p-Index From 2021 - 2026
10.436
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Tindakan Menjaga Kebersihan Diri (Personal Hygiene) dengan Penggunaan Metode Mencegah, Menunda, Menghentikan Kehamilan (Kontrasepsi) pada Wanita Usia Subur dengan Kejadian Keputihan Lumastari Ajeng Wijayanti; Musdalifah; Nur Afifah Harahap; Sitti Hardiyanti; Leli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2618

Abstract

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum terjadi pada wanita usia subur. Salah satu faktor pemicunya adalah kebersihan organ intim serta penggunaan alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tindakan menjaga kebersihan diri (personal higiene) dengan penggunaan metode kontrasepsi terhadap kejadian keputihan pada wanita usia subur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada 100 wanita usia 20-35 tahun yang menggunakan kontrasepsi di Puskesmas X. Hasil menunjukkan bahwa kurangnya melakukan personal higiene serta penggunaan kontrasepsi tertentu seperti IUD berhubungan signifikan dengan meningkatnya kejadian keputihan. Penting untuk melakukan edukasi berkala mengenai kebersihan organ intim dan pemilihan kontrasepsi yang tepat untuk mengurangi risiko keputihan.
Proses Tumbuh Kembang dalam Menentukan Kualitas Hidup Terhadap Anak dengan Retardasi Mental (Anak Tunagrahita) Musdalifah; Ernawati; Khumaidi Arief; Rischa Hamdanesti; Lumastari Ajeng Wijayanti; Abdul Rahim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3285

Abstract

Retardasi mental atau tunagrahita merupakan gangguan perkembangan intelektual yang berdampak pada kemampuan anak dalam beradaptasi secara sosial dan akademik. Kualitas hidup anak tunagrahita sangat dipengaruhi oleh proses tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara aspek tumbuh kembang anak dengan kualitas hidup anak tunagrahita. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Hasil menunjukkan bahwa stimulasi yang tepat, dukungan lingkungan, serta intervensi dini memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup anak tunagrahita. Diperlukan keterlibatan aktif orang tua, tenaga kesehatan, dan pendidikan inklusif dalam mendukung perkembangan anak.
Relationship Between the Frequency of Eating Snack Food and Incidence of Stunting Rahmaningrum, Frida Indah; Wijayanti, Lumastari Ajeng; Cahyani, Desy Dwi; Sendra, Eny
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i2.ART.p124-132

Abstract

Failure to thrive among toddlers results in stunting. One of the contributing factors is not fulfilling nutritional needs. Toddlers prefer to eat snack food with low nutritional content and the sugar content makes children feel full, reducing the portion of food in the main meal schedule that contains balanced nutritional value. The purpose of this study was to determine the relationship between the frequency of consuming snack food and the incidence of stunting. The method in this study used observations with a cross-sectional design. The Population was 232 people, with a sample of 70 mothers of stunted toddlers selected through the Simple Random Sampling technique. The instrument in this study used a questionnaire and was analyzed with the Spearman Rank test with the results (ρ = 0,000 < 0.05) between the frequency of consuming snack food and the incidence of stunting. This study showed a relationship between the frequency of consuming snack food and the incidence of stunting toddlers who consume snack food too often will cause stunting in toddlers. Based on the results, it is recommended that snack foods be given two hours before main meals to help address this issue.
The Influence of Mother's Education on Early Detection Knowledge of Toddler Development Aged 36-47 Months Lumastari Ajeng Wijayanti; Warda M; Cakrawati R; Rezqiqah Aulia Rahmat; Sardi Anto
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1050

Abstract

Early detection of toddler development is a crucial step in identifying developmental delays early so that appropriate intervention can be implemented. Mothers play a key role in monitoring their children's development, which is influenced by their education level. Higher education is expected to improve mothers' ability to understand and perform early detection of toddler development. This study aims to determine the effect of maternal education on knowledge of early detection of toddler development in children aged 36–47 months. This study used quantitative methods with an analytical design and a cross-sectional approach. Sectional. The research sample was mothers who have toddlers aged 36–47 months in health service area X. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi- Square test. The results showed a significant influence between maternal education and knowledge of early detection of toddler development (p < 0.05). The conclusion of this study is that maternal education influences the level of knowledge of early detection of toddler development.
The Relationship Between Health Promotion Intensity And Public Health Behavior Wijayanti, Lumastari Ajeng; Musdalifah, Musdalifah; Asriani Hijrah; Edi Pramono
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1112

Abstract

Health promotion is a strategic effort to increase public health awareness, knowledge, and behavior. Continuous health promotion is expected to encourage behavioral changes towards a healthy lifestyle. This study aims to determine the relationship between the intensity of health promotion and public health behavior. The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 120 adult respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a health promotion intensity questionnaire and a health behavior questionnaire. Data analysis was performed using the Chi- Square test. The results showed a significant relationship between the intensity of health promotion and public health behavior (p < 0.05). It was concluded that the higher the intensity of health promotion, the better the public health behavior.
Edukasi dan Pendampingan Aktivitas Fisik Teratur sebagai Upaya Pengendalian Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Lumastari Ajeng Wijayanti; Imelda Appulembang
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1107

Abstract

Abstract Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by elevated blood sugar levels due to impaired insulin secretion or function. One of the main pillars of DM management is regular physical activity. However, many DM patients still do not understand the appropriate type, intensity, and benefits of physical activity. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of Diabetes Mellitus patients in engaging in regular physical activity to control blood sugar levels. The methods used included health education, demonstrations, physical activity mentoring, and evaluation. The results of the activity showed an increase in patient understanding of the benefits of physical activity and an increase in skills in performing physical activity independently and safely. This activity is expected to support blood sugar control and improve the quality of life of Diabetes Mellitus patients. Keywords: Community Service, Diabetes Mellitus, Physical Activity, Blood Sugar Control Abstrak Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu pilar utama pengelolaan DM adalah aktivitas fisik teratur. Namun, masih banyak pasien DM yang belum memahami jenis, intensitas, dan manfaat aktivitas fisik yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien Diabetes Mellitus dalam melakukan aktivitas fisik teratur sebagai upaya pengendalian kadar gula darah. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi, pendampingan aktivitas fisik, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien mengenai manfaat aktivitas fisik serta peningkatan keterampilan dalam melakukan aktivitas fisik secara mandiri dan aman. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengendalian kadar gula darah dan meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Kata Kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat, Diabetes Mellitus, Aktivitas Fisik, Pengendalian Gula Darah
Faktor Risiko Diabetes Melitus Pada Lansia Wijayanti, Lumastari Ajeng; Rahmat, Rezqiqah Aulia
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease with an increasing prevalence, especially among the elderly population. This study aims to analyze risk factors associated with diabetes mellitus among older adults. A quantitative approach with a cross-sectional design was used. Data were collected from 150 elderly respondents using purposive sampling. Variables included age, body mass index (BMI), physical activity, dietary patterns, family history, and blood pressure. Data were analyzed using chi-square tests and logistic regression. The results showed that obesity (OR=3.2), family history (OR=2.8), and physical inactivity (OR=2.5) were the most significant risk factors. It can be concluded that lifestyle and genetic factors play a crucial role in the occurrence of diabetes mellitus among the elderly. Keywords: Diabetes Mellitus, Elderly, Risk Factors, Obesity, Physical Activity ABSTRAK Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, khususnya pada kelompok lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada lansia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data diperoleh melalui survei terhadap 150 responden lansia dengan teknik purposive sampling. Variabel yang dianalisis meliputi usia, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, pola makan, riwayat keluarga, dan tekanan darah. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah obesitas (OR=3,2), riwayat keluarga (OR=2,8), dan kurangnya aktivitas fisik (OR=2,5). Disimpulkan bahwa faktor gaya hidup dan genetik memiliki kontribusi signifikan terhadap kejadian diabetes melitus pada lansia. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Lansia, Faktor Risiko, Obesitas, Aktivitas Fisik
Perawatan Kehamilan Yang Sehat: Tips Untuk Ibu Hamil Susanti, Susanti; Marpaung, Sastrika Handayani; R, Cakrawati; Wijayanti, Lumastari Ajeng; Rahmat, Rezqiqah Aulia
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1006

Abstract

Background: Pregnancy is a crucial period in a woman's life that requires special attention to maintain the health of both mother and fetus. Lack of knowledge and awareness regarding healthy prenatal care can increase the risk of complications, including anemia, hypertension, and premature birth. Objective: This study aims to identify healthy prenatal care practices, factors influencing maternal health, and develop evidence-based recommendations for pregnant women in Indonesia. Methods: This study used a descriptive qualitative approach, collecting data through in-depth interviews with 20 pregnant women and five health workers in Sleman Regency, as well as literature review from national and international journals. Data were analyzed thematically to identify patterns of care and determinants of maternal health. Results: The study identified five main aspects of healthy prenatal care: (1) implementing a balanced, nutritious diet, (2) routine prenatal checkups at least six times during pregnancy, (3) light physical activity and adequate rest, (4) social and emotional support from the family, and (5) increasing health education through medical personnel and digital media. These five aspects contribute significantly to reducing the risk of pregnancy complications. Conclusion: Healthy pregnancy care requires a synergy between medical knowledge, social support, and a healthy lifestyle. Collaboration between health professionals, families, and the government is needed to strengthen the community-level education system for pregnant women.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATAN IBU DAN ANAK MENUNJANG TRANSFORMASI KESEHATAN Indriani, Ririn; Rahmawati, Rahajeng Siti Nur; Rahayu, Dwi Estuning; Titisari, Ira; Kundarti, Finta Isti; Wijayanti, Lumastari Ajeng
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10048

Abstract

Important indicators in assessing the degree of public health are MMR and IMR. The lack of public awareness of promotive and preventive efforts remains a problem in various regions, especially Keniten Village, Mojo District, Kediri Regency. Keniten Village is one of the areas fostered by the Poltekkes Kemenkes Malang Campus IV Applied Midwifery Study Program Kediri for 4 consecutive years, focusing on community revitalization activities in order to prevent anemia, KEK and pregnant women at risk. This activity involves health workers, cadres, lecturers and students of the Applied Midwifery Study Program Kediri TK IV as well as related agencies, every Saturday or Sunday during the period of August - September 2025. After being provided with assistance to 15 pregnant women, the results showed that knowledge about anemia increased, from 14 people (93.33%) in the good category and 1 person (6.67%) in the sufficient category in the pre-test, to all respondents (100%) in the good category in the post-test. Knowledge about chronic energy deficiency (KEK) also showed positive changes. In the pre-test, 13 respondents (86.67%) were in the good category, 1 respondent (6.67%) was in the adequate category, and 1 respondent (6.67%) was in the poor category. After the post-test, all respondents (100%) were in the good category. The results of this mentoring program can be concluded as improving the knowledge of pregnant women in the Kediri Applied Midwifery Undergraduate Study Program's Assistance Area, namely Keniten Village, Mojo District, Kediri Regency. ABSTRAK Indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat adalah AKI dan AKB.  Masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap upaya promotif dan preventif masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, khususnya Desa Keniten Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Desa Keniten salah satu wilayah binaan Poltekkes Kemenkes Malang Kampus IV Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri selama 4 tahun berturut-turut, fokus pada kegiatan revitalisasi masyarakat dalam rangka pencegahan anemia, KEK dan ibu hamil beresiko. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan, kader, dosen dan mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri TK IV serta instansi terkait, setiap hari sabtu atau minggu periode bulan Agustus – September 2025.  Setelah diberikan pendampingan ibu hamil sebanyak 15 orang responden didapatkan hasil pengetahuan mengenai anemia mengalami peningkatan, dari 14 orang (93,33%) kategori baik dan 1 orang (6,67%) kategori cukup pada pre-test, menjadi seluruh responden (100%) kategori baik pada post test. Pengetahuan mengenai kekurangan energi kronis (KEK) juga menunjukkan perubahan positif. Pada pre test, terdapat 13 orang (86,67%) kategori baik, 1 orang (6,67%) kategori cukup, dan 1 orang (6,67%) kategori kurang. Setelah post-test, seluruh responden (100%) berada pada kategori baik. Dari hasil pendampingan ini dapat disimpulkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil di Wilayah Binaan Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri yaitu Desa Keniten Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri.
PENGUATAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR Wijayanti, Lumastari Ajeng
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10772

