p-Index From 2021 - 2026
28.728
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Membingkai Bela Negara dan Sikap Patriot Bangsa Melalui Pendidikan Agama Kristen Di Indonesia Eunike Anggraeni Susilo; Yonatan Alex Arifianto
Metanoia Vol 5 No 1 (2023): Metanoia Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v5i1.96

Abstract

Bela negara merupakan salah satu kerinduan yang dimiliki oleh Yesus bagi setiap umat-Nya. Bela negara merupakan salah satu cara untuk dapat menjadi terang dan garam bagi dunia. Kekristenan memiliki peran untuk ikut andil dalam usaha bela negara yaitu dengan tidak membiarkan ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan kebenaran yang dapat merusak persatuan bangsa Indonesia. Sikap patriotisme sendiri perlu ditanamkan sejak dini dalam Pendidikan agama Kristen yaitu dimulai dari keluarga, sekolah maupun lingkungan. Tujuan dari penulisan ini adalah memberikan konsep bela negara serta sikap patriot (patriotisme) melalui pendidikan agama Kristen di Indonesia. Dengan pendeskripsian apa itu bela negara serta sikap patriot yang diintegrasikan ke dalam perspektif kekristenan diharapkan dapat menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan oleh generasi muda. Bukti bahwa generasi muda saat ini mengasihi Tuhan adalah salah satunya melalui kasih mereka kepada sesama yaitu melalui aksi bela negara dan memiliki sikap patriot (patriotisme). Tindakan yang diambil oleh generasi-generasi penerus bangsa menentukan masa depan bangsa Indonesia.
Strategi Pembelajaran Yesus Khotbah di Bukit Sebagai Refleksi Guru Masa Kini Hana Hana; Yonatan Alex Arifianto
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v2i1.32

Abstract

The success or failure of an education is largely determined by the strategy used by each educator in teaching in order to obtain maximum results. Therefore the research aims to describe how the Jesus on the Mount Learning Strategy as a Reflection of Today's Teachers, by using descriptive qualitative methods it can be concluded that the learning strategy of Jesus preaching on the hill is a strategy that every teacher needs to have today, namely teachers who have the expertise, skills, creativity in teaching with the ability to utilize existing media in order to achieve effective, efficient and relevant learning, namely the material, points or values that the teacher wants to instill and teach can be conveyed, understood and students are able reflect on the lessons learned in everyday life. Today's teachers are expected to own and make the learning strategies that Jesus used when preaching on the hill as a reflection in teaching today. So that today's teachers can have accuracy, skill, skill, expertise in creating a learning atmosphere, the ability to convey learning material to students with maximum results and on target.
Refleksi Kehidupan melalui Tripusat Iman Hana dalam Narasi 1 Samuel 1:1-28 Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto; Samuel Purdaryanto
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 1: Desember 2022
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55884/thron.v4i1.52

Abstract

The stability of faith is a vital necessity in human life, especially when facing difficult or complex situations. This study aims to describe Hana's steadfast belief in living a stressful life and outline her theological reflections on the lives of today's believers. The method used in this study is descriptive qualitative with a narrative analysis approach to the Bible text 1 Samuel 1:1-28. The study results show that Hana's faith is built by the tri-center synergy of faith: first, remain grateful for whatever happens. Second, keep earnestly hoping and trusting God fully. Third, stay focused and faithful to do your part.   AbstrakKekokohan iman merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan manusia, terlebih ketika menghadapi situasi sulit atau berat. Kajian ini bertujuan memberikan deskripsi tentang keteguhan iman Hana dalam menjalani  hidup yang penuh tekanan dan menguraikan refleksi teologisnya bagi kehidupan umat percaya masa kini. Metode yang dipergunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis naratif terhadap teks Alkitab 1 Samuel 1:1-28. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman Hana dibangun oleh sinergitas tripusat iman yaitu: pertama, tetap bersyukur atas apapun yang terjadi. Kedua, tetap bersungguh-sungguh berharap dan percaya penuh kepada Tuhan. Ketiga, tetap fokus dan setia melakukan bagiannya.  
Mewujudkan sila "Persatuan Indonesia" melalui gerakan ekumenis gereja Wahyuni, Sri; Adithia, Wahyu Prima; Arifianto, Yonatan Alex
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 8, No 1: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i2.225

Abstract

The solidity of Pancasila as the foundation for the nation's unity continues to be undermined to the present day. The church is required to be able to contribute to realizing national unity through the actualization of Pancasila values. Our thesis is that the actualization of Pancasila values is the spirit contained in the Bible. This study aims to show the results of the analysis of 1 Corinthians 12:12-31 which can be used as a reference in designing the proposed contribution of the church in the actualization of Pancasila. The method used is descriptive and interpretive analysis related to the Corinthian text. The study's results found that according to the concept of one body in 1 Corinthians 12:12-31, the church's real form of participation or contribution in actualizing Pancasila values can be done by forming the church as a "Pancasila body". At least, the church has begun to realize the actualization of Pancasila values through an ecumenical movement that expresses the precepts of "Indonesian Unity". AbstrakKekokohan Pancasila sebagai dasar persatuan dan kesatuan bangsa masih terus mendapatkan rongrongan sampai saat ini. Gereja dituntut untuk dapat berkontribusi mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa melalui pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila. Tesis yang kami bangun adalah, bahwa pengaktualisasian nilai Pancasila merupakan spirit yang terkandung dalam Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan hasil analisis 1 Korintus 12:12-31 yang dapat dijadikan acuan dalam mendesain usulan kontribusi gereja dalam pengaktualisasian Pancasila. Metode yang dipergunakan adalah analisis deskriptif dan intepretatif terkait teks Korintus yang digunakan. Hasil penelitian mendapatkan, bahwa sesuai konsep satu tubuh dalam 1 Korintus 12:12-31, bentuk partisipasi atau kontribusi nyata gereja dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan dengan membentuk gereja sebagai “tubuh Pancasila”. Setidaknya, gereja mulai mewujudkan pengaktualisasian nilai Pancasila melalui gerakan ekumenis yang mengekspresikan sila “Persatuan Indonesia”.
Christian perspective on the tolerance of Christian religious education teachers and students in the era of disruption Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni; Saptorini, Sari
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 2: Teologi Menstimulasi Nilai-nilai Kemanusiaan dan Kehidupan Bersama dalam Bingkai Kebang
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i2.295

Abstract

Amid the swift currents of globalization triggered by the explosion of the information technology revolution, conflicts often occur on issues of discrimination on race, class, and religion. Religions face challenges in resolving controversies and violent behavior and maintaining harmony between religious communities. Christian Religious Education educators need to teach their students positive responses to plurality and pluralism in Indonesia. The most important thing is the impact on students. Research using descriptive qualitative research methods concludes: first, there is a need to increase pluralism in the frame of a pluralistic society and an era of disruption. Second, believers, in this case, Christian Religious Education teachers and students, should understand pluralism from a biblical point of view. Third, Christian Religious Education teachers and students are responsible for actualizing an attitude of tolerance towards a pluralistic society both in society in everyday life and in behavior in cyberspace communities based on a biblical understanding of pluralism. Fourth, Christian Religious Education teachers act as students' guides and counselors to develop an attitude of state life and socialize in a pluralistic society in building togetherness without any form of identity politics.
Pendidikan Kristiani Kontekstual dan Signifikansinya bagi Implementasi Profil Pelajar Pancasila Yohanes Hadi Wibowo; Suhadi Suhadi; Yonatan Alex Arifianto
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 2: Pebruari 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i2.113

Abstract

Christian education aims to build and live a Christian worldview, practice evangelism and equip oneself to live a more impactful life based on the Bible's metanarrative. Christian education must be able to integrate interrelated learning faiths that impact not only academic matters but also character change. An effective Christian education enables one to study the history of Christianity, both past and present; develop skills to practice faith; reflect a conscious life of the truth of the Christian faith; and maintain the sensitivity needed to live as God's people, helping a sinner to realize his sinfulness which is marked by a change in his image to become like Christ. A good Christian education will be very accommodating to implementing the Pancasila student profile launched by the government. Contextual Christian education will succeed in the government's plan to achieve it and will help Christian schools to maintain their existence amid existing challenges. AbstrakTujuan pendidikan Kristen adalah membangung dan menghidupi Christian world view,  menjalankan penginjilan dan memperlengkapi diri untuk hidup berdasarkan metanarasi Alkitab yang lebih berdampak. Pendidikan Kristen harus mampu mengintegrasikan antara iman pembelajaran yang saling berketerkaitan yang berdampak tidak hanya pada hal akdemis tetapi juga perubahan kharakter. Pendidikan Kristen yang efektif memungkinkan seseorang mempelajari sejarah kekristenan, baik dimasa lalu maupun terkini; mengembangkan keterampilan untuk mempraktekan iman; merefleksikan hidup yang sadar kebenaran iman Kristiani; dan memelihara kepekaan yang diperlukan untuk hidup sebagai umat Allah,  menolong seseorang yang berdosa menyadari keberdosaannya yang ditandai perubahan citra dirinya menjadi serupa dengan Kristus. Pendidikan Kristen yang baik akan sangat akomodatif terhadap impelmentasi profil pelajar Pancasila yang dicanangkan oleh oleh pemerintah. Pendidikan Kristen secara kontekstual akan menyukseskan rencana pemerintah dalam mencapainya dan akan menolong sekolah-sekolah Kristen untuk tetap mempertahankan eksistensinya di tengah-tengah tantangan yang ada.
Strategi Guru PAK dalam Membangun Pancasila sebagai Paradigma Integrasi Bangsa terhadap Peserta Didik di Era Milenial Reni Triposa; Yonatan Alex Arifianto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i1.166

Abstract

Abstract: Without realizing it, the millennial era with technological sophistication brings students to be influenced by wrong associations which will unconsciously bring about the disintegration of the nation. Therefore, teachers of Christian religious education can have strategies in bringing students to build their nationality through the paradigm of national integration based on Pancasila. through technological advances. and having used descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that the PAK teacher's strategy in building Pancasila as a paradigm of Nation integration towards students in the millennial era is to understand the degradation or moral decadence in the millennial era which continues to increase. For this reason, Christian Religious Education Teachers actualize the view of Pancasila as the basis for developing the integration of the Nation and also see that there is no theological debate on the value of Pancasila in the theological ethical perspective. From this, teachers have the basis to play a role in Guru Pak's strategy in the Actualization of National Integration in the millennial era, with the following steps: First, they are able to grow the faith of students who are increasingly mature. Second, it teaches to love each other and get rid of all bullying and improper behavior of students in respecting their nation's leaders. Third, provide an example in using social media and everything related to the internet of think. Abstrak: Tanpa disadari era milenial dengan kecanggihan teknologi membawa peserta didik terpengaruh dengan pergaulan yang salah yang secara tidak sadar akan membawa disintegrasi bangsa. Oleh karena itu guru pendidikan agama kristen dapat memiliki strategi dalam membawa peserta didik membangun kebangsaannya melalaui paradigma integrasi bangsa yang berlandaskan Pancasila. Melalui kemajuan teknologi dan memiliki menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dapat disimpulkan bahwa strategi guru PAK dalam membangun Pancasila sebagai paradigma integrasi bangsa terhadap peserta didik di era milenial adalah memahami degradasi atau dekadensi moral di era milenial yang terus meningkat. Untuk itu Guru Pendidikan Agama Kristen mengaktualisasikan pandangan Pancasila sebagai dasar pembangunan integrasi bangsa dan juga melihat tidak ada perdebatan teologis dalam nilai Pancasila dalam perspektif  etis teologis. Dari hal tersebut guru memiliki dasar untuk berperan dalam strategi Guru Pak dalam aktualisasi integrasi bangsa di era milenial dengan langkah: Pertama, mampu menumbuhkan  iman peserta didik yang semakin  dewasa. Kedua, mengajarkan untuk saling mengasihi dan membuang segala perundungan, dan prilaku yang tidak benar peserta didik dalam menghormati pemimpin bangsanya. Ketiga, memberikan keteladan dalam mengunakan sosial media dan segala berhubungan dengan internet of things.  
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Karakter Naradidik Nikolaos Nikolaos; Yonatan Alex Arifianto
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Agama Kristen 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v2i1.26

Abstract

Abstract: Along with the development of the times, especially in the world of technology at this time which is growing rapidly and is very influential for the whole society, almost all humans are affected by it, but this affects human character, therefore what needs to be considered is ethics, character and morals from humans. So it needs attention from all aspects, especially specifically on the role of the teacher in the world of education. Which aims to provide teaching so that students can get to know the attitude of a student well in their environment. Moreover, the teacher also provides an introduction to students about the teachings and moral values of God's truth. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christian religious education teachers also have an important role, where the teacher can solve the biggest problem that students often experience is the problem of character crisis. and right. So it is highly hoped that Christian Religious Education Teachers can be maximal in carrying out noble tasks, and have full responsibility in accordance with the goals of education and learning, namely to form and be able to create generations who have noble character, are responsible and have the character of Christ.Abstrak: Seiringan dengan perkembangan zaman khususnya dalam dunia teknologi pada saat ini yang semakin pesat dan sangat berpengaruh bagi seluruh masyarakat, hampir semua manusia terkena dampak tersebut, namun hal tersebut berpengaruh bagi karakter manusia, oleh karena itu yang perlu diperhatikan ialah etika, karakter serta moral dari manusia.  Maka perlu diperhatian dari segala aspek terutama secara khusus pada peran guru dalam dunia pendidikan. Yang mana bertujuan memberikan pengajaran supaya nara didik bisa mengenal dengan baik sikap seorang anak didik dalam lingkunganya. Terlebih guru juga memberikan pengenalan kepada nara didik tentang ajaran dan nilai moral dari kebenaran Allah.  Menggunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa Guru Pendidikan agama Kristen juga memiliki peranan penting, dimana guru dapat menyelesaikan masalah terbesar yang sering kali nara didik alami ialah masalah krisis karakter, Oleh karena itu peran seorang guru sangat diharapkan dapat membentuk karakter naradidik kearah yang lebih baik dan benar. Maka sangat diharapkan, Guru Pendidikan agama Kristen bisa maksimal dalam melaksanakan tugas yang mulia, serta memiliki tanggung jawab sepenuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran yakni membentuk serta dapat menciptakan generasi yang memiliki akhlak mulia, bertanggung jawab dan memiliki karakter Kristus
Dekadensi Moral dalam 2 Timotius 3: 1-7: Reflektif Spritualitas Manusia di Era disrupsi Yonatan Alex Arifianto
Jurnal Missio Cristo Vol. 6 No. 1: Jurnal Missio-Cristo April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58456/missiocristo.v6i1.46

Abstract

Every Christian should have a correct understanding of spirituality because in an era of disruption like today's end-time phenomenology which is synonymous with decadence of morality becomes a serious threat to faith and belief. Using a descriptive qualitative method, this study aims to provide a theological reflection for believers to be in Biblical truth as part of a reflective Christian spirituality. So it can be concluded that moral decadence in 2 Timothy 3: 1-7, is a situation that will be fulfilled in Christianity for that Christianity must be able to understand that it is in the digital era or it can be called the era of disruption to be able to fully understand the era of disruption and meaning in space. digital. Furthermore, the results of the exegesis of 2 Timothy 3:1-7 provide meaning and indicators of the essence of moral decadence that can occur in the era of disruption. Finally, Christianity must be able to be the answer to the end-time human condition as a theological reflection for Christian spirituality to be able to counter the current moral decadence. Because spirituality which is based on love for God is shown by the longing to be close to God through personal prayer and worship as well as service shown to worship of God. Moreover, based on spirituality through reading and meditating on God's word, and being radical towards obedience to God's word, then faith will continue to grow in God. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Setiap orang percaya kepada Tuhan seharusnya memiliki pemahaman yang benar tentang spiritualitas sebab di era disrupsi seperti saat ini fenomenologi terhadap manusia akhir zaman yang identik dengan dekadensi moral menjadi ancaman serius terhadap iman dan kepercayaan. Menggunakan metode kualitatif deskritif penelitian ini bertujuan memberikan refleksi secara teologi bagi orang percaya untuk berada dalam kebenaran Alkitabiah sebagai bagian dari reflektif spritualitas Kristen. Maka dapat dinyatakan bahwa dekadensi moral dalam 2 Timotius 3: 1-7, merupakan situasi yang pasti akan tergenapi dalam kekeristenan. Untuk itu kekristenan harus  memahami di mana era digital atau bisa disebut era disrupsi bisa dapat menjadi ancaman iman dan kepercayaannya di ruang digital. Selanjutnya hasil eksegesis 2 Timotius 3:1-7 memberikan makna dan indikator hakikat dekadensi moral yang dapat terjadi di era disrupsi. Terakhir kekristenan harus menjadi jawaban bagi keadaan manusia akhir jaman sebagai reflektif teologis spritualitas orang Kristen untuk dapat mengcounter pengaruh dekadensi moral yang terjadi saat ini. Sebab spritualitas yang didasari dari kasih kepada Tuhan dibuktikan dan ditunjukkan dengan nilai dan semangat untuk bertemu dalam kerinduanselalu dekat dengan Allah, baik melalui doa secara personal dan ibadah serta pelayanan yang ditunjukan kepada peribadatan kepada Tuhan. Terlebih mendasari kerohanian melalui membaca dan merenungkan firman Tuhan, serta menjadi radikal terhadap ketaatan kepada kebenaran firman Tuhan, sehingga ada pertumbuhan iman yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah. 
Menyiapkan Gereja Figital melalui Dual Literasi sebagai Upaya Merespons Metaverse Carolina Etnasari Anjaya; Andreas Fernando; Yonatan Alex Arifianto
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 3, No 1: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9876/temisien.v3i1.77

Abstract

The presence of the metaverse as a new generation of virtual worlds raises pro and con responses from the community, including the church. A proper response is needed in dealing with the presence of the metaverse so that the church will not lose its existential-forming aspects. This study was prepared to provide enlightenment or ideas for the church to criticize and welcome the existence of the metaverse according to the teachings of the Christian faith. The method used is qualitative with literature study techniques. The study found that the church must still be physically present to fulfill its essence and carry out incarnational relations. Still, at the same time, it must prepare itself to accept the metaverse as an instrument of future ministry. In this case, the effort that can be made is the dual literacy method, namely, carrying out two central literacy: life literacy and digital literacy in church. Literacy of life means striving for the development of the congregation's faith toward perfection and preparation for acceptance of the metaverse as a service tool through the development of digital literacy. The literacy of the congregation's life is the basis so digital literacy can run according to the corridor of truth. This dual literacy can be actualized through various activities and programs. AbstrakKehadiran metaverse sebagai dunia virtual generasi baru memunculkan respons pro dan kontra dari masyarakat termasuk kalangan gereja. Dibutuhkan respons yang benar dalam menghadapi kehadiran metaverse sehingga gereja tidak akan kehilangan aspek-aspek pembentuk eksistensinya. Kajian ini disusun dengan maksud agar dapat memberikan pencerahan bagi gereja dalam upaya mengkritisi dan menyambut keberadaan metaverse sesuai ajaran iman Kristen. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif dengan teknik studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa gereja perlu menjalankan gereja figital (phygital) yang berarti melakukan penguatan sebagai gereja dalam bentuk fisik dan bersiap memanfaatkan layanan digital: metaverse. Pengaktualisasiannya  gereja tetap  hadir secara fisik untuk memenuhi hakikatnya sesuai aspek Alkitabiah dan menjalankan relasi inkarnasional namun sekaligus perlu menyiapkan diri menerima metaverse sebagai instrumen pelayanan masa depan. Usulan metode yang dapat digunakan adalah dual litersi yaitu literasi kehidupan dan literasi digital dalam bergereja. Literasi kehidupan berarti mengupayakan perkembangan iman jemaat menuju kesempurnaan dan persiapan akseptasi metaverse sebagai alat bantu pelayanan melalui pengembangan literasi digital. Literasi kehidupan jemaat menjadi dasar agar literasi digital dapat berjalan sesuai koridor kebenaran. Dual literasi ini dapat diaktualisasikan melalui pelbagai aktivitas dan program. 
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi