p-Index From 2021 - 2026
7.543
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Veteriner Majalah Kedokteran Bandung Indonesian Journal of Urology Jurnal NERS Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Sumberdaya Hayati JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) MNJ (Malang Neurology Journal) Majalah Obstetri dan Ginekologi Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Journal Of Vocational Health Studies Ranah: Jurnal Kajian Bahasa The Southeast Asian Journal of Midwifery Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan EMBRIO : Jurnal Kebidanan Journal of Maternal and Child Health Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas ANIMA Indonesian Psychological Journal Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Anesthesiology and Reanimation (IJAR) SURABAYA PHYSICAL MEDICINE AND REHABILITATION JOURNAL Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) JOURNAL OF COMMUNITY MEDICINE AND PUBLIC HEALTH RESEARCH Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology INDONESIAN MIDWIFERY HEALTH AND SCIENCES JOURNAL International Journal of Islamic and Complementary Medicine Jurnal Neuroanestesi Indonesia Formosa Journal of Science and Technology (FJST) AKSONA Asian Journal of Health Research JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Warta LPM PESHUM WIDYANTARA Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Aksara Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Folia Medica Indonesiana
Claim Missing Document
Check
Articles

Sleep Duration Determines Excess Body Mass Index among Young Adults in Surabaya Niwanda Yogiswara; Widati Fatmaningrum; Lilik Herawati
JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/juxta.V13I12022.18-21

Abstract

Introduction: Lack of sleep duration is one of the risk factors that cause excess body mass index (BMI). One of the mechanisms are by regulating an increase in appetite and reducing the energy used. This study aimed to identify the relationship between sleep duration and excess BMI in young adults.Methods: This descriptive-analytic observational study with cross-sectional design was conducted on 70 respondents aged 18-25 years old. The primary outcomes measured were sleep duration and BMI. Sleep duration was grouped as <7 hours (short sleepers), and ≥7 hours. BMI was classified as 18.5-22.9 as normal, and ≥23 as excess BMI (including overweight and obesity) according to Asia-Pacific classification. Data were analyzed using SPSS 21 software.Results: The study showed that the prevalence of excess BMI was higher in respondents with sleep deprivation (<7 hours) of 67% compared to respondents with enough sleep of 33%. The average sleep duration was 42 minutes shorter on respondents with excess BMI with an average of 6.1 hours and 6.8 hours on normal-weight respondents. According to the results of the study, there was a significant relationship between sleep duration and excess BMI (p < 0.05).Conclusion: The study revealed that sleep duration was related with excess BMI in young adults.
DESCRIPTION ON THE PATIENTS’ CHARACTERISTICS OF ABNORMAL UTERINEBLEEDING BASED ON STRUCTURAL AND NON-STRUCTURAL ETIOLOGY Silvia Maya Ananta; Jimmy Yanuar Annas; Lilik Herawati
SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery Vol 7 No 1 (2021): SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery
Publisher : AIPKIND (Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/seajom.v7i1.105

Abstract

Abnormal uterine bleeding (AUB) is a problem frequently experienced by women in the world. AUB is not a disease but a symptom that indicates a problem in the female reproductive system or organs. The purpose of research was to determine the description of the patients’ caracteristics of AUB with structural (PALM) and non-structural (COEIN) etiologies. This analytical description study used medical record data from AUB patient in Dr. Soetomo District General Hospital Surabaya in January-December 2019. The number of samples of this study was 65 data, with 36 data for structural etiologies (PALM) and 29 data for non-structural etiologies (COEIN). Caracteristic of patient were seen from 3 categories, i.e., age, parity status, and body mass index (BMI) from 2 etiological categorie
Eight Sessions of High Intensity Interval Physical Exercise Lowering the Stomach Circumference of Obese Adult Women Sedenter Gosy Endra Vigriawan; Fajar Shamsudin; Eka Arum Cahyaning Putri; Ema Qurnianingsih; Lilik Herawati; Rias Gesang Kinanti
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 5, No 1 (2022): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.991 KB) | DOI: 10.31851/hon.v5i1.5647

Abstract

Gaya hidup sedentary adalah gaya hidup yang dikaitkan dengan pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latihan fisik intensitas tinggi pada interval interval (HIIT) untuk perubahan denyut nadi istirahat dan lingkar perut pada wanita dewasa muda yang kelebihan berat badan dengan gaya hidup sedentary. Subjeknya banyak 20 orang berusia 21-30 tahun menjadi 2 kelompok. Kelompok perlakuan dengan melakukan HIIT dan kelompok kontrol tanpa melakukan HIIT. Latihan fisik dengan intensitas 90% dari denyut jantung aksial (HRmax), pada interval. Latihan dilakukan dengan mengayuh ergocycle selama 10 detik dengan kecepatan 100 rpm dan 50 detik dengan kecepatan 50 rpm, dilakukan secara bergantian (interval), dengan total waktu 20 menit. Latihan dilakukan 3x/minggu atau sebanyak 8 sesi dalam 3 minggu. Data dalam penelitian ini diambil sebelum dan sesudah perlakuan, berupa denyut nadi istirahat (HR istirahat) dan lingkar perut (LP) yang diukur pada posisi sejajar pusar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata HR istirahat antar kelompok (p≥0,05), sedangkanLP menunjukkan bahwa ada penurunan yang signifikan pada kelompok HIIT (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah HIIT efektif menurunkan lingkar perut kelompok perlakuan dan juga memiliki kecenderungan menurunkan rata-rata HR istirahat.
HIIT for Improving Maximal Aerobic Capacity in Adults Sedentary Lifestyle Fajar Syamsudin; Lilik Herawati; Ema Qurnianingsih; Citrawati Dyah Kencono Wungu
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 4, No 1 (2021): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.927 KB) | DOI: 10.31851/hon.v4i1.5139

Abstract

World Health Organization (2020) telah merekomendasikan setidaknya 150-300 menit aktifitas fisik intensitas sedang 40-60% HRM (Heart Rate Maximal) atau 75-150 menit aktivitas fisik intensitas tinggi/virgorous 60-85% HRM perminggu untuk mempertahankan dan meningkatkan kebugaran orang dewasa. Namun, hambatan yang sering dikutip untuk terlibat dalam aktifitas fisik adalah “kurangnya waktu”, motivasi rendah, dan ketidakpatuhan terhadap pedoman yang sudah diberikan. HIIT membutuhkan lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, sekaligus memberikan manfaat kesehatan yang serupa atau bahkan lebih besar dibandingkan dengan rekomendasi aktivitas fisik yang telah ditetapkan WHO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efek HIIT terhadap VO2max. Metode yang digunakan adalah literature review, mencari artikel dari DataBased Elektronik berupa PubMed, ScienceDirect dan ProQuest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HIIT dapat meningkatkan VO2max dengan signifikan dan efisien.
The Effect Of Progressive Muscle Relaxation and Slow Deep Breathing Combinations on Sleep Quality of Pregnant Women Mufidah Sheena Andani Prastini; Lilik Herawati; Endyka Erye Frety; Aditiawarman Aditiawarman
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 5, No 1 (2022): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.275 KB) | DOI: 10.31851/hon.v5i1.6919

Abstract

Several studies suggest that poor sleep quality has an impact on both the mother and the fetus. Providing relaxation exercises in the form of progressive muscle relaxation and slow deep breathing can be a non-pharmacological effort to improve sleep quality in pregnant women. This study aims to analyze the effect of a combination of progressive muscle relaxation and slow deep breathing in pregnant women of third trimester. This research method is pre-experimental designs with a pretest-posttest control group design. The number of samples was 24 pregnant women trimester III with the sampling technique using consecutive sampling. The independent variable is the provision of progressive muscle relaxation and slow deep breathing exercises which are carried out for 3 times on a week over a period of 3 weeks. The dependent variable is sleep quality which is measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire. Data analysis used the Wilcoxon signed rank test. The results showed a decrease in the mean value in the direction of improved sleep quality by a difference of 4.5 in the experimental group. Whereas in the control group there was an increase in the value which led to a deteriorating sleep quality by a difference of 1.42. The test results showed a difference in the pretest and posttest of the two groups p = 0.000 (p <0.05). These data indicate that there is an effect of a combination of progressive muscle relaxation and slow deep breathing on the sleep quality pregnant women of third trimester. 
Moderate Intensity Exercise Effect Reproductive Cycle on High Calories Diet in Mice (Mus Musculus) Gebyar Catur Wahyuning Rohmawati; Lilik Herawati; Siti Khaerunnisa; Astika Gita Ningrum
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 5, No 1 (2022): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.803 KB) | DOI: 10.31851/hon.v5i1.6328

Abstract

Asupan glukosa yang berlebihan dapat menyebabkan penimbunan lemak yang dapat meningkatkan aromatisasi androgen menjadi kadar estrogen. Kadar estrogen yang tinggi dapat mengganggu umpan balik sekresi GnRH, memperpanjang siklus reproduksi, dan mempengaruhi rahim. Sebagai suatu kondisi, sangat penting untuk mendorong olahraga ringan untuk mengurangi akumulasi lemak dan mengembalikan fungsi GnRH. Latihan fisik yang baik memiliki durasi istirahat yang cukup sehingga intensitas, frekuensi, dan waktu yang dibutuhkan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh asupan glukosa terhadap berat badan dan rahim dengan atau tanpa olahraga ringan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Tikus betina sehat, dibagi menjadi 3 kelompok, kontrol negatif, diet tinggi kalori, dan diet tinggi kalori dengan olahraga sedang. Pemberian diet tinggi kalori menggunakan sonde dekstrosa 40% sebanyak 0,325 ml/g BB. Olahraga sedang adalah renang dengan beban 6% BB. Mencit berenang bersama 3 kali seminggu selama 4 minggu. Durasi renang minggu pertama 5 menit, minggu kedua 7 menit, minggu ketiga 11 menit dan minggu keempat 15 menit. Hasil dari penelitian ini adalah berat uterus (p=0,051) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok. Namun, berat uterus pada kelompok diet tinggi kalori (0,19gr) lebih tinggi daripada diet tinggi kalori dengan kelompok olahraga sedang (0,14 gr) dan kontrol negatif (0,11 gr). Hasil swab vagina (p=0,045) terdapat hubungan yang bermakna antar kelompok. Oleh karena itu, asupan glukosa dengan atau tanpa olahraga ringan mempengaruhi siklus reproduksi tetapi tidak mempengaruhi berat rahim. Mencit berenang bersama 3 kali seminggu selama 4 minggu. Durasi renang minggu pertama 5 menit, minggu kedua 7 menit, minggu ketiga 11 menit dan minggu keempat 15 menit. Hasil dari penelitian ini adalah berat uterus (p=0,051) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok. Namun, berat uterus pada kelompok diet tinggi kalori (0,19gr) lebih tinggi daripada diet tinggi kalori dengan kelompok olahraga sedang (0,14 gr) dan kontrol negatif (0,11 gr). Hasil swab vagina (p=0,045) terdapat hubungan yang bermakna antar kelompok. Oleh karena itu, asupan glukosa dengan atau tanpa olahraga ringan mempengaruhi siklus reproduksi tetapi tidak mempengaruhi berat rahim. Mencit berenang bersama 3 kali seminggu selama 4 minggu. Durasi renang minggu pertama 5 menit, minggu kedua 7 menit, minggu ketiga 11 menit dan minggu keempat 15 menit. Hasil dari penelitian ini adalah berat uterus (p=0,051) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok. Namun, berat uterus pada kelompok diet tinggi kalori (0,19gr) lebih tinggi daripada diet tinggi kalori dengan kelompok olahraga sedang (0,14 gr) dan kontrol negatif (0,11 gr). Hasil swab vagina (p=0,045) terdapat hubungan yang bermakna antar kelompok. Oleh karena itu, asupan glukosa dengan atau tanpa olahraga ringan mempengaruhi siklus reproduksi tetapi tidak mempengaruhi berat rahim. minggu ketiga 11 menit dan minggu keempat 15 menit. Hasil dari penelitian ini adalah berat uterus (p=0,051) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok. Namun, berat uterus pada kelompok diet tinggi kalori (0,19gr) lebih tinggi daripada diet tinggi kalori dengan kelompok olahraga sedang (0,14 gr) dan kontrol negatif (0,11 gr). Hasil swab vagina (p=0,045) terdapat hubungan yang bermakna antar kelompok. Oleh karena itu, asupan glukosa dengan atau tanpa olahraga ringan mempengaruhi siklus reproduksi tetapi tidak mempengaruhi berat rahim. minggu ketiga adalah 11 menit dan minggu keempat adalah 15 menit. Hasil dari penelitian ini adalah berat uterus (p=0,051) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok. Namun berat badan rahim pada kelompok diet tinggi kalori (0,19gr) lebih tinggi daripada diet tinggi kalori dengan kelompok olahraga sedang (0,14 gr) dan kelompok kontrol negatif (0,11 gr). Hasil swab vagina (p=0,045) terdapat hubungan yang bermakna antar kelompok. Oleh karena itu, asupan glukosa dengan atau tanpa olahraga ringan mempengaruhi siklus reproduksi tetapi tidak mempengaruhi berat rahim. 14 gr) dan kelompok kontrol negatif (0,11 gr). Hasil swab vagina (p=0,045) terdapat hubungan yang bermakna antar kelompok. Oleh karena itu, asupan glukosa dengan atau tanpa olahraga ringan mempengaruhi siklus reproduksi tetapi tidak mempengaruhi berat rahim. 14 gr) dan kelompok kontrol negatif (0,11 gr). Hasil swab vagina (p=0,045) terdapat hubungan yang bermakna antar kelompok. Oleh karena itu, asupan glukosa dengan atau tanpa olahraga ringan mempengaruhi siklus reproduksi tetapi tidak mempengaruhi berat rahim. 
Faktor Premenstrual Syndrome pada Wanita Usia Subur 18 – 40 Tahun Senja Himaya; Ashon Sa’adi; Lilik Herawati
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2021): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (NOVEMBER)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v13i2.4007

