This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Litera Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia BAHASTRA Lingua Cultura Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan KEMBARA Jurnal Gramatika Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Sejarah dan Budaya Proceedings Education and Language International Conference Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Diglosia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Metamorfosa Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Madah PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya IJOLTL (Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics) LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Paedagogy Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ittishal Educational Research Journal ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kode : Jurnal Bahasa IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) SWARNA Widyaparwa JGK (Jurnal Guru Kita) Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Prosiding Seminar Nasional Unimus SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sastra Indonesia ANUFA Aksara Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Menggunakan Model Problem Based Learning Martanti Dwi Kristyanawati; Sarwiji Suwandi; Muhammad Rohmadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 9 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.68 KB) | DOI: 10.24246/j.js.2019.v9.i2.p192-202

Abstract

The aim of this research is improving expositional text writing skill using PBL for students eighth grade at SMPN 3 Surakarta. PBL is a learning model where the students are asked to solve the problems based on the information given, later they are asked to describe the problems in real life. This Classroom Action Research used the data collection technique with test. The instruments of learning process consisted of 3 items of activity and 20 indicators that were divided into 3 initial stages, core stage, and closing stage. It is shown from the data analysis that the teacher’s teaching activity in the first cycle scored 73, in the second cycle scored 77, and the third cycle reached 80, and all those three results achieved ‘good’ category. The percentage of students' passing level in the first cycle was 43.75%, the second cycle was 68.75%, and the third cycle was 100%. The implementation of PBL was better than in the previous cycle. It was indicated by the improvement in the passing score from 73% (Classification C) in the second cycle, to 82% (Classification B)in the third cycle.
PERAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SISWA1 sarwiji suwandi
Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 1 (2018): SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.098 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat sering kita jumpai dan saksikan fenomena perilaku yang jauh dari etika, seperti maraknya tindakan kekerasan, kejahatan seksual, pergaulan bebas, kecenderungan anak-anak muda pada narkoba, dan perilaku intoleransi. Di sekolah dan kampus pun bukanlah perkara yang sulit untuk menemukan perilaku kurang etis, seperti siswa nyontek dalam mengerjakan tes atau ujian, kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswa atau sebaliknya, mahasiswa, guru, dan bahkan dosen melakukan plagiasi dalam penyusunan karya ilmiah. Berkenaan dengan itu, upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan dan pembelajaran merupakan suatu keharusan. Pendidikan yang kita laksanakan harus mampu menyiapkan anak didik kita menjadi manusia yang memiliki perilaku dan nilai yang berlaku serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan hidup yang berubah-ubah. Penguatan pendidikan karakter dipandang mampu memberi solusi terhadap berbagai permasalahan pendidikan. Guru–termasuk guru bahasa Indonesia—memiliki peran yang sangat strategis. Guru dituntut berperan sebagai fasilitator yang kreatif dan dinamis yang mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, efektif, dan menyenangkan. Guru dituntut mampu menggunakan model atau strategi pembelajaran bervariasi, mengatur kelas dalam suasana yang menyenangkan, mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, serta menyiapkan dan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan menantang partisipasi aktif siswa.
CAMPUR KODE BAHASA JAWA BANYUMASAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Bekty Tandaningtyas Sundoro; Sarwiji Suwandi; Budhi Setiawan
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.553 KB) | DOI: 10.26858/retorika.v11i2.6367

Abstract

Code-Mixing Javanese Language of Banyumasan in Indonesian Language Learning at Vocational High School. This research will describe: (1) the form of code mixing, and (2) the factor that causing of code mixing that occur in the process of Indonesian learning class. Data and data sources in this research are a written data about speech that appear in a process of Indonesian language learning. Validity data technique is use triangulation of data source and informant review. Data analysis used intralingual method. The results of this study found the use of code mixing in Indonesian learning class in The Country Vocational High School of Banyumas. The form of code mixing that found are namely: (1) word insertion, (2) phrase insertion, (3) clause insertion, (4) the word repetition, and (5) idiom. The factor that causing of code mixing are: (1) changing situation, (2) want to explain something, and (3) establishing intimacy between teacher and student.
METACOGNITIVE ASPECTS IN INDONESIAN LEARNING IN SENIOR HIGH SCHOOLS IN JEMBER Alivia Nadatul Aisyi; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v14i1.16491

