p-Index From 2021 - 2026
29.635
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Reflektif Penderitaan Ayub Sebagai Resiliensi Iman Kristen: Membangun Pondasi Kekristenan Arifianto, Yonatan Alex
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v3i1.63

Abstract

Abstract: The story of Job in the Bible depicts a person who has a life of good character and fears God but experiences physical and spiritual suffering and distress, despite experiencing Job's suffering he is found to remain faithful to follow God. Even though he didn't understand all the things he was going through, he was still willing to be patient and persevere, Amidst his illness, losing all his possessions and being abandoned by his family and friends. But Job still expressed his faith that God was his helper. The purpose of this writing is to be able to inspire faith and belief in Job's suffering as a reflection of the resilience of the Christian Faith in building the foundations of present-day Christianity. Using descriptive qualitative research methods with a literature study approach, it can be concluded that the existence of suffering as part of the life of true believers is a reflection of what Job experienced, namely suffering as the resilience of Christian faith: efforts to build Christian foundations are: First, Christianity is able to provide a definition and is able to understand as the correct paradigm of Job and his suffering. Furthermore, believers can face the challenges of Christian faith and suffering in the present era where they see and emulate Job's suffering, both perseverance and faith as a reflection of Job's example for the resilience of today's Christian faith. Abstrak: Kisah Ayub di dalam Alkitab yang menggambarkan seorang pribadi yang memiliki kehidupan yang berkarakter baik dan takut akan Allah namun mengalami penderitaan dan kesusahan jasmani maupun rohani, walaupun mengalami penderitaan Ayub didapati tetap setia mengikut Tuhan. Sekalipun ia tidak mengerti semua hal yang ia alami, tetapi dia masih mau sabar dan bertekun, Di tengah kondisinya yang sakit, kehilangan semua harta benda dan ditinggal oleh keluarga dan teman-temannya. Namun Ayub tetapi menyatakan imanya Bahwa Tuhan adalah penolongnya. Tujuan penulisan ini untuk dapat menggugah iman dan kepercayaan orang percaya dari penderitaan Ayub. Sehingga sebagai reflektif akan resiliensi Iman Kristen dalam membangun pondasi kekristenan masa kini.Mengunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature. Maka Hasil temuan penelitian pada artikel adalah adanya penderitaan sebagai bagian dari kehidupan orang percaya sejatinya menjadi reflektif atas apa yang dialami oleh Ayub yaitu penderitaan sebagai resiliensi iman kristen: upaya membangun pondasi kekristenan adalah: Pertama kekristenan mampu memberikan definisi dan mampu memahami sebagai paradigma yang benar tentang Ayub dan penderitaannya. Selanjutnya orang percaya dapat menghadapi tantangan iman Kristen dan penderitaan di era masa kini dimana melihat dan meneladani penderitaan Ayub baik ketekunan dan Iman sebagai refleksi keteladanan Ayub bagi resiliensi iman kristen masa kini.
Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Nikolaos, Nikolaos; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v3i2.73

Abstract

Abstract: The aim of this research is to analyze the application of the project-based learning model to increase the creativity of elementary school students. This research uses a descriptive qualitative method with a literature and narrative study approach. So it can be concluded that the project-based learning model in increasing the creativity of students in elementary schools found that teachers must understand and have an understanding of learning strategies because project-based learning is a student-centered approach where students actively develop their knowledge through practice and application of ideas. new. Students engage in problem-solving projects that are important for future employment through research, hypothesis, discussion and testing of new ideas. And of course what is expected is that teachers must also prepare various forms and ways of delivering material even though in general teachers have ways and patterns of teaching in the classroom and outside the classroom. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kreativitas siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dan naratif.  Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kreativitas nara didik pada Sekolah Dasar ditemukan guru harus memahami dan memiliki Pengertian tentang strategi pembelajaran sebab Pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan yang berpusat pada siswa di mana siswa secara aktif mengembangkan pengetahuannya melalui praktik dan penerapan ide-ide baru. Siswa terlibat dalam proyek pemecahan masalah yang penting untuk pekerjaan masa depan melalui penelitian, hipotesis, diskusi dan pengujian ide-ide baru. Dan tentunya yang diharapkan bahwa guru juga harus menyiapkan berbagai bentuk dan cara menyampaikan materi meskipun pada umunya guru memiliki cara dan pola mengajar didalam kelas maupun diluar kelas. 
Mengaktualisasikan Pendidikan Agama Kristen Anak dalam Pelayanan Misi Poluan, Deice Miske; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.197

