Claim Missing Document
Check
Articles

Growth Performance of Kappaphycus alvarezii and Kappaphycus striatus cultivated in Ekas Bay, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province Cokrowati, Nunik; Nuryatin, Nuryatin; Jayusri, Jayusri; Jum'at, Muhammad; Muahidah, Nuri
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 13 No. 3 (2024): JAFH Vol. 13 No. 3 September 2024
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v13i3.57374

Abstract

alvarezii is a superior product of Indonesian fisheries, producing carrageenan which is used as a food, cosmetic, and medicinal ingredient. K. striatus is a carrageenan-producing red alga that began to be cultivated in the Ekas waters of East Lombok in 2023. K. striatus is more resistant to epiphytes and sudden climate change. The purpose of this study was to analyze the growth of Kappaphycus alvarezii and Kappaphycus striatus. The research was conducted in Ekas Bay, Jerowaru District, East Lombok Regency. The research was conducted from November 8, 2023, to January 8, 2024. This research used an experimental method with T-test analysis. Treatments in this research are the cultivation of K. alvarezii and K. striatus. Cultivation was carried out at Ekas Bay. Analysis of seaweed carrageenan was carried out in the Laboratory of Fish Production and Reproduction, Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, Mataram University. The result of this research is K. striatus has a higher absolute weight of 154 g compared to K. alvarezii seaweed which is 72 g. The specific growth rate K. striatus higher at 2,98 % / day compared to K. alvarezii is 1, 98 % / day. The yield of carrageenan of K. alvarezii is 1,95% and K. striatus 0,88%. Antioxidant of K. alvarezii is 5,46 % and K. striatus is 7,42%. Chlorophyll K. alvarezii is 5,77 mg/l and K. striatus is 3,51 mg/l. The conclusion of this study is the growth of K. striatus is faster than K. alvarezii.
PENINGKATAN KESADARAN MENGKONSUMSI IKAN DI DESA BATU NAMPAR, KECAMATAN JEROWARU, LOMBOK TIMUR Setyowati, Dewi Nur'aeni; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Cokrowati, Nunik; Diniarti, Nanda; Setyowati, Dewi Nur’aeni; Waspodo, Saptono
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i2.186

Abstract

Kegiatan Pengabdian di Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, terlaksana atas kerjsama pengurus Desa Batu Nampar dengan staf pengajar Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Mataram. Penyuluhan dilaksanakan di balai Desa Batu nampar. Pelatihan dihadiri oleh warga masyarakat Batu Nampar baik laki-laki maupun perempuan.Tema kegiatan Pengabdian yang diambil adalah penyuluhan kepada masyarakat tentang Peningkatan Kesadaran Mengkonsumsi Ikan. Tema ini dianggap penting karena wilayah Batu Nampar merupakan salah satu desa Nelayan dengan hasil tangkapan ikan yang cukup besar di NTB, sehingga dirasa perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan karena memiliki nilai gizi yang sangat baik bagi kesehatan. Penyuluhan berlangsung selama satu hari, dengan dihadiri sekitar 27 orang. Penyuluhan berlangsung dinamis, dimana terjadi diskusi yang memecahkan berbagai permasalahan yang ada
PENYULUHAN BUDIDAYA IKAN MOLLY PADA REMAJA SAAT PANDEMI SEBAGAI ALTERNATIF PENGISI WAKTU YANG PRODUKTIF Diniarti, Nanda; Junaidi, Muhammad; Cokrowati, Nunik; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v2i1.640

Abstract

Saat pelaksanaan PPKM level 3 dan 4 membatasi kegiatan di luar rumah. Banyak sektor tutup sementara terutama sektor informal bahkan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Akhirnya banyak remaja berdiam diri di rumah dan memanfaatkan waktu dengan bermain sosial media dan game online. Akibat terlalu sering bermain social media dan game online banyak dampak negative yang timbul seperti pelecehan, pornografi bahkan kegiatan kriminal. Untuk itu diperlukan kegiatan yang bisa membawa manfaat yang lebih besar contohnya berbudidaya ikan hias. Ikan hias yang sedang banyak peminatnya salah satunya ikan Molly. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan wawasan tentang budidaya ikan hias molly. Manfaat yang diharapkan agar para remaja dapat mengisi waktu dengan membudidayakan ikan molly Lokasi penyuluhan berada di Desa Gontoran Lombok Barat dengan sasaran remaja masjid. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan cara pendidikan orang dewasa. Hasil dari kegiatan penyuluhan Para remaja antusias untuk membudidayakan ikan molly karena di dukung banyaknya sumber pakan dan air yang melimpah. Bentuk ikan molly yang menarik juga menjadi daya tarik remaja untuk membudidayakan ikan molly. Banyaknya pertanyaan yang diberikan merupakan indikator keingin tahuan para remaja. Kesimpulan dari kegiatan adalah adanya peningkatan pengetahuan para remaja dalam hal budidaya ikan molly.
PENINGKATAN KETERAMPILAN IBU DAN REMAJA PUTRI DALAM OLAHAN HASIL PERIKANAN UNTUK MEMAJUKAN PARIWISATA BERBASIS BUDIDAYA LAUT DI DESA EKAS BUANA Diniarti, Nanda; Yuniarti Lumbessy, Salnida; Nur’aeni setyowati, Dewi; Cokrowati, Nunik; Mukhlis, Alis
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i2.2773

Abstract

Pelatihan ibu-ibu dan remaja putri mengenai pengolahan hasil perikanan merupakan suatu yang penting untuk menyokong ke majuan bidang pariwiisata yang ada di Desa Ekas Buana. Kegiatan ini terjadi pada masa covid 19 sehingga metode penyampaian materi dan pelatihan dia tur sesuai dengan protokol kesehatan. Peserta yang disasar adalah ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri. Resep yang diberikan dibuat dalam bentuk buku saku resep yang berisi beberapa cara pengolahan ikan dan rumput laut menjadi beberapa penganan dan hanya 1 olahan yang didemonstrasikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ibu-ibu dan remaja putri yang mengikuti telah paham beberapa olahan dan memiliki beberapa ide modifikasi dari resep olahan yang telah diberikan. Untuk selanjutnya diharapkan ada pelatihan pengemasan untuk hasil olahan perikanan
TEPUNG CANGKANG KEPITING SEBAGAI PENGUAT RASA ALAMI DALAM PEMBUATAN KERUPUK Lestari, Dewi Putri; Cokrowati, Nunik; Mukhlis, Alis
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i3.5321

Abstract

Cangkang kepiting merupakan produk sisa dari pemanfaatan kepiting yang di konsumsi oleh masyarakat. Selama ini produk akhir dari cangkang kepiting adalah limbah yang tidak dimanfaatkan dan langsung dibuang setelah konsumsi kepiting. Hal ini juga terjadi di masyarakat Dusun Kuranji, Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan kepada peserta pelatihan yaitu ibu-ibu warga sekitar dengan melakukan kegiatan pembuatan kerupuk dengan memanfaatkan tepung cangkang kepiting sebagai bahan tambahan untuk menambah cita rasa dalam produk olahan kerupuknya. Diharapkan dengan adanya keterampilan pembuatan kerupuk ini peserta ibu-ibu warga dusun kuranji dapat menambah pendapatan keluarga dan dapat membuat produk olahan sehat untuk keluarga.
GROWTH OF Caulerpa sp. IN THE CULTIVATION OF BASIC PATCH SYSTEM IN ROMPO VILLAGE, LANGGUDU DISTRICT Apriliyanti, Fisma Josara; Cokrowati, Nunik; Diniarti, Nanda
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v1i1.136

Abstract

Caulerpa sp. is a type of sea grape from the green algae group that can be used as food. In Indonesia there are still very few people who can cultivate it and its current availability comes from harvesting it in nature. The aim of this research was to analyze the effect of different seed weights on the growth and antioxidant content of Caulerpa sp. cultivated using the basic stake method. The research was carried out in Rompo Village, Langgudu District, Bima Regency. Cultivation of Caulerpa sp. carried out for 30 days. The research used the Completely Randomized Design (CRD) method which consisted of 5 treatments, namely; A : 100 grams (20 g / 5 points), B : 125 grams (25 g / 5 points), C : 150 grams (30 g / 5 points), D : 175 grams (35 g / 5 points), and E : 200 grams (40 g / 5 points). The research results explained that the highest absolute growth was in treatment E (69.8 grams). The highest specific growth was in treatment A (1.395% / day). Number of dots of Caulerpa sp. The most were found in treatment E (414 dots). Antioxidant value of Caulerpa sp. The highest was in treatment A (87.15%). The conclusion of this research is that different seed weights have an influence on absolute, relative growth, number of dots and antioxidant content. A seedling weight of 200 grams (Treatment E) gave the best absolute growth and increase in the number of dots, namely 69.8 grams and 414 dots. A seed weight of 100 grams (A) provides the best specific growth and amount of antioxidants, namely 1.395% / day and 87.15%.
GROWTH OF Caulerpa sp. CULTIVATED WITH THE LONGLINE METHOD IN ROMPO VILLAGE, LANGGUDU DISTRICT, BIMA REGENCY Rahmawanti, Sinta; Cokrowati, Nunik; Junaidi, Muhammad
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v1i1.137

Abstract

Macroalgae that exist in Indonesia and have the potential to be cultivated apart from the Glacilaria sp. and Eucheuma sp. is a type of seaweed Caulerpa sp. The aim of this research was to determine the effect of different planting distances and depths on the growth and antioxidants of Caulerpa sp. which is cultivated using the longline method. The research was carried out in the waters of Rompo Village, Langgudu District, Bima Regency, West Nusa Tenggara. The research method was a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor is the planting distance consisting of 3 treatments. The second factor is depth consisting of 2 treatments. The combination of distance and depth in this study is; A: plant distance 20 cm - 50 cm depth, B: plant distance 30 cm - 50 cm depth, C: plant distance 40 cm - 50 cm depth, D: plant distance 20 cm - 100 cm depth, E: plant distance 30 cm - depth 100 cm and F: planting distance 40 cm - depth 100 cm. The results showed that different planting distances had a significant influence at the 5% level on the growth of Caulerpa sp. and there is no interaction between the JT factor (Planting Distance) and the KD Factor (Depth) on the absolute growth rate of Caulerpa sp. Absolute growth rate of Caulerpa sp. The best treatment was obtained from a planting distance of 30 cm with a depth of 50 cm, namely 111 ± 27 grams with a specific growth rate of 2,477 ± 412b %/day. The highest antioxidant content was obtained at a planting distance of 40 cm with a depth of 50 cm, amounting to 45.57%. The conclusion of this research is that the interaction between the planting distance factor and the depth factor has no effect on the absolute growth and specific growth of Caulerpa sp. Different depths have a significant influence on the antioxidant content of Caulerpa sp.
EFFECT OF DIFFERENT CONTAINER COLOURS ON THE PRODUCTION PERFORMANCE OF KOI FISH (Cyprinus carpio) Jalila, Riza Sofia; Scabra, Andre Rachmat; Cokrowati, Nunik
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v1i2.490

Abstract

Nilai jual ikan koi dapat dilihat dari kualitas warna dan bentuk tubuh nya. Menurut Putriana et al., (2015), keriteria pemilihan ikan koi yang baik adalah memiliki bentuk tubuh yang ideal, warna yang cemerlang, dan kontras tanpa ada gradasi warna atau bayangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh warna wadah terhadap peningkatan kualitas warna ikan koi (Cyprinus carpio), pertumbuhan ikan koi (Cyprinus carpio) dan kelangsungan hidup ikan koi (Cyprinus carpio). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang meliputi 5 perlakuan warna wadah yang berbeda, yaitu Kontrol (transparan), merah, kuning, putih dan hitam. Data yang diperoleh ditabulasi pada Microsoft Excel, kemudian di analisis secara statistik menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diterapkan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, namun tidak berbeda nyata pada tingkat kelangsungan hidup ikan koi, dan peningkatan kualitas warna. Nilai pertumbuhan tertinggi terdapat pada perlakuan hitam (H) yaitu pada pertumbuhan berat mutlak (PBM) 12,9±0,6b g.
The Effect of Tobacco Extract (Nicotiana tobacum) As A Anesthetic Material Against Hematological Conditions Gold Fish (Cyprinus corpio) With Method Dry Transport Adamiah, Rabiatun Abi; Cokrowati, Nunik; Mukhlis, Alis
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v3i1.1428

Abstract

The need for carp (Cyprinus carpio) from year to year continues to increase with the increase in population. Consumer demand for fish consumption has experienced a shift, from fresh (frozen) fish to live fish. The obstacles often faced by cultivators are death before the fish arrive at their destination, the cause of fish death is due to stress and physical damage due to mishandling. To avoid the high mortality rate of carp during the transportation process, fish entrepreneurs have begun to develop a dry transportation system, namely a system of transporting live fish using non-water transportation media. In the transportation of live fish without water media, the fish are made in a state of calm or stunning. Anesthesia can be done by giving an anesthetic in which the fish becomes unconscious during the transportation process. The advantage of stunning this fish is that it makes it easier to carry out the transportation process without water media, makes the fish not move much during the transportation process and minimizes the risk of fish being injured so as to allow a longer transportation time. One of the natural ingredients that can be used for anesthesia is tobacco (Nicotiana tabacum). The purpose of this study was to determine the effect of anesthetic tobacco extract (N. tobacum) on the hematological condition of carp (C. carpio) by dry transportation method. The treatments tested were soaking tobacco extract as fish anesthetic before transportation with different concentrations, namely, in treatment 1 (P1) without soaking tobacco extract, treatment 2 (P2) soaking tobacco extract 1 ml, treatment 3 (P3) soaking tobacco extract 2 ml, treatment (P4), soaking extract 3 ml. The results of this study that the use of tobacco leaf extract as an anesthetic in the dry transportation system causes hematological levels to increase and decrease but are still in normal levels, the best dose of tobacco extract is 1ml/L with a stunning speed of 917 minutes, recovery time is 239 minutes and has an SR value of 76%.
EFFECT OF DIFFERENT TEMPERATURE ON GROWTH RATE AND SURVIVAL BETTA FISH FRY (Betta splendens) Permata Sari, Agun; Cokrowati, Nunik; Marzuki, Muhammad
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v2i2.1732

Abstract

Betta splendens is an ornamental fish with a beauty appeal to the shape of the tail fin and color. The purpose of this study was to determine the effect of different temperatures and optimal temperatures on the growth rate and survival of betta fish fry (Betta splendens). The research method was experimental using a completely randomized design (CRD). With 4 treatments, namely P1 (control), P2 (25°C), P3 (27°C), P4 (29°C). The result of the highest specific weight growth rate was in treatment P4 (4.08 g), the lowest treatment was in treatment P2 (3.85 g). The highest specific length growth rate was in treatment P4 (1.78 cm), the lowest treatment was at P2 (1.52 cm). The highest feed conversion ratio (FCR) was in treatment P2 (5.82%), the lowest FCR value was in treatment P4 (6.23%). The survival rate of the highest Betta splendes fry was on average 100% in the P1, P3, and P4 treatments. The survival value of betta fish fry was lowest in treatment P2 (82%). The results of water quality parameters for P1 treatment temperature ranged from 27-28.2°C, pH ranged from 6.3-7.85, dissolved oxygen ranged from 6-8.8. The results of the analysis of variance test (Anova) on the growth of the specific weight of betta fry produced F-count -30.85 > F-table 5% (4.07). Specific length growth resulted in an F-count value of 2.75 < F-table 5% (4.07). Feed conversion ratio (FCR) F-count 1.24 < F-table 5% (4.07). The survival of betta fish fry resulted in F-count 12.60 > F-table 5% (4.07). The conclusion of the study is that temperature has a significant effect on the growth rate and survival of Betta splendens fry. The optimal temperature for growth rate was obtained in treatment P4 (29°C) of 4.08 g, optimal survival rate was obtained in treatments P1 (control), P3 (27°C), and P4 (29°C).
Co-Authors A Rahman Abd Saddam Mujib Abidin, Z Adamiah, Rabiatun Abi Agun Permata Sari agung Suryanto Ahmad Ahmad Aimin, Almu Aini, Kuratul Alis Mukhlis Aluh Nikmatullah ALUH NIKMATULLAH Aluh Nikmatullah Alvia, Sakila Amrina Rossada, Rizky Andre Rachmat Scabra Andriani, Sumiyati Anggraini, Irika Devi Antika, Rendi Aprilia, Nulia Angga Apriliyanti, Fisma Apriliyanti, Fisma Josara Ardyen Saputra, Ardyen Arziahningsih Arziahningsih Asri, Yuliana Astuti, Nur Anggraeni Asya, Beuty Auliah, Jami'atul Ayu Adhita Damayanti Ayu Diamahesa, Wastu Ayuningsih Ria Sapitri Bagus Dwi Hari Setyono Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana, Baiq Hilda Baiq Nadia Dwi Yulihastiana Baiq Sri Ismariani Baiq Suherna Suriani Bambang Ali Akbar Chandrika Eka Larasati, Chandrika Eka Dewi N. Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Diamahesa, Wastu Ayu Diana Arfiati Dina, Karina Farkha Diniariwisan, Damai Dwi Agustina Dwiyanti, Septiana Edi Sulman Endah Wahyuningsih Erwansyah, Erwansyah Fachrurizal Amri Maulana Fatimah, Syifa Fisma Josara Apriliyanti Fitriani Fitriani Fitriani, Syawalina Hajar, St. Hanan, Nasril Hardawiansyah, Hardawiansyah Hendriawan, Rizki Hery Widijanto Husna, Mardiatul Ihsan Fadilulhak Ilyas, Anita Prihatin Iman, Atifatul Irfani, Febriana Islam, Prasetyo Fajar Izzati, Amaeliya Jalila, Riza Sofia Jamal Basmal, Jamal Jayusri, Jayusri Joko Priyono Joko Priyono Jum'at, Muhammad Junaidi, Muhammad Karina Farkha Dina Kholilah, Nenik Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani lalu Yayan Nigar Luh Putu Mitha Dhila Endraswari Lumbessy, Salnida Yuniarti M. Zohri Maedi Mahdalena Marno, Septhian Maulana, Fachrurizal Amri Muahidah, Nuri Muhammad Faris, Muhammad Muhammad Firdaus Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Marzuki Muhammad Marzuki Muhammad Sumsanto Muhammad Supiandi Muhammad Supriyadin Muhammad Syafii Mulyani, Laily Fitriani Mursal Ghazali Musafir Nanda Diniarti Nanik Tri Purwaningsih Nigar, lalu Yayan Nihla Farida Ningsih, Shinta Wahyu Nisa, Baiq Haerun Nur’aeni setyowati, Dewi Nuri Muahiddah Nurliah Buhari Nurliah Buhari, Nurliah NURUL HIDAYAH Nuryatin Nuryatin, Nuryatin Oktaviani, Tannia Rosali Oktavianti, Velita P Paryono Paryono Paryono . Pebriata, M. Nurdian Permata Sari, Agun Pilo Prasedya, Eka Sunarwidhi Purwaningsih, Nanik Tri Putra, Aryan Perdana Putra, Muhammad Maizi Diploma Putri Dwi Aryanti Putri, Marselia Aisyah Rafif, M. Roid Al Rahmadani, Thoy Batun Citra Rahman, Ibadur Rahmatullah, Sanca Rahmawanti, Sinta Rahmi Sri Ramadhani Ramadhan, Muhammad Arif Rangga Idris Affandi Rhojim Wahyudi Riatulhilal Rifaid Rifaid Rifaid, Rifaid RINA KURNIANINGSIH Rinto Basuki Rio Ary Sudarmawan Riza Sofia Jalila Rosalina Rovi Ratna Sari Rukmini Kusmarwiyah Rukmini Kusmarwiyah Rusdani, Muhammad Masyarul Rusman . Rusman Rusman Rusmin Nuryadin S Sunarpi Sadikin Amir Safira, Devita Safitri, Iin Safitri, Wiwin Sahendra, Satria Ari Sahrul Alim Saptono Waspodo Saputra, Rivaldi Ananda Satria Ari Sahendra Sa’ban, M. Iman Nichfu Sa’ban, Muhammad Iman Nichfu Setyowati, Dewi Nur'aeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Shofiyatul Lailiyah Sinta Rahmawanti Sitti Hilyana Sitti Hilyana Slamet Suprayogi Soliyanti Sri Andayani Sri Ismariani, Baiq Sugma, Lara Suhdi, Suhdi Suhendri, Salwa Sukartono sukriadi sukriadi Sulman, Edi Sunaryo Sunaryo Supiandi, Muhammad Supiandi, Supiandi Supriadin Supriadin supriadin supriadin Supriyadin, Muhammad Suriani, Baiq Suherna SUWARTI Syahruni, Fajar Tri Oktaviani Utami, Wiyat Zahroh Sepia Velita Oktavianti W Wulandari Waang, Dinda Christasya WAHYU FIRMANSYAH Wahyudi Rahmat Wila Lailatul Hulpa Yanti, Septiana Dwi Yasir Yatin, Nur Yenny Risjani Yonita, Nuansa Azma Yulihastiana, Baiq Nadia Dwi Yuniarlin Hilmi Farnani Yuniarti Lumbessy, Salnida Yuyun Arfah Zaenal Abidin Zaenal Abidin Zohri, M.