Abstract

Metacognition is important in learning since it is a higher order thinking process. Metacognition emphasizes on the students’ autonomy to determine the learning process which is right for them. This research was conducted on tenth grade class students in Jember. Research on three students was collected through interviews and observations. The research result was obtained in three parts, procedural, declarative, and conditional knowledge in each variable. The variables consist of self, task, and strategy. The results showed that the three metacognitive knowledge were closely related to the student learning process. The highest level in the learning process is procedural knowledge, then declarative and conditional knowledge.
Nilai Didaktik Moralistik Dalam Serat Wasita Rini Karya Ki Hadjar Dewantara Akbar Al Masjid; Sarwiji Suwandi
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wa.v5i1.9520

Abstract

This study focuses on the study of the value of moral education / didactic moralistic values contained in Ki Hadjar Dewantara's Serat Wasita Rini through content analysis. The data analysis methods and techniques used are the content analysis method of the semiotic model. Moral education can be equated with the terms ethical education, character education, value education or affective education. The results of the didactic moralistic value research contained in Serat Wasita Rini are as follows: 1) A woman should always maintain the norms of decency and morality; 2) Safeguarding themselves and their honor; 3) Women, do not like to order arbitrarily; 4) self-control; 5) A woman must be conscientious and clever at sorting out good and bad things; 6) Women are required to have creative intelligence, taste, and intention (morals)
KEARIFAN LOKAL MAJALENGKA SEBAGAI MATERI AJAR MATA KULIAH SOSIOLINGUISTIK Pipik Asteka; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani; St. Y. Slamet
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.482 KB)

Abstract

Majalengka merupakan salahsatu kabupaten yang berada di wilayah 3 Cirebon Jawa Barat. Berbatasan dengan wilayah Cirebon yang berbahasa Jawa “Cerbonan” dan kabupaten Indramayu yang  berbahasa Jawa Indramayu, di wilayah bagian selatan kabupaten Majalengka berbatasan langsung dengan kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis yang merupakan wilayah Sunda Priangan. Letak geografis tersebut menjadikan kabupaten Majalengka memiliki beragam dialek bahasa dan juga kearifan lokal yang bervariatif. Pengaruh bahasa Sunda dan Bahasa Jawa secara signifikan menambah khazanah kearifan lokal yang ada di kabupaten Majalengka, selain itu pengaruh sejarah kebudayaan juga memiliki urgensi penting dalam perkembangan dan pemertahanan kearifan lokal di kabupaten Majalengka. Artikel ini membahas mengenai kearifan lokal yang ada di kabupaten Majalengka, perkembangan kearifan lokal dideskripsikan berdasarkan paparan dari informan utama dari masing-masing kecamatan yang dijadikan partisipan penelitian. Selain itu, dideskripsikan pula mengenai pemertahanan kearifan lokal kabupaten Majalengka dalam menghadapi arus globalisasi yang berdampak pada degradasi budaya. Salahsatu hal yang dapat dilakukan dalam pemertahanan kearifan lokal adalah mengintegrasikan kearifan lokal Majalengka sebagai materi ajar mata kuliah Sosiolinguistik.Kata kunci: kearifan lokal, Majalengka, materi ajar, mata kuliah, Sosiolinguistik Majalengka is one of the regencies located in area 3 Cirebon, West Java. It is bordered by Cirebon, which speaks Javanese "Cerbonan" and regency of Indramayu which speaks Javanese Indramayu, in the southern part of Majalengka district, it is directly adjacent to Tasikmalaya, Garut, Ciamis districts which are the Sunda Priangan region. This geographical location makes Majalengka district have various dialects of the language and also varied local wisdom. The influence of Sundanese and Javanese languages significantly adds to the treasure of local wisdom in Majalengka district, besides that the influence of cultural history also has an important urgency in the development and maintenance of local wisdom in Majalengka district. This article discusses local wisdom that exists in Majalengka district, the development of local wisdom is described based on the exposure of the main informants from each district who were the research participants. In addition, it also describes the preservation of local wisdom of Majalengka district in facing the flow of globalization which has an impact on cultural degradation. One of the things that can be done in maintaining local wisdom is integrating local wisdom of Majalengka as teaching material in Sociolinguistics courses.Keywords: local wisdom, Majalengka, teaching materials, courses, sociolinguistics
Disharmoni manusia dengan lingkungan dalam novel O karya Eka Kurniawan Bella Berliana; Sarwiji Suwandi; Sumarwati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17192

