Articles
Moderasi dan Inklusivitas dalam Pendidikan Kristen: Membangun Resistensi terhadap Radikalisme Teologis
Mondolu, Debby Christ;
Tetelepta, Hendrik Bernadus;
Tafonao, Talizaro
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55626/jti.v5i1.222
Radikalisme dan fundamentalisme teologis masih menjadi tantangan serius dalam pendidikan Kristen, terutama ketika pemahaman ajaran agama dilakukan secara sempit dan eksklusif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan moderasi dan inklusivitas dalam pendidikan Kristen dapat membangun resistensi terhadap kecenderungan radikal dan fundamentalis di dunia pendidikan. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji tiga aspek utama: (1) radikalisme dan fundamentalisme dalam konteks pendidikan Kristen, (2) konsep moderasi dalam pendidikan Kristen, (3) karakter pendidikan Kristen yang moderat dan inklusif, dan (4) strategi resistensi terhadap radikalisme teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen yang mengedepankan hermeneutika kontekstual, kurikulum berbasis kasih dan toleransi, serta dialog sehat antara iman dan akal, mampu membentuk sikap keagamaan yang terbuka dan damai. Pendidikan seperti ini tidak hanya memperkuat iman yang sehat, tetapi juga berperan strategis dalam menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat multikultural.
Urgenitas Dalam Menerapkan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Bagi Orang Dewasa Di Gereja
Simanjuntak, Ika Widyasari;
Tafonao, Talizaro
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2021): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54170/harati.v1i1.34
This paper departs from the author's concern for the curriculum for adults in the church, that until now the curriculum has not been a particular concern for ministers and teachers in the church in adopting the curriculum as reviewed in this paper. The purpose of writing this article is to encourage churches to pay attention to curricula for adults to mature church members into strong congregations in the faith. The method used is the library research method (library research or literature review) by examining the urgency of implementing the curriculum for adults. The analysis process carried out is to use various literary sources, both journals, books and other reliable reference materials to support the author's analysis. The results of this study found that there is significance in implementing the curriculum for adults with indicators, namely recognizing adult characteristics, the Bible as the basis of the curriculum, the foundation of the development of the Christian religious education curriculum and curriculum implementation strategies. Thus, the curriculum places a very strategic and urgent position in carrying out the learning process for adults in the church. Tulisan ini berangkat dari keprihatinan penulis terhadap kurikulum bagi orang dewasa dalam gereja, bahwa sampai saat ini kurikulum belum menjadi perhatian khusus bagi para pelayan dan pengajar di gereja dalam menerapkan kurikulum sebagaimana ulasan tulisan ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendorong gereja untuk memperhatikan kurikulum bagi orang dewasa untuk mendewasakan warga gereja menjadi jemaat kokoh dalam iman. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pustaka dengan mengkaji urgenitas dalam menerapkan kurikulum bagi orang dewasa. Proses analisis yang dilakukan adalah menggunakan berbagai sumber literatur-literatur baik jurnal, buku dan bahan referensi lainnya yang terpercaya untuk mendukung analisis penulis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa adanya signifikansi dalam menerapkan kurikulum bagi orang dewasa dengan indikator, yaitu mengenal karakteristik orang dewasa, Alkitab sebagai dasar kurikulum, landasan pengembangan kurikulum pendidikan agama Kristen dan strategi penerapan kurikulum. Dengan demikian bahwa kurikulum menempatkan posisi yang sangat strategi dan urgen dalam melaksanakan proses pembelajaran bagi orang dewasa dalam gereja.
Kurikulum Pendidikan Agama Kristen yang Kontekstual Bagi Anak Sekolah Minggu Kelas Madya
Tafonao, Talizaro;
Wiwiet Arie Shanty;
Desetina Harefa
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2021): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54170/harati.v1i2.74
This paper is a study of the Sunday school curriculum in the church, especially the middle class. Sunday School cannot be separated from the church as a forum for evangelism and teaching about Christian Religious Education. So far, there are still many churches that have not given serious attention to preparing the Sunday School curriculum. Therefore, the purpose of writing this article is to encourage churches and teachers to prepare a curriculum that is in accordance with the characteristics of middle graders. The method used is a library research method, which examines a contextual Christian religious education curriculum for middle class Sunday schools. The analysis process carried out by the author is to use a variety of trusted electronic and library sources to support the author's analysis. The results obtained in this study are the importance of understanding the nature of Sunday school, the characteristics of middle school children, the appropriate Sunday school curriculum and the involvement of Sunday school teachers. Seeing this, the Christian religious education curriculum in middle class is very urgent to be prepared and paid attention to by the church today based on the needs of Sunday school children. Tulisan ini merupakan kajian terhadap kurikulum sekolah minggu di gereja terutama kelas madya. Sekolah Minggu tidak bisa lepas dari gereja sebagai wadah penginjilan dan pengajaran tentang Pendidikan Agama Kristen. Selama ini masih banyak gereja yang belum memberi perhatian serius dalam mempersiapakan kurikulum anak Sekolah Minggu. Oleh karena itu, tujuan penulisan artikel ini adalah mendorong gereja dan guru untuk mempersiapkan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik anak kelas madya. Metode digunakan adalah metode penelitian pustaka, yang mengkaji kurikulum pendidikan agama Kristen yang kontekstual bagi sekolah minggu kelas madya. Proses analisis yang dilakukan oleh penulis adalah menggunakan berbagai sumber pustaka maupun elektronik yang terpercaya untuk mendukung analisis. Hasil yang didapatkan dalam kajian ini adalah pentingnya memahami hakikat sekolah minggu, karakteristik anak madya, kurikulum sekolah minggu yang sesuai dan keterlibatan guru sekolah minggu. Dengan melihat hal tersebut maka kurikulum pendidikan agama Kristen di kelas madya merupakan hal yang sangat urgen untuk dipersiapkan dan perhatikan oleh gereja saat ini berdasarkan kebutuhan anak-anak sekolah minggu.
Gerakan Free The Sea: Peran Mahasiswa Teologi Dalam Edukasi Dan Aksi Pelestarian Laut Di Pulau Buluh
Tafonao, Talizaro;
Sianipar, Ronald;
Sakati, Abraham Marsal;
Ditakristi, Agiana Her Visnhu;
Togatorop, Timotius Mangiring Tua
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55506/arch.v5i1.208
Latar Belakang: Pencemaran laut di Pulau Buluh, Kota Batam, terutama oleh sampah plastik, mengancam ekosistem dan kehidupan masyarakat pesisir. Tujuan: Meningkatkan kesadaran ekologis anak-anak dan remaja gereja melalui edukasi berbasis nilai-nilai spiritual Kristen. Metode: Pendekatan partisipatif dan reflektif digunakan untuk menggabungkan pemahaman teologis dan tindakan ekologis nyata. Hasil: Program ini meningkatkan kesadaran ekologis di kalangan peserta dan masyarakat, serta menghasilkan model edukasi lingkungan berbasis spiritualitas Kristen yang kontekstual. Kesimpulan: Edukasi berbasis teologi terbukti efektif membangun kepedulian ekologis lintas generasi. Diperlukan pengembangan kurikulum ekoteologi dan replikasi program serupa di wilayah pesisir lainnya.
Dari Pentakosta Ke Ruang Kelas: Membangkitkan Spiritualitas Misi dalam Pendidikan Kristen
Talizaro Tafonao;
Moralman Gulo;
Rita evimalinda;
Emmiria Hutabarat;
Agiana Her Vinshu Ditakrist
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): Juni : Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62951/prosemnasipi.v2i1.141
Christian education faces significant challenges in integrating the values of missional spirituality into its curriculum and teaching practices, particularly in the context of globalization, secularization, and a declining awareness of spiritual calling among educators. This study aims to examine the extent to which Pentecostal theological values such as prayer, worship, and mission are implemented in Christian education and how these values contribute to the formation of students' character and spirituality. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, curriculum document analysis, and open-ended questionnaires administered to teachers and students. The findings reveal that the integration of missional spirituality remains partial and lacks structured incorporation into both curriculum and pedagogy. However, when implemented contextually, these values have been shown to enhance learning motivation, shape Christian character, and deepen students’ spiritual lives. The study concludes that Pentecostal-based missional spirituality can holistically enrich Christian education. The primary contribution of this research is the development of a conceptual model for the contextual and practical integration of missional spirituality in Christian education, aiming to bridge the gap between theoretical understanding and practical spiritual formation.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH MINGGU MELALUI PELATIHAN KONTEKSTUAL PENYUSUNAN BAHAN AJAR KREATIF DI BETHEL CHURCH MALAYSIA
Sakati, Abraham Marsal;
Tafonao, Talizaro
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jailcb.v6i3.5630
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru Sekolah Minggu dalam menyusun bahan ajar kreatif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Mitra kegiatan adalah Bethel Church Malaysia cabang Johor Bahru dengan 20 guru Sekolah Minggu sebagai peserta utama. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan bahan ajar berbasis pendekatan kontekstual dan nilai-nilai Alkitabiah. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan intensif selama 1–2 hari, lokakarya interaktif, serta pendampingan langsung selama satu minggu, yang dimulai pada 1–2 Mei 2023. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi guru. Sebelum pelatihan, 80% guru memiliki pemahaman di bawah kategori cukup dengan metode pembelajaran satu arah dan minim penggunaan media kreatif. Setelah pelatihan, 90% peserta memperoleh nilai post-test di atas 75 dan mampu menghasilkan bahan ajar yang kontekstual, interaktif, serta sesuai dengan kebutuhan spiritual dan perkembangan anak. Kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Sekolah Minggu di gereja lokal.
Pertanyaan Pemantik: Sebuah Model Pengajaran Yesus dalam Matius 16:13-20
Evarisman Nehe;
Talizaro Tafonao
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62282/pj.v1i1.1-14
Pembahasan mengenai pertanyaan pemantik dan desain pembelajaran, telah dilakukan oleh beberapa penulis. Namun belum ada penulis yang secara konstruktif memaparkan pertanyaan pemantik dalam pengajaran Yesus yang bermanfaat bukan saja mengaktifkan nalar kritis tetapi juga mempermudah pendengar (para murid) mengerti tujuan pembelajaran (hal kerajaan sorga). Pertanyaan yang timbul adalah, bagaimanakah pertanyaan pemantik dalam model pengajaran Yesus? Kemudian apakah urgensitas pertanyaan pemantik Yesus terhadap desain pembelajaran? Tujuan tulisan ini melakukan eksposisi nats Matius 16:13-20 guna mengungkap pertanyaan pemantik yang terkandung di dalamnya, kemudian mengkajinya dalam kaitan desain pembelajaran guru di kelas, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menganalisis ragam literatur tentang pertanyaan pemantik dalam pengejaran Yesus dan kaitannya dalam desain pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertanyaan pemantik adalah jantung makna dan tujuan pembelajaran dalam ruang lingkup desain pembelajaran. Dengan demikian desain pembelajaran yang peduli pada makna dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai adalah desain yang memberi waktu menyusun dengan cermat pertanyaan pemantik.
Digital transformation through information technology: the dynamics of the role of teachers in implementing online-based learning
Tafonao, Talizaro;
Ditakristi, Agiana Her Visnhu
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : SAINTIS Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.995 KB)
|
DOI: 10.33122/ejeset.v3i2.74
The application of technology-based education really requires innovation from teachers. The aim of writing this article is to describe the efforts of teachers in dealing with the dynamics in the digital-based learning process. This article describes the various challenges faced by teachers in maximizing learning in accordance with the demands of the government in mastering technology in learning. But in reality, there are still teachers who have not mastered online platforms. The method used in this study is descriptive qualitative. The results obtained in this study are that teachers are required to have technological knowledge, have the ability (skills) to apply technology, transform with the digital world, and have high creativity in utilizing various existing tools. All the dynamics experienced by teachers so far can be resolved by attending various trainings and workshops to support the ability to teach.
Analisis Kepemimpinan Kristen Berdasarkan Markus 10:43-45 dan Implementasinya Dalam Pertumbuhan Rohani Jemaat Di Masa Pandemi
Manurung, Rismag Dalena Monica Br Manurung;
Sibarani, Jenri Prada;
Jaya Supan;
Widjaja, Fransiskus Irwan;
Talizaro Tafonao
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 2 No 1 (2022): DPJTMG: Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54170/dp.v2i1.84
This article aims to provide an overview for Christian leaders or servants of God during a pandemic, so that they become leaders who have credibility or divine character and can be useful in ministry, especially by following the developments of the times during the pandemic. Leaders during a pandemic must work hard and learn to keep up with the times. Especially with the condition where the church must follow the protocol in accordance with government directives in conducting online and offline worship. Descriptive qualitative research is a research method in analyzing Christian leadership based on Mark 10:43-45 and its implementation in the spiritual growth of the congregation during a pandemic. The sources used by the author in reviewing this article are journals, books, and other reliable references to support the author's analysis in this article. The results obtained in this study are leaders serve and are sensitive to existing situations as found in the text of Mark 10:43-45. This kind of leadership is very influential on the growth of the church, both in quality and quantity. Thus, the analysis of Christian leadership offered by Mark 10 becomes an important part and must be applied by every Christian leader in serving so that the congregation's spiritual growth during the current pandemic. Artikel ini bertujuan untuk memberi gambaran bagi pemimpin Kristen atau hamba Tuhan di masa pandemi, agar menjadi pemimpin yang punya kredibilitas atau karakter ilahi serta dapat bermanfaat didalam pelayanan terkhusus dengan mengikuti perkembangan zaman di masa pandemi. Pemimpin di masa pandemi haruslah bekerja keras dan belajar dalam mengikuti perkembangan zaman. Terkhususnya dengan kondisi di mana gereja harus mengikuti protokol sesuai dengan arahan pemerintah dalam melakukan ibadah online dan offline. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menganalisis kepemimpinan Kristen berdasarkan Markus 10:43-45 dan implementasinya dalam pertumbuhan rohani jemaat di masa pandemic. Sumber-sumber yang digunakan oleh penulis dalam mengkaji artikel ini adalah jurnal, buku-buku, serta refrensi lainnya yang terpecaya untuk mendukung analisis penulis dalam artikel ini. Hasil yang didapatkan dalam kajian ini adalah pemimpin melayani dan peka terhadap situasi yang ada sebagaiamana temuan dalam teks Markus 10:43-45. Kepempinan seperti ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan gereja, baik secara kualitas maupun kuantitas. Dengan demikian bahwa analisis kepemimpinan Kristen yang ditawarkan Markus 10 menjadi bagian yang penting dan harus diterapkan setiap pemimpin Kristen dalam melayani agar rohani jemaat bertumbuh di masa pandemi saat ini.
Spiritualitas Orang Tua Sebagai Landasan Dalam Membentuk Karakter Anak Di Keluarga
Hutabarat, Betty;
Handayani, Sri;
Tafonao, Talizaro
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59376/philo.v2i1.23
The purpose of writing this article is to explain the importance of exemplary parental life in shaping character in the family. The study departs from the author's empirical observations, that there are some children today who are very good at parental attention and do not reflect Christian character as explained in this article. The method used in writing this article is a descriptive qualitative research method with a literature review approach. The results obtained in this article are that parents must place the family as a place to testify about the exemplary life in Christ, the family as an educational institution for children and Jesus as an exemplary teacher in the family. In this way parents align education and actions in shaping the character of children in the family. Because this is absolutely what parents must do as witnesses of Christ in the family.AbstrakTujuan penulisan artikel ini adalah menjelaskan tentang pentinya keteladan hidup orangtua dalam membentuk karakter di keluarga. Kajian bertolak dari pengamatan penulis secara empiris, bahwa ada beberapa anak-anak saat ini sangat terbaikan dalam perhatian orangtua dan tidak mencerminkan karakter Kristen sebagaimana penjelasan dalam artikel ini. Metote yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil yang didapatkan dalam artikel ini bahwa orangtua harus menempatkan keluarga sebagai tempat untuk bersaksi tentang keteladanan hidup dalam Kristus, keluarga sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak dan Yesus guru teladan dalam keluarga. Dengan cara adalah orangtua menyelaraskan pendidikan dan perbuatan dalam membentuk karakter anak dalam keluarga. Sebab hal ini sangat mutlak yang harus dilakukan oleh orangtua sebagai saksi Kristus dalam keluarga.