p-Index From 2021 - 2026
5.768
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Litera Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia BASASTRA BAHASTRA Lingua Cultura Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Prosiding Ilmu Pendidikan Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA Jurnal Gramatika Indonesian Language Education and Literature Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Sejarah dan Budaya Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Proceedings Education and Language International Conference Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Diglosia DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Metamorfosa Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya International Journal of Pedagogy and Teacher Education Jurnal Madah PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra JUKANTI (Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi) Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya IJOLTL (Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics) LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Paedagogy Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ittishal Educational Research Journal ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kode : Jurnal Bahasa IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) SWARNA Widyaparwa JGK (Jurnal Guru Kita) Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Prosiding Seminar Nasional Unimus SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sastra Indonesia Aksara
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PERCAKAPAN PEMELAJAR BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING DENGAN STRATEGI SIMULASI PERCAKAPAN (PERMAINAN PERAN DAN SOSIO-DRAMA) Yeyen Purwiyanti; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi percakapan dapat terjadi pada waktu dan tempat yang berbeda-beda. Interaksi percakapan dapat dilakukan dengan teman, guru, dan orang asing. Situasi komunikasi lisan dapat dilakukan dalam berbagai lingkungan. Pemelajar bahasa kedua perlu memiliki kemahiran komunikatif untuk mengembangkan komunikasi lisan. Belajar bahasa kedua di dalam kelas memerlukan strategi komunikasi, tujuannya adalah agar maksud yang ingin disampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh mitratuturnya. Konteks pembelajaran di kelas mendorong guru untuk menerapkan strategi di dalam pembelajaran bahasa kedua. Pemelajar Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) diharuskan dapat menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi di dalam kelas dan berinteraksi langsung dengan penutur asli. Tingkat kemahiran bahasa kedua yang belum maksimal mengharuskan pemelajar untuk menggunakan strategi komunikasi dalam berbicara. Strategi yang dapat digunakan oleh pemelajar BIPA, antara lain strategi meta-kognitif, strategi kognitif, dan strategi sosial dan afektif. Sementara itu, strategi permainan peran dan sosio-drama dapat dijadikan strategi simulasi percakapan dalam pembelajaran BIPA. Permainan peran dan sosio-drama dapat dilakukan di dalam dan luar kelas. Dengan penggunaan strategi permainan peran dan sosio-drama yang diterapkan, pemelajar BIPA memiliki kepercayaan diri saat presentasi lisan di depan kelas dan berinteraksi langsung dengan penutur asli.Kata Kunci, drama, percakapan
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL VIDEO PEMBACAAN CERPEN BERMUATAN BUDAYA NASIONAL INDONESIA UNTUK KOMPETENSI MENELAAH KARYA SASTRA BAGI PEMELAJAR BIPA Lerry Alfayanti; Sarwiji Suwandi; Retno Winarni
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa merupakan sebuah proses untuk menguasai sebuah bahasa. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran bahasa dipengaruhi oleh dua unsur penting di dalamnya, yakni pengajar dan pemelajar. Begitu pula dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang mengharuskan pemelajarnya menguasai keterampilan bahasa maupun sastra. Khususnya bagi pemelajar BIPA tingkat mahir. Proses pembelajaran akan dikatakan berhasil apabila kompetensi yang diajarkan oleh guru atau pengajar dapat dikuasai pemelajar dengan baik. Perlu adanya persiapan yang harus dilakukan oleh pengajar sebelum menyampaikan kompetensi kepada pemelajar. Apalagi bagi pemelajar BIPA, karya sastra pasti cukup asing bagi mereka meskipun tidak sedikit yang sudah mengenal tentang karya sastra di negaranya masing-masing. Untuk itu pengajar BIPA sebaiknya menggunakan berbagai trik inovatif pembelajaran yakni salah satunya dengan menerapkan media pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan diajarkan kepada pemelajar BIPA. Menelaah karya sastra cerpen sangat pas apabila diajarkan dengan menggunakan media audio visual berupa video. Media video adalah media yang menampilkan gambar, gerak, maupun suara sehingga akan lebih menarik bagi pemelajar BIPA untuk menontonnya, serta dengan memilih video pembacaan cerpen yang bermuatan budaya nasional Indonesia sekaligus memperkenalkan keragaman kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia kepada pemelajar BIPA. Kata kunci :  media audio visual, video pembacaan cerpen, BIPA
Pembelajaran Menulis Teks Cerpen Melalui Teknik Parafrase Lagu Populer di Sekolah Menengah Atas Prissilia Prahesta Waningyun; Sarwiji Suwandi; Budhi Setyawan
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.526 KB) | DOI: 10.24246/j.js.2018.v8.i2.p180-188

