p-Index From 2021 - 2026
5.343
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Teknik Sipil Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Jurnal Konseling dan Pendidikan Ulul Albab: Jurnal Studi Islam El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal Informatika dan Komputasi STMIK Indonesia Jakarta Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Jurnal Transportasi ARABIYAT Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Penelitian Ilmiah INTAJ Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Scientia: Jurnal Hasil Penelitian Andragogi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education Jurnal Mesin Nusantara Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI) FAJAR Jurnal Pendidikan Islam CITIZEN: Jurnal Ilmiah Mulitidisiplin Indonesia COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Asian Journal of Innovative Research in Social Science Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Paulus Civil Engineering Journal Kalosara: Family Law Review Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) IDARAH : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan Innovative: Journal Of Social Science Research Bahtsuna: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat SASI Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tahdzib Al-Akhlaq Jurnal Pendidikan Islam Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Jurnal Tarbiyatuna TECHNOLOGIC SINORA: Jurnal Sosial dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER MATAKULIAH DI FITK UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Zahro, Fatimatuz; Farhiyah, Faroh Dina; Huda, Miftahul; Ali, Nur; Safitri, Ayu Utami
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i1.15796

Abstract

Islamic higher education institution is suspected of being places of activity that encourage the birth of radical movements and intolerance in the name of religion. At the same time, it was also found that several students were involved in various radical and intolerant actions outside campus, even though Islam is a religion that is in accordance with nature and sunnatullah. This article aims to describe the values of religious moderation (RM) that lecturers internalize to students through Semester Learning Plan (SLP) for Courses in the MPI and PBA Study programs at FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. This study uses a qualitative approach. The findings are; (1) the insertion of RM values internalized in the SLP Courses includes, among others; muwathonah, Qudwah, I'tidal, Shura, Islah, La'unf, I'tibar la 'urf. (2) SLP Courses which includes RM values, including; Tafsir and Hadith, Islamic education management, curriculum and learning management, education management, educational planning, education human resource management, basics of Islamic education management, Islamic education leadership, Islamic education innovation. This article suggests studying it more deeply by also examining the teaching materials used regarding RM values so that the results obtained are more complete.Abstrak Lembaga pendidikan tinggi islam diduga sebagai tempat kegiatan yang mendorong lahirnya Gerakan radikalisme, dan intoleransi dengan atas nama agama. Pada saat yang sama, ditemukan pula beberapa mahasiswa yang terlibat dalam berbagai aksi radikal dan intoleran di luar kampus, padahal Agama Islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah dan Sunnatullah. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moderasi beragama (MB) yang diinternalisasikan para dosen kepada mahasiswa melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah (MK) pada program Studi MPI dan PBA di FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil temuannya yaitu; (1) insersi nilai-nilai MB yang diinternalisasikan dalam RPS MK meliputi antara lain; muwathonah, Qudwah, I’tidal, Syura, Islah, La‘unf, I’tibar la ‘urf. (2) RPS MK yang diberi insersi nilai-nilai MB yaitu antara lain; MK Tafsir dan Hadits, manajemen pendidikan islam, manajemen kurikulkum dan pembelajaran, pengelolaan Pendidikan, perencanaan pendidikan, Manajemen sumber daya manusia Pendidikan, dasar-dasar manajemen pendidikan islam, kepemimpinan pendidikan islam, inovasi pendidikan islam. Tulisan ini menyarankan untuk mengkaji lebih dalam dengan menelaah pula bahan ajar yang digunakan terkait nilai-nilai MB agar hasil yang diperoleh lebih lengkap lagi.
Model Pembelajaran Collaborative Learning dalam Meningkatkan Kualitas Karakter Islami Pada Siswa Dewi Kusumaningrum, Lintang; Ali, Nur; Nur , Muhammad Amin
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2840

Abstract

Collaborative learning merupakan model pembelajran yang menekankan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan intelektual yang tidak hanya terfokus pada pengetahuan tetapi juga pada sikap untuk membentuk karakter siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa model pembelajaran Collaborative learning dalam meningkatkan kualitas karakter Islami pada siswa di SD Negeri 2 Bendosari dan SD Negeri 1 Pandesari. Dalam penelitian ini dihasilkan beberapa temuan dalam model pembelajaran collaborative learning dalam meningkatkan kualitas karakter Islami pada siswa SD Negeri 2 Bendosari dan SD Negeri 1 Pandesari yaitu: (1) Model pembelajaran collaborative learning dalam meningkatkan kualitas karakter Islami siswa di SD Negeri 2 Bendosari diterapkan dengan menitikberatkan pada interaksi peer-to-peer dan diskusi kelompok yang memperdalam pemahaman nilai-nilai Islami. Sedangkan di SD Negeri 1 Pandesari, model Collaborative Learning difokuskan pada kolaborasi lintas mata pelajaran dan integrasi nilai-nilai Islami dalam kegiatan rutin seperti Program Sekolah Plus Ngaji (SPN). Model ini menekankan pentingnya keterampilan komunikasi dan kerja sama, dengan siswa yang lebih antusias dan terlibat aktif dalam suasana belajar yang dinamis dan interaktif. 2) Pelaksanaan Pembelajaran Collaborative Learning dalam Meningkatkan Kualitas Karakter Islami pada Siswa di SD Negeri 2 Bendosari melibatkan perancangan tugas kelompok yang relevan dengan kehidupan siswa, disertai bimbingan intensif dari guru. Setiap aktivitas didesain untuk menciptakan interaksi yang positif, memastikan siswa saling mendukung dan mengaplikasikan nilai-nilai Islami dalam setiap tugas. Sedangkan di SD Negeri 1 Pandesari, pembelajaran Collaborative Learning dilaksanakan dengan menyiapkan tujuan yang jelas, memberikan stimulasi positif, dan menciptakan lingkungan yang ramah anak. Guru PAI bekerja sama dengan guru lainnya untuk menanamkan nilai Islami secara menyeluruh. 3) Dampak pelaksanaan model pembelajaran kolaboratif di SD Negeri 2 Bendosari dan SD Negeri 1 Pandesari secara keseluruhan menunjukkan peningkatan signifikan dalam membentuk karakter Islami siswa, seperti: saling menghormati, tanggung jawab, solidaritas; dan toleransi. karakter tersebut tercermin dalam hubungan sosial yang lebih baik, sikap positif dalam berbagai situasi, serta penerapan nilai-nilai moral baik di lingkungan sekolah maupun di rumah
Manajemen kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dalam bidang bahasa arab Zainullah, Ahmad; Ali, Nur
BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Vol. 5 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : LP3M UNZAH GENGGONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/bahtsuna.v5i2.312

Abstract

Bahasa Arab menjadi mata pelajaran wajib di madrasah baik tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Maka untuk mencapai pembelajaran bahasa Arab yang maksimal maka diperlukan kurikulum pembelajaran bahasa arab yang tepat. Dan salah satu aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan kurikulum adalah pemberdayaan bidang manajemen atau pengelolaan kurikulum di lembaga pendidikan yang bersangkutan, pengelolaan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan atau sekolah perlu dikoordinasi oleh pihak pimpinan lembaga yang dikembangkan secara integral yaitu memadukan spiritual, sikap dan pengetahuan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) serta disesuaikan dengan visi dan misi pendidikan yang bersangkutan. Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan menjadi nilai lebih bagi kepala sekolah atau madrasah, komite sekolah,  pengawas, dinas terkait dan para guru untuk bisa berdiskusi untuk merumuskan kurikulum bahasa Arab yang sesuai kebutuhan lembaga, lingkungan dan dapat menciptakan suasana belajar dalam proses pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik yang pada akhirnya peserta didik dapat mengembangkan diri secara maksimal sesuai bakat dan minatnya. Adapun kelemahan dari penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebagai besar tenaga pendidik atau guru belum terbiasa untuk mengembangkan model-model kurikulum pembelajaran khususnya dalam bahasa Arab. Mengingatnya sebelumnya mereka hanya mempunyai pengalaman menerapkan kurikulum secara instan. Serta juga, kemampuan guru yang berbeda menjadikan penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi kurang maksimal.
Job satisfaction and work discipline improve employee performance: a case study Widigdo, Aslam Mei Nur; Ali, Nur
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1141300

Abstract

Human resources are important in achieving the company's goals, especially with labor-intensive characteristics such as industrial manufacturing. PT.  DSI is one of Indonesia's automotive component manufacturing companies that has problems related to human resource productivity and rejected product ratios. This study examined the influence of job satisfaction and work discipline on the performance of factory employees at PT. DSI. This study uses a quantitative approach.  The population in this study were all PT DSI factory employees, totaling 185 people. Based on the Slovin formula with a sampling error of 5%, the sample size was 127 respondents. The sampling method is purposive sampling. The data analysis technique used Smart PLS 3.2.9 as a tool. The results show that job satisfaction has a positive significant effect on the performance of factory employees either directly or mediated by work discipline, work discipline has a positive significant effect on the performance of factory employees, and job satisfaction has a significant positive effect on work discipline. The strategic implication of this research is the need for management to increase supervision of employee work discipline both in fulfilling attendance and standard operating procedures, as well as the need to pay attention to employee satisfaction.
Developing Religious Culture through Integrative Religious Practice in Indonesian State Islamic University Ali, Nur; Miftahusyai'an, Mohammad; Prasetyo, Angga Teguh; Muttaqin, Muhammad Imamul
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 22, No 1 (2020): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v22i1.8726

Abstract

Higher education has been accused as an environment which has less moral and religious values. The negative stereotype became more evident when some higher education institutions involved in some disputes such as brawl among students, and riots in Ramadhan and at the time of sahur. There is also State Islamic Higher Education Institution (PTKIN) among the campuses. However, some SIHEIs have constructed religious culture through Integrative Religious Practices (IRP). The paper aims at evaluating the IRP as a strategy in building campus religious culture. Interview, participant observation, and data analysis lead to the finding that IRP development was formally done in class and was informally and ceremonially applied outside the class through ma’had, students’ organizations, cooperation with religious institutions, and relation across region and professions can build campus religious culture. Moreover, it also improves students’ ethical behavior, empathy, and tolerant. The study suggests that religious subject in higher education and schools is developed using IRP and involves relevant units and religious organizations outside campus to improve the understanding on the socio-religious value to establish ethical, tolerant, empathy, and cooperative behavior. Perguruan Tinggi telah dituduh sebagai lingkungan yang kurang mencerminkan nilai-nilai moral dan religius. Stereotip buruk ini makin diperkuat dengan keterlibatan PT dalam beberapa kericuhan seperti tawuran mahasiswa serta tawuran di bulan Ramadhan dan di waktu sahur. Di antara perguruan tinggi tersebut terdapat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Namun ada juga PTKIN yang telah membangun budaya religius melalui Praktik Keagamaan Integratif (PKI). Tulisan ini mengevaluasi PKI sebagai strategi dalam membangun budaya religius di kampus. Wawancara, observasi partisipan, dan analisis data yang dilakukan menghasilkan temuan bahwa pengembangan PKI yang dilakukan secara formal di kelas dan diaplikasikan nonformal dan seremonial di luar kelas melalui ma’had, organisasi kemahasiswaan, kerjasama dengan lembaga keagamaan, dan pergaulan lintas daerah dan profesi dapat membangun budaya religius di kampus. Selain itu, hal itu juga dapat menumbuhkan sikap etis, empati, dan toleran di kalangan mahasiswa. Tulisan ini menyarankan agar materi keagamaan di PT dan sekolah dikembangkan dengan praktik keagamaan integratif dan melibatkan berbagai unit terkait dan organisasi keagamaan di luar kampus untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai sosial-keagamaan sehingga menumbuhkan perilaku agamis, toleran, empati, dan sikap saling menghargai.
Bilateral Kinship and Inheritance Distribution in Dayak Indramayu Customary Law Fansuri, Hamzah; Setyawan, Edy; Busthomi, Achmad Otong; Ali, Nur; Al Mustaqim, Dede; Dahlan, Rahman
SASI Volume 31 Issue 4, December 2025
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/sasi.v31i4.3365

Abstract

Introduction: The kinship system in the Dayak Indramayu community plays an important role in determining the pattern of inheritance distribution. Unlike the patrilineal or matrilineal systems, which emphasize a single line of descent, the Dayak Indramayu community adheres to a bilateral kinship system that allows inheritance rights to be obtained from both the father and mother.Purposes of the Research: This study aims to analyze how the bilateral kinship system influences the pattern of inheritance distribution in the Dayak Indramayu community, emphasizing aspects of gender equality, recognition of adopted children, and its implications for social justice within the framework of customary law and national law.Methods of the Research: This study uses a qualitative-descriptive method with a socio-cultural legal approach. Data was collected through field observations, semi-structured interviews with traditional leaders and community members, and documentation studies. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model, supplemented with normative-legal interpretations to understand the relationship between traditional norms, social values, and positive law.Results of the Research: The study found that the bilateral kinship system of the Dayak Indramayu produces a relatively egalitarian inheritance pattern by granting equal rights to both sons and daughters. However, there are still weaknesses in guaranteeing the rights of adopted children and the potential for conflict due to differences in interpretation between subgroups. The originality of this research lies in its recommendation to reformulate customary law to be more adaptive to contemporary principles of social justice and in line with the national legal framework.
Antropologi Sosial Perkembangan Tradisi, Adat dan Seni Islam di Nusantara: Jawa, Sunda dan Melayu Ali, Nur; Nur, Putri
SiNORA Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : CV. AKIRA JAVA BULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the development of Islamic traditions, customs, and arts in the archipelago, with a focus on the Javanese, Sundanese, and Malay regions. Using qualitative research with a library research approach, this study examines the interaction between local culture and Islamic teachings, and how the acculturation between the two creates a unique wealth of traditions in each region. This study highlights the role of art, traditional ceremonies, and architecture in the spread of Islam, as well as the contribution of scholars and sunans in using local culture as a medium for moderate and harmonious da'wah. The results of this study are expected to provide a deeper understanding of the dynamics of Islamic culture in the archipelago and its role in forming a sustainable cultural identity.
Religious Moderation Strengthening Strategies through the Formulation of Anti-violence Culture at Pesantren Umur, Muhammad Ma'aliyal; Maskanah, Ulfa; Lestari, Ceni Amalia Ayu; Ali, Nur; Fanani, Bakhruddin
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 15 No. 3 (2025): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v15i3.8263

Abstract

This research aims to analyze the institute's policy for strengthening a culture of religious moderation against violence. The research focuses on the process of formulating policies and implementing anti-violent religious moderation values. This study uses a qualitative case study approach. The data were collected through in-depth interviews with pesantren leaders, two ustadhs, and Islamic students (santri), as well as document data. The results of the study show that policy formulation to strengthen religious moderation is carried out in a participatory manner through deliberation led by the kiai as the holder of the highest authority. The value of anti-violence is the primary foundation in the formulation of institutional policies. Policy implementation is carried out through the example of Kiai, the study of classical texts focused on manners and character development that reject physical punishment, and santri's social activities that strengthen harmonious interactions with the community. This study concludes that transformative and contextual kiai leadership is the main factor in the success of internalizing the value of anti-violent religious moderation in pesantren. This finding contributes to the understanding that pesantren, as socio-religious entities, play an active role in building a peaceful religious life.
Pendampingan pengelolaan aplikasi berbasis web sebagai relawan penanggulangan bencana (medis dan non medis) Hutagaol, Emmelia Kristina; Suwarno, Niko; Ali, Nur; Hidayat, Afif Wahyudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37765

Abstract

AbstrakBencana alam selalu diiringi dengan kerusakan, Dukungan dalam upaya penanggulangan bencana berupakan komunikasi verbal mapun non verbal di percaya dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Memiliki aplikasi  berbasis web dalam  sistem Informasi  untuk koordinasi yang lebih baik menjadi pilihan yang tepat bagi relawan penanggulangan medis dan non medis. Pendampingan ini bertujuan agar adanya peningkatan tingkat pemahaman relawan baik medis dan non medis untuk dapat memberikan Informasi dan mendapatkan Informasi melalui data dan dokumentasi.Metode pengabdian kepada masyarakat yang tergabung dalam TAGANA (Taruna Siaga Bencana) unsur Rajawali ini adalah melalui pelatihan, praktik langsung dan evaluasi dalam penggunakan aplikasi berbasis web baik kepada relawan medis dan non medis, Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test yang didapatkan hasil adanya  peningkatan sebesar 20% dari sebelam dan sesudah penadampingan. Hasil kegiatan juga menunjukkan adanya peningkatan rasa percara diri dari Para Admin yang ditunjuk untuk memiliki otoritas  input data.Dari hasil Forus Discussion Group dihasilkan kesepakatan SOP alur dan kriteria data yang di upload, serta adanya Tim editor.Melalui pendampingan ini telah mewujudkan empowering dari Relawan Penanggulangan dalam hal untuk melaksanakan sistem koordinasi dan merespon bencana serta terpadu. Kata kunci: relawan bencana; pendampingan; digitalisasi; manajemen bencana; aplikasi berbasis web. Abstract Natural disasters inevitably cause significant destruction, underscoring the critical need for effective disaster management. Both verbal and nonverbal communication are vital for enhancing disaster preparedness. Implementing a web-based information system provides an effective means to facilitate coordination among medical and non-medical response volunteers alike. This initiative sought to improve volunteers’ capacity to provide and access information efficiently through better data sharing and documentation. Community service activities for TAGANA Rajawali  group members included targeted training sessions, hands-on practice, and evaluations on the use of web-based applications in disaster response. The program’s impact was measured through pre- and post-training assessments, revealing a 20% increase in volunteer performance. Additionally, the training significantly enhanced the confidence of administrators tasked with data entry. A Focus Group Discussion achieved consensus on standard operating procedures (SOPs) for managing data flow and upload criteria, and established an editorial team to oversee data quality. This capacity-building support has ultimately empowered Disaster Response Volunteers by enabling integrated coordination and promoting more effective disaster response operations Keywords: disaster volunteers; assistance; digitalization; disaster management; web-based applications.
Evaluating The Effectiveness of Islamic Family Law Reform and Public Legal Awareness in Preventing Underage Marriage in Tegal: A Study after the Enactment of Law No. 16 of 2019 Ali, Nur; Meidina, Ahmad Rezy; Imam Sibawaih
KALOSARA: Family Law Review Vol. 6 No. 1 (2026): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kalosara.v6i1.14032

Abstract

The study examines the effectiveness of Islamic family law reform and the level of public legal awareness regarding underage marriage following the enactment of Law Number 16 of 2019 in Tegal Regency and Tegal City. While the amendment, which raised the minimum legal age of marriage to nineteen for both men and women, represents a significant normative shift, the persistence of underage marriage indicates a gap between legal reform and its social implementation. This study addresses the gap by analyzing how legal awareness and socio-cultural factors influence the effectiveness of the reform at the community and institutional levels. Employing a socio-legal approach, this research integrates normative legal analysis with empirical fieldwork involving interviews, observations, and document analysis conducted with religious court officials, marriage registrars, community leaders, and affected families across selected districts in Tegal. The findings demonstrate that although the legal framework has strengthened institutional control over marriage registration, its effectiveness remains uneven due to varying levels of legal awareness, entrenched socio-cultural norms, economic pressures, and the strategic use of marriage dispensation mechanisms. The study concludes that legal reform alone is insufficient to reduce underage marriage without complementary efforts to enhance legal literacy and address structural social factors. This research recommends strengthening institutional coordination, improving community-based legal education, and reforming the dispensation mechanism to ensure stricter and more consistent application. By linking legal reform with legal consciousness and social practice, this study contributes to the discourse on the effectiveness of Islamic family law in plural and dynamic societies, while offering policy-relevant insights for improving family law governance in Indonesia.   Keywords: islamic family law reform; legal awareness; socio-legal studies; underage marriage.
Co-Authors Abd Kholid Achmad Otong Busthomi Adhiyah, Maulida Afif Wahyudi Hidayat Agus Riyanto AGUS YUDHA PRAWIRA ADISTANA, GDE Ahmad Fatah Yasin Ahmad Zainullah, Ahmad Al Ghafir, Abu Aman Siddiq Al Mustaqim, Dede Alfiandi, Patrice Angga Teguh Prasetyo anshori, chasan Arung Dating Sandabunga' Aslam Mei Nur Widigdo Astry Wahyuni Mangoli Avisena, Ahmad Benny Afwadzi, Benny Cittra Juniarni Dahlan, Rahman Dewi Kusumaningrum, Lintang Dewi, Putri Restina Dimas, Eduardus Djamaluddin, Rudy Dyah Rhetno Wardhani Edy Setyawan Emmelia Kristina Hutagaol Faisol, Achmad Fanani, Bakhruddin Farhiyah, Faroh Dina Fatimatuz Zahro Fatkhanah, Fatkhanah Fazara, Andree Gaus, Abdul Gusniar, Iwan Nugraha H. E.Meiyanto, H. Hamzah Fansuri Hayati, Novia Elok Rahma Hermanto Hermanto Hermanto Imam Sibawaih Imanuel, Andi Indah Aminatuz Zuhriyah Ismawati Tandirerung Jannah, Alvina Rohmatul Jonni Siahaan Jumeitri Ramba Kamila, Nayyifa Farah Kawakip, A. Nurul Kurnia Tahki Lestari, Ceni Amalia Ayu Lolok, Naisel M. Djunaidi Ghony M. Wafiyul Ahdi M. Wihardi Tjarong, M. Wihardi Malihatunnisa, Ade Maskanah, Ulfa Maya Fernandya Siahaan Meidina, Ahmad Rezy Miftahul Huda Miftahusyai'an, Mohammad Mufidah Ch Muhaemin Muhaemin Muhaimin Muhaimin Muhammad Isran Ramli Muhammad, Syafik Mukhlis, Sinthya Ziyadaturrahma Munawir Muhtar, Munawir Muralia Hustim Muzaki, Muhammad Zain Nur , Muhammad Amin Nur, Putri Özalp, Hasan Pasapan, Richard Marcelenus Qohar, Abd. Qomarullah, Rif'iy R Hadapiningradja Kusumodestoni Rachman, Rais Riki Adi Jansen Risman, Porseda Roesminigsih, Erny Rofikatul Karimah Rohmah, Anifatul Nur Rohmat Mulyana Sapdi Sabaruddin Sabaruddin Safitri, Ayu Utami SAPUTRA, EDDY Saputri, Apik Anitasari Intan Sa’idah, Anisa Wahdatus Sri Winarni Stanis Alfrian Samban Sukamto, Ika Sumiyarsi Supriatno, Djoko Sutaman, Sutaman Sutiah Sutiah Suwarno, Niko Tjaronge M. W., Tjaronge M. Umur, Muhammad Ma'aliyal Vauzi, Nur Kholis Victor Imaduddin Ahmad, Victor Imaduddin Wangge, Michael Tani Wardoyo, Hendro Wibowo, Gentur Wahyu Nyipto Y. Haryanto P., Y. Haryanto YATIM RIYANTO