p-Index From 2021 - 2026
8.657
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Jurnal Bahasa dan Sastra Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Jurnal Pendidikan Islam KONTEMPLASI: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) REFLEKSI EDUKATIKA Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Studi Al-Qur'an Jurnal Pendidikan Islam Iqra' NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Al-Qalam SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Mu'allim Ulumuna Waraqat : Jurnal Ilmu_Ilmu Keislaman Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Jurnal Iman dan Spiritualitas Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Arfannur: Journal of Islamic Education Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal El-Thawalib Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir International Journal of Islamic Studies Higher Education International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education (IJMURHICA) Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Civilization Research: Journal of Islamic Studies Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Kontemplasi : Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Jurnal Pendidikan Islam Indonesian Journal of Islamic Religious Education (INJIRE) EDUKASI Al-battar: Jurnal Pamungkas Hukum ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Journal of Islamic Education Research Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal El-Thawalib
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perspektif Mahasiswa Muslim Gen-Z terhadap Isu Marriage Is Scary Riyan Riswandi; Cucu Surahman; Risris Hari Nugraha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.893

Abstract

Dalam konteks sosial yang terus berkembang, pernikahan sering dianggap menakutkan oleh generasi muda, terutama di kalangan mahasiswa yang berada di usia produktif untuk menikah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis persepsi mahasiswa muslim generasi z di kampus perguruan tinggi di kota Bandung terkait isu "marriage is scary". Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis. Indikator yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup persepsi mahasiswa terhadap pernikahan, dinamika peran gender, risiko konflik dan kekerasan dalam rumah tangga, stigma sosial, kesulitan mencari pasangan yang sesuai, dan kebutuhan akan pendidikan pra-nikah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan tema-tema utama dari data wawancara, serta analisis naratif untuk memahami bagaimana pengalaman pribadi mahasiswa terkait dengan pernikahan membentuk persepsi mereka. Temuan dari penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan program pendidikan pra-nikah yang lebih relevan dan aplikatif dalam konteks kehidupan mahasiswa muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor berkontribusi pada ketakutan akan pernikahan, seperti dinamika peran gender, risiko konflik dan kekerasan dalam rumah tangga, serta pengaruh lingkungan sosial. Selain itu, faktor berkontribusi pada ketakutan akan pernikahan adalah adanya stigma sosial dan sulitnya mencari pasangan yang sesuai. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan pra-nikah dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesiapan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pernikahan.
Tarbawi Values in QS. at-Taubah:122 as the Foundation of Islamic Educational Objectives Karimah, Intan Wardatul; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Nabila, Zakia Fitri
Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Rumah Moderasi Beragama of Cyber Islamic University Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sejati.v5i2.138

Abstract

This study analyzes QS. at-Taubah verse 122 through a tafsir tarbawi approach to identify its relevance to the objectives of Islamic education. Unlike previous studies that focused on partial aspects such as the obligation to seek knowledge or teacher professionalism, this research offers a comprehensive framework that interprets the verse as a conceptual foundation of Islamic education. Using a qualitative descriptive method with a library research design, the study examines classical and contemporary tafsir sources (At-Tabari, Al-Qurthubi, Ibn Katsir, Al-Maraghi, Al-Munir, Al-Azhar) and cross referencing them with modern Islamic education literature. Data were thematically analyzed to identifytarbawi values that inform the purpose and direction of Islamic education. The findings identify five main pillars of Islamic educational goals: (1) specialization of knowledge (thaifah), (2) deep understanding of religion (tafaqquh fid-din), (3) social responsibility (tandzir), (4) moral and behavioral transformation (tahdzir), and (5) intergenerational knowledge transmission. These pillars establish an integrated and transformative vision of Islamic education system that harmonizes cognitive, moral, and spiritual dimensions. The findings offer a fresh interpretive contribution to contemporary discussions on Islamic educational objectives and their alignment with concepts such as lifelong learning and character education.
Transformative Tilawah: A Holistic Qur'anic Literacy Framework Artha, Nursani Awal; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Mubarokah, Syifa Fatihatul
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/qist.v4i3.15057

Abstract

Contemporary Islamic education in Indonesia faces a critical challenge: students master Qur'anic recitation technically but struggle to comprehend, internalize, and apply Qur'anic values in daily life, reflecting a problematic textual-contextual dichotomy in pedagogical practice. This study addresses this gap by developing an Integrated Tilawah Framework-a transformative model of Qur'anic literacy-through thematic analysis of tilawah interpretations across five authoritative tafsir works (Al-Tabari, Ibn Kathir, Al-Qurtubi, Al-Mishbah, Al-Azhar) using Braun & Clarke's Methodology. Analysis of two key verses (Q.S. Al Baqarah:121; Al-Muzzammil:4) identified four integrated dimensions: Authentic Transmission Preservation (16.7%), Deep Meaning Comprehension (41.7%), Spiritual Value Internalization (16.7%), and Transformative Practical Application (25.0%). The framework demonstrates substantial synergy with Paulo Freire's critical literacy theory and Ron Miller's holistic education, offering a paradigm shift from technical-passive toward transformative-active Qur'anic engagement. This synthesis of classical Islamic hermeneutics with contemporary critical pedagogy provides educators a comprehensive, culturally-rooted blueprint for curriculum development in Islamic educational contexts. Expert judgment validation is recommended to confirm implementation feasibility. The findings reveal four core themes: authentic transmission preservation, deep meaning comprehension, spiritual value internalization, and transformative practical application. These themes are synthesized into a hierarchical and cyclical framework that reconceptualizes tilawah as transformative Qur'anic literacy rather than mere recitation. Globally, this framework offers a theoretically grounded and pedagogically operational model that contributes to discussions on religious literacy, critical pedagogy, and holistic education. It provides a transferable reference for Qur'anic education across diverse cultural contexts, promoting faith-based learning that is intellectually rigorous, spiritually meaningful, and socially transformative.
Religious transformation and character: a phenomenological study of pesantren ramadan experience in high school Sriwahyuni, Ranti Ayu; Fakhruddin, Agus; Surahman, Cucu
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol. 10 No. 2 (2025): Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v10i2.225-241

Abstract

As modernisation accelerates and religious engagement among adolescents declines, there is an urgent need for Islamic education models that prioritise meaningful character transformation over mere cognitive instruction. This study examines the transformative impact of religiosity and character development on students and teachers participating in the Pesantren Ramadan (SMARTTREN) program at a public high school in Bandung. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that SMARTTREN functions as a comprehensive learning environment that fosters spiritual, social, and moral development. Teachers view the program as a means of role modelling and spiritual renewal. Concurrently, students reported increased discipline in worship, a stronger emotional and spiritual connection to Allah, and noticeable positive changes in their daily interactions. These results suggest that SMARTTREN is an effective contextual model of Islamic education in public schools, providing sustainable pathways to enhance students' religiosity and character formation. The program has significant potential for replication and integration into curricula in similar educational settings.
Menggali Makna Tafakkur Dalam QS. Al-A’raf Ayat 176 Rahmania, Puput; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Batula, Abu Warasy
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v11i2.18561

Abstract

This study aims to analyze the meaning of tafakkur (deep reflection) in Surah Al-A'raf verse 176 and examine its relevance to spiritual, moral, and social education in contemporary Islam. This research employed a qualitative approach with library research methodology, involving the analysis of classical tafsir literature such as Tafsir Ibn Kathir, Tafsir al-Qurtubi, and Tafsir al-Razi, as well as contemporary interpretations by Sayyid Qutb and M. Quraish Shihab. The tahlili (analytical) and descriptive methods were used to interpret the meaning of tafakkur, while content analysis was applied to identify educational values embedded within the verse. The results indicate that tafakkur in QS. Al-A'raf 176 encompasses three interconnected dimensions: (1) spiritual dimension, which cultivates awareness and closeness to Allah; (2) moral dimension, which functions as a mechanism for self-control and ethical guidance; and (3) social dimension, which encourages individuals to apply reflective wisdom in constructive social interactions. These values can be integrated into contemporary Islamic education through pedagogical methods that emphasize reflection, discussion, case studies, and social practice. This study contributes to the development of holistic Islamic education that produces students who are not only intellectually competent but also spiritually mature, morally upright, and socially responsible. The findings underscore the critical importance of tafakkur as a foundation for character development in facing the challenges of modern education.
Motivasi dan Aksi Pembelajaran dalam QS. Al-Baqarah 31-33 Fauziah, Syifa Samrotul; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Aprillianti, Della Putri
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v11i2.18591

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep manusia sebagai pembelajar Allah dalam QS. al-Baqarah (31-33) dan implikasinya terhadap motivasi serta aksi pembelajaran dalam pendidikan Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik (tafsīr maudhu'ī), penelitian ini mengkaji delapan kitab tafsir klasik dan kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa pengajaran al-asmā' kepada Nabi Adam melambangkan anugerah kapasitas intelektual dan spiritual, menjadikan Allah sebagai al-Mu'allim al-Awwal (Pendidik Pertama) dan manusia sebagai pembelajar dengan fitrah mencari ilmu. Penelitian ini mengintegrasikan nilai tarbawi Qur'ani dengan teori psikologi pendidikan modern: self-determination theory, self-regulated learning, habit loop, dan growth mindset. Motivasi intrinsik dalam Islam sejalan dengan kebutuhan psikologis dasar (otonomi, kompetensi, keterkaitan) yang diwujudkan melalui ijtihad, pengembangan fitrah, dan ukhuwah. Proses pembelajaran Qur'ani menekankan siklus tafakkur-niyyah-mujahadah-muhasabah yang resonan dengan fase self-regulated learning. Pembiasaan amal saleh melalui habit loop menjadi kunci transformasi ilmu menjadi karakter (malakah). Implikasi praktis mencakup desain kurikulum integratif, metode pengajaran reflektif, evaluasi berbasis karakter, dan orientasi pendidikan holistik yang menghasilkan individu beriman, berilmu, dan beramal.
The Qur’anic Concept of Teachers and Its Educational Principles in Contemporary Educational Contexts Batula, Abu Warasy; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Rahmania, Puput; Karimah, Intan Wardatul
Journal of Islamic Education Research Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Islamic Education Research
Publisher : Faculty of Education and Teaching Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jier.v6i4.531

Abstract

This study aims to systematically reconstruct the Qur’anic concept of teachers and to identify its foundational educational principles, while critically examining their relevance within contemporary educational contexts marked by digital transformation, moral fragmentation, and technocratic tendencies. Employing a qualitative library-based research design, this study utilizes the thematic Qur’anic interpretation (tafsir maudhu‘i) method integrated with a tarbawi interpretative perspective. Primary data were derived from selected Qur’anic verses addressing teacher identity, ethical responsibility, and pedagogical interaction, while secondary data included classical and contemporary tafsir as well as recent scholarly works in Islamic education and modern pedagogy. The findings reveal that the Qur’an conceptualizes teachers as bearers of wisdom (ḥikmah), compassionate guides, and moral-spiritual exemplars whose personal integrity constitutes an integral dimension of pedagogy. Core principles identified include tawḥīd as the ontological foundation of education, the integration of knowledge and ethical discernment, compassion-based leadership, deliberative and participatory learning (shūrā), character formation (tarbiyah akhlāqiyah), and reliance upon God (tawakkul). The novelty of this study lies in its integrative methodological framework that directly reconstructs teacher identity from Qur’anic discourse and systematically contextualizes it within contemporary global educational challenges. This study contributes both theoretically, by advancing a Qur’an-based educational paradigm, and practically, by offering a holistic, ethically grounded framework for strengthening teacher professionalism, character education, and spiritually oriented pedagogy in modern educational institutions.
Prinsip Keseimbangan dalam Al-Qur’an dan Relevansinya dalam Pembelajaran (Studi atas Konsep Tawazuniyyah dalam QS. Ar-Rahman Ayat 4-13) Ritonga, Mhd. Aksaril Huda Ritonga; Mhd. Aksaril Huda Ritonga; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Restu Rizki Amanda; Helmy Abdullah Helmy
Mu'allim Vol 8 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/z2e9sr81

Abstract

Penelitian ini membahas prinsip tawâzuniyyah (keseimbangan) dalam Al-Qur’an dan relevansinya dalam pembelajaran dengan fokus kajian pada QS. Ar-Rahman ayat 4–13 melalui pendekatan tafsir tarbawy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna keseimbangan yang terkandung dalam ayat tersebut serta bagaimana prinsip tersebut dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang integratif dan holistik. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan sumber data primer QS. Ar-Rahman ayat 4–13 dan data sekunder berupa tafsir-tafsir Al-Qur’an serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan induktif untuk menemukan pola-pola konseptual terkait penerapan prinsip tawâzuniyyah dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ar-Rahman ayat 4–13 menegaskan pentingnya keseimbangan antara aspek spiritual dan material, dunia dan akhirat, teori dan praktik, serta manusia dengan lingkungannya. Prinsip ini memberikan paradigma baru dalam pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga spiritual, moral, dan ekologis. Dengan demikian, tawâzuniyyah dapat dijadikan dasar untuk merancang model pembelajaran yang lebih seimbang, adil, dan sesuai dengan tujuan penciptaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi
Analisis Kesiapan Guru PAI Terhadap Adopsi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Al-Quran: Tinjauan Technology Readiness Index Zulfikar, Muhammad; Supriadi, Udin; Surahman, Cucu
Mu'allim Vol 8 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/2fnyvf73

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in Islamic Religious Education (PAI) offers efficiency but sparks theological debates on scholarly authority. This study analyzes the readiness of PAI teachers for AI adoption in Al-Qur'an learning using the Technology Readiness Index (TRI). Employing a phenomenological qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with five teachers across generations (Gen-X and Gen-Z). Reflexive thematic analysis mapped the dimensions of Optimism, Innovativeness, Discomfort, and Insecurity. The findings reveal a "Technically Ready, Spiritually Cautious" profile. All participants acknowledged AI’s administrative utility. A generational gap exists: Gen-Z is driven by innovation and high self-efficacy, while Gen-X relies on social proof. Crucially, high universal Insecurity regarding content validity and the loss of scholarly sanad (chain of transmission) was found. Teachers position AI strictly as an instrumental tool, rejecting it as a substitute for talaqqi (face-to-face learning). The study concludes that the primary barrier is theological protection, not technical incompetence. It suggests an adoption strategy focused on ethical literacy and positioning AI as a supervised assistant to maintain Islamic education's integrity. This study recommends that the Ministry of Religious Affairs and Islamic educational institutions develop AI adoption ethical guidelines that integrate artificial intelligence as an instructional assistant without undermining the supremacy of sanad and the teacher's authority in maintaining the authenticity of religious teachings.
Instruksi membaca Al-Qur'an untuk anak usia dini: Penerapan metode At-Tibyan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an Anak Azizah, Milki Salwa Nor; Surahman, Cucu; Subakti, Ganjar Eka
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22948

Abstract

Qur’an Reading Instruction for Early Childhood: Implementation of the At-Tibyan Method in Improving Children’s Qur’an Reading SkillReading the Qur’an is a fundamental skill for every Muslim; however, in reality, many Muslims even adults still struggle to read the Qur’an correctly and fluently. This issue highlights the importance of introducing Qur’an literacy from an early age, as early childhood represents a crucial period when children easily absorb language and religious knowledge. This study aims to describe the implementation of the At-Tibyan method in Qur’an reading instruction for early childhood students at TAUD SAQU (Tahfidz Al-Qur’an Anak Usia Dini Sahabat Qur’ani) Antapani, Bandung. The research employed a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students. The findings reveal that the implementation of the At-Tibyan method consists of three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage includes defining learning objectives and preparing materials using the At-Tibyan textbook; the implementation stage involves tahajji practice, articulation drills, and direct correction (mubasyarah); while evaluation is conducted through individual reading assessments. Supporting factors include teacher competence and parental involvement, while challenges arise from children’s limited focus and difficulty pronouncing certain Arabic letters. Overall, the At-Tibyan method has proven effective in improving early childhood learners’ Qur’anic reading skills. Abstrak Membaca Al-Qur’an merupakan keterampilan dasar bagi setiap Muslim; namun pada kenyataannya, banyak umat Muslim, bahkan orang dewasa, masih kesulitan membaca Al-Qur’an dengan benar dan lancar. Hal ini menunjukkan pentingnya memperkenalkan literasi Al-Qur’an sejak usia dini, terutama karena masa kanak-kanak merupakan periode penting di mana anak-anak mudah menyerap bahasa dan pengetahuan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode At-Tibyan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi anak usia dini di TAUD SAQU (Tahfidz Al-Qur’an Anak Usia Dini Sahabat Qur’ani) Antapani, Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode At-Tibyan terdiri dari tiga tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup penetapan tujuan pembelajaran dan penyusunan materi menggunakan buku ajar At-Tibyan; tahap pelaksanaan meliputi latihan mengeja (tahajji), latihan artikulasi, serta koreksi langsung (mubasyarah); sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui penilaian membaca secara individu. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan metode ini antara lain kompetensi guru dan keterlibatan orang tua, sedangkan tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan fokus anak serta kesulitan dalam melafalkan beberapa huruf Arab tertentu. Secara keseluruhan, metode At-Tibyan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak usia dini.
Co-Authors Aam Abdussalam Aam Abdussalam Aam Abdussalam, Aam Aceng Kosasih, Aceng Achmad Faqihuddin Ade Taufik Solihin Adnin, Gina Fauzia Afifah Rufianti Sri Agus Fakhruddin Alawiyah, Risa Alhafidza, Naylazyani Siti Amanda, Restu Rizki Aprilia, Nindy Putri Aprillianti, Della Putri Artha, Nursani Awal Aufa Assa Syahada Aulia, Muhammad Hizba Azizah, Milki Salwa Nor Batula, Abu Warasy Buchori Buchori, Buchori Choirin, Besta Alby Damayanti, Desy Dimyathi, Mohammad Syairozi Djuwairiyah Djuwairiyah Elan Sumarna Elitaliya, Muthia Fitri Fadhila, Almira Rahma Fadlan, Aufa Faiz Aswa Nazhan Faruqi Ali, Muhamad Mauris Fatihunnada, Fatihunnada Fauziah, Syifa Samrotul Fauziah, Wafiq Nur Fazar, Fahmi Ganjar Eka Subakti Hakam, Ahmad Hanifah, Alya Nurul Hasibuan, Ulfah Salwa Helmy Abdullah Helmy Helmy, Helmy Abdullah Hendra Sudrajat Hermawan , Najwa Nabila Hilman Taufiq Abdillah, Hilman Taufiq Hizba Aulia, Muhammad Husniah, Lu'Lu' Ilyasa, Faisal Fauzan Imani, Insani Nurul Indi , Susan Irfan Rizkiana Raja Nugraha Irfandi Islam, Rindu Fajar Karimah, Intan Wardatul Khairunnisa Khairunnisa M. Nur, Tya Shofarina Mardan Umar Mhd. Aksaril Huda Ritonga Mohd Shafiee bin Hamzah Mokh. Iman Firmansyah Mopoliu, Abdul Ziqron Mubarok, Muhammad Ramdan Mubarokah, Syifa Fatihatul Muflih, Abdillah Muhamad Parhan Muhamad Ridwan Sudaryat Muhammad Hizba Aulia Muhammad Hizba Aulia Muhammad Zulfikar Munawar Rahmat Muzakki , Rifqi Fathan Saepudin Nabhila, Dhiana Ratu Nabila, Zakia Fitri Nasrudin, Ega Naufal, Muhammad Naufal Salamuddiin Nazhan, Faiz Aswa Naziha, Rahma Hasna Novia, Shinta Nunuy Nurjanah Nurfadilah, Utami Nurmani, Balqis Nuroniyah, Thoyibatun Nurti Budiyanti O’gli, Sodiqov Ulug’bek G’ulomjon Paradisa, Walada Permana, Rizal Rafilah, Nabila Hasna Ragamustari, Safendrri Komara Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya Rahayu, Risma Putri Rahmania, Puput Raja Nugraha, Irfan Rizkiana Ratna Wulandari Ratna Wulandari Restu Rizki Amanda Rifqi Fathan Saepudin Muzakki Risris Hari Nugraha Ritonga, Mhd. Aksaril Huda Ritonga Riyan Riswandi Rokhim, Muhammad Maulana Rokhim, Muhammad Maulana Rosyada, Noer Amrina Saepudin Muzakki, Rifqi Fathan Salwa Rihadatul Aisy Shinta Novia Silmi Septiani Siti Maesaroh Sri, Afifah Rufianti Sriwahyuni, Ranti Ayu Sunarya, Bayu Sya'ban, Bildan Muhammad Syahidin Syahidin, Syahidin Tanjung, Fadhilah Sukmawati Teni Asmarani Tsaqib, Fathanah Hamidah Udin Supriadi Ulfa, Hilma Fauzia Ulfa, Hilma Fauzia Umar, Muhammad Faiz Ardafi Utami Qonita Rahmi Utami, Putri Intan Wahidi, Rosid Wawan Hermawan Widia Lestari Yulistriany, Tyka Yuniartin, Titin Yusranti, Muthia