p-Index From 2021 - 2026
9.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE KOLEGIAL : Jurnal Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi Jurnal Ilmiah Peuradeun JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area GIZI INDONESIA Journal of Mathematics and Mathematics Education (JMME) JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA JURNAL MANAJEMEN Jurnal Pembelajaran Prospektif Jurnal Basicedu Jurnal Literasiologi Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Ilmu Manajemen Jurnal Sosial Humaniora Sigli JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro Jurnal Ilmiah Ekonomika MAHESA : Malahayati Health Student Journal Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Proceedings of International Conference on Multidiciplinary Research Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Manajemen Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Jurnal Basicedu International Journal of Applied Educational Research (IJAER) Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Jurnal Busana dan Budaya Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Ekonomika (JIE)
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Industri Kreatif Terhadap Pengembangan Kerajinan Batok Kelapa Pada Era Modern Di Desa Blang Baro Nagan Raya Fathiaturrahmah, Fathiaturrahmah; Dewi, Rosmala; Nurbaiti, Nurbaiti; Fitriana, Fitriana; Fadhilah, Fadhilah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i4.32706

Abstract

Kerajinan batok kelapa memiliki potensi untuk dikembangkan secara kompleks menjadi sebuah industri kreatif yang bernilai tinggi. Produk batok kelapa yang awalnya diperjualbelikan kurang menarik minat pembeli karena unsur estetika dan pemasaran yang kurang menarik, karena itu pada era modern ini diperlukan kreativitas dan inovasi. Pengembangan kerajinan batok kelapa dan peran industri kreatif terhadap kerajinan ini perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran industri kreatif terhadap pengembangan kerajinan batok kelapa pada era modern di desa Blang Baro Nagan Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 pihak yaitu pengrajin, pemerintah, dan anggota komunitas UMKM di desa Blang Baro Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran pengrajin dalam mengembangkan kerajinannya yaitu dengan meningkatkan kualitas produk, serta menciptakan inovasi baru terhadap produk yang dihasilkan. Para pengrajin berpartisipasi terhadap program-program yang dibuat oleh pemerintah agar berjalan dengan semestinya. Komunitas yang dibentuk oleh para pengrajin juga memiliki peran dalam meningkatkan produk- produk mereka menjadi industri kreatif dengan tujuan saling bertukar informasi, melakukan kolaborasi, dan membuat program khusus yang bisa mengembangkan usaha pengrajin satu sama lain. Peran industri kreatif terhadap perkembangan kerajinan batok kelap dijalankan oleh pemerintah sebagai katalisator dan fasilitator, dengan membuat program-program pemberdayaan yang diperuntukkan kepada para pengrajin. Peran industri kreatif dalam mengembangkan kerajinan batok kelapa adalah dengan membuat program-program penyuluhan bagi para pengrajin, membuat acara festival dan bazar yang diikuti oleh pengrajin untuk memajang kerajinannya kepada konsumen. Peran pemerintah dalam hal ini sangat bagus, dapat membuat aplikasi khusus SIDUMNARA, Brosur, dan kartu nama untuk para pengrajin.Kata Kunci: Peran industri kreatif, Kerajinan, Batok Kelapa.
Proses Pembuatan Busana Wanita pada Butik Sararizqa.id Rahmah, Afifah; Fitriana, Fitriana; Fadhilah, Fadhilah; Dewi, Rosmala; Nurbaiti, Nurbaiti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i4.33066

Abstract

Busana wanita adalah sesuatu yang dipakai oleh wanita mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki yang di lengkapi aksesoris dan milineris. Seiring berkembangnya dunia fashion yang sangat pesat serta banyaknya pesaing dalam usaha busana seperti rumah mode dan butik juga di harapkan memenuhi tuntutan kerapian dan kesesuaian serta kenyamanan pemakainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan busana menyangkut mengambil ukuran busana wanita, teknik pembuatan pola busana wanita dan teknik menjahit busana wanita pada Butik Sararizqa.id. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 1 pemilik butik dan 2 karyawan Butik Sararizqa.id. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi serta eksperimen terapan. Data yang didapatkan diolah berdasarkan proses pembuatan busana wanita. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, terdapat beberapa proses pembuatan busana wanita pada Butik Sararizqa.id, pembuatan pola menggunakan pola Soen dengan modifikasi, proses menggunting kain berdasarkan pola pada kertas ubi, dan proses menjahit busana wanita dengan teknik kampuh balik. Dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan busana wanita pada Butik Sararizqa.id melalui penggunaan pola Soen yang dimodifikasi dan proses menjahit dengan teknik kampuh balik.Kata kunci: Pembuatan busana wanita, Sararizqa.id
KREASI BANTAL KARAKTER YANG BERNILAI FUNGSIONAL DARI BAHAN KATUN Mujiburrahmi, Mujiburrahmi; Novita, Novita; Fitriana, Fitriana; Fadhilah, Fadhilah; Dewi, Rosmala
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i4.31209

Abstract

Bantal karakter adalah bantal yang memiliki bentuk, warna atau motif yang menyerupai karakter tertentu seperti tokoh kartun, bintang, buah-buahan atau benda-benda yang lucu. Bahan kain yang berbulu bagi sebagian pengguna yang memiliki kulit sensitif dan alergi terhadap debu menjadi suatu masalah tersendiri karena bahan tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan, hal ini disebabkan karena bahan tersebut mudah menempel debu. Oleh karena itu penulis berinisiatif untuk membuat bantal karakter menggunakan bahan katun. Penelitian ini ingin mengkreasikan bantal karakter dengan bahan katun. Tujuan penelitian untuk mendesain bentuk bantal karakter tema laut, membuat kreasi bantal karakter yang bernilai fungsional dari bahan katun teknik aplikasi dengan tema laut dan mengetahui tanggapan ibu rumah tangga terhadap bantal karakter menggunakan teknik aplikasi dengan tema laut. Teknik pengumpulan data melalui eksperimen terapan, dokumentasi, studi pustaka dan wawancara. Pengolahan data dari hasil eksperimen dilakukan secara deskriptif, sedangkan pengolahan hasil data dijelaskan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Bantal karakter dengan teknik tema laut sangat disukai oleh masyarakat karena karakter tersebut jarang dijumpai di pasaran dan juga memiliki nilai edukasi untuk anak-anak. Perpaduan katun polos dan bahan katun motif merupakan hal yang mempunyai daya tarik tersendiri untuk digunakan orang banyak. Pengembangan desain dengan tema laut memberi daya tarik tersendiri bagi penggunanya. Bantal karakter yang sudah berkembang saat ini memiki nilai fungsional dari fungsi memberi rasa nyaman juga meningkatkan daya tarik dan keindahan ruangan/kamar. Tanggapan terhadap kreasi bantal karakter tema laut yang berbahan katun sangat bagus, terbukti hasil wawancara yang mengatakan bahwa desain tersebut sangan bagus dan layak untuk diproduksikan dilihat dari segi warna dan bentuk yang sesuai dengan selera pasar.Kata Kunci: Bantal Karakter, Nilai Fungsional, Bahan Katun.
PENATAAN PELAMINAN MODERN DENGAN PAKAIAN PENGANTIN ADAT ACEH Ashila, Khansa; ., Fitriana; Dewi, Rosmala
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 2 (2022): MEI 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v7i2.20382

Abstract

Adat merupakan kebiasaan yang telah berlaku antar generasi dalam suatu masyarakat, di mana keberadaannya berfungsi sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak di masyarakat pemangku adat tersebut. Sedangkan kebudayaan adalah keseluruhan dari apa yang pernah dihasilkan oleh manusia karena pemikiran dan karyanya. Penelitian yang bertujuan untuk (1) mengetahui pendapat masyarakat umum terhadap paduan pelaminan modern dengan pakaian adat Aceh, (2) mengatahui tanggapan peutuha gampong pada paduan pelaminan modern dengan pakaian adat Aceh, (3) mengetahui faktor yang menyebabkan pengantin dan keluarga pengantin memadukan pelaminan modern dengan pakaian adat Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian delapan orang yang ditetapkan dengan purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh tanggapan masyarakat umum dan peutuha gampong tertarik pada paduan pelaminan modern dengan pakaian pengantin adat Aceh, hanya saja harus tetap mempertahankan adat Aceh sebagai bentuk rasa mempertahankan nilai kebudayaan dan sejarah adat Aceh. Responden mengatakan bahwa paduan adat Aceh sudah dikategorikan lebih berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Faktor yang menyebabkan adanya paduan adat ialah dari teknologi sebagai reverensi utama pengantin untuk memilih tema pesta perkawinan, paduan suku dari kedua pengantin, dan perkembangan zaman yang semakin modern.Kata Kunci: Paduan adat, persepsi, faktor.
PERSEPSI MAHASISWA PRODI PKK FKIP USK TERHADAP PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA IR, Ikrama; Fadhilah, Fadhilah; Akmal, Rifqi; Nurbaiti, Nurbaiti; Dewi, Rosmala
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 3 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i3.31816

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang memberikan kebijakan Perguruan Tinggi untuk memberikan hak belajar di luar program studi. penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis persepsi mahasiswa PRODI PKK FKIP USK terhadap program MBKM yang terdiri dari Kampus Mengajar, Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan MBKM USK Unggul. Mengidentifikasi pengaruh keberhasilan dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi program. Menganalisis keberhasilan Implementasi MBKM terhadap kompetensi Mahasiswa PRODI PKK FKIP. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendikaan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Responden pada penelitian ini terdiri dari 38 orang mahasiswa PKK FKIP USK yang sudah mengikuti Program MBKM. Terdiri dari program MKBM- Kampus Mengajar (MBKM-KM), MBKM-Pertukaran Mahasiswa Merdeka (MBKM-PMM) dan MBKM-USK Unggul. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, Kepustakaan Wawancara dan angket. Analisis data dari hasil wawancara dan angket diolah mengunakan analisis secara reduksi dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden sangat setuju dengan adanya program MBKM terlihat dari ketertarikan mahasiswa PKK FKIP USK terhadap program MBKM, setelah mengikuti program MBKM mahasiswa mereka bisa berfikir kritis dalam mengambil suatu keputusan, MBKM meberikan jaringan komunikasi lebih luas. mahasiswa PKK FKIP USK merasa berutung mengikuti program MBKM.Kata kunci : MBKM, MBKM-KM, MBKM-PMM, dan MBKM USK Unggul
PENERAPAN PENGETAHUAN BUSANA PADA PENAMPILAN DIRI MAHASISWA TATA BUSANA YANG TIDAK SESUAI DENGAN ATURAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Aisyah, Siti; Fitriana, Fitriana; Rahmi, Rahmi; Dewi, Rosmala; Nurbaiti, Nurbaiti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 3 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i3.31512

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan busana terhadap penampilan diri di lingkungan kampus. Studi ini difokuskan pada bagaimana mahasiswa jurusan Tata Busana FKIP Universitas Syiah Kuala dalam memilih, memadukan, dan menginterpretasikan busana sehari-hari ke kampus. Analisis persepsi mahasiswa tentang pentingnya penampilan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka dalam memilih busana dalam konteks akademis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 5 responden yang memenuhi kriteria topik penelitian. Dari hasil survei, diketahui bahwa meskipun kelima responden sudah mengetahui peratuan berpenampilan ke Kampus, namun kesadaran mereka untuk mematuhinya masih kurang. Faktor yang memengaruhi cara kelima responden dalam memilih busana ke kampus dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kepribadiannya sendiri. Namun, salah satu diantara mereka merasa faktor eksternal seperti media sosial juga dapat memengaruhi cara ia dalam memilih busana yang ingin dikenakan. Kemudian, mengenai penggunaan pelengkap busana bagi kelima responden lebih memilih menggunakan pelengkap yang lebih sederhana. Disimpulkan bahwa mayoritas dari mereka lebih memilih busana yang nyaman dikenakan daripada mengikuti sesuai dengan aturan etika tertentu. Namun, responden juga menyadari pentingnya berbusana sesuai dengan norma sosial dan nilai-nilai yang berlaku. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan busana mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh kenyaman fisik tetapi juga pertimbangan etika yang berlaku pada lingkungan kampus.Kata kunci: pengetahuan busana, penampilan diri, mahasiswa Tata Busana FKIP Univeristas Syiah Kuala
PENERAPAN SULAMAN BENANG BERNUANSA MOTIF ACEH PADA HIJAB SYARI Emawati, Emawati; Dewi, Rosmala; Fadhilah, Fadhilah; Rahmi, Rahmi; Novita, Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 3 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i3.31941

Abstract

Sulaman benang merupakan keterampilan kerajinan menyulam yang sudah ada sejak lama yang di aplikasikan pada pakaian, jilbab, tas, dan lenan rumah tangga. Sulaman benang dengan motif Aceh sangat jarang dijumpai dimasyarakat terutama dikalangan remaja karena kerajinan sulaman tangan berdampak kepada nilai jual yang menyebabkan tidak banyak dijumpai sulaman benang dipasaran kecuali dipesan, sehingga kerajinan sulaman benang dengan motif Aceh perlu dilestarikan. Adapun tujuannya untuk mendesain motif pada hijab syari dengan penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh. Mengaplikasikan teknik sulaman benang pada hijab syari. Mengetahui daya tarik dikalangan remaja terhadap penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh pada hijab syari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen terapan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini merupakan remaja yang berusia 18-23 tahun dengan kriteria mengerti sulaman, mengenal motif Aceh dan yang sering memakai hijab syari. Hasil dari penelitian ini telah mendesain produk hijab syari dengan penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh serta mengkontruksikannya dalam hijab syari kurung motif Aceh dan hijab persegi oval motif Aceh dengan teknik sulaman benang. Pada eksperimen pertama yaitu hijab syari kurung motif Aceh menggunakan bahan sifon yang memakai paduan warna pink soft dan warna hijau dengan penerapan motif bungong seulanga, awan sioen dan oen reudeup. Penepatan motif Aceh diterapkan pada bagian depan hijab, sedangkan eksperimen kedua model hijab persegi oval motif Aceh menggunakan bahan sifon berwarna hitam dengan penerapan motif bungong mata uroe, oen paku dan oen reudeup pada bagian belakang hijab. Tanggapan dari subjek terhadap daya tarik remaja menunjukkan ketertarikan terhadap penerapan sulaman benang menggunakan motif Aceh pada hijab syari, karena motif yang digunakan tidak sering dijumpai. Dengan mengangkat motif Aceh yang tidak sering dijumpai dan telah dimodifikasikan tanpa merubah bentuk dari bentuk aslinya, maka dengan adanya penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh pada hijab syari ini dapat menambah wawasan para remaja serta dapat melestarikan kebudayaan Aceh.Kata Kunci: Sulaman Benang, Motif Aceh, Hijab Syari
MANAJEMEN WAKTU MAHASISWA DAYAH DARUL AMAN TERHADAP PENYELESAIAN STUDI Putri, Nadia; Fitriana, Fitriana; Dewi, Rosmala; Maryam, Siti; Mahyiddin, Zuraini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i2.31510

Abstract

ABSTRAKManajemen waktu merupakan suatu tindakan dimana manusia belajar untuk membangun sebuah kepribadian yang disiplin dan lebih menghargai waktu sehingga dapat melakukan penggunaan paling baik atas waktu yang dimiliki. Kesulitan dalam manajemen waktu merupakan permasalahan yang sering ditemukan dan dihadapi mahasiswa yang sedang berada pada semester akhir, terlebih bagi mahasiswa yang tinggal di Dayah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen waktu yang dilakukan mahasiswa Darul Aman saat menyelesaian tugas akhir dengan tanggung jawab yang ada pada Dayah, mengetahui hambatan atau kendala yang dialami mahasiswa saat menyelesaikan tugas akhir serta strategi yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang mahasiswa aktif dengan kriteria angkatan 2019 dan saat proses mengerjakan skripsi sudah tinggal di Dayah Darul Aman minimal satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu yang dilakukan oleh mahasiswa dengan cara memanfaatkan waktu sesuai dengan jadwal masing-masing. Mahasiswa dapat membagi waktu antara kegiatan kuliah dan kegiatan Dayah sehingga masing-masing kegiatan terstruktur. Salah satu hambatan yang dialami oleh mahasiswa Darul Aman yaitu terbaginya konsentrasi antara kegiatan Dayah dengan kegiatan perkuliahan. Strategi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dengan membuat jadwal apa saja yang harus dilakukan setiap hari agar aktivitas yang dilakukan dapat teratur dan waktu yang digunakan akan lebih terarah dan bermanfaat. Kelima responden dalam penelitian ini dapat mencapai target dengan menyelesaikan kuliah selama 4 tahun.Kata Kunci : Manajemen Waktu, Penyelesaian Studi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA DI SMP NEGERI 1 BAKONGAN, KABUPATEN ACEH SELATAN Nadhilla, Nadhilla; Hamid, Yuli Heirina; Nurbaiti, Nurbaiti; Dewi, Rosmala; Fitriana, Fitriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i2.29661

Abstract

Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah terjadinya proses pembelajaran, hasil belajar bertujuan untuk menunjukkan bahwa siswa telah melakukan proses belajar yang meliputi pengetahuan dan keterampilan yang baik secara umum maupun khusus. Untuk itu diperlukan adanya usaha yang dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Salah satunya adalah dengan cara menerapkan model pembelajaran cooperative laerning tipe jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group jigsaw terhadap hasil belajar siswa. Desain penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang datanya diolah dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian bersumber dari Guru Mata Pelajarandan 20 siswa kelas VIII/1 SMP Negeri 1 Bakongan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kepada siswa dan lembar observasi aktivitas siswa. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus Isiswa memperoleh nilai rata-rata 4,72 (89,4%)termasuk dalam kategori baik sekali, untuk hasil belajar siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 90% sudah mencapai target yang ditetapkan yaitu 80%. Kemudian untuk tes akhir post test siklus I dengan ketuntasan individu (86,5%) sudah mencapai kriteria ketuntasan yaitu 80%. Hasil penelitian memperlihatkan terjadi peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pembelajaran konfensional. Dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan model koopearif tipe jigsaw memberikan efek yang positif terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu disarankan kepada guru mata pelajaran sebaiknya menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw pada materi lainnya.Kata Kunci: Cooperative Learning Tipe Jigsaw, Hasil Belajar
INOVASI PRODUK KERAJINAN GERABAH DI DESA ATEUK JAWO KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Raihan, Husnun; Dewi, Rosmala; Faudiah, Nurul; Nurbaiti, Nurbaiti; Fadhilah, Fadhilah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i2.31216

Abstract

ABSTRAKProduk kerajinan gerabah telah banyak diganti oleh produk-produk lain berbahan plastik atau aluminium yang lebih kuat dan tidak mudah pecah. Inovasi pada produk kerajinan gerabah sangat mempengaruhi peningkatan penjualan, semakin maju teknologi maka produk juga harus diupgrade untuk menyesuaikan zaman dan selera calon pembeli. Penelitian itu bertujuan untuk mengetahui bentuk atau bagian-bagian yang menjadi pengembangan produk kerajinan gerabah dan mengetahui inovasi pada teknik pembuatan produk kerajinan gerabah di Desa Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 4 (empat ) orang yang terdiri dari ketua kelompok dan 3 (tiga) orang anggota kelompok pengrajin kerajinan gerabah. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan produk kerajinan gerabah berinovasi pada desain produknya mengikuti perkembangan pasar, dan untuk ukuran juga lebih beragam. Dahulu produk kerajinan gerabah terbatas untuk keperluan rumah tangga saja, namun seiring perkembangan zaman produk kerajinan gerabah semakin bervariasi. Produk kerajinan gerabah yang diinovasi adalah beulangong (belanga), sudu (tembikar), pot bungong (pot bunga), yang dibuat dengan beberapa variasi dengan model yang menarik. Peunee berinovasi pada ukurannya yang dibuat lebih beragam. Peunee yang berukuran kecil dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Dan untuk produk yang diminati setahun terakhir ini adalah variasi dari beulangong. Teknik pembuatan gerabah masih bertahan secara tradisional yang telah diturunkan secara turun-menurun kepada pengrajin gerabah di Desa Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Proses pembuatan gerabah terdiri dari 5 (lima) tahap yaitu pengambilan jenis tanah, pengadukan tanah liat dengan pasir, pembentukan gerabah, pengeringan, dan pembakaran.Kata kunci : Inovasi Produk, Kerajinan Gerabah, Kota Banda AcehABSTRACT Pottery handicraft products have been replaced by other products made of plastic or aluminum which are stronger and not easily broken. Innovations in pottery products greatly affect the increase in sales, the more advanced the technology, the product must also be upgraded to suit the times and tastes of prospective buyers. The aim of this study was to find out the shape or parts that became the development of pottery handicraft products and to find out innovations in the technique of making pottery handicrafts in Ateuk Jawo Village, Baiturrahman District, Banda Aceh City. This study uses a descriptive qualitative approach. Subjects in this study amounted to 4 (four) people consisting of the group leader and 3 (three) members of the pottery craftsman group. Determination of subjects in this study using purposive sampling technique. The results of this study indicate that the development of pottery handicraft products innovates in product design following market developments, and for sizes that are also more diverse. In the past, pottery handicraft products were limited to household needs, but as time went on, pottery handicraft products became increasingly varied. The innovated pottery products are beulangong (pot), spoon (pottery), pot bungong (flower pot), which are made in several variations with interesting models. Peunee innovates in sizes that are made more diverse. The small peunee is used as a wedding souvenir. And for products that have been in demand in the past year, this is a variation of beulangong. The technique of making pottery still survives traditionally which has been handed down from generation to generation to pottery craftsmen in Ateuk Jawo Village, Baiturrahman District, Banda Aceh City. The process of making pottery consists of 5 (five) stages, namely taking the type of soil, mixing the clay with sand, forming the pottery, drying, and burning.Keywords: Product Innovation, Pottery Crafts, Banda Aceh
Co-Authors . Fitriana, . . Iskandarsyah . Mukhirah, . . Novita ., Mukhirah ., Nurfaradisa Abduh Ridha Afifah Rahmah, Afifah Akmal, Rifqi Akmaluddin Akmaluddin Ali Akbar Aminuyati Anara, Jihan Andri Irawan Anisa, Mutiara Ashila, Khansa Asih Menanti, Asih Asrul Karim, Asrul Assyaidah, Sonda Nur Aufrilika, Sinvi Baehaqi Basuki Budiman Damilaini, Putri Darman Syafe’i Desky, Desy Maharani Devi Octarina, Devi Dwi Syukriady Dyah Ayu Putriani Effionora Anwar Eka Daryanto, Eka Eliawati, Titim Emawati emawati Erwanita Fachrurazi Fadhilah Fadhilah ., Fadhilah Fadhilah Fadhilah Fadhilah, . Fadhilla, Dian cut Fadhillah, Nurul Fadila Fadila, Fadila Fajarina, Nabila Dwi Fardiana, Fardiana Fathiaturrahmah, Fathiaturrahmah Fatmita, Sherly Faudiah, Nurul Febrian Hevike Filosane, Febrian Hevike Fikriah Noer, Fikriah Firli, Akhmad Ridwan Fitri Rosdiana Fitri Yani Panggabean Fitriana Fitriana . Fitriana Fitriana Fusvika, Fitri Harahap, Afri Azwar Hasan Harmi, Hendra Haryati Lubis, Vebry Hasanta, Izzania Hayati, Rahmi Herawati Arief S Hilma Harmen Humaira, Zakia Hutabarat, Silvy Margaret Inayatillah Inayatillah Indani Indani, Indani Indradewa, Rhian IR, Ikrama Irawati Irawati Irda, Afra Nabila Ismael Saleh Jannah, Cut Miftahul Jannah, Izzatul jelita, jelita Jumriati, Jumriati Kanti, Murti Khairul Anwar Khasanah, Nor KS, Yunita Laili Suhairi, Laili Lilly Montarcih Limantara, Lilly Montarcih Maghdalena, Emma Juwita Mahdi Jufri Mahyiddin, Zuraini Mardalena, Ervin Mardalena, Tika Mardhani, Lies Eka Marzuki Marzuki Maulidiana, . Meliana, Rina Meliska, Dea Misnaiyah, Misnaiyah Monalisa MT, Mutia Salima Muhamdar, Natasya Muhammad Bukhori Dalimunthe Muhammad Zamzami, Muhammad Muhsin Muhsin Mujiburrahmi, Mujiburrahmi Mulyani, Nanda Muna, Nailul Munawwarah, Hidayatul Nadhilla, Nadhilla Nadia Putri Nahrisyah, Putri Ratu Natasyarah, Fatia Bilqis Nitura, Nida Novi Wulandari Novia, Asri Novita . Novita Novita Nugraha, M. Auriel Nurbaiti Nurfadila, Nova Nurkaidah, Nurkaidah Nurwijayanti Paramida, Satri Prayudha, Agung Rorhi Prihandika, Yusuf Arkham Priharti, Rr. Dimas Veronica Putri, Elly Diana Putriani, Dyah Ayu Rahmat Fajri Rahmat Hidayat Rahmi Rahmi Raihan, Husnun Raihanum, Putri Raudah Zaimah Dalimunthe, Raudah Zaimah Revanza, Regger Rizki, Mochamad Faizal Rizki, Siti Rahmadani Rosnelli, Rosnelli Rosnidar, . S Siswanto Safitri, Ivonna Sakdiah Sari, Cut Nanda Sari, Kartini Mayang Sari, Nova Julia SAUT PURBA Shafira, Jihan Putri Siti Aisyah Siti Habsari Pratiwi, Siti SITI MARYAM Sri Milfayetty, Sri Sri Muljati Sugiyono Sugiyono Sukarman Purba Sukmawati, Anggun Suroso Suroso Surung Malem, Surung Suswani, Sela Sutriyo Sutriyo, Sutriyo Syarifah Syarifah, Syarifah Tati Herlina Titie Syahnaz Natalia Umaiya, Anisa Utami Nurhafsari Putri Vebyolin, Jesika Wenny Veronika, Rr Dimas Wahida, Anisa Widandi Soetopo Wildan Seni, Wildan Wira Yusniawati Sarumaha, Wira Yusniawati Wiranty, Dilla Wulanda, Nourma Yanti, Yeni Irma Yoga Yuniadi Yuli Heirina Hamid, Yuli Heirina Yullyana, Rischa Yunita, Devi Sinta Yurial Arif Lubis, Yurial Arif Zuhra, Bintang Zuhra, Nurliza