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms in reproductive women that appear on the 7-14 days before menstruation, such as physical, psychological, and behavioral disorders. Symptoms that often occur include excessive anxiety, irritability, breast pain, increased or decreased appetite, nausea, vomiting, acne, lumbago and back pain which can reduce productivity. Some experts say that PMS occur due to decreased serotonin levels caused by low physical activity, less or excess BMI, and hypertension. This research aims to analyze the relationship between PMS with physical activity, BMI, and hypertension in women 18-40 years old. This research was an observational analytic study with a cross sectional approach. The total sample was 54 reproductive women in Tuban District according to the inclusion criteria and using purposive sampling. Chi square statistical test was used to determine the significant level of data obtained level of significant α=0,05. After the chi square test was carried out, it was obtained physical activity with ρ = 0,012, BMI with ρ = 0,002, and hypertension with ρ = 0,003. This means there are relationship between physical activity, BMI, and hypertension with PMS. The conclusion is habits in proper and routine physical activity, normal BMI, and no history of hypertension can reduce the PMS complaints.
PERAN MAP, ROT, IMT DALAM SKRINING PREEKLAMPSIA DI INDONESIA Dwi Putri Rahayu Tampubolon; Lilik Herawati; Ernawati Ernawati
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 3 No. 4 (2019): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, October 2019
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v3i4.2019.331-340

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Preeklampsia tetap menempati peringkat pertama sebagai penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Surabaya dari tahun 2013-2017 sebesar 28.92 %. Tingginya angka preeklampsia bisa dicegah dengan dilakukannya skrining preeklampsia yang mudah dilakukan pada trimester I dan II yaitu dengan dilakukannya skrining Mean Arterial Presure (MAP), Roll Over Test (ROT), Indeks Masa Tubuh (IMT) di fasilitas kesehatan dasar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Skrining Preeklampsia (MAP, ROT, IMT) yang dilakukan pada ibu hamil trimester I dan trimester II serta kejadian preeklampsia. Metode : Penelitian ini adalah penelitian Retrospektif, Case Control dengan sampel pada kelompok kasus yaitu pasien preeklampsia pada saat trimester I dan II yang dilakukan skrining preeklampsia sedangkan untuk kelompok kontrol, ibu hamil normal yang juga dilakukan skrining preeklampsia pada trimester I dan II. Hasil : Didapatkan besar sampel 189 ibu hamil dengan preeklampsia selama 1 tahun, pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Hasil pemeriksaan diperoleh pada kelompok kasus didapatkan pasien dengan MAP (+), ROT (+), IMT (+) berturut-turut adalah 43 (95.6 %), 18 (40 %) dan 18 (40 %), sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh hasil 18 (40 %) sampel MAP (+), 26 (57.8 %) ROT (+), 5 (11.1 %) IMT (+). Hasil uji statistik Chi Square menunjukan adanya hubungan signifikan antara skrining MAP dan IMT dengan kejadian preeklampsia dengan nilai p berturut-turut (p 0.0001, OR = 32.250 dan p 0.002, OR = 5.333 ), namun tidak didapatkan hubungan antara skrining ROT dengan kejadian preeklampsia (p 0.092 OR = 0.487). Didapatkan hubungan ketiga skrining (MAP, ROT, IMT) dengan kejadian preeklampsia (p 0.001, OR 4.529). Kesimpulan : Pasien MAP (+) dan IMT (+) mempunyai resiko sebesar 32 kali dan 5 kali pada preeklampsia. Skrining ROT (+) tidak mempunyai hubungan dengan kejadian preeklampsia.AbstractBackground: Preeclampsia still ranks first as the cause of the high Maternal Mortality Rate (MMR) in Surabaya from 2013-2017 at 28.92%. The high rate of preeclampsia can be prevented by conducting pre-eclampsia screening that is easy to do in the first and second trimesters by doing Mean Arterial Presure (MAP) screening, Roll Over Test (ROT), Body Mass Index (BMI) in basic health facilities. The purpose of this study was to determine the relationship between Preeclampsia Screening (MAP, ROT, BMI) performed in first trimester and second trimester pregnant women and the incidence of preeclampsia. Methods : This study was a retrospective study, case control with samples in the case group, namely preeclampsia patients during the first and second trimesters of preeclampsia screening, while for the control group, normal pregnant women who were also screened for preeclampsia in the first and second trimester. Results There was a sample of 189 pregnant women with preeclampsia for 1 year, taking samples by consecutive sampling technique. The results of the examination were obtained in the case group obtained patients with MAP (+), ROT (+), BMI (+) respectively 43 (95.6%), 18 (40%) and 18 (40%), while in the control group obtained results of 18 (40%) samples of MAP (+), 26 (57.8%) ROT (+), 5 (11.1%) BMI (+). The Chi Square statistical test results showed a significant relationship between MAP and BMI screening with the incidence of preeclampsia with p values in a row (p 0.0001, OR = 32,250 and p 0.002, OR = 5,333), but no association between ROT screening and the incidence of preeclampsia ( p 0.092 OR = 0.487). Obtained the third screening relationship (MAP, ROT, BMI) with the incidence of preeclampsia (p 0.001, OR 4,529). Conclusion: MAP (+) and BMI (+) patients have 32 times and 5 times higher risk of preeclampsia. Screening for ROT (+) has no relationship with the incidence of preeclampsia.
COMBINATION OF EFFLEURAGE AND KNEADING MASSAGE CAN REDUCE INTENSITY OF DYSMENORRHEA Putri Lisdiana Rahmawati; Sri Ratna Dwiningsih; Lilik Herawati
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 4 No. 1 (2020): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, January 2020
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v4i1.2020.51-59

Abstract

ABSTRACTBackground : Dysmenorrhea or menstrual pain has an impact in various aspects of life. There are many methods for treating dysmenorrhea like pharmacological and nonpharmacological therapy. Massage is one of the non-pharmacological therapies used to treat dysmenorrhoea. This study aims to determine the effect of a combination of effluence and kneading massage on decreasing the intensity of dysmenorrhoea pain in adolescents. Method: This research method is experimental with a pretest - posttest control group design research design. The sampling technique is simple random sampling. A total of 20 respondents were divided into 4 groups, namely the control group, the effleurage massage group, the kneading massage group, and the combination of effleurage and kneading massage groups. The instrument used was the observation sheet of the pain level Numerical Rating Scale (NRS). Results: The test results showed that there were differences in the intensity of dysmenorrhoea pain before and after intervention of effleurage, kneading, and combination of effleurage and kneading massage. The test results also showed a difference in decrease in the intensity of dysmenorrhea for all groups with a value of p = 0.009. The combination of effleurage and kneading massage is the best treatment to decrease the intensity of dysmenorrhea. Conclusion: there are differences in the effect of giving a combination of effleurage and kneading massage to the intensity of dysmenorrhoea, and the combination of effleurage and kneading massage is the best treatment to reduce the intensity of dysmenorrhoea. 
Intensitas Latihan Fisik Ringan-Berat Kurang Memengaruhi Kadar Follicle Stimulating Hormone Serum Mencit Betina Anggis Putri Wijayanti; Lilik Herawati; Endyka Erye Frety; Zakiyatul Faizah
Jurnal Veteriner Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.048 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.1.10

Abstract

Physical exercise can cause a change in hormonal system resulting an irregularities of menstrual cycle. Menstrual irregularities is one of the ovulation disruption symptoms. The most important cause of ovulation disruption is a decrease of Gonadothropin Releasing Hormone (GnRH) which is regulated by hipothalamus-pitutary-ovarium axis (HPO axis) mechanism resulting in decreased of Follicle Stimulating Hormone (FSH) secretion. HPO axis mechanism disruption can be caused by severe physical activity. Methods: This research took place in phaculty of veterinary of Airlangga University. The methods of this research was experimental laboratory study with Randomized Post-test Only Control Group Design. The number of sample were 28 female mice divided into four groups with a sampling technique using probability sampling with the type of simple random sampling. The independent variable of this research were moderate and severe physical exercise. The dependent variable were serum Follicle Stimulating Hormone (FSH) levels. The data were analyzed using SPSS 25 software with one way- ANOVA test. This research was conducted to analyze the difference effect of low to severe physical exercise on serum Follicle Stimulating Hormone (FSH) levels in female mice. The result is there were no significant difference in levels of Follicle Stimulating Hormone (FSH) mice with low, moderate and severe physical activity. The conclusion that can be taken in this research is there is no difference in the effect of low, moderate to severe physical exercise on serum Follicle Stimulating Hormone levels in female mice.
Co-Authors Achmad Yarziq Mubarak Salis Salamy Adek Ardiansyah Aditiawarman Aditiawarman, Aditiawarman Agindra, Bani Agus Nuryatin Ahmad Rukhani Lutfi Ahmad Rukhani Lutfi Aji, Wahyu Renandi Akbar, Arista Widya Andhika Al arif, Mohammad Anam Alphania Rahniayu Amalia Ramadhani Angga Miftakhul Nizar Anggis Putri Wijayanti Anggraeni Dyah Kumalasari Annas, Jimmy Yanuar Anny Setijo Rahaju, Anny Setijo Argarini dr., M.Kes., Ph.D., Raden Arifin, Hidayat Ario Imandiri, Ario Artaria Tjempakasari, Artaria Aryanto, Lilik As'ad, Muchammad Rif'at Fawaid Ashon Sa’adi Ashon Sa’adi Azmy, Ulul Bambang Purwanto Cantika Putri Melyana Chandra, Cecilia Felicia Chiquita Febby Pragitara Choesnan Effendi Choesnan Effendi Damayanti Tinduh Darius, Erik David Wicaksono Dedi Kuswandi Desi Rianti Rahmadhani Dicha Niswansyah Auliyah Dina Delvin Anggriani Dirgantari, Rafi Arofah Dita Mega Utami Dwi Putri Rahayu Tampubolon Dwikora Novembri Utomo Eddy Rahardjo Eka Arum Cahyaning Putri Emah Khuzaemah Endyka Erye Frety Ernawati Ernawati Faizah, Zakiyatul Fajar Shamsudin Fajar Syamsudin Farah Yusrania Fidiana, Fidiana Gantini, Dede Gebyar Catur Wahyuning Rohmawati Giwang Yayi Retnosari Gosy Endra Vigriawan Hanik Badriyah Hidayati,* Mohammad Hasan Machfoed,* Kuntoro,** Soetojo,*** Budi Santoso,**** Suroto,***** Budi Utomo****** Harijono, Bambang HariSetijono Harjanto, J. M. Hasan, Helmia Herdy Sulistyono Hermanto Tri Joewono Hermina Novida, Hermina Heryana, Achmad Yuniari Humairah, Ira I'tishom, Reny Ilfa Maulana Almaarif Kadarisman Indriani, Aliza Umar Innani Wildania Husna Iqbal Laksana Irwadi, Irfiansyah Irwanto, Irwanto Jimy, Valensius Junian Cahyanto Wibawa Kinandita, Hayuris Krismaningrum, Veronika Intan Kumalasari, Anggraeni Dyah Kundiastuti, Kundiastuti Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto Laksana, Iqbal Laylatul Fitriah Mukarromah Lila Tri Harjana Lukas Widhiyanto Lukitasari, Lina Lukitasari, Lina Lutfi, Ahmad Rukhani M. Ali Machfud Mahindisyah, Muhammad Ghifary Mahmudin Aritanoga Maulana Arif Murtadho Melbiarta, Rezy Ramawan Melyana, Cantika Putri Misbah Abdul Haris Nasution Alhanif Mohamed, Moh Nahar Azmi Mohammad Anam Al-Ari Muchammad Rif’at Fawaid As’ad Muchammad Rif’at Fawaid As’ad Mufarrihul Ihsan Mufidah Sheena Andani Prastini Muh Doyin Muhammad Miftahussurur Muhammad Zainul Arifin Mujahiddin, M. Izzul Mujtaba, Sultan Tirta Nancy M. Rehatta, Nancy M. Ningrum, Astika Gita Niwanda Yogiswara Nugroho, Ardi Setyo Nurkolis Nurkolis, Nurkolis Othman, Zulhabri Paulus Liben Paulus Liben, Paulus Pradika Gita Baskara Prananda Surya Airlangga Purwo Sri Rezeki Putri Lisdiana Rahmawati Qorib, Mohammad Fathul Qurnianingsih, Ema Raden Argarini Rahmah, Firda Aulia Ramadhan, Ain Darojah Siddiq Ramadhan Ramadhani, Laila Ramadhani, Sausan Rehatta, Nancy Margarita Rejeki, Purwo Sri Rezy Ramawan Melbiarta Rias Gesang Kinanti Rifka Kurniati Rinjani, Anissa Maulina Risa Etika, Risa Rivarti, Arina Windri Rizkiya, Putri Rizky Darmawan, Rizky S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sakina Sakina Sakina, Sakina Salamun Salamun Salamy, Ahmed Zaiyan Nahel Salamy, M. Fath Alhaqqi Sanis Salim, Yusuf Samsriyaningsih Handayani Sari, Eny Wulan Sari, Gadis Meinar Senja Himaya Senja Himaya Septriana, Maya Setiawan, Hayuris Kinandita Silvia Maya Ananta Siti Khaerunnisa Siti Khaerunnisa Soedjono Soedjono Soedjono Soetojo Soetojo Sony Wibisono Sri Ratna Dwiningsih Suhartati Suhartati Sulistiawaty, Nuniek Nugraheni Sundari Indah Wiyasihati Susi Wahyuning Asih Susilawati, Susilawati Syahraya, Indira Tati Sri Uswati Teguh Supriyanto Triyastuti, Novitasari Udin Kamiluddin, Udin Ummah, Fithriyah Cholifatul Viskasari P. Kalanjati Wardhani, Indrayuni Lukitra Wibi Riawan Widati Fatmaningrum Widayana, Maeril Kirana Widjiati Wigati, Kristanti Wanito Wijaya, Maharani Ayuputeri Windhu Purnomo Winna Adelia Amru Wiwik Wiyanti, Wiwik Wungu, Citrawati Dyah Kencono Yudi Her Oktaviano Yusuf Salim Zulhabri Othman Zulhabri Othman