p-Index From 2021 - 2026
12.476
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Spirakel VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Abdimas Jurnal Kesehatan Gigi Jurnal Pendidikan Usia Dini HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Sehat Mandiri PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat HSG (Health Science Growth) Journal Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Puruhita Quality : Jurnal Kesehatan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Health and Nutrition Research Journal of Community Empowerment Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Asian Journal of Healthcare Analytics Jurnal Riptek Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Journal of Nonformal Education PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Abdimas Jurnal Bina Desa Unnes Journal of Public Health Jurnal Info Kesehatan Journal of Foundational Learning and Child Development Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Creativity Student Public Health Perspective Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Elektrik Mat Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) sebagai Upaya Pengendalian Vektor Nyamuk Nuryanti, Susi; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.39519

Abstract

ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes betina. Salah satu cara pengendalian DBD adalah dengan memutus rantai penularan menggunakan insektisida alami yaitu anti nyamuk elektrik mat ekstrak daun tembakau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi anti nyamuk alami elektrik mat ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum L). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental). Sampel pada penelitian ini adalah 30 orang yang bertempat tinggal di Desa Mento, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar observasi, kuesioner, thermometer/hygrometer, alat pemanas mat elektrik vaporizer. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pre-test dan post-test jumlah nyamuk hidup di dalam kamar pada pagi dan sore hari dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Penerimaan responden dalam kesukaan aroma 93,3%, kepraktisan penggunaan 96,7%, kerepotan dalam pembuatan 30%, kesukaan bahan 100%, dan ketersediaan bahan 96,7%. Simpulan dari penelitian ini adalah anti nyamuk elektrik mat ekstrak daun tembakau efektif dalam mngendalikan vektor nyamuk di dalam ruangan. Saran yang diajukan adalah agar masyarakat bisa menerapkan elektrik mat ekstrak daun tembakau sebagai insektisida alami untuk mengendalikan vektor nyamuk. ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is transmitted through female Aedes mosquito bites. One way to control DHF is to break the chain of transmission using natural insecticides, namely electrical mat anti-mosquito from tobaco leaf extracts. The purpose of this study was to determine the potential of mosquito vector control using electrical mat anti-mosquito from tobaco (Nicotiana tabacum L.) leaf extracts. This type of research is quasi experimental research. The sample in this research were 30 people who lived in Mento Village, Candiroto Sub-district, Temanggung Regency. This research was conducted in May 2020. This research uses observation sheet instruments, questionnaires, thermometer / hygrometer, electric mat vaporizer. Statistical analysis using Wilcoxon test. The results of this study indicate a difference in the pre-test and post-test of the number of mosquitoes living in the room in the morning and evening with a value of p = 0.001 (p <0.05). Respondents in the aroma preference 93.3%, practicality of use 96.7%, inconvenience in making 30%, 100% material preference, and 96.7% availability of ingredients. The conclusion of this study is that the electrical mat anti-mosquito from tobaco (Nicotiana tabacum L.) leaf extracts is effective in controlling mosquito vectors in the room. Suggestion is that people can apply electrical mat anti-mosquito from tobaco (Nicotiana tabacum L.) leaf extracts as a natural insecticide to control mosquito vectors.
Improving Teenage Awareness of Healthy Behavior by Mapping Adolescent Programming and Measurement (MAPM) Framework Siyam, Nur; Cahyati, Widya Hary; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Fauzi, Lukman
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v16i2.25419

Abstract

The improvement of healthy behavior awareness of teenagers is still a serious concern. There are three major problems in teenage: sexuality, drugs, and addictive substance and sexually transmitted diseases, especially HIV and AIDS. Among steps that can be taken to build teenage awareness to have healthy behavior is by applying Mapping Adolescent Programming and Measurement (MAPM) Framework. The objective of the research is to build an MAPM Framework model and obtaining a description of its effectiveness as an effort to improve teenage awareness of healthy behavior. The research conducted at Walisongo Kedungwuni Islamic Junior High School. Samples are students that have problem as mapped and measured from MAPM.  A non-randomized one group pre-test- post-test design was implemented in this study. The results indicate that attitude towards counseling, cigarette, juvenile delinquency, smoking attitude, attitude towards drugs, and premarital sex after the application of the MAPM positively changed (p-value <0,05). The attitude and behavior of students were improved. Teenage awareness of healthy behavior significantly increases (p value= 0,000) after the application of the MAPM framework. Further discussion will be discussed in the article below.
Antibacterial potential of red dragon fruit peel yogurt (hylocereus spp.) against bacillus subtilis bacteria in hypercholesterolemic wistar rats Putriningtyas, Natalia Desy; Mardiana, Mardiana; Cahyati, Widya Hary
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 9, No 2 (2021): Juni
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.9.2.159-165

Abstract

Background: Fruit peel is a part of red dragon fruit that weighed 30-35% of the fruit weight and has not been used optimally. Red dragon fruit peel contains fiber, vitamin, flavonoid, tannin, alkaloids and has the potential as an antibacterial. Red dragon fruit peel can be processed into yogurt.Objectives: This research examined the antibacterial potential of red dragon fruit peel yogurt against Bacillus subtilis in hypercholesterolemic Wistar rats.Materials and Methods: Materials tested in this study were negative control, positive control, and caecum of hypercholesterolemic Wistar. This study used chloramphenicol as the positive control (K+) and DMSO 10% as the negative control (K-). The K1; K2; K3 were orally administered with 1.8 mL; 2.7 mL; 3.6 mL of red dragon fruit peel yogurt, respectively. Red dragon fruit peel yogurt was administered daily for 28 days. Caecum was collected and tested for antibacterial activity using disk diffusion (Kirby Bauer). The Bacillus subtilis was obtained from the Microbiology Laboratory of Center for Food and Nutrition Studies Universitas Gadjah Mada.Results: The average inhibition zone in K-; K+; K1; K2; K3 were 0.00±0.00 mm; 11.5±1.41 mm; 11.5±0.96 mm; 10.13±0.66 mm; 10.38±1.12 mm, respectively. The experimental animal groups, which received 2.7 mL and 1.8 mL of red dragon fruit peel yogurts, showed a significant difference compared to the positive control group (p= 0.026 and p=0.021, respectively). When the dose was increased to 3.6 mL, it showed no statistical difference in results (p=1.000).Conclusions: Red dragon fruit peel yogurt has an antibacterial potential against Bacillus subtilis.
Potensi Ekstrak Daun Kamboja (Plumeria acuminata) sebagai Insektisida terhadap Nyamuk Aedes aegypti Utami, Ika; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aedes aegypti merupakan vektor utama pembawa virus dengue bersama Ae. Albopictus. Penggunaan insektisida kimiawi yang populer digunakan di masyarakat untuk upaya pengendalian vektor dapat menyebabkan resistensi pada nyamuk vektor. Salah satu pengendalian yang efektif adalah menggunakan insektisida nabati alternatif yang berasal dari tumbuhan, yaitu daun kamboja(Plumeria acuminate) dengan metode elektrik cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas obat nyamuk elektrik cair berinsektisida daun kamboja untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancangan post test only with control group design dengan enam variasi konsentrasi ekstrak sebesar 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, 25 % dan 30 % dengan empat kali pengulangan. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata jumlah kematian nyamuk Aedes aegypti pada berbagai konsentrasi ekstrak daun kamboja, ditunjukkan dengan nilai signifikansi atau probabilitas adalah 0,007< 0,05. Analisis probit didapatkan LC50 pada konsentrasi 9,041 %dan LC90 pada 26,774 %. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun kamboja (Plumeria acuminata) dapat menyebabkan kematian nyamuk Aedes aegypti dengan LC50= 9,041 % dan LC90= 26,774 %. Saran peneliti adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai isolasi alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid secara tersendiri dari daun kamboja untuk mengetahui kandungan zat aktif secara pasti. Kata kunci: Aedes aegypti, ekstrak daun kamboja, elektrik cair Aedes aegypti with Ae. Albopictus is the main vector of dengue virus carriers. Using chemical insecticide that popular in society as vector control can impact resistance mosquito. One of the effective control is using insecticide from plants, e.g cambodia leaf (Plumeria acuminate) with electric liquid vaporizer method. The purpose of this research is to determine the effectiveness electric liquid insecticide of cambodia leaves as the Aedes aegypti mosquito killer. Method of research is true experimental by post test only with control group design, six variations of the extract concentration 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, 25 %, and 30 % with four times repetitions. The results of Kruskal Wallis test show that there are differences average of mortality Aedes aegypti various concentrations of cambodia extract, which significance or probability value is 0,007 < 0,05. From probit analysis test, LC50 is found in level 9,041 % and LC90 in level 26,774 %. Conclusion of this study is extract of Cambodia (Plumeria acuminata) causes the death of Aedes aegypti with LC50 in level 9,041 % and LC90 in level 26,774 %. The researcher suggests to further researcher to concerning alkaloid, saponin, tanin, and flavonoid that separate from cambodia leaf extract as Aedes aegypti kill agent. Keywords: Aedes, cambodia leaves, electric liquid vaporizer
Perkembangan Aedes aegypti pada Berbagai Kondisi Ph Air dan Salinitas Air Anggraini, Tri Septa; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama virus dengue. Pertumbuhan dan perkembangan nyamuk Aedes aegypti didukung oleh beberapa karakteristik lingkungan seperti kondisi lingkungan fisik, kimia, dan biologi. Perlu dilakukan studi untuk mempelajari sifat adaptasi nyamuk Aedes aegypti pada berbagai kondisi lingkungan untuk menekan laju pertumbuhan nyamuk. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancangan posttest only control group design. Sampel penelitian adalah betina gravid I dan larva Instar II. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil pengamatan oviposisi nyamuk dengan persentase tertinggi yaitu pH 9 (22,75%) dan terendah yaitu pH 4 (5,93%). Persentase perkembangan larva tertinggi pada pH 9 (83,33%) dan terendah pada pH 4 (40,83%). Oviposisi tertinggi untuk salinitas air yaitu 5 gr/l (23,52%) dan terendah 18 gr/l (6,68%). Perkembangan larva terjadi pada 4 gr/l (74,16%), 5 gr/l (73,33%), dan 6 gr/l (49,16%). Simpulan, Aedes aegypti dapat melakukan oviposisi pada pH air 3 – 10 dan salinitas air 0 gr/l – 22 gr/l dalam penelitian. Perkembangan larva hanya terjadi pada pH air 4 – 10 dan salinitas air 0 gr/l – 6 gr/ Kata kunci: Aedes aegypti, pH, salinitas, pengembangan Aedes aegypti mosquito is the main vector of dengue virus. The growth and development of Aedes aegypti mosquitoes is supported by several environmental characteristics such as physical, chemical, and biological environment conditions. It was necessary to study the adaptation of mosquitoes in various environmental conditions to suppress the growth rate of mosquitoes. This type of research was purely experimental, with a posttest only control group design. The sample of this study were female gravid I and larvae Instar II. Data analysis used univariate analysis. Result of female gravid I mosquitoes oviposition observation were the highest percentage was pH 9 (22,75%) and lowest was pH 4 (5,93%). The highest percentage of larval development occurred at pH 9 (83,33%) and the lowest larval development percentage was at pH 4 (40,83%). Female mosquito ovipositor with highest percentage was at concentration 5 gr/l (23,52%) and lowest was at concentration 18 gr/l (6,68%). The development of larvae in salinity water could occur at 4 gr/l (74,16%), 5 gr/l (73,33%), and 6 gr/l (49,16%). The conclusion is Aedes aegypti could do oviposition their eggs in several of pH water between 3 – 10 and salinity water 0 gr/l – 22 gr/l. The development of larvae only happened in pH water 4 – 10 and sainity water 0 gr/l – 6 gr/l. Keywords: Aedes aegypti, pH, salinity, development
Perbandingan Modifikasi Ovitrap Tempurung Kelapa dan Ovitrap Standar dalam Memerangkap Telur Aedes sp. Nadhiroh, Siti Ainun; Cahyati, Widya Hary; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Nyamuk Aedes sp merupakan vector DBD di Indonesia. Incidence Rate (IR) DBD di Indonesia tahun 2015 sebesar 47,9/100.000 penduduk, IR DBD Kota Semarang tahun 2015 sebesar 98,61/100.000 penduduk. Salah satu pengendalian DBD yaitu dengan penggunaan ovitrap. Ovitrap tempurung kelapa dan ovitrap standar terbukti mampu memerangkap telur nyamuk Aedes sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan modifikasi ovitrap tempurung kelapa dan ovitrap standar (gelas plastik) terhadap jumlah telur Aedes sp yang terperangkap. Jenis penelitiannya yaitu quasi eksperimen, dengan rancangan after only with control desing. Sampelnya terdiri dari 90 modifikasi ovitrap tempurung kelapa dan 90 modifikasi ovitrap standar, diletakkan di 45 rumah pada 3 kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah telur nyamuk Aedes sp yang terperangkap sebanyak 7.395 butir. Hasil uji statistik Mann-Whitney diperoleh nilai signifikansi adalah 0,0001 (p<0,05), dengan perbandingan 1:2,3. Simpulan penelitian ini adalah modifikasi ovitrap standar 2,3 kali lebih efektif memerangkap telur nyamuk Aedes sp dibandingkan modifikasi ovitrap tempurung kelapa. Abstract Aedes sp was a dengue vector in Indonesia. Incidence Rate (IR) DHF in Indonesia in 2015 