Abstract

The Great Commission as stated in Matthew 28:18-20 gives the mandate and command to every believer to go and make disciples of all ethnic groups of Christ. The phrase all nations certainly includes children, who must be made disciples of Christ. However, children are often forgotten, the focus of evangelism is only on adults. In the context of Christian education, there is Christian religious education for children which specifically educates and serves children. The research explains how to actualize children's Christian religious education in mission service to reach and serve children to be brought to Christ to become His disciples. This research uses qualitative research methods with a literature review approach. The results of this research explain that children's Christian Religious Education is the spearhead in mission services to reach children, children's Christian Religious Education presents the concept of an approach to children, children's Christian Religious Education has a concept of how to disciple children. After this research, the author found that children's Christian religious education can be actualized in mission service to reach and make disciples of every ethnic group of Christ, especially children.  AbstrakAmanat Agung yang tertuang dalam Matius 28:18-20 memberikan amanah dan perintah kepada setiap orang percaya untuk pergi menjadikan semua suku bangsa murid Kristus. Frasa semua bangsa tentunya termasuk anak-anak, yang harus dijadikan murid Kristus. Namun demikian, anak-anak seringkali dilupakan, fokus penginjilan hanya pada orang dewasa. Dalam konteks pendidikan Kristen ada Pendidikan Agama Kristen anak yang secara spesisfik mendidik dan melayani anak. Penelitian menjelaskan bagaimana mengaktualisasikan Pendidikan Agama Kristen anak dalam pelayanan misi untuk menjangkau dan melayani anak-anak untuk dibawa kepada Kristus menjadi murid-Nya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Kristen anak merupakan ujung tombak dalam pelayanan misi untuk menjangkau anak-anak, Pendidikan Agama Kristen anak menyuguhkan konsep pendekatan kepada anak-anak, Pendidikan Agama Kristen anak memiliki konsep bagaimana memuridkan anak-anak. Pada kesimpulan penelitian ini, penulis menemukan bahwa Pendidikan Agama Kristen anak dapat diaktualisasikan dalam pelayanan misi untuk menjangkau dan menjadikan setiap suku bangsa murid Kristus secara khusus anak-anak.  
Penguatan Karakter Siswa Melalui Penggunaan Metode Bercerita: Sebuah Studi pada Charis Institute, Surakarta Viani, Neni; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.218

Abstract

It is essential to strengthen character as early as possible by instilling positive things in children, such as good manners, independence, responsibility, etc. Each individual has their character, some positive and some negative. However, children sometimes cannot differentiate between good and evil, so they tend to have negative characteristics, such as stealing, fighting, lying, etc. Therefore, schools must implement character education in every lesson for students' future. This research was conducted to increase educators' insight into the importance of character strengthening, which is implemented early; schools, families, and communities play an essential role in strengthening children's character. The author uses a qualitative research approach using descriptive analysis methods and collects data. Charis Institute Surakarta Kindergarten School works with parents to enhance the character of their students by using the storytelling method in daily devotional learning.  AbstrakPenguatan karakter sangat penting dilakukan sedini mungkin dengan menanamkan hal-hal yang positif kepada anak-anak misalnya sopan santun, mandiri, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Setiap individu memiliki karakternya masing-masing ada yang positif dan ada yang negatif. Tetapi anak-anak terkadang tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat sehingga cenderung memiliki karakter yang negatif misalnya, mencuri, berkelahi, berbohong dan lain sebagainya. Maka dari itu sekolah harus menerapkan Pendidikan karakter dalam setiap pembelajarannya bagi masa depan anak didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menambah wawasan para pendidik akan pentingnya penguatan karakter yang diterapkan sejak dini, bukan hanya sekolah tetapi keluarga dan Masyarakat juga turut berperan penting dalam menguatkan karakter anak-anak. Penulis menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan memakai metode deskriptif analisis serta melakukan pengumpulan data. Sekolah TK Charis Institute Surakarta bekerja sama dengan orang tua untuk memperkuat karakter anak didiknya dengan menggunakan metode bercerita dalam pembelajaran yang dilakukan didevosi setiap hari.  
Kode Etik dan Fungsi Pendidikan Kristiani dalam Menanamkan Nilai-nilai Iman Kristen di Sekolah Nikolaos, Nikolaos; Boni, Boni; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1: Pebruari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i1.153

Abstract

Every individual teacher and the role and educational activist who carries out their profession are always related to attitudes and behavior; this is a characteristic that education requires to instill correct values. This role is one of them in Christian religious education, where Christian religious education is required to provide good values to students. Still, few Christian educators only teach about Christian values. Still, they are only exemplary examples for some students. Therefore, a code of ethics is critical in equipping an educator with good morals, ethics, and character pleasing to everyone. So everything given to students is not just ordinary material but can be an example in everyday life. The purpose of this article is so that students can apply what Christian religious education teachers receive so that they can have good morals and character. Using qualitative methods with a literature study approach, the researcher describes the research object descriptively using inductive research data to conclude that the code of ethics in instilling Christian values in elementary schools is essential for teachers, predominantly Christian religious education teachers. where you have to be a role model and a good example.  AbstrakSetiap pribadi guru maupun peran dan aktivis pendidikan yang menjalankan profesinya selalu berkaitan dengan sikap dan tingkah laku, hal itu menjadi ciri khas bahwa pendidikan menuntut untuk menanamkan nilai yang benar. Dimana peran itu salah satunya dalam Pendidikan agama Kristen di mana Pendidikan agama Kristen dituntut untuk bisa memberikan nilai yang baik kepada naradidik, namun tidak banyak juga pendidik agama krsiten yang hanya mengajarkan saja tentang nilai-nilai kekristenan tetapi mereka sendiri tidak menjadi contoh yang baik, bagi setiap naradidik. Maka dari pada itu kode etik sangat penting dalam memperlengkapi seorang pendidik dengan memiliki moral, etika yang baik serta karakter yang berkenan bagi semua orang. Sehingga setiap apa yang diberikan kepada naradidik tidak hanya menjadi materi biasa namun bisa menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan artikel ini supaya  naradidik dapat mengaplikasikan apa yang diterima oleh guru pendidikan agama Kristen agar bisa memiliki moral dan karakter yang baik. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, peneliti menggambarkan bahwa objek penelitian secara deskriptif dengan menggunakan data hasil penelitian yang bersifat induktif memberikan kesimpulan bahwa  kode etik dalam penanaman nilai-nilai kersiten disekolah dasar merupakan hal yang sangat penting bagi para pengajar secara khusus guru Pendidikan agama Kristen di mana harus menjadi teladan, dan contoh yang baik.  
Pendidikan Kristiani Membangun Nilai Spiritualitas Remaja Kristen Agata, Bulanda; Barus, Mariani; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.150

Abstract

Christian education is education that teaches about God's divinity in the form of teaching that is given systematically and continuously in order to teach everyone by instilling good attitudes, positive values which can build the right character through teaching from the Bible can also form skills. even good and right conduct through Christian faith. This research was conducted using a qualitative method with a library study approach, by collecting data from journal articles that were in accordance with the topic of the problem raised. Then it was concluded that: Christian education has a very positive influence on young people, namely, from Christian education young people will get a sense of comfort and calm, they will be taught many things so they can be closer to God. Christian education is very useful in educating the character of young people to be better  AbstrakPendidikan Kristen adalah pendidikan yang mengajarkan tentang keilahian Tuhan dengan bentuk pengajaran yang di berikan secara sistematis serta berkelanjutan guna memberikan pengajaran kepada semua orang dengan menanamkan sikap yang baik, nilai-nilai yang positif dimana dapat membangun karakter yang benar melalui pengajaran dari Alkitab juga dapat membentuk keterampilan bahkan tingkah laku yang baik dan benar melalui iman kekeristenan. Penelitian ini dilakukan dengan memakai metode kualititaif dengan pendekatan studi Pustaka, dengan pengumpulan data-data dari artikel jurnal yang sesuai dengan topik permasalahan yang diangkat. Maka disimpulkan bahwa: Pendidikan Kristen ini sangat memberi pengaruh yang positif kepada anak-anak muda yaitu, dari pendidikan Kristen anak muda akan mendapat rasa nyaman dan tenang, mereka akan di ajarkan banyak hal supaya bisa lebih dekat dengan Tuhan. Pendidikan Kristen sangat bermanfaat mendidik karakter anak-anak muda menjadi lebih baik
Eksplorasi Rohani sebagai Pertumbuhan Spiritualitas dalam Ruang Virtual: Misi Kekristenan di Era Digital Arifianto, Yonatan Alex; Suharijono, Jirmia Dofi; Sujaka, Adi
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/teleios.v4i1.98

Abstract

Abstract: The church in using the sophistication of the digital era popular with social media can be used as a sacred space and a tool to present a church that networks, builds and fosters congregational relationships. And of course the church and digital activities in actualizing Christian education into virtual space is a church mission that must be packaged creatively in the digital era so that empirical congregations can grow spiritually and continue to the Christian mission. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that spiritual exploration as a growth of spirituality in virtual space: the mission of Christianity in the digital age, requires Christianity and Christian leadership to provide a paradigm-shifting understanding of how Christianity and spirituality in a digital context must be echoed as part of technological advances that the church can use in building the spirituality of the congregation. Furthermore, the church can carry out Christian activities so that the people of God can carry out Spiritual Exploration, which can awaken the mission and answer the challenges of the digital era church. In the end, the church can properly actualize its life as a Christian Mission in the Digital Age so that it can bring spiritual change and can also grow the congregation to actualize itself as a perpetrator of the Great Commission.Abstrak: Gereja dalam menggunakan kecanggihan teknologi di era digital yang populer dengan media sosial dapat dijadikan sebagai ruang sakral dan alat untuk menghadirkan gereja yang berjejaring, membangun dan membina hubungan jemaat. Dan tentunya gereja dan kegiatan digital dalam mengaktualisasikan pendidikan Kristen kedalam ruang virtual merupakan misi gereja yang harus dikemas secara kreatif pada era digital supaya empiris jemaat dapat bertumbuh secara spiritual dan berlanjut kepada misi Kristen. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature, maka dapat disimpulkan bahwa eksplorasi rohani sebagai pertumbuhan spritulitas dalam ruang virtual: misi kekristenan di era digital, mengharuskan kekristenan dan kepemimpinan Kristen haruslah memberikan pemahaman yang mengubah paradigma bagaimana kekristenan dan spritulitas dalam konteks digital haruslah di gaungkan sebagai bagian dari kemajuan teknologi yang dapat digunakan gereja dalam membangun spiritulitas kerohanian jemaat. Selanjutnya gereja dapat melakukan kegiatan kekristenan sehingga jemaat Tuhan dapat melakukan Eksplorasi Rohani, yang mana hal ini dapat membangkitkan misi dan menjawab tantangan gereja era digital. Pada akhirnya gereja dapat secara benar mengaaktualisasikan kehidupannya sebagai Misi Kristen dalam Era Digital supaya dapat membawa perubahan kerohanian dan juga dapat menumbuhkan jemaat untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai pelaku dari Amanat Agung.
Pemuridan dan Kepemimpinan sebuah Perspektif dari Pendidikan Kristen Perangin Angin, Yakub Hendrawan; Arifianto, Yonatan Alex; Yeniretnowati, Tri Astuti
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.394 KB) | DOI: 10.53674/teleios.v1i2.36

Abstract

Abstrak: Pemuridan sangat berkaitan erat dengan kepemimpinan. Pemuridan bagi kepemimpinan sangat bermakna karena sangat terbukti efektif guna mempersiapkan, menghasilkan dan membentuk pemimpin Kristen menuju serupa Yesus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Langka awal adalah dengan mempelajari konsep pemuridan dan kepemimpinan Kristen. Langkah berikutnya adalah dengan melakukan analisis tentang dampak bahaya dan dampak positif adanya praktik pemuridan dalam kekristenan bagi kepemimpinan. Langkah terakhir adalah merumuskan makna dan implikasi pemuridan bagi kepemimpinan sebagai perspektif dalam menyusun pola pendidikan pemimpin Kristen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa implikasi yang harus dilakukan dan dijalani dalam kehidupan sebagai respon dari penelitian pemuridan dan kepemimpinan ini bagi pola pengajaran dan pendidikan kaderisasi kepemimpinan Kristen, adalah: Pertama, Menjadi pemimpin Kristen yang efektif. Kedua, Pemimpin yang mencetak para pemimpin. Ketiga, Pemimpin yang berani bayar harga. Keempat, Pemimpin yang hidup dalam komunitas pemuridan. Kelima, Mengimplementasikan iman yang dipercayai.Abstract: Discipleship is closely related to leadership. Discipleship for leadership is very meaningful because it has proven effective in preparing, producing and shaping Christian leaders to be like Jesus. The research method used in this study is a qualitative method with a literature study approach. The first step is to learn the concepts of discipleship and Christian leadership. The next step is to conduct an analysis of the harmful and positive impacts of the practice of discipleship in Christianity for leadership. The final step is to formulate the meaning and implications of discipleship for leadership as a perspective in formulating the pattern of Christian leader education. The results of this study conclude that the implications that must be carried out and lived in life as a response to this discipleship and leadership research for the pattern of teaching and cadre education for Christian leadership are: First, Become an effective Christian leader. Second, Leaders who print leaders. Third, leaders who dare to pay the price. Fourth, Leaders who live in a community of discipleship. Fifth, implement the faith that is believed.
Kode Etik Guru: Landasan Etis dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen: Landasan Etis dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Wicaksono, Aditya Putra Pangestu; Arifianto, Yonatan Alex
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4 No 1 (2025): Juni
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54369/ajtpk.v4i1.63

Abstract

Abstract: Teachers' code of ethics has a central role in shaping the professionalism of Christian Religious Education teachers. This study aims to analyse how the teacher code of ethics serves as an ethical foundation in raising standards of professionalism, integrity and moral responsibility in teaching practice. Using a qualitative approach based on literature review, this study examines the relevance of the PAK teachers' code of ethics in the context of modern education as well as the challenges faced in its implementation. The results show that the teacher code of ethics functions not only as a moral guide but also as an instrument that strengthens commitment to the development of learners' character in accordance with Christian values. Educational policies that emphasise teachers' codes of conduct contribute to improving the quality of learning that is more ethical and oriented towards spiritual values. Thus, consistent implementation of the code of conduct can improve the quality of teaching and shape a more inclusive and value-based educational environment. The novelty of this research lies in the approach that highlights the relationship between teachers' codes of conduct and professionalism in Christian religious education, which has rarely been discussed in depth. The findings provide new insights into how a code of ethics can be used as an instrument of character strengthening and moral transformation in education, especially in a religious contex.   Abstrak: Kode etik guru memiliki peran sentral dalam membentuk profesionalitas guru Pendidikan Agama Kristen (PAK). Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kode etik guru menjadi landasan etis dalam meningkatkan standar profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab moral dalam praktik pengajaran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, penelitian ini mengkaji relevansi kode etik guru PAK dalam konteks pendidikan modern serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik guru berfungsi tidak hanya sebagai panduan moral tetapi juga sebagai instrumen yang memperkuat komitmen terhadap pengembangan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Kristen. Kebijakan pendidikan yang menekankan kode etik guru berkontribusi pada peningkatan mutu pembelajaran yang lebih beretika dan berorientasi pada nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, penerapan kode etik yang konsisten dapat meningkatkan kualitas pengajaran serta membentuk lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis nilai. Kebaharuan penelitian ini terletak pada pendekatan yang menyoroti hubungan antara kode etik guru dan profesionalitas dalam pendidikan agama Kristen, yang masih jarang dibahas secara mendalam. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana kode etik dapat dijadikan sebagai instrumen penguatan karakter dan transformasi moral dalam dunia pendidikan, khususnya dalam konteks keagamaan.
Kecerdasan Spiritual sebagai Dasar Terbentuknya Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto; Andreas Fernando
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2021): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v2i2.86

Abstract

This study aims to describe the role of spiritual intelligence in increasing the professionalism of Christian Religious Education teachers. The professionalism of Christian Religious Educationteachers plays an important role in the success of giving birth to students with Christ's character. Spiritual intelligence is the result of an intimate and intense relationship with God. Through this research, the author conveys that through spiritual intelligence, God actually speaks and guides teachers in living their professional lives and responsibilities. The indicators of spiritual intelligence presented in this study help to understand how spiritual intelligence actually works. The research method used is qualitative. Collecting data using the method of observation and literature study. The results of the study concluded that when a teacher has spiritual intelligence, the ability to understand the nature of oneself is created, able to understand God's will so that the spirit to move his life is the Holy Spirit. Thus his existence both body and soul (all thoughts and feelings) is directed to become a teacher similar to the Lord Jesus Christ.
Co-Authors Abel, Angela Adi Sujaka Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Agus Arda Setiawan Telaumbanua Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Desi Wisari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa Nimbo Sumual Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina Jepina Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Richardo Nainggolan Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephen, Raymond Hessel Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi