p-Index From 2021 - 2026
28.728
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kode Etik dan Integritas Guru PAK dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Christina, Shintia; Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 2 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i2.390

Abstract

Kode etik dan integritas guru pendidikan agama Kristen memegang peran fundamental dalam membentuk karakter peserta didik. Guru bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan dalam menerapkan nilai-nilai moral dan spiritual yang diajarkan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kepatuhan terhadap kode etik dan integritas guru pendidikan agama Kristen berkontribusi terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui proses pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai kristiani. Dengan metode kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai aspek etika profesi guru pendidikan agama Kristen serta implikasinya terhadap perkembangan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dengan integritas tinggi mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung internalisasi nilai-nilai moral, seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Dengan demikian, pembentukan karakter peserta didik tidak hanya terjadi melalui pengajaran teoritis, tetapi juga melalui keteladanan dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kode etik dan integritas guru PAK dalam membentuk karakter peserta didik serta mengidentifikasi strategi efektif dalam penerapannya. Kebaharuan pada penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang menghubungkan kode etik, integritas guru, dan pembentukan karakter peserta didik secara langsung, menawarkan perspektif baru dalam pendidikan agama Kristen.
Reflektif Teologi Digital di Era Pasca Pandemi dan Post-Truth:: Strategi Edukasi Iman dan Kritik terhadap Kultur Digital Arifianto, Yonatan Alex; Sumual, Elisa Nimbo; Rahayu, Yohana Fajar
Jurnal Salvation Vol. 6 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v6i1.58

Abstract

Abstract: The rapid development of digital technology, especially in the wake of the Covid-19 pandemic, has prompted churches and theological institutions to adapt their ministry and faith education to the digital space. However, this transformation brings not only opportunities but also serious challenges, particularly in terms of spiritual shallowness, stagnation of faith communities, and the emergence of instant religious consumption models. Concurrently, the post-truth era has given rise to an epistemological crisis, where subjective feelings, relativism, and personal or communal opinions are trusted more than objective truth, including in matters of faith. The flood of hoax content, theological disinformation, and the influence of digital platforms on faith understanding have become key concerns in the dynamics of digital religious life. This study aims to theologically examine the expansion of digital theology in responding to this crisis through strategies of faith education and criticism of digital culture. Using a descriptive qualitative method based on literature review, It can be concluded that the understanding of digital theology as a contextual response in the post-pandemic era is presented as digital faith education within the paradigm shift in theological learning. Despite the post-truth crisis and theological challenges, this serves as a pathway for theological criticism of digital culture to build faith education and digital spirituality. Thus, the church is challenged to be present as light and salt in the digital space as an agent of truth and restoration. Abstrak: Perkembangan teknologi digital yang pesat, terutama pasca-pandemi Covid-19, telah mendorong gereja dan institusi teologi untuk mengadaptasi pelayanan dan pendidikan iman ke dalam ruang digital. Namun, transformasi ini tidak hanya membawa peluang, tetapi juga tantangan serius, terutama dalam hal pendangkalan spiritualitas, stagnasi komunitas iman, dan munculnya model konsumsi religius yang instan. Bersamaan dengan itu, era post-truth telah melahirkan krisis epistemologis, di mana nilai perasaan subjektif dan relaitiv serta opini persoanal maupun komunal lebih dipercaya daripada kebenaran objektif, termasuk dalam perkara iman. Fenomena membanjirnya konten hoaks, disinformasi teologis, dan pengaruh Flatform digtital terhadap pemahaman iman menjadi perhatian utama dalam dinamika kehidupan beragama digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis ekspansi teologi digital dalam merespons krisis tersebut melalui strategi edukasi iman dan kritik terhadap kultur digital. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka,. Maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman akan teologi digital sebagai respons kontekstual di era pasca-pandemi, dihadirkan sebagai pendidikan iman digital dalam perubahan paradigma pembelajaran teologis. walaupun adanya krisis post-truth dan tantangan teologis menjadi jalan bagi kritik teologis terhadap kultur digital membangun edukasi iman dan spiritualitas digital. Dengan demikian, gereja ditantang untuk hadir secara nyata dalam terang dan garam di ruang digital sebagai agen kebenaran dan pemulihan.
Strategi Pembelajaran Peningkatan Keterampilan Berpikir Melalui Pembelajaran PAK kepada Siswa Remaja Mulus, Mulus; Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 5 No. 1 (2025): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies - July 202
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The thinking ability of adolescent students is an important aspect of a meaningful and deep learning process. In the midst of challenging times, students are required not only to understand the material, but also to be able to think critically, logically, and reflectively. Unfortunately, the learning process in the classroom is often still teacher-centered and has not fully directed students to actively think independently. This phenomenon can be seen in the low ability of students to express opinions and analyze daily life problems from the perspective of the Christian faith. This research aims to develop an effective Christian Religious Education (PAK) learning strategy in improving the thinking skills of adolescent students through interactive, reflective, and contextual approaches. Using a descriptive qualitative research method using observation, interview, and documentation techniques on teachers and students, this study evaluates the effectiveness of learning strategies that encourage students' active participation in discussions and case studies to improve their understanding of Christian faith values as well as decision-making skills. The novelty of this research lies in the integration of learning methods that are oriented towards the development of critical and reflective thinking skills through an experiential approach and real-life case studies. This approach not only enriches students' understanding of the PAK material but also encourages them to connect Christian values with the challenges of everyday life more deeply. Thus, appropriately designed PAK learning strategies can be an effective means of building a critical, reflective, and responsible mindset.
Pendidikan Kristiani bagi Penyandang Disabilitas: Konstruksi Teologis Pendidikan Kristiani Humanis dan Inklusif dalam Pemenuhan Hak Pendidikan Arifianto, Yonatan Alex; Darius, Darius
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.279

Abstract

It cannot be denied that the existence of people with disabilities often experiences discrimination in all areas, including in the world of education. People with disabilities should be part of human life and must be appreciated and respected. However, at the reality level, people with disabilities still often receive inhumane treatment and negative stigma. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that Christian education can provide protection and freedom of rights, to receive equal rights in education for people with disabilities, as well as help the development of spirituality and Christian character for people with disabilities. So, Christian education must provide an understanding of the fulfillment of educational rights for everyone; this is a message about the nature of disability to be fought for. Furthermore, Christian education and educational equality are synergistic and cannot be separated. The construction of disability theology in Biblical dogmatics must optimize the church and Christian education in fulfilling the educational rights of disabilities. AbstrakEksistensi penyandang disabilitas tidak dapat pungkiri sering mengalami diskriminasi di degala lini, termasuk dalam dunia pendidikan. Penyandang disabilitas seharusnya bagian dari kehidupan manusia yang harus dihargai dan dihormati. Namun pada tataran realita, para penyandang disabiltas masih sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dan stigma negatif. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa di mana Pendidikan Kristen dapat memberikan perlindungan dan kebebasan hak, untuk menerima hak yang sama dalam pendidikan kepada para penyandang disabilitas, serta membantu perkembangan kerohanian dan karakter Kristen bagi penyandang disabilitas. Maka pendidikan Kristen harus memberikan pemahaman terhadap pemenuhan hak pendidikan kepada semua orang, hal itu menjadi pesan dari hakikat disabilitas untuk diperjuangkan. Selanjutnya pendidikan kristen dan kesetaraan pendidikan adalah sinergisitas dan integral yang tidak dapat dipisahkan. Karena kontruksi teologi disabilitas dalam dogmatika Alkitabiah haruslah dapat mengoptimalisasi gereja dan pendidikan Kristen dalam pemenuhan hak pendidikan disabilitas.   
Peran Gembala Menanamkan Nilai Kerukunan dalam Masyarakat Majemuk Arifianto, Yonatan Alex
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.877 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i1.11

Abstract

Harmony is important for the harmony of life in a pluralistic society, although in the process of harmony that occurs there are still many leaders who do not place their role in instilling the value of harmony to the congregation or the believers they lead. From this problem the authors use the literature research method with a descriptive quantitative approach with answer how the role of shepherds in instilling the value of harmony. The conclusion from the results of the discussion of this article is that harmony first becomes a unifying pillar in a pluralistic society, then shepherds and congregations are part of a plural society, and the value and view of the Bible on harmony and finally the importance of harmony must be inculcated. Abstrak Kerukunan adalah hal yang penting bagi kebersaman hidup dalam masyarakat majemuk, walaupun dalam proses kerukunan yang terjadi masih banyak pemimpin yang tidak menempatkan perannya dalam menanamkan nilai kerukunan kepada jemaat atau orang percaya yang dipimpin.dari persoalan tersebut penulis menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menjawab bagaimana peran gembala dalam menanamkan nilai kerukunan. Kesimpulan dari hasil pembahasan artikel ini adalah yang pertama kerukunan menjadi tiang pemersatu dalam masyarakat mejemuk, lalu gembala dan jemaat bagian dari masyarakat majemuk, dan nilai dan pandangan Alkitab terhadap kerukunan serta yang terakhir adalah pentingnya kerukunan yang harus ditanamkan.
Peran Pendidikan Agama Kristen sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying di Sekolah Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.78

Abstract

Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam pencegahan perilaku bullying di sekolah. Bullying sering kali muncul akibat kurangnya kesadaran moral dan hubungan sosial yang harmonis. Penanaman nilai-nilai kasih, pengampunan, keadilan, dan toleransi yang diajarkan dalam Alkitab dapat membentuk karakter siswa yang berempati dan menghargai sesama, serta meningkatkan kesadaran akan martabat manusia yang diciptakan sesuai citra Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran Pendidikan Agama Kristen dalam pencegahan bullying di sekolah melalui pendekatan spiritual dan nilai moral berbasis ajaran Kristen. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui teladan guru, doa, renungan, dan pembinaan rohani, Pendidikan Agama Kristen dapat menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan damai. Penanaman nilai-nilai Kristen berperan dalam membentuk karakter siswa yang memiliki moralitas tinggi dan dapat mengurangi terjadinya bullying. Manfaat penelitiannya, dalam pendidikan Agama Kristen menawarkan solusi holistik dalam mencegah bullying dan membangun komunitas sekolah yang bebas dari kekerasan.
Keteladanan Kepemimpinan Paulus sebagai Strategi Teologi Pemimpin Kristen Era Digital dan Post Truth Sumual, Elisa Nimbo; Arifianto, Yonatan Alex
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 5, No 2 (2025): Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia - Agustus 2025
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v5i2.144

Abstract

Christian leadership in the digital age faces serious challenges due to the rapid flow of information, rapid social change, and the weakening of truth due to subjectivity in the midst of a post-truth culture. Moreover, Christian leaders are often caught up in digital image-building that is oriented towards popularity, thereby neglecting the spiritual dimension and role models that should be the basis of leadership. In this study, the exemplary nature of biblical figures is important as a foundation for a solid and relevant theology of leadership. Moreover, the phenomenon of hoaxes, ethical crises, and social polarisation further emphasises the need for Christian leadership and role models. This study aims to examine Paul's leadership example as a theological strategy for Christian leaders in facing the dynamics of the digital age. The study was conducted using a qualitative approach through literature review, leading to the conclusion that Paul's integrity is the theological foundation that strengthens Christian leadership in the digital age, because from it springs spiritual honesty that keeps leaders faithful to the Gospel. From this integrity, Paul's ministry presents a paradigm of transformative leadership that is relevant in the midst of a post-truth culture, while his perseverance in suffering sets an example of spiritual resilience for contextual Christian leaders. All of these examples emphasise the relevance of Paul's theological strategy for today's Christian leaders, namely to build leadership that is integrity-based, transformative, and resilient in facing the challenges of the digital age.
PAK dan Teologi Martabat Manusia:: Integrasi Imago Dei dalam Moralitas dan Etis Generasi Muda Rahayu, Yohana Fajar; Sumual, Elisa Nimbo; Arifianto, Yonatan Alex
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v4i2.98

Abstract

Abstract: The moral crisis and decline in human values affecting the younger generation demand a renewal in educational approaches, particularly in Christian religious education. Education that focuses solely on cognitive and doctrinal aspects has proven insufficient in shaping the character and ethical awareness of students in a holistic manner. The absence of a strong theological foundation in the design of Christian religious education has caused the educational process to lose its transformative power. The phenomenon of the decline in human values and morality, and the loss of empathy among the younger generation, reinforces the urgency of a more humanistic and spiritual approach. This study aims to integrate the values of Imago Dei into the design of moral learning as a form of implementing the theology of human dignity in Christian religious education. Using a descriptive qualitative method with a literature review approach, it can be concluded that the Imago Dei as the theological foundation of moral education must be strong to prevent a moral crisis among the younger generation, as this is a contextual challenge for Christian religious education in this era. The need to integrate the theology of human dignity into moral education design will bring a more humanising face to Christian religious education. This serves as an ethical and pastoral implication for the church and school. Abstrak: Krisis moralitas dan nilai kemanusiaan yang melanda generasi muda menuntut adanya pembaharuan dalam pendekatan pendidikan, khususnya dalam PAK. Pendidikan yang hanya berfokus pada aspek kognitif dan doktrinal terbukti tidak cukup membentuk karakter dan kesadaran etis peserta didik secara utuh. Ketidakhadiran fondasi teologis yang kuat dalam desain pembelajaran PAK menjadikan proses pendidikan kehilangan daya transformatifnya. Fenomena dekadensi nilai kemanusiaan dan moralitas, dan hilangnya empati di kalangan generasi penerus, memperkuat urgensi pendekatan yang lebih humanistik dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Imago Dei dalam desain pembelajaran moralitas sebagai bentuk implementasi teologi martabat manusia dalam PAK. Menggunkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat dinyatakan kesimpulan bahwa imago dei sebagai dasar teologis pembelajaran moral dalam PAK harus kuat supya tidak terjadi krisis moralitas di generasi muda, sebab ini adalah  tantangan kontekstual pendidikan agama Kristen di era ini. perlunya integrasi teologi martabat manusia dalam desain pembelajaran moralitas akan membawa wajah PAK yang memanusiakan. ini sebagai bagian implikasi etis dan pastoral bagi gereja dan sekolah.
Formulasi Teologi Keluarga sebagai Model Preventif Dekadensi Moral Remaja di Era Digital melalui Pendekatan Interdisipliner Novianti, Rizka; Arifianto, Yonatan Alex; Pantow, Frangky
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v3i2.59

Abstract

Abstract: The development of digital technology has brought about major changes in human life, especially for adolescents who are searching for their identity. Easy access to information and unlimited interaction provide positive opportunities, but also trigger moral decadence such as bullying, pornography, promiscuity, drugs, and even crime. This condition signals a crisis of character and a weakening of moral values, which should be the foundation for adolescent development. This study aims to formulate family theology as a preventive model in dealing with moral decadence among adolescents in the digital age. The method used is descriptive qualitative with a literature study. Based on the theological foundation of the family as a divine institution, it is necessary to analyze the increasingly worrying phenomenon of moral decadence among adolescents in the digital age. To address this, an interdisciplinary approach to character education is needed so that youth development is not only spiritual but also in tune with the dynamics of modern life. All of this leads to the application of a practical model of family theology as a preventive strategy, in which the family functions as a center for moral and spiritual formation that is alive and able to guide adolescents in facing the challenges of the digital age. The results of the study show that, from a theological perspective, the family is a divine institution that functions as a center for faith, moral, and spiritual education. The formulation of family theology is realized through healthy parent-child communication, exemplary living, wise management of digital media, and shared spiritual practices. The integration of theology, psychology, sociology, and technology produces a comprehensive and relevant moral guidance strategy. Abstrak: Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya remaja yang sedang mencari jati diri. Akses informasi yang mudah dan interaksi tanpa batas memberi peluang positif, namun juga memicu dekadensi moral seperti perundungan, pornografi, perilaku seksual bebas, narkoba, hingga kriminalitas. Kondisi ini menandakan krisis karakter dan melemahnya nilai moral yang semestinya menjadi fondasi perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan merumuskan teologi keluarga sebagai model preventif dalam menghadapi dekadensi moral remaja di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi pustaka. Berdasarkan landasan teologis keluarga sebagai institusi ilahi, perlu dilakukan analisis terhadap fenomena dekadensi moral remaja di era digital yang kian mengkhawatirkan. Untuk menghadapi hal ini, dibutuhkan integrasi pendekatan interdisipliner dalam pendidikan karakter, agar pembinaan remaja tidak hanya bersifat rohani, tetapi juga selaras dengan dinamika kehidupan modern. Semua ini mengarah pada penerapan model praktis teologi keluarga sebagai strategi pencegahan, di mana keluarga berfungsi sebagai pusat pembentukan moral dan spiritual yang hidup serta mampu menuntun remaja menghadapi tantangan di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, dalam perspektif teologi, merupakan institusi ilahi yang berfungsi sebagai pusat pendidikan iman, moral, dan spiritual. Formulasi teologi keluarga diwujudkan melalui komunikasi sehat orang tua–anak, keteladanan hidup, pengelolaan media digital yang bijak, dan pembiasaan spiritual bersama. Integrasi disiplin teologi, psikologi, sosiologi, dan teknologi menghasilkan strategi pembinaan moral yang menyeluruh dan relevan. 
Pancasila dan Etis Teologis sebagai Basis Kepemimpinan Kristen bagi Reintegrasi Iman dan Identitas Kebangsaan Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon; Arifianto, Yonatan Alex
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 2 (2025): Didasko: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Oktober 2025 (Still in Progress
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v5i2.213

Abstract

Pluralistic and dynamic national life is related to the relationship between Christian faith and Pancasila values. This has an impact on leadership, which experiences complex ethical and spiritual tensions. Moral shifts and the weakening of public leaders' integrity indicate a dissonance between religious values and national spirit. Meanwhile, Christian theology is often perceived as purely spiritual, without active involvement in social and national spheres. The phenomenon of increasing identity fragmentation and moral crisis among Christian leaders emphasises the importance of reconstructing a theological basis that can integrate faith and nationalism into a single, comprehensive ethical horizon. This study aims to reinterpret Pancasila as a space for theological dialogue that shapes Christian leadership based on theological ethics for the reintegration of faith and national identity. Using qualitative methods with a literature study approach, it was concluded that Pancasila has the potential as a theological and ethical space that enables Christian leadership rooted in the values of justice and humanity. Theological ethics has proven to be a moral foundation that guides Christian leaders to integrate faith with social and national responsibilities. Thus, Pancasila-based Christian leadership serves as a means of reintegrating faith and national identity in the praxis of Indonesian public life.AbstrakKehidupan berbangsa yang plural dan dinamis, terkait relasi antara iman Kristen dan nilai-nilai Pancasila. Berdampak pada kepemimpinan yang mengalami ketegangan etis dan spiritual yang kompleks. Pergeseran moral dan melemahnya integritas pemimpin publik menunjukkan terjadinya disonansi antara nilai-nilai iman dan semangat kebangsaan. Sementara itu, teologi Kristen kerap dipersepsikan hanya bersifat spiritual, tanpa keterlibatan aktif dalam ruang sosial dan nasional. Fenomena meningkatnya fragmentasi identitas dan krisis moral di kalangan pemimpin Kristen menegaskan pentingnya rekonstruksi basis teologis yang mampu mengintegrasikan iman dan nasionalisme dalam satu horizon etis yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kembali Pancasila sebagai ruang dialog teologis yang membentuk  kepemimpinan Kristen berbasis etika teologis bagi reintegrasi iman dan identitas kebangsaan. Menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi literature maka disimpulkan bahwa bahwa Pancasila memiliki potensi sebagai ruang teologis dan etis yang memampukan kepemimpinan Kristen berakar pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Etika teologis terbukti menjadi fondasi moral yang menuntun pemimpin Kristen untuk mengintegrasikan iman dengan tanggung jawab sosial dan kebangsaan. Dengan demikian, kepemimpinan Kristen berbasis Pancasila berperan sebagai sarana reintegrasi iman dan identitas kebangsaan dalam praksis kehidupan publik Indonesia.
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi