Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN PEMUPUKAN BOKASHI DAN Crotalaria juncea L. Yuliana, Anggi Indah; Sumarni, Titin; Fajriani, Sisca
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon tanaman jagung terhadap pemupukan bokashi dan C. juncea. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  hingga Oktober 2012 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, meliputi 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor pertama ialah dosis pupuk hijau  C. juncea dengan 3 taraf, yaitu: Tanpa C. juncea (C0), 10 ton ha-1 (C1) dan 20 ton ha-1 (C2). Faktor kedua ialah dosis pupuk bokashi dengan 4 taraf, yaitu: Tanpa bokashi (B0), 5 ton ha-1 (B1), 10 ton ha-1 (B2) dan 15 ton ha-1 (B3). Hasil penelitian menunjukkan penambahan bokashi sampai taraf 15 ton ha-1 belum mampu mengurangi kebutuhan C. juncea pada area penanaman jagung. Penggunaan pupuk bokashi sebanyak 15 ton ha-1 nyata meningkatkan hasil tanaman jagung sebesar 23,86 % dibandingkan tanpa pupuk bokashi, hasil ini lebih besar dibandingkan peningkatan hasil jagung akibat penggunaan C. juncea 5 dan 10  ton ha-1 sebesar  11,90 % dan 18,09 %. Penggunaan pupuk hijau C. juncea sebanyak 20 ton ha-1 nyata meningkatkan hasil tanaman jagung sebesar 17,34 % dibandingkan tanpa C. juncea, hasil ini lebih baik dibandingkan peningkatan hasil tanaman jagung akibat penggunaan 10 ton ha-1 C. juncea yang mencapai 9,22 %.
PENGGUNAAN PUPUK KANDANG DAN PUPUK HIJAU Crotalaria juncea L. UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN PUPUK ANORGANIK PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Magdalena, Farisa; Sudiarso, Sudiarso; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mempelajari apenggunaan pupuk kandang dan pupuk hijau C. juncea L. untuk mengurangi dosis pupuk anorganik dan mempelajari penggunaan pupuk kandang dan pupuk hijau C. juncea L. pada pertumbuhan dan hasil jagung. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial yang dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk anorganik 75% dengan pupuk kandang 20 ton ha-1 dan perlakuan pupuk anorganik  75 % dengan pupuk hijau C. juncea 20 ton ha-1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk anorganik 100% dengan pupuk kandang 10 ton ha-1 disertai pupuk hijau C. juncea 10 ton ha-1, sehingga perlakuan pupuk anorganik 75% dengan pupuk kandang 20 ton ha-1 dan pupuk anorganik  75 % dengan pupuk hijau C. juncea 20 ton ha-1 dapat mengurangi kebutuhan pupuk anorganik. Perlakuan pupuk anorganik 100% dengan pupuk hijau C. juncea 20 ton ha-1 dan perlakuan pupuk anorganik 100% dengan pupuk kandang 20 ton ha-1 memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk anorganik 100% dengan pupuk kandang 10 ton ha-1 disertai pupuk hijau C. juncea 10 ton ha-1.
PENGARUH PUPUK N, P, K, AZOLLA (Azolla pinnata) DAN KAYU APU (Pistia stratiotes) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa) Putri, Fiolita Prameswari; Sebayang, Husni Thamrin; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ialah: 1) Mempelajari pengaruh pemberian pupuk hijau azolla (Azolla pinnata) dan kayu apu (Pistia stratiotes) pada pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa). 2) Mempelajari pengaruh pupuk hijau azolla dan kayu apu  untuk mengurangi pemberian pupuk anorganik. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2012 sampai Juli 2012 di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 kali ulangan. Kesimpulan dari hasil penelitian ialah: 1) Perlakuan pupuk anorganik 100%, azolla 1,5 ton ha-1, kayu apu 1,5 ton ha-1 memberikan hasil sebesar 6,70 ton ha-1 yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk anorganik 100% yang memberikan hasil sebesar 6,37 ton ha-1. 2) Perlakuan pupuk anorganik 75%, azolla 1,5 ton ha-1, kayu apu 1,5 ton ha-1 memberikan hasil sebesar 6,33 ton ha-1 dan pupuk anorganik 75%, azolla 1 ton ha-1, kayu apu 1 ton ha-1 memberikan hasil sebesar 6,23 ton ha-1. Kedua perlakuan tersebut tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk anorganik 100% yang memberikan hasil sebesar 6,37 ton ha-1 sehingga perlakuan pupuk anorganik 75%, azolla 1,5 ton ha-1, kayu apu 1,5 ton ha-1 dan pupuk anorganik 75%, azolla 1 ton ha-1, kayu apu 1 ton ha-1 dapat mengurangi kebutuhan pupuk anorganik.
PENGARUH LAMA PENGGUNAAN MULSA DAN PUPUK KANDANG PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) VARIETAS POTRE KONENG Utama, Hermawan Nugraha; Sebayang, Husni Thamrin; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 4 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung varietas Potre Koneng memilki potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan varietas lokal lainnya. Keadaan iklim madura yang kering dan tingkat evarporasi yang tinggi maka di perlukan mulsa dan pupuk organik (kandang) agar tanah dapat menjaga kelembaban tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama peng-gunaan mulsa plastik hitam perak dan pupuk kandang dengan beberapa taraf dosis terhadap hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Sep-tember sampai bulan Desember 2012 di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Malang. Penelitian menggunakan Ranca-ngan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu penggunaan mulsa (M) dan dosis pupuk kandang (P) yang diulang 3 kali. Pada penggunaan mulsa, tanpa mulsa (M0), penggunaan mulsa sampai 21 hst (M1), dan penggunaan mulsa sampai 35 hst (M2). Pada dosis pupuk kandang, tanpa pupuk kandang (P0), dosis 2,5 ton ha-1 (P1), dosis 5 ton ha-1 (P2), dan dosis 7,5 ton ha-1 (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa sampai 35 hst meng-hasilkan hasil yang lebih tinggi diban-dingkan dengan perlakuan tanpa mulsa pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering total tana-man, indeks luas daun dan panjang tongkol, tetapi tidak berpengaruh terhadap hasil jagung. Perlakuan pupuk kandang dengan dosis 7,5 ton ha-1 menghasilkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa pu-puk kandang pada pengamatan tinggi tanaman, bobot kering total tanaman dan panjang tongkol, tetapi tidak berpe-ngaruh terhadap hasil jagung. Kata kunci: Jagung, mulsa, pupuk kan-dang, kelembaban tanah
APLIKASI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR (CMA) DAN BOKASHI DALAM MEMINIMALISIR PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK PADA PRODUKSI BENIH TANAMAN JAGUNG KETAN (Zea mays ceratina) Ningrum, Dhona Puspita; Muhibuddin, Anton; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 5 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi jagung di Indonesia kebanyakan dilakukan dengan meningkatkan dosis pupuk anorganik, akan tetapi hasil yang didapat masih rendah, sehingga perlu diupayakan suatu teknologi ramah lingkungan untuk dapat mengefektifkan pemupukan serta memperbaiki kesuburan tanah melalui pemberian bokashi dan penggunaan mikroba potensial seperti cendawan mikoriza arbuskular (CMA). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi CMA dan bokashi dalam meminimalisir pupuk anorganik pada produksi benih jagung ketan. Penelitian dilakukan di laboratorium HPT dan kebun percobaan Fakultas Pertanian Malang, dimulai bulan Mei sampai November 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pupuk anorganik 100%, P1= bokashi+pupuk anorganik 100%, P2= bokashi+pupuk anorganik 75%, P3= bokashi+pupuk anorganik 50%, P4=CMA+pupuk anorganik 100%, P5= CMA+ pupuk anorganik 75%, P6=CMA+pupuk anorganik 50%, P7= CMA+bokashi + pupuk anorganik 100%, P8= CMA+bokashi + pupuk anorganik 75%, P9= CMA+bokashi + pupuk anorganik 50%.Hasil penelitian menunjukkan pemberian bokashi+CMA+pupuk anorganik 75%, bokashi+CMA+pupuk anorganik 100%, bokashi +CMA+ pupuk anorganik 50%, CMA + pupuk anorganik 75% dan CMA + pupuk anorganik 100% mampu meningkatkan hasil biji ton ha-1 masing-masing sebesar 56.66%, 52.22%, 50.51%, 40.27%, dan 38.57% dibandingkan tanaman dengan perlakuan yang hanya menggunakan pupuk anorganik 100%. Penambahan bokashi dan atau CMA dapat meminimalisir pemberian pupuk anorganik pada perlakuan bokashi+ pupuk anorganik 100%, bokashi+ pupuk anorganik 75%, bokashi+pupuk anorganik 50%, CMA+pupuk anorganik 100%, CMA+ pupuk anorganik 75%, CMA+pupuk anorganik 50%, CMA+bokashi+pupuk anorganik 100%, CMA+bokashi+pupuk anorganik 75%, CMA+bokashi+pupuk anorganik 50% masing-masing sebesar 32.76%, 48.55%, 53,75%, 38.57%, 55.20%, 65.36%, 52.22%, 67.50%, dan 75.26%. Kata kunci : Jagung ketan, CMA, bokashi, pupuk anorganik
PENGARUH BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 13 SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO Susanti, Resti Amelia; Sumarni, Titin; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 5 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Padi (Oryza sativa L.) merupakan makanan pokok di Indonesia. Penggunaan pupuk kimia sintetik yang terus-menerus pada budidaya padi dan sisa panen dikeluarkan dari lahan mengakibatkan kandungan bahan organik tanah rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh bahan organik hijauan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas inpari 13 sistem tanam jajar legowo. Penelitian dilaksanan pada bulan April sampai Juli 2012 di Desa Nyormanis, Blega - Bangkalan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah pupuk anorganik (K), Crotalaria juncea 2 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi 7,2 t ha-1 (C1), Crotalaria juncea 4 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi 4,8 t ha-1 (C2), Crotalaria juncea 6 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi 2,4 t ha-1 (C3), Sesbania rostrata 1,75 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi 7,2 t ha-1 (S1), Sesbania rostrata 3,5 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi 4,8 t ha-1 (S2), Sesbania rostrata 5,25 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi 2,4 t ha-1 (S3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian bahan organik Sesbania rostrata 1,75 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi 7,2 t ha-1 (S1) mampu menghasilkan berat kering gabah sebesar 5,27 t ha-1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan bahan organik lainnya. Konstribusi tertinggi terhadap unsur hara tertinggal dalam tanah untuk musim tanam selanjutnya, ditunjukkan oleh pemberian Sesbania rostrata 5,25 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi 2,4 t ha-1 (S3) dengan nilai kandungan N total 0,13 %; P2O5 2,87 mg/kg; K2O 0,01 mg/kg dan bahan organik 1,45 %. Kata kunci: Bahan organik, padi, Crotalaria juncea, Sesbania rostrata dan pupuk kandang sapi
PENGARUH NAUNGAN PADA TEKNIK PEMBIBITAN BUD CHIP TIGA VARIETAS TEBU (Saccharum officinarum L.) Ningrum, Mita Kartika; Sumarni, Titin; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu ialah bahan baku utama dalam pem-buatan gula pasir di Indonesia. Penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat naungan yang tepat terhadap pertumbuhan bibit dengan teknik bud chip dari tiga varietas tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini dilaksanakan di lahan PT PG Krebet Baru yang berlokasi di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang Jawa Timur, pada bulan April sampai dengan Juli 2013. Penelitian ini meng-gunakan metode Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 kali ulangan. Sebagai petak utama adalah tingkat naungan yaitu N0 (tanpa naungan), N1 (naungan 20%), N2 (naungan 40%), dan N3 (naungan 60%). Sebagai anak petak adalah varietas yaitu V1 (PS 881), V2 (PS 882), dan V3 (Bululawang). Parameter pengamatan pertumbuhan meliputi dia-meter batang, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Parameter pengamatan hasil meliputi luas daun, bobot segar total tanaman, dan bobot kering daun. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa perlakuan naungan dengan tingkat 20% berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, bobot segar total tanaman, dan bobot kering daun. Perlakuan varietas berpengaruh nyata ter-hadap diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar total tanaman. Interaksi antara tingkat naungan dan varietas berpengaruh nyata terhadap luas daun bibit tebu pada umur 45 Hari Setelah Tanam (HST). Kata kunci: bibit bud chip, naungan, varietas.
APLIKASI PUPUK KANDANG DALAM MEMINIMALISIR PUPUK ANORGANIK PADA PRODUKSI PADI (Oryza sativa L.) METODE SRI Sari, Rahma Pramita; Islami, Titiek; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan beras sebagai bahan pangan penduduk Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan   pangan ialah dengan menerapkan penanaman padi dengan metode SRI. Penelitian dilakukan di KebunPercobaan Jatikerto, Malang pada bulan April-Agustus 2013. Pecobaan ini dirancang dengan menggunakan Racangan Petak Terbagi (RPT) dengan pupuk kandang sapi sebagai petak utama dan pupuk anorganik sebagai anak petak. Petak utama terdiri dari K0: tanpa pupuk kandang, K1: 10 ton ha-1 pupuk kandang, K2: 15 ton ha-1 pupuk kandang, dan K3: 20 ton ha-1 pupuk kandang, sedangkan anak petak terdiri dari A1: 100% dosis pupuk anorganik, A2: 85% dosis pupuk anorganik, dan A3: 70% dosis pupuk anorganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 20 ton ha-1 pupuk kandang diikuti dengan aplikasi 100% dosis pupuk anorganik menghasilkan produksi tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Penggunaan pupuk kandang dapat meminimalisir penggunaan pupuk anorganik sebesar 15%. Hal ini dapat terlihat pada penggunaan pupuk kandang 15 ton ha-1 dengan 85% dosis pupuk anorganik memiliki berat gabah lebih tinggi dibandingkan tanpa pupuk kandang dengan 100% dosis pupuk anorganik (35,53 g) dan penggunaan 20 ton ha-1 pupuk kandang dengan 85 % dosis pupuk anorganik   (38,12 g) meningkatkan berat gabah lebih tinggi dibandingkan penggunaan pupuk kandang 15 ton ha-1 dengan 85% dosis pupuk anorganik. Kata kunci : padi, pupuk kandang, pupuk anorganik, SRI
PENGARUH PENGGUNAAN SISTEM TANAM DENGAN PUPUK KOMPOS GRANUL DIPERKAYA UNTUK MENGURANGI DOSIS PUPUK ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Dewani, Didha; Santoso, Mudji; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman yang paling banyak dibudidayakan oleh penduduk di dunia karena padi merupakan penghasil beras yang menjadi makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di dunia.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara jarak tanam dan aplikasi pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan pupuk granul diperkaya pada produktivitas tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 kali ulangan, dengan sistem sebagai petak utama dengan taraf (J1) tandur jajar 25 x 25 cm dan (J2) jajar legowo 2 : 1 = 50 cm x (25 cm x 25 cm) dan dosis pemupukan sebagai anak petak dengan taraf (P1 = pupuk anorganik 100% (kontrol), (P2) = granul diperkaya (25%) + pupuk anorganik (75%), (P3) = granul diperkaya (50%) + pupuk anorganik (50%) dan (P4) = granul diperkaya (75%) + pupuk anorganik (25%). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan sistem tanam dan dosis pemupukan pada hasil gabah ton/ha. Sistem tanam jajar legowo memberikan hasil lebih baik pada rerata luas daun, bobot kering total dan bobot gabah per rumpun bila dibandingkan dengan sistem  tanam  tandur jajar. Kata kunci: padi, sistem tanam, dosis pemupukan, pupuk kompos granul di-perkaya, pupuk anorganik
EVALUASI KELAPA SAWIT (Elaesis guineensis) SEBAGAI POHON TEPI JALAN DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Paramitha, Devie Ayu; Sumarni, Titin; Heddy, Y. B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat diperlukan keberadaannya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kenyamanan lingkungan misalnya di dalam kampus. Salah satu bentuk ruang terbuka hijau adalah jalur hijau jalan dengan elemen utama pohon tepi jalan. Kelapa sawit adalah salah satu contoh pohon tepi jalan yang ditanam untuk menunjukkan identitas pada suatu jalur hijau jalan raya di kampus Universitas Brawijaya. Metode penelitian yang akan dilakukan adalah metode survei dan studi pustaka. Metode survei dilakukan dengan mengetahui kondisi fungsional pohon kelapa sawit di kampus Universitas Brawijaya, sedangkan studi pustaka dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai standar pemeliharaan pohon. Selain itu juga dilakukan penilaian evaluasi masyarakat sebagai pengguna jalan terhadap tanaman kelapa sawit dengan kuesioner dan wawancara. Kemudian akan didapatkan hasil evaluasi dan pemberian rekomendasi terhadap pengelolaan yang akan dilakukan. Kata kunci: Pohon Tepi Jalan, Kelapa Sawit, Universitas Brawijaya, Masyarakat.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Latip, Abdul Agung Mustika Rizki, Agung Mustika Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad syahirul Alim Aini Nurul Aini, Nurul Aisyah, Nur Ulfa Aisyah, Nur Ulfa Aji Mandiri, Muhammad Ilham Akbar, Mohammad Fani Akbar, Mohammad Fani Alfian, Candra Alfulaila, Nur Alfulaila, Nur Alim, Ahmad Syahirul Alyadin, Faadhilah Fairuz Amani, Risca Amien, Muhammad Andriyansyah, Andriyansyah Anggarsari, Dias Anggarsari, Dias Anggi Indah Yuliana Anggoro, Ariek Dwi anhar, Aus Anton Muhibuddin Aprizanti, Dea Ardiany, Yuli Arini, Siti Asmayani Salimi Asnawati Asnawati Aulia, Purnama Mahbub ayuningsih, asti riska ayuningsih Azis Azis, Azis Azizah, Nur Bambang Guritno Bancin, John Pradana Bancin, John Pradana Br Meliala, Moseria Br Meliala, Moseria cahyaty, Rikza Alfya CINDY CINDY Cindy, Cindy Daffa, Mohammad Rakan Ahsana Darmawan, Randy Devie Ayu Paramitha Dewani, Didha Dewanti, Oka Pramestia Dewi Yuliana Fitri Dhona Puspita Ningrum Diah Azhari Didha Dewani Didik Hariyono Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Elend Arinta Sances Elmefi, Sacia Fadilla, Rohayu Fajariyani, Amalia Ika Fajariyani, Amalia Ika Fajarwati, Santi Kusuma Farisa Magdalena Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Fetty Tri Anggraeny Fiolita Prameswari Putri Fitra, Ahmad Fitra, Ahmad Fitrah, Rafly Ibrahim Gloria Ika Satriani Hasifah, Alifah Dita Hasifah, Alifah Dita Hastanti, Rina Dwi Hastanti, Rina Dwi Heddy, Y. B. Suwasono Hendrizal Hendrizal Hermawan Nugraha Utama Hidayat, Hakiim Kurniawan Hidayat, Hakiim Kurniawan Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Ika Kurnia Sofiani iromo, heppi ismail, mufaro'ah Kamaruddin Kamaruddin Kamila, Aisyatin Kamila, Aisyatin Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Kurnia, Eni Laili, Alfinik Matil Lathifa, Santana Magdalena, Farisa Mardalena Mardalena Marsha, Nikita Dwi Medha Baskara Meganada, Ika Kartika Meganada, Ika Kartika mentari, chintia indah Miftakhul Mita Kartika Ningrum Mochammad Wildan Nugraha Muchamad Yusron Mudji Santoso Mufaro’ah Muhammad Husni Muhibuddin, Anton Muliandari, Nadya Nabilah, Sri Nafi’, Rifqi Nafi’, Rifqi Nikita Dwi Marsha Ningrum, Dhona Puspita Ningrum, Mita Kartika Ninuk Herlina Nisa, Diya Khoirun Nisa, Diya Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nofalia, Pina Nopriadi Nopriadi Norbaida, Norbaida novryan, Muhammad razwin Nugraha, Mochammad Wildan Nugraha, Yoga Sasmita Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Yuliani Nurhadi . Nurhasanah Nurhasanah Nurhastuti, Nurhastuti Okta Rahma Dani, Gina Paramitha, Devie Ayu Permatasari, Tessa Andini Pradana, Febry Mitra Pradita, Tiara Pasa Pradita, Tiara Pasa Pradoto, Rendy Wahyu Pradoto, Rendy Wahyu Prakoso, Jaka Dwiputra Pratama, Muhammad Lutfi Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Herry Pratama Putra, Herry Pratama Putri Rahmadani, Putri Putri, Fiolita Prameswari Putri, Gina Sukma Rafli, DzakyMuamar Rahardian, Tantra Septa Rahayu, Karmilawati Dwi Rahma Pramita Sari rahmadani, gina okta Rahmadani, Tiara Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Ramadhan, Muhammad Riski Ramasandy, Mohammad Rangga Refilina, Yenni Resti Amelia Susanti Ridwan Melay, Ridwan Risantosa, Choirifia Riyani, Norma Winda Riyani, Norma Winda Rizqiasari, Ferina Roedy Soelistyono Roha, Muf Rohma, Ervina Wahidiya Sahana, Nilam Saifunnajar, Saifunnajar Sances, Elend Arinta Santi, Selvia Santoso, Mudji Saputra, Rio Febrian Saven Sari, Alusia Destia Sari, Alusia Destia Sari, Rahma Pramita Sebayang, Husni Thamrin Septiana, Riani Setianto, Christian Wahyu Setyaji, Kurniawan Setyono Yudo Tyasmoro Sheny Kaihatu Simamora, Harry Kurnia Simamora, Harry Kurnia Simanjuntak, Debora Siratul Fikri, Fatoni Sisca Fajriani Siti Nurbaiti Sopiani, Ika Kurnia Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sumiati, Cici Susanti, Resti Amelia susilo, dhyma erlian Sutrisno, Muhammad Syahri, Rifauldin Syahri, Rifauldin Taufik, Anton Taufiqqurrahman, Husain Tini, Jumi Alia Titiek Islami Tyas, R.A. Putri Husadaning Tyas, R.A. Putri Husadaning Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Utama, Hermawan Nugraha Utami, Arisani Putri Utami, Arisani Putri Verdiana, Miranti Ayu Verdiana, Miranti Ayu Wahid Wahid Wahyuni, Andi Nirma Wahyuni, Andi Nirma Wambrauw, Sopia Fransina Wicaksono, Agung Tri Wicaksono, Agung Tri Widyatri, Tia Ayu Wijayanti, Mia Rajib Wijayanti, Mia Rajib Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Irene Caya Y, Welly Setyawan Y, Welly Setyawan Y. B. Suwasono Heddy Yoga Sasmita Nugraha Yulia Syafitri Yuliandi, Tomi Desra Yuliani, Nur Yuliar Yuliar Yusrawati Yusrawati Z, Martias Zulfitri Aima