Abstract

Studi kasus ini terfokus pada pembelajaran menulis teks cerpen berdasar pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 5 Surakarta . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan strategi studi kasus terpancang tunggal. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, analisis dokumen, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap perencanaan pembelajaran menulis teks cerpen, guru melakukan langkah pengkajian terhadap silabus. Berdasarkan silabus tersebut selanjutnya guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 5 Surakarta telah memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap. Perangkat pembelajaran tersebut yaitu: (1) Silabus Revisi Kurikulum 2013 dari pemerintah; (2) RPP menulis teks cerpen yang memiliki komponen susuai dengan Permendikbud Nomor 22 tahun 2016; dan (3) Analisis SKL, KI dan KD. Pada tahap pelaksanaan proses pembelajaran, diawali dengan pembelajaran menulis cerpen melalui penerapkan teknik parafrase lagu populer serta memanfaatkan penggunaan media audio visual berupa video. Sedangkan pada tahap penilaian pembelajaran dilakukan dengan menggunakan penilaian proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar menulis teks cerpen yang mengacu pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Menggunakan Model Problem Based Learning Martanti Dwi Kristyanawati; Sarwiji Suwandi; Muhammad Rohmadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 9 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.68 KB) | DOI: 10.24246/j.js.2019.v9.i2.p192-202

Abstract

The aim of this research is improving expositional text writing skill using PBL for students eighth grade at SMPN 3 Surakarta. PBL is a learning model where the students are asked to solve the problems based on the information given, later they are asked to describe the problems in real life. This Classroom Action Research used the data collection technique with test. The instruments of learning process consisted of 3 items of activity and 20 indicators that were divided into 3 initial stages, core stage, and closing stage. It is shown from the data analysis that the teacher’s teaching activity in the first cycle scored 73, in the second cycle scored 77, and the third cycle reached 80, and all those three results achieved ‘good’ category. The percentage of students' passing level in the first cycle was 43.75%, the second cycle was 68.75%, and the third cycle was 100%. The implementation of PBL was better than in the previous cycle. It was indicated by the improvement in the passing score from 73% (Classification C) in the second cycle, to 82% (Classification B)in the third cycle.
PERAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SISWA1 sarwiji suwandi
Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 1 (2018): SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.098 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat sering kita jumpai dan saksikan fenomena perilaku yang jauh dari etika, seperti maraknya tindakan kekerasan, kejahatan seksual, pergaulan bebas, kecenderungan anak-anak muda pada narkoba, dan perilaku intoleransi. Di sekolah dan kampus pun bukanlah perkara yang sulit untuk menemukan perilaku kurang etis, seperti siswa nyontek dalam mengerjakan tes atau ujian, kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswa atau sebaliknya, mahasiswa, guru, dan bahkan dosen melakukan plagiasi dalam penyusunan karya ilmiah. Berkenaan dengan itu, upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan dan pembelajaran merupakan suatu keharusan. Pendidikan yang kita laksanakan harus mampu menyiapkan anak didik kita menjadi manusia yang memiliki perilaku dan nilai yang berlaku serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan hidup yang berubah-ubah. Penguatan pendidikan karakter dipandang mampu memberi solusi terhadap berbagai permasalahan pendidikan. Guru–termasuk guru bahasa Indonesia—memiliki peran yang sangat strategis. Guru dituntut berperan sebagai fasilitator yang kreatif dan dinamis yang mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, efektif, dan menyenangkan. Guru dituntut mampu menggunakan model atau strategi pembelajaran bervariasi, mengatur kelas dalam suasana yang menyenangkan, mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, serta menyiapkan dan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan menantang partisipasi aktif siswa.
CAMPUR KODE BAHASA JAWA BANYUMASAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Bekty Tandaningtyas Sundoro; Sarwiji Suwandi; Budhi Setiawan
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.553 KB) | DOI: 10.26858/retorika.v11i2.6367

Abstract

Code-Mixing Javanese Language of Banyumasan in Indonesian Language Learning at Vocational High School. This research will describe: (1) the form of code mixing, and (2) the factor that causing of code mixing that occur in the process of Indonesian learning class. Data and data sources in this research are a written data about speech that appear in a process of Indonesian language learning. Validity data technique is use triangulation of data source and informant review. Data analysis used intralingual method. The results of this study found the use of code mixing in Indonesian learning class in The Country Vocational High School of Banyumas. The form of code mixing that found are namely: (1) word insertion, (2) phrase insertion, (3) clause insertion, (4) the word repetition, and (5) idiom. The factor that causing of code mixing are: (1) changing situation, (2) want to explain something, and (3) establishing intimacy between teacher and student.
METACOGNITIVE ASPECTS IN INDONESIAN LEARNING IN SENIOR HIGH SCHOOLS IN JEMBER Alivia Nadatul Aisyi; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v14i1.16491

Abstract

Metacognition is important in learning since it is a higher order thinking process. Metacognition emphasizes on the students’ autonomy to determine the learning process which is right for them. This research was conducted on tenth grade class students in Jember. Research on three students was collected through interviews and observations. The research result was obtained in three parts, procedural, declarative, and conditional knowledge in each variable. The variables consist of self, task, and strategy. The results showed that the three metacognitive knowledge were closely related to the student learning process. The highest level in the learning process is procedural knowledge, then declarative and conditional knowledge.
Nilai Didaktik Moralistik Dalam Serat Wasita Rini Karya Ki Hadjar Dewantara Akbar Al Masjid; Sarwiji Suwandi
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wa.v5i1.9520

Abstract

This study focuses on the study of the value of moral education / didactic moralistic values contained in Ki Hadjar Dewantara's Serat Wasita Rini through content analysis. The data analysis methods and techniques used are the content analysis method of the semiotic model. Moral education can be equated with the terms ethical education, character education, value education or affective education. The results of the didactic moralistic value research contained in Serat Wasita Rini are as follows: 1) A woman should always maintain the norms of decency and morality; 2) Safeguarding themselves and their honor; 3) Women, do not like to order arbitrarily; 4) self-control; 5) A woman must be conscientious and clever at sorting out good and bad things; 6) Women are required to have creative intelligence, taste, and intention (morals)
KEARIFAN LOKAL MAJALENGKA SEBAGAI MATERI AJAR MATA KULIAH SOSIOLINGUISTIK Pipik Asteka; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani; St. Y. Slamet
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.482 KB)

Abstract

Majalengka merupakan salahsatu kabupaten yang berada di wilayah 3 Cirebon Jawa Barat. Berbatasan dengan wilayah Cirebon yang berbahasa Jawa “Cerbonan” dan kabupaten Indramayu yang  berbahasa Jawa Indramayu, di wilayah bagian selatan kabupaten Majalengka berbatasan langsung dengan kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis yang merupakan wilayah Sunda Priangan. Letak geografis tersebut menjadikan kabupaten Majalengka memiliki beragam dialek bahasa dan juga kearifan lokal yang bervariatif. Pengaruh bahasa Sunda dan Bahasa Jawa secara signifikan menambah khazanah kearifan lokal yang ada di kabupaten Majalengka, selain itu pengaruh sejarah kebudayaan juga memiliki urgensi penting dalam perkembangan dan pemertahanan kearifan lokal di kabupaten Majalengka. Artikel ini membahas mengenai kearifan lokal yang ada di kabupaten Majalengka, perkembangan kearifan lokal dideskripsikan berdasarkan paparan dari informan utama dari masing-masing kecamatan yang dijadikan partisipan penelitian. Selain itu, dideskripsikan pula mengenai pemertahanan kearifan lokal kabupaten Majalengka dalam menghadapi arus globalisasi yang berdampak pada degradasi budaya. Salahsatu hal yang dapat dilakukan dalam pemertahanan kearifan lokal adalah mengintegrasikan kearifan lokal Majalengka sebagai materi ajar mata kuliah Sosiolinguistik.Kata kunci: kearifan lokal, Majalengka, materi ajar, mata kuliah, Sosiolinguistik Majalengka is one of the regencies located in area 3 Cirebon, West Java. It is bordered by Cirebon, which speaks Javanese "Cerbonan" and regency of Indramayu which speaks Javanese Indramayu, in the southern part of Majalengka district, it is directly adjacent to Tasikmalaya, Garut, Ciamis districts which are the Sunda Priangan region. This geographical location makes Majalengka district have various dialects of the language and also varied local wisdom. The influence of Sundanese and Javanese languages significantly adds to the treasure of local wisdom in Majalengka district, besides that the influence of cultural history also has an important urgency in the development and maintenance of local wisdom in Majalengka district. This article discusses local wisdom that exists in Majalengka district, the development of local wisdom is described based on the exposure of the main informants from each district who were the research participants. In addition, it also describes the preservation of local wisdom of Majalengka district in facing the flow of globalization which has an impact on cultural degradation. One of the things that can be done in maintaining local wisdom is integrating local wisdom of Majalengka as teaching material in Sociolinguistics courses.Keywords: local wisdom, Majalengka, teaching materials, courses, sociolinguistics
Disharmoni manusia dengan lingkungan dalam novel O karya Eka Kurniawan Bella Berliana; Sarwiji Suwandi; Sumarwati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17192

Abstract

Perspektif manusia yang menganggap dirinya sebagai penguasa alam semesta dapat menimbulkan terjadinya disharmoni manusia dengan lingkungan. Sebab, melalui perspektif ini manusia tidak memandang dirinya sebagai bagian dari alam melainkan hanya sebagai pemanfaat sumber daya alam, sehingga mendorong lahirnya sikap atau tindakan yang eksploitatif dan tidak mempedulikan keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan bentuk-bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan hidup dalam novel O karya Eka Kurniawan. Penelitian ini tergolong jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekokritik. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel O karya Eka Kurniawan. Data penelitian terdiri dari bentuk-bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan dalam novel O karya Eka Kurniawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumen atau studi pustaka terhadap karya sastra yang berupa novel. Analisis data dilakukan secara interaktif, yaitu meliputi proses: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa novel O karya Eka Kurniawan merepresentasikan lima bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan yang meliputi: (1) eksploitasi binatang; (2) eksploitasi hutan; (3) pemukiman padat penduduk; (4) penyalahgunaan fungsi lahan; dan (5) polutan. Bentuk eksploitasi binatang paling banyak dikisahkan oleh Eka Kurniawan dalam novel berjudul O tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan yang tergambar dalam novel O karya Eka Kurniawan ini disebabkan oleh rendahnya tingkat pemahaman, kesadaran, dan kepedulian manusia terhadap lingkungan.
Co-Authors Abdullah Lathifudin Achmad Bashori Adenarsy Avereus Rahman Agita Dio Divanda Aida Azizah Aji Santoso Akbar Al Masjid Akhirul Insan Nurr Rokhmah Al Maarif, M. Furqon Aldi Dwi Saputra Alivia Nadatul Aisyi Alvika Candra Puspita Amaylia Galuh Mitaviana Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andromeda Nova Hartavi Anggita Aprilliany Firdaus Ani Rakhmawati Ardhea Ayu Samhayatma Ari Suryawati Secio Chaesar Arief Setyawan Arief Setyawan Arifatul Hikmah Artono Dwijo Sutomo Asteka, Pipik Atikah Anindyarini Atikah Anindyarini Aulia Rahmanisa Bambang Kusharjanta Bebryana Ratri Bekty Tandaningtyas Sundoro Bekty Tandaningtyas Sundoro Bella Berliana Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setyawan Budi Legowoz Budiyono Budiyono Chafit Ulya Chafit Ulya Clarissa Nindytya Cahya Colin Widi Widawati Dara Panca Indra Dasa Oktaviani Br Ginting Deni Purwanti Deri Rachmad Pratama, Deri Rachmad Dhelinta Fitri Pramadhanti Diki Wahyudi Dina Handayani Dwi Setiyawan Dwiana Nur Rizki Hanifah Edwin Sanditama Edy Suryanto Edy Tri Sulistyo Edy Tri Sulistyo Edy Tri Sulistyo Eko Setyawan Faizal Arvianto Fatma Kasim Firda Nurul Fauziah Firdaus Aritonang Firdaus, Anggita Aprilliany Fitriana Kartika Sari Gunta Wirawan Hani’ah Hani’ah Herman J Waluyo Herman J. Waluyo Herman J. Waluyo Hermanu jubagyo Heru Kurniawan Hidayat, Ryan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Inggrid Amanda Muharramah Inta Rachma Yuniarta Iqbal Syahrul Akbar Al Aziz Joko Nurkamto Khusnul Khotimah Kundharu Saddhono Kundharu Shaddhono Kurnia Cahyaning Putri Laila Fitri Nur Hidayah Lerry Alfayanti Lerry Alfayanti Luvi Kurnia Permana Martanti Dwi Kristyanawati Martanti Dwi Kristyanawati Mega Puspitasari Memet Sudaryanto Mohammad Rohmadi Muhammad Aditya Wisnu Wardana Muhammad Alfian Hermawan Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Wildan Sahidillah Muhlis Fajar Wicaksana Mulyaningsih, Indrya Nailil Haliza Sampurno Nanda Dewi Saputri Nazla Maharani Umaya Nesya Yanmas Yara NFN Andayani Ngadiso Ngadiso Nina Queena Hadi Putri Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardhani Nurnaningsih Nurnaningsih Pipit Dewi Puspitasari Prissilia Prahesta Waningyun Qonita Sumardani Raheni Suhita Rahma, Yadia Raiyan Armansa Putra Ramadhan Kusuma Yudha Rasyid Manshur Rasyid Manshur Rasyid Manshur Retno Winarni Retno Winarni Ria Dwi Pusita Sari Ria Dwi Puspita Sari Ririen Wardiani Rosinawati Dewi Rosinawati Dewi Rosinawati Dewi Rosita Rahma Sahid Teguh Widodo Sahid Teguh Widodo Sahid Teguh Widodo Sahid Teguh Widodo Salim Widono Santika Dewi Lestari Septi Yulisetiani Septian Refvinda Argiandini Setiyoningsih, Titi Setyo Sri Rahardjo Sidiq Aji Pamungkas Siprianus Nahak Siti Helmyati Slamet Mulyono Slamet Mulyono Slamet Subiyantoro Sri Marmoah St. Y Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet Sugit Zulianto Sugit Zulianto Sugit Zuliyanto Sumarah - Suryaningrum Sumarlam Sumarlam Sumarwati Supana Supana Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Syahroni Syahroni Tari, Wahyu Fajar Lestari Tia Pratiwi Tifany Diahnisa Tika Tifani Tri Murwaningsi Anjar Sri Ciptorukmi N Veithzal Rivai Zainal Veronika Unun Pratiwi Vinsca Sabrina Claudia Vinsca Sabrina Claudia Wahid Ibnu Nugroho Wahidah Nasution Wahidah Nasution Widya Ristanti Wina Yunita Winarni, Retno Winda Dwi Hudhana Winda Dwi Lestari Yanuar Bagas Arwansyah Yanuar Bagas Arwansyah Yerry Mijianti Yeyen Purwiyanti Yeyen Purwiyanti Yudho Taruno Muryanto Yuliana Sari Yusuf Muflikh Raharjo