Abstract

Perspektif manusia yang menganggap dirinya sebagai penguasa alam semesta dapat menimbulkan terjadinya disharmoni manusia dengan lingkungan. Sebab, melalui perspektif ini manusia tidak memandang dirinya sebagai bagian dari alam melainkan hanya sebagai pemanfaat sumber daya alam, sehingga mendorong lahirnya sikap atau tindakan yang eksploitatif dan tidak mempedulikan keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan bentuk-bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan hidup dalam novel O karya Eka Kurniawan. Penelitian ini tergolong jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekokritik. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel O karya Eka Kurniawan. Data penelitian terdiri dari bentuk-bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan dalam novel O karya Eka Kurniawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumen atau studi pustaka terhadap karya sastra yang berupa novel. Analisis data dilakukan secara interaktif, yaitu meliputi proses: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa novel O karya Eka Kurniawan merepresentasikan lima bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan yang meliputi: (1) eksploitasi binatang; (2) eksploitasi hutan; (3) pemukiman padat penduduk; (4) penyalahgunaan fungsi lahan; dan (5) polutan. Bentuk eksploitasi binatang paling banyak dikisahkan oleh Eka Kurniawan dalam novel berjudul O tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan yang tergambar dalam novel O karya Eka Kurniawan ini disebabkan oleh rendahnya tingkat pemahaman, kesadaran, dan kepedulian manusia terhadap lingkungan.
MUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT DI PACITAN Arief Setyawan; Sarwiji Suwandi; St. Y. Slamet
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.455 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i2.21778

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kumpulan cerita rakyat dari Pacitan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data penelitian berupa Buku Cerita Rakyat dari Pacitan terbitan Grasindo 2004 yang memuat 10 judul cerita. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjuk- kan bahwa Cerita Rakyat dari Pacitan sebagai suatu karya sastra mengandung nilai pendidikan karakter yang meliputi: (1) religius; (2) jujur; (3) kerja keras; (4) kreatif; (5) rasa ingin tahu; (6) semangat kebang- saan; (7) menghargai prestasi; (8) cinta damai; (9) peduli lingkungan; (10) peduli sosial; dan (11) tang- gung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar bahwa cerita rakyat selain digunakan sebagai media memperkenalkan kisah-kisah yang diyakini nenek moyang kepada keturunannya, juga bisa sekaligus menjadi sarana mendidik karakter pada diri mereka. Kata Kunci: pendidikan karakter, nilai-nilai karakter, cerita rakyat, Pacitan  CHARACTER EDUCATION CONTENT IN FOLKLORE PACITAN’S Abstract: This study aims to describe the value of character education in the compilation of Pacitan’s folklore. The method used is qualitative descriptive method with data source of research in the form of folklore from Pacitan published by Grasindo 2004 which contains 10 story titles. Data analysis is done by content analysis technique. The results show that Pacitan folklore as a literary work contains the value of character education which includes: (1) religious; (2) honest; (3) hard work; (4) creative; (5) curiosity; (6) Spirit of nationalism; (7) respecting achievement; (8) love of peace; (9) environmental care; (10) social care; and (11) responsibility. These values form the basis that folklore is used as a medium for introducing stories that ancestors believed to their descendants, as well as being a means of educating their character. Keyword: character education, character values, folklore, Pacitan
KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DALAM SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA Sarwiji Suwandi; Memet Sudaryanto; Nugraheni Eko Wardani; Sugit Zulianto; Chafit Ulya; Titi Setiyoningsih
Jurnal Kependidikan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v5i1.35457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi higher order thinking skills pada soal ujian nasional Bahasa Indonesia di jenjang SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan content analysis soal ujian nasional SMP. Keabsahan data diuji dengan trianggulasi teori. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Penelitian dilakukan dengan mengonstruksi teori mengenai higher order thinking skills dari beberapa buku, jurnal, dan kajian riset lainnya. Pedoman analisis data dikaji expert melalui content validity oleh Aiken. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data teks pada soal ujian nasional yang diteskan pada peserta didik mengandung dimensi berpikir kritis dan berpikir kreatif. Peserta tes dituntut untuk mampu menelaah secara kritis dalam kasus-kasus yang disajikan melalui wacana teks soal. Selain itu, peserta tes juga diharapkan mampu menemukan lebih dari satu perspektif untuk mengkaji wacana tersebut. Berdasarkan taksomi Blooms dimensi yang dikonstruk pada soal ujian nasional pada ranah analisis dan evaluasi kebahasaan. Dimensi yang diukur dalam soal ujian nasional belum bisa memproyeksikan kemampuan yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.HIGHER ORDER THINKING SKILLS IN INDONESIAN LANGUAGE NATIONAL EXAM This study aimed to analyze the construction of higher order thinking skills in Indonesian national exam questions at the Junior High School level. This study used a qualitative approach with content analysis for Junior High School national exam questions. The validity of the data was tested by theoretical triangulation. The data analysis technique used interactive analysis methods. The research was conducted by constructing a theory about higher order thinking skills from related books, journals, and other research studies. The data analysis guidelines were reviewed by experts through content validity proposed by Aiken. The results showed that the text data on the national exam questions tested on students contained dimensions of critical thinking and creative thinking. Test participants were required to be able to critically analyze the cases presented through the question text discourse. In addition, test participants were also expected to be able to find more than one perspective to study the discourse. Based on Blooms' taxonomy the dimensions constructed in the national exam questions in the realm of language analysis and evaluation. The dimensions measured in the national exam questions have not been able to project the abilities needed by students for higher education levels.
Aktivitas masyarakat jawa dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian antropologi sastra Bebryana Ratri; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani
BAHASTRA Vol 40, No 2 (2020): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bahastra.v40i2.16010

Abstract

This research aims to describe the complexity cultures consisting of kinship activities, economy, education, beauty and recreation, religion, politics, and physical needs in the novel Bumi Manusia written by Pramoedya Ananta Toer. The approach used in this research is the anthropology literature approach. Read notes, literature, and description of the analysis are methods used in collecting the data. Meanwhile, the data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results obtained are (1) kinship activities: helping each other, visiting houses and caring among human, (2) economic activities: complementing the needs of human life, (3) educational activities: formal and non formal, (4) beauty and recreation activities: the art of motion and the art of sound done by human, (5) religious activities: marriage and mutual respect for every beliefs between people, (6) political activities: the fields of government and organization, and (7) physical needs activities: the fields of food, beverages, and clothing.
Co-Authors Adenarsy Avereus Rahman Afi Mufidah Agita Dio Divanda Aida Azizah Aji Santoso Akbar Al Masjid Akhirul Insan Nurr Rokhmah Al Maarif, M. Furqon Aldi Dwi Saputra Alivia Nadatul Aisyi Alvika Candra Puspita Amaylia Galuh Mitaviana Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andreas Noreewec Andromeda Nova Hartavi Anggita Aprilliany Firdaus Ani Rakhmawati Ardhea Ayu Samhayatma Ari Chaesar Ari Suryawati Secio Chaesar Ari Suryawati Secio Chaesar Arief Setyawan Arief Setyawan Arifatul Hikmah Artono Dwijo Sutomo Asteka, Pipik Atikah Anindyarini Atikah Anindyarini Audrey Zhafira Salma Aulia Rahmanisa Bambang Kusharjanta Bebryana Ratri Bekty Tandaningtyas Sundoro Bekty Tandaningtyas Sundoro Bella Berliana Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setyawan Budi Legowoz Budiyono Budiyono Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Clarissa Nindytya Cahya Colin Widi Widawati Dara Panca Indra Dasa Oktaviani Br Ginting Deni Purwanti Deri Rachmad Pratama, Deri Rachmad Dewi Wahyu Utami Diki Wahyudi Dina Handayani Dwi Setiyawan Dwiana Nur Rizki Hanifah Edy Suryanto Edy Tri Sulistyo Edy Tri Sulistyo Edy Tri Sulistyo Eko Setyawan Eko Setyawan Faizal Arvianto Fatma Kasim Fernanda Dafittra Firda Nurul Fauziah Firdaus Aritonang Firdaus, Anggita Aprilliany Fitriana Kartika Sari Gunta Wirawan Hani’ah Hani’ah Herman J Waluyo Herman J. Waluyo Herman J. Waluyo Hermanu jubagyo Hermawan, Muhammad Alfian Heru Kurniawan Hidayat, Ryan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Inggrid Amanda Muharramah Inta Rachma Yuniarta Iqbal Syahrul Akbar Al Aziz Joko Nurkamto Keken Wulansari Khusnul Khotimah Kundharu Saddhono Kundharu Shaddhono Kurnia Cahyaning Putri Laila Fitri Nur Hidayah Lerry Alfayanti Lerry Alfayanti Luvi Kurnia Permana Martanti Dwi Kristyanawati Martanti Dwi Kristyanawati Mega Puspitasari Memet Sudaryanto Mohammad Rohmadi Muhammad Aditya Wisnu Wardana Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Wildan Sahidillah Muhlis Fajar Wicaksana Mulyaningsih, Indrya Nailil Haliza Sampurno Nanda Dewi Saputri Nesya Yanmas Yara NFN Andayani Ngadiso Ngadiso Nina Queena Hadi Putri Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardhani Nugraheni Eko Wardhani Nurnaningsih Nurnaningsih Pipit Dewi Puspitasari Prissilia Prahesta Waningyun Qonita Sumardani Raheni Suhita Rahma, Yadia Raiyan Armansa Putra Ramadhan Kusuma Yudha Rasyid Manshur Rasyid Manshur Rasyid Manshur Retno Winarni Retno Winarni Ria Dwi Pusita Sari Ria Dwi Puspita Sari Ririen Wardiani Rosinawati Dewi Rosinawati Dewi Rosinawati Dewi Rosita Rahma Sahid Teguh Widodo Sahid Teguh Widodo Sahid Teguh Widodo Sahid Teguh Widodo Salim Widono Santika Dewi Lestari Septi Yulisetiani Septian Refvinda Argiandini Setiyoningsih, Titi Setyo Sri Rahardjo Sidiq Aji Pamungkas Siprianus Nahak Siti Helmyati Slamet Mulyono Slamet Subiyantoro Sri Hastuti Sri Marmoah St. Y Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet Sugit Zulianto Sugit Zulianto Sugit Zulianto Sugit Zuliyanto Sumarah - Suryaningrum Sumarlam Sumarlam Sumarwati Supana Supana Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Syahroni Syahroni Tari, Wahyu Fajar Lestari Tia Pratiwi Tifany Diahnisa Tika Tifani Titi Setiyoningsih Tri Murwaningsi Anjar Sri Ciptorukmi N Veithzal Rivai Zainal Veronika Unun Pratiwi Vinsca Sabrina Claudia Vinsca Sabrina Claudia Wahid Ibnu Nugroho Wahidah Nasution Wahidah Nasution Wahyu Mardaning Hardiyanti Widya Ristanti Wina Yunita Winarni, Retno Winda Dwi Hudhana Winda Dwi Lestari Yanuar Bagas Arwansyah Yanuar Bagas Arwansyah Yerry Mijianti Yeyen Purwiyanti Yeyen Purwiyanti Yudho Taruno Muryanto Yuliana Sari Yusuf Muflikh Raharjo