Articles
The Effect of Problem-Based Learning Assisted by Video Animation on Students' Self-Efficacy and Creative Thinking Ability
Niswatun Hasanah;
Mochamad Yus Cholily;
Mohammad Syaifuddin
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v14i1.41374
Students' creative thinking skills and different self-efficacy cause weaknesses for students in solving problems presented in learning mathematics. This study aimed to determine how implementing video-assisted problem-based learning affects students' self-efficacy and creative thinking abilities. This research method uses quantitative with a quasi-experimental research design. The study sample population of class XII IPA 2 students consisted of 34 students in the experimental class and 30 students in the class XII IPA 1 and control classes. Statistical analysis of N-Gain score of self-efficacy sig 0,014 0,05 and creative thinking skills sig = 0,003 0,05. The study results show significant differences in self-efficacy and creative thinking skills of students in the experimental class compared to the control class. This indicates the enormous difference in gains between experimental and control classes. Thus, the influence of problem-based learning assisted by video animation on students' self-efficacy and creative thinking abilities is very large. Problem-based learning model with animated videos can organize students in informing learning objectives so that students have the motivation to be actively involved in problem-solving activities.Kemampuan berpikir kreatif siswa dan self eficacy yang berbeda menyebabkan kelemahan bagi siswa untuk memecahkan masalah yang disajikan dalam pembelajaran Matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berbasis masalah berbantuan video animasi terhadap kemampuan efikasi diri dan berpikir kreatif siswa. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 2 terdiri dari 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XII IPA 1 terdiri 30 siswa sebagai kelas pembanding. Analisis statistik tes berpikir kreatif memperoleh nilai signifikasi = 0,003 0,05 and efikasi diri sebesar 0,014 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara berpikir kreatif dan efikasi diri siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian bahwa pengaruh penerapan pembelajaran berbasis masalah berbantuan video animasi terhadap efikasi diri dan kemampuan berpikir kreatif siswa sangat besar. Model pembelajaran berbasis masalah dengan video animasi dapat mengorganisasikan siswa dalam menginformasikan tujuan pembelajaran sehingga siswa memiliki motivasi untuk terlibat aktif dalam kegiatan pemecahan masalah.
Efektivitas Group Learning pada Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah
Farihatun Maulida, Salma;
Syaifuddin, Mohammad
Indonesian Journal of Islamic Elementary Education Vol 4 No 1: May 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/ijiee.v4i1.7255
The learning of Akidah Akhlak aims to develop creeds through understanding and appreciating the material as well as students’ practice of Islamic creeds so that they become muslims who believe and are devoted to Allah SWT. The aim of this research is to describe the effectiveness of implementing the group learning model in the Aqidah Akhlak subject in class V MI Ma’ahidul Huda Banjaran, Salem, Brebes Regency. This research uses a qualitative approach. Data collection was carried out by learning observations, interviews, and documentation. In analyzing the data, researchers used the Miles and Huberman model. The results of this research show that the use of the group learning model in learning moral beliefs is able to increase the effectiveness of learning and form students’ thinking intelligence, group organizing skills, and noble character towards others. Factors that support learning include teacher professionalism, support from the school principal, and good cooperation between teachers and students. Meanwhile, inhibiting factors are the teacher’s readiness in compiling certain material that is not well understood by students, students who are hyperactive so that it disturbs the concentration of other students, and students who are less active in learning.
Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Media Loose Parts Bahan Alam di TK Dharma Wanita, Kandangserang, Pekalongan
Lailatul Maghfiroh;
Mohammad Syaifuddin;
Susi Sulistyoningsih
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 3 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/asghar.v3i2.1371
Pendidikan anak usia dini yang memiliki rentang usia 0-6 tahun merupakan investasi masa depan, dimana generasi ini akan memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Anak diumpamakan sebagai kertas kosong dimana lingkungan pendidikanlah yang memberikan goresan dan warna dalam kehidupannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan media loose parts bahan alam sebagai media mengembangkan kreativitas anak usia dini di TK Dharma Wanita Desa Kandangserang Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media loose parts bahan alam untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini di TK Dharma Wanita Desa Kandangserang menunjukkan hasil yang baik karena didukung oleh kebebasan memilih media, peserta didik yang kooperatif, pendidik yang kreatif, dan lingkungan yang melimpah sumber daya alamnya. Meskipun demikian ada juga faktor yang menghambat kreativitas anak dalam menggunakan media loose parts alam ini yaitu keadaan atau mood anak, suasana kelas yang ramai, dan anak-anak terpacu dengan karya temannya.
Analysis of critical thinking and communication skills in geometric transformation problem solving using TransGeo application
Ilmi, Malika Kautsar;
Syaifuddin, Mohammad;
Susanti, Reni Dwi;
Ummah, Siti Khoiruli
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2: November 2022
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jrpm.v9i2.48925
The research aims to analyze narratively critical thinking and communication skills using the Android-based TransGeo application on geometry transformation in junior high school. This study uses a qualitative with a descriptive method obtained from tests and interviews. The test contains contextual problems in the android application, while the interviews are based on student test answers. Then, test results are adjusted descriptively by presenting the achievement of each student to be categorized based on critical thinking and communication scoring. Next, one student was randomly selected from each category as the interview subject. The indicator of critical thinking skills is the most difficult to achieve in the fourth indicator. Students are less precise in writing conclusions related to the initial problem; the indicator that many students succeed is the first indicator where students have written what is known and asked in difficulties. The indicator of communication skills is the most difficult to achieve in the second indicator. Students did not describe or write mathematical sentences to present an explanation of the transformation type or final position area in the problem. Many students achieve the first indicator, where they have written what they know and are asked about.
Functional Inverse Material Description Test: Development of Islamic Integrated Communication Ability Instruments
Laila, Alfi Rachma Nisfi;
Cholily, Yus Mochamad;
Syaifuddin, Mohammad;
Kurniawati, Wiwit;
Rahman, Anisur
Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2023): Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika (April)
Publisher : CV. Bimbimbingan Belajar Assyfa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61650/dpjpm.v1i1.120
Assessment activities are crucial to measuring learning success in the school system. Assessment can be used to improve education where teachers incorporate Islamic beliefs. This study explains how to create a religiously-integrated mathematical communication skills test. This is ADDIE model development research. The research was tested at a Tulungagung Madrasah Aliyah. The data-gathering method solves ten inverse function math questions using a description test. Data analysis uses strength, reliability, validity, and difficulty. This study found that the social essay exam instrument analyses high school students' mathematics communication skills and Islamic beliefs, with 7 items valid and reliable and 3 items removed. This study found that the Islamic integrated mathematical communication ability test is valid, reliable, discriminatory, and somewhat demanding.
Study of Moderation Verses in the Perspective of Nusantara Tafsir
Syaifuddin, Mohammad;
Taufiq, Ahmad
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/aqwal.v4i2.1711
This study provides an understanding and interpretation of the verses of moderation in the opinion of the commentator or commentator in the archipelago. The Qur’an is not a final product, it is necessary to carry out the activities of intellectual diligence in the form of “interpretation” because the lip of the Qur’an cures me all my time to eat. Social interaction as the basic capital and characteristics of the social humanity of Muslims through understanding the verses contained in the Qur’an is a solution to the hope of divine pleasure and the achievement of correct understanding. The difference is the flavor of understanding, because some interpretations of the verses of the Qur’an tend not to be moderate in interpretation. As a moderate Muslim discussing verses of moderation, he will generate a moderate character in personality and personality that mediates the two tensions in the epistemology of interpretation between the text and the liberal. ntolerant beliefs and attitudes in the world and views of life began to emerge at the primary and secondary levels. The emergence of intolerance in religion as one of the factors is the lack of understanding and practice on the largest possible scale in the content, meaning, and context of the Qur’an itself and in matters related to the interpretation of the verses of moderation and moderation.
Strategi Manajemen Struktur Kurikulum Integratif di MAN Insan Cendekia Pekalongan
Syaifuddin, Mohammad
Tawshiyah: Jurnal Sosial Keagaman dan Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2021): Tawshiyah Vol. 16, No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/taw.v16i1.1617
This research is motivated by the number of Islamic education institutions in Indonesia that have not been able to implement integrated curriculum management in their educational institutions. Even so, some of them have started to develop and implement an integrative curriculum, one of which is MAN Insan Cendekia Pekalongan. This research is a field research with a qualitative approach, which aims to describe the management strategies of the integrative curriculum structure in MAN Insan Cendekia Pekalongan. Data collection was carried out by participatory observation, documentation and interviews with madrasah managers, teachers and students. Data analysis using data reduction techniques, data display then drawing conclusions and data verification. The results of this study indicate that, the integrated curriculum structure management strategy in MAN Insan Cendekia Pekalongan uses integrative galactic management curriculum techniques.
Pengembangan Tes Two Tier Multiple Choice (TTMC) Materi Segiempat dan Segitiga Untuk Mengukur Miskonsepsi di MTs Darul Hikmah Tulungagung
Syaifuddin, Mohammad;
Laila, Alfi Rachma Nisfi;
Vidyastuti, Annisa Nurina
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/jems.v10i2.13364
Pengembangan instrumen tes Pilihan Ganda Dua Tingkat (Two Tier Multiple Choice) untuk Mengukur Miskonsepsi Siswa, karena masih belum banyak penggunaan tes tersebut diterapkan pada evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode metode 4-D oleh Thiagarajan dan teknik analisis data deskriptif. Hasil tes miskonsepsi dengan tes pilihan ganda dua tingkat (TTMC) dapat dilihat jawaban siswa bervariasi antara yang memahami konsep, mengalami miskonsepsi murni, miskonsepsi menebak, dan tidak memahami konsep. Kesimpulan penelitian ini sebagai berikut: 1. Kelayakan alat evaluasi meliputi: a) Dengan kriteria keberhasilan yang diberikan, pengembangan alat evaluasi telah berhasil dilakukan dengan kriteria ketuntasan belajar siswa sebesar 75% - 90% dari materi yang dikuasai oleh siswa. b) Dengan uji statistik yang dilakukan, pada instrumen telah memenuhi kriteria yang telah diberikan sehingga alat evaluasi dapat digunakan. c) Identifikasi miskonsepsi terbagi menjadi 4 kategori yaitu memahami, miskonsepsi murni, menebak, tidak paham konsep. Persentase keseluruhan siswa yang memahami konsep sebesar 49%, mengalami miskonsepsi murni sebesar 11%, miskonsepsi menebak sebesar 17% dan yang tidak memahami konsep sebesar 23%.
Strategi Mindset System Belajar Kritis Komprehensif
Mohammad Syaifuddin;
Ahmad Taufiq
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2020): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62490/latahzan.v12i1.87
Kemampuan berfikir kritis komprehensif adalah sebuah kemampuan berfikit tingkat tinggi lebih kepada bersifat luas dan menyeluruh, dengan menggunakan proses mental untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi yang didapatkan dari hasil pengamatan yang dilakukan, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mindset belajar yang bersifat kritis komprehensif, Penelitian ini menggunakan penelitian Pustaka (library research) bagian dari jenis penelitian kualitatif, untuk instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa buku-buku, karya ilmiah dokumrn-dokumrn, internet dan sumber lain, hasil penelitian ini menunjukan dalam pola mindseat belajar yang bersifat kritis komprehensif peneliti menemukan dengan adanya tiga tahapan, tahapan yang pertama berupa pendahuluan, kedua merupakan respon dari kegiatan pendahuluan dengan cara mengajukan berbagai pertanyaan secara tepat sasaran dan mendalam, ketiga kegiatan pendukung dengan berbentuk asumsi
DEVELOPMENT OF A TWO-TIER MULTIPLE-CHOICE (TTMC) DIAGNOSTIC TEST FOR GEOMETRY MATERIALS TO IDENTIFY MISCONCEPTIONS OF MIDDLE SCHOOL STUDENTS
Syaifuddin, Mohammad;
Darmayanti, Rani;
Rizki, Nopia
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/silogisme.v7i2.5456
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat instrumen diagnostik two-tier yang dapat mendeteksi miskonsepsi siswa tentang materi segitiga dan segiempat. Metode deskriptif digunakan untuk membuat instrumen dari bahan segitiga, sedangkan metode RD digunakan untuk membuat instrumen dari bahan segi empat. Validitas dan reliabilitas instrumen diagnostik two-tier dievaluasi. Uji validitas instrumen menunjukkan bahwa 8 soal dari 10 soal materi segitiga dan 7 soal dari 10 soal materi segi empat dinyatakan valid. Instrumen tersebut kemudian diujicobakan pada siswa SMP kelas tujuh dan delapan. Hasil tes dianalisis dan ditafsirkan untuk mengidentifikasi kesalahpahaman. Berdasarkan temuan penelitian ini, miskonsepsi siswa tentang materi segitiga antara lain mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasarkan panjang sisi dan besar sudut, serta menentukan tinggi segitiga yang menyebabkan mereka salah menghitung luas segitiga. Kesalahpahaman tentang materi segi empat di kalangan siswa termasuk indikator teoritis untuk mendefinisikan segiempat dan jajaran genjang.