2025, focusing on in vivo interventions using pure resveratrol. Ten studies met inclusion criteria, encompassing models such as spontaneously hypertensive rats, DOCA-salt-induced hypertension, cyclosporin A-induced hypertension, and perinatal programming of hypertension. Consistently, resveratrol administration resulted in reduced systolic and diastolic blood pressure, enhanced endothelial nitric oxide (NO) bioavailability, decreased oxidative stress and inflammatory markers, and improved target organ function, particularly in the heart and kidneys. Mechanistically, effects were mediated via eNOS/NO pathway activation, modulation of renin-angiotensin-aldosterone system, antioxidative protection, anti-inflammatory activity, and regulation of cellular stress pathways. These findings support resveratrol as a promising adjunctive agent for hypertension management, offering both blood pressure-lowering and organ-protective benefits. Moreover, its presence in grapes, noted in the Quran for health benefits, highlights the potential for dietary incorporation as part of holistic health approaches. Further clinical studies are warranted to translate these experimental findings into human populations. Keywords: Resveratrol, Hypertension, Blood Pressure, Endothelial Function.  ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan kontribusi signifikan terhadap morbiditas serta mortalitas. Meskipun tersedia terapi farmakologis, pengendalian tekanan darah sering kali belum optimal, sehingga penelitian mengenai intervensi tambahan berbasis bahan alami menjadi penting. Resveratrol, senyawa polifenol yang terutama terdapat pada kulit anggur merah, memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan meningkatkan fungsi endotel, sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Sistematic review ini bertujuan mengevaluasi efek resveratrol terhadap parameter hipertensi pada model hewan eksperimental. Pencarian literatur dilakukan di PubMed, Scopus, Sinta, dan Google Scholar untuk studi tahun 2020–2025 dengan intervensi resveratrol murni. Tujuh studi memenuhi kriteria inklusi, meliputi model tikus hipertensi spontan, hipertensi DOCA-salt, hipertensi akibat siklosporin A, dan pemrograman hipertensi perinatal. Secara konsisten, pemberian resveratrol menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, meningkatkan bioavailabilitas nitric oxide (NO) endotel, menurunkan stres oksidatif dan biomarker inflamasi, serta memperbaiki fungsi organ target, terutama jantung dan ginjal. Mekanisme efek melibatkan aktivasi jalur eNOS/NO, modulasi sistem renin-angiotensin-aldosteron, perlindungan antioksidan, aktivitas antiinflamasi, dan regulasi jalur stres seluler. Temuan ini menunjukkan bahwa resveratrol berpotensi menjadi agen tambahan dalam pengelolaan hipertensi dengan manfaat proteksi organ. Selain itu, kandungan resveratrol dalam anggur, yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai buah bermanfaat bagi kesehatan, mendukung potensi penggunaannya dalam pendekatan diet sehat. Studi klinis lebih lanjut diperlukan untuk mentranslasi hasil ini ke populasi manusia. Kata Kunci: Resveratrol, Hipertensi, Tekanan Darah, Fungsi Endotel.
Co-Authors 'Aisy S.Day, Siti Rahadatul Abdillah, Andi Rachmat Abdullah, A. Adila Permata Abdullah, Rezky Putri Indrawati Adriana, Delvi Ahmad Ahmad Ahyar, Farah Firjatillah Akbar, Muhammad Alief Alfaruq, Zulfi Zain Alhumaerah, Musdalifah Alie, Nuzul Shafira Alimun, Sity Rahmatia Amaliyah B, Ilma Khaerina Amrin, Alisa Febriana Amrizal Muchtar Ancha, Annisa Andry Pratama, Andry Anggita, Dwi Aqillah Rahis, Fadiah Dewi Arfah, Arni Isnaini Arifin, Arina Fathiyyah Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Astri Wahyuni Azis, Arung Anugrah Al Bamahry, Aryanti R. Bazith, Akhmad Bima, Irmayanti Haidir Bima, Irmayanti Johar Bonita, Nita Burhanuddin Bahar Dahlia Dahlia Dahliah, Dahliah Darariani Iskandar Dewi, Anna Sari Domu, Anugrah Julistiar Aksan Efendy, Rizki Amalia Evi Sulastri fatimah Fatimah Fattah, Nurfachanti Fauziyah, Nailatul febriyanti febriyanti G. Gunawan Gani, Azis Beru Gayatri, Sri Wahyuni Hadi, Santriani Hakim, Dwi Ashariyanti Hamsah, M. Hasbi, Berry Erida Hawaidah, Hawaidah Hikmah, Annisa Duratul Ikram, Dzul Ilda, Khusnul Indarwati Abdullah, Rezky Putri Indarwati, Rezky Putri Irna Diyana Kartika Jam’an Laoh, Abulkahiril Jannah, Reza Miftahul Jaya, Muh. Alim Jaya, Muhammad Alim Juliani, Sri Julyani, Sry Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Kartika, Andy Visi Khalid, Nur Fadhillah Laddo, Nirwana Latief, Shofiyah Lausiri, Satharia Listin, Nurhalisa M. Yogi Riyantama Isjoni Makmun, Armanto Mamile, Rahmawati Mangarengi, Yusriani Mappaware, Nasrudin Andi Maulidiah, Nurul Farah Mayo, Abbas Ali Ma’ruf, Dwi Pratiwi Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Mochtar, Shulhana Mokhtar, Shulhana Mubarok, Rizqi Muchsin, Achmad Harun Mukhtar, Shulhana Mulyadi, Farah Ekawati Musa, Inna Mutmainnah Muthalib, Iqra Muhamad Zulmadhani Z. N, Hermiaty N. Hamzah, Pratiwi Namirah, Hanna Aulia Nasruddin, Hermiaty Nawawi, Nurafni Maharani Noor, Raehana Norman, Fadhilah Nulanda, Mona Nurdin, Abbas Zavery Nurdin, Abbas Zavey Nurfadhilah, Nadiyah Nurhikma, Nurhikma Nurmadilla, Nesyana Ode Arli, Rosmelidian Safari Oktaviani, Mentari Dwi Palloge, Salahuddin Andi Palo, Nurul Aisyah Pramono, Sigit Dwi Purnamasari, Reeny Putra, Fadil Mula Putri, Fadila Ananda Putri, Riski Astriani Rachman, Moch. Erwin Rachmat, Rizqah Aulyna Rafiqah, Rafiqah Rahman, Dinda Briliani Rahman, Dinda Briliany Rahman, Mochammad Erwin Rasfayanah, Rasfayanah Rifai B, Muh. Rizki Salsabilah R, Andi Fatihah Saad, Lucky Amelia Safitri, Asrini Saifullah, Yayan Yustika Sakti, Muhammad Reyhan Salam, Annisa Salsabilah Salmalia, Raisya Zahra Salsabila, Lu’lu Luqyana Amirah Saputra, Adrian Shamad, Muhammad Ishaq Sholehah, Mar'atun Siska Nuryanti, Siska Sodiqah, Yani Sri Wahyu Surdam, Zulfiyah Suryo, Ersya Putri Alifya Susanto, Ham Fransiskus Syamsu Rijal Tebi, Tebi Thahir, Ilyas Thahira, Yugni Maula Utami, Dian Fahmi Utami, Nurfika Wardayani Wardayani, Wardayani Wello, Eny Arlini Yusuf, Andini Zahiyah, Azzah Zulfahmidah, Zulfahmidah Zulfitriani Murfat