p-Index From 2021 - 2026
6.634
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang dan Pupuk N pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Ramasandy, Mohammad Rangga; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 4 (2023): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.04.04

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman hortikultura dari famili Cucurbitaceae. Produktivitas mentimun di Indonesia tergolong rendah yaitu 10,67 ton ha-1 padahal potensinya mencapai 20 ton ha-1. Permintaan mentimun juga meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil mentimun dapat dilakukan dengan cara pemupukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus secara berlebihan menyebabkan kualitas tanah menurun sehingga perlu diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Kombinasi penggunaan pupuk organik dan anorganik diharapkan mampu menjaga kualitas tanah tetap optimal serta menyediakan unsur hara bagi tanaman dalam jumlah yang cukup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk N pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2022 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan faktorial yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah pupuk kandang kambing dengan 3 taraf, faktor kedua adalah pupuk N dengan 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan dilakukan 3 ulangan sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis pupuk kandang dan pupuk N pada panjang tanaman, bobot buah per tanaman dan bobot buah per hektar. Pupuk kandang kambing berpengaruh pada jumlah daun, sedangkan pupuk N berpengaruh pada jumlah daun, panjang buah, diameter buah dan jumlah buah.
Pengaruh Pupuk Kandang dan Pupuk N - Anorganik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) var. Shinta Prakoso, Jaka Dwiputra; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.05.02

Abstract

Tanaman sawi hijau meruapakan tanaman sayuran semusim yang banyak di jumpai di daerah dataran tinggi. Terjadi peningkatan produksi tanaman sawi hijau, peningkatan produksi ini menjadikan sawi hijau sebagai komoditas yang mempunya prospek yang tinggi untuk dikembangkan di Indonesia, namun kualitas dari sawi hijau ini cukup rendah dikarenakan budidayanya yang masih menggunakan pupuk anorganik. Penggunaan pupuk organik seperti kandang sapi mampu membantu mengurangi penggunaan pupuk anorgnaik. Tujuan penelitian adalah mendapatkan dosis kombinasi pupuk anorganik dan pupuk kandang sapi yang tepat untuk tanaman sawi hijau. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2021 - Januari 2022 di Kebun Percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini merupakan percobaan yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan yang digunakan antara lain B0 = Pupuk Kandang 0 ton/ha + Pupuk N 0 kg/ha, B1 = Pupuk N 130 kg/ ha, B2 = Pupuk kandang 10 ton/ha, B3 = Pupuk kandang 10 ton/ ha + pupuk N 65 kg/ha, B4 = Pupuk kandang 20 ton/ ha, B5 = Pupuk kandang 20 ton/ha + pupuk N 65 kg/ha, B6 = Pupuk kandang 30 ton/ha, B7 = Pupuk kandang 30 ton/ha + Pupuk N 65 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang 30 ton/ha + pupuk N 65 kg/ha pada pengamatan indeks klorofil dengan nilai 62.38 pada 21 hst dan 64.44 pada 28 hst. Pengamatan hasil pupuk kandang sapi 30 ton/ha + pupuk N 65 kg/ha dengan nilai bobot segar per tanaman sebesar 14.65 g/tanaman, bobot tanaman per hektar sebesar 16.28 ton/ha, dan daya tahan hijau daun dengan nilai rerata 4.5 hari
Pengaruh Waktu Tanam dan Kerapatan Kemangi (Ocimum basilicum L.) pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) dalam Sistem Tumpangsari Risantosa, Choirifia; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 11 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.11.03

Abstract

Permintaan hasil panen jagung manis dan kemangi terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi dan bertambahnya pertumbuhan masyarakat, namun luasan lahan pertanian semakin menurun. Diperlukan teknik budidaya yang tepat yaitu tumpangsari jagung manis dan kemangi. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam tumpangsari adalah waktu tanam dan kerapatan tanaman untuk mengurangi kompetisi pemanfaatan faktor tumbuh tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari dan mendapatkan waktu tanam dan kerapatan tanaman kemangi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei-Agustus 2022 di Desa Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari jagung manis monokultur, jagung manis + kemangi (1 baris) 7 HSbT jagung manis, jagung manis + kemangi (2 baris) 7 HSbT jagung manis, jagung manis + kemangi (1 baris) ditanam bersamaan, jagung manis + kemangi (2 baris) ditanam bersamaan, jagung manis + kemangi (1 baris) 7 HST jagung manis, jagung manis + kemangi (2 baris) 7 HST jagung manis, jagung manis + kemangi (1 baris) 14 HST jagung manis, jagung + kemangi (2 baris) 14 HST jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kemangi yang ditanam pada berbagai waktu tanam dan kerapatan yang berbeda dalam sistem tumpangsari dengan jagung manis tidak menyebabkan penurunan pertumbuhan maupun hasil tanaman jagung manis. Seluruh perlakuan sistem tumpangsari tanaman jagung manis dengan kemangi mampu meningkatkan produktivitas lahan (LER > 1), menguntungkan secara ekonomi (R/C Ratio > 1), mampu menekan pertumbuhan gulma, serta mengefisiensi intersepsi cahaya matahari.
Pengaruh Pupuk Kandang dan Pupuk N pada Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. merill) Var. Anjasmoro Fitrah, Rafly Ibrahim; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 04 (2024): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.04.05

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan pemupukan yang tepat. Penggunaan pupuk organik bermanfaat secara ekologis karena memperbaiki sifat tanah, dan ekosistem tanah menopang kelangsungan hidup semua organisme dalam jangka panjang. Penggunaan pupuk organik saja belum mampu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman sehingga perlu dikombinasikan dengan pupuk anorganik seperti pupuk N. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – April 2023 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya. Penelitian ini adalah percobaan faktorial yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk kandang ayam dengan 3 taraf, dan faktor kedua adalah pupuk N dengan 3 taraf dan diulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang, pupuk N dan interaksi kedua faktor tersebut memberikan pengaruh yang nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Pupuk kandang berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, dan jumlah polong per tanaman. Pupuk N memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah polong per tanaman dan bobot 100 biji. Interaksi antara pupuk kandang dan pupuk N menunjukkan adanya pengaruh nyata pada jumlah polong hampa, bobot  
Pengaruh pupuk kandang dan pupuk kalium pada pertumbuhan dan hasil jagunganis (zea mays saccharata sturt.) Varietas Talenta Setyaji, Kurniawan; Sumarni, Titin; Baskara, Medha
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 04 (2024): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.04.01

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan meninggalkan residu di dalam tanah sehingga dapat menurunkan kualitas tanah. Kombinasi pupuk anorganik dan pupuk organik dapat mengurangi dampak negatif akibat penggunaan pupuk anorganik serta dapat memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 hingga Februari 2023 di Agrotechnopark Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan KCl 75% + 15 ton ha-1 pupuk kandang ayam meningkatkan panjang tanaman, luas daun, berat kering tanaman, diameter tongkol, total padatan terlarut, bobot segar tongkol dengan kelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot dan bobot tongkol per hektar. Perlakuan KCl 75% + 15 ton ha-1 pupuk kandang ayam menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan KCl 250 kg ha-1 sehingga penambahan pupuk kandang dapat mengurangi penggunakan pupuk KCl. Hasil analisis R/C ratio menunjukkan bahwa perlakuan KCl 75% + 15 ton ha-1 menunjukkan nilai R/C ratio 1,40 sehingga usahatani jagung manis menggunakan perlakuan tersebut menguntungkan. Kata kunci: jagung manis, pupuk kandang ayam, pupuk kalium
Respon Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) terhadap Perbedaan Populasi dan Waktu Tanam Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Sistem Tumpangsari Miftakhul; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.08.04

Abstract

Sistem tumpangsari jagung dengan kacang-kacangan memiliki keuntungan yakni meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumberdaya lahan, meningkatkan volume dan frekuensi panen dibandingkan dengan sistem monokultur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 hingga Februari 2023 di Agrotechnopark Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlakuan dan 4 ulangan serta dilakukan penanaman monokultur kacang hijau untuk menghitung NKL (Nisbah Kesetaraan Lahan) sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan populasi dan waktu tanam tanaman kacang hijau menunjukkan bahwa pada sistem tanam monokultur dan sistem tanam tumpangsari tidak berpengaruh nyata pada hasil bobot tongkol tanaman jagung. Hasil bobot tongkol tanaman jagung pada sistem tanam monokultur populasi 53.333 tanaman ha-1 sebesar 5,89 ton ha-1 dan pada sistem tanam monokultur populasi 61.538 tanaman ha-1 menghasilkan bobot tongkol tanaman jagung sebesar 5,77 ton ha-1, sedangkan pada sistem tanam tumpang sari antara jagung populasi 53.333 tanaman ha-1 dengan tanaman kacang hijau 2 mst menghasilkan bobot tongkol jagung sebesar 7,55 ton ha-1 dan sistem tanam tumpang sari antara jagung populasi 61.538 tanaman ha-1 dengan tanaman kacang hijau 2 mst menghasilkan bobot tongkol jagung sebesar 7,10 ton ha-1. Sehingga sistem tanam antara monokultur dan tumpangsari tidak menyebabkan persaingan antara tanaman utama dan tanaman sela. Namun, perlakuan sistem tanam tumpangsari antara jagung populasi 61.538 tanaman ha-1 dengan tanaman kacang hijau 2 mst menghasilkan NKL yang paling tinggi yaitu 1,77. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem tanam tumpangsari lebih efisien dibandingkan sistem tanam monokultur.
Pengaruh Populasi Tanaman dan Dosis Pupuk N pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt. L) Varietas Talenta. Siratul Fikri, Fatoni; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) termasuk tanaman pangan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi selain padi dan gandum. Produktivitas tanaman jagung manis di indonesia pada tahun 2015 memiliki rata-rata mencapai 4,81 ton ha-1. Hasil ini masih tergolong rendah dengan potensi produktivitas dari tanaman jagung manis varietas talenta dapat mencapai 13-18 ton ha-1. Produktivitas tanaman yang rendah dapat ditingkatkan dengan pengaturan populasi tanaman dan pemberian pupuk anorganik. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui interaksi populasi tanaman dan dosis pupuk nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis yang dilaksanakan mulai dari Agustus-November 2022 di Jatimulyo, Lowokwaru, Malang. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor pertama yaitu populasi tanaman (P1 = 76.923 ha-1, P2 = 71.428 ha-1 dan P3 = 66.666 ha-1) dan faktor kedua yaitu dosis pupuk N (N1 = 90 kg N ha-1, N2 = 135 kg N ha-1 dan N3 = 180 kg N ha-1). Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh populasi tanaman dan dosis pupuk N pada peningkatan pertumbuhan dan hasil pada tanaman jagung manis, namun penggunaan populasi tanaman 71.428 ha-1 dengan dosis pupuk nitrogen 180 kg N ha-1 belum memberikan hasil tertinggi pada tanaman jagung manis.
Pengaruh Waktu Tanam dan Kerapatan Kemangi (Ocimum basilicum L.) pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) dalam Sistem Tumpangsari Risantosa, Choirifia; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 11 (2024): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Permintaan hasil panen jagung manis dan kemangi terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi dan bertambahnya pertumbuhan masyarakat. Namun luasan lahan pertanian untuk meningkatkan produksi kedua komoditas tersebut semakin menurun. Sistem tanam tumpangsari merupakan salah satu upaya intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas lahan dalam budidaya tanaman jagung manis dan kemangi. Sistem tumpangsari dapat menyebabkan kompetisi antara tanaman utama dengan tanaman sela. Faktor yang perlu dipertimbangkan untuk meningatkan kerjasama dan meminimalisir kompetisi adalah dengan mengatur waktu tanam dan kerapatan antar kedua tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari dan mendapatkan waktu tanam dan kerapatan tanaman kemangi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei-Agustus 2022 di Desa Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari jagung manis monokultur, jagung manis + kemangi (1 baris) 7 HSbT jagung manis, jagung manis + kemangi (2 baris) 7 HSbT jagung manis, jagung manis + kemangi (1 baris) ditanam bersamaan, jagung manis + kemangi (2 baris) ditanam bersamaan, jagung manis + kemangi (1 baris) 7 HST jagung manis, jagung manis + kemangi (2 baris) 7 HST jagung manis, jagung manis + kemangi (1 baris) 14 HST jagung manis, jagung + kemangi (2 baris) 14 HST jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kemangi yang ditanam pada berbagai waktu tanam dan kerapatan yang berbeda dalam sistem tumpangsari dengan jagung manis tidak menyebabkan penurunan pertumbuhan maupun hasil tanaman jagung manis. Seluruh perlakuan sistem tumpangsari tanaman jagung manis dengan kemangi mampu meningkatkan produktivitas lahan (LER > 1), menguntungkan secara ekonomi (R/C Ratio > 1), mampu menekan pertumbuhan gulma, serta mengefisiensi intersepsi cahaya matahari.
Pengaruh Pupuk Kandang dan Pupuk KCl pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Batu Ijo Rafli, DzakyMuamar; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Permasalahan budidaya bawang merah dalam upaya meningkatkan produksi salah satunya adalah terlalu banyak memberikan pupuk anorganik. Upaya dalam memperbaiki produktivitas lahan yang menurun mampu dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan kombinasi yang tepat pupuk kandang kambing sebagai pupuk dasar dan pupuk KCl pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lapang pada bulan Mei hingga Juli 2023, yang berlokasi di Kelurahan Doko, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Penelitian merupakan percobaan non faktorial dan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Percobaan terdiri dari 9 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian didapatkan kombinasi pupuk kandang dan pupuk KCl memberikan hasil bobot kering 18,05 ton ha-1 dan lebih tinggi 22,28% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk kandang. Perlakuan yang mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang lebih tinggi adalah perlakuan 10 ton ha-1 pupuk kandang kambing + 75 kg ha-1 KCl. Kombinasi 10 ton ha-1 pupuk kandang + 75 kg ha-1 KCl memberikan hasil bobot kering 18,05 ton ha-1 dan lebih tinggi 36,74% dibandingkan dengan kombinasi 5 ton ha-1 pupuk kandang + 75 kg ha-1 KCl.
Pengaruh Populasi Tanaman dan Pupuk NPK Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Lathifa, Santana; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 05 (2025): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang bernilai ekonomi tinggi. Permintaan cabai rawit disetiap tahunnya mengalami peningkatan, namun produktivitas cabai rawit mengalami penurunan. Penyebab turunnya produktivitas cabai rawit antara lain pemberian dosis pupuk yang kurang tepat dan pengaturan populasi yang terlalu banyak. Sehingga perlu adanya pengaturan jarak tanam dan pemberian dosis pupuk yang tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari pegaruh jumlah populasi yang berbeda terhadap perumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit, peran dari berbagai macam dosis pupuk N, P dan K terhadap respon tanaman cabai rawit dan tanggapan tanaman cabai rawit terhadap pemupukan N, P dan K dengan jumlah populasi yang berbeda. Hipotesis dari penelitian ini adalah pemberian pupuk N, P dan K yang berimbang dengan jumlah populasi tepat akan menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang baik pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Apabila terdapat hasil berbeda nyata akan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Perlakuan populasi tanaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang berbeda pada setiap dosis pupuk N, P dan K yang diberikan terhadap bobot buah ha-1. Pada populasi sedang mendapatkan hasil bobot buah 9,65 ton ha-1 lebih tinggi 16,85% dari populasi tanaman tinggi. Namun populasi sedang tidak berbeda nyata dengan perlakuan populasi rendah. Perlakuan dosis pupuk yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap bobot buah ha-1. Pada dosis pupuk 100% dapat meningkatkan hasil 17,26% yaitu 9,99 ton ha-1 lebih tinggi dari dosis pupuk 75%. Dosis pupuk 75% memiliki hasil lebih tinggi dibandingkan perlakuan dosis pupuk 50%.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Latip, Abdul Agung Mustika Rizki, Agung Mustika Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad syahirul Alim Aini Nurul Aini, Nurul Aisyah, Nur Ulfa Aisyah, Nur Ulfa Aji Mandiri, Muhammad Ilham Akbar, Mohammad Fani Akbar, Mohammad Fani Alfian, Candra Alfulaila, Nur Alfulaila, Nur Alim, Ahmad Syahirul Almaini, Almaini Alyadin, Faadhilah Fairuz Amani, Risca Amien, Muhammad Andriyansyah, Andriyansyah Anggarsari, Dias Anggarsari, Dias Anggi Indah Yuliana Anggoro, Ariek Dwi Anton Muhibuddin Aprizanti, Dea Ardiany, Yuli Arini, Siti Asmayani Salimi Asnawati Asnawati Aulia, Purnama Mahbub ayuningsih, asti riska ayuningsih Azhari, Diah Azis Azis, Azis Azizah, Nur Bambang Guritno Bancin, John Pradana Bancin, John Pradana Br Meliala, Moseria Br Meliala, Moseria cahyaty, Rikza Alfya CINDY CINDY Cindy, Cindy Damri Devie Ayu Paramitha Dewani, Didha Dewanti, Oka Pramestia Dewi Yuliana Fitri Dhona Puspita Ningrum Diah Azhari Didha Dewani Didik Hariyono Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Elend Arinta Sances Elmefi, Sacia Fadilla, Rohayu Fajariyani, Amalia Ika Fajariyani, Amalia Ika Fajarwati, Santi Kusuma Farisa Magdalena Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Fetty Tri Anggraeny Fiolita Prameswari Putri Fitra, Ahmad Fitra, Ahmad Fitrah, Rafly Ibrahim Gloria Ika Satriani Hasifah, Alifah Dita Hasifah, Alifah Dita Hastanti, Rina Dwi Hastanti, Rina Dwi Heddy, Y. B. Suwasono Hermawan Nugraha Utama Hidayat, Hakiim Kurniawan Hidayat, Hakiim Kurniawan Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Ika Kurnia Sofiani iromo, heppi ismail, mufaro'ah Kamaruddin Kamaruddin Kamila, Aisyatin Kamila, Aisyatin Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Khoirini, Fatimah Kurnia, Eni Laili, Alfinik Matil Lathifa, Santana Magdalena, Farisa Mardalena Mardalena Marsha, Nikita Dwi Medha Baskara Meganada, Ika Kartika Meganada, Ika Kartika mentari, chintia indah Miftakhul Mita Kartika Ningrum Mochammad Wildan Nugraha Muchamad Yusron Mudji Santoso Mufaro’ah Mugi Hartoyo Muhammad Husni Muhibuddin, Anton Muliandari, Nadya Nabil, Naufal Ammar Nabilah, Sri Nafi’, Rifqi Nafi’, Rifqi Nikita Dwi Marsha Ningrum, Dhona Puspita Ningrum, Mita Kartika Ninuk Herlina Nisa, Diya Khoirun Nisa, Diya Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nofalia, Pina Norbaida, Norbaida novryan, Muhammad razwin Nugraha, Mochammad Wildan Nugraha, Yoga Sasmita Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Yuliani Nurhadi . Nurhasanah Nurhasanah Nurhastuti Nurhastuti, Nurhastuti Okta Rahma Dani, Gina Paramitha, Devie Ayu Permatasari, Tessa Andini Pradana, Febry Mitra Pradita, Tiara Pasa Pradita, Tiara Pasa Pradoto, Rendy Wahyu Pradoto, Rendy Wahyu Prakoso, Jaka Dwiputra Pratama, Muhammad Lutfi Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Herry Pratama Putra, Herry Pratama Putri Rahmadani, Putri Putri, Fiolita Prameswari Putri, Gina Sukma Rafli, DzakyMuamar Rahayu, Karmilawati Dwi Rahma Pramita Sari rahmadani, gina okta Rahmadani, Tiara Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Ramadhan, Muhammad Riski Ramasandy, Mohammad Rangga Refilina, Yenni Resti Amelia Susanti Ridwan Melay, Ridwan Risantosa, Choirifia Riyani, Norma Winda Riyani, Norma Winda Rizqiasari, Ferina Roedy Soelistyono Roha, Muf Rohma, Ervina Wahidiya Sahana, Nilam Saifunnajar, Saifunnajar Santi, Selvia Santoso, Mudji Saputra, Rio Febrian Saven Sari, Alusia Destia Sari, Alusia Destia Sari, Rahma Pramita Sebayang, Husni Thamrin Septiana, Riani Setianto, Christian Wahyu Setyaji, Kurniawan Setyono Yudo Tyasmoro Sheny Kaihatu Simamora, Harry Kurnia Simamora, Harry Kurnia Simanjuntak, Debora Siratul Fikri, Fatoni Sisca Fajriani Siti Nurbaiti Sopiani, Ika Kurnia Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Susanti, Resti Amelia susilo, dhyma erlian Sutrisno, Muhammad Syahri, Rifauldin Syahri, Rifauldin Taufik, Anton Taufiqqurrahman, Husain Tini, Jumi Alia Titiek Islami Tyas, R.A. Putri Husadaning Tyas, R.A. Putri Husadaning Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Utama, Hermawan Nugraha Utami, Arisani Putri Utami, Arisani Putri Verdiana, Miranti Ayu Verdiana, Miranti Ayu Wahid Wahid Wahyuni, Andi Nirma Wahyuni, Andi Nirma Wambrauw, Sopia Fransina Wicaksono, Agung Tri Wicaksono, Agung Tri Wijayanti, Mia Rajib Wijayanti, Mia Rajib Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Irene Caya Y, Welly Setyawan Y, Welly Setyawan Y. B. Suwasono Heddy Yoga Sasmita Nugraha Yulia Syafitri Yuliani, Nur Yuliar Yuliar Yusrawati Yusrawati Z, Martias Zulfitri Aima