was 47.9/100.000 population, IR DHF Semarang City in 2015 of 98.61/100.000 population. One of controlling dengue with the used of ovitrap. Ovitrap coconut shell and standard ovitrap proved able to trap the eggs of Aedes sp. The purpose of the study was to find out the differences of modification of ovitrap coconut shell and standard ovitrap (plastic cup) to trapped eggs Aedes sp. The type of research was quasi experiment, with after only with control desing. The samples were 90 modifications of coconut shell ovitrap and 90 standard ovitrap modifications, placed in 45 houses in 3 urban villages. The results showed of Aedes sp mosquitoes trapped as many as 7,395 eggs. The result of Mann-Whitney test obtained significance value is 0.0001 (p <0,05), with ratio 1: 2,3. The conclusion was a standard ovitrap modification of 2.3 times more effective in trapping Aedes sp eggs than modified coconut shell ovitrap. Keyword : Aedes sp eggs, Coconut Shell ovitrap, Standard ovitrap
Pengetahuan Risiko Pernikahan Dini pada Remaja Umur 13-19 Tahun Oktavia, Eka Radiyani; Agustin, Fatehah Rahma; Magai, Nandito Mapian; Widyawati, Sigit Ambar; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.23031

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini adalah menikah pada usia kurang dari 20 tahun. Banyaknya kejadian pernikahan pada usia muda yaitu usia dibawah 20 tahun yang merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan sistem reproduksi pada remaja yang sangat memerlukan perhatian dan resiko pernikahan dini. Untuk itu perlu diteliti tingkat pengetahuan remaja di Desa Pudak Payung tentang resiko pernikahan dini terhadap remaja usia 13 – 20 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 November 2017 yang dilakukan di Lingkungan RW 06 kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik sampel dengan jumlah sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuosioner. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa pengetahuan responden ada tiga golongan yaitu golongan baik, cukup, dan kurang. Berdasarkan data yang telah di dapat melalui kuesioner yaitu Pengetahuan responden dari 30 responden yang berpengetahuan baik sebanyak 2 responden ( 8%), responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 23 responden (78%), dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 5 responden (14%). Hal ini peneliti dapat simpulkan bahwa dari hasil perhitungan melalui tabel frekuensi tingkat pengetahuan responden di Desa Pudak Payung mayoritas tergolong berpengetahuan cukup dengan presentase 78%, dipengaruhi oleh rendahnya pendidikan remaja dan pemahaman dari remaja yang minim. Oleh karena itu diharapkan remaja untuk memahami dan mendapatkan informasi tentang pengetahuan resiko pernikahan dini supaya dapat menekan terjadinya pernikahan dini pada remaja di Desa Pudak Payung. Abstract Survey results in September 2017 conducted on 30 young women in Pudak Umbrella Village, found 4 young women (13.3%) who did not understand about the risk of early marriage. This had implications for the high incidence of early marriage age under 20 years, whereas in Semarang City there was already a policy on Child Friendly City. This study aimed to determine the image of early marriage risk knowledge in adolescents aged 13-19 years in Pudak Payung Urban Village. This research used descriptive quantitative research method with cross sectional study. This research activity was conducted on November 22nd, 2017 which was done in Neighborhood RW 06 Pudak Payung Urban Village Semarang. The sample of this study amounted to 30 respondents. The research instrument used questionnaires, documentation and observation. The results showed that respondents who were well knowledge as much as 2 respondents (8%), quite as much as 23 respondents (78%), and less as many as 5 respondents (14%). The conclusion of this research was the level of knowledge of adolescents aged 13-19 years in Pudak Payung Village majority classified as knowledgeable enough with percentage 78%, influenced by low education of adolescents and understanding of teenagers minimal. Keyword : Knowledge, Early Marriage, Youth
Determinan Kejadian Tuberkulosis pada Orang dengan HIV/AIDS Muna, Ni'mal; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.24857

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis and HIV/AIDS infection has a very strong relationship, and with the presence of HIV infection the insidence of TB disease is increasing. The purpose of this study is to determine the incidence of TB in people with HIV/AIDS health services in Semarang. The type of this research is analytic observational with case-control research design to know the determinant of tuberculosis in people with HIV/AIDS. The research use secondary and primary data. The sample is determined by 30 cases and 30 controls. The instrument use a questionnaire. Data analyzed by univariate analysis to describe caharacteristics and bivariate analysis. The results obtained from factors correlation with incidence of tuberculosis in people with HIV/AIDS are smoking history (p-value = 0,002; OR= 19,33; 95% CI: 2.313-161.565), clinical stage HIV (p-value =0,000; OR=0,067; 95% CI: 0,017-0,254), history of contact with TB patients ( p-value = 0,001; OR=8; 95% CI:2,475-25,860 ). Suggestions obtained from this study are to reduce smoking actvities, always monitor the condition of the body and routine follow the treatmen and wear maskd to reduce the risk of contact with TB patients. Kerwords: Opportunistic Infections, HIV/AIDS, Tuberculosis.
Perilaku Merokok pada Remaja Umur 13-14 Tahun Mirnawati, Mirnawati; Nurfitriani, Nurfitriani; Zulfiarini, Febriana Maya; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.26761

Abstract

Abstrak Merokok masih menjadi masalah kesehatan di kalangan remaja. Diperkirakan dari 70 juta anak Indonesia, 37% diantaranya adalah perokok. Remaja adalah tahap dimana masih mencari jati diri, ingin mencoba hal baru, dan mudah terpengaruh terhadap lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candirejo pada Bulan Desember 2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada remaja. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain studi crossectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 30 sampel dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 14 (46%) adalah perokok. Alasan merokok dikarenakan pengaruh teman, serta keinginan ingin mencoba. Umur pertama kali merokok yaitu sebanyak 2 (7%) remaja mulai merokok sejak SD umur 10 tahun, sebanyak 8 (27%) remaja laki-laki mulai merokok sejak SMP umur 13-14 tahun, dan 1 (3%) orang remaja mulai merokok sejak SMA umur 16 tahun. Simpulan penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi remaja merokok diantaranya jenis kelamin, teman sebaya, lingkungan sekitar dan hasrat ingin mencoba. Abstract Smoking is still a health problem among teenagers. It was estimated that from 70 million Indonesian children, 37% of them are smokers. Teenagers were in the stage still looking for identity, want something new, and easy to tell the environment. This research was conducted in Candirejo Village in December 2017. The purpose of this research was to know the behavior of smoking in adolescent. The type of this research was quantitative descriptive with crossectional study design. The sample was 30 samples with simple random sampling technique. The instrument used a questionnaire. The results showed that as many as 14 (46%) are smokers with priority seizures due to friend integration, as well as usability. The first time smokers were as many as 2 (7%) teenagers started smoking since elementary school age 10 years, as many as 8 (27%) of teenagers started smoking since junior age 13-14 years, and 1 (3%) teens start smoking since high school is 16 years old. The conclusions of this study are the factors that affect teenagers, peers, the environment and other desires. Keyword : Behavior, Smoking, Teenagers
Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Temephos Cahyati, Widya Hary; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.28665

Abstract

DBD adalah masalah di Indonesia. Pada tahun 2017 IR DBD sebesar 18,14/100.000 dengan jumlah penderita sebanyak 299 kasus. Kota Semarang adalah daerah endemis DBD. Gunungpati adalah kecamatan yang memiliki insiden DBD tinggi, yang setiap tahun selalu ditemukan penderita DBD. Gunungpati adalah daerah yang sangat potensial untuk DBD, karena memiliki mobilitas penduduk yang tinggi, perilaku PSN yang kurang memadai, dan beberapa petugas kesehatan menjual abate (temephos) tanpa memberi tahu dosis yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap praktik masyarakat dalam penggunaan temephos untuk memberantas larva Aedes aegypti. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di Kelurahan Sekaran, Patemon, Kalisegoro, dan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada tahun 2018. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 sampel, dengan ketentuan masing-masing Kelurahan diwakili oleh 50 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik masyarakat dalam penggunaan temephos (p=0,0001), serta ada hubungan antara sikap dengan praktik masyarakat dalam penggunaan temephos (p=0,0001).
Co-Authors Abdul Hakam Abroery Abroery Agustin, Fatehah Rahma Agustin, Fatehah Rahma Ainun Nisa, Alfiana Akbariandi, Robby Akhsanu Amala Al Isynaini, Izha Fajar Al Kautsar, Nikmatul Ilma Aldias Bahatmaka Alvy Fajri Amala, Akhsanu Ambar Atikah Zain Amir Mahmud Anakita, Cantika Salya Manikawening Andi Irwan Benardi Andreas Wilson Setiawan Anggara, Raka Angger Luhung Nur Fadilah Anggit Kartikasari Anggraini, Tri Septa Anggraini, Tri Septa Anggun Dessita Wandastuti Angraini, Ulfi Ani Nur Fauziah, Ani Nur Anies Setiowati, Anies Anik Setyo Wahyuningsih Anisa Viola Pitaloka Annisa Pramitasari Annisa Putri Fatmasari Apriani, Annisa Sifa Ardika, Noviana Ayu Ari Yuniastuti Arum Lusiana Arum Lusiana Arum Siwiendrayanti Asturiningtyas, Ika Puspita Atika Aulia Aufiena Nur Ayu Merzistya Aviana, Rhanindra Ayu, Dhea Istiva Bambang Budi Raharjo Bambang Budi Raharjo Bambang Budi Raharjo Basiroh, Umi Malikhatul Budi Laksono Budi Mulyaningsih Budi Widyaningsih BUDIONO SKM, M.Kes(Epid), IRWAN Cahya Wulandari Casmuti, Casmuti Chatila Maharani Daryati Daryati Deby Aulia Fandani Devi Ayu Susilowati Dina Nur Anggraini Ningrum Dwiastuti, Sagung Agung Putri Dyah Mahendrasari Sukendra Dyah Rini Indriyanti Efa Nugroho Elvie F Dungga Emaliana Saomi, Eva Eram Tunggul Pawenang Erika Wijayanti Ernawati Ernawati Eunike R Rustiana Eunike R. Rustian Evi Widowati Fahrurozi, M. Fajriyah, Anidaul Farida, Eko Faza Khilwan Amna, Faza Khilwan Febriantika, Febriantika Fennyta Fika Fiyanza Feriyanti Lestari Fitri Indrawati Fitria Ardyanti Ramadhani Fitria Ningsih Galuh Nita Prameswari Galuh Nita Prameswari Golo, Zefan Adiputra Hadi Ashar Hanan, Latifa Haniek Try Umayana, Haniek Try Hanif Pandu Suhito Hari Rudijanto Indro Wardono Hari Rudijanto Indro Wardono Heni Maulidah Hermania, Chindy Hermawati, Bertakalswa Hikmah, Mamluatul Husodo, Martanto Setyo I Made Sudana Ika Utami, Ika Imam Subhi, Imam Ina Kusrini Inayah Anggraini Nanda Pramesti Indah Putrianti Indah Sulistyowati, Indah Intan Zainafree, Intan Irmawati Irmawati Irsam, Muhamad Irwan Budiono Irwan Irwan Isbandi Isbandi Iskandar, Wawan Istiada, Ayu Ita Yulita, Ita Izha Fajar Al Isynaini Jasmine, Agvely Aulia Jayawarsa, A.A. Ketut Jumirah, Yasinta Jusran, Alek Jusuf Kristianto Juwita, Fitra Karnowo - Kartika Nugraheni Khairunnisa, Marizka Kusuma, Refani Alycia Laila Fitriani Latifah Rachmawati Lestari, Yanesti Nur Avianda Lia Diah Kumalasari Liftiah Liftiah Lilis Hartati Linda Riski Sefrina Lukman Fauzi Lukman Fauzi Made Sudana, I Maelani, Tika Magai, Nandito Mapian Magai, Nandito Mapian Mahalul Azam Maharani, Adelia Wahyuningtyas Mahrunnisa, Desy Rizky Mardiana Mardiana Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Mariezko, Arnayla Nezza Marpid, Adrin Daila Martien Herna Susanti Maulidah, Heni Meviana, Dliya Laela Eka Michael Yong Hwa Chia Minhajul Mubarok Mona Subagja Muhamad Anbiya Nur Islam Muhammad Azinar Muhammad, Fathurrahman Mukharomah, Kunthi Isti Muna, Ni'mal Muna, Ni'mal Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nadhiroh, Siti Ainun Nadhiroh, Siti Ainun Najib Najib Nanik Wijayati Natalia Desy Putriningtyas, Natalia Desy Nathaniela, Regina Marsha Niken Lestari, Niken Ningtyas, Dyka Arya Ratna Nisa, Alfiana Ainun Nugroho, Kaori Risma Fauzia Nur Dina Amalina Nur Siyam Nur Wahidah Nurdian Susilowati Nurfajriah, Nurfajriah Nurfitriani Nurfitriani, Nurfitriani Nurhayati, Syarifah Nurrochmah, Siwi Amru Nuryanti, Susi Nuryanto Nuryanto Oktabella, Zulvaida Haditya Oktavia, Eka Radiyani Oktavia, Eka Radiyani Oktaviani Cahyaningsih Oktia Woro Kasmini Handayani Paripurna, Yoga Parno Parno Pramitasari, Annisa Pranindita, Salsabila Kinaya Prasetya, Henky Yoga Priadi Eling Waskito PS, Yunita Dyah Purwoko, Sidiq Puspitasari, Candra R. Susanti R. Susanti Rachmawati, Latifah Raffy Rustiana, Eunike Raffy Rustiana Rahayu, Dinta Alfiyanti Rahmadani, Anisya Rahmat, Sultan Aulia Raina Khairana Denando Raina Khairana Denando Ratna Dewi Kusumaningtyas Ratna Rahayu, RR Sri Ratna Rahayu, Sri Ratna Sri Indrawati Ririn Wulansari Riski Margareta Rizki Amalia Rohmawati, wahidah Apri Rosadah, Shalma Rosha, Putri Tiara Rr. Sri Ratna Rahayu Rudatin Windraswara Russiska, Russiska S Rahmah Umniyati, S Rahmah Saefurrohim, Muhamad Zakki Safitri, Isnaeni Anggi Salsabila, Annisa Putri Salviana, Eka Asvista Sanjani, Jauharotusf Syifa Kusrah Sari, Emi Yela Utami Sari, Merlinda Permata Sari, Merlinda Permata Satriani Satriani Savitri, Annisa Aulia Setya Rahayu Shakin Ervita Oktaviyani Shinta Kaozar Wiratman Sholehawati, Ardhita Sholikun, Sholikun Sidiq Purwoko Sidiq Purwoko Sigit Ambar Widyawati Simanjuntak, Sugianto Parulian sinta septiyawati, Gabrial Siska Yunita Arsula Siti Harnina Bintari Siti Istiana Siti, Putri Rafika Sofwan Indarjo Sri Ratna Rahayu Sri Sulastri Sri Sumartiningsih Suazini, Esa Risi Suharyo - Suharyo Suharyo Suhito, Hanif Pandu Sulastien, Herni Sulastri Sulastri Sulur Joyo Sukendro Susilowati, Ita Sutini Sutini, Sutini Suyitno Suyitno Syahroni, Arfan Tandiyo Rahayu Tatik Atmini tri wahyuni Tur Endah Sukowinarsih Ulfah Husna Labibah Ummul Mahmudah Wahyudi Wahyudi Wandah Wibawanto Wara Dyah Pita Rengga Wardono, Hari Rudijanto Indro Widiastuti, Erli widowati widowati Widya Asmara Widya Dwi Qinahyu Widyaningsih, Budi Wijayanti , Yuni Wikky Fawwaz Al Maki Wiratama, Rifki Woro Kasmini, Oktia yoga agung prabowo Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto, Yuli Kurniawati Sugiyo Yuliaji Siswanto Yuni Wijayanti Zaimatuddunia, Irma Zainafree , Intan Zainuddin Zainuddin Zulfiarini, Febriana Maya Zulfiarini, Febriana Maya