p-Index From 2021 - 2026
13.218
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Inspirasi Pendidikan Vidya Karya Jurnal Manajemen & Supervisi Pendidikan Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Alignment: Journal of Administration and Educational Management Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Jurnal Kesehatan Indonesia GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Media Manajemen Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Eduscience (JES) JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan PROGRES PENDIDIKAN Journal On Teacher Education (Jote) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Sekretari & Administrasi (Serasi) Didaktika: Jurnal Kependidikan Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) BIOCHEPHY: Journal of Science Education Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini Journal of General Education and Humanities Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah International Journal of Learning Reformation in Elementary Education Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan Terapan Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Konseling Pendidikan Islam Walada: Journal of Primary Education Journal Educational Research and Development Gawi: Journal of Action Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Model Pembelajaran PEMBERANI Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Komunikasi di Sekolah Dasar Agnesia Fitriani; Ahmad Suriansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.823

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila disebabkan oleh siswa yang masih pasif, kurang termotivasi, kesulitan mengemukakan pendapat, serta penerapan model pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan hasil belajar siswa melalui Model PEMBERANI. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat pertemuan pada 19 siswa kelas III SDN 3 Loktabat Utara semester II tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif dan cross tabulasi. Aktivitas guru meningkat dari 75% menjadi 98%, aktivitas siswa dari 42% menjadi 95%, keterampilan berpikir kritis dari 47% menjadi 95%, keterampilan kolaborasi dari 53% menjadi 95%, dan keterampilan komunikasi dari 58% menjadi 95%. Peningkatan tersebut berdampak pada hasil belajar siswa, yaitu aspek kognitif dari 47% menjadi 100%, afektif dari 58% menjadi 100%, dan psikomotorik dari 53% menjadi 100%. Peningkatan aktivitas dan keterampilan abad ke-21 tersebut berdampak pada tercapainya ketuntasan hasil belajar siswa. Model PEMBERANI dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kerja Sama, dan Pemecahan Masalah Siswa Kelas V Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Model PANDU di SDN Gambut 1 Raudhatul Madina; Ahmad Suriansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.878

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa pada muatan Matematika materi sudut di kelas V SDN Gambut 1. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PANDU yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Jigsaw, dan Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas V SDN Gambut 1 Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian keterampilan, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan peningkatan proses dan hasil pembelajaran serta hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 63% menjadi 96%, aktivitas siswa dari 31% menjadi 96%, keterampilan berpikir kritis dari 31% menjadi 92%, kerja sama dari 38% menjadi 92%, dan pemecahan masalah dari 35% menjadi 88%. Hasil belajar formatif meningkat dari 65% menjadi 100%, sedangkan hasil belajar sumatif meningkat dari 42% menjadi 100%. Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang searah antara peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dengan peningkatan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model PANDU (Problem Based Learning, Jigsaw, dan Numbered Head Together) efektif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa kelas V SDN Gambut 1 pada muatan Matematika materi sudut. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa model PANDU dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran pada pendidikan dasar untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA SUMBER DAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH SMKN 1 BUNTOK Dwi Septian; Khairunnisa Khairunnisa; Khairatunnisa Khairatunnisa; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengelola sumber daya guru guna meningkatkan mutu pendidikan di SMKN 1 Buntok. Kepala sekolah memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya manusia, terutama guru, sebagai faktor utama dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam mengelola sumber daya guru meliputi perencanaan SDM, pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan dan bimbingan, serta motivasi dan evaluasi kinerja guru secara berkala. Dampak dari strategi tersebut tercermin dalam peningkatan kualitas pengajaran, atmosfer kerja yang kondusif, serta prestasi siswa yang semakin baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan guru yang efektif melalui strategi yang terencana dan berkesinambungan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Saran yang diberikan adalah perlunya dukungan yang lebih kuat dari pihak eksternal, seperti pemerintah daerah, untuk menyediakan fasilitas dan program pelatihan yang memadai bagi guru.
Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka: Perspektif Manajemen Pendidikan di Sekolah Menengah Muhammad Arsyad; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Guidance and counseling services in schools have a strategic role in supporting the implementation of the Independent Curriculum which emphasizes flexible, student-centered learning, and focuses on character development and mental health of students. However, in practice, the implementation of these services still faces various challenges that hinder the optimization of the role of guidance and counseling teachers in educational units. This study aims to explore the role of guidance and counseling in fostering students’ character, mental well-being, and potential within the framework of the Independent Curriculum. Using a qualitative descriptive approach and literature review method, the study draws on secondary sources such as policy documents, academic journals, and reports from professional organizations. The findings show that implementation remains constrained by issues including an imbalanced counselor-to-student ratio, stigma against counseling, inadequate training, limited facilities, and low technological integration. Furthermore, the role of guidance counselors is not yet fully embedded in project-based learning and the development of the Pancasila Student Profile. The study concludes that adopting an open systems approach in school management, advancing supportive policy reforms, and improving counselor professionalism are essential steps. These efforts will enable guidance and counseling services to become a foundational element in delivering holistic, empowering, and student-centered education. Keywords: Guidance and Counseling; Independent Curriculum; Student Mental Health; Educational Management Abstrak: Layanan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kesehatan mental peserta didik. Namun, dalam praktiknya, implementasi layanan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat optimalisasi peran guru bimbingan dan konseling di satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran layanan bimbingan dan konseling dalam membina karakter, kesehatan mental, dan pengembangan potensi peserta didik di bawah kebijakan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur yang memanfaatkan sumber-sumber sekunder seperti dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan laporan organisasi profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan bimbingan dan konseling masih menghadapi hambatan signifikan, antara lain rasio guru dan siswa yang tidak ideal, stigma terhadap konseling, minimnya pelatihan, keterbatasan fasilitas, serta rendahnya pemanfaatan teknologi. Peran guru bimbingan dan konseling juga belum terintegrasi secara menyeluruh dalam pelaksanaan kurikulum berbasis proyek dan penguatan profil pelajar Pancasila. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pendekatan sistem terbuka dalam organisasi sekolah, reformasi kebijakan yang mendukung, dan peningkatan profesionalisme guru bimbingan dan konseling agar layanan ini mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan pendidikan yang memerdekakan dan menyejahterakan siswa secara menyeluruh. Kata kunci: Bimbingan dan Konseling; Kurikulum Merdeka; Kesehatan Mental Siswa; Manajemen Pendidikan
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Sumber Daya untuk Meningkatkan Kinerja Sekolah Tataq Harjuna Piranggada; Muhammad Triyoso; Khairul Efendi; Aslamiah Aslamiah; Ahmad Suriansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Leadership and resource management are two fundamental components that determine the effectiveness and sustainability of school performance, particularly in responding to the increasing complexity of educational quality demands in the modern era. The quality of school leadership and the ability to manage educational resources play a strategic role in fostering adaptive, innovative, and competitive educational institutions. This study aims to analyze the relationship between school leadership practices and educational resource management in improving institutional quality. This study employs a literature review approach by examining relevant national and international scholarly sources published between 2020 and 2025. The analysis process involves identifying, selecting, evaluating, and synthesizing previous research findings related to educational leadership and school resource management, including human, financial, and physical resources. The findings indicate that effective school leadership, particularly transformational and instructional leadership styles, plays a significant role in optimizing resource utilization, enhancing teacher motivation and performance, and creating a conducive and sustainable learning environment. In addition, the implementation of integrated resource management through strategic planning, systematic organization, and participatory decision-making contributes significantly to improving organizational efficiency and school innovation. This study highlights that the synergy between leadership competence and effective resource management is a key factor in strengthening school performance and improving educational outcomes. It also offers a conceptual contribution by reinforcing an integrative framework linking leadership and resource management within the context of school performance improvement. Therefore, it is recommended that policymakers and educational administrators develop capacity-building programs focusing on strengthening strategic leadership and sustainable resource management practices. Keywords: Educational Effectiveness; Resource Management; School Leadership; School Performance Abstrak: Kepemimpinan dan manajemen sumber daya merupakan dua komponen fundamental yang menentukan efektivitas dan keberlanjutan kinerja sekolah, terutama dalam menghadapi dinamika dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan yang semakin kompleks di era modern. Kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan kemampuan dalam mengelola sumber daya pendidikan menjadi faktor strategis dalam menciptakan institusi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik kepemimpinan sekolah dan manajemen sumber daya pendidikan dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka (literature review) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional yang relevan dari tahun 2020–2025. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis terhadap temuan-temuan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidikan dan pengelolaan sumber daya sekolah, mencakup sumber daya manusia, finansial, serta sarana dan prasarana. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan sekolah yang efektif, khususnya yang berorientasi pada gaya transformasional dan instruksional, memiliki peran signifikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, meningkatkan motivasi dan kinerja guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan manajemen sumber daya yang terintegrasi melalui perencanaan strategis, pengorganisasian yang sistematis, serta pengambilan keputusan yang partisipatif terbukti berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi organisasi dan inovasi sekolah. Studi ini menegaskan bahwa sinergi antara kompetensi kepemimpinan dan efektivitas pengelolaan sumber daya merupakan faktor kunci dalam memperkuat kinerja sekolah dan meningkatkan kualitas luaran pendidikan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi konseptual berupa penguatan kerangka integratif antara kepemimpinan dan manajemen sumber daya dalam konteks pendidikan. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada pembuat kebijakan dan pengelola pendidikan untuk mengembangkan program peningkatan kapasitas yang berfokus pada penguatan kepemimpinan strategis dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan Kata kunci: Efektivitas Pendidikan; Kepemimpinan Sekolah; Kinerja Sekolah; Manajemen Sumber Daya
Optimalisasi Sumber Daya Manusia dalam Sistem Pendidikan Nasional Nur Kholis; Muhsinin Muhsinin; Mi'at Mi'at; Aslamiah Aslamiah; Ahmad Suriansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines human resource management (HRM) in the education system as a strategic factor that determines the quality, effectiveness, and sustainability of educational institutions. This study is motivated by the persistence of administrative-oriented HRM practices that have not fully addressed the demands of institutional transformation in the digital era. This condition indicates a gap between the need for competency-based human resource development in the 21st century and the conventional management practices still widely implemented across educational institutions. The objective of this study is to analyze the concepts, strategies, and models of effective educational HRM through a synthesis of previous research findings. This study employs a qualitative approach using a literature review method, focusing on scholarly publications from 2020 to 2025 selected through purposive sampling based on relevance and source credibility. Data analysis is conducted thematically through stages of reduction, classification, interpretation, and synthesis to generate a systematic and comprehensive conceptual understanding. The findings reveal that the optimization of educational HRM is influenced by three main dimensions: system digitalization, participative leadership, and a value-based collaborative organizational culture. The integration of these dimensions contributes to the development of an adaptive, innovative, and responsive HRM system in addressing global educational challenges. Furthermore, the results emphasize that HRM effectiveness is not solely determined by technical and administrative aspects, but also by the synergy between technological utilization, organizational values, and transformational leadership. The contribution of this study lies in the development of an integrative conceptual model that combines institutional, leadership, and digital transformation perspectives within a unified analytical framework. This model provides both theoretical and practical implications as a foundation for policy formulation and the development of adaptive, sustainable, and quality-oriented HRM practices in the education sector. Keywords: digitalization; education system; human resource management; leadership; organizational culture. Abstrak: Penelitian ini membahas manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam sistem pendidikan sebagai faktor strategis yang berperan dalam menentukan mutu, efektivitas, dan keberlanjutan lembaga pendidikan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya praktik pengelolaan SDM yang berorientasi administratif, sehingga belum sepenuhnya mampu menjawab tuntutan transformasi kelembagaan di era digital. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pengembangan SDM berbasis kompetensi abad ke-21 dengan praktik manajemen yang masih konvensional di berbagai satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, strategi, serta model manajemen SDM pendidikan yang efektif melalui sintesis berbagai hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur terhadap publikasi ilmiah periode 2020–2025 yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi topik dan kredibilitas sumber. Proses analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis untuk memperoleh pemahaman konseptual yang sistematis dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen SDM pendidikan dipengaruhi oleh tiga dimensi utama, yaitu digitalisasi sistem manajemen, kepemimpinan partisipatif, dan budaya organisasi kolaboratif berbasis nilai. Integrasi ketiga dimensi tersebut mampu menciptakan sistem pengelolaan SDM yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan lingkungan pendidikan global. Selain itu, temuan ini menegaskan bahwa efektivitas manajemen SDM tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan administratif, tetapi juga oleh sinergi antara pemanfaatan teknologi, penguatan nilai organisasi, serta kualitas kepemimpinan yang transformasional. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual integratif yang menggabungkan perspektif kelembagaan, kepemimpinan, dan transformasi digital dalam satu kerangka analisis yang utuh. Model ini memberikan implikasi teoretis dan praktis sebagai dasar dalam perumusan kebijakan serta pengembangan praktik manajemen SDM pendidikan yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta daya saing pendidikan nasional. Kata kunci: budaya organisasi; digitalisasi; kepemimpinan; manajemen sumber daya manusia; sistem pendidikan
THE EFFECT OF SCHOOL PRINCIPALS’ SITUATIONAL LEADERSHIP, PROFESSIONAL COMPETENCE, AND WORK COMMUNICATION ON THE WORK MOTIVATION OF TEACHERS AT PUBLIC HIGH SCHOOLS IN BALANGAN REGENCY Raihani Raihani; Aslamiah Aslamiah; Ahmad Suriansyah
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v7i3.1910

Abstract

This study aims to analyze the influence of school principals’ situational leadership, teachers’ professional competence, and workplace communication on the job motivation of public high school teachers in Balangan Regency, both directly and indirectly through workplace communication as a mediating variable. The study employed a quantitative approach with an explanatory research design. The study population consisted of all public high school teachers in Balangan Regency who held certified educator status, totaling 108 individuals, who were also used as the study sample. Data collection was conducted using a questionnaire that had passed validity and reliability tests. Data analysis was performed using descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and path analysis with the assistance of SPSS software. The results of the study indicate that the principal’s situational leadership has a positive and significant effect on teachers’ work motivation (β = 0.155; p < 0.05), teachers’ professional competence has a positive and significant effect on teachers’ work motivation (β = 0.378; p < 0.001), and work communication has a positive and significant effect on teachers’ work motivation (β = 0.142; p < 0.05). Furthermore, the principal’s situational leadership has a significant effect on work communication (β = 0.505; p < 0.05), and teachers’ professional competence also has a significant effect on work communication (β = 0.623; p < 0.05). The path analysis results indicate that workplace communication mediates the effects of the principal’s situational leadership and teachers’ professional competence on teachers’ work motivation. These findings confirm that improving the quality of adaptive leadership, strengthening professional competence, and developing effective workplace communication are complementary strategies for enhancing teachers’ work motivation and supporting improvements in the quality of education at public high schools in Balangan Regency.
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Muatan Ips Menggunakan Model Pintar Pada Siswa Kelas IV Noor Liana; Ahmad Suriansyah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i3.319

Abstract

This class action research was conducted due to the low activity and learning outcomes of grade IV students at SDN Telawang 3 Banjarmasin. This problem is caused because learning is still one-way, learning resources are still few about problem solving, lack of questions and answers in learning, so that Can lead to lower learning outcomes. For this reason, the authors use a combination of Problem Based Learning (PBL), Number Head Together (NHT) and Scramble models to solve this problem. The research was conducted using quantitative and qualitative methods, with a class action research type, with a 4-session design. The research tools used were observation of teacher activities, observation of student activities, and written tests at the end of each session to find out student learning outcomes. The results showed that student activity increased in each session. In Session 1 and Session 4 assessments, student learning outcomes improved progressively in each session.
Implementing the Merdeka Curriculum in Remote Primary Schools: School Leadership and Adaptive Strategies in Indonesia's 3T Regions Sahbana Ridha; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana
International Journal of Learning Reformation in Elementary Education Vol. 5 No. 02 (2026): Article in Press - International Journal of Learning Reformation in Elementary
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.ijlree.002112

Abstract

This study examines school management challenges in implementing Indonesia's Merdeka Curriculum across three primary schools in remote, frontier, and disadvantaged (3T) regions of South Kalimantan Province. Although the curriculum is designed to promote flexibility and contextual learning, its implementation in marginalized settings encounters constraints related to human resources, infrastructure, supervision, leadership capacity, and the need for local policy adaptation. Using a qualitative multiple case study design, data were collected through in-depth interviews with principals and teachers, participant observation, and document analysis at three schools representing distinct geographic conditions: a mountainous site, a swampland site, and a riverine site. Data were analyzed thematically using an interactive model, with cross-case comparison employed to identify convergent and divergent patterns. Findings indicate that principals adopt adaptive and collaborative leadership strategies including contextualizing curriculum to local livelihoods, mobilizing community resources, and providing internal coachingto sustain implementation despite resource limitations. However, the schools differ in the degree of external support and supervision they receive, revealing that implementation outcomes are shaped less by curriculum design alone than by the responsiveness of multi-level support systems. The study contributes empirically by documenting authentic implementation experiences in under-researched 3T contexts and offers practical implications for strengthening teacher capacity, infrastructure equity, and context-responsive leadership development. Rather than indicating local failure, the documented challenges underscore the need for sustained, coordinated investment in marginalized education.
INTEGRASI TEORI BELAJAR HUMANISTIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI LABSCHOOL PAUD FKIP ULM Huriah Huriah; Ahmad Suriansyah; Rizky Amelia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13041

Abstract

Strengthening character education is important to instill from an early age. This has become a crucial urgency amidst the changing times, globalization, and the decline in recognition of local cultural values ​​among the younger generation. Therefore, children require learning that focuses not only on academics, but also on personality, morals, and social-emotional development. One such theory, humanistic learning theory, is relevant because it emphasizes the development of self-potential, respect for individuals, and child-centered learning. On the other hand, local wisdom contains noble values ​​such as mutual cooperation, courtesy, responsibility, and concern for the environment, which are important to instill from an early age. The purpose of this study is to examine how humanistic learning theory is integrated with local wisdom in Early Childhood Education (PAUD) learning to shape students' character. This study uses a qualitative approach with field research. The research subjects were 18 students at Labschool PAUD FKIP ULM. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation through data validity testing using source and technique triangulation. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The study results indicate that this integration can be implemented through play-based learning activities, positive behavioral habits, teacher role models, regional folklore, and arts and culture as part of South Kalimantan's local identity. This implementation can foster self-confidence, empathy, discipline, responsibility, cooperation, and a love of regional culture. Thus, the integration of humanistic learning theory and local wisdom is an important and relevant strategy for holistically shaping students' character from an early age. ABSTRAK Penguatan pendidikan karakter penting untuk ditanamkan sejak anak usia dini. Hal tersebut menjadi urgensi penting di tengah perkembangan zaman, arus globalisasi, dan terjadinya penurunan pengenalan nilai budaya lokal pada generasi muda. Oleh karena itu, anak memerlukan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, namun juga pengembangan kepribadian, moral, dan sosial emosional. Salah satunya, teori belajar humanistik relevan digunakan karena menekankan pengembangan potensi diri, penghargaan terhadap individu, serta pembelajaran yang berpusat pada anak. Di sisi lain, kearifan lokal mengandung nilai luhur seperti gotong royong, sopan santun, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan yang penting ditanamkan sejak dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana teori belajar humanistik diintegrasikan dengan kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD untuk membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subyek penelitian yaitu peserta didik di Labschool PAUD FKIP ULM dengan jumlah 18 orang anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi melalui uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan bermain sambil belajar, pembiasaan perilaku positif, keteladanan guru, cerita rakyat daerah, seni budaya sebagai identitas lokal Kalimantan Selatan. Implementasi tersebut mampu menumbuhkan rasa percaya diri, empati, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya daerah. Dengan demikian, integrasi teori belajar humanistik dan kearifan lokal menjadi strategi penting dan relevan dalam membentuk karakter siswa secara holistik sejak usia dini.    
Co-Authors Abdi Oriza Adelia Sofirin Agnesia Fitriani Agung Cahyo ramadhan Agus Rifani Syaifuddin Ahmad Alim Bachri Ahmad Khaliq Syamsalwa Ahmad Syahminan Aidatin Nufus Akhmad Fadhilah Akhmad Riandy Agusta Alfina Dwi Saputri Ali Mustadi Aliza Rifka Zuhairiah Ambo Sakka Amellia Saputeri Amisha Ramadhayanti Angela Anisa Rizki Maulida Arini Rusda Arta Mulya Budi Harsono Aslamiah Aslamiah Aslamiah Aslamiah Aslamiah Asniwati Asniwati Aulia Rahmah Aulia Widi Astuti Ayu Anindia Ayu Mutia Sari Bagus Aulia Iskandar Budi Santoso Celia Cinantya Cindy Syahita Azzahra Difa sri utami Dwi Septian Edi Fakhrin Eka Mutmainnah Elma Mufida Fathul Jannah Fatimah Azzahra Fetty Dachliani Sukma Halimatussa&#039;diyah Halimatussa&#039;diyah Hamidah Hasna Kamaliya Hasnah Hasnah Hendry Hermawan Huriah Huriah Husnul Khotimah Hutri Hidayah Ilham Cahyo Indah Kurniasih Indah Puspita Sari Intan Diya Pitaloka Intan Qurrota Aini Iseu Widiartina Ismawiyah Ismawiyah Ismi Khairun Nisa Ita Rahmiyani Jauhar Latipah Jubaidah Julaiha Julaiha Karunia lestari Khairati Olfah Khairatunnisa Khairatunnisa Khairul Efendi Khairunnisa Khairunnisa Khalida Nabila Agustin Khoirunisa Eka Ramadhani Kristesia Elda Kristian Hengki Ladya Mariama Puspita Latifa Putri Ridhaningtyas Lestari, Nana Citrawati Lilis Apriyanti Lynis Mindarwati M. Hasbi Fadillah Maimunah Maimunah Maimunah Marina Dwi Mayangsari Maulana Rizqi Megawati Megawati Metroyadi Metroyadi Mi&#039;at Mi&#039;at Miftahur Rizki Mina Zuyyina Ramadhani Mubarok Muhamad Hasby Munawar Muhammad Arsyad Muhammad Diki Saputra Muhammad Hafiz Anshari Muhammad Ihsan Haris Muhammad Ikhsan Fahruraji Muhammad Qolbi Muhammad Rijali Hadi Muhammad Rustam Effendi Muhammad Triyoso Muhsinin Muhsinin Mujiyat Mujiyat Munawarah Mutia Nadya Febrina Naila Aniyah Najma Soraya Nayla Salsabila Nazella Putri Fadila Ngadimun Ngadimun Ni Kadek Sabna Monika Ni Wayan Kurnia Widya Wati Ni'matul Aufa Nida Adzkia Nisa Ananda Nisrina Qurratu’ Ain Nofirman, Nofirman Noor Hafizah Noor Liana Noorhapizah Nopri Setiawan Nor Alifa Khalida Nor Anisa Noraisyah Noraziza norazmi sari Norliani Nova Soraya Novitawati Novitawati Nunik Surani Nur Adzkia Kamilah Nur Aisya Nur Anisa Khadijah Nur Kholis Nur Rahmadaniyah Nur Ramadhanianti Nurdohiyah Nurdohiyah Nurhalisa Khatami Nurlaila Dwe Khairiyati Nursyipa Nurul Erisa Octavia Ramadhani Patmawati Patmawati Puji Nurwidayati Widayati Puspa Herliana Putri Ade Utari Putri Andini Qurota Ayun Rahmadina Dina Rahmaniah Rahmaniah Raihani Raihani Ratna Purwanti Raudhatul Madina Retty Marinda ridha addiina soraya Ridhatul Jannah Riki Anggara Putra Risda Risma Widia Safitri Rizky Amelia Rose Widodari Rukhmana, Trisna Rustam Effendi Sahbana Ridha Saliyah Salsabela Ashlin Sari Mubarokati Sari Wahdati Septina Wijayanti Shafa' Muthi'ah Shaffira Rahmiati4 Shinta Dwi Nanda Shofiatun Najiah Sinta Puspa Ningrum Siska Lefheya Siti Fatimah Siti Hajar Nurhasanah Siti Noor Halisa Siti Raisyah Siti Zainab Muthia Ulfah Suhaimi Suhaimi Sulaiman Sulaiman Sulistiyana Sulistri Mawaddah Sunarno Basuki Surya Ramadhani Syalsyabila Alisyia Vchananda syifaaulia Tanti Apriani Tataq Harjuna Piranggada Tiara Titania Qhaifa Maidah Tri Ananda Setiyani Tri Maulida Sari Tria Nur Qana’ah Ulfia Nurul Annisa Valery Yulie Wahdah Refia Rafianti Wahyu Wahyu Widy Noviani Winda Wiwik Indrasari Yeprina Prihatini Asie Yogi Prihandoko Zain Ahmad Fauzi Zamzani Zamzani Zerdy Firnanda Ramadhan