p-Index From 2021 - 2026
10.949
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) EMBRIO : Jurnal Kebidanan JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA JURNAL KEBIDANAN JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Al-Insyirah Midwifery : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences) JAIM (Jurnal Abdi Masyarakat) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah MAHESA : Malahayati Health Student Journal SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Cakrawala Ilmiah Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Keperawatan eProceedings of Engineering Innovative: Journal Of Social Science Research International Journal of Nursing and Midwifery Research Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan International Journal of Health Sciences Journal of Innovative and Creativity Oshada Maneggio ENDLESS : International Journal of Future Studies Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Jurnal Cendekia Ilmiah Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Maneggio Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada (JIKSH) Borneo Nursing Journal Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between the Frequency of Eating Snack Food and Incidence of Stunting Frida Indah Rahmaningrum; Lumastari Ajeng Wijayanti; Desy Dwi Cahyani; Eny Sendra
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i2.ART.p124-132

Abstract

Failure to thrive among toddlers results in stunting. One of the contributing factors is not fulfilling nutritional needs. Toddlers prefer to eat snack food with low nutritional content and the sugar content makes children feel full, reducing the portion of food in the main meal schedule that contains balanced nutritional value. The purpose of this study was to determine the relationship between the frequency of consuming snack food and the incidence of stunting. The method in this study used observations with a cross-sectional design. The Population was 232 people, with a sample of 70 mothers of stunted toddlers selected through the Simple Random Sampling technique. The instrument in this study used a questionnaire and was analyzed with the Spearman Rank test with the results (ρ = 0,000 < 0.05) between the frequency of consuming snack food and the incidence of stunting. This study showed a relationship between the frequency of consuming snack food and the incidence of stunting toddlers who consume snack food too often will cause stunting in toddlers. Based on the results, it is recommended that snack foods be given two hours before main meals to help address this issue.
Analisis Faktor dengan Tingkat Stress Kerja pada Perawat Akibat Hospitalisasi Anak Pra Sekolah Ruang Perawatan Anak di Rumah Sakit: Factor Analysis with Level of Occupational Stress in Nurses due to Hospitalization Pre-school children in the pediatric ward of the hospital Shetiana Dewi Ruben; Ema Julita; Nurhaedah; Supriatin; Lilik Pranata; Lumastari Ajeng Wijayanti; Rahmat Pannyiwi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.3765

Abstract

Latar belakang: Stres adalah suatu keadaan yang dihasilkan oleh perubahan dalam lingkungan yang dirasakan sebagai suatu tantangan, ancaman, atau merusak terhadap equilibrium dinamik seseorang atau sebagai suatu stimulus yang mengakibatkan ketidakseimbangan fungsi fisiologis dan psikologis. Tujua: Untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan perawat dalam meminimalkan stress akibat hospitalisasi pada anak pra sekolah. Metode: Desain penelitian Survei Analitik dengan pendekatan studi Cross Sectional. Penarikan sampel dengan teknik purposive sampling pada 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul diolah menggunakan uji statistik Kai-Kuadrat dengan menggunakan jasa program kumputer SPSS versi 11,5. Hasil: Dari 9 variabel yang diteliti hanya 2 variabel, yaitu: Ancaman penyakit yang serius dan Isolasi dari orang lain yang ada hubungan dengan stres pasien, sedangkan 7 variabel lain yaitu: Kehilangan kebebasan, Lingkungan yang tidak dikenal, Masalah pengobatan, Kurang informasi, Perpisahan dari suami atau istri, Perpisahan dari keluarga dan Masalah keuangan tidak ada hubungan dengan stres pasien. Kesimpulan: Secara umum dapat disimpulkan bahwa hanya terdapat 2 hipotesis yang diterima, sedangkan 7 hipotesis ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara dampak hospitalisasi dengan stres pasien.
Intimate Organ (Vaginal) Hygiene on Knowledge and Behavior During Menstruation in Girls at SMP Negeri 12 Kec. Tamalanrea, Makassar City, South Sulawesi Dewi Parwati; Susanti; Zumrotul Ula; Samila; Lumastari Ajeng Wijayanti; Hartaty
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5624

Abstract

Background: Background: Cleanliness of the genital area, especially during menstruation, is often ignored by women. During menstruation, blood and sweat come out and stick to the vulva, which can cause the genital area to become damp. Objective: The aim of this research is to determine the relationship between knowledge and vulva hygiene behavior during menstruation in girls at SMP Negeri 12 Kec. Tamalanrea, Makassar City, South Sulawesi. Method: This research uses a correlation research design with a cross sectional approach. Data collection uses questionnaires. Data analysis uses univariate and bivariate data analysis. Results: The results of the study showed that almost half had good knowledge (39.75%), half had sufficient knowledge (50%), and a small number of respondents had poor knowledge (11.25%). The majority behaved well (85%) and a small proportion of respondents behaved badly (15%). Conclusion: it was found that there was a relationship between knowledge and vulva hygiene behavior during menstruation in girls at SMP Negeri 12 with a p value of 0.000.
Penerapan Konsep Evidence-Based Midwifery Dalam Pengambilan Keputusan Klinis Bidan Lumastari Ajeng Wijayanti; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1391

Abstract

Evidence-Based Midwifery (EBM) merupakan pendekatan praktik kebidanan yang mengintegrasikan bukti ilmiah terbaik, kompetensi klinis bidan, serta nilai dan preferensi perempuan dalam pengambilan keputusan klinis. Penerapan EBM menjadi komponen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan, keselamatan ibu dan bayi, serta efektivitas intervensi klinis. Meskipun demikian, implementasi EBM di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses terhadap bukti ilmiah, rendahnya kemampuan telaah kritis, serta keterbatasan dukungan institusi. Mengkaji penerapan konsep Evidence-Based Midwifery dalam pengambilan keputusan klinis bidan berdasarkan bukti ilmiah terkini. Artikel ini menggunakan metode Narrative Literature Review. Literatur diperoleh melalui penelusuran pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, Wiley Online Library, Google Scholar, dan Garuda. Artikel yang dipilih merupakan publikasi tahun 2020–2025, tersedia dalam teks lengkap, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta membahas penerapan Evidence-Based Midwifery dalam praktik kebidanan. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses sintesis naratif berdasarkan tema-tema utama. Kajian menunjukkan bahwa penerapan Evidence-Based Midwifery meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis, mengurangi variasi praktik yang tidak didukung bukti, meningkatkan keselamatan ibu dan bayi, serta memperkuat pelayanan kebidanan yang berpusat pada perempuan (woman-centred care). Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi bidan, akses terhadap literatur ilmiah, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan organisasi. Sebaliknya, keterbatasan sumber daya, rendahnya kemampuan appraisal artikel ilmiah, dan budaya kerja menjadi hambatan utama. Penerapan Evidence-Based Midwifery merupakan strategi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan. Penguatan kompetensi bidan, peningkatan akses terhadap bukti ilmiah, serta dukungan kebijakan institusi diperlukan agar pengambilan keputusan klinis berbasis bukti dapat diterapkan secara optimal.
Edukasi dan Pendampingan Aktivitas Fisik Teratur sebagai Upaya Pengendalian Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Lumastari Ajeng Wijayanti; Imelda Appulembang
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1107

Abstract

Abstract Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by elevated blood sugar levels due to impaired insulin secretion or function. One of the main pillars of DM management is regular physical activity. However, many DM patients still do not understand the appropriate type, intensity, and benefits of physical activity. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of Diabetes Mellitus patients in engaging in regular physical activity to control blood sugar levels. The methods used included health education, demonstrations, physical activity mentoring, and evaluation. The results of the activity showed an increase in patient understanding of the benefits of physical activity and an increase in skills in performing physical activity independently and safely. This activity is expected to support blood sugar control and improve the quality of life of Diabetes Mellitus patients. Keywords: Community Service, Diabetes Mellitus, Physical Activity, Blood Sugar Control Abstrak Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu pilar utama pengelolaan DM adalah aktivitas fisik teratur. Namun, masih banyak pasien DM yang belum memahami jenis, intensitas, dan manfaat aktivitas fisik yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien Diabetes Mellitus dalam melakukan aktivitas fisik teratur sebagai upaya pengendalian kadar gula darah. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi, pendampingan aktivitas fisik, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien mengenai manfaat aktivitas fisik serta peningkatan keterampilan dalam melakukan aktivitas fisik secara mandiri dan aman. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengendalian kadar gula darah dan meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Kata Kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat, Diabetes Mellitus, Aktivitas Fisik, Pengendalian Gula Darah
The Relationship between Husband’s Support and the Readiness of Pregnant Women in Facing Labor Devi Nurlelis; Ririn Indriani; Lumastari Ajeng Wijayanti; Dwi Estuning Rahayu
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.140

Abstract

ABSTRACT Due to the labour, pregnant women often experience emotional changes such as anxiety, fear, and stress. Data showed that out of 56 pregnant women, 73.2% experienced moderate anxiety and 14.2% severe anxiety, with 62.5% of the severe anxiety group having poor labour readiness. This shows a tendency that high anxiety has an impact on low readiness for labour. One of the factors that influences labour readiness is support from the husband, as the closest person to the wife. This study aimed to find out the relationship between husbands' support and the readiness of pregnant women to face labour. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 43 people, with a sample of 39 respondents selected using simple random sampling. The instruments used were the husband’s support questionnaire and the readiness to face labour questionnaire. The questionnaires were tested for validity and reliability prior to data collection using the Pearson Product Moment for validity and Cronbach’s Alpha for reliability. The validity test showed r-values > r-table value (0.576), while the reliability test yielded Cronbach’s Alpha values of 0.903 and 0.906. Data analysis used the Spearman Rank Test. The results showed a value of r = 0.334 with p value = 0.037 (p < 0.05), which means there is a significant relationship between husband support and the readiness of pregnant women in facing childbirth. The results showed that active husband involvement during pregnancy and childbirth plays an important role in supporting maternal psychological readiness.
Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi Melalui Intervensi Perawat Maternitas Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Maternal Dan Neonatal Lumastari Ajeng Wijayanti; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1446

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu kondisi yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai faktor risiko, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal, serta persiapan persalinan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Perawat maternitas memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu hamil sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di salah satu wilayah pelayanan kesehatan masyarakat dengan melibatkan 20–30 ibu hamil risiko tinggi sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi mengenai kehamilan risiko tinggi, diskusi interaktif, konsultasi individual, serta pendampingan oleh perawat maternitas. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, disertai observasi terhadap partisipasi dan perubahan perilaku selama kegiatan berlangsung. Hasil: Kegiatan berlangsung dengan baik dan diikuti secara aktif oleh seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah mengikuti penyuluhan dan pendampingan, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pretest dari 63,4 menjadi 86,8 pada posttest. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman mengenai faktor risiko kehamilan, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal secara rutin, pemenuhan kebutuhan gizi, kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, serta kesiapan menghadapi persalinan. Peserta juga menunjukkan motivasi yang lebih tinggi untuk menerapkan perilaku hidup sehat selama kehamilan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan secara optimal. Kesimpulan: Pendampingan ibu hamil risiko tinggi melalui intervensi perawat maternitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku kesehatan ibu hamil. Program ini berkontribusi terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan maternal dan neonatal melalui deteksi dini faktor risiko, peningkatan kepatuhan terhadap pelayanan antenatal, serta penguatan kesiapan menghadapi persalinan. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.
Hubungan Lama Penggunaan KB Suntik 3 Bulan Dengan Kejadian Amenore Dan Kenaikan Berat Badan Di TPMB Siti Munawaroh Desa Mojo Kabupaten Kediri Dinar Septiana Putri; Ririn Indriani; Lumastari Ajeng Wijayanti; Sumy Dwi Antono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1147

Abstract

KB suntik 3 bulan merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena efektif dalam mencegah kehamilan, namun dapat menimbulkan efek samping berupa amenore dan kenaikan berat badan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kejadian amenore dan kenaikan berat badan di TPMB Siti Munawaroh Desa Mojo Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 akseptor KB suntik 3 bulan yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuisioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α=0,05. Sebagian besar responden mengalami amenore sebanyak 38 orang (63,3%) dan kenaikan berat badan sebanyak 33 orang (55,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kejadian amenore (p=0,001) dan kenaikan berat badan (p=0,006 Lama penggunaan KB suntik 3 bulan berhubungan dengan meningkatnya kejadian amenore dan kenaikan berat badan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memberikan konseling mengenai kemungkinan efek samping kontrasepsi hormonal sehingga akseptor dapat memahami dan mengantisipasi perubahan yang terjadi selama penggunaan kontrasepsi
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BAYI USIA 3-6 BULAN Galfi Vega P. G; Lumastari Ajeng Wijayanti
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14244

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is one of the factors that may increase the risk of growth and developmental problems in infants, including gross motor development. The age of 3–6 months is an important period for achieving gross motor milestones, making early detection of developmental delays necessary. This study aimed to analyze the relationship between low birth weight and gross motor development among infants aged 3–6 months in the working areas of Puhjarak and Ngancar Public Health Centers, Kediri Regency. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 72 infants aged 3–6 months selected using stratified random sampling. Birth weight data were obtained from the Maternal and Child Health (KIA) book, while gross motor development was assessed using the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP). Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that among the 72 infants, 22 (30.6%) had a history of LBW and 50 (69.4%) had normal birth weight. Based on the assessment of gross motor development, 38 infants (52.8%) had development appropriate for their age, while 34 (47.2%) had development that was not appropriate for their age. The Chi-Square test showed a significant relationship between birth weight and gross motor development among infants aged 3–6 months (p = 0.018; α = 0.05). Infants with a history of LBW had a higher proportion of age-inappropriate gross motor development than infants with normal birth weight. These findings highlight the importance of developmental monitoring and early motor stimulation, particularly for infants with a history of LBW, as part of efforts to detect and address developmental problems at an early stage. ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang bayi, termasuk perkembangan motorik kasar. Usia 3–6 bulan merupakan periode penting dalam pencapaian milestone motorik kasar sehingga deteksi dini terhadap kemungkinan keterlambatan perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan berat badan lahir rendah dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 3–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puhjarak dan Puskesmas Ngancar Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 bayi usia 3–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data berat badan lahir diperoleh dari buku KIA, sedangkan perkembangan motorik kasar dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 72 bayi, sebanyak 22 bayi (30,6%) memiliki riwayat BBLR dan 50 bayi (69,4%) memiliki berat badan lahir normal. Berdasarkan penilaian perkembangan motorik kasar, sebanyak 38 bayi (52,8%) memiliki perkembangan sesuai usia dan 34 bayi (47,2%) memiliki perkembangan tidak sesuai usia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 3–6 bulan (p = 0,018; α = 0,05). Bayi dengan riwayat BBLR memiliki proporsi perkembangan motorik kasar tidak sesuai usia yang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan berat badan lahir normal. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan perkembangan dan pemberian stimulasi motorik secara dini, terutama pada bayi dengan riwayat BBLR, sebagai bagian dari upaya deteksi dan intervensi dini gangguan perkembangan
Co-Authors 'Aabidah, Nabiila Nadziifatul Abdul Rahim Abdullah, Rusli Abubakar Betan Achmad, Viyan Septiyana Adam, Jeanne d'Arc Zafera Afnani Toyibah Afritayeni, Afritayeni Agung Nur Cahyanta, Agung Nur Aisyiyah, Suci Agnanni Aji, Sulistyani Prabu Akbar Akbar Amelia, Inneke Mutiara Andi Alim, Andi Andi Suyatni Musrah Andrianingsih, Deva Salvana Anindyanti, Jerika Yolanda Anjar Briliannita Ansori, Kholid Antono, Sumy Dwi Appulembang, Imelda Ari Setyawati Ari Setyawati Arika Indah Setyaraini Aripa, Lusyana Aryadi, Anggi Asbath Said Asmarani, Wisma Dwi Asriani Alimuddin Astin Nur Hanifah Avid Leonardo Sari Bagus Setya Rintyarna Bambang Hidayat Cahyani, Desy Dwi Cakrawati R Cakrawati R Cakrawati R Cakrawati R Cici Yusnayanti Desy Dwi Cahyani Devi Nurlelis Deviarbi Sakke Tira Devin Mahendika Devira Natalia Dewi Marianthi Dewi Nurhanifah Dewi Parwati Dinar Septiana Putri Djunaedi Djunaedi Dodi Setiawan Riatmaja Dunggio, Abdul Rivai Saleh Dwi Estuning Rahayu Dyah Nuril Hasanah Ekawati, Nur Eko Prastyo Ema Julita Eny Retna Ambarwati Erinda Prasista Eka nanda ERMA PUSPITA SARI Ernawati Fachry Abda El Rahman Fithri Ratnasari Fithri Ratnasari Frida Indah Rahmaningrum Galfi Vega P. G Ganoko, Marwan Ahmad Glendy Ariando Salomon Hadi Prayitno, Hadi Halisah, Halisah Halmar, Halbina Famung Handayani, Sri Harfika, Meiana Harlina Harlina Hartaty Hasnia Ahmad Herikson Tampubolon Hesti Wahyuni Hesti Wahyuni Hidayatussolichah, Suci Wahyu Hilmiah, Hilmiah Hoda, Ferdinandus Suban Husna, Dina Rosidatul Husna, Nilna Hidayatul Idris Idris Indah Lestari, Indah Indah Rahmaningtyas Indah Rahmaningtyas Indrawati Aris Tyarini Indriani, Ririn Ira Titisari Iramaya Sari Jihan Jihan Jundiyaturrohman, Salsabila juwariah, siti Khasna, Imtiyaz Kartika Kholid Ansori Khumaidi Arief Koekoeh Hardjito Kundarti, Finta Isti Latif, Farida Latif, Sarifudin Andi Leli Lestaluhu, Viqy LESTARI, FIKA Lilik Pranata Luvi Anasari Lydia Irene Siahaan M, Warda Magdalena Hanoum Malaha, Naomi Manuntungi, Andi Ernawati Marisca Jenice Sanaky Masithah, St. Mayangsari, Nino Meillisa C. Mainassy Meyda, Ranita Mildaratu, Mildaratu Mirza Aulia Cahyani Muhammad Dawam Jamil Muhammad Purqan Nur Muhammad Syukur Muhammad Yunus Mukriani, Mukriani Musbatul Mardiyah Musdalifah Muslimin B, Muslimin B Mutia Pamikatsih Mutiara Hikmah Najamuddin Petta Solong Nelly Mariati Ngurah Mahendra Dinatha Ningrum, Fadhliya Ika Nordianiwati Norma Lalla, Nur Syamsi Nour Sriyanah Novita, Nesi Nur Afifah Harahap Nurhaedah Nurhaedah Nurhaedah Nurpratama, Widya Lestari Nursiah, Andi Nurul Qamarya Oksfriani Jufri Sumampouw Olyvia Rosalia Ony Wibriyono Angkejaya Palayukan, Safira S' Pannyiwi, Rahmat Parahita, Anorraga Purbanova, Reni RACHMAT RAMLI Rahajeng Siti Nur Rahmawati Rahman, Muhammad Arif Rahmaningtya, Indah s Rahmat Pannyiwi Rahmat, Rezqiqah Aulia Ratih Novitasari Reffita, Lea Ingne Rejeki, Irma Sri Reka Shafna Wahyuningtyas Rezqiqah Aulia Rahmat Rezqiqah Aulia Rahmat Riatmaja, Dodi Setiawan Rika Amran Rina Asrina Rini Gustina Sari Ririn Indriani Ririn Indriani Rischa Hamdanesti Ristya Widi Endah Yani Ropitasari Ropitasari Rosalia, Olyvia Ruben, Sethiana Dewi Rusli Sabriana, Riska Safira, Zalza Lailatus Samila Saputra, M. Khalid Fredy Sardi Anto Sastrika Handayani Marpaung Satria Eureka Nurseskasatmata Satryo Sasono Sendra, Eny Septiana, Maria Serli Setiawati, Herautami Caezar Yulia Setyaraini, Arika Indah Setyarini, Arika Indah Shetiana Dewi Ruben Shinta Kristianti Simatupang, Rumiris Siti Nuryani, Siti Sitti Hardiyanti Sova Evie Sri Wahyuni Suabey, Suningsih Suaib Suci Wahyu Hidayatussolichah Suhardjo Suhardjo Sulistyo Andarmoyo Sumy Dwi Antono Suprapto Suprapto Supriatin Surtikanti Surtikanti Surya, Sara Susanti Susanti Pratamaningtyas Susanti Susanti Suwoyo, Suwoyo Syifa, Aulia Salsavira Tampubolon, Herikson Tanti Dwi Pujaningsih Thalib, Kiki Uniatri Treasa, Adisty Dwi Tri Harjati Tri Ratnaningsih Triatmi Andri Yanuarini Tuti Dharmawati Ula, Zumrotul Utami, Dia Rejeki Vaulinne Basyir Warda M Widyani, Bernadita Wijayanti, Azmi Wilda Azka Fikriyah Yolanda Anastasia Sihombing Yusfik, Yusnita Zainal Firdaus Wardhana Zulaika, Zulaika Zumrotul Ula