p-Index From 2021 - 2026
10.606
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika) Jurnal Pengajaran MIPA Journal of Education and Learning (EduLearn) Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Prima Edukasia Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Usia Dini Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI AWLADY Jurnal Pendidikan Anak JURNAL IQRA´ Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Al Ishlah Jurnal Pendidikan KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan UNIGA MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JPI Proceedings of the 1st UR International Conference on Educational Sciences Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Journal of Dedicators Community Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Aulad : Journal on Early Childhood Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) PrimaryEdu - Journal of Primary Education Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik) Jurnal Educatio FKIP UNMA Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini UTAMAX : Journal of Ultimate Research and Trends in Education These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Basicedu Journal of Innovation and Research in Primary Education Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research Jurnal Elementaria Edukasia PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Pendidikan Progresif Exploration In Early Childhood Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak Usia Dini dalam Menggunakan Media Digital Iskandar, Budi; Syaodih, Ernawulan; Mariyana, Rita
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2781

Abstract

Pasar media digital telah banyak menyasar anak usia dini sebagai terdampak. Pemandangan dimana anak cenderung lebih banyak berinteraksi dengan media digital menjadi hal lumrah. Penelitian terdahulu banyak memaparkan dampak negatif yang dapat mempengaruhi perkembangan anak usia dini jika akses terhadap media digital dilakukan tanpa pendampingan orang tua. Pendampingan dan pendidikan yang dilakukan orang tua dapat dikemas menjadi program yang disengaja dengan memanfaatkan media digital yang ada di rumah untuk digunakan bersama dengan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pendampingan yang dilakukan orang tua terhadap anak usia dini dalam penggunaan media digital. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus terhadap orang tua yang memiliki anak usia dini 5-6 tahun di kabupaten Garut, dimana pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk mencari tahu secara mendalam terkait upaya pendampingan orang tua terhadap anak usia dini dalam penggunakan media digital. Temuan dari penelitian ini menujukkan bahwa pendampingan dalam menggunakan media digital dilakukan dengan memilah dan memilih konten yang tepat, orang tua meluangkan waktu untuk melakukan pengawasan, menerapkan aturan yang konsisten dan melakukan  upaya-upaya kreatif dalam menggunakan media digital. Beberapa kendala muncul selama pendampingan seperti anak terlalu lama mengakses media digital serta kesibukan orang tua sehingga menghambat optimalisasi pendampingan.
Profil Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Apriani, Ika Fitri; Turmudi, Turmudi; Jupri, Al; Syaodih, Ernawulan
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4493

Abstract

Beberapa riset menunjukan bahwasannya banyak pebelajar di Indonesia masih mengalami kesulitan dalam kemampuan pemecahan masalah. Riset ini memiliki tujuan dalam menganalisis serta menggambarkan keahlian pemecahan masalah dari mahasiswa calon guru dasar ditinjau dari kemampuan mahasiswa. Dalam riset ini, sampel penelitian yaitu tiga orang mahasiswa dengan terkualifikasi memiliki tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Pendekatan yang dilakukan peneliti yakni pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara dengan tiga subjek yang terdiri dari kategori tinggi, sedang, rendah yang diberi soal kemampuan pemecahan masalah yang diisi dalam waktu maksimal 60 menit.  Hasil riset menghasilkan gambaran mengenai profil mahasiswa dengan kategori kemampuan yang tinggi ia mampu menyelesaikan soal melalui tahapan pemecahan masalah yang sistematis dan mampu memformulasikan situasi soal ke dalam kalimat matematika. Dengan demikian, profil mahasiswa yang memiliki kualifikasi pada kategori kemampuan sedang mampu menafsirkan masalah dengan menuliskan informasi yang diperoleh dan sedikit keliru dalam membuat formula dan profil mahasiswa pada kategori kemampuan rendah ia hanya dapat mengenali informasi penting pada soal dan kesulitan mengubah pemodelan soal ke dalam kalimat matematika. 
Development of a Productive Disposition Skills Instrument for Elementary School Students Rohman, Khabibur; Turmudi, Turmudi; Budimansyah, Dasim; Syaodih, Ernawulan
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i2.5259

Abstract

Productive disposition is one of mathematical skill that is rarely discussed and researched in nowdays era. Even though this skill is as important as other math skills. This study aims to develop an instrument for measuring productive disposition skills for elementary school students. The research method used is research and development (R&D) with the stages of instrument development consisting of preliminary studies, design, validation, and trials. The research subjects consisted of 99 students in grades 4 and 5 in 4 elementary schools in East Java. For the sake of selection of respondents, purposive random sampling technique is used by the researcher. Furthermore, for data analysis, it used a descriptive quantitative approach. The results of the study show that the developed productive disposition skills measurement instrument is valid and reliable. The results of the reliability test showed a Cronbach's alpha coefficient of 0.85. The construct validity of the instrument has also been well tested through exploratory factor analysis and item response analysis. The instrument consists of 22 statements that measure productive disposition skills on 5 indicators namely enthusiasm, self-confidence, endurance, curiosity and willing to share. The implication of this research is that the developed productive disposition skills measurement instrument can be used as an evaluation tool in learning that focuses on developing productive dispositions in elementary school students.
Dapatkah Siswa Sekolah Dasar Mengambil Keputusan terkait Perubahan iklim? Sebuah Penelitian Deskriptif Sutinah, Cucun; widodo, ari; Muslim; syaodih, ernawulan
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i2.5401

Abstract

One of the reasons why climate change is a contentious socioscientific topic is the swift advancement of research and technology. Based on sound judgment, controlling climate change becomes an urgent matter. This study intends to gain an overview of the factual circumstances of elementary school pupils' decision-making skills with reference to the subject of combating climate change. Descriptive quantitative research methodology is employed. The test is a multiple-choice test with 10 questions that were created using criteria for rational decision-making. 612 pupils at ten public elementary schools in the city of Bandung took the test offline. Descriptive statistics were used to assess the data and categorize it in accordance with the rationale for decision-making. The study's findings show that judgments about climate change are difficult for elementary school pupils to make. Most of their decisions are made using intuitive principles. This study has implications for the significance of discussing climate change with elementary school pupils and having them practice making critical decisions.
Analysis Of Fifth Grade Students' Creative Thinking Skills Through The Implementation Of Radec Learning Yuniasih, Nury; Wahyu Sopandi; Andi Suhandi; Ernawulan Syaodih; Wiwi Pratiwi
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 7 No. 3 (2024): September
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v7i3.10445

Abstract

Level tertinggi dalam kompetensi kognitif bermakna siswa mampu membuat karya dengan menggunakan kreatifitas yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang keterampilan berpikir kreatif siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan model RADEC. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara terstruktur, dan catatan lapangan, serta analisis data menggunakan model Spradley. Hasil penelitian ini menunjukkan kegiatan siswa dalam membangun ide, tetapi hanya 50% dari jumlah siswa memiliki kelancaran dan memberi penjelasan mendalam dalam memunculkan ide baru. Kendala yang dialami siswa selama pembelajaran adalah mensintesa konsep karena membutuhkan waktu yang cukup. Sehingga dapat disimpulkan kemampuan berpikir kreatif siswa dapat berkembang dengan berbagai kegiatan meliputi: membaca materi, analisis materi melalui tugas, diskusi untuk berbagi ide, dan membuat karya dari hasil membangun ide baru. Semua kegiatan tersebut ada pada model pembelajaran RADEC tetapi jika dilaksanakan secara daring memerlukan waktu yang cukup hingga siswa mampu membangun ide baru.
IMPROVING NUMERACY LITERACY SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS THROUGH THE KAMPUS MENGAJAR (KAMPUS MENGAJAR) PROGRAM POLICY Nurul Fatonah; Johar Permana; Ernawulan Syaodih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4597

Abstract

Literacy and numeracy abilities are determining factors for individual success in learning. Currently, literacy and numeracy skills are the main subjects in the independent curriculum. As one of the programs of the independent curriculum in tertiary institutions, the kampus mengajar is intended to serve the purpose of increasing students' literacy and numeracy skills. This study aims to describe the results of research on improving literacy and numeracy skills in elementary schools. This research uses a qualitative approach. Data was collected through interviews and questionnaires. The object of this research is schools that run kampus mengajar programs in Garut Regency. The data were then analyzed using qualitative methods. The results of this study indicate that the kampus mengajar program has contribution in increasing students' literacy and numeracy in elementary schools, especially 3T schools. The kampus mengajar program contributes a lot to activities both in learning and activities outside the classroom. This is very possible for students to have good literacy skills. This is due to the existence of learning innovations offered by students in the target schools. Kemampuan literasi dan numerasi menjadi faktor penentu keberhasilan individu dalam belajar. Saat ini kemampuan literasi dan numerasi menjadi pembelajaran pokok di kurikulum merdeka. Sebagai salah satu program dari kurikulum merdeka di perguruan tinggi, kampus mengajar dimaksudkan untuk melakukan pengabdian pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Data diambil melalui wawancara dan angket. Objek penelitian ini yaitu sekolah-sekolah yang menjalankan program kampus mengajar di Kabupaten Garut. Data kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program kampus mengajar memiliki kontribusi dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di sekolah dasar terutama sekolah 3T. Program kampus mengajar memberikan banyak kontribusi kegiatan baik dalam pembelajaran ataupun kegiatan di luar kelas. Hal ini sangat memungkin siswa memiliki kemampuan literasi yang baik. Ini dikarenakan adanya inovasi pembelajaran yang ditawarkan oleh mahasiswa di sekolah sasaran.
A STUDY OF NEEDS: VIRTUAL REALITY-BASED MODEL IN FOSTERING THE NATIONALISM CHARACTER IN PRIMARY SCHOOL Freddy Widya Ariesta; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya; Ernawulan Syaodih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6441

Abstract

In today's digital era, education faces challenges and opportunities to integrate technology in the learning process to provide a deeper and more meaningful experience for students. With this background, this study was conducted to investigate the level of nationalism of elementary school students and evaluate the potential and need for learning models based on Virtual Reality (VR). This research involved the participation of 203 students and 12 teachers from grades 4 to 6 in 10 elementary schools located in West Jakarta. Through a specially designed questionnaire, data is collected and then analyzed using quantitative methods. The results of the analysis show that only 48.7% of students show strong characteristics of nationalism, while the other 51.3% appear to lack these characteristics. Apart from that, from the educator side, as many as 84.7% of teachers expressed support and an urgent need for the adoption of VR-based learning models. Based on these findings, this research recommends the development and implementation of a VR-based learning model which aims to increase understanding and appreciation of nationalist values among students. It is hoped that through the integration of educational content with VR technology, students can experience a more immersive, interesting, and effective learning experience in building a sense of nationalism. Di era pendidikan saat ini, paradigma pembelajaran membutuhkan model yang menggabungkan teknologi untuk menciptakan kesempatan belajar yang signifikan bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana sifat-sifat nasionalis yang ditunjukkan oleh siswa sekolah dasar dan mengevaluasi perlunya model pembelajaran berdasarkan realitas virtual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melibatkan sampel 203 siswa dan 12 guru dari kelas 4-6 di sebuah sekolah dasar di Jakarta Barat. Penggunaan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, dengan menyajikan hasil dalam bentuk deskriptif persentase. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar kelas 4-6 relatif rendah, sebagaimana dibuktikan oleh tanggapan dari 203 partisipan. Data menunjukkan bahwa hanya 48,7% dari partisipan yang mempunyai karakter nasionalisme, sementara 51,3% sisanya yang terdiri dari 104 siswa belum memiliki karakter nasionalisme. Sehingga berdasarkan studi pendahuluan terkait dengan analisis kebutuhan penelitian tentang perlunya model pembelajaran berbasis virtual reality, sebagian besar guru di sekolah dasar, yaitu sekitar 84,7%, menyatakan perlunya model pembelajaran tersebut. Penelitian ini mengusulkan model pembelajaran berbasis virtual reality yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui integrasi konten media virtual reality yang beragam, menarik dan memberikan pengalaman imersif. Tujuan akhirnya adalah untuk membangun rasa nasionalisme siswa di sekolah.
Desain Pembelajaran Project Insektarium Dalam Mengembangkan Literasi Anak Usia Dini casini, Casini; Syaodih, Ernawulan
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i2.16957

Abstract

English translation. This study aims to develop a project-based Insectarium learning design to enhance early childhood science literacy at Riyadhul Jannah Kindergarten, Subang. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model. The research process begins with a needs analysis in the field, followed by the design and development stages of learning products in the form of modules and project-based Insectarium learning media. The implementation stage was carried out in the classroom, involving children aged 4-6 years as test subjects. During the learning process, the children were introduced to basic concepts about insects, their habitats, and the important roles insects play in ecosystems through direct observation and documentation activities in the form of an Insectarium.The results of the study indicate that the Insectarium project-based learning design effectively improves children's science literacy, particularly in the aspects of observation skills, basic scientific understanding, and ecological awareness. The learning design product, consisting of a learning module and teaching aids, was validated by early childhood education experts and practitioners, receiving a high feasibility rating. Classroom implementation showed positive responses from children, teachers, and parents, making this learning design suitable for use in enhancing early childhood science literacy. Keywords:  SCIENCE literacy; Insectarium; Experiments; PAUD ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran berbasis projek Insektarium dalam upaya meningkatkan literasi sains anak usia dini di Taman Kanak-kanak Riyadhul Jannah, Subang. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Proses penelitian dimulai dengan analisis kebutuhan di lapangan, diikuti dengan tahap desain dan pengembangan produk pembelajaran berupa modul dan media pembelajaran berbasis projek Insektarium. Tahap implementasi dilakukan di kelas dengan melibatkan anak-anak usia 4-6 tahun sebagai subjek uji coba. Selama proses pembelajaran, anak-anak diperkenalkan dengan konsep dasar tentang serangga, habitat, serta peran penting serangga dalam ekosistem melalui kegiatan pengamatan langsung dan dokumentasi dalam bentuk Insektarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran projek Insektarium mampu meningkatkan literasi sains anak-anak, terutama dalam aspek keterampilan observasi, pemahaman ilmiah dasar, dan kesadaran ekologis. Produk desain pembelajaran yang dihasilkan berupa modul pembelajaran dan alat bantu pengajaran mendapatkan validasi dari para ahli pendidikan anak usia dini dan praktisi, dengan tingkat kelayakan yang tinggi. Implementasi di kelas menunjukkan respon positif dari anak-anak, guru, dan orang tua, sehingga desain pembelajaran ini layak digunakan untuk meningkatkan literasi sains di kalangan anak usia dini. Kata Kunci: literasi SAINS; Insektarium; Desain Pembelajaran; PAUD
Dinamika Sibling Rivalry Pada Anak Kembar Usia Dini Maulinasari, Fani; Syaodih, Ernawulan; Hayati Dahlan, Tina
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 7 No. 2 (2024): May-Agustus 2024
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v7i2.665

Abstract

Sibling rivalry atau persaingan antar saudara, dapat menyebabkan banyak masalah yang mempengaruhi pertumbuhan anak usia dini. Sibling rivalry mengacu pada persaingan, konflik, dan perasaan kompetitif yang terjadi antara saudara, dalam sebuah keluarga. Hal ini sering terjadi pada hubungan antar saudara yang usianya berdekatan, termasuk saudara kembar. Sibling rivalry pada anak kembar usia dini, jika dibiarkan dan tidak diatasi dengan baik dapat meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan kemarahan pada saat dewasa. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi apa saja bentuk sibling rivalry pada anak kembar usia dini dan faktor yang menyebabkannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasilnya perilaku agresif seperti berteriak terus-menerus, melempar barang, menyakiti secara fisik merupakan beberapa bentuk sibling rivalry. Saran untuk orang tua yang memiliki anak kembar, berikan perhatian yang adil dan merata, tidak membanding-bandingkan, validasi perasaan anak, berikan perhatian khusus sesuai kebutuhan individu anak, karena meskipun kembar mereka tetap individu yang berbeda.
The Impact of the Pembina Learning Model on Elementary School Students' Understanding of Cultural Diversity Puspitasari, Wina Dwi; Agustin, Mubiar; Syaodih, Ernawulan; Rodiyana, Roni
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.16737

Abstract

AbstractMulticultural education is an important approach to making the spirit of Bhinneka Tunggal Ika the main foundation in elementary schools. By integrating the values of Bhinneka Tunggal Ika in learning, teachers can create a learning environment that respects differences, and forms citizens who are tolerant and respect diversity. The study aims to determine the impact of the Pembina learning model on elementary school students' understanding of cultural diversity. The research design uses a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The experimental group used a value inquiry-based multicultural education learning model  (Pembina), and the control group received ordinary learning. The research population was fourth-grade students in four elementary schools, while the control group was in three elementary schools. The results of the research show that the Pembina learning model provides an increase of 68.7% in providing an understanding of cultural diversity, and social and emotional skills of students. The findings show that this learning model contributes to forming characters who are more tolerant and respectful of cultural differences, as well as creating a deeper learning environment.Keywords:  Pembina learning model, understanding of cultural diversity, multicultural education.AbstrakPendidikan multikultural merupakan pendekatan penting untuk menjadikan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan utama di sekolah dasar. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang menghargai perbedaan, membentuk warga negara yang toleran dan menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak model pembelajaran  Pembina terhadap pemahaman siswa sekolah dasar tentang keberagaman budaya. Desain penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran pendidikan multikultural berbasis inkuiri nilai (Pembina), dan kelompok kontrol menerima pembelajaran biasa. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV di empat sekolah dasar, sedangkan kelompok kontrol di tiga sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran  Pembina memberikan peningkatan sebesar 68,7% dalam memberikan pemahaman tentang keberagaman budaya, keterampilan sosial dan emosional siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini berkontribusi dalam membentuk karakter yang lebih toleran dan menghargai perbedaan budaya, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendalam.Kata kunci: model pembelajaran  Pembina, pemahaman keberagaman budaya, pendidikan multikultural.
Co-Authors - Sapriya A. Suhandi Aan Listiana Abdul Hakam Abdul Jabbar Abdullah, Khairul Hafezad Achmad Samsudin Ade Setiawan Agus Muharam Agustin, Mitha Kirana Ahmad Wahid Fudhaily Ai Tita Puspitasari Ali, Ghaisania Amanda Andi Suhandi Ani Siti Anisah Ani Siti Anisah Ani Siti Anisah, Ani Ani Siti Anisah, Ani Siti Anisah, Ani Siti Ari Widodo Ari Widodo Ari Widodo Ari Yanto Arie Dharmawan Arie Dharmawan Ariesta, Freddy Widya Armelia Prakasa Aryanto, Sani Asih, Bimbi Lastri Prima Atep Sujana Awiria, Awiria Ayu Amalia AYU LESTARI Aziza, Ismi Babang Robandi Bin Mamat, Nordin Budi Iskandar Bunyamin Maftuh Bunyamin Maftuh Cahya Karisma Pertiwi Cahya Karisma Pertiwi casini, Casini Chandra Chandra Chandra Chandra Citra, Aliva Cucun Sutinah Dadan Rusdiana Saputra Dadan Rusdiana Saputra Dadan Setiawan Dadan Setiawan Dariyanto, Dariyanto Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Davi Sofyan Desyanti Kemalasari Nurisman Dianasari Dinawati, Yuli Dinawati Erna Yuliana Evi Juliyani Esa Putri F Febriyanti Fadillah, Nida Nur Farhana, Husna Gumala, Yosi Gustiana, Asep Deni Handayani, Hany Hanfyah, Lisna Hany Handayani Hany Handayani Hany Handayani Hayati Dahlan, Tina Heny Djoehaeni Herwina Herwina Idat Muqodas Ika Fitri Apriani Indra Suhendra Iskandar, Budi Jaenudin, Irfan Jaya, Aris Johar Permana Juwita, Resti Kama Abdulhakam Khabibur Rohman Khabibur Rohman Khabibur Rohman, Khabibur Kusmara, Eka Fitrianurddini Laili, Ilmi Nur LELI KURNIAWATI Lumbantobing, Panca Ma Arsenia Gomez Maftuh , Bunyamin Mahardika, Karla Mahshulah, Zulma Aimmatul Mamat, Nordin bin Maulinasari, Fani Mayumi N, Ema Morrison, Richard Mubiar Agustin Mubiar Mubiar Mubiar, Mubiar Muslim Muslim Muslim Mutiarasari, Airin Nana Supriatna Nana Supriatna Neni Hermita Ningtyas, Rani Kusuma Nordin Bin Mamat Nunuy Nurkaeti Nur Faizah Romadona Nuraly Masum Aprily Nurkholisoh, Diah Nurnaningsih A Nurul Fatonah Nurul Fatonah, Nurul Nury Yuniasih Nury Yuniasih, Nury Ocih Setiasih Pitriadi, Adi Pauji Prana Dwija Iswara Prana Dwija Iswara, Prana Dwija Pujianti, Tiara Puspitasari, Wina Dwi Rahayu, Alni Fitri Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman Ratu Yustika Rini Risma Nuriyanti Rita Mariyana Rizki Hazazi Ali Rizkyani, Fatimah Rodiyana, Roni Rodiyana, Roni Roni Rodiyana Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Sapriya Sapriya Sapriya Sapriya Sapriya Katmajaya Siti Nadia Herdianti siti rahmah Sofyan, Davi Solahudin, M. Nizan Sulastri, Tati Sutinah, Cucun Syahrial, Ghina Saniyah Turmudi Turmudi Turmudi Vina Adriany Vismania S. Damaianti, Vismania S. Wahyu Sopandi Wihana, Hari Wishfa Laeli Zakiyyah Wiwi Pratiwi Yanto, Ari Yeni Rachmawati yohamintin, yohamintin Yosi Gumala Yulianto, Ade Zakir, Nordiana