Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Juke

VISUM ET REPERTUM: A MEDICOLEGAL REPORT AS A COMBINATION OF MEDICAL KNOWLEDGE AND SKILL WITH LEGAL JURISDICTION Winda Trijayanthi Utama
JUKE Unila Vol 4, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.404 KB)

Abstract

Visum et Repertum (VeR) is a medicolegal report which is made by a doctor in his capacity as an expert based on the examination of the person or people suspected. Due to an official request from an authorized law officer of what that were seen and found on the examination object while remembering the doctor’s oath. A VeR role as one of the valid evidence for proof of criminal cases against human health and life. Actually there is no reason for a doctor to refuse to make VeR, because this is meant to fulfill the formulation offence in Indonesia’s Penal Code (KUHP). A VeR basically is a compilation and its interpretation of a forensic medical examination as well as a physical examination on a routine medical examination. A VeR should not only fulfill the writing standard, but must also fulfill several terms and conditions for a court system. A good quality VeR has a certain structure and standard. A VeR written down with five main compositions, as opening parts (head of letter and sentence) “PRO JUSTICIA”, introductory data (data on requesting police institution, brief description on personal victim profile, identity of examinating doctor), report on factual findings (whole body character, related sign and symptoms, causal factor identified from victim), medicolegal conclusion (interpretation of report on factual finding in correlation with jurisdiction) and closing pledge statement. [JuKe Unila 2014; 4(8):269-275]
Kekerasan dalam Rumah Tangga: Laporan Kasus Winda Trijayanthi Utama; Asep Sukohar
JUKE Unila Vol 5, No 9 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.2 KB)

Abstract

Keutuhan dan kerukunan rumah tangga yang bahagia, aman, tenteram, dan damai merupakan dambaan setiap orang dalam rumah tangga. Keutuhan dan kerukunan rumah tangga dapat terganggu apabila kualitas pengendalian diri orang-orang yang ada dalam lingkup rumah tangga tidak dapat dikontrol yang pada akhirnya dapat terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah global yang menyebabkan morbiditas, mortalitas, dan gangguan kesehatan mental. Kasus KDRT harus ditangani secara tuntas agar tidak terjadi “lingkaran kekerasan”. Untuk mencegah, melindungi korban serta menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga maka negara dan masyarakat berkewajiban memberikan perlindungan kepada korban KDRT sebagaimana kemudian diatur di dalam UU No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Pembuktian terhadap kasus KDRT dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT dapat dilakukan dengan hanya mendengarkan keterangan saksi korban, atau dapat juga ditambah dengan alat bukti yang lain. Salah satu cara untuk membuktikan tindak pidana KDRT ini adalah dengan menggunakan Visum et Repertum (VeR). Kasus, seorang perempuan, 44 tahun, datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan dibuatkan VeR atas tindak KDRT yang dialaminya. Simpulan, VeR merupakan salah satu alat bukti yang diatur dalam Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), meskipun mengenai VeR ini tidak diatur secara khusus dalam KUHAP namun VeR ini termasuk dalam kategori alat bukti surat dan alat bukti keterangan ahli. [JuKe Unila 2015; 5(9):54-60]
Co-Authors Aditia, Arianda Alghani, Sulthan Rafi Amanah, Nur Suci Amelia, Maya Rizky Amir, Anzela Ananda, Amallia Andini Pramesti Ningrum Andriani, Silvia Anggraini, Dian Isti Anisa Adelia Annisa Auliya Dien Safitrie Arifah Putri Desenia Asep Sukohar Azelia Nusadewiarti Azhar, Hafidz Sirojudhin Azmi, Aulia Salma Balqis, Gasela Zalianti Bawono, Aloysius Krishartadi Damar Bayu Anggileo Pramesona Daulay, Suryani Agustina Dharmesti, Rizky Aleyda Dian Pratiwi Dian Puspita Larasati Dita Ayu Permata Dewi Dwita Oktaria Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eniwati Eniwati Evi Kurniawaty Fadhilah, Retno Suci Fadhillah, Paisal Fatharanni, Mentari Olivia Fathia, Nauriel Ferdian, Ruben Fitria Saftarina Hafizh, Ahmad Fauzan Haq, Rais Amaral Helmi Ismunandar Indika Poloriani Tunang Indriyani, Reni Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Intanri Kurniati Iqbal Lambara Putra Istiqomah, Dinni Jovita, Hasna Laili Khairun Nisa Kurniawaty, Evi Kusuma, Febriyani Dyah Lariza Serafina Tobroni Maharani, Ardila Putri Maharani, Calista Putri Maharani, Raihan Syifa Maharani, Shella Marcellia, Selvi Mersiana, Putri Febi Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Maulana Muhartono Muhartono Nasser, Ghalib Abdul Novita Carolia Novita Carolia Nurhardita, Fika Nuriah Nuriah Nurladira, Salsanisa Tisno Nurliwayka Qodri, Amari Oktadoni Saputra Oktafany, Oktafany Pamarta, Rachel Dwyana Prayogi, Norbertus Marcell Puspitasari, Ratna Dewi Putra, Ruchpy Cahya Putri Puspa Devi Putri, Asyifa Dinda Raehana, Nabila Salwa Raharjo, Shafana Azzahra Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Ratu Nirmala Wahyunindita Reni Indriyani Reni Indriyani Reni Indriyani Reynhard Theodorus Xaverius Saragih Riandini, Sabrina Risti Graharti Rizal Effendi, R E Sahputra, Rahmat Tridhandy Salma Alya Ihsan Salsabila Alifiyah Setiawan Salsabila Dzakiyyah Zahra Sany Setiawan Satria Adi Nugraha Septia Eva Lusina Septiani, Linda Setiorini, Anggi Shinta Nareswari, Shinta Silvia Andriani Sirait, Naomi Elfriede Situmorang, Cindy Miranda Sofyan Musabiq Wijaya Sofyan Musyabiq Wijaya Stevani Febeline Steven, Nixon Suarto, Sutarto Suharmanto Suharyani Suharyani Suryawinata, Arli Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Syazili Mustofa Syifa Rahmi Fadhila TA Larasati takhfa nur asyifa Tasya Nadia Putri Tri Umiana Soleha Utomo, Muhammad Aditya W, Sofyan Musyabiq Waluyo Rudiyanto Wardani, Nanda Fitri Widjaja, Jovan Zahra, Tsurayya Fathma