Claim Missing Document
Check
Articles

Hypnobreastfeeding Dapat Menurunkan Kecemasan Pada Ibu Post Partum Lutfiana Puspita Sari; Harsono Salimo; Uki Retno Budihastuti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkkt.v4i1.95

Abstract

Background: Post partum period is condition of a time that very influential on the psychological and social conditions for women after giving birth. The incidence of post partum blues increased in this period of time with a prevalence of 30% to 75%. Post partum blues give effect to the early cessation of breastfeeding process which is contribute to child mortality under 5 years of 11.6%. This is associated with the practice of exclusive breastfeeding that are not optimal as a result of post partum blues experienced by woman after giving birth. The purpose is to analyze the anxiety in the group given the Hypnobreastfeeding intervention treatment and which is not given the intervention treatment, held at RSUP Dr. Suradji Tirtonegoro, Klaten. Method: Research is experimental design with randomized control trial. The population is all pregnant women in Puskesmas Jogonalan I area of Klaten. A total of 60 post partum object was selected for this study by simple random sampling. This was a randomized controlled trial, conducted at RSUP Dr. Suradji Tirtonegoro, Klaten. Results: The difference of dependent variables between the two groups were tested by Mann-Whitney. Conclusion: There is a differences and significance level of result of degree of anxiety between both treatment result with p=0.002. Hypnobreastfeeding intervention treatment can relief anxiety level for post- partum mother
Changes in LIF expression on PCOS as biomarker implantation Uki Retno Budihastuti; Eriana Melinawati; Sri Sulistyowati; Tanti Arianti
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 29 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.V29I12021.23-27

Abstract

Objectives: This study aimed to compare the endometrial expression of LIF PCOS compared to normal and determine the effect of PCOS and external variables that affect LIF expression.Materials and Methods: This retrospective case control study with a correlational approach was conducted at Sekar Clinic, General Hospital Dr. Moewardi Surakarta. Subject were taken by consecutive sampling starting from September 2018 –. Februari 2019. External variable: age, occupation, family history PCOS, menarche, and BMI were recorded. The research samples were 60 subjects consisting of 30 PCOS patients based on Rotterdam criteria and 30 fertile women. In the luteinizing hormone (LH) secretion phase at LH + 5 days - LH + 10 days, an endometrial biopsy is performed with pipelle curettage, then it is examined by immunohistochemistry. Statistical analysis was performed using the Mann-Whitney, linier regression test.Results: Mean of LIF expression was found significantly lower in PCOS group (1.53±3.65) compared to control group (35.33±21.04, with p=<0.001). Multivariate analysis linear regression in the effect of PCOS and external variables to endometrial LIF expression models showed PCOS (b=-1.14; 95% CI=-1.56 – -0.72; p=<0.001) and occupation (b = 0.32; 95% CI=0.14 – 0.52; p=0.001) significantly decreases LIF expression. PCOS (B=-1.14) is more important than Occupation (B=0.33) in decreasing LIF expression.Conclusion:LIF expression decreased in the endometrium of PCOS patients and occupations compared to normal group, with considering all existing variables. 
Apakah Endometriosis Mempengaruhi Kualitas Embryo pada Pasien Invitro Fertilization? Dewanto Suryoningrat; Abdurahman Laqif; Soetrisno Soetrisno; Uki Retno Budihastuti; Sri Sulistyowati
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.63039

Abstract

Latar Belakang Invitro Fertilization merupakan salah satu manajemen infertilitas yang baik, namun masih didapatkan adanya kesamaan peluang kegagalan perkembangan embrio sebanyak 50% dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami endometriosis.Tujuan: untuk mengetahui hubungan endometriosis dan kualitas embrio pada pasien yang menjalani program invitro fertilization.Metode: Data yang dikumpulkan merupakan data pada rekam medis pasien Klinik Fertilitas Sekar yang menjalani invitro fertilization di Klinik Fertilitas Sekar RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada Januari 2010 – Desember 2019. Analisis menggunakan uji deskriptif dan Uji T tidak berpasangan. Hasil dianggap signifikan jika p ≤ 0,05.Hasil dan Pembahasan: Dalam penelitian ini, rerata kualitas embrio baik memiliki perbedaan yang signifikan (p<0.05) antara pasien dengan endometriosis dan pasien tanpa endometriosi, sedangkan kualitas embrio buruk tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p>0.05).Kesimpulan: Endometriosis memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas embrio pada wanita yang menjalani program IVF.
Return of Fertility After Discontinuation of Contraception According Type of Contraception, Duration of Use, Age and BMI: Kembalinya Kesuburan Pasca Penghentian Alat Kontrasepsi Berdasarkan Jenis Kontrasepsi, Lama Pemakaian, Usia dan IMT Quinita M. J. Noronha; Hafi Nurinasari; Uki R. Budihastuti; Darto
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 10 No. 1 January 2022
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v10i1.1527

Abstract

Objective : To determine the relationship between the type of contraception, duration of use, BMI, and age on the return of fertility.Methods : This was an analytic observational study with a cross-sectional design. The subjects in this study was 123 multigravida mothers who had met the inclusion criteria, namely with a history of regular intercourse and the exclusion criteria in this study were multigravida mothers with a history of abortion and failure of the family planning method. Data were collected by direct interviews and medical record data. Data were analyzed using Chi-square test and Logistic Regression test.Results: The results of the Chi-square analysis showed a relationship between the type of contraception (p=0.001;OR=1.29) and age (p=0.031;OR=4.69) with the return of fertility. However, there was no correlation between the duration of use (p=0.964;OR=0.97) and BMI (p=0.246;OR=0.50) with the return of fertility. In the logistic regression test, there was no partial effect of the type of contraception (p=0.997;OR=0.22) and age (p=0.058;OR=0.01).Conclusion : Based on the results of the analysis, it can be concluded that there is a relationship between the type of contraception and age with the return of fertility after family planning, where non-hormonal contraceptives and <30 years of age return to fertility faster, namely <1 year, but there is no relationship between duration of use and BMI with the return of fertility after family planning.Keywords: contraception, family planning, fertility. Abstrak Tujuan: Mengetahui hubungan jenis kontrasepsi, lama pemakaian, IMT, dan usia terhadap kembalinya kesuburan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ini adalah ibu multigravida yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu dengan riwayat senggama teratur dan bersedia menjadi responden serta kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah ibu multigravida dengan riwayat abortus dan kegagalan metode KB. Besar subjek dalam penelitian ini sebanyak 123 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung dan melihat data rekam medis. Analisis data dilakukan uji statistik Chi-square dan uji Regresi Logistik.Hasil : Hasil analisis dengan Chi-square, menunjukan adanya hubungan jenis kontrasepsi (p = 0,001; OR = 1,29) dan usia (p=0,031; OR = 4,69) dengan kembalinya kesuburan. Namun, tidak terdapat hubungan lama pemakaian (p= 0,964; OR =0,97) dan IMT (p= 0,246; OR =0,50) dengan kembalinya kesuburan. Pada uji regresi logistik tidak terdapat pengaruh parsial dari jenis kontrasepsi (p=0,997; OR =0,22) dan usia (p=0,058; OR=0,01).Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan terdapat hubungan jenis kontrasepsi dan usia dengan kembalinya kesuburan pasca KB, dimana pada jenis kontrasepsi non hormonal dan usia < 30 tahun lebih cepat kembali subur yaitu < 1 tahun, namun tidak terdapat hubungan lama pemakaian dan dengan kembalinya kesuburan pasca KB.Kata kunci: keluarga berencana, kesuburan kontrasepsi.
ANALISIS UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS OLEH ODHA, DAN OHIDHA DI KABUPATEN BATANG Dian Kusumawardani; Uki Retno Budihastuti; Mahendra Wijaya
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.175

Abstract

Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, dan manajer kasus HIV, tetapi juga dilakukan oleh ODHA dan OHIDHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah upaya yang dilakukan ODHA dan OHIDHA dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian didapatkan bahwa ODHA dan OHIDHA berperan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dengan pemakaian kondom, rutin tes HIV bagi pasangan ODHA, tidak seks bebas, dan mengikuti program PPIA. Kata Kunci: HIV/AIDS, ODHA, OHIDHA
Studi Fenomenologi: Peran Dukun dalam Kesehatan Ibu dan Bayi di Kabupaten Brebes Ratih Sakti Prastiwi; Uki Retno Budihastuti; Mahendra Wijaya
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 2 (2017): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.162 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol2.iss2.22

Abstract

Dukun bayi merupakan bagian integral kesehatan ibu dan anak dalam masyarakat. Praktek dukun bayi umumnya jauh dari prinsip keamanan dan kebersihan, sehingga dapat berisiko terjadinya kematian. Adanya pembinaan dukun bayi dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan ibu dan bayinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan informaansi mengenai praktek dukun bayi dan bagaimana perannya dalam kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan informan utama adalah wanita yang menggunakan jasa dukun bayi selama masa kehamilan hingga nifas. Informan diambil secara purposive sampling dan snowballing sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dukun bayi memiliki kemampuan khusus dalam hal supranatural. Oleh karena itu dukun bayi masih dipercaya untuk melakukan ritual dan upacara adat yang berkaitan dengan kehamilan dan nifas. Selain itu, dukun bayi dipercaya masyarakat untuk mendampingi ibu selama bersalin. Masyarakat telah tinggal lama dengan dukun bayi sehingga masyarakat lebih nyaman dan tenang apabila dukun bayi mendampingi dan memantau kemajuan persalinan. Dalam pembinaan dukun diajarkan untuk memastikan kebersihan selama proses persalinan. Dukun bayi telah mempraktekkan prinsip bersih sehingga dapat membantu menurunkan risiko terjadinya infeksi. Tradisi di masyarakat Kemurang salah satunya adalah pijat perut. Pijat perut sangat bertentangan dengan ilmu medis karena dapat menyebabkan rupture uteri maupun lilitan tali pusat pada janin. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayinya.
PERBEDAAN KECEMASAN DAN KUALITAS HIDUP WANITA MENOPAUSE DI WILAYAH RURAL DAN URBAN Alfi Marita Tristiarti; Uki Retno Budihastuti; Eriana Melinawati; Abdurahman Laqif
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I3.18902

Abstract

Menopause merupakan proses alamiah pada wanita terkait dengan penuaan. Proses tersebut berdampak terhadap turunnya kualitas hidup atau Quality of Life (QoL) para wanita menopause akibat beragam gejala baik fisik maupun kejiwaan khususnya peningkatan kecemasan. Kecemasan saat menopause dipengaruhi oleh banyak hal seperti ada tidaknya sindrom menopause, tingkat pengetahuan dan wilayah demografi. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan derajat kualitas hidup dan tingkat kecemasan pada wanita menopause di wilayah rural dan urban.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di wilayah rural (pedesaan) dan urban (perkotaan). Besar sampel adalah 100 wanita menopause yang tinggal di wilayah rural dan 100 wanita menopause bertempat tinggal di wilayah urban yang dipilih melalui fix disease sampling. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan alat bantu kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.  Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara tingkat kecemasan antara wanita menopause di wilayah rural dengan urban dengan nilai signifikansi  . Penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan derajat kualitas hidup antara wanita menopause rural dengan wanita menopause urban, baik pada domain Occupational QoL, Health QoL  Sexual QoL dan  Emotional QoL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kecemasan dan kualitas hidup pada wanita menopause yang bertempat tinggal di rural dengan wanita menopause yang bertempat tinggal di urban.
Effect of hypnotherapy on prolactin level in women after cesarean section Supriyadi Hari Respati; Risang Bhaskoro; Eric Edwin Yuliantara; Uki Retno Budihastuti; Debree Septiawan
Universa Medicina Vol. 42 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2023.v42.6-11

Abstract

BackgroundPostpartum depression occurs in women after cesarean section, due to increased cortisol and decreased prolactin levels, leading to delayed breast milk production. Hypnotherapy is one of the most effective and efficient complementary therapy options for reducing postpartum depression. Hypnotherapy increases oxytocin secretion from the paraventricular nucleus of the anterior pituitary gland, decreases cortisol levels, and increases prolactin, thereby increasing breast milk production. This study evaluates hypnotherapy’s effect on prolactin levels after a cesarean section. MethodsThis study was an experimental non-blinded randomized controlled trial with a post-test-only control group design conducted at Dr. Moewardi General Hospital and UNS hospital. A total of 20 post-cesarean -section women were included in the study. They were randomized into two groups, a group I: given hypnotherapy, and group 2: the control group (without hypnotherapy). Both groups were tested for prolactin levels. Group I received hypnotherapy 6 to 12 hours post-cesarean section, and study participants were confirmed to be unaffected by the anesthetic. Data analysis used the independent t-test and p<0.05. ResultsAt baseline, there was no significant difference in age, parity, and indication for cesarean section between the hypnotherapy and the control groups (p>0.05). After intervention, the mean prolactin level was higher in the hypnotherapy group (247.6 ± 81.1 ng/mL) compared to the control group (120.1 ± 55.4 ng/mL) (p<0.001). ConclusionHypnotherapy increases post-cesarean prolactin levels compared to the controls. Our findings open up a wide range of potential hypnotic applications among women with postpartum depression.
The Effect of Hypnotherapy on Serum Cortisol Levels in Post-Cesarean Patients Rizkiani, Inne; Respati, Supriyadi Hari; Sulistyowati, Sri; Budihastuti, Uki Retno; Prasetya, Hanung
Journal of Maternal and Child Health Vol. 6 No. 3 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.058 KB)

Abstract

Background: After cesarean section, there is often an increase in stress and anxiety which can have a negative effect on pain perception. Cortisol is the main stress hormone that regulates the duration and intensity of the stress response. Hypnotherapy is a therapy with a hypnotic method to reach someone's subconscious mind. Hypnotherapy is thought to be able to help patients in the post-section coping method because it can cause feelings of pleasure, satisfaction, safety, comfort and can make a person feel they have the strength of themselves to deal with the anxiety they experience. This study aims to analyze the effect of hypnotherapy on serum cortisol levels in postareaal section patients.Subjects and Method: This study was an experimental single-blind randomized controlled trial post-test group design which was conducted in the Obstetrics and Gynecology wards of Dr. Moewardi Hospital Surakarta and Dr. R Soetijono Blora Hospital. The subjects of the study were post-sectional patients who were hospitalized and met the inclusion and exclusion criteria. Subjects were divided into 2 groups, namely the hypnotherapy group which consisted of 15 post-sectional patients who received hypnotherapy and the control group which consisted of 15 postareaal patients who did not receive hypnotherapy. All subjects were examined for cortisol levels in the Prodia laboratory using the Chemiluminescent microparticle immunoassay (CMIA) method. The data of both groups were analyzed using the Mann-Whitney test.Results: The median, minimum, and maxi-mum cortisol levels in the hypnotherapy group were 3.60, 2.10, and 4.40 respectively, while the median, minimum and maximum cortisol values in the control group were 10.50, 8.20 and 32.80 respectively. Effect size= -2,2. The results of the analysis test showed a significant difference in mean values (p <0.001).Conclusion: Hypnotherapy has an effect on decreasing cortisol levels in post-cesarean section patients.Keywords: Hypnotherapy, Cortisol, Post-cesarean sectionCorrespondence: Inne Rizkiani. Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret/ Dr. Moewardi Hospital, Sura-karta, Jl. Kolonel Sutarto, Jebres, Surakarta, Central Java 57126.Journal of Maternal and Child Health (2021), 01(03): 258-266https://doi.org/10.26911/thejmch.2021.06.03.01
The Effect of Prenatal Yoga on Birth Labor Duration and Pain: A Meta Analysis Riawati, Meida Siwi; Budihastuti, Uki Retno; Prasetya, Hanung
Journal of Maternal and Child Health Vol. 6 No. 3 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.223 KB) | DOI: 10.26911/thejmch.2021.06.03.07

Abstract

Background: Increased psychological burden during pregnancy can cause problems with the quality of the fetus and cause complications in pregnancy. The lack of knowledge about labor pain management and the mother's perception of prolonged labor makes the mother expe­rience an increase in the psychological burden during pregnancy. One alternative therapy needed in dealing with a happy pregnancy and minimal trauma delivery is to do prenatal yoga. The purpose of this study was to estimate the magnitude of the effect of prenatal yoga on the duration of labor and labor pain. Subjects and Method: This study uses a systematic review and meta-analysis research design. The time of the selected test results is between 2005 to 2021. The search for articles is carried out for 1 month. Research data was searched from databases: PubMed, Science Direct, Springer Link, Google Scholar, Cho­crance Library. The inclusion criteria in this study were full text articles in English, the study design used a randomized controlled trial. Article searches were carried out using the PICO model. The population in this study were pregnant women, the intervention was in the form of prenatal yoga, comparison was without prenatal yoga, and the outcomes were labor duration and labor pain. Data processing is carried out using the Review Manager (RevMan 5.3) by calculating the standardized mean diffe­rence to determine the combined research model and form the final result of the meta-analysis. Results: There are 9 articles in the study of the effect of prenatal yoga on the duration of labor and there are 5 articles on labor pain. The study showed that prenatal yoga significantly reduced labor duration (SMD= 0.88; 86% CI -1.31 to -0.44 p<0.001). Prenatal yoga can also reduce labor pain (SMD = 0.88; 77% CI -1.44 to -0.33 p = 0.002). Conclusion: Prenatal yoga can reduce labor duration and reduce labor pain.
Co-Authors -, Kartika ., Darto Abdurahman Laqif Abdurahman Laqif Abdurahman Laqif Abida Zuhra Jatiningtyas Adhimukti, Fahmi Agustina, Devita Alfi Marita Tristiarti Alfi Marita Tristiarti Alfi Marita Tristiarti Ali Djamhuri Alifa, Rosita Ambar Mudigdo Amir, Nikmah Ayu Ramadhani Angelia Ratnasari, Affi Anggraeni, Asih Anik Lestari Anik Lestari Annang Giri Moelyo Argyo Demartoto, Argyo Arianty, Meike Arifiana, Ratna Arifin, Ayu Kusuma Puspasari Aris Sudiyanto Armadhani, Riska Asih Anggraeni Astuti, Susiana Yuni Bachnas, Muhammad Adrianes Bachtiar, Harrys Bambang Purwanto Besar, Dwi Sakti Berlian Bhisma Murti Brahmana, Ivanna Beru Brian Wasita Cahyono Hadi Chintya, Shally Ayu Cut Sheira Elnita Damalita, Annisa Fitriana Damayanti, Siti Darto Darto Darto Darto - Darto Darto Debree Septiawan Dewanto Suryoningrat Dewi, Rizqa Kartika Dewi, Yulia Lanti Ratna Dewi, Yulia Lanti Ratna Dian Asih Ning Utami Dian Kusumawardani Dian Kusumawardani Dian Rahmawati Diani Octaviyanti Handajani Didik Gunawan Tamtomo Didik Tamtomo, Didik Dwi Apriyanti Eka Tri Wulandari, Eka Tri Endang Sutisna Endang Sutisna Sulaeman Eriana Melinawati Eric Edwin Yuliantara Erin Rizkiana Ermawati, Dwi Hesti Ertiana, Dwi Eti Poncorini Pamungkasari Fahsan, Fatmiyanti Farras Wahdan, Arib Fatmawati, Zeny Fauzia, Raina Lola Fazrina, Gina Firdausia, Shalsabilla Tiara Fitria Wulandari Frafitasari, Dika Yanuar Habibatullah, Afifa Intifadha Hadi, Cahyono Hadianti, Ayunita Dwi Hafi Nurinasari Hafiizha, Attahira Amalia Hafiizha, Atthahira Amalia Handriani, Winei Haniah, Alfi Zamilul Hanifah, Rofi'atul Hanifah, Rofi’atul Harsono Salimo Harsono Salimo Hastuti, Tri Ari Hermawan Udiyanto Heru Priyanto Heru Priyanto Hidayah, Fristyaningrum Ida Nurwati Ilmiyah, Desy Eka Indradewa, Rhian Jannah, Ahadyah Miftahul Jannah, Ahadyah Miftahul Jatiningtyas, Abida Zuhra Jayanti, Saktryana Endang Ragil Juhrotun Nisa, Juhrotun Ksatriya, Yudhistya Ngudi Insan Kunaryanti, Kunaryanti Kunaryanti, Kunaryanti Kusnandar Kusnandar Laqif, Abdurahman Laqif, Abdurrahman Lunardhi Susanto Lutfiana Puspita Sari Maghfiroh, Ainul Mahendra Wijaya Mahendra Wijaya Marbun, Yohan Pamuji Marliana, Wiwit Martaningrum, Herlina Ika Metanolia Sukmawati Mufidah, Amatullah Muhammad Adrianes Bachnas Mulyoto Pangestu MULYOTO PANGESTU Murdikawati, Dayang Fitri Murdikawati, Dayang Fitri Mushthafa, Mufti Mutiara, Bunga Ngudi Insan Ksyatria, Yudhistira Ningrum, Sintia Ayu Ningsih, Hepti Widia Nugrahani, Rosi Rizqi Nurul Qomariah Nurul Wahidah Nutria Widya Purna Anggraini Nuur, Aliffudin Octavia, Dhamayanti Eka Ode, Diana Oktaviani, Anisa Sevi Pamungakasari, Eti Poncorini Pawito -, Pawito Pertiwi, Mumpuni Intan Poncorini, Eti Prasetya, Hanung Prastyoningsih, Aris Prisasanti, Dympna Prameilita Puspita, Ita Fijanah Putriarsih, Ryanawati Qadrijati, Isna Qomariah, Nur Laili Quinita M. J. Noronha Rahardjo, Setyo Sri Rahayu, Baiq Zulvita Rahayu, Putu Sri Rahmadani, Latifah Nur Rakano Kautsar Dwiyana Rantasari, Affi Angelia Ratih Sakti Prastiwi Ratih Sakti Prastiwi, Ratih Sakti Ratna Dewi Permatasari Ratnasari, Affi Angelia Regita, Immanuela Maria Reso, Mulya Cunda Ratu Reso, Mulya Cunda Ratu Retno, Yulia Lanti Ria, Matilda Bupu Riawati, Meida Siwi Risang Bhaskoro Rita Adriani Benya Adriani Rita Cempaka Rizkiani, Inne Rofi’atul Hanifah Saputra, Ricky Bernadi Sari, Arum Dessy Rahma Sari, Lutfiana Puspita Sari, Prafista Wulan Satria, Yohanes Aditya Adhi Selvia Febrianti Septiana, Yesika Cahya Simarmata, Imelda Dearni Simarmata, Imelda Dearni SITI KHOLIFAH Siti Maesaroh Siti Munawaroh Siti Nur Hidayati Soetrisno Soetrisno Soetrisno Soetrisno Sri Lestariningsih Sri Sulistyowati Sri Sulistyowati Sri Sulistyowati Sri Sulistyowati Sri Widarti, Sri Sringatin, Sringatin Suci Arsita Sari Sulistyoningrum, Indah SUMIYATI SUMIYATI Sunarta, Elfania Arumma Suparno, Amalia Ulfah Supriyadi Hari Respati Supriyadi Hari Respati Supriyadi Hari Respati Tanti Arianti Teguh Prakosa, Teguh Teha, Zadia Dara Cynintya Tri Nugraha Susilawati Verasita, Prissy Vitri Widyaningsih Wardana, Aisyah Puspa Wardhani, Anindyah Tri Lhaksmi Kusuma Wasyanto, Trisulo Wesliaprilius, Todung Antony Wijayanti, Agung Sari Wisnu Prabowo WISNU PRABOWO Wulandari, Rizqi Amalia Wulandari, Umianita Risca yulia lanti retno dewi Yulyanti, Yulyanti