Articles
Pelatihan Penggunaan Media Augemented Reality (AR) Berbasis Kearifan Lokal bagi Guru sebagai penguat Profil Pelajar Pancasila untuk Menunjang Kualitas Pendidikan Berkelanjutan (ESDGs)
Ramdani, Agus;
Hakim, Aliefman;
Sukarso, AA;
Arizona, Kurniawan;
Yustiqvar, Muhammad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.8918
Media pembelajaran berbasis teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Proses pembelajaran di kelas menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi menjadi lebih mudah dalam mencari informasi, menampilkan konsep yang abstrak dan simbolik, pengelolaan dan transfer ilmu. Dengan media pembelajaran berbasis teknologi (augmented reality [AR]) dapat meningkatkan minta belajar siswa dan menambah sumber belajar siswa khususnya sebagai penguat profil pelajar pancasila. Kemampuan guru dalam mengembangkan dan menggunakan inovasi media pembelajaran berbasis teknologi perlu ditingkatkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pelatihan penggunaan media AR berbasis teknologi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan media AR terintegrasi kearifan lokal sebagai penguat profil pelajar pancasila. Peserta diberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif mulai dari pengenalan petunjuk penggunaan sampai dengan bagaimana cara penggunaannya. Penggunaan media AR dianggap mampu untuk menjawab keresahan dari guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait; 2) Pelatihan tentang penggunaan media AR terintegrasi kearifan lokal; 3) Focus Group Discussion (FGD) pada beberapa masalah yang terjadi, solusi dan rencana tindak lanjutnya. Kegiatan pelatihan penggunaan media Augmented Reality (AR) berbasis kearifan lokal bagi guru telah berhasil dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila dan mendukung Pendidikan Berkelanjutan (ESDGs). Peserta pelatihan, yang terdiri dari guru-guru dari berbagai jenjang pendidikan, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari konsep AR dan mengintegrasikannya dengan muatan lokal. Selama pelatihan, guru-guru berhasil mengembangkan prototipe media AR sederhana, seperti AR buku cerita rakyat, AR peta budaya, dan AR lingkungan hidup, yang memadukan teknologi dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Effect of Problem-Based Learning Model on Biology Learning Motivation and Conceptual Understanding
Muliana, Haika;
Ramdani, Agus;
Kusmiyati, Kusmiyati
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 5 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpm.v20i5.9716
Education plays a crucial role in shaping high-quality human resources. However, observations at SMA Negeri 5 Mataram revealed that students are less motivated to participate in classroom learning. This is evident from students' lack of attention to the teacher’s explanation and their difficulty in understanding the material. One of the main causes is the use of monotonous, teacher-centered learning methods. This condition calls for innovation in teaching, such as implementing the Problem-Based Learning (PBL) model, which is designed to improve students’ motivation and conceptual understanding. This study aims to analyze the effect of the problem-based learning model on students’ learning motivation and understanding of biological concepts among Grade X students at SMA Negeri 5 Mataram. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a non-equivalent control group, involving an experimental group and a control group with both pretest and posttest. The sample was selected using purposive sampling, with class X6 as the control group and class X7 as the experimental group. The instruments used were a questionnaire to measure learning motivation and an essay test to assess conceptual understanding. The data were analyzed using the Mann-Whitney test, which showed a significant difference between the experimental and control groups, with a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate that the problem-based learning model has a positive effect on improving both learning motivation and conceptual understanding. A good understanding of concepts can enhance students’ confidence in learning, thereby increasing intrinsic motivation. With strong motivation and conceptual understanding, students tend to achieve better academic outcomes and are more prepared to continue learning and adapting to future challenges.
Integrating Islamic Values and Local Wisdom into Science Education: Enhancing Character Development in Higher Education
Arizona, Kurniawan;
Rokhmat, Joni;
Ramdani, Agus;
Gunawan, Gunawan;
Sukarso, AA.
Ulumuna Vol 29 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/ujis.v29i1.1308
Education plays a pivotal role in shaping intellectual and moral character, particularly in addressing the challenges of globalization and technological advancement. In Indonesia, integrating Islamic values and local wisdom into education is essential to nurturing students with strong character and cultural awareness. This study aims to analyze the integration of Islamic values and local wisdom in science courses at higher education institutions in Lombok, and their influence on character development among prospective educators. Using a quantitative approach, data were collected from 505 first-semester students through a Likert-scale questionnaire. Statistical analysis revealed high construct validity and reliability, with Composite Reliability values exceeding 0.7 and AVE values above 0.5. The findings indicate that the integration of Islamic values and local wisdom significantly influences character development, supported by strong model predictive power (R² = 0.782 for X3; R² = 0.777 for Y). The novelty of this research lies in its interdisciplinary framework that integrates Islamic norms and cultural heritage into science education, challenging traditional views of science as value-neutral. The study recommends systematically incorporating these values into science curricula and conducting longitudinal studies to assess their long-term impact on students’ character formation and academic competencies.
Sosialisasi Lesson Study for Learning Community (LSLC) Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pembelajaran IPA di SMP Kota Mataram
Hikmawati, Hikmawati;
Ramdani, Agus;
Prayitno, Gito Hadi;
Muntari, Muntari;
Haris, Mukhtar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpmsi.v2i2.44
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi guru tentang Lesson Study for Learning Community (LSLC) sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPA di SMP Kota Mataram. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2020 bertempat di SMP Negeri 20 Mataram. Peserta kegiatan sosialisasi LSLC ini terdiri atas seluruh guru di SMP Negeri 20 Mataram serta guru-guru IPA dari SMP Negeri 5 Mataram. Materi tentang LSLC yang diberikan oleh Tim kepada peserta terdiri dari 4 hal yaitu: (1) Tahapan Kolaboratif dalam LSLC; (2) Chapter and Lesson Design; (3) Teknik Observasi Saat Pembelajaran; (4) Teknik Refleksi. Setelah semua materi disampaikan oleh Tim, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti oleh peserta. Kegiatan sosialisasi ini telah memberikan pemahaman bagi guru tentang Lesson Study for Learning Community (LSLC) sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPA. Kegiatan sosialisasi ini akan dilanjutkan dengan Pendampingan Praktik Lesson Study for Learning Community (LSLC) berbasis Zonasi bagi Guru-Guru IPA SMP di Kota Mataram.
Penyusunan Spesimen Awetan Tumbuhan dan Hewan Di SMPN 20 Mataram
Artayasa, I Putu;
Muhlis, Muhlis;
Ramdani, Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpmsi.v3i1.104
Abstract: The Biology Science Practicum has a role in improving the quality of science learning, especially Biology material, as well as improving science process skills and students' understanding of science concepts. The Biology Science Practicum requires the availability of plant and animal specimens as the main object of observation, but this is not widely available in the Science Laboratory of SMPN 20 Mataram, thus causing the Biology Science practicum not to be carried out properly. The purpose of this community service is to increase the understanding and skills of teachers to make specimens of preserved plants and animals. The method of implementing community service was to provide training for teachers to make specimens of preserved plants and animals which was conducted in September 2020. The training was guided by lecturers, education staff (laboratory assistants), and students. Questionnaires were given to training participants to evaluate the effectiveness of community service programs. The result of the training was that there were twenty teachers who came from science teachers and other subjects involved in training in making insectariums, herbariums, Mollusca shell preserves, and animal wet preserves, and participants responded that the training had increased the knowledge and skills of teachers in making plant specimens and animal. The conclusion is that the training carried out by providing samples of preserved specimens of living things, demonstrations and assistance in making preserved specimens have an impact on increasing participants' understanding and skills in making preserved specimens of plants and animals. Keywords: Dry and wet preservation of living things; Herbarium; insectarium; Biology practicum; Plant and animal specimens.
Penyuluhan Biopreneurship Berbasis Proyek: Upaya Meningkatkan Literasi Biologi dan Minat Wirausaha Siswa SMAN 1 Sekotong
Artayasa, I Putu;
Merta, I Wayan;
Ramdani, Agus;
Sukarso, Aa.;
Kusuma, Anindita Suliya Hangesti Mandra;
Almaheran, Sundus Sepia
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12794
Pengembangan literasi biologi dan minat wirausaha siswa sekolah di sekitar ekowisata Bagek Kembar diperlukan untuk menguatkan peluang mereka mengambil manfaat dari pengembangan kawasan ekowisata. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat di SMAN 1 Sekotong adalah memberikan penyuluhan pada guru mengembangkan bahan ajar berbasis proyek biopreneurship untuk meningkatkan literasi biologi dan minat wirausaha siswa. Pengabdian masyarakat di SMAN 1 Sekotong Lombok dilakukan dengan tahapan mulai dari persiapan, pra-pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan pengabdian di sekolah mitra, dilakukan dengan metode penyuluhan dan pendampingan guru mitra mengembangkan bahan ajar berbasis proyek biopreneurship. Evaluasi pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan melalui pengamatan kegiatan guru selama pengabdian, wawancara dan pengisian angket untuk mendapatkan informasi tentang respons guru tentang manfaat pelatihan. Peserta pengabdian terdiri 30 Guru SMAN 1 Sekotong. Hasil evaluasi menunjukkan 75% guru aktif dalam diskusi, bahan ajar biopreneurship yang diterapkan dalam kegiatan proyek dengan memanfaatkan tumbuhan dan hewan di sekitar Kawasan Ekowisata Bagek Kembar selaras dengan penerapan project konservasi mangrove, yang dilaksanakan oleh siswa pramuka dan siswa kelas alam SMAN 1 Sekotong. Saran dari peserta untuk kegiatan pengabdian selanjutnya adalah adanya program untuk meningkatkan numerasi dan literasi dengan memanfaatkan Ekowisata Bagek Kembar sebagai sumber belajar.
PENGOLAHAN LIMBAH BIJI RAMBUTAN MENJADI EMPING TOLANG BULUAN DI DESA KARANG BAYAN KECAMATAN LINGSAR
Sari, Nila;
Melyana, Melyana;
Kalsum, Umul;
Ramdani, Agus
Jurnal Wicara Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/wicara.v1i2.2425
So far, people consider rambutan seeds as unused waste, even though rambutan seeds have many health benefits. The purpose of the activities carried out by UNRAM Integrated KKN students is so that people can utilize rambutan seeds into products that have sales value. This activity was carried out in Karang Bayan Village, Lingsar District, West Nusa Tenggara. The approach used in this activity is Learning by Doing. UNRAM's integrated KKN student team learned by practicing directly how to process rambutan seeds with the tools and materials that had been prepared. This approach is expected to be more effective in achieving the output targets in KKN activities in Karang Bayan Village. The results of the implementation of the Integrated Community Service Program (KKN) activities are able to provide information and innovation about processing rambutan seed waste so that the community is able to process rambutan seed waste into a creative business venture, which is able to show creativity in turning unused waste into a valuable product. In addition, this activity can also be an option to reduce waste, especially rambutan seeds.
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar IPA Berbasis Inkuiri Terintegrasi Kearifan Lokal Sebagai Sumber Belajar Guru Madrasah Tsanawiyah Qamarul Huda Bagu
Ramdani, Agus;
Jamaluddin;
Artayasa, I Putu
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6610
Bahan ajar terintegrasi kearifan lokal yang inovatif mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Proses pembelajaran di kelas menggunakan bahan ajar yang inovatif menjadi lebih mudah dalam mencari informasi, manipulasi, pengelolaan dan transfer ilmu antara yang ada pada lingkungan dengan materi pembelajaran. Dengan bahan ajar terintegrasi kearifan lokal yang inovatif dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan meningkatkan kemampuan guru secara profesional. Kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar terintegrasi kearifan lokal perlu ditingkatkan.Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pelatihan pengembangan bahan ajar terintegrasi kearifan lokal. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan bahan ajar terintegrasi kearifan lokal. Peserta diberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif mulai dari pembuatan draft bahan ajar hingga menjadi media berbasis teknologi yang siap digunakan dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait; 2) Pelatihan tentang pengembangan bahan ajar terintegrasi kearifan lokal; 3) Pendampingan dalam pembuatan bahan ajar terintegrasi kearifan lokal oleh guru; 4) Focus group discussion pada beberapa masalah yang terjadi, solusi dan rencana tindak lanjutnya. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data keseluruhan indikator adalah peserta setuju bahwa pelaksanaanpelatihan telah berjalan dengan baik, dimana sebagian besar peserta berpandangan bahwa pelaksanaan pelatihan telah memberikan manfaat yang mendalam dan sangat membantu dalam peningkatan kualitas diri peserta.
Pelatihan Penggunaan E-book Inkuiri Terintegasri Pendidikan Karakter Sebagai Sumber Belajar Bagi Guru
Sukarso, AA;
Jufri, A. Wahab;
Ramdani, Agus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7317
Media pembelajaran berbasis teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Proses pembelajaran di kelas menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi menjadi lebih mudah dalam mencari informasi, menampilkan konsep yang abstrak dan simbolik, pengelolaan dan transfer ilmu. Dengan media pembelajaran berbasis teknologi (modul elektronik) dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan meningkatkan kemampuan guru secara profesional. Kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi perlu ditingkatkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan modul elektronik (e-modul) berbasis inkuiri terintegrasi pendidikan karakter. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait; 2) Pelatihan tentang pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi; 3) Pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi oleh guru; 4) Focus Group Discussion (FGD) pada beberapa masalah yang terjadi, solusi dan rencana tindak lanjutnya. Peserta diberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif mulai dari cara penggunaan modul elektronik Penggunaan E-modul dianggap mampu untuk menjawab keresahan dari guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah. E-Modul dapat mentransferkan peran dan fungsi konten dalam belajar mengajar menjadi luwes dan fleksibel. Manfaat secara nyata bahwa, siswa lebih mudah mengakses panduan belajar dan termotivasi untuk belajar lebih baik. Penggunaan E-modul dalam pembelajaran akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi ajar ke siswa, siswa dapat membaca kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan bantuan aplikasi atau web yang dapat diakses menggunakan handpone.
Sosialisasi Potensi Ekologi Mangrove Untuk Mendukung Pengembangan Bahan Ajar IPA Pada Siswa Tsanawiyah Nw Tanjung Luar Lombok Timur
Syukur, Abdul;
Muhlis;
Ramdani, Agus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.8236
Keberadaan wisata pantai di Tanjung Luar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai sumber ekonomi. Disamping itu, desa Tanjung Luar memiliki Ekosistem Mangrove yang dalam hal ini memiliki nilai ekologis pemanfaatan sebagai bahan ajar IPA untuk guru dan siswa di jenjang Pendidikan formal khususnya sekolah sekitar pantai seperti MTs Tsanawiyah NW Tanjung Luar. Mangrove dan biota asosiasi yang terdapat di Tanjung Luar beranekaragam seperti Mollusca, Crustacea, Echinodermata, dan ikan. Namun demikian, Guru IPA belum mengembangkan sebuah pembelajaran berbasis ekosistem Mangrove sebagai bahan ajar IPA. Oleh karena itu, dibutuhkan fasilitas melalui sosialisasi nilai ekosistem Mangrove agar potensi lingkungan atau ekosistem Mangrove dapat dikembangkan sebagai bahan ajar IPA untuk Guru dan siswa. Pengembangan bahan ajar IPA berbasis Ekosistem Mangrove tentunya dapat menjadi sumber belajar yang baik bagi guru dan siswa/i karena dapat turun langsung ke lapangan, dan mengetahui adanya sumber yang dapat dijadikan sumber atau bahan pembelajaran di sekitar tempat tinggalnya, sehingga tidak mempelajarinya hanya dalam teks (monoton). Tujuan dari Pengabdian pada masayarakat ini adalah meningkatkan pemanfaatan nilai ekosistem Mangrove sebagai bahan ajar IPA dan menanamkan nilai konservasi dan pelestarian lingkungan melalui pendidikan formal. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat menggunakan metode pelatihan, diskusi dan praktek pembuatan bahan ajar. Setelah diberikan Sosialisasi terlihat dari hasil diskusi guru menjadi paham akan pentingnya penambahan nilai ekowisata ekosistem mangrove, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan guru terkait nilai ekowisata mangrove untuk kemudian dapat mengembangkan pembelajaran berbasis Lingkungan di sekitarnya dengan baik.