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes mellitus continue to experience increasing prevalence and often go undetected until serious complications occur. Health cadres have a crucial role as the frontline in early screening in the community, but are often hampered by limited technical skills and outdated knowledge. This community service activity aims to increase the capacity and independence of health cadres in conducting early detection of NCDs through intensive training and technical assistance. The implementation of the activity used the Participatory Action Research (PAR) method in the first stage (education). Data analysis used the Wilcoxon Signed-Rank Test statistical test on 235 respondents. Based on the results, the movement in the level of knowledge of cadres before and after the provision of education was obtained. The Ranks table shows that there were 110 respondents (46.8%) who experienced an increase in knowledge (Positive Ranks), 125 respondents (53.2%) had a constant level of knowledge (Ties), and none of the respondents (0%) experienced a decrease in knowledge (Negative Ranks). There is a significant difference in the level of knowledge of cadres before and after the intervention. Providing education has proven to be significantly effective in increasing cadre knowledge. ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus terus mengalami peningkatan prevalensi dan sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi komplikasi serius. Kader kesehatan memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam skrining awal di masyarakat, namun sering kali terkendala oleh keterbatasan keterampilan teknis dan pengetahuan yang belum terbarui. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini PTM melalui pelatihan intensif dan pendampingan teknis. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) pada tahap pertama (edukasi). Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test terhadap 235 responden, Berdasarkan hasil didapatkan pergerakan tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Tabel Ranks menunjukkan terdapat 110 responden (46,8%) yang mengalami peningkatan pengetahuan ( Positive Ranks ), 125 responden (53,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang tetap ( Ties ), dan tidak ada satupun responden (0%) yang mengalami penurunan pengetahuan ( Negative Ranks ). terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Pemberian edukasi terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan kader..    
Co-Authors 'Aabidah, Nabiila Nadziifatul Abdul Rahim Abdullah, Rusli Abubakar Betan Achmad, Viyan Septiyana Adam, Jeanne d'Arc Zafera Afnani Toyibah Afritayeni, Afritayeni Agung Nur Cahyanta, Agung Nur Aisyiyah, Suci Agnanni Aji, Sulistyani Prabu Akbar Akbar Amelia, Inneke Mutiara Andi Alim, Andi Andi Suyatni Musrah Andrianingsih, Deva Salvana Anindyanti, Jerika Yolanda Anjar Briliannita Ansori, Kholid Antono, Sumy Dwi Appulembang, Imelda Ari Setyawati Arika Indah Setyaraini Aripa, Lusyana Aryadi, Anggi Asbath Said Asmarani, Wisma Dwi Asriani Alimuddin Asriani Hijrah Astin Nur Hanifah Avid Leonardo Sari Bagus Setya Rintyarna Bambang Hidayat Cahyani, Desy Dwi Cakrawati R Cakrawati R Cakrawati R Cici Yusnayanti Deviarbi Sakke Tira Devin Mahendika Devira Natalia Dewi Marianthi Dewi Nurhanifah Dewi Parwati Djunaedi Djunaedi Dodi Setiawan Riatmaja Dunggio, Abdul Rivai Saleh Dwi Estuning Rahayu Dyah Nuril Hasanah edi pramono Ekawati, Nur Eko Prastyo Ema Julita Eny Retna Ambarwati Erinda Prasista Eka nanda ERMA PUSPITA SARI Ernawati Fachry Abda El Rahman Fithri Ratnasari Ganoko, Marwan Ahmad Glendy Ariando Salomon Hadi Prayitno, Hadi Halisah, Halisah Halmar, Halbina Famung Handayani, Sri Harfika, Meiana Harlina Harlina Hartaty Hasnia Ahmad Herikson Tampubolon Hesti Wahyuni Hidayatussolichah, Suci Wahyu Hilmiah, Hilmiah Hoda, Ferdinandus Suban Husna, Dina Rosidatul Husna, Nilna Hidayatul Idris Idris Indah Lestari, Indah Indah Rahmaningtyas Indah Rahmaningtyas Indrawati Aris Tyarini Indriani, Ririn Ira Titisari Ira Titisari Iramaya Sari Jihan Jihan Jundiyaturrohman, Salsabila juwariah, siti Khasna, Imtiyaz Kartika Kholid Ansori Khumaidi Arief Koekoeh Hardjito Kundarti, Finta Isti Latif, Farida Latif, Sarifudin Andi Leli Lestaluhu, Viqy LESTARI, FIKA Lilik Pranata Luvi Anasari Lydia Irene Siahaan M, Warda Magdalena Hanoum Malaha, Naomi Manuntungi, Andi Ernawati Marisca Jenice Sanaky Marpaung, Sastrika Handayani Masithah, St. Mayangsari, Nino Meillisa C. Mainassy Meyda, Ranita Mildaratu, Mildaratu Mirza Aulia Cahyani Muhammad Dawam Jamil Muhammad Purqan Nur Muhammad Syukur Muhammad Yunus Mukriani, Mukriani Musbatul Mardiyah Musdalifah Musdalifah Musdalifah Muslimin B, Muslimin B Mutia Pamikatsih Mutiara Hikmah Najamuddin Petta Solong Nelly Mariati Ngurah Mahendra Dinatha Ningrum, Fadhliya Ika Nordianiwati Norma Lalla, Nur Syamsi Nour Sriyanah Novita, Nesi Nur Afifah Harahap Nurhaedah Nurhaedah Nurhaedah Nurpratama, Widya Lestari Nursiah, Andi Nurul Qamarya Oksfriani Jufri Sumampouw Olyvia Rosalia Ony Wibriyono Angkejaya Palayukan, Safira S' Pannyiwi, Rahmat Parahita, Anorraga Purbanova, Reni R, Cakrawati RACHMAT RAMLI Rahajeng Siti Nur Rahmawati Rahman, Muhammad Arif Rahmaningrum, Frida Indah Rahmaningtya, Indah s Rahmat, Rezqiqah Aulia Ratih Novitasari Reffita, Lea Ingne Rejeki, Irma Sri Reka Shafna Wahyuningtyas Rezqiqah Aulia Rahmat Riatmaja, Dodi Setiawan Rika Amran Rina Asrina Rini Gustina Sari Ririn Indriani Ririn Indriani Rischa Hamdanesti Ristya Widi Endah Yani Ropitasari Ropitasari Rosalia, Olyvia Ruben, Sethiana Dewi Rusli Sabriana, Riska Safira, Zalza Lailatus Samila Saputra, M. Khalid Fredy Sardi Anto Satria Eureka Nurseskasatmata Satryo Sasono Sendra, Eny Septiana, Maria Serli Setiawati, Herautami Caezar Yulia Setyaraini, Arika Indah Setyarini, Arika Indah Shetiana Dewi Ruben Shinta Kristianti Simatupang, Rumiris Siti Nuryani, Siti Sitti Hardiyanti Solichah, Rismina Sova Evie Sri Wahyuni Suabey, Suningsih Suaib Suci Wahyu Hidayatussolichah Suhardjo Suhardjo Sulistyo Andarmoyo Suprapto Suprapto SUPRIATIN Surtikanti Surtikanti Surya, Sara SUSANTI Susanti Pratamaningtyas Susanti Susanti Suwoyo, Suwoyo Syifa, Aulia Salsavira Tampubolon, Herikson Tanti Dwi Pujaningsih Thalib, Kiki Uniatri Treasa, Adisty Dwi Tri Harjati Tri Ratnaningsih Triatmi Andri Yanuarini Tuti Dharmawati Ula, Zumrotul Utami, Dia Rejeki Vaulinne Basyir Warda M Widyani, Bernadita Wijayanti, Azmi Wilda Azka Fikriyah Yolanda Anastasia Sihombing Yusfik, Yusnita Zainal Firdaus Wardhana Zulaika, Zulaika Zumrotul Ula