p-Index From 2021 - 2026
30.987
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia GLOSSAIS: Jurnal Teologi & Pendidikan Kristiani
Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Rohani sebagai Pertumbuhan Spiritualitas dalam Ruang Virtual: Misi Kekristenan di Era Digital Arifianto, Yonatan Alex; Suharijono, Jirmia Dofi; Sujaka, Adi
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/teleios.v4i1.98

Abstract

Abstract: The church in using the sophistication of the digital era popular with social media can be used as a sacred space and a tool to present a church that networks, builds and fosters congregational relationships. And of course the church and digital activities in actualizing Christian education into virtual space is a church mission that must be packaged creatively in the digital era so that empirical congregations can grow spiritually and continue to the Christian mission. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that spiritual exploration as a growth of spirituality in virtual space: the mission of Christianity in the digital age, requires Christianity and Christian leadership to provide a paradigm-shifting understanding of how Christianity and spirituality in a digital context must be echoed as part of technological advances that the church can use in building the spirituality of the congregation. Furthermore, the church can carry out Christian activities so that the people of God can carry out Spiritual Exploration, which can awaken the mission and answer the challenges of the digital era church. In the end, the church can properly actualize its life as a Christian Mission in the Digital Age so that it can bring spiritual change and can also grow the congregation to actualize itself as a perpetrator of the Great Commission.Abstrak: Gereja dalam menggunakan kecanggihan teknologi di era digital yang populer dengan media sosial dapat dijadikan sebagai ruang sakral dan alat untuk menghadirkan gereja yang berjejaring, membangun dan membina hubungan jemaat. Dan tentunya gereja dan kegiatan digital dalam mengaktualisasikan pendidikan Kristen kedalam ruang virtual merupakan misi gereja yang harus dikemas secara kreatif pada era digital supaya empiris jemaat dapat bertumbuh secara spiritual dan berlanjut kepada misi Kristen. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature, maka dapat disimpulkan bahwa eksplorasi rohani sebagai pertumbuhan spritulitas dalam ruang virtual: misi kekristenan di era digital, mengharuskan kekristenan dan kepemimpinan Kristen haruslah memberikan pemahaman yang mengubah paradigma bagaimana kekristenan dan spritulitas dalam konteks digital haruslah di gaungkan sebagai bagian dari kemajuan teknologi yang dapat digunakan gereja dalam membangun spiritulitas kerohanian jemaat. Selanjutnya gereja dapat melakukan kegiatan kekristenan sehingga jemaat Tuhan dapat melakukan Eksplorasi Rohani, yang mana hal ini dapat membangkitkan misi dan menjawab tantangan gereja era digital. Pada akhirnya gereja dapat secara benar mengaaktualisasikan kehidupannya sebagai Misi Kristen dalam Era Digital supaya dapat membawa perubahan kerohanian dan juga dapat menumbuhkan jemaat untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai pelaku dari Amanat Agung.
Pemuridan dan Kepemimpinan sebuah Perspektif dari Pendidikan Kristen Perangin Angin, Yakub Hendrawan; Arifianto, Yonatan Alex; Yeniretnowati, Tri Astuti
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.394 KB) | DOI: 10.53674/teleios.v1i2.36

Abstract

Abstrak: Pemuridan sangat berkaitan erat dengan kepemimpinan. Pemuridan bagi kepemimpinan sangat bermakna karena sangat terbukti efektif guna mempersiapkan, menghasilkan dan membentuk pemimpin Kristen menuju serupa Yesus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Langka awal adalah dengan mempelajari konsep pemuridan dan kepemimpinan Kristen. Langkah berikutnya adalah dengan melakukan analisis tentang dampak bahaya dan dampak positif adanya praktik pemuridan dalam kekristenan bagi kepemimpinan. Langkah terakhir adalah merumuskan makna dan implikasi pemuridan bagi kepemimpinan sebagai perspektif dalam menyusun pola pendidikan pemimpin Kristen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa implikasi yang harus dilakukan dan dijalani dalam kehidupan sebagai respon dari penelitian pemuridan dan kepemimpinan ini bagi pola pengajaran dan pendidikan kaderisasi kepemimpinan Kristen, adalah: Pertama, Menjadi pemimpin Kristen yang efektif. Kedua, Pemimpin yang mencetak para pemimpin. Ketiga, Pemimpin yang berani bayar harga. Keempat, Pemimpin yang hidup dalam komunitas pemuridan. Kelima, Mengimplementasikan iman yang dipercayai.Abstract: Discipleship is closely related to leadership. Discipleship for leadership is very meaningful because it has proven effective in preparing, producing and shaping Christian leaders to be like Jesus. The research method used in this study is a qualitative method with a literature study approach. The first step is to learn the concepts of discipleship and Christian leadership. The next step is to conduct an analysis of the harmful and positive impacts of the practice of discipleship in Christianity for leadership. The final step is to formulate the meaning and implications of discipleship for leadership as a perspective in formulating the pattern of Christian leader education. The results of this study conclude that the implications that must be carried out and lived in life as a response to this discipleship and leadership research for the pattern of teaching and cadre education for Christian leadership are: First, Become an effective Christian leader. Second, Leaders who print leaders. Third, leaders who dare to pay the price. Fourth, Leaders who live in a community of discipleship. Fifth, implement the faith that is believed.
Kode Etik Guru: Landasan Etis dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen: Landasan Etis dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Wicaksono, Aditya Putra Pangestu; Arifianto, Yonatan Alex
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4 No 1 (2025): Juni
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54369/ajtpk.v4i1.63

Abstract

Abstract: Teachers' code of ethics has a central role in shaping the professionalism of Christian Religious Education teachers. This study aims to analyse how the teacher code of ethics serves as an ethical foundation in raising standards of professionalism, integrity and moral responsibility in teaching practice. Using a qualitative approach based on literature review, this study examines the relevance of the PAK teachers' code of ethics in the context of modern education as well as the challenges faced in its implementation. The results show that the teacher code of ethics functions not only as a moral guide but also as an instrument that strengthens commitment to the development of learners' character in accordance with Christian values. Educational policies that emphasise teachers' codes of conduct contribute to improving the quality of learning that is more ethical and oriented towards spiritual values. Thus, consistent implementation of the code of conduct can improve the quality of teaching and shape a more inclusive and value-based educational environment. The novelty of this research lies in the approach that highlights the relationship between teachers' codes of conduct and professionalism in Christian religious education, which has rarely been discussed in depth. The findings provide new insights into how a code of ethics can be used as an instrument of character strengthening and moral transformation in education, especially in a religious contex.   Abstrak: Kode etik guru memiliki peran sentral dalam membentuk profesionalitas guru Pendidikan Agama Kristen (PAK). Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kode etik guru menjadi landasan etis dalam meningkatkan standar profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab moral dalam praktik pengajaran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, penelitian ini mengkaji relevansi kode etik guru PAK dalam konteks pendidikan modern serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik guru berfungsi tidak hanya sebagai panduan moral tetapi juga sebagai instrumen yang memperkuat komitmen terhadap pengembangan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Kristen. Kebijakan pendidikan yang menekankan kode etik guru berkontribusi pada peningkatan mutu pembelajaran yang lebih beretika dan berorientasi pada nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, penerapan kode etik yang konsisten dapat meningkatkan kualitas pengajaran serta membentuk lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis nilai. Kebaharuan penelitian ini terletak pada pendekatan yang menyoroti hubungan antara kode etik guru dan profesionalitas dalam pendidikan agama Kristen, yang masih jarang dibahas secara mendalam. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana kode etik dapat dijadikan sebagai instrumen penguatan karakter dan transformasi moral dalam dunia pendidikan, khususnya dalam konteks keagamaan.
Kecerdasan Spiritual sebagai Dasar Terbentuknya Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto; Andreas Fernando
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2021): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v2i2.86

Abstract

This study aims to describe the role of spiritual intelligence in increasing the professionalism of Christian Religious Education teachers. The professionalism of Christian Religious Educationteachers plays an important role in the success of giving birth to students with Christ's character. Spiritual intelligence is the result of an intimate and intense relationship with God. Through this research, the author conveys that through spiritual intelligence, God actually speaks and guides teachers in living their professional lives and responsibilities. The indicators of spiritual intelligence presented in this study help to understand how spiritual intelligence actually works. The research method used is qualitative. Collecting data using the method of observation and literature study. The results of the study concluded that when a teacher has spiritual intelligence, the ability to understand the nature of oneself is created, able to understand God's will so that the spirit to move his life is the Holy Spirit. Thus his existence both body and soul (all thoughts and feelings) is directed to become a teacher similar to the Lord Jesus Christ.
Strategi Pembelajaran Guru Sekolah Minggu dalam Menghadapi Anak yang Pasif Boni Boni; Yonatan Alex Arifianto; Reni Triposa
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.98

Abstract

Sunday school teachers must be an example for every child. Sunday school teachers must also be able to provide exciting teachings and involve children in learning so that passive children can participate in learning. Using descriptive qualitative methods, this research can be concluded that. Teachers in Sunday schools can create effective teaching methods that involve children in teaching, such as the question-and-answer method, to encourage children to be active in the learning process, enabling them to be enthusiastic in the teaching process. Sunday school is essential in teaching, helping, and encouraging children to understand what the Bible provides as the right way to live in Christ. Children can shape their attitudes, behavior, and character by following God's commands through the Word of God, taught by parents and Sunday schoolteachers in the Christian faith.
Black Campaign Absalom dalam Refleksi Kepemimpinan Kristen: Sebuah Kajian Teologis 2 Samuel 15: 1-12 Yohana Fajar Rahayu; Yonatan Alex Arifianto
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 1 (2023): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.107

Abstract

Behavior that reasoned deceitfulness often occurs in today's leadership, using unconventional ways to rise and replace previous leadership positions. In the theological study of 2 Samuel 15: 1-12, there is a historical story about how a king's son wanted to coup his parents' leadership deceitfully, namely the black campaign. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christian leadership should answer the problem of leadership regeneration. So actions in the name of power, personal and group interests, with black campaigning behavior are not free to take advantage. Therefore, descriptive black campaigning in the frame of the Bible is a severe lesson regarding honesty and integrity of leadership, as well as being chivalrous to accept leadership calls naturally and based on the Bible. Christian leadership needs to see and study the historical story of Abslom's rebellion using the desire to rule over the kingdom with black campaign intrigue, which can be witnessed in 2 Samuel 15: 1-12. To bring out the value and essence of Christian leadership as a dedicated responsibility to be actualized. Therefore, Christian leadership reflects Absalom's leadership Against black campaigning as a theological study of equipping believers and Christian leadership to live righteously for this world.
Kecerdasan Spiritual sebagai Dasar Terbentuknya Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto; Andreas Fernando
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2021): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v2i2.113

Abstract

This study aims to describe the role of spiritual intelligence in increasing the professionalism of Christian Religious Education teachers. The professionalism of Christian Religious Education teachers plays an important role in the success of giving birth to students with Christ's character. Spiritual intelligence is the result of an intimate and intense relationship with God. Through this research, the author conveys that through spiritual intelligence, God actually speaks and guides teachers in living their professional lives and responsibilities. The indicators of spiritual intelligence presented in this study help to understand how spiritual intelligence actually works. The research method used is qualitative. Collecting data using the method of observation and literature study. The results of the study concluded that when a teacher has spiritual intelligence, the ability to understand the nature of oneself is created, able to understand God's will so that the spirit to move his life is the Holy Spirit. Thus his existence both body and soul (all thoughts and feelings) is directed to become a teacher similar to the Lord Jesus Christ.
Etika Penggunaan Media Sosial untuk Penginjilan: Antara Efektivitas dan Tantangan Moral Pongoh, Fanli Feydi; lumingas, Gloria Gabriel; Arifianto, Yonatan Alex
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v4i1.56

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed communication patterns and church ministry. This study aims to analyze the effectiveness of social media as an instrument of evangelism and to examine the ethical challenges emerging in the digital context. The research employs a descriptive qualitative method through literature analysis, national statistical data, and theological reflection grounded in Christian ethics. The findings reveal that social media is effective in expanding the reach of evangelism, yet simultaneously generates moral issues such as disinformation, hate speech, privacy violations, and digital fatigue. The novelty of this research lies in developing a four–pillar ethical framework for digital evangelism, content transparency, digital literacy, pastoral digital care, and community accountability contextualized for the Indonesian church in the 21st century. This framework not only addresses the practical needs of ministry in digital spaces but also contributes theoretically to digital theology by emphasizing the integration of media effectiveness and moral responsibility in contemporary evangelism.AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi dan pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media sosial sebagai sarana penginjilan dan menelaah tantangan etis yang muncul dalam konteks digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur, data statistik nasional, serta refleksi teologis berdasarkan prinsip etika Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial terbukti efektif dalam memperluas jangkauan penginjilan, namun pada saat yang sama menimbulkan persoalan moral seperti disinformasi, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, dan kelelahan digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka etika penginjilan digital berbasis empat pilar, transparansi konten, literasi digital, pastoral digital care, dan akuntabilitas komunitas yang kontekstual bagi gereja Indonesia abad ke-21. Kerangka ini tidak hanya menjawab kebutuhan praktis pelayanan di ruang digital, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan teologi digital yang menegaskan integrasi antara efektivitas media dan tanggung jawab moral dalam misi penginjilan masa kini.
Karakteristik Pemimpin Menurut 2 Timotius 2:22-25 dan Implementasinya Bagi Pemimpin Komsel Di Gereja Eben Haezer Community Church, Semarang Tilaar, Bonny Bruce; Baskoro, Paulus Kunto; Arifianto, Yonatan Alex
Hymnos: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Vol. 1 No. 2 (2025): Hymnos: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64533/hymnos.v1.i2.12

Abstract

The life characteristics of the cell group leader are very important for the church because if the life characteristics of the cell group leader are not good, it will have a negative impact on the spiritual growth of the cell group members being shepherded. But the problem is why it is difficult for South Seoul to develop, some even go dormant or actually die, it really depends on the leader of the South Seoul. Therefore, it is hoped that church leaders can provide new work to answer this problem so that the cell can continue to develop and even multiply, so that the church will become stronger.  The method that will be used in writing this paper is a qualitative research method, with descriptive research stages using a library approach or literature study. The aim of this research is First, to find the characteristics of South Korean leaders according to 2 Timothy 2:22-25. Second, implementing the characteristics of leaders in the cell group at Eben Haezer Community Church, Semarang.
Disiplin Rohani sebagai Faktor Penentu Pertumbuhan Iman dan Keterlibatan Pelayanan Jemaat di GPdI Rhema Tarakan Mangetek, Adriano; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54369/ajtpk.v4i2.72

Abstract

Abstract: The background of this study stems from the phenomenon of declining spiritual discipline among congregations, where many Christians are active in ministry but lack diligence in prayer, Bible reading, and fellowship, resulting in suboptimal growth in faith. This condition is also evident in GPdI Rhema Tarakan, where some congregants are not consistent in practising spiritual discipline, which is the main foundation for maturity in faith and Christ-like character. This study aims to analyse the influence of spiritual discipline on the growth of faith among the congregation of GPdI Rhema Tarakan and to identify the most dominant aspects of spiritual discipline in supporting their growth in faith. The research method used is descriptive qualitative, with a field study approach through interviews, observation, and documentation, as well as reinforcement from relevant literature reviews to obtain a deep and contextual understanding of the relationship between spiritual discipline and the growth of the congregation's faith. The results of the study show that spiritual discipline has a strong theological foundation and is the main means for the formation of mature faith in the life of the congregation. Consistent practices of spiritual discipline, such as prayer, reading the Word, and fellowship, have been proven to have a direct influence on the congregation's involvement in ministry and to foster the character of Christ in their daily lives. Thus, spiritual discipline not only strengthens individual faith growth, but also has significant implications for the holistic progress and growth of the local church. Abstrak: Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya disiplin rohani di kalangan jemaat, di mana banyak orang Kristen aktif dalam pelayanan namun kurang tekun dalam doa, pembacaan Alkitab, dan persekutuan, sehingga pertumbuhan iman tidak berkembang secara optimal. Kondisi ini juga terlihat di GPdI Rhema Tarakan, di mana sebagian jemaat belum konsisten menjalankan disiplin rohani yang menjadi fondasi utama bagi kedewasaan iman dan karakter Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  disiplin rohani terhadap pertumbuhan iman jemaat GPdI Rhema Tarakan serta mengidentifikasi aspek disiplin rohani yang paling dominan dalam mendukung pertumbuhan iman mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta penguatan dari kajian pustaka yang relevan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan kontekstual mengenai hubungan antara disiplin rohani dan pertumbuhan iman jemaat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin rohani memiliki landasan teologis yang kuat dan menjadi sarana utama bagi pembentukan iman yang dewasa dalam kehidupan jemaat. Praktik disiplin rohani yang konsisten, seperti doa, pembacaan Firman, dan persekutuan terbukti  memiliki keterlibatan jemaat dalam pelayanan serta menumbuhkan karakter Kristus yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, disiplin rohani tidak hanya memperkuat pertumbuhan iman individu, tetapi juga memberikan implikasi signifikan terhadap kemajuan dan pertumbuhan gereja lokal secara holistik
Co-Authors Abel, Angela Adi Sujaka Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Agus Arda Setiawan Telaumbanua Aji Suseno Aji Suseno Aji Suseno Alfons Renaldo Tampenawas Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Deice Miske Poluan Desi Ratnasari Desi Wasari Desi Wisari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa Nimbo Sumual Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Irwan Revianto Rares Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jeffry Cartouche Laseduw Jepina Jepina Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Marvian Pali Hinggi Ranja Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Nining Indriana Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Raymond Hessel Stephen Raymond Hessel Stephen Reinhard Yehezkiel Rejoice Leny Simatupang Richardo Nainggolan Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Ruhut Parningotan Tambunan Ruhut Parningotan Tambunan Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Siswanto Siswanto Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Theresa Dian Christi Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi