p-Index From 2021 - 2026
28.728
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Spiritualitas Kristen di Era Overstimulasi Digital: Tantangan Iman dan Kesehatan Mental Jemaat Suseno, Aji; Arifianto, Yonatan Alex; Sumual, Elisa Nimbo
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i2.484

Abstract

The digital age is characterised by a constant and massive flow of information, causing humans to experience overstimulation that affects various aspects of life, including spirituality, faith, and mental health. Christianity faces difficulties in maintaining the depth of faith, as spiritual practices that should be contemplative and reflective are displaced by instant culture and religious digitalisation, or addiction to the internet and gadgets. Spirituality, which was once built on a deep relationship with God, now tends to be shallow and routine, lacking focus. The purpose of this study is to analyze the urgency of the church's role in shaping a genuine Christian spirituality amidst digital overstimulation. This study employed a descriptive qualitative method with a literature review approach. The study concluded that digital overstimulation contributes to an unconscious spiritual crisis, necessitating an understanding of the nature of digital overstimulation and the disorientation of Christian spirituality. Likewise, Christian mental health and spirituality are situated between the depth of tradition and the challenges of the digital context. Therefore, the church's role in faith formation in an era of overstimulation is crucial for building a contextual and contemplative model of spirituality. Contextual Christian spirituality must guide people to live consciously, be fully present before God, and remain firmly rooted in the Christian faith.AbstrakEra digital ditandai oleh deras dan masifnya arus informasi yang terus-menerus, menyebabkan manusia mengalami overstimulus sehingga memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk spiritualitas, iman dan kesehatan mental. Kekristenan menghadapi kesulitan mempertahankan kedalaman iman, karena praktik-praktik rohani yang seharusnya kontemplatif dan reflektif tergeser oleh budaya instan dan digitalisasi religius ataupun kecanduan internet maupun gadget. Spiritualitas yang dulunya dibangun dalam relasi mendalam dengan Allah kini cenderung dangkal dan rutinitas yang tidak fokus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis urgensi peran gereja dalam membentuk spiritualitas Kristen yang nyata di tengah kondisi overstimulus digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian menyimpulkan bahwa overstimulus digital berkontribusi terhadap krisis spiritual yang tidak disadari dan karenanya perlu memahami hakikat overstimulus digital dan disorientasi spiritualitas Kristen. Demikian pula dengan kesehatan mental dan spiritualitas Kristen yang berada diantara kedalaman tradisi dan tantangan konteks digital. Oleh karena itu, peran gereja dalam pembentukan iman di era overstimulus menjadi sangat penting untuk membangun model spiritualitas kontekstual dan kontemplatif. Spiritualitas Kristen yang kontekstual harus menuntun umat untuk hidup secara sadar, hadir secara utuh di hadapan Allah, serta tetap berakar kuat dalam iman Kristen.
Kelompok Sel dalam Perspektif Kolose 3: 14-15, Upaya Membangun Spiritual dan Pertumbuhan Gereja Rahayu, Yohana Fajar; Hadi, Sukarno; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v2i2.219

Abstract

Bertitik tolak dari pentingnya komunitas sel bagi pertumbuhan gereja yang mana juga  bertujuan  untuk mmeberikan pengalaman bahwa kasih dalam komunitas sel sebagai pengikat menjadi tetap relevan dalam komunitas sel.  maka salah satu cara gereja untuk mengalami pertumbuhan gereja secara kuantitas dan kualitas dalam  menjangkau dan merangkul para pelayan maupun anggota yang melayani dalam komsel. Menggunakan metode kualitatif deskritif dan juga pendekatan dengan studi literartur serta eksegis ayat dapat disimpulkan bahwa: Prinsip komunitas Sel  kelompok sel dalam perspektif kolose 3: 14-15, upaya membangun spiritual dan pertumbuhan gereja merupakan kesadaran untuk mengasihi Tuhan melalui tindakan kasih yang mana kasih tersebut mengikat sera pvertikal maupun horizontal. Maka orang percaya pertama memahami dan mengetahui Hakikat dan Definisi KomSel supaya orang percaya dapat merespon dengan baik adanya tantangan dan upaya pertumbuhan Gereja. Hal itu di hasilkan dari eksegesis maupun ataupun kajian biblikal  Teologis Kolose 3: 14-15. Sehingga dari data tersebut ditemukan adanya Peran Kelompom Sel Upaya Membangun Spritualitas
Penerapan Teori Belajar Humanistik Pada Anak Usia DiniDalam Bingkai Iman Kristen Tupamahu, Gloria; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i1.248

Abstract

The main function of early childhood education is to be a place for children to process to develop themselves through their world, namely play. The state of the times and its development began to affect the perspective of thinking that in early childhood education institutions more applied play and learning. But nowadays early childhood education institutions are no longer playing while learning but have emphasized learning like elementary school children. Such things as children being forced to accept teaching that is not in accordance with their age is clearly not humanizing because the world of children is a world of play. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that in education, children are expected to feel freedom and also feel unbound by the opinions of other people, both educators and people in the scope of the child's own life, and students are also expected to be able to manage their own personalities with a sense of responsibility without violating existing moral and ethical rules. And where the achievement of humanistic learning in the realm of Christian Religious Education is to shape the child's personality so that the child achieves a change in attitude and is able to become a light in the community. The application of humanistic learning theory in early childhood in the frame of Christian faith can produce experiences that are holistic. with a focus on the needs and potential of children.AbstrakFungsi utama pendidikan anak usia dini adalah menjadi suatu wadah bagi anak untuk berproses mengembangkan dirinya melalui dunia mereka yaitu bermain. Keadaan zaman dan perkembangannya mulai memengaruhi perspektif berpikir yang pada lembaga pendidikan anak usia dini lebih diterapkan bermain dan belajar. Namun dewasa ini lembaga pendidikan anak usia dini bukan lagi bermain sambil belajar tetapi sudah menekankan belajar seperti layaknya anak sekolah dasar. Hal demikian seperti anak dipaksa untuk menerima pengajaran yang tidak sesuai dengan umurnya jelas tidak memanusiakan karena dunia anak adalah dunia bermain. Mengunkan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa Dalam Pendidikan anak diharapkan merasakan kebebasan dan juga merasakan ketidak terikatan oleh pendapat orang lain baik pendidik maupun orang-orang yang ada dalam lingkup kehidupan anak itu sendiri, dan anak didik juga diharapkan dapat mengatur kepribadian mereka sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab tanpa melanggar aturan moral dan etika yang ada. Dan di mana capaian pembelajaran humanistik di ranah Pendidikan Agama Kristen untuk membentuk pribadi anak sehingga anak tersebut mencapai perubahan sikap dan mampu menjadi terang di dalam lingkungan Masyarakat. Penerapan teori belajar humanistik pada anak usia dini dalam bingkai iman Kristen dapat menghasilkan pengalaman yang bersifat holistik. dengan fokus pada kebutuhan dan potensi anak.
Penerapan Metode Luring Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Susanto, Lasarus Ari; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.226 KB) | DOI: 10.59177/jls.v1i2.148

Abstract

Education is an activity to civilize young people to live a cultured life in accordance with standards that can be accepted by society. The accuracy of using the learning method depends on the suitability of the learning method with certain factors, for example the suitability of the learning method with the learning objectives, the suitability of the method with the material, the suitability of the learning method with available resources and facilities. one of them is how the phenomenon of the application of offline learning methods. With the application of the offline method, it can be seen the obstacles and how the school's solutions in dealing with the application of the offline method in learning Christian religious education in the current covid-19 pandemic situation faced by the Indonesian people. The method used is a descriptive analysis method using a qualitative approach. The writing uses triangulation techniques to analyze the data, then to further clarify the results of the research. Researchers also use methods or techniques of data collection with the method of observation, interviews, and documentation. The steps taken by the teacher in dealing with the application of the learning method are to give assignments to be done and collected by one of the students and then delivered to the school, then at certain times the teacher visits the students to each house.AbstrakPendidikan merupakan suatu kegiatan untuk membudayakan manusia muda untuk hidup berbudaya sesuai dengan standar yang dapat di terima oleh masyarakat. Ketepatan penggunaan metode pembelajaran tergantung kepada kesesuaian metode pembelajaran dengan faktor tertentu, misalnya kesesuaian metode pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, kesesuaian metode dengan materi, kesesuaian metode pembelajaran dengan sumber dan fasilitas yang tersedia. salah satunya ialah bagaimana fenomena penerapan metode pembelajaran luring. Dengan adanya penerapan metode luring tersebut dapat diketahui kendala dan bagaimana solusi sekolah dalam menghadapi penerapan metode luring dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen disituasi pandemi covid -19 yang di hadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Metode yang di gunakan merupakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. penulisan menggunakan teknik trianggulasi untuk menganalisis data, kemudian untuk lebih memperjelas hasil dari penelitian. Peneliti juga menggunakan cara atau teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Langkah-langkah yang diambil oleh guru dalam menangani penerapan metode pembelajaran ialah dengan memberikan tugas untuk di kerjakan dan di kumpulkan disalah satu peserta didik kemudian diantarkan ke sekolah, selanjutnya dalam waktu-waktu tertentu guru mengunjungi peserta didik ke setiap rumah.
Peran Dedikasi Guru Dalam Mengembangkan Profesionalisme Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Taloim, Merianus; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/jd.v3i2.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dedikasi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru, dengan hasil minat belajar siswa. Kendala yang dihadapi guru adalah siswa tidak berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran karena metode yang digunakan tidak tepat, ketidaktahuan guru dalam mengoperasikan teknologi dan belum sepenuhnya mampu menilai hasil belajar siswa. Namun guru selalu mengevaluasi hal ini untuk terus meningkatkan profesionalismenya sehingga perencanaan tersebut dapat dijadikan bahan acuan untuk pembuatan selanjutnya. Menggunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa strategi dan pendekatan yang afektif untuk memotivasi belajar siswa yakni dengan membangun hubungan yang baik dengan siswa. Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Menyajikan tugas yang menantang. Memberikan umpan balik yang konstruktif. Menerapkan pembelajaran kooperatif. Membuat pembelajaran menarik. Menggunakan reward dan penghargaan. Memberikan otonomi dan pilihan kepada siswa. Menyajikan tujuan yang jelas dan terukur. Menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Membangun keterhubungan antar pelajaran. Merayakan kemajuan dan prestasi siswa. Mendorong keterlibatan aktif siswa. Membangun lingkungan pembelajaran yang aman.
Studi Deskriptif 1 Timotius 4:1-16 tentang Pelayan Kristus yang Baik Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik dalam pelayanan sering terjadi di antara para pelayan Tuhan, yang mengakibatkan ada potensi kemunafikan pada seorang pelayan Tuhan saat ia tampil di hadapan banyak orang sebagai pribadi seolah tanpa cacat, sementara di tempat tersembunyi ada dosa yang disembunyikan. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk memberikan pemahaman dan kontribusi pemikiran teologis dari kajian atas 1 Timotius 4:1-16, mengenai kualifikasi atau kriteria pelayan Tuhan yang baik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis memberikan hasil kajian, bahwa pelayan Kristus yang baik harus memenuhi kualifikasi antar lain: terdidik dalam pengajaran, terlatih dalam beribadah, terlatih dalam bersaksi, terpandang dalam kehidupan, dan terpercaya dalam pelayanan.
Peran Keluarga Kristen untuk Bertahan dan Bertumbuh dalam Menghadapi Tantangan di Era Disrupsi dan Pandemi Covid-19 Perangin Angin, Yakub Hendrawan; Yeniretnowati, Tri Astuti; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era disrupsi dan Era Pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini dimana ditandai dengan lahirnya berbagai inovasi dan teknologi baru serta kebiasaan baru yang berbeda dengan kehidupan normal sebelumnya tidak dapat dihindari oleh semua orang, kenyataan ini adalah fakta yang harus dijalani. Pengaruh era disruspsi dan era pandemi Covid-19 berpengaruh kepada Keluarga Kristen. Analisis dilakukan dengan tinjauan pustaka, dengan menganalisis terkait era disrupsi dan pandemi Covid-19 yang dilanjutkan dengan mengemukakan sebuah bingkai konsep peran tantangan keluarga Kristen pada semua era ini. Adapun sumber utama dari analisis adalah beberapa sumber yang relevan, meliputi hasil penelitian yang terdapat pada jurnal dan buku. Semua sumber ini dianalisisdengan cara mencermati hubungan dan kecocokan dengan judul penulisan ini yaitu ketahanan Keluarga Kristen di era disrupsi dan era pandemi Covid-19. Hasil kajian tentang era disrupsi dan era pandemic covid-19 serta dimensi-dimensi Keluarga Kristen ini selanjutnya digunakan untuk menyusun konsep ketahanan Keluarga Kristen pada semua era.
Pastoral Kristen dan Etika Publik untuk Rekonsiliasi Perdamaian dalam Masyarakat Multikultural-Digital Arifianto, Yonatan Alex; Sumual, Elisa Nimbo; Rahayu, Yohana Fajar
Jurnal Ap-Kain Vol 3, No 2 (2025): Ap-Kain: Jurnal Penelitian dan PKM
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v3i2.197

Abstract

Contemporary society lives in an increasingly complex multicultural dynamic, where social interaction is expanded and accelerated through the development of digital technology. This condition not only presents opportunities for cross-cultural encounters, but also gives rise to conflicts that are often triggered by differences in identity, intolerance, and social polarisation. The Church is required to play an active role in contextual pastoral ministry and transformative public ethics. The phenomena that support this reality are evident in the increase in religious and cultural conflicts in the digital space, which affect communal life in multicultural societies. The purpose of this study is to analyse and examine the integrative role of Christian pastoral ministry and public ethics in building peace and reconciliation in multicultural-digital societies. Using qualitative research methods with a literature study approach, it can be concluded that the essence of Christian pastoral care integrated with public ethics emphasises the importance of holistic ministry that is not limited to the church space but is actively present in the life of a multicultural-digital society. Through this approach, Christian pastoral care can function as an agent of reconciliation that promotes public moral values, while responding to ethical challenges that arise in the digital age. The actualisation of practical theology that combines pastoral care and public ethics is thus able to present a paradigm of service for the creation of just and sustainable peace.AbstrakMasyarakat kontemporer hidup dalam dinamika multikultural yang semakin kompleks, di mana interaksi sosial diperluas dan dipercepat melalui perkembangan teknologi digital. Kondisi ini tidak hanya menghadirkan peluang bagi perjumpaan lintas budaya, tetapi juga memunculkan konflik yang sering kali dipicu oleh perbedaan identitas, intoleransi, dan polarisasi sosial. Gereja dituntut untuk berperan aktif dalam pelayanan pastoral yang kontekstual dan etika publik yang transformatif. Fenomena yang mendukung realitas ini tampak jelas dalam meningkatnya konflik berbasis agama dan budaya di ruang digital, yang memengaruhi kehidupan bersama dalam masyarakat multikultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji peran integratif pastoral Kristen dan etika publik dalam membangun rekonsiliasi perdamaian di tengah masyarakat multikultural-digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa hakikat pastoral Kristen yang terintegrasi dengan etika publik menegaskan pentingnya pelayanan holistik yang tidak terbatas pada ruang gerejawi, melainkan hadir aktif dalam kehidupan masyarakat multikultural-digital. Melalui pendekatan ini, pastoral Kristen dapat berfungsi sebagai agen rekonsiliasi yang mengedepankan nilai-nilai moral publik, sekaligus menjawab tantangan etis yang muncul di era digital. Aktualisasi teologi praktis yang menggabungkan pastoral dan etika publik dengan demikian mampu menghadirkan paradigma pelayanan bagi terciptanya perdamaian yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Pentingnya Pendidikan Kristen dalam Membangun Kerohanian Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 Arifianto, Yonatan Alex
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v5i2.52

Abstract

The covid-19 pandemic brought disaster in all aspects of the world including formal and Christian education carried out by the church. So that the church and all believers must obey government regulations. The corona virus epidemic also affects the psychology and spirituality of believers. Therefore, families based on the importance of PAK in building family spirituality during the Covid-19 pandemic can be understood and carried out to build trust and knowledge of God and can be an answer for those who are discouraged in the midst of the Covid-19 pandemic. The author conducted a study using the literature method with a qualitative descriptive approach in order to be able to find benefits for Christian families, at this time in the 19th and post-epidemics. The importance of building spirituality in the family can be done first, understanding the basis and purpose of Christian religious education and family in building spirituality. Then it is grounded that the Bible as a spiritual foundation in the family and family must work together to become servants who equip family life in spirituality that is increasingly pleasing before God and a blessing to others because there is value and fruit that is produced through the important role of PAK in building family spirituality in the future. the Covid-19 pandemic. Abstrak Pandemi Covid-19 membawa bencana dalam segala aspek di dunia termasuk bagi pendidikan formal maupun pendidikan Kristen yang dilakukan oleh gereja. Sehingga gereja dan seluruh orang percaya wajib mentaati peraturan pemerintah. Wabah penyakit virus corona juga mempengaruhi psikologi dan kerohanian orang percaya. Maka itu keluarga berdasarkan Pentingnya PAK dalam membangun kerohanian keluarga di masa pandemi Covid-19 dapat dipahami dan dilakukan untuk membangun iman percaya dan pengenalan akan Tuhan serta dapat menjadi jawaban bagi mereka yang putus asa ditengah pandemic Covid-19. Penulis melakukan kajian menggunakan metode pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif supaya dapat menemukan manfaat bagi keluarga Kristen, saat ini dimasa Covid-19 maupun pasca wabah ini. Pentingnya membangun kerohanian dalam keluarga dapat dilakukan dengan pertama, memahami landasan dan tujuan pendidikan agama Kristen dan keluarga dalam membangun kerohanian. Lalu mendasari bahwa Alkitab sebagai Dasar fondasi kerohanian dalam Keluarga dan keluarga harus bekerja sama menjadi pelayan yang memperlengkapi kehidupan keluarga dalam kerohanian yang semakin berkenan dihadapan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama karena ada nilai dan buah yang dihasilkan lewat peran pentingnya PAK dalam membangun kerohanian keluarga di masa pandemi Covid-19.
Memaksimalkan Pemanfaatan Tiktok Sebagai Media Pembelajaran dalam Membangun Kreativitas Siswa Pujiono, Andrias; Kanafi, Kanafi; Arifianto, Yonatan Alex
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.129

Abstract

social media can be used as a learning medium. Tiktok is a social media that is specifically researched in building the creativity of students. In this article the method used is descriptive-analytical. Which analyzes various credible sources. Tiktok as a social networking application that is widely used by young people has creativity in it. This can be seen in the abundant variety of creative results that can be witnessed by its users, which ultimately encourages them to be creative. This spirit to be creative is supported by the ease of using features in the Tiktok application to produce content. In the end, students can easily produce a variety of content. From this study, it was concluded that Tiktok is a social media that is able to encourage the creativity of students. AbstrakMedia sosial dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Tiktok sebagai media sosial yang diteliti secara khusus dalam hubungannya membangun daya kreativitas peserta didik. Dalam artikel ini metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Yang menganalisis berbagai sumber kredibel. Tiktok sebagai aplikasi jejaring sosial yang banyak digunakan kaum  muda ini telah membawa nilai kreativitas di dalamnya. Hal ini tampak pada ragam hasil kreativitas melimpah yang dapat disaksikan oleh penggunanya, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk berkreasi. Spirit untuk berkreasi ini ditopang oleh kemudahan dalam menggunakan fitur di aplikasi Tiktok untuk menghasilkan sebuah konten. Yang pada akhirnya, dengan mudah para peserta didik dapat menghasilkan beragam konten. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa Tiktok adalah media sosial yang mampu mendorong daya kreativitas peserta didik. 
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi