Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Bantuan Hukum Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 Sari, Erlika; Rusdi, Puspitasari; Tahir, Heri; Satrul, Hairul Saleh; Riskawati, Riskawati
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 1: July 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/

Abstract

Pemenuhan hak atas bantuan hukum merupakan hak konstitusional setiap warga negara, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Namun, dalam realitanya, WBP di Rutan sering kali menghadapi ketimpangan akses terhadap keadilan (access to justice) akibat rendahnya pemahaman mengenai hak dan prosedur memperoleh bantuan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai intervensi strategis untuk mengatasi kesenjangan informasi tersebut di Rutan Klas I Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum (legal awareness) WBP mengenai substansi UU No. 16 Tahun 2011; (2) Memberikan panduan praktis tentang tata cara mengajukan permohonan bantuan hukum OBH serta (3) Mendorong pemenuhan hak konstitusional WBP dalam memperoleh akses terhadap keadilan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan hukum partisipatoris dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Sebanyak 50 orang WBP dipilih sebagai partisipan menggunakan teknik purposive random sampling. Efektivitas intervensi diukur menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest, dengan instrument evaluasi berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 10 pertanyaan pilihan ganda. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan diuji dengan Paired Samples T-Test. Analisis data menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan secara statistik. Nilai rata-rata pre-test adalah 45,6 (kategori rendah), sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat drastis menjadi 78,4 (kategori tinggi), dengan selisih peningkatan sebesar 32,8 poin. Hasil uji-t berpasangan menolak hipotesis nol (t-hitungan = 15,84 > t-tabel = 2,01; p-value = 0,000 < 0,05). Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi yang tercermin dari banyaknya pertanyaan kritis dan mendalam selama sesi diskusi mengenai prosedur dan hak mereka. Penyuluhan hukum terbukti efektif sebagai katalisator dalam meningkatkan pemahaman hukum dan memberdayakan WBP. Untuk keberlanjutan, disarankan agar pihak Rutan menginstitusionalisasi program penyuluhan hukum secara rutin, OBH melakukan outreach yang lebih proaktif, dan pemerintah mengalokasikan anggaran yang memadai untuk memastikan akses keadilan bagi WBP dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.
Sosialisasi Penguatan Nilai-Nilai Karakter dalam Pencegahan Perilaku Korupsi Siswa SMA Telkom Makassar Tahir, Heri; Satrul, Hairul Saleh; Syafar, Irfan; Jamalong, Ahmad; Siti Syarifah Wafiqah Wardah
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (September 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i3.10140

Abstract

Fenomena perilaku koruptif di Indonesia tidak hanya terjadi pada tingkat struktural, tetapi juga mulai tampak dalam bentuk perilaku kecil di lingkungan pendidikan, seperti kebiasaan mencontek, manipulasi data, dan ketidaktjujuran akademik. Kondisi ini menunjukkan lemahnya internalisasi nilai-nilai karakter di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya nilai-nilai karakter sebagai upaya pencegahan perilaku korupsi sejak dini. Mitra kegiatan adalah SMA Telkom Makassar, yang diidentifikasi menghadapi kendala dalam penerapan pendidikan karakter antikorupsi secara sistematis. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) persiapan berupa penyusunan modul dan koordinasi dengan pihak sekolah. (2) pelaksanaan sosialisasi interaktif, studi kasus, dan pembentukan Duta Karakter Antikorupsi, serta (3) evaluasi melalui pre-test, post-test, dan wawancara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas, disertai terbentuknya komunitas duta karakter yang aktif dalam kampanye antikorupsi di sekolah. Selain itu, guru memperoleh modul pembalajaran karakter yang dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakulikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan pendidikan serta menjadi model edukatif-partisipatif dalam membangun generasi muda berkarakter dan berintegritas.
Diseminasi Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Digital H, Ririn Nurfaathirany; Tahir, Heri; G, Andika Wahyudi; S, Hairul Saleh; Aswan, Muhammad
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i2.81063

Abstract

Abstrak. Kekerasan seksual berbasis digital (KSBD) menjadi salah satu bentuk kejahatan kontemporer yang semakin mengancam generasi muda seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi informasi, media sosial, dan perangkat elektronik. Karakter ruang digital yang anonim, cepat, dan tidak berbatas membuat bentuk-bentuk kekerasan seperti non-consensual intimate images, sextortion, cyberstalking, deepfake pornography, dan pelecehan seksual daring semakin mudah terjadi dan berdampak luas. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya literasi digital, minimnya pemahaman mengenai consent, serta belum optimalnya mekanisme perlindungan di lingkungan pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai risiko KSBD, dasar hukum yang mengaturnya, serta cara pencegahan dan penanganan yang tepat. Metode yang digunakan meliputi observasi, testing, penyuluhan, dan evaluasi. Observasi dilakukan untuk mengenali karakteristik peserta dan menentukan strategi penyuluhan. Tahap testing mengukur pemahaman awal peserta terkait isu kekerasan seksual digital. Penyuluhan diberikan melalui sesi teori dan praktikum dengan materi mengenai perkembangan regulasi (UU ITE, UU TPKS, UU Pornografi, Permendikbudristek 30/2021 serta bentuk-bentuk KSBD beserta dampaknya. Evaluasi dilakukan melalui tes pemahaman dan diskusi partisipatif untuk menilai efektivitas penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep KSBD, kerangka hukum yang relevan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara individu maupun institusional. Kegiatan ini memberikan kontribusi strategis dalam membangun budaya digital yang aman, beretika, dan berpihak pada korban, khususnya di lingkungan generasi muda. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan komunitas dalam menciptakan ruang digital yang sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.Kata Kunci: Kekerasan Seksual, KSBD, Cyberporn, Kekrasan.
Diseminasi Penyelesaian Sengketa Keperdataan (Litigasi dan Non-Litigasi) Terhadap Masyarakat Ekonomi Produktif di Kabupaten Barru Aswan, Muhammad; Marwah, Marwah; Amaliyah, Amaliyah; Tahir, Heri
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.81066

Abstract

Abstrak. Masyarakat ekonomi produktif di Indonesia terdiri dari pelaku usaha, pekerja, dan konsumen yang terlibat dalam proses produksi barang dan jasa. Dalam konteks ini, sengketa keperdataan dapat muncul akibat berbagai alasan, seperti pelanggaran kontrak, perselisihan mengenai hak kepemilikan, atau ketidaksepahaman dalam transaksi bisnis. Risiko bisnis adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dunia usaha, terutama bagi masyarakat ekonomi produktif kategori pemula. Berbagai jenis risiko, mulai dari risiko keuangan, pemasaran, operasional, teknologi, hingga risiko hukum, dapat mengancam kelangsungan bisnis pengusaha pemula di Indonesia. Pemahaman yang baik tentang risiko dan langkah mitigasi yang tepat sangat diperlukan. Pemerintah, lembaga pendidikan, serta sektor swasta harus bersinergi untuk memberikan pelatihan, pembiayaan, dan akses informasi yang memadai agar pengusaha pemula dapat mengelola risiko dengan lebih baik dan membangun usaha yang berkelanjutan. Diseminasi dilakukan pada Kelompok Pengusaha Pemula, dalam pendampingan ini menggunakan community based development. Tahap 1 Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. analisis kebutuhan mitra dan pengurusan administrasi kegiatan dan persiapan pelaksanaan. Tahap ke-2 Kegiatan PKM dengan dua sesi, yakni pemaparan materi dan diskusi. Metode diskusi dengan pendekatan critical isu strategies, peserta diberikan kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan terkini yang berkaitan dengan pemahaman yang mumpuni  sehingga bisa memenuhi standar administrasi pengelolaan usaha dan terhindar dari resiko bisnis dimasa mendatang. Kegiatan ini dilakukan dengan edukatif, komunikatif, dan akomodatif dalam memberikan pencerahan dan solusi terkait syarat administratif dalam menjalankan usaha serta hak-hak konsumen yang dilindungi oleh undang-undang, dan negara. Metode ini untuk melihat dan menilai isu-isu jangka pendek dalam konteks Hukum Bisnis.Kata Kunci: Resiko Bisnis, Hukum Bisnis, Ekonomi Pemula, UMKM Pemula.
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Berdasarkan UU TPKS dan Permendikbud di Universitas Negeri Makassar H., Ririn Nurfaathirany; Tahir, Heri; G, Andika Wahyudi; S, Hairul Saleh; Salwa, Aulia Raihana
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 5, No 2 (2025): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v5i2.81050

Abstract

Abstrak. Analisis Kriminologi Kekerasan Seksual Di Perguruan Tinggi. Kekerasan seksual di Indonesia merupakan kasus yang semakin darurat dan terus meningkat setiap tahunnya.  mempengaruhi dan berdampak pada kerusakan tatanan sosial bangsa Indonesia yang  mengancam masa depan generasi muda bangsa kita karena mereka adalah generasi muda yang akan meneruskan cita–cita luhur bangsa.    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latarbelakang terjadinya kekerasan seksual, mengidentifikasi upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dikaitkan dengan UU TPKS dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pencegahan dan penanganan di perguruan tinggi dikaitkan dengan UU TPKS. Penelitian ini mengunakan Mix methodes. Data primer, bersumber padapenelitian di lapangan yang berupa wawancara dan juga menyebarkan koesioner untuk mengetahui berapa jumlah kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi. Data sekunder, bersumber pada studi kepustakaan yakni literatur – literatur dan buku – buku yang berhubungan dengan penelitian. Latar belakangi terjadinya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi adalah adanya Relasi kuasa, Budaya Patriarki, dan kurangnya Edukasi kepada Civitas Akademika dan Warga Kampus di Lingkungan Universitas Negeri Makassar. Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi dikaitkan dengan UU TPKS dan Permenristekdikti. Adapun faktor pendukung dalam proses Pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di UNM adalah Dukungan yang sangat baik dari Pimpinan Universitas. Adapun penghambat dalam kinerja Satgas PPKS adalah penyesuaian waktu antara Tim Satgas PPKS untuk pemeriksaan kasus karena tugas pokok yang padat sehingga sering kali pemeriksaan dilakukan diluar jam operasional kampus, terbatasnya sarana dan prasarana juga menjadi penghambat dalam kinerja satgas PPKS UNM. Kata Kunci : Kriminologi, Kekerasan seksual, relasi kuasa, budaya patriarki
Sustainable Improvement of Sanitation Access for The Community of Pangkep Regency: Challenges and Solutions Nanang Rahmadani; Heri Tahir; Mustaring; Suarlin
Journal of Indonesian Scholars for Social Research Vol. 5 No. 2 (2025): JISSR
Publisher : Cendekiawan Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59065/jissr.v5i2.255

Abstract

Proper environmental sanitation is a crucial element in improving the quality of life and public health. In Pangkep Regency, although various efforts have been made to improve sanitation access, there are still significant challenges in terms of infrastructure, policy, and public awareness. This article aims to explore the challenges faced in enhancing sustainable sanitation access in Pangkep Regency and the solutions that can be applied to address these issues. This study employs a qualitative approach, gathering data through interviews with relevant stakeholders, field surveys, and literature review. The findings reveal that the main challenges in improving sanitation access in Pangkep Regency include limited regional budget, low public awareness of the importance of sanitation, and poor coordination between related institutions. Therefore, more robust and integrated policies, increased community participation, and the use of environmentally friendly technologies are needed to support sanitation sustainability. The proposed solutions include strengthening sanitation education programs, developing community-based sanitation infrastructure, and implementing efficient and eco-friendly waste management systems. It is expected that these solutions will accelerate the achievement of sustainable sanitation access in Pangkep Regency, which will ultimately have a positive impact on improving public health and community welfare.
The Role of Pancasila Values in Overcoming the Lost Generation Among Secondary School Students in South Sulawesi Aprisal, Wahyu; Tahir, Heri; Heri, Ririn Nurfaathyrani; Suyitno, Imam; Najamuddin, Najamuddin; Sahabuddin, Romansyah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 10 No 4 (2025): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/6d08d460

Abstract

The urgency of this research arises from the growing indications of a “lost generation” among Indonesian adolescents, characterized by moral degradation, weakened spiritual awareness, diminished social empathy, and identity confusion amid rapid digital and socio-cultural change. This study aims to analyze the role of implementing Pancasila values, particularly Belief in One Almighty God (Principle 1) and Just and Civilized Humanity (Principle 2), in addressing the lost generation phenomenon among students at a public senior high school in South Sulawesi Province. This descriptive qualitative study employed classroom and school-wide observations, in-depth interviews with the Principal, PPKn teachers, guidance and counseling (BK) teachers, and students, as well as document analysis; the data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, including data condensation, data display, and conclusion drawing/verification, supported by triangulation to ensure validity. The findings show that Principle 1 functions as the primary moral foundation and is operationalized through the integration of Pancasila values in the PPKn curriculum, religious education and activities, contextual gratitude projects (such as environmental and social-care initiatives), and school policies that guarantee religious freedom and tolerance. Principle 2 is realized through the systematic cultivation of universal moral values—honesty, responsibility, respect, and empathy—embedded in habituation programs (honesty journals, cooperative learning), strengthened by peaceful conflict-management strategies (peer mediation) and a zero-tolerance anti-bullying procedure. These integrated practices collectively help mitigate symptoms associated with a lost generation by reinforcing students’ sense of life meaning, spiritual consciousness, and humane, responsible self-identity. The novelty of this research lies in proposing an integrated school-based model that links spiritual formation and humanitarian ethics within a Pancasila framework specifically to the prevention of a lost generation. This study contributes conceptually to the refinement of Pancasila-based democratic citizenship education and practically to the design of value-based interventions for school leaders, PPKn teachers, and counselors in similar educational contexts.
Peranan Guru PPKn Dalam Meningkatkan Sikap Nasionalisme Peserta Didik Natasya, Ira; Tahir, Heri; Sara Nur, Restu Mayang
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 3 (September 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v12i3.76955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui bentuk aktivitas guru PPKn dalam meningkatkan sikap nasionalisme peserta didik di MAN 2 Barru Kabupaten Barru (2) mengetahui kendala yang dihadapi guru PPKn dalam meningkatkan sikap nasionalisme peserta didik di MAN 2 Barru Kabupaten Barru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Bentuk aktivitas guru PPKn di MAN 2 Barru sebagai pengarah dalam meningkatkan sikap nasionalisme peserta didik dengan mendorong partisipasi dan keterlibatan peserta didik untuk mengambil bagian dalam kegiatan upacara bendera baik sebagai petugas maupun sebagai peserta upacara. Selanjutnya memberikan contoh dengan menggunakan produk dalam negeri seperti menggunakan pakaian batik, menggunakan tas lokal sehingga menjadi teladan bagi peserta didik serta mengarahkannya menyanyikan lagu-lagu nasional. Sebagai pengajar dalam meningkatkan sikap nasionalisme peserta didik, dapat dilihat dari kemampuan guru dalam mengajarkan materi dengan mengaitkan dan mengembangkan materi nasionalisme dengan diskusi kelompok. Namun, tidak dibarengi dengan konsistensi guru yang terkadang hanya memberikan tugas, tidak memberikan penjelasan, pendampingan dan pengawasan yang baik sehingga proses pembelajaran terbilang monoton. Sehingga peranan guru PPKn dalam meningkatkan sikap nasionalisme peserta didik kurang optimal begitupun dengan ilmu yang diperoleh peserta didik. (2) Kendala yang dihadapi guru PPKn dalam meningkatkan sikap nasionalisme peserta didik di MAN 2 Barru yaitu, kurang memperbaharui ilmu pengetahuan dan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam pembelajaran serta rendahnya partisipasi peserta didik.
REHABILITASI SOSIAL TERHADAP PECANDU NARKOBA ANAK DIBAWAH UMUR DI YAYASAN KELOMPOK PEDULI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DAN OBAT-OBATAN TERLARANG MAKASSAR ., ERNAWATI; TAHIR, HERI
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 2, Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.054 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i2.3732

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Keefektifan Rehabilitasi Sosial terhadap Pecandu Narkoba Anak dibawah Umur di YKP2N Makassar (2) Kendala yang dihadapi YKP2N Makassar dalam melaksanakan rehabilitasi Sosial. 3) Upaya yang dilakukan YKP2N Makassar dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rehabilitasi Sosial yang dilaksanakan oleh YKP2N Makassar belum terlaksana secara efektif hal tersebut tampak pada pelaksanaan indikator efektivitas yang tidak terpenuhi secara keseluruhan dalam hal ini indikator ketepatan sasaran, ketepatan waktu serta perubahan nyata. 2) Kendala yang dihadapi YKP2N dalam melaksanakan rehabilitasi sosial antara lain kurangnya dukungan dari orang tua klien, belum adanya penerimaan diri yang dimiliki klien dan terbatasnya sumber daya manusia yang ada. 3) upaya yang dilakukan YKP2N Makassar dalam mengatasi kendala tersebut yaitu, melakukan pertemuan dengan keluarga klien, melakukan pendekatan dengan klien, mengikutsertakan staf dalam berbagai pelatihan, dan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Kata Kunci: Rehabilitasi Sosial, Pecandu  Narkoba, Anak Dibawah Umur  ABSTRACT: This study aims to determine 1) The Effectiveness of Social Rehabilitation of Underage Narcotics Drugs in Age at YKP2N Makassar (2) Constraints faced by YKP2N Makassar in implementing social rehabilitation. 3) Efforts made by YKP2N Makassar in overcoming these obstacles. This research is a qualitative descriptive research. Technique of collecting data obtained through observation, interview, and documentation. Data obtained from the research results obtained by using descriptive qualitative analysis. The results of the research indicate that: 1) Social Rehabilitation implemented by YKP2N Makassar has not been implemented effectively as seen in the implementation of the overall unfulfilled effectiveness indicator in this indicator of target accuracy, timeliness and real change. 2) Constraints faced by YKP2N in implementing social rehabilitation include lack of support from client's parents, lack of client's self-acceptance and limited human resources available. 3) efforts by YKP2N Makassar to overcome these obstacles are to meet with client's family, approach with clients, engage staff in various training, and cooperate with various parties. Keywords: Social Rehabilitation, Drug Addicts, Underage Children
Co-Authors . MUSTARING . NURDALIA . RISALDI .B, UMYATUL UMRAH A. FATIR LUKMAN A. Rizal A. Rizal AA Sudharmawan, AA Abdul Rahman Abdul Rahman Sakka Abdul Sakban Ahmad Jamalong, Ahmad Amaliyah, Amaliyah ANA ANNISA, ANA Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Dewi Riang Tati Andi Fachruddin Andi Kasmawati ANDI SUYUTI, ANDI Aprisal, Wahyu Ardani, Aulia Raihanah Salwa Ashari Ismail Asmunandar, Asmunandar Asnawi Ojen Asri Ainun Bakhtiar Asri Ismail Aulia Raihanah Salwa Ardani Azhari, Yudhistira Bahri bahri Bakhtiar, Bakhtiar. Darman Manda Manda DENNI DAHLAN DEWI ANGRAENI DIAN EKA SAFITRI Dian Novita Sari, Dian Novita EDRIN . Ernawati . Ernawati S.K Fadhilah, Arwina Fajri Utari, Ni’matul Aliyah Fediyatun Muntazarah Firman Muin FIRMAN MUIN FIRMAN MUIN, FIRMAN FIRMAN UMAR Firman Umar FIRMAN UMAR, FIRMAN Firmansyah . Firmansyah Firmansyah Fitriani Fitriani G, Andika Wahyudi H, Rahma H, Ririn Nurfaathirany H., Ririn Nurfaathirany Haedar Akib Haerad, Iswatul Hairul Saleh Satrul HASNAWI HARIS, HASNAWI HERI, RIRIN NURFAATHIRANY Heri, Ririn Nurfaathirany Heri, Ririn Nurfaathyrani Herman Herman HIDAYATULLAH, AINUN Husain, Raja I Gusti Bagus Wiksuana Ihsan, Rifkah Auliah Imam Suyitno Imam Suyitno Imam Suyitno Irsyad Dhahri Samad Jumadi Sahabuddin, Jumadi Junaeda, Siti Junaeda, St Junaeda, St. KARMILA . Manan Sailan Manan Sailan Manan Sailan MANTASIA . Marwah Marwah Maya Kasmita MISKAWATI . Muh. Rizal Muh. Rizal MUHAMMAD AKBAL Muhammad Akbal Muhammad Amri Muhammad Aswan Muhammad Jihad Firman Muhammad Rusdi MUHAMMAD SAYADI Muhammad Syukur Muntazarah, Fediyatun Mustari Mustari Mustaring Mustaring Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Natasya, Ira NOVIA ASMITA Nur Ayuni Nur Nashri Rahman Nurfaathirani Heri, Ririn Nurfaathirany, Ririn Nurfajri Nurfajri Nurharsyah Khaer Hanafie NURUL LATIFAH KURNIA PUTRI Pabali, Adeni Muhan Daeng PATMAWATI, SUSI ANITA putri nurfadilla nurfadilla Rahmadani, Nanang Rahmi, Muthiah Realizhar Adillah Kharisma RESKI AMELIAH KASBA Rifdan . Ririn Nuraathirany Heri Ririn Nurfaathirany Ririn Nurfaathirany Heri Ririn Nurfaathirany Heri RIRIN NURFAATHIRANY HERI Ririn Nurfaatirany Heri Riskawati ., Riskawati Riskawati Riskawati, Riskawati Rohmah Rifani Romansyah Sahabuddin ROSNAH RIDWAN Rusdi, Puspitasari S, Hairul Saleh Sahrul Sahrul Sahrul Sahrul Salim, Nurlela Salmiah Salmiah Salwa, Aulia Raihana Sara Nur, Restu Mayang Sari, Erlika Satrul, Hairul Saleh Siti Syarifah Wafiqah Wardah St Junaeda St. Junaeda St. Junaeda St. Junaeda St. Junaeda Suarlin SUDIRMANTO . Suliana, Andi Syafar, Irfan Syarif, Kurnia Ali Syarifuddin H M Syarifuddin Syarifuddin Tati, Andi Dewi Riang Wahid, Abdhika Salafi Wahyuddin Wahyuddin Wahyudi Gani, Andika Wiwik Handayani